Chapter 7 : Main drama Part I
Balas reviews yang masuk dulu :D
For SabuXnatsU
Mau dibuat lagi adegannya? /duak
Itu krna otak Len lalod jadi lbh parah dr Herp /dijambak
Penculiknya pergi, emg kebiasaan gitu penculiknya, asal ngambil anak :D, auth juga ngimpi2in penculik baik kayak itu, tapi cuma di fanfic belaka :v
Di chap ini stori pulangnya kok, pasti ga lucu :v
For Yami Nova
-_-... 3 bahasa yg aneh :v
Iyak baru keluar dari RSJ, Rumah Sakit Jomblo /digampar
Penculiknya cuma 2, si satu yg nangkep yg satunya lg yg nembak pingsan Len -3-"
Kaito udh kebiasaan makan eskrim -100 derajat celcius jadi sedingin apapun lokasi dia berada ttp merasa adem (Len: ngaku aja ga mikir ampe kesana) (Madafakka)
(Miku: Aku belum pernah ke Indonesia~)
Rin bisa dua-duanya kali... Atau lebih mengarah ke baka? /digeplok
For Namikaze Kyoko
(Len: Aaa aku ga hen... hen... tai... hua! Author jaat! Napa ngasih adegan gitu segala sih! Aku masih normal... Huaaaaaaaa)
Eeeh... Lennya nangis di pojokan, jadi aku yah yang bales :D
Len itu emang maniak (kulit) pisang, jadi mungkin kulit pisang apapun akan di makan :3
Oh ya? Aku juga niat kok melanjutkan panggilan Piko menjadi Ko-chan oleh semua charas :D
(Piko: Huaa Author jahaaat!)
Eh Piko ikutan nangis di pojokan -3- *sweatdrop
For Alfianonymous22
Hm... Typonya dikit apa banyak? Kurasa banyak -_-", anda benar, typosnya banyak
Mirip ama pengantin ya? Aku ga nyadar :3... Nanti aja aku buat lagi jadi mirip ama suami isteri :3
Bahasa asing gimana? Yang bahasa jepang? Oh oke nanti di chap 8 aja, ga sempat ngeditnya
YO Minna~... Author balik lagi setelah mengalami masa koedet yang berat =D
Author buat chap berikut ini bukan karena udah sembuh dari kudet kudetnya ya, jadi author akan berusaha sebisa mungkin membuat ini agar para readers ga kelamaan nunggu... Meski agak pendek dan boring sih...
Daripada melanjutkan awalan konyol ini kita langsung aja ya baca disclaimer ama warningnya :3
Disclaimer : Vocaloid isn't mine, dah itu aja
Warned : Yah, typo pasti selalu hadir di fanfic ini (Auth lagi ga semangat ngetik...)
Oh ya, OOT bentar deh, author lagi asik menyelidiki anime gore, termasuk Another, Death Note, Mirai Nikki, jadi author lagi nyari anime gore lainnya, so di repiew nanti tolong beritahu ya anime gore lainnya :3... Ok ga mau basa-basi lagi langsung aja, kesian charanya pada nongkrong nunggin :p
Normal POV (In Kaito house)
(Sejak Len dan Rin terbebas dari penculikan, mereka menjadi lebih sering berkomunikasi dan Rin pun menjadi akrab dengan para shotacon /digampar dan Miku, tapi tak semua itu menguntungkan Len, baginya semakin membuat Rin akrab terhadap sohibnya, mungkin makin sulit untuk Len tuk menyatakan cintanya... Jadi bagaimanakah cara Len menyatakan cintanya pada Rin?)
