-SORRY-
Genre : Fantasi, romance
Rated : T
Pairing : HUNHAN and EXO official couple
Summary : Mengapa tuhan selalu mempertemukan kita kembali? Apakah ini yang dimaksud dengan cinta abadi? Aku sangat mencintaimu Xi Luhan.-Oh sehun
Warning : TYPO(s),BOYXBOY,alur kecepetan,dll.
.
.
.
"Luhan,maafkan aku karena aku tak bisa menyelamatkanmu lagi..aku aku memang selalu terlam.. aaahkk"
-oOo-
Sehun POV
Aku membuka mataku dengan perlahan. Merasakan sakit yang luar biasa pada leherku. Kemudian ku pertajam penglihatanku,ruangan ini terlihat ada satu lampu di atas sana.
"pasti sang master tengah merencanakan sesuatu" pikirku
"se-sehun kau kah itu?"
Sepertinya indera pendengaranku rusak,aku seperti mendengar suara luhan disini,ah mengingat luhan aku kembali merasa menyesal. Aku telah gagal melindunginya pikiranku terus saja melayang jauh mengingat-ingat tentang kejadian beberapa hari yang lalu.
Namun aku merasakan ada tangan yang menyentuh mukaku. Tangan kecil yang lembut namun sedikit dingin. Aku diam saja,aku takut jika orang yang sedang meraba-rabaku adalah anak buah dari sang master itu.
"se..sehun" ucap orang itu serak
Aku sungguh sangat bimbang,aku takut jika orang yang memanggilku ini bukanlah luhanku yang sebenarnya,namun jika memang ini luhanku aku akan sangat senang.
"kenapa kau..tidak menjawab pertanyaanku hiks."
Apa mungkin orang ini adalah luhan,ayolah bantu aku sungguh bimbang sekali saat ini. Bisa saja kan anak buah sang master itu menyamar dengan sangat mirip.
"apa kau luhan?" tanyaku
Salahkan saja ruangan yang pengap dan sedikit cahaya ini,hanya ada satu lampu di atas sana namun itu tak cukup untuk memperjelas penglihatanku.
"kau pikir aku siapa bodoh..hiks"
Hei mengapa dia menangis.
Greep
Langsung aja aku memeluknya,badan mungil luhan kembali bergetar aku sangat tau bahwa dia ketakutan.
"maafkan aku lu,sungguh.."
"tak apa,aku senang kau berada disini"
Aku pun meraba wajah luhan sekedar untuk memeriksa apakah ada luka gores atau sebagainya sungguh aku tak akan pernah memaafkan orang yang telah menorehkan sedikit luka saja pada luhanku.
"aku tidak apa-apa.."
Sepertinya kita memang ditakdirkan untuk selalu bersama lu,aku tidak tau apa rencana tuhan terhadap kita berdua tapi apapun rencananya aku akan berusaha untuk selalu menjagamu dan berada disampingmu.
"luhaa..aaakhh le-leher..ku"
Demi tuhan ada apa dengan leherku sepertinya luka yang kualami cukup parah terasa panas sekali,aku menggigit bibir bawahku menahan ringisan yang terus keluar aku tidak mau membuat luhan khawatir.
"sehunnie..kau kenapa?"
"ada apa dengan lehermu..ya tuhan.."
Aku ingin menjawab tapi tidak bisa rasa sakit ini terlalu semuanya terasa gelap.
"sehun..sehun..kau kenapa hiks.."
"bangun sehun..jangan bercanda bodoh..cepat bangun hiks..hiks"
Luhan POV
Baru saja aku bahagia karena sehun tengah berada disampingku saat ini,namun tak lama dia tak sadarkan kau kenapa sangat khawatir mataku terus saja keluar walaupun aku tengah mencoba sekuat tenaga terus menggoncangkan tubuh sehun namun nihil dia sama sekali tidak bergerak.
"sehun..bangun..hiks" aku terus saja mengucapkan kata-kata itu.
