Judul: PRINCE CHARMING

HARVEST MOON By NATSUME

Authour: AZURE SHINE

Pairing: Claire/Gray Jill/Skye Chelsea/Vaughn Mark/WitchPrincess dan lain-lain~


Tsu: dah lanjuuut! Tararararra!

Ainagihara: pengennya sih ni fic muter2 sampe ke harvestmoon mana ja. Disini udh Azure tulisin. Ampe ke harmonica town dan forget me not valley. Moga chap ini g da typo.

Saenatori: typo diusahakan di chap ini. Mudah2an g da.

Alpi games: makasih bgt dah setia review! Ide2 baru ada di sini. Ide cerita ini ke harvestmoon series. Chapter dpan ke mana lagi ya? Eheheh. Mungkin ke harvest moon hero of leaf valley soal y Azure lagi maenin itu game sekarang.


"…" = bicara biasa

Italic = dalam hati

Bold = flash back

- = dari kiri ke kanan

- = dari kanan ke kiri

Underline = berpindah tempat

~# = warning dari Azure


Chapter 7 : No choice

Mata elang terus menatap was-was kepada tikus buruannya tanpa kenal lelah, sang tikus blonde meringkuk ketakutan dan duduk sambil memeluk kedua kakinya. Ia duduk menjauh dari sang elang yang memelototinya. Tunggu! Blonde? Tikus tidak punya warna blonde! Oh rupanya tadi hanya hiperbola, sebenarnya blonde itu adalah seorang pria yang ketakutan karena ditatapi oleh gadis diluar kurungannya. Ya, pria itu berada dikurungan berjeruji yang sempit dan tinggi, seperti kurungan beruang berbentuk segi panjang tapi lonjong dibagian atas seperti lonceng gereja.

Pria itu adalah Mark, racher kedua dari Sunshine Island. Menurut chapter kemarin dia telah terkena senjata makan tuan, hendak memperbudak witch princess tetapi sialnya Witchkin salah membuat obat sehingga Witch princess justru jatuh cinta padanya. Pucuk dicinta ulampun tiba, saat ini Witch Princess telah memberikan cintanya pada pria yang ia cintai karena efek ramuan. Lihatlah bagaimana posesifnya dia memenjarakan Mark disebuah kurungan. Ck, ck, ck!

"Hehehe.. Tak ada yang akan melihatmu, mencintaimu selain aku dan kau tidak akan pergi dari sisiku selamanya. Sempurna! Hehe." Posesif Witch princess. Ia tersenyum penuh kebahagiaan.

Lain dari pandangan Mark, pria itu berpikiran bahwa Witch Princess sedang membacakan sebuah mantra kutukan dengan senyuman horornya. Ia semakin merinding.

Mark melihat sekeliling tempatnya berada, rumah Witch Princess sepi. Tidak ada siapapun selain ia dan penyihir didepannya. Witchkin telah kabur menyelamatkan diri.

Sial! Dasar bocah tidak bertanggung jawab! Umpat Mark, kesal. Air matanya keluar tanpa bisa terbendung dan ia merengek sedih.

"SIAPAPUN! TOLONG AKUUUU!"

Dengan berteriak memelas.

Tanpa kedua orang didalam sadari, seorang kurcaci kecil yang biasa tinggal disekitar rumah Witch Princess melihat keadaan didalam secara sembunyi-sembunyi dari celah pintu.

"Gawat! Gawat! Aku harus memberitahu keadaan ini kepada Harvest Goddess" bisik Harvest Spirit dengan panic. Ia pun melaksakan niatannya dengan cepat.

Sesampainya didanau tempat Harvest Goddess berada, didekat gereja kecil. Harvest Spirit itu berteriak memanggil Harvest Goddess dan setelah wanita itu muncul ia menceritakan kejadian dirumah Witch Princess, rival Harvest Goddess.