"Rin, kochi kochi~!", teriak Miku memanggil Rin yang berada di kamar
"Nani desu?", tanya Rin setengah melek seraya keluar kamar
"Kita di rekrut Crypton Future Media untuk memainkan sebuah drama kecil! Bersediakah kau Rin?", tanya Miku ke Rin yang bengong sambil setengah melek (kalo mau imajinasiin Rin kayak mana, lihat gaya L dari Death Note, itulah yang sedang dilakukan Rin sekarang)
"Kenapa bisa?", tanya Rin dingin, tapi Miku tak menggubris ekspresi Rin dan langsung mengarah ke topik pembicaraan
"Karena kasus yang menimpamu dan Len... Pemilik Crypton Future Media tertarik tuk menyertaimu dalam drama penculikan yang akan disiarkan di teve secara langsung nanti... Dia akan menanyaimu tentang pengalaman yang kau alami selama kasus tersebut, oh ya... Bisa kau ajak para shotas dan Len kesini?"
"Shotas? Siapa itu?", tanya Rin tanpa mengubah tata bicaranya
"Gakupo, Yuuma, Piko, dan... Kaito!"
"Baik, tunggu sebentar...", seru Rin mulai beranjak ke kamar
"Matte! Sebelum kau pergi, bolehkah kutanya, kenapa kau dingin padaku? Masihkah kau membenciku?"
"Ie, watashi wa kirai jyanai... Cuma ngantuk..."
"Oh oke... Baik... Onegai shimasu..."
At Kaito's bedroom
"Woi keplek, sampe kapan mau tidur! Miku-chan memanggil!", teriak Rin yang mengagetkan para shotas dan Len (Kok Len ga disebut shota ya?) (Len: Ada apa?) (Nande... Mona'i...)
"Di panggil kenapa?...", tanya Kaito sambil mengusap matanya
"Buat persetujuan, kita di rekrut oleh Cripton Fyutur Medya (Crypton Future Media) untuk memainkan drama buatannya..."
"Sokka?", tanya Kaito kurang yakin
"Yap! Omong aja ama orangnya kalo kurang yakin!"
"Ama... Cripton fyutur medya?"
"Bukan! Ama Miku-chan keplek!"
"Oke oke...!", seru Kaito dan beranjak keluar
"Matte... Sebelum kau keluar, bisa bangunkan yang lain?", seru Rin menghentikan gerakan Kaito
"Oke..."
"Baik, aku keluar ya!", seru Rin dan beranjak keluar
Setelah 5 menit Rin keluar, terdengar suara berisik dari kamar
BRUAK BRASAK BRUK BRAK MEONG (?) KRATAK!
"ADA APA INI?", teriak Rin sambil memasuki kamar dengan muka takjub
"Semua pada ga bangun! Yaudah gw ketok pake gagang sapu", balas Kaito memasang muka senyum yandere ala Yuno
"Bah! Gimana kalo ga bangun 'selamanya'?", tukas Rin sambil menghampiri Len dengan muka kuatir
"Tenang aja, kalo bersikeras ga bangun, gw ketok lagi...", balas Kaito dengan muka senyum
'Sialan...', batin Rin kesal, lalu mengambil gagang sapu yang di pegang Kaito, ayo tebak, Rin mau apa?
Mengetuk kepala Kaito
Membantu Kaito ngetok kepala Gakupo, Yuuma, Piko, dan Len
Membuang gagang sapunya
Ya! *sound effect bass*, berbahagialah para readers yang menjawab nomor 2, yaitu mengetok kepala Gakupo, Yuuma, Piko, dan Len seraya berteriak
"WOI BANGUN! KALO GA GUE YAKIN PALA LU PADA BOCOR!"
'Eh... Rin-chan lebih sadis dibanding gue...', batin Kaito sambil sweatdrop, kenapa? Karena Rin yang melarang Kaito memukul kepala mereka tetapi kenapa Rin melakukan itu sendiri?... Yah, hati wanita emang rumit (Sendirinya cewek kan?) (Oh ya Author itu cewek, kalo manggil usahakan belakangnya -chan, kalo -kun gue bantai :v)
"Iya boku bangun, keep tenang can?", seru Len dengan setengah melek dan menggunakan 3 bahasa... -_-"
"Bangunin yang lain Len,...", seru Rin sambil setengah depresi
"O...gah...", balas Len sambil mencibir,... Weleh weleh, kau telah mengundang 'bahaya' kesini Len...