"Romeomu sepertinya terluka"
Tunggu-suara siapa menolehkan kepalaku melihat ke samping dan aku melihatnya—ternyata dia orang yang dengan paksa menciumku waktu itu,sebenarnya dia siapa kenapa selalu muncul dengan tiba-tiba.
"kau..apa maumu?!"
"mauku?mau ku adalah kau xi luhan.."
"aku tidak mengenalmu.."
"tapi aku mengenalmu.."
"kau..kau apakan sehun hah?!"
Aku sudah tidak dapat menahan emosi untuk saat ini,aku tidak mengenalnya memang itu benar dan dia bilang dia menginginkanku dan kenapa dia melukai sehun.
"aku hanya memberinya hukuman sayang.."
Orang itu berjalan mendekatiku,aku takut dengannya entahlah saat dia mendekat hawa ruangan ini terasa sangat dingin badanku kembali bergetar aku sungguh sangat takut sekarang andai saja sehun saat ini sadar ya tuhan tolong aku-
"memangnya dia salah apa..?"
"salahnya mm dia mempunyai banyak kesalahan sayang, kau tau..kesalahan yang pertama adalah dia sudah berani merebutmu dariku."
"tapi aku tidak mengenalmu brengsek"
Sumpah demi apapun aku benci melihat wajah ini,dan tangan nistanya dengan seenaknya menyentuh bibirku , aku dengan tidak langsung memundurkan badanku namun sialnya dibelakangku adalah dinding.
"Kau manis sekali.."
"berhentilah berkata seperti itu,cepat kembalikan sehunku.."
"dan kembalikan dia seperti semula tidak ada luka sama sekali kumohon..aku akan menuruti semua keinginanmu.."
Maafkan aku sehun tapi sungguh aku tidak mau membuatmu merasakan dampaknya,orang ini menginginkanku dan dia tidak suka denganmu maka dari itu dia selalu melukaimu aku tidak mau itu terjadi,aku sangat menyayangimu aku tidak mau melihatmu terluka seperti awal kita bertemu memang aku selalu merepotkanmu dan saat ini aku ingin membalas semua mencintaimu Oh sehun.
"benarkah? Haha kau baik sekali ternyata.."
"keinginanku hanya satu,ikutlah denganku ke hutan transylvania"
"baik.."
Selamat tinggal ini memang jalan yang terbaik walaupun aku tidak tau siapa orang ini,mungkin setelah kau sadar kau akan langsung mencariku tapi kau tau aku juga namja bisa menjaga diriku khawatirkan aku,jaga dirimu baik-baik.
-oOo-
Author POV
Musim dingin,identik dengan salju jalanan dipenuhi oleh bulir-bulir putih,salju yang turun dari langit bagai sebuah sebuah taman terdapat pohon ek yang sangat besar daun dan ranting pohon itu telah dipenuhi oleh tumpukan salju,disamping pohon itu terdapat sebuah bangku kayu yang biasanya akan selalu di duduki untuk sekedar beristirahat namun saat ini di bangku kayu tersebut terdapat seorang anak adam yang tengah tertidur dengan pulasnya.
Akibat lelehan salju yang mengenai mukanya itu perlahan dia membuka kedua matanya menampilkan mata hazel terang yang bangkit sambil mengusap pelan wajahnya yang sekarang tengah basah akibat lelehan selesai dengan kegiatannya tersebut dia memandang dan malam itulah yang dia pikirkan namun beberapa detik kemudian wajahnya mengatakan bahwa dia saat ini tengah kebingungan dan khawatir.
"aku-berada-di-taman-seorang-diri" itulah isi pikirannya.
"astaga,bagaimana aku bisa ada disini..ya tuhan dimana luhan" akhirnya pria itu bersuara.
Dia bangkit dari tempatnya duduk berjalan dengan tergesa-gesa memeriksa setiap sudut sisi taman ini.
"luhan,kau dimana?!" kembali dia bersuara namun kali ini dengan teriakan yang sudah jelas dapat terdengar dari ujung jalan sana.
"ya tuhan" dia terus saja mengucapkan doa dalam hati.
