Cooking! Cooking!

By Kimmy

.

Cho Kyuhyun (N), Lee Sungmin (Y), Cho Ahra (Y), Kim Heechul (Y), Lee Donghae (N)

.

Genderswitch

.

Romance NC 21+, Comedy -maybe- *mian kalo garing^^*

.

.

.

.

.

.

PART 6

.

Note : Aku sengaja publish ini abis buka puasa, kalian jangan baca sebelum buka puasa ya #pesandariKyuMin. Disini blm ada adegan NC sih tapi omongan mereka yang ga bisa disaring(?) *salahin para cast ya readers* hihi.. selamat membaca^^

.

PART SEBELUMNYA

Donghae menatap Kyuhyun dengan tajam. Ia semakin mendekatkan dirinya hingga Kyuhyun tidak bisa lari darinya. "Kau…?!"

Kyuhyun semakin ketakutan. Iapun segera berlutut sambil menunduk dengan penuh rasa bersalah.

"Mianhae.. Mianhaeyo jebal, hyung!"

.

.

.

-0o0-

.

.

.

Donghae mengerutkan dahi begitu melihat Kyuhyun berlutut dihadapannya. Ia hanya diam tanpa mengatakan apa-apa.

"Mianhae.." Lagi-lagi Kyuhyun meminta maaf. Saking ketakutannya, suara bass Kyuhyun keluar begitu saja. Kyuhyun tidak menyadari bahwa ia mengeluarkan suara aslinya.

Donghae ikut berjongkok dan memegang bahu Kyuhyun. Ia membawa Kyuhyun berdiri. Kyuhyun menenggak perlahan, melihat wajah Donghae yang ditakuti.

"Kenapa minta maaf?" tanya Donghae.

"Kau…marah padaku?" tanya Kyuhyun, kini ia berbicara dengan suara aslinya.

Donghae memperhatikan wajah Kyuhyun dengan seksama, kemudian ia membuka wig Kyuhyun perlahan. Ia sedikit terkejut mendapati perawakan asli Kyuhyun yang ternyata adalah seorang laki-laki.

Kyuhyun hanya bisa diam dan menunduk malu. 'Ah! Tamat riwayatku ditangan laki-laki ini. Lengan kekarnya pasti bersiap untuk memukulku. Eomma jebalyo!' Kyuhyun benar-benar ketakutan dengan sikap Donghae.

"Kau…"

"Araseo, hyung. Mianhaeyo, jeongmal mianhaeyo~" Kyuhyun memohon.

Donghae tertawa kecil. Sikap itu membuat Kyuhyun menjadi heran seketika. 'Kenapa dia malah tertawa?' gumam Kyuhyun.

"Kau tau…"

"Anio" jawab Kyuhyun.

"Ya! Aku belum selesai bicara" kata Donghae. Ia menepuk bahu Kyuhyun kemudian menepuk kedua pipi Kyuhyun dengan wajah yang sangat amat damai. "Kau akan menjadi calon adik iparku!" kata Donghae tersenyum.

"Mwo?"

Donghae mengangguk. Tanpa basa-basi Donghae langsung memeluk Kyuhyun. Donghae mengacak rambut belakang Kyuhyun dengan gemas sambil tersenyum senang. Sementara Kyuhyun masih kebingungan.

"Chamkamanyo!" Kyuhyun melepas pelukan Donghae. "Maksudmu, Ahra sudah menceritakan semuanya padamu?" Tanya Kyuhyun.

"Ne, kemarin malam Ahra menjelaskan semuanya dan menerima lamaranku!" kata Donghae.

Kyuhyun mengangguk lalu tersenyum. "Chukkaeyo, hyung! Wah.. aku tidak sabar mempunyai kakak ipar" kata Kyuhyun ikut senang.

Donghae kembali mengacak rambut Kyuhyun sambil tersenyum. "Gomawoyo! Aih~ Mianhae Kyu, kemarin.. aku tidak sengaja mencium..tanganmu"

Kyuhyun sedikit menunduk malu. "Gwaenchanhayo. Aku tau kau bermaksud lakukan itu pada Ahra noona" kata Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Tapi bagaimana kau bisa lakukan ini? Kau keterlaluan, hampir aku melamar orang yang salah" kata Donghae menyenggol bahu Kyuhyun. Sementara Kyuhyun hanya terkekeh.