"Prak!", suara gagang sapu terjatuh, atau dijatuhkan, Len agak kaget dan memandang Rin, Len sontak langsung bergegar tingkat tinggi, di lihatnya Rin sedang mengeluarkan aura death glarenya, mata sebelahnya tertutup oleh rambutnya (like an anime), dan...
"Grep!", WOW! Rin langsung menarik kerah baju Len dengan sugoii!
"Ampun mak ampun...! Ga ada salah! Ampun! Masih mau idup ane! Ampun!", seru Len tanpa sungkan mengucap kata-kata yang aneh karena dia sadar dia dalam bahaya sekarang
"Hoo... Masih mau hidup?... Kalau kau berpikir demikian... Lakukan apa yang ku suruh atau... Kau akan ku kubur?...", seru Rin dengan nada gore, Len cuma kepanikan dan memandang Kaito dengan ganas
'Bakaito! Bantuin napa?', serunya dengan Kaito, tentu saja menggunapan isyarat wajah, Kaito yang kaget merasa dirinya di omeli langsung sigap memukul pundak Rin dengan gagang sapu yang dijatuhkan Rin tadi, yap! Rin langsung pingsan dan Len terjatuh dengan amazingnya
"Makaseh... Sekarang anak yang belum bangun kita apakan?", tanya Len setelah merasa dirinya aman-aman saja
"Lu bangunin dia, gue nyadarin si Rin dulu", seru Kaito santai namun smirk menghiasi mukanya, Len langsung memandang Kaito dengan ganas (you know for sure lahh~), dan berkata cepat
"Udah ga jadi, gw aja nyadarin Rin! Lu bangunin aja mereka!"
10 Menit kemudian (Where all going fine)
"Ah! Len, Rin... Lama sekali kau! Oh ya, kenapa muka kalian memerah?", tanya Miku kepada Len dan Rin yang terlihat blush
"Ka...Kagak kok! Hehe... Cuma merah aja...!", seru Len dan Rin kompak, namun yang lain (selain Miku) memandang mereka berdua dengan muka aneh
(Auth-chan : Ketahuan bohong...)
(LenxRin : Eh!)
"Apa...?", tanya Len sambil memandang mereka dengan senyum gugup
"KISSU!", teriak Piko dengan mantap
"Second kiss?", tanya Miku sambil memandang LenxRin yang mukanya memerah 100% (dari mana Miku tau kalau mereka sudah melakukan first kiss?)
"..."
"Ahay! Pengantin baru telah melakukan first kiss dan beralih ke second kiss! Omodetou", seru Gakupo dengan smirk
BRAK BRUK BRUAK BRAK!
Dengan mantap, Rin langsung memukul Piko dan Gakupo, untungnya Yuuma dan Kaito selamat :3
"Udah! Langsung aja ke topik! Jadi gimana? Mau ga nerima rekrutan dari Crypton Future Media?", seru Miku yang lama-lama kesal dengan omongan konyol mereka (Yang second kiss itu bohong... Padahal LenxRin cuma ... Males ngebahas...)
"Tentang?", tanya Piko dengan menahan rasa sakit yang baru dialaminya
"Drama penculikan!"
"Boleh aja, mana naskahnya?", tanya Kaito
"Kita mengambil naskah dari Crypton Future Media langsung"
"Emang lu tau dimana?", tanya Len yang daritadi mengunyah pisang (?) *kulitnya ga lagi
"Tenang, gue udah tau dimana tempatnya", seru Miku sambil menunjukkan selebaran yang telah kotor dan koyak
"Ok! C'mon kita kesana!"
