Hari ini adalah hari ke 2 Koichi dan Yuuki honey moon di dunia game, Yuuki memikirkan nasib Rika, Kio, Yuko, dan Koichi. Mereka semua terjebak dalam dunia game. Yuuki teringat nasihat ayahnya selalu berhati-hati dengan pemilik perusahaan di Universitas Swasta. Ayahnya bukan mau memutuskan hubungan Koichi dan Anaknya. Namun ini adalah pesan Adik sepupunya dan pacarnya Yuuki. Yuuki teringat kata ayahnya di telepon ketika Yuuki sedang mengerjakan design gaun ternama perusahaan Kwan Zu di Amerika.
Flashback Yuuki dan Ayahnya sebulan yang lalu tepat Koichi belum meminta Yuuki putus.
"Apa ayah, ini tidak mungkin aku harus membatalkan pertunanganku dengan Koichi." Yuuki menangis ketika mengerjakan designnya untuk pertemuan dengan manajer Kim dari Korea dan manajer Alex dari Amerika. Mereka adalah pemilik Busana ternama di Korea dan Jepang. Saat itu Yuuki sedang istirahat, ia harus bagaimana? apakah itu mungkin harus benar-benar berakhir demi keselamatan dirinya.
"Yuuki, ayah mau bilang sebentar. Ini Bukan keputusan Ayah untuk kamu pindah ke amerika untuk melanjutkan sekolahmu ke luar negeri. Ini permintaan Ayahnya Kio dan Koichi pacarmu juga begitu." Ayah Yuuki berada di balik pintu di luar, Yuuki menangis.
"Apa hubungannya aku harus keluar negeri dan ini keputusan Paman Alfredo dan Pacarku?". Yuuki mengunci diri di kamarnya.
'Maaf nak, ayah tidak bisa memberi tahumu ini demi keselamatnmu. Ini demi keselamatan keluarga kita, jika kamu menetap di jepang. Dan mengetahui keadaannya pasti kamu lebih mementingkan dirimu sendiri. Bukan orang lain.' Ayahnya Yuuki berbicara dalam hati, ia berpesan kepada Yuuki. "Tanyakan hal ini kepada Koichi, dia menyuruh Ayah saja." Ayah Yuuki pergi meninggalkan Yuuki dia turun ke bawah.
Lamunan Yuuki tersentak kaget ketika seorang tetangga apartemennya menyuruh mengangkat jemuran. "Yuuki, hari ini mendung. Cucian di naikkan." Yuuki berdiri menghapus air matanya. "Iya Bibi Yuna, Aku segera kesana." Yuuki turun ke bawah mengambil laundrian yang di titipkan oleh tetangga di apartemennya. "Apa tubuhku ini benar-benar kuat ya. Sampai-sampai level di game bisa ku kalahkan semua teamku. Aku jadi ingat Ayah." Yuuki mengemaskan barang-barangnya, Ia merasa ada orang yang mengikuti dia dari belakang halaman di apartemen.
"Siapa di sana?" Yuuki teriak sehingga membangunkan Bibi Yuna.
"Yuuki, kamu tidak apa-apa?" Tanya Bibi Yuna. "Tidak apa-apa bi, Cuma latihan teater ini untuk menggantikan peran Kio sahabatku." Yuuki berlari, orang itu mulai membuntuti Yuuki, entah siapa. Yuuki bersembunyi di belakang dan membuat jebakan untuk stalker. Stalker itu mencari Yuuki setiap sudut halaman apartemen, Yuuki mengendap namun ternyata dia sudah di depan. Yuuki di pukul, meski Yuuki terluka di tanganya. Ia menyerang dengan dengan tekhnik aikido. Ayah dan semua yang mengkawatirkannya benar, untung Yuuki pergi ke amerika di sana ada bela diri aikido terkenal. Stalker itu lari, ia tidak bisa menyuntikan Bakteri itu. Tubuh Yuuki juga sudah di suntik imunisasi untuk membuat kebal terhadap penyakit mematikan. Namun Stalker itu bukan lari karena Yuuki kebal, tapi takut identitasnya terbongkar. Yuuki mengemaskan pakaian, ia kembali ke apartemennya. Ia mengecek di laptop nama bakteri yang di sebutkan ayahnya persis dengan yang di sebutkan oleh Ibunya Kio dan Koichi.
"Apa Ya nama Bakteri itu?, Aduh udah lulus degree tapi kok lupa? Hahahahahahha pantas saja Koichi bilang aku ni tetap tidak berubah." Ia mengingat nama bakteri itu. Tapi dia bingung kata-katanya terlalu sulit. Ia mencari antibiotik dan vaksin yang di beri ayahnya, Ia mencari bungkusnya yang masih ada. Yuuki mencari di lemari pendingin, dan meliha kotak obat itu. Ia duduk di kursi belajar dan mulai mengetik.
Antibiotik L dan vaksin Mo penemu Zelrodo. Ketikan di laptop Yuuki muncul.
Antibiotik L dan Vaksin Mo buatan prof Zelrodo adalah obat untuk membunuh bakteri Yunk atau disebut bakteri mematikan. Obat ini di buat 5 tahun lalu, karena banyak orang hilang dan saat di temukan dia di rumah sakit swasta yang izinnya belum di cabut.
Yuuki mengetik nama Bakteri Yunk di laptopnya. Ia membuka blogger dan medis tentang milik ayahnya. Artikel berisi ilmiah vaksin dan antibiotik yang ia minum.
Bakteri Yunk biasanya bersifat transparan, ia dulunya terdapat di sayur-sayuran yang busuk. Namun demi kepentingan untuk kesehatan masyarakat Bakteri itu di kembangkan untuk mencari vaksin sayangnya Bakteri itu tidak di temukan vaksin, setelah Prof Zelrodo dari jepang yang menetap di amerika vaksin dan antibiotik itu berhasil di temukan. Doktor Prof Zelrodo mencoba penemuannya kepada mayat mati namun gagal, dan dia mencoba kepada dirinya ternyata antibodi dalam gen R berpengaruh buruk kepada bakteri itu sehingga hanya pusing. Saja dan tidak menimbulkan saki serius. Bakteri Yunk milik perusahaan swasta sekolah ternama di jepang. Sekolah itu sejak pemiliknya berpindah alih banyak korban yang terkena virus. Makanya Doktor Zelrodo membuat obat dan vaksin demi membongkar kejahatan dan korupsi yang di jalani oleh pemuda yang sekarang menjabat di perusahaan.
Gejala yang di alami oleh perempuan.
- Perutnya bengkak
- Jantung dan peredaran darah tidak lancar
- Seizure
- Epilepsi
- Dystonia
- Dan kerusakan syaraf otak seperi lyme disease
Gejala yang di timbulkan oleh pasien laki-laki
1. Paru-paru bocor
2. Gagal jantung namun tidak seperti penderita cewek yaitu klepnya tidak bekerja, heart disease yang di derita lelaki lebih parah sekali sampai serangan jantung tidak boleh banyak berpikir atau main game portal.
3. Kanker sumsum tulang belakang yang membua SCI
4. Kaki gemetaran dan spam
5. Tekanana darah tinggi
Bakteri ini dulunya sudah di hentikan tujuh tahun lalu karena tidak ada penyembuhan, Namun setelah pemiliknya berpindah bakteri ini di jadikan bahan praktek kedokteran swasta. Banyak Korban Hilang tapi seminggu kemudian korban muncul lalu 2 minggu korban di temukan di apartemennya masing-masing dengan keadaan baik-baik saja. 4 minggu kemudian korban pingsan dan harus di bawa ke rumah sakit swasta yang menciptakan bakteri itu.
Saksi dari adiknya korban.
Adik saya bilang, dia ada urusan seminggu lalu. Katanya mendadak di universias swasta. 2 minggu kemudian hilang, dan 3 minggu kemudian dia sudah ada di apartemen dan tidak ingat apa yang erjadi 4 minggunya dia pingsan. Lalu ada sms tanpa nama tapi dengan nomer unik dia bilang jika kamu mau sembuh silahkan ke rumah sakit swasta soalnya rumah sakit negeri tidak ada obatnya. Saya telpon tidak di angkat, di sms selanjutnya informasi universitas swasta yang kamu belajar itu rumah sakitnya deka situ. Aneh bangetkan, terus 5 minggu kemudian adik saya koma dan saya harus membuat adik saya kuat di pasang sistem apa gitu tidak tahu. Dan katanya itu Direktor Zetto akan menanganinya bersama dokter di perusahaan swasta.
Yuuki menghentikan membacanya, masih banyak kesaksian. Penyakitnya persis dengan yang di derita sahabanya sekaligus pacarnya. Dia ingat saksi menyebutkan Zetto. Persis yang di bicarakan malam kemarin oleh Koichi.
Flashback momen terindah Koichi dan Yuuki.
"Koichi, kakimu masih Spams?" Tanya Yuuki, dia memegang dada Koichi. "Kamu, kenapa bedebar ketika aku bersamamu?" Yuuki melepas tangannya di dada Koichi. Spam di kaki Koichi tambah parah dan dia keringat dingin. Yuuki memberi pil dan mengompres Koichi.