Donghae dan Kyuhyun duduk ditempat duduk besi yang terdapat dibawah tangga itu. Sekarang ini ia bisa duduk dengan mengangkang, karena ia sudah menjadi dirinya sendiri dihadapan Donghae.

"Ini semua rencana Ahra noona. Ia menyuruhku untuk menggantikannya disaat ia ikut kontes modeling diluar kota" jelas Kyuhyun.

"Kenapa kau mau?" tanya Donghae.

Kyuhyun terdiam sejenak. "I..itu karena kecelakaan kecil"ujar Kyuhyun terkekeh.

"Kecelakaan kecil?"

Kyuhyun terdiam sejenak. 'Aaah~ bagaimana menceritakannya ya.. mana mungkin aku bilang kalau Ahra noona menemukan DVD yadongku dan mengancam akan laporkan hal itu pada eomma? Bisa-bisa Donghae menertawakanku habis-habisan' gumam Kyuhyun.

"Mma.. maksudku, aku melakukan kesalahan dan sebagai gantinya Ahra menyuruhku untuk menjadi dirinya selama dua bulan" kata Kyuhyun.

Donghae mengangguk pelan. "Jadi sudah satu minggu ini kau menyamar sebagai Ahra? Dan belum ada yang menyadari hal itu kecuali aku?"

Kyuhyun mengangguk.

"Luar biasa! Kau adik iparku yang luar biasa"

Kyuhyun mengendus. "Apanya yang luar biasa, setiap malam aku harus meminum obat migraine karena wig sial ini"

"Untung saja wajahmu sangat mirip dengan Ahra, kalau tidak mungkin kau sudah ketahuan" kata Donghae terkekeh.

"Anio, aku tidak mau dikatakan mirip dengan Ahra. Aku ini laki-laki dan jauh lebih tampan" katanya membela diri.

"Tapi wajah kalian benar-benar mirip. Aku saja tidak menyangka kalau kau laki-laki" kata Donghae.

Kyuhyun hanya tertawa kecil. Keduanya saling menertawakan diri masing-masing. Jika dipikir-pikir keduanya sama-sama bodoh. Donghae terlalu bodoh hingga tidak menyadari bahwa sebenarnya Ahra adalah palsu, sementara Kyuhyun terlalu bodoh karena mau menuruti ancaman Ahra padahal itu hanya akal-akalan noonanya agar bisa mengikuti kontes modeling di luar kota.

"Kyuhyun ah, bagaimana perasaanmu saat makan malam denganku?" tanya Donghae.

Kyuhyun terbelalak. 'kenapa ia menanyakan hal itu? Ahh aku mulai merasakan hawa-hawa mengerikan' gumam Kyuhyun.

"Ya! Melamun saja!" Donghae menepuk Kyuhyun.

"Eoh? Ra..rasanya? Mm.. lebih menegangkan dibandingkan menonton film yadong" kata Kyuhyun.

Donghae terkekeh. "Kau doyan menontonnya? Kukira aku saja yang suka"

Kyuhyun melirik Donghae sambil mengerutkan dahinya. "Maksudmu… kau suka menontonnya juga?"

"Tentu saja! Laki-laki mana yang tidak suka menonton film seperti itu" ujar Donghae dengan polosnya.

Kyuhyun terdiam sejenak sambil memperhatikan Donghae. 'Tak kusangka laki-laki ini mesum juga' gumam Kyuhyun ngeri.

"Ternyata kau punya otak yang sama denganku" ujar Kyuhyun.

Donghae hanya tertawa mendengarkan ucapan Kyuhyun. Donghae dan Kyuhyun saling mengakrabkan diri dibawah tangga itu agar tidak ada siapapun yang mendengarkan perbincangan mereka. Donghae adalah orang yang sangat ramah, Kyuhyun menyadari itu sejak ia masih menyamar sebagai Ahra didepan Donghae. Begitu juga dengan Donghae, ia menganggap Kyuhyun adalah calon adik ipar yang menarik dan ramah padanya.