Panik itulah kata yang bisa mendeskripsikan dia saat terus saja berkomat-kamit berdoa agar orang yang dicarinya bisa ditemukan atau paling tidak dia berada tak jauh dari tempatnya sekarang.
"tenanglah.."
Seseorang berpakaian pendeta abad 19 memegang pundak pria wajah damainya dia berusaha menenangkan pemuda yang sedang kelimpungan mencari orang yang dipegang pundaknya itu menoleh matanya melotot untung saja tidak sampai kaget tentu saja.
"pen..pendeta?" ucap sehun itu setengah berbisik.
"tenanglah Ioin atau Oh sehun."ucapnya lagi
Lalu seorang pendeta itu menuntun tangan pria yang dia sebut namanya Ioin atau Oh sehun dengan sedikit menyeret karena pria yang di tarik sama sekali tidak berjalan.
"duduklah.."
"kau..kenapa bisa disini..maksudku bukankah kau su..sudah meninggal?"
"kau tidak perlu tau alasan mengapa aku ada disini nak.."
"sekarang dengarkan aku baik-baik.."
Pria yang bernama Sehun itu hanya mengganggukan dengan fokus memperhatikan wajah orang yang sedang berbicara itu.
"Luhan baik-baik saja..dia sekarang tengah berada di hutan transylvania,dia dibawa oleh sang master dan kau harus tau ini bahwa sang master atau aku biasa memanggilnya dengan kai tengah mempersiapkan pasukannya untuk menguasai dunia ini,dan karena luhan juga bersamanya kekuatan dia bisa bertambah dua kali kau ingin mengalahkan sang master maka kau tidak akan bisa kau hanyalah manusia biasa yang mungkin hanya bisa memegang pedang dan berkelahi..kau juga harus meminta bantuan iblis..namun aku tau kau tidak akan pernah mau.."
"kau tau sebenarnya aku ingin memberitahumu sesuatu tentang Igrainia tapi saat itu aku tidak meyangka bahwa ajalku sudah dekat jadi maafkan aku sebelumnya..yang perlu kau tau bahwa sebenarnya Igrainia adalah reinkarnasi dari seorang iblis..Aku mengetahuinya saat dengan tidak sengaja tanganku menyentuh tangannya,dia memang tidak tau bahwa dia adalah reinkarnasi dari iblis namun karena Igrainia terlahir dari keluarga yang taat beragama maka sifat keiblisannya itu tertutupi dan yang aku takuti adalah.."
"saat ini aku tidak tau apa luhan terlahir dari keluarga yang taat agama atau tidak,namun sepertinya keimanannya tidak terlalu kuat aku takut kai akan membangkitkan jiwa iblis luhan.."
"jadi aku mohon sehun,kau harus meminta bantuan kepada siapa saja..dan sepertinya meminta bantuan kepada teman dekatmu tidak ada salahnya karena aku dapat melihat bahwa teman dekatmu juga reinkarnasi dari para pejuang dimasa kita dahulu.."
"aku..aku sungguh tidak.."
"aku tau kau pasti kaget dengan penuturanku barusan..tapi kumohon percayalah denganku..kau harus bisa merebut kembali luhan dari kai.."
"baiklah..aku akan berusaha.."
"jika kau kesusahan panggil saja aku,waktuku sudah habis selamat berjuang prajurit."
Pendeta itu telah pergi,menyisakan sehun seorang diri dia menatap langit dengan tatapan yang sulit diartikan.
"aku harus bagaimana.."
Dengan perlahan dia berjalan meninggalkan taman,berjalan dengan sangat pelan di atas tumpukan salju yang semakin menebal.
-oOo-
"temui aku di bar tempat biasa kita bertemu"
"baiklah aku akan tiba 5menit lagi"
Pip
Sehun kembali memasukan ponselnya ke saku celana,saat ini ia tengah berada di bar milik masih terlalu pagi memang untuk pergi ke bar namun apa salahnya toh dirumah dia tidak bisa tidur lebih baik dia kesini berkumpul bersama teman-teman dekatnya.