-Not in good idea- -Time skip- -At Crypton Future Media-
"Halo~", teriak mereka (Len, Rin, Miku, Piko, Kaito, Gakupo, Yuuma) kompak di depan gedung Crypton Future Media
"Konnichiwa minna~ Gimana, pada setuju enggak dengan drama buatan kami?", sapa seseorang dari dalam dengan senyum imut
"Setuju...!", balas Miku
"Oh baguslah! Oh iya, perkenalkan, nama saya Asami Shimoda, kalian boleh memanggil saya dengan sebutan Asapon :)", seru orang itu memperkenalkan diri
"Asapon? Asap Nasu?", seru Gakupo pelan, namun langsung digebuk oleh Miku
"Jaga mulut lu!"
"Haha... Gak apa kok! Ayo masuk, akan lama jika kita terus disini!", seru Asami Shimoda sambil melesat masuk
"Waaah...! Sugoii!", seru Len takjub saat melihat perusahaan Crypton Future Media
"Haha... Makasih... Oh iya, ini rekan kerjaku, Saki Fujita, dia yang merencanakan pembuatan drama, setting, alur dan sebagainya", seru Asami sambil menunjuk wanita dengan tinggi sedang dan berambut panjang
"Irraishimase minna... Terimakasih telah menyetujui drama buatan kami... Namaku Saki Fujita! Kalian boleh memanggilku Saki-chan!", seru Saki memperkenalkan diri
Kaito, Gakupo, Yuuma, Piko hampir nosebleed karena belum ada 1 jam memasuki gedung telah disapa 2 wanita cantik, kenapa Len tidak? Len terlalu muda untuk nosebleed :P
"Saki-chan, apa para caster drama kita sudah datang? Tolong bawa mereka kesini", seru wanita berambut sepundak dengan earphone ditelinganya
"Iya Yuu-sensei! Akan kubawa mereka kesana...!", balas Saki dan langsung membawa Len dkk ke tempat wanita itu
"Saki-chan, aku telah selesai membuat sound effect untuk latar hutan, apa kamu suka?", seru wanita itu sambil melepas earphonenya
"Coba kudengar!, Yuu-sensei, bisa tolong hidupkan speaker nya? Agar para caster kita bisa mendengarnya"
"Baik", seru wanita yang dipanggil Yuu-sensei dan mulai menghidupkan speaker
'Sssssssh...Sssssssh...' (begitulah suara saat sistem speaker sedang booting *emg ada ya?)
'Krik...Krik... Syuuuush... Graaaaaw...' (sound effect hutan)
"Ini suara kebun binatang harimau atau hutan...?", seru Miku pelan
"...maaf... Terlalu buruk ya?... Kami memang membuat setting tempat di hutan belantara sebagai tempat pengurungan... Jadi harap wajar jika agak buruk", seru Saki sambil sedikit menundukkan kepala
"Ooh.. Ya kami juga minta maaf karena Miku baka ini asal ceplas ceplos", balas Kaito sambil melirik Miku dengan senyum nista
BRUAK BRAK BRUAK GUBRAK!
Mendengar omongan Kaito yang serasa seperti 'ejekan' bagi Miku, tanpa segan dan memandang situasi Miku langsung menghajar hebat Kaito
"Hei! Lihat situasi dong!", teriak Gakupo dan Piko meleraikan mereka (emang mereka kelahi?) (Len: Gak kok, berantem doang) (sama aja keplek!)