"Apa?! Markpun tidak berdaya?!" Harvest Goddess terkesiap kaget. Dia kemudian menempelkan tangan kanannya kedepan bibir dengan pose berpikir. "Hm.. ramuan yang salah dibuah Witchkin membuat masalah semakin runyam saja. Apa yang harus kulakukan sekarang?"

"Tidak bisa membantu ya? Bagaimana kalau meminta bantuan Harvest King?" Harvest spirit menyarankan.

Harvest Goddess melotot kesal mendengar nama 'Harvest King. Sejak kejadian dijadikan batu di Forget-Me-Not-Valley(Harvest Moon DS CUTE) oleh Harvest King, hubungan mereka menjadi tidak akur. Sebenarnya sih sudah dari dulu mereka jarang akur. Apalagi Harvest King atau Ignis masih kesal dikata-katai botak dan sebagainya disaat itu oleh Harvest Spirities.

"Tidak usah meminta tolong si botak itu! Dia pasti tidak berguna!" maki Harvest Goddess.

"APA?! APA YANG BARU SAJA KAU KATAKAN NENEK TUA?!" Uups, ternyata Harvest King/Ignis mendengarnya walaupun jarak memisahkan mereka(romatis banget, uhuy!). Ia balik memaki.

"Aku tidak tua! Aku masih awet muda dan cantik!"

"Penampilanmu hanyalah menipu, kau sudah hidup terlalu lama. Sudah tua! Bahkan otakmupun lumpuh untuk bisa memecahkan masalah remeh seperti yang kau hadapi sekarang!"

"Kalau aku nenek tua berarti kau kakek tua jompo! Jangan ikut campur, aku bisa menyelesaikan masalah ini!"

"Kakek tua jompo, katamu? Kau mau kukutuk menjadi batu lagi, hm?!" ancam Ignis.

Harvest Goddess ingin membalas tapi Harvest Spirit menyela dengan panic.

"AAAHHH! Jangan begitu, Harvest King! Maafkan kami para spirit dan Harvest Goddess. Kami sungguh bersalah!" Bisa gawat kalau Harvest Goddess dijadikan batu dan kami juga bisa kena tumbalnya menjadi hilang seperti dulu. Belum lagi Jill akan ngambek besar seperti waktu itu.

FLASHBACK

Di Forget-Me-Not-Valley, rumah Jill sang petani dan peternak. Para kurcaci yang setiap hari diperbu- ehem! Maksudnya dipekerjakan sedang merumpi bersama secara diam-diam didalam kandang ayam. Mereka mengeluhkan pekerjaanya masing-masing.

"Capek sekali, Jill selalu memperkerjakan kami. Libur cuma satu hari, kadang gax dapat libur. Rasanya menderitaaa." Keluh Harvest Spiries dari tim biru.

"Benar, rasanya Jill itu seperti slave driver!" tim hijau setuju.

"Hei, ssst! Jaga bicaramu, kalau Jill tahu kita bisa diberikannya ke anjing dan kucing miliknya. Beberapa hari aku sampai hampir dimakan monster-monster itu." Salah satu Harvest spirities dari tim kuning berkata, ia merinding mengingat tragedy yang menimpanya seminggu lalu.

Semua Harvest spirit ikut merinding takut.

"Tapi Jill juga berjasa pada kita, dia telah menyelamatkan kita semua. 60 Harvest Spirities dan Harvest Goddess dari kutukan Harvest King. Kita berhutang budi padanya, tidak seharusnya kita mengeluh, kan?" kata seorang Harvest Spirit dari tim merah.

"Memang benar sih." Harvest spirities setuju.

"Belum lagi ia harus dirawat seminggu karena kelelahan dan sakit setelah berhasil menemukan kita dan menyelamatkan Harvest Spirit."

"Haha. Aku merasa lucu ketika dia berbicara kepada kita didepan orang lain. Ia dianggap gila karena berbicara sendiri sedangkan kita hanya bisa terlihat olehnya. Jill malu sekali! Ahaha!'

"Ahahaha!" Semua tertawa.