"...Yuuki... aku...tidak... apa...apa ..." Koichi sambil menahan sakit di dadanya dan sakit di kakinya yang spam. "Yuuki, ini akibat bakteri itu. Aku sudah menceritakanmu..." Koichi mendadak sesak napas dan memegang dadanya yang sakit. "Aku telepon ambulance rumah sakit dumai dulu." Yuuki menekan tombol game gambar hospital. Koichi memegang tangan Yuuki. "Maaf jika aku tidak bisa menemanimu di dunia nyata hanya bisa di dunia maya. Oh iya aku sudah ceritakan juga kan gagal jantungku sebab bakteri, kemarin Yuko juga bernasip sama denganku. Dia sekarang masih di rawat di ..." Koichi pingsan, Yuuki membuat CPR manual kepada Koichi. "Koichi, sayang. Bertahanlah." Yuuki melihat keadaan Koichi di dunia nyata lewat CCTV dengan robot yang di game.
" robot tolong hack CCTV di rumah sakit swasta." Yuuki mengingat kalau gamenya berbeda dengan game yang di pasang oleh Pemilik Universias Swasta, gamenya sudah di rancang ketika Koichi mulai merasakan sakit namun belum parah. Saat itulah Yuuki menyadari bahwa Koichi menyuruhnya ke Amerika supaya dia bisa membalaskan dan menangkap pemilik perusahaan swasta yang membuat banyak korban melayang. Saat Yuuki melihat Koichi di kehidupan nyata kritis. Yuuki berpikir apa karena Koichi kelelahan dan kalau dekat perempuan yang Koichi sayangi selalu, tubuh Koichi lemah dan akan menimbulkan efek yang buruk bagi keadaan di dunia nyata. "Koichi bertahanlah." Yuuki memegang tangan Koichi, Mobil ambulance datang menjemput Koichi. Koichi di naikan ke mobil ambulance, Koichi memakai masker oksigen dan ECG ambulance yang terpasang di dada Koichi. "Yuuki, ini udah wajar...ten-tang...laki-laki...ya-ng...ter-ke-na-bak-teri... dia... terserang...paru...sumsum...tulang...belakang...dan...gagal...jantung..." Koichi kembali pingsan lagi, Yuuki menangis. Sesampai di rumah sakit dunia maya, dia menunggu ruang tunggu. Saat itu Kio, Rika dan Viona keluar dari ruang perawatan Yuko. Ia melihat Yuuki menangis dan menegurnya.
"Kakak, kenapa kakak menangis?" Tanya Viona, dia bersama temannya Kio dan Rika memeluk Yuuki.
"Apakah benar kalau terserang di tubuh laki-laki bisa mengakibatkan SCI karena kanker sumsum tulang belakang atau tumor, dan bisa menyerang paru-apru lalu mengakibatkan gagal jantung?" Tanya Yuuki dia tidak bisa menahan air matanya. Ia menangis tanpa henti.
" Kak Yuuki, Kakak Koichi dan Kakak Yuko menunggu Kakak Yuuki untuk kembali dari amerika ketika aku sakit dia bilang padaku. Bahwa Kakak Yuko dan sepupunya ingin membuktikan kebenarannya. Dia sakit karena dirinya tidak ingin di jadikan bahan eksperimen. Tapi Ibunya Kak Koichi, Ibuku dan Ibunya Rika termakan omongan Zetto. Sebenarnya Kakak Yuko melarangnya, sebab udah ada kejadian Koichi sudah di jadikan bahan ekperimen. Dia memasang gelang logam yang di bua perusahaan ini supaya kami berataha, Nyatanya yang menang hanyalah Kakak Yuko dan Kakak Koichi dia bersikeras tidak ingin di pakai gelang penambah energi. Jadi dia bertahan sebagai survive penderita penyakitnya walau usianya sangat sediki. Tapi nyatanya aku, Rika dan Viona mungkin akan menjadi yang kalah dan mereka yang meninggal dengan tanpa bantuan akan menang." Ucap Kio yang menjelaskan semua detail kejadian yang di alami Yuko dan Koichi. Yuuki saat iu di rumah saki teringat juga kata-kata Koichi.
"Tapi Kak Yuuki mungkin senang, sebab Kak Koichi dan Yuko sudah di beri vaksin di dunia maya. Jadi tidak tertular virus di dumay."Ucap Rika.
'Jika aku dan Yuko tidak di pasang alat aku bisa membebaskan rasa sakit mereka bertiga, makanya aku bertahan. Jika nyatanya aku gagal tapi bagi sepupuku Viona dia akan tersenyum bila bertemu aku. Terima kasih tidak memakai alat meski gagal kamu sudah berusaha dengan keras dan kamu menyelamakan satu gadis yaitu pacarmu Yuuki.'
Yuuki menangis dan memeluk sahaba dan adik iparnya.
Saat itu pula Yuuki yang sadar sudah jam 10 pagi ia harus cuaca sudah reda, hari sudah mau siang. Ia bergegas mandi dan memakai baju kantor di kedai takoyaki. Ia kerja part time, ia pergi mengayuh sepeda dan sampai ke kedai. Ia akan bertemu Koichi setelah Koichi sehat di dunia maya, sebelum ia ke game ia akan menemui Koichi di rumah sakit setelah kerja.
"Yuuki, kamu tidak perlu masuk hari ini. Karena hari ini ada rapat pemegang saham pemilik kedai ini." Ucap seorang pria tua sang pemilik kedai. "Oh, Ya kamu kerjakan designmu aja. Kan kamu kerja double satu kerja sambilan di tempat saya satunya lagi keterima kerja di design busana." Pria tua itu memberikan Yuuki istirahat, dan memberi buah segar. " Ini untuk tunanganmu."
"Makasih Ya, Pak." Yuuki bergegas ke rumah sakit menggunakan sepeda, jarak rumah sakit dan apartemen hanya bersebrangan. Ia sampai di rumah sakit 1 jam lebih karena jarak apartemen ke tempat kerja jauh sekali. Jadi sampai di rumah saki jauh.
Jadi sampai di rumah saki jauh
"Koichi, aku datang...hiks...hiks..." Sesampai di depan ruang Koichi dan ke empa temannya. Yuuki melihat mereka terbaring lemas, Ia menangis melihat Rika, Kio dan Rika sudah di pindahkan ke ICU kelas biasa di gedung baru bersama Koichi dan Yuko. Yuuki menaruh Buah dan memegang tangan Koichi. "Koichi aku datang menemuimu, aku libur kerja hari ini. Terima kasih telah menikah denganku. Terima kasih telah menepati janjimu kepadaku. Maaf aku membuatmu sakit di dunia maya." Ucap Yuuki dia menangis. Di dunia maya Koichi merasakan lembutnya tangannya ada yang memegang.
"Terima kasih Yuuki, aku akan berusaha di dunia maya." Yuuki yang dari layar melihat Koichi sedang berbicara sendiri. Dia menggerakan tangannya di dunia maya, di dunia nyata tangan Koichi bergerak dan menangis. Air mata Koichi di dunia nyata keluar setetes. Yuuki mengelapnya. Dia tersenyum karena di dunia maya Koichi sedang meneteskan air mata dan menggerakan tangannya. Yuuki pergi keluar ruang ICU, sekali ia keluar ia berpapasan dengan lelaki yang menyerangnya.
"Apa kamu takut sama aku, ketika identitasmu di bongkar Zetto." Yuuki mengucapkan kalimat dengan sakartis. "Dasar manusia tidak tau asal usulnya." Yuuki membalasnya lagi, ia menyibakkan rambutnya. "Kamu tidak akan segampang itu mengalahkanku." Balas Zetto dengan kalima sarkartisnya. Yuuki menggulung rambut panjangnya bagaikan benang sutra yang berwarna pirang, dan matanya yang berwarna indah bagaikan batu jade dari hong kong.
Zetto masuk ke ruang ICU, ia marah bagaikan harimau kelaparan. Ia kesal kenapa misi akhirnya gagal. Bagaimana bisa cewek yang tadi mengetahui identitas Zetto. Di apartemen milik Koichi yah di bilang milik Koichi juga tidak, di bilang milik Yuuki juga tidak karena membelinya dengan setengah uangnya Yuuki dan Koichi. Yuuki baring di kasur dia sudah siap dengan dunia gamenya, ia janji sore ini mau honey moon danau di dunia maya danau itu adalah pikiran Kio dengan danau yang begitu indah.
"Wah pakaian menariku bagus, bulan madu pakai baju ini mungkin bisa menyembuhkan Koichi
"Wah pakaian menariku bagus, bulan madu pakai baju ini mungkin bisa menyembuhkan Koichi. Aku juga membawakan antibiotik buat jantungnya Koichi dan Yuko." Ia melihat Koichi, Rika, Yuko , Viona dan Kio sudah menunggu mereka. "Kak Yuuki kemari, aku punya tempat bagus buat kakak." Viona menggoda Koichi, dia tau Kakak sepupunya Koichi suka salah tingkah kalau melihat gadis seksi. "Bawa apa Kak, kok seperti medis?" Tanya Kio, yang heran dengan gadis berambut pink nan indah di dunia game dengan pakaian dancer radisional jepang. "Perkenalkan, saya staff kedokteran divisi militer di dunia game. Nama Tenar di dunia musik dan tari. Maria sabila Lee atau Lee Sabia Maria. Yang berari Lee ayah angkat di dunia maya Sabia ibu angkat dan Maria nama baruku." Semua pada ketawa dengan ucapan Yuuki. "Kak, mau tidak. Kakak lucu deh namanya sekarang. Pasti kakak dapat ayah angkat dan ibu angka dari jurusan mediskan." Yuuki memerah dan menyangkal. "N-Nothing" Yuuki membludak emosinya. Koichi yang nama gamenya Lucas herpafio Kim atau Kim Lucas herpafio memeluk Yuuki. Kaki Koichi dan Yuko sudah di pasang alat penegak kaki biar tidak lumpuh layu. Rika, Kio, dan Viona juga tangan dan kakinya di pasang penegak kaki.