"sudah lama menungguku?"
Suara bass yang sangat berat memasuki indera pendengaran sehun.
"tidak juga"
"paman,aku pesan caramel frapucinno ne?"
"baiklah"
"jadi ada apa kau menanggilku kesini sehun? Oh yeah dan bagimana dengan liburanmu..apakah menyenangkan?"
"aku ingin membicarakan sesuatu padamu..dan tolong jangan menyela perkataanku"
Sehun kemudian meletakan cangkir itu dimeja,menatap chanyeol-teman dekatnya dengan tatapan serius.
"maukah kau membantuku yeol?"
"hei ada apa denganmu tentu saja aku dengan senang hati mau membantumu.."
"hm,aku ingin menceritakan semuanya padamu,dan kumohon pasang telingamu dan dengarkanlah baik-baik.."
Sehun bercerita denga sangat panjang,sesekali dia menyesap secangkir teh yang dia pesan mukanya terlihat sangat serius.
"demi tuhan sehun..aku sunguh tidak percaya.."
"kumohon percayalah yeol.."
"jadi kau dan luhan..oh astaga"
"well,kau mau tidak membantuku?"
"hm kasusmu ini sangat menarik,baiklah aku mau dan bolehkah aku mengajak baekki dan beberapa mahasiswaku?"
"percayalah mahasiswaku mulutnya tidak ember"
"terimakasih banyak yeol..kau memang yang terbaik"
"sudahlah sehun..jangan kaku seperti itu dan bersabarlah luhan pasti tidak apa-apa"
Setelah pertemuannya dengan chanyeol berakhir sehun memutuskan untuk kembali beberapa keperluannya dia sudah memutuskan untuk menyusul luhan ke Rumania tepatnya di hutan Transylvania.
-oOo-
Sehun POV
Kulangkahkan kakiku membelah jalanan sepi di Negara Rumania ini,setelah sampai beberapa jam yang lalu aku langsung menemui teman jung soo yang kebetulan tengah menghadiri seminar di Negara ini. Dia memang lebih tua beberapa tahun dariku namun jika melihat mukanya dia seperti lebih muda,ah sudahlah jangan membahas itu.
Kami berencana untuk bertemu ada banyak hal yang ingin aku tanyakan padanya.
"maaf lama sehun-ah"
"tidak apa-apa hyung.."
"kajja kita ke café"
Kami pun berjalan menuju café disebelah gedung ini,café yang bergaya klasik.
"jadi..ada apa kau menemuiku sehun?"
"begini,aku ingin menanyakan beberapa hal kepadamu hyung,kau kan kesini sudah sangat sering jadi nghh..apa kau tau sejarah tentang hutan-hutan di Transylvania ini?"
"hanya beberapa yang aku tau,dan oh ya aku harus memberitahukan ini terlebih dahulu..jika kau berinteraksi dengan masyarakat asli ini kau janganlah kaget karena beberapa di antara mereka ada yang menganggap bahwa dia adalah seorang vampire,well-ada beberapa kaum disini namun kaum yang paling banyak pengikutnya adalah kaum yang mengkalim diri mereka sendiri sebagai air yang berwarna merah seperti darah walaupun aku yakin jika itu bukanlah darah asli.."
"benarkah itu hyung?"
"benar,dan tentang sejarah hutan-hutan di Transylvania aku hanya mengetahui bahwa di dalam hutan sana terdapat beberapa tempat persembunyian,di antaranya tempat yang digunakan untuk melakukan ritual oleh kaum yang menyebut dirinya sebagai vampire."
"mereka melakukan ritual aneh seperti berpesta dan berseks ria dengan sesama anggotanya dan beberapa ada yang menggali kuburan secara diam-diam dan mereka akan mengambil jasad itu untuk dijadikan sebagai jimat.."
"mengerikan sekali.."
"itulah Rumania sehun.."
"by the way,memangnya kenapa kau menanyaiku hal itu? Apa kau berencana untuk kesana sehun-ah?"