.

.

-0o0-

.

.

Clek!

Heechul dan Sungmin yang sedang asik berbincang-bincang menoleh pada seseorang yang membuka pintu.

"Ahra! Kau darimana saja?" tanya Heechul begitu melihat seseorang masuk kedalam kamarnya.

Heechul dan Sungmin sedang duduk disebuah karpet merah milik Heechul dengan ditemani beberapa cemilan dan teh. Kyuhyun menepati janjinya untuk menemui mereka di kamar Heechul saat Ryeowook tidak ada.

"Kau lama sekali" timpal Sungmin memakan beberapa permen coklat berwarna-warni.

"Mianhaeyo~" Kyuhyun langsung duduk bersila disebelah Sungmin.

"Apa yang Donghae bicarakan padamu?" Tanya Sungmin penasaran.

"Anio, tidak penting" Kyuhyun menggeleng.

"Ey~ ayolah, kalian sudah resmi berpacaran?" goda Sungmin menyenggol bahu Ahra.

"A..anio, Donghae hanya bicara tentang resep yang baru kita dapatkan dari Jungsoo seonsaengnim" jawab Kyuhyun bohong.

Kyuhyun dan Donghae telah berjanji untuk merahasiakan tentang status Donghae dan Ahra yang bertunangan. Mereka hanya tidak ingin orang-orang membicarakan mereka. Donghae ingin Ahra -asli- yang memberitahukan hal itu pada teman-temannya.

"Yang benar?" tanya Sungmin lagi.

"Aih~ jangan bahas Donghae lagi" Kyuhyun berpura-pura malu. Ia menutup mulutnya dan menunduk.

Sungmin dan Heechul tertipu dengan akting -menjijikan- Kyuhyun yang pura-pura tersipu malu itu. Merekapun kembali menyantap cemilan yang sudah Heechul sediakan dihadapan mereka.

"Bagus kau datang sekarang, Ahra. Sebenarnya ada sesuatu yang ingin kuceritakan pada kalian" kata Heechul duduk berhadapan dengan Kyuhyun dan Sungmin.

"Kau sudah katakan itu sejak seminggu lalu tapi kau tak pernah bercerita" ujar Sungmin santai sambil mengemut permen coklatnya.

"Aku akan bercerita sekarang"

"Memangnya cerita apa?" Tanya Kyuhyun ikut penasaran. 'Pasti cerita tidak penting, ah~ membosankan saja perempuan ini' gumam Kyuhyun dalam hati.

"Tapi kalian janji tidak akan beritahu ini pada siapapun. Ini rahasia kita bertiga" Kata Heechul.

Sungmin dan Kyuhyun mengangguk. Heechul merapatkan duduknya pada kedua orang dihadapannya.

"Kau tau pacarku, Hangeng?" tanya Heechul.

"Si koki china itu?" tanya Sungmin.

Heechul mengangguk. "Aku menghabiskan liburan kemarin bersamanya di sebuah penginapan dekat pantai. Pemandangan sekeliling penginapan itu indah sekali. Hangeng benar-benar laki-laki yang romantis" kata Heechul.

Kyuhyun menghela nafas. 'Benar kan? Ia pasti akan cerita tentang liburannya. Ah~ apa yang perlu dirahasiakan' gumam Kyuhyun bosan.

"Apanya yang harus dirahasiakan? Aku juga bisa temukan pemandangan pantai yang bagus" kata Sungmin mengendus.

Kyuhyun mengangguk bertanda menyetujui ucapan Sungmin. 'Benarkan? Sungmin saja berkata itu tidak menarik..' kata Kyuhyun tersenyum dalam hati.

"Aish! Dengarkan dulu ceritaku" kata Heechul. "Dan.. kalian tau apa yang kami lakukan?"