"Sudah, jangan ngambek. Dasar semua wanita sama ya mudah kebaca pikirannya." Viona menjitak kepala Koichi.
"Aduh gadis manja, jangan begitu sama orang sakit." Yuuki mencium Koichi dan menyuruh Koichi duduk di kursi roda. Yuuki membawa Koichi ke ruang pakaian.
"Koichi, kamu baring ya
"Koichi, kamu baring ya." Yuuki mengangkat Koichi dengan pelan-pelan. "kalau kamu di sini kuat berarti kamu di dunia nyata tidak kua." Yuuki memukul Koichi dia kesal. "Di sini tidak ada orang manis, nanti kamu sakit lagi." Yuuki menyuntikan obat ke nadinya Koichi, kalau di dada bahaya. Makanya di dada Koichi di coba di suntikan sedikit. Di periksa ECG yang di bawa Yuuki. Ternyata tidak separah kemarin. "Sudah selesai ayo keluar." Yuuki dan Koichi keluar, Yuuki memanggil pasangan Kio dan Yuko. Karena Yuko mempunyai kelemahan yang sama.
"Yuko dan Kio silahkan masuk." Nah Kio sudah ku ajarkan caranya kan pas aku menangis di rumah sakit. "Emang, kakak nangis kenapa." Kio menutup mulut Yuko yang bawel.
"Maaf kak, emang orang ini bener-bener bawel di dunia nyata dan maya." Kio membuka baju Yuko di kamar mandi, Yuuki keluar dan Kio sudah memasang ECG. "Sudah saya suntikan. Dan ini hasil ECGnya." Ucap Kio dia mencium Yuko.
Deg
Deg...Deg...Deg "Suara jantung Yuko sudah normal tidak seperti aku menciumnya kemarin dia langsung gagal jantung karena jantungnya gagal memompa darah." Ucap Kio dia mencium lagi Yuko.
"Ehem...Ehem...Ehem... sudah selesai mesraan di ruang khusus kerja" Saat Yuuki mau menyebut namanya Kio dan Yuko menggoda Yuuki. "Lee siapa ya, Kio" Ucap nada bandelnya Yuko. "Lee Sabia Maria. Hahahahahhahahaha." Ucap Kio yang usil.
Yuko memakai baju atasannya. Dia mencabut ECG di dadanya. "Baiklah, jika kalian dalam masalah jangan minta tolong aku." Muncul Sifat asli Yuuki di game. "Kakak, saya boleh tanya tidak obatnya apa saja." Yuko mengalihkan pembicaraan Yuuki. Yuko tau sifat aslinya Yuuki dari Koichi. Kalau kakak iparnya itu atau calon kakak ipar biasa suka ngambek.
"Ga akan ku jawab, tanyakan pada rumput yang bergoyang." Yuuki ngeledek. "kakak cantik dan manis, Guru seniku dan guru medisku. Aku mohon minta maaf." Ucap Kio dengan mata puppy eyes.
"Zaitun, madu, jeruk lemon, habatusauda." Yuuki hanya menyebutkan bahan-bahannya. "Itu kan bisa di ubah di alat game ku, ini aku berterima kasih kepada Koichi." Yuuki mencuci tangannya dengan disenfektan. Dia membuka jas kedokterannya, dan kembali cantik.
"Kali aku maafkan karena demi kelancaran kencanku, kalau aku jahat kena karma nanti sama kalian." Yuuki keluar dari ruangan kerjanya, dia membawa Koichi jalan-jalan.
"Kamu hebat ya jurus menembak, padahal kamu di dunia game baru saja." Ucap koichi, Yuuki duduk di hadapannya. Dia memijat kaki Koichi dan melatih gerak kaki Koichi.
Dia memijat kaki Koichi dan melatih gerak kaki Koichi
"...Pelan-pelan... Kakiku Spams..." Yuuki menyuntikan obat anti spam ke Koichi. "Nah sudah biar tidak spams lagi, Kio pasti sudah menyuntikkannya juga. Makanya aku biarkan dia malam ini liburan dan Rika and Viona belanja shopping jalan-jalan sama suster yang merawatnya." Ucap Yuuki memotong pembicaraannya. "Hum penyakitnya seperti ALS pertama sering kesemutan, kedua seperti GBS yaitu lemas banget kaki di gerakkan. Nah setelah cek Pertama emang seperti ALS atau GBS tapi ternyata itu karena kanker tulang belakang. Yah ternyta sama saja Gejaa ALS, GBS dan SCI atau patah tulang belakang. Sama-sama lumpuh." Yuuki mengecup bibir Koichi. " apapun yang terjadi di dunia nyata aku akan menerimamu. Aku sudah janji menemanimu apa adanya." Kaki Koichi yang spams di pegang oleh Yuuki, Ia memijat lagi dan di tempat air panas ia merendam. "aku bermimpi lagi di dunia nyata dan maya, kalau aku menciummu dan mengajak ke tempat kincir angin dan di dunia maya aku bisa berlari mengajarimu memanah." Yuuki merendam kaki Koichi, dia meneteskan air mata. "Tetap semangat, walau hasilnya nihil tapi aku adalah penyemangatmu Kak Koichi. Sayangku." Yuuki menangis dia merasa bersalah pertama telah membuat kambuh penyakit jantungn Koichi, kedua merasa bersalah akibat membuat Koichi merasa frustasi karena berpacaran dengan Yuuki. "Kamu menangis, jangan nangis Yuuki." Koichi mengelap air mata Yuuki. "Aku nangis, aku ingin kamu sembuh. Aku tidak ingin berpisah. Waktu itu kamu menyuruhku berpisah." Koichi menggunakan tangannya, tapi lemes. "Tanganku lemas." Yuuki menggerakan tangan Koichi dan melihat kondisi di dunia nyata. "Sini aku suntikkan pelancar darah di kaki dan di tangan." Yuuki mau bilang tapi bingung. Karena Koichi dan Kio mengalami Tetraplegia. "Kamu mengalami tingkat parah dengan Yuko. Kalau tidak bisa nafas nanti hisap oksigen ya." Ucap Yuuki, dia mulai memapah Koichi untuk belajar jalan, kaki Koichi masih spams. Yuuki menangis tangan Koichi dan kaki Koichi lemas. Dia ga mau buat Koichi menderita. Karena Yuuki, nanti Koichi bisa putuh semangat. "Koichi duduk lagi, ya." Yuuki menyuapkan jajanan ke Koichi, Koichi bilang ke Yuko. "Ma-ka-sih" Nada Bicara Koichi sudah mulai melemah. Saat itu Yuuki mendapatkan telepon bahwa Kio, Rika dan Viona mual-mual. Yuko sama seperti Koichi.
Yuko sama seperti Koichi
"Apa...iya, nanti saya ke sana sama suami saya." Yuuki mengantarkan Koichi ke rumah sakit. "Ja-lannya-u-dah?" Ucap Koichi dengan nada pelan, Iya lambat bicara. "Koichi penyebab penyakitmu di mulai karena kanker sumsum tulang belakan dan SCI, sehingga paru-parumu bocor." Yuuki menangis, di sampingnya ada supir pribadi Yuuki. "Non, udah sampai." Ucap Sopir itu, dia sudah berhenti ke rumah sakit. "Sus, di mana ruangan Yuko dan ketiga teman saya?" Tanya Yuuki yang mendorong Kursi roda. "Ada di ruang Cheon An 1" Yuuki langsung ke ruang ICU bersama Koichi. "Sus bagaimana dengan mereka berempat?" Tanya Yuuki, ia memegang pundak Koichi. Rika, Viona, Kio dan Yuko sedang di terapi akupuntur. Tinggal Koichi saja, Koichi di angkat ke kasurnya ia di baringkan badannya di kasih akupuntur dengan listrik. Untuk merangsang motoriknya, supaya bisa kuat.
Yuuki kembali kedunia nyata Setelah mengantar berobat Koichi, di apartemen Yuuki menangis. Dirinya tidak bisa membuat Koichi bahagia, namun malah menyusahkannya. Yuuki berkemas dan berlari ke Rumah sakit dia meminta dokter dan suster tolong terapi lisktrik untuk badannya Koichi dan ke empat temannya.
"Dok, tolong lepaskan gelangnya Rika, Kio dan Viona. Tolong ke lima teman saya di terapi akupuntur."
"Non, tapi ini akan membuat ke tiga teman nona sehat."
"Tolong, dok. Tolong, saya mohon saya sudah menghubungi orang tuanya. Mereka setuju." Usaha Yuuki membuat Zetto kalah hampir berhasil walau ini menyakitkan di dunia nyata tapi tidak terkena imbasnya di dunia maya. Dokter menolong terapi akupuntur ke lima temannya Yuuki. Termasuk salah satu pacarnya, Yuuki bernapas lega.
Yuuki mengingat perkataan ayahnya, suntikan obat di tubuh orang yang sudah terinveksi bakteri. Itu akan memberikan keringanan, untuk mengurangi rasa sakit akibat bakteri berbahaya itu. Ketika itu semua sahabatnya Yuuki dan Tunangannya. Sudah ada reaksi, jari mereka sudah siuman. Orang tua Yuko yang ada di ICU bahagia anaknya sudah sadar, Tetapi kondisi semua pasien harus di jaga. Rika yang di rawat sama sang suami sudah sadar. Kio yang di rawat sama Ibunya sudah sadar. Viona yang di rawat sama orang tua Koichi sudah sadar. Namun tubuh dan badan mereka paralyze. Yuuki mencium tangan Koichi.