"yeah aku dan beberapa mahasiswa akan melakukan sedikit penelitian disana..dan tentu saja aku akan menyamar sebagai salah satu dari kaum itu.."
"ku harap kau berhati-hati karena jika mereka menyadari kalau kau bukanlah anggota dari mereka kau akan dibunuh."
"aku sudah memikirkan resikonya hyung,baiklah sepertinya cukup pertemuan kali ini aku masih mempunyai beberapa hal yang ingin ku urus,sampai jumpa"
"baik,hati-hati"
Setelah perbincangan singkat yang terjadi antara aku dan teman lamaku tadi,aku memutuskan untuk kembali kehotel karena sepertinya cuaca semakin memburuk.
"sehun..kau darimana saja eoh?"
"aku ada urusan sebentar baekki"
Aku pun merebahkan diriku di atas sofa kamar mataku sejenak karena hari ini aku sangatlah lelah.
"jangan khawatirkan luhan..aku tau dia baik-baik saja."
"gomawo baekki"
"ne..?"
"terimakasih karena kau mau membantuku,walaupun kita baru saling mengenal"
"ah tidak usah seperti itu sehun..kau ini aku tidak pernah mempermasalahkan apa kita berteman sudah lama atau tidak.."
"terimakasih sekali lagi,dan dimana chanyeol?"
"dia sedang berbelanja"
Aku hanya menganggukan kembali menutup mata.
"aku kembali"
Ah chanyeol sialan baru saja aku tertidur tapi aku dikagetkan olehnya dan aku sepertinya tidak bisa tidur lagi."
SKIP
Malam semakin larut saat ini kami semua tengah berkumpul di salah satu restoran di lantai bawah hotel,bermaksud untuk merundingkan rencana agar bisa memasuki kawasan hutan di Transylvania itu.
"jadi kita harus bertingkah sedikit tidak wajar"
Chanyeol berkata,sambil sesekali matanya melirik ke arahku dan teman-teman yang lain.
"jadi kita harus melakukan seks begitu?"Tanya salah satu mahasiswa chanyeol yang bernama suho.
"yah tidak juga sih paling tidak kau harus berperilaku tidak normal"
"sepertinya menantang"
Chen mahasiswa chanyeol juga ikut angkat bicara,namun saat ini aku hanya menatap pemandangan malam kota ini dengan masih memikirkan luhan tiba-tiba perkataan perndeta itu berputar kembali di otakku ya tuhan semoga saja kai belum melakukan apa-apa terhadap luhan.
"sehun..hei oh sehun"
"ah iya?"
"kau tidak mendengarkan apa kataku barusan?"
"maaf yeol."
"sudahlah tidak apa-apa"
"oh ya dan kita akan berangkat besok saat menjelang senja"
"baiklah"
-oOo-
Author POV
Hutan yang terdapat di Rumania sangatlah indah jika kita melihatnya di pagi dan siang hari namun jika kita melihatnya saat senja menjelang malam maka persepsi indah akan tergantikan dengan kata seram.
Musim dingin yang panjang antara bulan oktober sampai bulan april menjadi nilai lebih bagi para wisatawan untuk sekedar berlibur mencari pemandangan baru dikota yang dipenuhi berbagai cerita mistis ini.
Terlihat 7 orang laki-laki tengah berjalan dengan perlahan memasuki pertengahan hutan dengan pakaian yang di rancang sedemikian rupa agar bisa menyamar dengan baik-mereka akhirnya sampai di tempat terdapat sebuah rumah namun jika diperhatikan baik-baik rumah ini sangatlah rumah tersebut di tumbuhi beberapa tumbuhan liar yang dibiarkan tinggi sehingga menutupi rumah akhirnya berpencar menjalankan tugasnya masing-masing.
Sehun yang terlebih dahulu memasuki rumah tersebut,saat sampai didalam cahaya remang-remang menyambutnya .
Saat sampai diruang tengah dia melihat ada bar dengan dua orang bartender yang tengah menyiapkan beberapa pesanan minuman yang semuanya berwarna merah.