"Ha...ha... Maaf... Mereka memang selalu begini...!", seru Rin sambil menunduk malu kepada Saki dan Asami, kenapa Yuu-sensei tidak? Yuu-sensei terfokus dengan pembenahan sound di hutan jadi Rin juga merasa tidak perlu meminta maaf padanya :D (toh dianya ga nyadar)
"Ok pembenahan sound effect selesai! Saatnya pembagian naskah!", seru Yuu-sensei (Nama sebenarnya Yuu Asakawa)
"Pembagian naskah?... Maksudnya?", tanya Len sambil mengerutkan alis
"Jadi menghafalnya tidak disini?", tanya Rin menambahkan
"Tentu tidak, Len-kun, Rin-chan, untuk proses penghafalan di rumah kalian masing-masing, kalian kesini cuma untuk pemberian naskah dan sekedar visiting", jawab Asami sambil tersenyum ke arah Len dan Rin, sontak Len langsung nge-blush
"Asami-chan! Apa kamu bisa membantuku menghitung para caster?"
"Hm... Kupikir ada 7 orang sensei!", seru Asami sambil melotot ke arah mereka (untuk menghitung)
"Sip! Dramanya sudah kubuat pas dengan 7 orang! 2 sebagai korban penculikan, 2 sebagai penyelamat, 3 sebagai penculik! Daripada memutuskan disana, sebaiknya kita putuskan disini tokohnya!", seru Yuu bersemangat (malas mau nulis kata -senseinya)
"Roger sensei!, Jaa... Siapa yang mau jadi para korban penculikan?", tanya Saki bersemangat dengan senyum menghiasi wajahnya
Ya, semuanya kompak menunjuk Len dan Rin! Len dan Rin cuma bengong saja tak tahu harus bagaimana
"Ok, Rin... dan... Len ya? Ini naskah untuk kamu berdua! Harap hafal baik-baik", seru Yuu sambil menadahkan naskah ke hadapan mereka
"...ha..ha'i!", balas mereka gugup
"Oke! Korban telah jelas! Siapa yang bersedia menjadi penculik?", tanya Saki lagi sambil menekankan nada perkataan 'bersedia'
Apa readers bisa menebaknya?... Pasti bisa! Yak! Siapa lagi? Semua kompak menunjuk Gakupo, Yuuma, dan Piko, Piko berteriak protes
"Hei! Napa mesti gua jadi penculik? Gua masih fresh dari dosa!"
"Jalanin aja! Ntoh dibayar juga nanti! Cuma peran aja, berakting aja semampu lo!", seru Kaito sambil cekikan
"Buset! Gua ga-", kalimat Piko terpotong karena Yuu langsung memberikan naskahnya dan berkata
"Gak apa Piko, jalankan saja! Ga berat kok!"
Piko merengut kesal, tetapi di lain sisi mukanya langsung nge-blush
"Okay, ini naskah untuk Kaito dan Miku sebagai penyelamat, harap hafal baik-baik!"
"Cieee pasangan pergi menyelamatkan korban penculikaan!", teriak Piko ke arah Kaito dan Miku
Yuuma, Gakupo, Rin, dan Len cuma bengong-
Kaito cuma merengut kesal, Miku cuma nge-blush doang
Piko cekikan merasa dendam kepada Kaito 5 menit yang lalu terasa tuntas
"Arigatou minna, setelah menerima naskah masing-masing silahkan pulang ke rumah dan tolong di hafalkan karena nanti drama itu akan di pentaskan langsung di Yamaha TV"
"Apaaa?! Masuk tipi?!", teriak Yuuma karena kaget mendengar 'di pentaskan langsung di Yamaha TV'
"I... Iya...", seru Saki, Asami, dan Yuu serentak dengan sweatdrop
"Jaga perilaku lo! Malu-maluin!", teriak Miku dan Rin tepat di telinga Yuuma sampai membuat telinga Yuuma berdengung
"Iyaa gomeen!", seru Yuuma sedikit marah seraya menutup telinganya
-Setelah itu mereka langsung pulang ke rumah masing-masing (Kaga dugem di rumah Kaito lagi) (Kaito: emang rumah gua diskotik?)
YEAH! Akhirnya chapter 7 selesai 3
Thankyu atas dukungannya ya!
Lama? No idea for this... T_T
Btw please saranin dramanya kayak gimana ya :D