"Yang, yo keluar." Nada Koichi masih celat, terjadi kelumpuhan di lidahnya. Yuuki mengangkat Koichi ke kursi roda. Yuuki menemani Koichi menghirup udara segar lagi, Koichi dan teman-temannya untung tidak kehilangan memori mereka.
Di luar dengan udara yang hangat, Koichi memulai dengan kata yang indah.
"Wah, indah bukan. Pemandangan Bunga sudah ada bermekaran. Oh ya ini momen yang bagus untuk berpisah, jadi lanjutkan kehidupanmu carilah lelaki yang bisa membuatmu bahagia." Yuuki yang terkejut, dia mengetahui akan jadinya seperti ini.
"Itu tidak masalah, kamu dulu atau sekarang. Punya anak atau tidak. Aku sudah mencintaimu semenjak kamu menjadi ahli pengobatan di jepang. Aku tidak peduli, di pernikahan kita di dunia game kita sudah berjanji sehidup semati." Yuuki duduk di pangkuan Koichi, dia membuat kaki Koichi lebih aman. "Aku akan membuat sehat, Kamu harus yakin." Yuuki menyuruh Koichi latihan menghirup udara segar di pagi hari. "Tarik napas, tenangkan jantungmu dan kosongkan pikiran. Jangan memikirkan bagaimana kamu bisa membahagiakanku." Koichi melakukannya dengan hatinya, Yuuki menyuntikan obat herbal supaya dia sembuh. Yuuki sudah merencanakan walau ini akan mengurangi sakit, tapi ini penting.
Flash back Yuuki dengan dokter.
"Tolong jangan siksa sahabatku, tolong suntikan ini ke pasien lainnya. Ini adalah antibiotik untuk membunuh kuman dan bakteri." Yuuki bersujud kepada dokter, sekali melangkah rencananya berhasil. Meski nanti semua sahabat dan pacarnya tidak akan bisa bertahan hidup.
"Baiklah, tapi jika ketahuan pemilik gedung ini kamu tanggung jawab." Yuuki sudah merekamnya lewat hacker CCTV dia sudah membuat bukti semuanya.
"Terima kasih." Yuuki pergi ke apartemen
Saat itu Yuuki menangis, dia berharap itu membuat Koichi senang. "Yuuki kamu menangis, lagi kenapa. Apakah karena aku?" Koichi memutar kursi rodanya, ia pergi ke hadapan Yuuki. "Maafkan aku, aku merasa frustasi. Ayo temani aku latihan." Koichi mencium dan memeluk Yuuki. Dia tidak tau kalau Yuuki setia dengan dia. Saat itu pula Koichi dan Yuuki duduk di taman bersama-sama. 'Kenapa, ketika aku dekat dengan Yuuki jantungku serasa mau di ambi. Tuhan aku mohon aku tidak ingin menangis lagi.' Koichi keringat dingin, Yuuki melihat napasnya berat sekali. "Koichi jangan latihan dulu kalau sakit." Koichi memegang tangan Yuuki meski jantungnya kembali sakit lagi.
Sementara di taman belakang Kio dan Yuko bertengkar. Di halaman belakang mereka bertengkar tentang hubungan mereka. Yuko tidak bisa memberikan kebahagian kepada Kio. Karena dirinya yang cacat malah membuat Kio makin menderita karena Kio cacat. Dia bermimpi Kio ada di pelukannya ketika Kio meminta di gendong namun itu hanya mimpi.
Dia bermimpi Kio ada di pelukannya ketika Kio meminta di gendong namun itu hanya mimpi
"Lebih, baik kita batalkan pertunangannya karena aku tidak bisa apa-apa." Yuko menangis Kio memegang tangannya. Kio mengingat pembicaraan nona sanae ketika suaminya memiliki SCI, nyonya sanae bilang tanyakan apa yang membuat orang yang kita cintai memutuskan masalahnya begitu saja.
"Ada apa denganmu, Yuko?"
Aku waktu di ruang ICU ketika itu bermimpi kalau aku bisa menggendongmu, namun aku bangun kakiku masih sakit dan mati rasa." Kio memeluk Yuko, ia mencium Yuko. "Sesakit apapun kamu baik aku sembuh maupun sakit mengurusmu aku tetap mencintaimu. Ini kalung aku simpan, kalung ini pemberian almarhumah nenekku. Ketika menikah pakai kalung ini." Kio menangis, dia tidak tau kenapa Yuko setega itu. "Mau itu kamu sekarang atau dulu itu dirimu. Aku di sini untuk menolongmo kalaupun aku sehat aku juga akan setia. Kita bersama-sama menjalani ujian yang di beri Tuhan." Kio berlari ke pohon, ia ingat perkataan neneknya waktu neneknya sakit keras terminal mengalami sakit jantung.
Kio, nee jangan nangis. Sehidup apapun obachan tetaplah obachan. Jika obachan sudah lelah, Kio harus mewujudkan obachan. Datanglah dengan anak dan suamimu walaupun nanti kamu seperti obachan ataupun suamimu sehat atau difable. Itu kata terakhir Neneknya Kio meninggal dia menyemangati Kio.
Seketika Kio melamun, tangan Yuko yang palagic mencoba bergerak. Ia mencium Kio. "Maaf, ...aku tidak bisa membuat mu senang." Yuko mencium Kio. Dia saling berpelungkan. "Jantungmu udah normal." Ucap Kio yang mengetahui jantung Yuko udah normal. "Kamu juga, Kio udah normal." Ucap Yuko menyambung pembicaraan Kio.
"Yuko hari ini kami bertiga akan operasi rahim kami pengangkatan tumor." Kio mencium Yuko, dia berbisik di telinga Yuko. "Tolong kamu ada di sisiku, aku berjanji akan bertahan." Kio menuju ruangnya, Yuko menyusul tiba-tiba dia mengalami phantom limb. "Kio aku di ruang ICU ya, aku lelah. Yuko mendorong kursi rodanya, ia menuju ke ruang perawat.
Yuko mendorong kursi rodanya, ia menuju ke ruang perawat
"Sus...to-long, sa-ya...ti-dak...ku..." Yuko Pingsan suster membawanya ke kasur dorong, menuju ruang ICU. Yuko di pasang masker oksigen dan oksigen. Saat itu Yuko bertanya kepada dokter dan suster kapan Viona, Kio dan Rika akan di operasi. Yuko membuka masker oksigen.
Yuko membuka masker oksigen
"Dok...ahaaah...kapan...ahaaaah... Vio...ahhaaaaah... Rika...ahaaaaah...Kio...ahaaaaah... di operasi...Ahaaaaah." Kondisi Yuko menurun, dia mengalami sakit di kaki dan punggungnya. Kakinya tidak berhenti gemetar ketika di lurus. Yuko akhirnya Koma, ia menuju ke dunia maya. Suster dan dokter menyuntik morfin ke Yuko, tubuhnya di akupuntur.
Di Ruang Rika, Rika sedang berbicara dengan suaminya. Ia ingin cerai, ia takut membuat sedih suaminya.
"Kalau kita cerai gimana, kemungkinan 50% aku mempunyai anak." Ucap Rika dia salah satu mahasiswi yang sudah menikah. "Bodoh, mengapa kamu pesimis begitu. Kamu akan hidup kamu tidak akan mati. Mau tidak punya anak atau punya satu anak tidak masalah." Suami Rika mencium Rika, dia melepas wig Rika. "Nanti malam operasikan. Jadi wignya dilepas." Ucap Suami Rika sebenarnya namanya Akachi panggilan di tempat kerjanya.
Di ruang Viona, Viona di temani Ibunya. Ia sedih sekali jika operasinya gagal.
"Mama, Vio tidak ingin mati." Ibunya Viona memeluk Viona, di samping ada Ibunya Koichi tersenyum kedekatan Viona dan ibunya. Di taman Koichi dan Yuuki sedang mengobrol, namun tiba-tiba Koichi sesak napas.
"Engh
"Engh...heeeeek...engh...heeeeek..." Koichi yang sesak napas, tidak bisa menahan sakit di dadanya. "Paru-parumu kambuh, sayang minum ini." Koichi meminum obat yang di berikan ke pada Yuuki. "Koichi, jangan tinggalkan aku. Ku mohon bertahanlah." Koichi keringat dingin, Yuuki memanggil Suster yang di halaman. "Suster tolong tunangan saya." Suster berlari menuju Koichi, kasur dorong di bawa ke Koichi. "nafas Koichi pendek, Koichi di pasang ECG. Sesampai di ruang ICU dokter mengatakan Koichi mengalami sesak nafas kerena jantungnya kumat.
" Koichi, tarik napas dalam-dalam Koichi." Koichi kondisinya ngedrop, dokter memasang terapi akupuntur sesuai yang di sarankan Yuuki. ECG juga sudah di pasang dan infus sudah. Namun Tuhan berkata lain, Koichi koma dia tidak sadarkan diri. Yuuki yang meihat di luar serasa tersayat, melihat Koichi yang kesakitan dada dan kakinya. Dokter memanggil Yuuki untuk menemani Koichi. Saat Yuuki masuk dan menemani Koichi. Tangan Koichi meremas kasur menahan rasa sakit. "Koichi bertahanlah, kamu sudah janji akan menemaniku ke tempat make pengantinkan." Koichi masih belum sadarkan diri kesadarannya berada dalam dunia game.