"Tapi Jill itu gadis yang hebat, berani menanggung tanggung jawab dan beban semua orang dipundaknya seorang diri."

"Seorang diri rasanya berat, memang sih dia punya kita dan semua warga di Forget-Me-Not-Valley bahkan Mineraw Town tapi aku selalu merasa Jill kesepeian. Mungkin ia butuh pendamping seperti Harvest King dan Molly."

"Benar juga. Oh iya, Jill akhir-akhir ini selalu mengeluh tentang seorang pencuri pria di tempat ini. Kalau tidak salah namanya Skye. Jangan-jangan Jill naksir padanya. Bagaimana kalau kita jodohkan mereka?"

"Mak comlang?"

"Ya!"

"Keren!"

"Ayo!"

End flashback.

Begitulah, Jill marah- eh, tunggu sebentar! Rasanya flashback tadi tidak nyambung dengan apa yang kubicarakan. Flashback lain? Ku ingat-ingat dulu.

Oh iya!

FLASHBACK

Setelah Jill sembuh dari seminggu sakit, ia mengeluh dan memerahi kami bagaimana melelahkan dan stressnya dia saat mencari kami semua.

"Itu kenangan buruk sepanjang hidupku! Awas saja jika kalian berbuat masalah pada Harvest King dan hilang lagi, aku tidak akan mau mencari kalian semuaaaaa!" Keluh Jill sambil mengancam . Sejak kejadian itupun dia sepakat membenci Harvest king karena dalang Harvest spirites dan Harvest Goddess celaka. Ujung-ujungnya pasti ia juga kena batunya.

END FLASHBACK

Ya! Seperti diatas ini!

Waduh, kalau Jill benar-benar menepati janjinya tidak menolong kami, bisa gawat nih. Sejak itupun kami Harvest spirities menjadi berpikir dua kali sebelum membuat masalah pada Harvest King.

Karena itu, pertengkaran ini harus dihentikan sebelum mulai kejadian baru!

"Saya mohon maafkan kami!" pinta Harvest spirit, memelas.

"Hm, baiklah." Ignis memaafkan.

Eh! Cepat banget! Sepertinya keadaan hatinya sedang baik, pikir Harvest spirit.

"Lagipula saat ini aku sedang berkencan dengan istirku, Molly."

Ternyata itu alasannya.

"Awas! Jangan pernah mengata-ngataiku lagi, Harvest Goddess dan Harvest Spirities! Aku akan selalu mengawasi kalian!" Kata terakhir Ignis sebelum ia memutuskan komunikasi.

Harvest spirit menghela nafas lega.

Tapi Harvest Goddess tidak puas dengan itu. Apalagi saat Harvest King mengatakan tentang istrinya.

Bagaimana bisa si tua itu memiliki istri sedangkan aku jomblo, dasar pedopil yang tidak ingat umur! Molly dari Harmonica Town sebenarnya gadis yang baik, sayang ia sangat berselera buruk sehingga memilih tua Bangka itu! batinHarvest goddess sambil gigit jari, iri.

Dilain lain tempat, tepatnya di Harmonica Town.

"Hachii!" Molly bersin sambil menutup mulutnya.

"Flu?" Tanya Ignis, suaminya.

"Tidak, aku tidak sakit." Molly menggeleng. "Mungkin ada seseorang yang membicarakanku." Ia menebak.

Mendengar perkataan istrinya, 3 urat muncul dikepalanya.

Ignis sudah bisa menebak siapa pelakunya.

Kembali lagi ke Mystic Island di danau Harvest Goddess.

"HEI! Aku tahu apa isi hatimu! Jangan kurang ajar menjelek-jelekan aku dan istriku!" Ia akhirnya bertindak dan memberi pelajaran pada Harvest Goddess. Ia menjatuhkan petir tepat diatas Goddess itu.

Petir + air kolam disekeliling Harvest Goddess = SUPER EFFECTIVE!