Sehun kemudian mendudukan dirinya di salah satu kursi dekat bar itu,tak lama seorang wanita dengan pakaian yang seksi menghampirinya.
"sepertinya kau baru disini tampan"
Sehun hanya menunjukan muka datarnya dan kemudian meminum minuman yang dikasih oleh seorang bartender tadi.
"yeah tebakanmu benar.."
"kau orang asia benar bukan?"
"setengah asia dan setengah eropa.."
"wow pantas saja mukamu sangatlah tampan.."
"hm"
"baiklah jika kau memerlukan teman untuk di ajak berkeliling,panggil saja aku oke"
Wanita itu pun mencium pipi sehun sekilas sebelum melenggangkan kakinya untuk pergi merasa bahwa tengah di awasi oleh wanita itu.
"apakah aku melakukan penyamaran dengan benar?" batinnya
Di tempat lain baekhyun dan chanyeol tengah berjalan di sepanjang lorong rumah beberapa ruangan tentu saja setiap mereka berjalan pasti mendengar beberapa erangan eksotis yang menggema.
"kalian sedang mencari kamar?"
Seorang laki-laki yang tengah bertelanjang dada berjalan menghampiri Baekhyun dan sesekali menguap.
"yeah kami mencari kamar,kau tau aku sudah tidak tahan"
"haha well kurasa kalian baru disini,orang asia?"
"tentu"
"ada kamar di ujung lorong ini"
"benarkah terimakasih"
"tentu,dan hei sepertinya kau manis sekali..siapa namamu?"
"namaku baekhyun"
Tak lama setelah baekhyun menjawab pertanyaan orang itu,dia-seorang pria yang bertelanjang dada berjalan menghampiri baekhyun , chanyeol yang tepat berada di samping baekhyun sudah melotot sejadi-jadinya karena yang dia lihat saat ini adalah orang itu dengan seeknaknya mencium baekhyun dengan sangat ganas.
"bibir yang manis,nikmatilah waktu kalian"
Orang itu pun kembali berjalan meniggalkan pasangan ini seorang diri.
"astaga byun baek kau..ya ampun brengsek sekali orang itu.."
"maafkan aku yeol karena aku tidak memberontak kau tau jika kita memberontak mereka-mereka akan tau jika kita bukanlah bagian dari mereka.."
Chanyeol pun memutar bola matanya,kemudian ditariknya dagu baekhyun dan sedetik kemudian mereka bersatu dengan kecupan-kecupan ringan yang chanyeol berikan.
Sementara itu mahasiswa yang juga ikut kesini yaitu Suho,Lay,Chen,dan Xiumin tengah berdansa ria dengan orang-orang yang mereka pakai beraneka ragam dari yang sedikit seksi sampai sangatlah seksi bahkan saat ini ada seorang wanita yang tengah membuka satu per satu bajunya saat sedang berdansa.
Ruangan ini terasa sangat pengap berbagai macam golongan atau ras dari berbagai Negara yang berbeda berkumpul mereka sangatlah tepat memilih menurut perhitungan sehun pasti kai akan mengajak luhan kesini.
"dimana kau lu,sungguh aku sangat khawatir.."
Dan tak lama semua orang di tempat ini menjadi diam.
Angin berhembus dengan sangat kencang dan kemudian datanglah dua orang lelaki dengan bergandengan tangan berjalan melewati kerumunan manusia itu.
"Lu..haan"
TBC..
Hai hai author balik lagi:D
H+1 sehuna birthday,yeay.
Ini ff udah hampir mau sampai klimaks hehe
Dan oh ya author mau minta maaf banget karena ada beberapa dari para readers yang bilang kalau luhan itu sebenernya emang udah ciuman sama sehun,aku minta maaf banget*bow*author emang agak suka lupa gitu sama cerita sendiri:D
Jadi maaf sekali lagi.
Dan thanks to adik author yang sedikit ngebantu tentang ide di chapter ini.
Sekali lagi review please:3