" Koichi masih belum sadarkan diri kesadarannya berada dalam dunia game
Saat itu adalah bertepan dengan Operasi 3 ruangan, Di mana Kio, Rika dan Viona operasi tumor perut
Saat itu adalah bertepan dengan Operasi 3 ruangan, Di mana Kio, Rika dan Viona operasi tumor perut. Dokter yang berada di ruang Rika membedah rahim Rika, tumor yang berada di Rahim Rika hanya berhasi di operasi sedikit. Karena sudah membesar, di ruang Kio juga sama Kio tidak bisa di operasi total tumornya karena tumornya sudah menyebar ke otaknya. Viona juga dokter tidak sukses mengoprasi mereka. Ketiga gadis itu mengalami koma, karena ada gangguan di syaraf otaknya. Yuuki keluar taman ia tidak tega melihat tunangannya koma. Ia menangis terus. Di mimpi Koichi Koichi melihat Yuuki menangis karena dirinya.
Koichi, kamu tega kenapa kamu tidak menepati janji. Di mimpi Yuuki menangis dia memakai Gaun pengantin di makamnya Koichi. Saat Itu Koichi setengah sadar. Koichi di mimpinya memeluk Yuuki. Koichi kamu bohong kamu adalah arwah, aku memakai gaun pengantin. Tapi kamu keluar dari rumah sakit dengan keadaan di peti. Yuuki di dalam mimpi Koichi dia menyalahkan Koichi. Di dunia nyata Koichi tiba-tiba mendapatkan serangan jantung, suster dan dokter memberikan morvin. Dan memompa jantung Koichi Koichi sampai ke dua kali, akhirnya Koichi kembali sadar.
Di mimpi Yuko, Kio sedang memeluk dan berkata kepada Yuko. Maaf, aku tidak bisa menepati janji nenekku membawa keduanya. Hanya bisa membawa kamu ke makam untuk ziarah. Yuko mencium Kio, dia berkata ke pada Kio. Itu tidak masalah, jangan nangis aku akan menepati janji aku akan hidup. Tubuh Yuko kejang-kejang, dokter di ruang Yuko menyuntikan morfin, Yuko kembali stabil keadaannya.
"Yuuki, kenapa menangis? Kamu sendirian di sini?" Tanya Ibunya Koichi yang melihat Yuuki menangis di taman
"Yuuki, kenapa menangis? Kamu sendirian di sini?" Tanya Ibunya Koichi yang melihat Yuuki menangis di taman. "Tante, ku mohon doakan Koichi. Aku tidak ingin Koichi sakit." Dia berlutut ke Ibunya Koichi, Ibunya Koichi menyuruh Yuuki berdiri.
"Koichi tidak akan meninggalkanmu, setelah dia sadar dari komanya. Dia berjanji untuk menikahimu." Ibunya Koichi menyuruh Yuuki berdiri dan memberi kan surat balasan ketika Koichi sadar dari komanya kemarin.
"Baca ini nanti akan terjawab semuanya, Koichi akan bertahan dia akan berjanji." Ibunya Koichi meninggalkan Yuuki, Yuuki membaca surat dari Koichi.
Hai sayang, doakan aku ya semoga cepat sembuh. Oh, iya ketika aku sudah selesai di game aku akan log out dan siuman setelah siuman aku akan meminta izin suster menemanimu membeli cicncin pernikahan. Mau di mana?...
Mau di mana?... Hah sakit ku kambuh, tapi aku ingin jalan-jalan denganmu. Ketika kamu baca surat ini keadaanku lagi koma, maaf tadi aku berbohong pas keluar ruangan. Sebenarnya dokter tidak mengijinkanku, tapi aku memaksa demi kebahagiaanmu. Aku ... aku...aku ingin melihatmu tersenyum... aku... aku ...aku bodoh ya coba saja aku suntik vaksin mungkin aku tidak akan seperti ini...
Aku pikir dengan tidak di suntik vaksin aku tidak akan sakit...tapi tuhan berkata lain...kata dokter mungkin aku akan mati... aku takut mati Yuuki...aku tidak ingin mati...
Aku ingin punya anak...jalan-jalan ke taman. Habis itu kita pergi naik kereta dan pesawat...
Yuuki menangis membaca surat ini, ia shock kenapa harus tunangannya dan dirinya yang menjadi sandra penjahat. Kenapa harus Koichi yang jadi bahan eksperimen. "maaf Koichi, aku tidak bisa menjaga senyum ku...hiks...hiks...hikss..." Yuuki berlari ke apartemen, ia tiduran di apartemen.
Di ruang Rika, Suami Rika meihat Rika yang koma
Di ruang Rika, Suami Rika meihat Rika yang koma. "Tidak apa-apa tidak ada anak, yang penting kamu tidak meninggal. Asalkan ada kamu aku bahagia." Tangan Rika bergerak menerima rangsangan, matanya masih tertutup. Namun Rika belum bisa masuk kedunia maya pikirannya, dia masih setengah sadar. Dokter yang meliat kondisi Rika bilang keadaan Rika menurun dia harus segera istirahat.
"Maaf, pak kondisinya masih belum sadar." Dokter menyuntik morfin dengan dosis banyak, Posis Rika tangannya kaku tanda-tanda mau kejang-kejang atau Dystonia. Rika susah masuk ke dunia maya. "Rika kamu istirahat ya, biar cepat sembuh. Masalah anak jangan di pikirkan." Ucap Suami Rika, Ia mengecup kening Rika. Mata Rika setengah terbuka, lalu Rika tertidur dia masih dalam Koma. Akhirnya Rika bisa istirahat dan masuk ke dunia game.
Di apartemen Yuuki memasang helmnya, ia memakai gelang untuk Log In ke dunia Game. "Koichi aku akan menemuimu di game." Yuuki mulai masuk dengan pakaian perangnya. Ia memakai helm perang dan baju besi, di pinggangnya terdapat pedang dan pistol. Yuuki mengeluarkan Pedangnya dan menyatukan dengan pistolnya. Ia memaki trik perang modern di jepang.
"Tak kan ku biarkan kau monster, untuk membuat teman dan pacarku menderia." Ucap Yuuki dia memegang pedang dan menyerang Monster ayam di taman kota.
"Yuuki, kamu ke sini. Matamu kenapa bengkak." Koichi ingin mengelap mata Yuuki, namun saat itu mood Yuuki lagi tidak enak. Tangan Koichi di tangkis. "Jangan ganggu aku kerja, aku lagi ada tugas banyak." Yuuki menembak ayam dan virus di taman kota. Ia memulai dengan memakai kaca mata perang. "Hiat, matilah kau hama pengganggu." Yuuki melompat dengan kekuatannya.
Yuuki lagi di landa stress yang berat, ia bimbang apa maksud dari surat itu. "Vi, Yuuki kenapa?." Tanya Koichi, ia merasa bersalah. "Oh, itu mood perempuan lagi tergoncang. Jangan di ajak bicara nanti malah salah paham." Ucap Viona yang menembak Virus pakai Kursi roda. Kio yang meihat Yuuki menangis saat berperang, menenangkan Yuuki. "Kak kemari dulu. Aku ada sesuatu yang ingin di omongkan." Kio menarik tangan Yuuki, dia menyuruh Yuuki ke dekat pohon.
"Ini aku kopikan isi suratnya, aku udah merekam baik-baik." Yuuki mengopi isi surat yang ia sudah baca. Yuuki membuat kopian di ingatannya berubah jadi surat, ia menyerahkan suratnya ke pad Kio.
Hai sayang, doakan aku ya semoga cepat sembuh. Oh, iya ketika aku sudah selesai di game aku akan log out dan siuman setelah siuman aku akan meminta izin suster menemanimu membeli cicncin pernikahan. Mau di mana?...
Mau di mana?... Hah sakit ku kambuh, tapi aku ingin jalan-jalan denganmu. Ketika kamu baca surat ini keadaanku lagi koma, maaf tadi aku berbohong pas keluar ruangan. Sebenarnya dokter tidak mengijinkanku, tapi aku memaksa demi kebahagiaanmu. Aku ... aku...aku ingin melihatmu tersenyum... aku... aku ...aku bodoh ya coba saja aku suntik vaksin mungkin aku tidak akan seperti ini...
Aku pikir dengan tidak di suntik vaksin aku tidak akan sakit...tapi tuhan berkata lain...kata dokter mungkin aku akan mati... aku takut mati Yuuki...aku tidak ingin mati...
Aku ingin punya anak...jalan-jalan ke taman. Habis itu kita pergi naik kereta dan pesawat...
Yuuki menangis di dekat pohon, Kio yang membaca isi surat itu segera menyuruh Koichi segera meminta maaf pada Yuuki. "Sebagai perwakilan dari wanita, saya sebagai teman dan adik ipar Yuuki aku ingin Kak Koichi meminta maaf pada kak Yuuki. Perempuan itu ujiannya lebih sulit dari pada lelaki." Koichi mendorong kursi roda, dan ke arah Yuuki. Ia duduk di dekat pohon dengan menopang tangannya sebagai kakinya yang mati rasa. Koichi memeluk Yuuki.
"Maafkan aku kalau membuatmu sedih, aku minta maaf." Koichi mengelap air mata Yuuki, Yuuki terkejut karena karena Koichi memeluknya. "Kamu tidak salah, aku lagi bad mood saja." Yuuki tangannya memegang baju, ia setiap kali berbohong pasti memegang baju.
"Aku tau kamu bohong supaya aku tidak cemas, tapi tolong jujur sama aku." Koichi mencium kening Yuuki. "Kenapa kamu nekat mau keluar, kalau siuman tidur saja di rumah sakit." Yuuki menangis dia tidak ingin membuat masalah lagi. Koichi memakaikan syal ke Yuuki karena cuaca di dunia game berubah menjadi musim salju.