Sungmin dan Kyuhyun mengerutkan dahi, mereka saling bertatapan sejenak lalu menggeleng. Heechul mengendus menanggapi jawaban Kyuhyun dan Sungmin.

"Kalian jangan bodoh! Masa kalian tidak tau apa yang aku dan Hangeng lakukan?" tanya Heechul. Lagi-lagi Sungmin dan Kyuhyun menggeleng tidak paham.

"this and that.."

Sungmin terdiam. Ia berpikir sejenak dan mengingat apa maksud perkataan Heechul. Sungmin terbelalak ketika menyadari ucapan Heechul yang mengarah pada perbuatan 'intim' itu.

"Mm..maksudmu?" tanya Sungmin.

Heechul hanya mengangguk.

"K..kau? sudah…" Sungmin terbelalak kaget.

Sementara Kyuhyun hanya menatap kedua perempuan itu dengan bingung. "Kalian ini bicara apa?" tanya Kyuhyun.

Suasana serius yang sedikit mencekam antara mereka bertiga sirna ketika mereka mendengar pertanyaan Kyuhyun yang terlampau bodoh. Sungmin melirik Kyuhyun sambil menghela nafas pasrah.

"This and that! Kau tak mengerti Ahra?" tanya Sungmin. "berhubungan...itu, melakukan... itu"

Untung saja Kyuhyun memiliki otak mesum yang sangat akut dibandingkan Sungmin dan Heechul. Otak Kyuhyun langsung bekerja cepat mencerna ucapan Sungmin. Ia ikut terbelalak ketika menyadari perbincangan perempuan-perempuan penggila gossip itu. Kyuhyun bukan terkejut karena perbuatan Heechul dan Hangeng, ia lebih terkejut lagi karena tidak pernah menyangka bahwa perempuan ternyata sering membicarakan 'hal' itu.

'Mereka? Bicarakan sex dihadapanku?!' gumam Kyuhyun.

"Jadi kau sudah pernah melakukan sex?" tanya Kyuhyun to the point.

"Ya! Kau berisik Ahra!" omel Heechul.

'Ini konyol! Bisa-bisanya kedua perempuan ini bercerita masalah sex dihadapanku! Ya! Kalian hina sekali!' gumam Kyuhyun berteriak dalam hati.

"Lalu? Kau tidak lupa memakai pengaman kan?" Tanya Sungmin.

"Tentu saja. Hangeng tak mungkin lupa akan hal itu"

"Bagaimana rasanya?" Tanya Sungmin polos.

Kyuhyun langsung melirik dengan tatapan ngeri. 'Ya! Sungmin aaah! Apa maksudmu bertanya seperti itu?!' teriak Kyuhyun dalam hati.

"Rasanya… Mm.. awalnya memang sakit" ungkap Heechul.

GLEK!

Kyuhyun hanya bisa menelan ludah saat mendengar perbincangan kedua perempuan yang tanpa sadar bisa membangkitkan aura setannya.

"Aih~ Aku tidak bisa membayangkan." Sungmin yang awalnya duduk bersila langsung memeluk kedua lututnya. "Benar kan, Ahra?" Sungmin melirik Kyuhyun.

Kyuhyun masih membuka lebar matanya, ia melirik Sungmin dan tersenyum paksa. "Geu.. geurae~"

"Lalu apa kau menjerit? Ceritakan lagi!" pinta Sungmin antusias.

Kyuhyun semakin menarik nafas dan menahannya sesaat. 'Kenapa Sungmin jadi begini?! Apa maksudnya menanyakan hal seperti itu?!' lagi-lagi Kyuhyun bergumam dalam hati.

"Aku tidak bisa jelaskan secara detail, tapi yang pasti ada kepuasan tersendiri saat kau melakukannya" kata Heechul.

"Benar juga.." ucap Sungmin. Ia mengerutkan bibirnya. Ia berpikir sejenak, kemudian melirik Kyuhyun lagi. "Kau bayangkan Ahra, sesuatu yang besar dan panjang masuk kedalam… aih~ menegangkan bukan?" kata Sungmin dengan polosnya berbicara pada Kyuhyun.