BLZZZTTTTT! ZZZTTTT!

Harvest Goddesspun tersetrum. Nasibnya malang, kasihan sekali Harvest Spirit yang didekatnya menjadi ikut tersetrum juga.

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHH!"

Mereka berdua berteriak kesakitan dan gosong.


~#Kemanapun cerita ini berpetualang, ingat! Ini tetap cerita Prince Charming#~ by Azure


Sudah lama kita berpetualang, dari Mineral Town sampai ke SunShine Island, Mystic Island ke Zephyr Town, Forget-Me-Not-Valley kemudian Harmonica town. Masih ingin berpetualang? Sepertinya bakal capek. Nanti ini cerita bakal semakin runyam(walaupun memang sudah runyam). Jadi, kita kembali lagi saja ke tempat kejadian perkara, yaitu Mineral Town.

Dimalam hari.

Claire, sang tokoh utama paling utama. Gadis pirang itu menumpukan wajahnya diatas meja di penginapan Doug, frustasi. Masalahnya sudah berhari-hari setelah ia menelpon kembarannya, Mark. Tapi pria yang dicintainya, Gray masih belum sembuh dari kutukan Prince Charming dari Witch Princess. Claire sudah menebak bahwa kakaknya pasti tidak bisa menolongnya.

Sejak dulu dia selalu payah. Hu-uh! Dasar kakak bodoh! Claire kesal. Tubuhnya bangkit, dia duduk dikursi. Kedua tangan terkepal dan dibenturkan ke meja kayu dengan keras..

"APA SIH YANG DIA LAKUKAN SEBENARNYA?!"

Di tempat lain - Di Mystic Island - Rumah Witch Princess = Tempat Mark berada.

Tokoh utama satu lagi masih terkurung dan menangis pilu, meratapi nasibnya. Di awasi selalu bersama Witch Princess yang posesif.

Ah, Witchkin masih belum kembali.

Harvest Goddess tidak mau tampil dengan keadaannya yang berantakan, jelek dan gosong. Ia malu. Ia hanya mau tampil saat ia terlihat cantik.

Harvest spirit didekatnya pingsan.

Begitulah keadaan disini, sekian pemirsa. Saya, Azure Shine melaporkan.

Penginapan Doug - Kembali ke Mineral Town - Di tempat lain - Di Mystic Island - Rumah Witch Princess - Tempat Mark berada.

Claire sudah pada batasnya. Disaat Harvest Goddess tidak bisa membantu dan kembarannya tidak berguna, ia telah lelah meminta bantuan. Ia sudah menetapkan hati.

No choice.

"AKAN KUSEMBUHKAN GRAY DENGAN KEMAMPUANKU SENDIRI!" tekad Claire. Ia berdiri diatas kursi dengan satu kaki menginjak meja. Kedua tangan terkepal, tangan kiri disekitar pinggang dan tangan kanan didepan mukanya. Pose semangat. Seketikan backgroundnya berubah menjadi merah putih bendera Indonesia. Merdeka!

Semua yang ada di bar didalam penginapan menatap Claire dengan kagum dan ber-oh ria, merekapun bertepuk tangan karena pose dan perkataan Claire. Jangan salahkan mereka, suara gadis itu saja yang besar. Orang matipun pasti bisa dengar.

"Hebat sekali Claire!" Kai mendekati Claire sambil bertepuk tangan. "Jadi kau akan berusaha menyembuhkan penyakit OOC Gray?"

Claire mengangguk mantap.

"Keren! Jadi apa rencanamu?" Tanya Kai penuh harap. Maanya berbinar-binar. Semua yang ada disekitarpun sama, mereka pun membuka telinga lebar-lebar menanti jawaban Claire.

Claire tersenyum.

"Eh, aku belum memikirkan sampai kesitu, sih. Ehhe." Claire tersenyum malu sambil menggaruk kepalanya.

BRUK!

Semua terjatuh dengan gaya anime style.


BERSAMBUNG!