"aku tidak ingin membuang janjiku, aku lelaki yang setia dan romantis. Tidak ingin melihat wanitaku terluka." Yuuki menangis lagi dia merasa bersalah karena membuat Koichi melanggar peraturan. "Lebih baik jangan di paksa ketika masih sakit, ini aku udah memesan sesuai gambaran yang kamu inginkan." Yuuki meniru pikirannya dia membuat cincin yang sesuai dengan Koichi inginkan. "Terima kasih, jangan nangis ya Yuuki." Yuuki dan Koichi berpelukan. Dia berciuman, untuk menenangkan suasana hati mereka berdua. Sementara Kio, Viona, Rika dan Yuko melawan musuh dia menyerang dan menjaga perbatasan di taman kota dan Kota. "Kio kita ke arah selatan, Rika dan Yuko ke arah utara." Ucap Viona ke arah selatan, ia menembak musuh dan menyeran dengan pedang. Rika dan Yuko ke arah utara menyerang mosnter gagak.
"Oh, Ya kak Yuko. Udah berkata jujur belum. Nanti ada Yuuki ke dua." Rika menggoda Yuko, Yuko tertawa.
" Hahahahahahahahaha, kamu ini ada ada saja." Ketawa Yuko yang mendengar gurauan dari Rika. "Hum, kemarin sempat nangis sih. Dia malah menamparku." Ucap Yuko sambil mengelus wajahnya. "Super woman, makasih telah menampar lelaki yang ga setia ini. Kamu pelindung aku." Rika tertawa membahana dengan senang. "Perfeckto, Terimakasih Kio. Kamu adik kesayanganku." Rika menembak monster, dia bangga karena Yuko mendapat tamparan cewek super.
"Makanya, jangan memutuskan orang dengan tiba-tiba." Ucap Rika, dia membersihkan tangannya. Dia mendorong Kursi rodanya. "Ehem, ada orang mau cerai. Tapi suaminya menyuruh dia tetap menghargai dirinya apa adanya. Sampai-sampai suaminya bilang, mau punya anak atau tidak terserah." Ucap Yuko yang memberi kesan seperti Rika lebih parah, ketika lagi tugas kaki Yuko tiba-tiba spams.
"Iya baiklah, aku tau." Rika tidak tau kalau rekan setimnya kesakitan, ia baru sadar ketika Yuko tidak ikut. "Kak, kenapa?" Tanya Rika. "Kakiku gemetaran darah tinggiku naik lagi." Yuko membongkok kesakitan, hingga terjatuh kursi roda. Kaki Yuko spam tanpa henti. Rika mengabarkan Kio dan teman-temannya. Kio yang sudah sampai langsung turun dari kursi rodanya, ia memegang kaki Yuko. Yuko kesakitan ketika Kio memijat kakinya, Kio berusaha supaya kaki Yuko tidak spam saat mobil belum datang.
Yuko kesakitan ketika Kio memijat kakinya, Kio berusaha supaya kaki Yuko tidak spam saat mobil belum datang
"Aaaaaaah...sakit...aaaaaaaaah...aaaaaaaaaah." Kaki Yuko masih spam, Kio meminumkan obat penurun tekanan darah dan penghilang rasa sakit. Mobil ambulan tiba, Yuko dan Koichi di bawa ke rumah sakit untuk penangan lebih lanjut. Koichi juga mengalami hal sama, Yuuki dan ke 3 temannya tetap tinggal. Yuuki menabarkan anti kuman ke seluruh taman kota dengan tekanan tinggi.
"Sudah kalian bertiga ke markas temani Yuko dan Koichi saja, biar ini urusanku." Yuuki bercucuran keringat baru kali ini monsternya kuat. Setelah selesai dia me log in. Rika, Kio, dan Viona sesampai di markas mereka melihat keadaan Koichi dan Yuko. Koichi dan Yuko sudah meng log out gamenya. Keliatannya mereka berdua kelelahan, Rika, Kio dan Viona juga mampir ke ruang rumah sakitnya ia memakai masker dan meng log out gamenya.
Di apartemen Yuuki membersihkan muka, ia menuju ke kamar mandi. Di rumah sakit Koichi rehabilitasi terapi kaki. "Sus tolong angkatkan saya." Ia berlatih memegang tang besi dengan tangannya supaya tidak lemas. Tangan Kichi di gift supaya tidak lumpuh, kakinya juga di beri pencagak supaya lurus dan tidak spams. "Koichi apa mau berhenti?" Tanya perawat yang membantu Koichi berjalan. Koichi melatih pengangkatan tulang punggung, ia menggerakan sekuat tenaga. Di apartemen Yuuki berdandan, ia menuju ke rumah sakit. Ia menuju ke tempat Koichi latihan kekuatan, di sana juga ada Yuko yang belajar menaiki badannya. Kio yang melihat Yuko penuh haru, ia bilang ke pada Yuuki mereka berdua emang tidak ingin melihat kita menangis. Yuuki meneteskan air mata, ia terharu melihat Koichi berusaha keras untuk menyenangkan hati Yuuki. Koichi yang melihat Yuuki menangis ia meminta suster untuk membantunya berjalan. "Sus bantu saya jalan, saya ingin memeluk gadis saya." Suster mengangkat badanya suster yang satu mendorong kursi rodanya. Koichi berjalan dia ingin mengagetkan Yuuki. Sesampai di luar Koichi memeluk Yuuki.
"Sayang kamu nangis lagi ya, senyuman kemarin kamu mana?" Koichi memeluk Yuuki, badannya masih spam. "Sial, badanku masih spam." Koichi gemetaran, Yuuki membantunya namun Koichi bisa sendiri. "Tidak usah aku bisa, aku hanya ingin memelukmu sambil berdiri." Yuko juga berjalan, Kio menangis. "Yuko kenapa kamu jalan?" Tanya Kio Yang menyangga badan Yuko. "Untuk membeli gaun pengantin yang bagus dan kita akan menyusul setelah Koichi menikah." Koichi yang melihat Yuko, langsung memberitahu Yuuki. "Yuukil iat Yuko dia juga sama seperti ku kami tidak apa-apa Kok." Koichi mengelap air mata Yuuki. Yuko yang memeluk Kio.
"Yuuki mungkin sehabis kita menikah besok, aku kembali sakit lagi. Dan aku tidak tau kapan aku meninggal." Yuuki mendudukan Koichi, dia meneteskan air mata. Koichi kembali dia juga menangis. "Aku juga tidak ingin mati Yuuki, aku ingin punya anak, bisa jalan jalan. Liburan bersama. Tapi dokter berkata makin lama aku akan makin tidak bisa merasakan dari tangan ke kaki." Koichi menangis ke Yuuki, Yuuki menepuk dada Koichi. "Kamu sekarang atau dulu itulah kamu, mau nanti aku di tinggal kamu setelah menikah atau aku mengurusmu itu kewajibanku sebagai istri." Ucap Yuuki dia memeluk Koichi. Di mencium Koichi dan menaruh Koichi ke kursi roda. Dia mengantarkan Koichi ke ruang ICU untuk perawatan.
"Kamu mau kerja, Yuuki." Koichi melepas oksigen maskernya, ia sulit berbicara ketika memakai oksigen. Yuuki mencium kening Koichi. Ia gemetaran dan meneteskan air mata. Koichi yang mengetahui hal itu ia bangun dan terjatuh dari kasurnya. Ia mengangkat badannya ke kursi roda dan mengejar Yuuki.
"Yuuki, tunggu kamu menangis lagi." Koichi memeluk Yuuki dari belakang. "Aku tidak ingin kehilanganmu, aku ingin bersamamu Koichi. Aku belum siap menerima kamu akan pergi ke surga jika itu terjadi." Koichi mencoba berdiri dengan kaki yang spams. "yuuuuukiiiiii...aaaaaa..." Koichi belum sempat berbicara dia pingsan, Yuuki memanggil suster. "Suster, tolong. Tolong tunangan saya. Koichi bangunlah, jangan koma lagi."
Suster yang lewat segera menolong Yuuki. "Apa dia koma lagi suster? apa dia tidak bangun?" Tanya Yuuki menangis, Suster menggeleng dia berbicara dengan Yuuki. "Dia hanya kelelahan dan pingsan. "Terima kasih Sus." Yuuki menunduk ke suster, ia pergi keluar Icu dan ke tempat design pakaian di jalan osaki.
Di rumah sakit Kio terbangun namun keadaan masih lemas dari operasi, Yuko memegang tangan Kio. "Yuko, maaf keliatannya aku hanya berhasil membawamu ke makam nenek." Kio menangis dia memegang perutnya yang besar. Yuko mengelap air mata Kio, tangan Yuko memakai penyanggah di tangan dan kakinya supaya tidak paraliz. Ia berkeringat habis latihan jalan. "tidak apa-apa , habis kamu sembuh kita pergi ya." Ucap Yuko untuk menyemangati Kio. "Oh ya Kio, aku takut meninggal. Aku ingin menyemangatimu untuk sembuh aku ingin pernikahan kita normal, dan bila kamu bisa sembuh aku ingin kita memiliki anak." Ucap Yuko, dia takut meninggal karena penyakit gagal jantung, patah tulang belakang, paru-paru bocor yang membuat dia turun. Yuko menangis, Kio menyuruhnya untuk ke tempat Kio. "Ke sini Yuko, aku juga takut mati. Tapi aku senang bisa menghabiskan masa indah bersamamu." Kio memegang wajah Yuko, dia menyemangati Yuko yang frustasi. "aku tidak ingin putus dari kamu, karena aku bisa menyemangatimu walau aku juga akhirnya akan meninggal." Ucap Kio dia berharap Yuko kembali semangat. Kio melihat kaki Yuko masih spams, dia tersenyum. "Hmmmmm, Yuko cium aku. Pasti kamu sedih karena kakimu masih spams." Yuko mencium Kio sesuai perkataan Kio, dia kembali tenang. Detak jantung Yuko kembali kencang.
Bathump Bathump Bathump Bathump Suara detak jantung Yuko berdebar lebih kuat, Kio menyuruh Yuko meminum obat herbalnya. "Ini minum obat herbalmu, apakah sakit Yuko." Ucap Kio dia memberikan obat herbal dan menanyakan kabar Yuko. "Ntah, jantungku emang aneh sejak terkena bakteri. Berdetak cepat." Yuko memegang dadanya, Kio juga memegang dadanya. "Aku kalau deg degan atau sakit tarik napas, dan minum obat herbal." Yuko memeluk Kio, Kio menangis dia tidak ingin Yuko meninggalkan pergi selamanya. Tiba-tiba Yuko keringat dingin lagi, detak jantungnya makin kencang. "Kio...aku...senang...kamu...tertawa..." Yuko pingsan, karena gagal jantungnya kambuh lagi. Ya memang orang yang jantungnya lemah kalau sudah parah bisa mengakibatkan gagal jantung. Kio memanggil suster dengan alarm, Suster berlarian ke ruang ICU Kio.
"Ada apa Nona? apakah sakit lagi.? " Tanya suster yang mengecek Kio. "Tolong tunangan saya, dia pingsan di kursi roda ketika mau berdiri." Kio menunjuk Kursi roda yang di kursi itu terbaring seorang berambut kuning. Suster melihat dan meminta bantuan ke pada suster yang lain. Suster membawa Yuko ke sebelah Kio, ia menaikkan Yuko ke dekat Kio.
"Yuko tunggu aku, aku akan ke dunia maya menemuimu." Yuko Koma, nafasnya setengah-tengah. Dadanya bergerak-gerak naik turun karena Yuko sesak napas, dia menderita kanker sumsum tulang belakang membuatnya lumpuh karena sakit spinal cord injury sehingga kakinya mati rasa, serta paru-paru bocor dan gagal jantung. Suster dan dokter memeriksa keadaan Yuko. Yuko di pacu jantung ke empat kali belum normal detak jantungnya, dan ke lima kali kembali stabil namun dia koma. Kio saat itu sedih dan menahan sakit jantung dan perutnya yang sakit, dia juga tiba-tiba koma karena kesakitan melihat tunangannya koma dan kesakitan.
Di dunia maya, Kio bertemu dengan Yuko. Dia saling bercinta satu sama lain memakai kursi roda.
"Hari ini kita di dunia maya ya, Vio, Rika, Koichi sudah menunggu nanti mereka marah." Ucap Yuko, dia sambil berciuman. Dia melihat wajah senyum Kio kembali. Di dunia nyata Yuuki selesai dari presentasinya, ia pulang dari kerjanya. Di apartemen langsung memakai gamenya untuk ke dunia game. Sesampai pikirannya di dunia game, ia berjalan-jalan menenangkan pikirannya. Di tempat perang Kio dan Yuko sedang melawan monster, Yuko yang penyakit paru-paru dan jantungnya kumat tidak ingin menyerah begitu saja. "Kio kita udah se-" Yuko pingsan, ia mengalami gagal jantung. Kio yang melihatnya memanggil ambulance, ia berada di ambulane. Di situ Yuko di akupuntur dan di obati. Yuko terbangun ia bilang pada Kio kalau dia sudah baikkan.
"Kio, aku akan sembuh jangan cemas." Yuko memegang tangan Kio. Ia akan berusaha sekuat tenaga menyelamatkan Kio dari sakit yang Kio derita, meski dia yang kehilangan nyawa. Di rumah sakit Yuko di bawa ke ICU untuk di beri perawatan lebih. Yuko tidak ingin mematikan game ke dunia nyata ia masih ingin di dunia game, setelah ia sembuh lagi atau sudah sehat ia akan melawan monster.
DI cafe Yuuki sedang meminum coffe ia meneteskan air mata setiap teringat kata-kata Koichi, Saat itu Viona dan Rika melihat Yuuki sedang menangis. Mereka menemani dan menyapanya.
" Kak Yuuki mengapa menangis? Kaka sendiri?." Tanya Viona dan Rika, mereka heran belakangan ini Yuuki murung. "Aku lagi ingin sendiri saja, aku lagi sebal dengan diriku. Aku membuat Koichi detak jantungnya berdebar cepat." Rika dan Viona memeluk Yuuki. "kakak tau tidak Kakak ku juga punya penyakit sama seperti dengan kak Koichi, aku bilang sama dia jangan membuat Kio menangis. Dan aku juga berpesan dengan Kak Koichi kalau kakak Yuuki tidak ingin lelaki yang di cintai sakit karena memaksa dirinya membahagiakan orang yang di cintai. Makanya aku kemarin marah dengan Kio. Aku bilang jika mau buat cewek nangis itu namanya bukan lelaki sejati." Rika memeluk kak Yuuki, Yuuki menangis lagi.
"Aku bingung setiap Yuko dan Koichi kalau sakit di sembunyikan, aku dan Kio tunangan mereka aku butuh mengetahuinya." Ketika lagi asik mengobrol dapat panggilan dari keamanan bahwa di hutan ada monster, Hutan itu adalah tempat Kio untuk istirahat di pikirannya. Mereka bertiga, Viona , Rika dan Yuuki pergi menggunakan kereta. Yuuki mengendalikan kuda dengan cepat. Rika dan Viona sedang meneliti radar monster. Yuuki sedang meneliti sekitar untuk di pasang sistem keamanan. Rika dan Viona menembak dan membasmi monster.
Di rumah sakit tampak Yuko sedang terbaring, ia melepas ECG, Infus dan yang lainnya.
Pata Pata Pata Pata jantung Yuko berdebar dengan Cepat, Yuko pingsan dia kejang-kejang
Pata Pata Pata Pata jantung Yuko berdebar dengan Cepat, Yuko pingsan dia kejang-kejang. Dia berusaha mencari obat yang di sakunya, ia memakan obat dan berusaha mendorong kursi rodanya, namun kaki dan tangannya kejang-kejang. Setelah Ia sadar, ia memaksa dirinya meski jantungnya kambuh, dia naik taksi di jalan di dunia maya ia mampir ke hutan. Di hutan ada Viona dan Rika, mereka melihat Yuko yang berjalan dengan badan kejang-kejang tapi berusaha ke hutan. Yuko memegang dadanya ia tahu ini bahaya buat kesehatannya tapi ia tidak ingin melihat Kio kesakitan di dunia nyata. Viona menelepon Kio memberitahu bahwa Yuko kabur dari rumah sakit.
Percakapan di telepon, Viona memakai phonenya.
"Kak Kio, tolong Viona. Kak Yuko kabur dari rumah sakit. Dia dalam keadaan paru paru dan jantungnya kambuh melawan monster. Setiap dia kelelahan dia pingsan dan kejang-kejang dan kakinya tidak berhenti spam."
"Viona tunggu ya, kakak akan menyusul. Tenang Ya."
"Ia kakak, makasih."
Percakapan berakhir, Yuuki yang mengetahui kondisi Yuko tiba-tiba ngedrop. Memberi shocking jantung. Nyawa Yuko dalam bahaya keadaannya kritis, di dunia nyata tubuh Yuko kejang-kejang. Orang tua Yuko menangis kalau Yuko tidak akan bertahan lagi, di rumah sakit di dunia nyata Koichi dan Yuko di pasang jarum. Tubuhnya masih kejang-kejang, keadan jantungnya lemah. Di dunia maya Yuko sedang memegang dadanya sakit jantung yang di rasakan di dunia nyata sampai ke dunia maya.
Kio, aku minta maaf. Kio kenapa kamu menangis. Yuko di dunia maya terus mengigau sementara di dunia nyata, tubuh Yuko dan Koichi kejang-kejang. ECGnya menandakan badannya kritis.
ECGnya menandakan badannya kritis
Pipipipipipipipipi jantung Koichi dan Yuko yang rusak karena kekurangan oksigen akibat paru-paru bocor kembali sakit ECG di rumah sakit menandakan irama jantung Koichi dan Yuko tidak stabil jantung Koichi dan Yuko berdetak cepat
Pipipipipipipipipi jantung Koichi dan Yuko yang rusak karena kekurangan oksigen akibat paru-paru bocor kembali sakit ECG di rumah sakit menandakan irama jantung Koichi dan Yuko tidak stabil jantung Koichi dan Yuko berdetak cepat.
Sementara di dunia maya Koichi yang muncul dalam keadaan tidak sehat datang menolong juga, Yuuki menangis kenapa cowok berdua bodonya minta ampun. Udah tau mereka sakit kenapa tidak istirahat.
Rika melawan monster dengan panahnya, ia melawan dengan kacamata pendeteksi kelemahan monster. Tepat di jantung monster rika memanah jantungnya, monster pergi. Ia mendapat Poin dan membeli oksigen buat ke dua temannya.
Saat itu Yuuki memeluk Koichi, ia menangis ia bingung kenapa Koichi malah sakit begini.
"Koichi, hentikan aku tidak mau kehilanganmu." Ucap Yuuki, Koichi menangis ia bersalah ia bilang sekali dapat monster ia akan berlindung di kamp bersama Yuko. "Aku tau kamu ingin sembuh, tapi kalau begini bagaimana kita menikah di dunia nyata. Itu malah membuat aku sedih terus melihatmu di dunia nyata sakit, kejang-kejang, kakinya spams, nafasmu pendek. Hati siapa yang tidak sakit melihat kekasihnya sakit hanya karena dia bermimpi bisa membahagiakan tapi di reality kamu tidak bisa dan malah membuat ku sedih." Yuuki menangis setelah membasmi monster, Koichi mendorong kursi rodanya dan ia duduk dekat Yuuki dan memeluknya.
Di tenda Kio dan Yuko di dalamnya, Kio memegang tangan Yuko. Dia menangis karena Yuko yang bodo tidak mengerti perasaannya.
"Kamu menangis lagi, maaf aku tidak bermaksud membuatmu menangis. Bisakah tunjukkan senyummu." Kio menuruti kata Yuko dia tersenyum, tapi Yuko memegang dadanya yang sakit ketika melihat Kio tersenyum. Kio mengelus rambut Yuko, Yuko tiba-tiba teriak.
"aaaaaakh" Yuko teriak ketika jantungnya berdetak cepat lagi. "Yuko berjanji ke padaku akan membunuhku di sini ketika aku meninggal. Jadi kamu jangan mati sebelum aku." Kio menyuntikkan obat yang di berikan Yuuki ke dada Yuko. Seketika Yuko di suntikan obat, Yuko kejang-kejang.
"Yuko, kamu kenapa?, Kamu tidak apa-apakan?." Suster yang di dekat Yuko mengecek ada reaksi obat membuat tubuh Yuko kejang-kejang, ini karena reaksi obat mungkin dia akan berhenti kejang sebentar lagi.
"Ini Cuma reaksi obat yang nona berikan, dia tidak apa-apa." Suster mengecek ECG tenaga Yuko sudah pulih, jantungnya sudah normal. Saat itu Koichi di antarkan oleh Yuuki, kakinya Koichi masih spams. Yuuki mengangkat Koichi, dan menyediakan terapi akupuntur setrum buat kakinya. Kio juga mencoba setrum buat kakinya yang lumpuh dan Yuko juga.
"Aku akan menemanimu terapi, Yuko. Jadi jangan takut." Kio menahan sakitnya, tapi Yuko berteriak kesakitan, di hutan Koichi dan Yuuki selesai membasmi monster ia ke tempat Yuko ingin terapi kakinya dan tagannya yang mulai lemas seketika itu. Koichi menjerit kesakitan karena ketika jarum di kaki dan tangannya di setrumkan listrik mulai ke syarafnya.
"Aaaaaaaakh...sus...hentikan...sakit..." Belum selesai bicara Koichi, Yuuki memarahinya. "Kamu katanya mau menyenangkan ku sekarang pilih kamu begini atau tidak di teruskan. Buatku kamu tidak bisa jalan atau kamu yang bisa jalan tetap kamu. Aku sudah bahagia." Yuuki yang di samping Koichi menangis, Koichi merasa bersalah dia sebenarnya bingung. "Aku akan menyuportkanmu sayang, jadi kamu harus kuat terapi akupuntur setrum." Koichi menahan sakitnya dia mengingat dia akan membuat Yuuki tersenyum. Tangan dan kakinya yang di terapi akupuntur tak bisa bergerak meski sudah bisa bergerak dia lagi dalam rehabilitasi. Yuuki mencium Koichi, sedangkan Kio dan Yuko sedang mengobrol dan Kio menyemangati Yuko.
"Maukah kamu menikah denganku Kio, hari ini." Yuko memegang tangan Kio, Kio tersenyum dan terharu. Yuko mengelap air mata bahagia Kio, dia menyuruh suster untuk mempersiapkan acara pengantin Kio dan Yuko. Sementara itu Kio berbicara kepada Yuko bahwa mimpinya terkabul. Kaki dan tangan Koichi dan Yuko meski bisa bergerak tapi hanya sedikit, karena mereka belum pulih total harus di terapi berulang-ulang.
"makasih, kamu menepati janjimu." Kio mencium kening Yuko, dan sms Rika dan Viona.
Aku akan menikah hari ini. Kalian berpakaian yang anggun.
Rika dan Viona tos akhirnya Yuko mengerti kondisi saat ini. Kio meninggalkan Yuko, ia menarik pakaian Yuuki. Yuuki memberitahukan kalau Yuko sudah menepati janjinya.
"Kak Yuuki siap-siap hari ini aku akan menikah, terima kasih." Muka Kio memerah, ia mendorong kursi roda ke luar. Tanpa sadar ia sudah di jemput oleh Yuko, Yuko mendorong kursi rodanya. Ia jalan-jalan walau dia masih terasa sakit, cuaca di game sungguh mendukung. Sesampai di Tenda ia menyuruf stafnya menyiapkan pesta pernikahannya. Suster yang di suruh Yuuki beserta tentara menyiapkan dekorasi di hutan, musuh sudah lenyap. Sebagian memasang lampu keci, sebagaian menyiapkan kursi dan meja untuk ucapan sakral. Yang lainnya menyiapkan bunga. Viona dan Rika tersenyum akhirnya teman mereka menikah juga. Tidak menjomblo, dan bisa berbahagia meski di dunia maya.
Saat itu Koichi dan Yuuki berganti pakaian, dia menuju latar di out door untuk menghadiri pernikahan. Di tempat pria Yuko sedang bersiap memakai jaz, dia keluar dengan wajah yang tampan dan cakep. Di tangannya ia memegang cincin pernikahan sambil liat kelangit dia berbicara dalah hati. Cincin itu sudah di persiapkan oleh Yuko ketika dirinya lagi Koma sementara Kio belum Koma dia memebelinya dengan uang game melalui gamenya ia membeli sesuai design yang ia pesan di dunia nyata.
Terima kasih tuhan telah memberiku kesempatan hidup, jangan ambil nyawaku dulu aku masih banyak hutang pada Kio. Aku bersyukur aku bisa menikahi dia sebelum Kio dan aku tersenyum dan keluar dari tenda hiasnya, ia menuju ke dekat pendeta. Di sana suasana begitu mendukung.
"Vi, akhirnya kakakmu menikah juga." Ucap Rika, Yuuki dan Koichi. "Itu berkat aku yang menyuruh kak Kio tegas, kasihan Kak Kio udah benar benar menerima Kak Yuko sehat dan susah tapi Kakakku yang egois. Padahal di dunia nyata udah di rancang gaunnya dan cincinnya. Di ruang pengantin, Kio di dandani oleh alvei seorang penderita epilepsi yang di pilih oleh Kio sebagai anggota devisi militer ke 2 sebagai penggantinya, ia juga di dunia nyata pandai bermake up dan buka salon rias pengantin.
"Kakak kelihatan cantik, wah pantas saja mau pakai rias atau tidak kakak cantik." Ucap azlei di kamar pengantin wanita, saat itu Kio tersenyum dan keluar. Dia memakai gaun yang di pesan oleh Yuko dia bilang walau di dunia maya dia tidak tau, tapi di dunia nyata Yuko pernah mengajaknya jalan-jalan ketika Kio sedang sakit. Saat itu penyakit Yuko belum parah dia bilang kepada Kio kalau dia tau ukuran badan Kio makanya dia bisa memilih sesuai selera Kio. Kio keluar dengan mendorong kursi rodanya, di belakang ia di temani oleh Alzei yang mendampinginya karena di dunia maya ayah dan ibunya tidak ada.
Saat itu Kio sedang berjalan menuju Yuko, Yuko yang masih kurang vit ingin membahagiakan Kio. Pendeta di gereja membacakan sakral pernikahan Yuko mengikuti dengan cermat jantungnya berdetak cepat lagi.
Pata pata pata pata pata tiba tiba rasa sakit di dada Yuko kambuh lagi sakit paru paru dan jantungnya membuat ia keringat dingin
Pata pata pata pata pata tiba tiba rasa sakit di dada Yuko kambuh lagi sakit paru paru dan jantungnya membuat ia keringat dingin. Kio mengulangi perkataan pendeta, dan saat itu Koichi juga mengalami hal yang sama karena mereka berdua Koichi dan Yuko tidak boleh bekerja teralu keras. "Koichi kamu tidak apa-apa?" Tanya Yuuki yang melihat Koichi keringat dingin saat itu Koichi meminta Yuuki ke kamar istirahat. " Ayo Kita kemar untuk istrahat, aku lelah." Yuuki mengantar Koichi ke kamar kamp, Yuuki mengangkat Koichi yang sesak napas dan memasangkan oksigen. Di pernikahan Kio, Saat itu Yuko sedang memasang cincin namun tubuh Yuko terjatuh. Semua tamu mengantarkan Yuko ke ruang perawatan.
"Kio, kenapa dengan Yuko?" Tanya Yuuki dia melihat Kio menangis di hari pernikahan Kio.
"Yuko kambuh juga penyakit jantungnya. Dia dalam keadaan koma juga sama seperti Koichi sekarang.
Dia sekarang di dunia nyata ntah bagaimana?" Yuuki memeluk Kio, yang sedih. Di dunia nyata Yuko kembali dari gamenya, dia masih dalam ke adaan lemah. Saat itu suster sedang mengecek kondisi Yuko dan Koichi.
"My beloved" Yuko dan Koichi mengucapkan kata kepada kekasihnya saat suster mengecek kedua kondisinya.