GLEK!

'Ah~ bukan hanya perasaanku yang menegang, tapi adik kecilku bisa ikut tegang kalau kau terus memancingku dengan ucapan seperti itu'

Lagi-lagi Kyuhyun menelan ludah dengan susah payah. Kyuhyun tak mampu berbicara selain bergumam dalam hati. Ia hanya terpaku dengan semua cerita Heechul tentang pengalaman pertamanya melakukan 'hal' itu. Ini adalah pengalaman pertamanya mendengar perbincangan perempuan dengan topik 'this and that'.

"Kalian harus rasakan sendiri kalau ingin tau rasanya" kata Heechul.

"Mwo?! Hmm.. pacar saja tidak ada" ujar Sungmin sedikit frustasi.

Kyuhyun terdiam. Ia melirik Sungmin dengan mata bulatnya. "Mm..memangnya.. kalau ada laki-laki.. kau mau me..melakukannya?" tanya Kyuhyun hati-hati.

Pertanyaan itu juga mewakilkan perasaan Kyuhyun yang berkata 'Memangnya kalau aku laki-laki kau mau melakukannya denganku?'

Sungmin berpikir sejenak. "Molla~ Kalau melakukannya hanya dengan nafsu sesaat tentu saja aku tidak mau" kata Sungmin menggeleng.

Kyuhyun hanya mengangguk sebagai jawabannya. 'Tentu saja aku tidak akan menyentuhmu hanya karena nafsu. Aih~ kedua perempuan ini membuatku berpikir macam-macam' gumam Kyuhyun menggaruk leher belakangnya.

"Bagaimana kau bisa berpikir untuk melakukan hal itu, Heechul ah?" tanya Sungmin.

"Aku sendiri tidak tau, tiba-tiba saja perasaan itu muncul" Heechul mengangkat bahu.

"Lalu, bagaimana perasaan Hangeng?" tanya Kyuhyun mulai terpancing.

"Mollayo, ia tidak bicara apa-apa padaku" kata Heechul.

"M..maksudku, kau pasti bisa tau dari ekspresi wajahnya bukan? Apa ia juga merasa sakit?" tanya Kyuhyun.

"Sepertinya ia gugup saat melakukannya" kata Heechul mengingat ekspresi wajah kekasihnya saat mereka melakukan itu. "Apalagi saat pertama kali ia akan memasukkannya.."

GLEK!

'Bisa-bisa aku tertarik untuk menerkam Sungmin diam-diam kalau Heechul terus bercerita tentang hal ini' gumam Kyuhyun mulai panik.

Hawa tubuh Kyuhyun menjadi panas seketika. Berada ditengah perbincangan perempuan tentang sex membuat Kyuhyun harus menahan diri agar tidak terbawa nafsu.

"Tapi.. kenapa kau tanyakan tentang Hangeng, Ahra?" tanya Sungmin tiba-tiba.

"Eoh?" Kyuhyun terdiam. Ia tak tau harus menjawab apa. 'Benar juga, harusnya aku tidak menanyakan tentang laki-lakinya. Aku kan sebagai perempuan disini. Aish~'

"Aku hanya ingin tau" jawab Kyuhyun tersenyum.

"Sepertinya sebentar lagi kau bisa menyusulku melakukan hal itu, Ahra" kata Heechul melirik Kyuhyun.

"Mwo? Naega wae?"

"Kau kan akan jadi pacar Donghae. Aku yakin Donghae mudah terpancing untuk melakukannya. Menurut majalah yang kubaca, tipe laki-laki seperti Donghae itu tergolong si jago ranjang" kata Heechul tertawa.

Kyuhyun terbelalak. 'Dasar perempuan gilaaa! Mana mungkin aku melakukan hal itu dengan calon kakak iparku!'

"Kalian jahat, aku kan belum punya pasangan" kata Sungmin menekuk bibirnya.

"Tenang saja, nanti kau pasti bertemu laki-laki yang cocok" kata Heechul.

"Sebenarnya aku juga ingin cerita sesuatu" kata Sungmin.

"Cerita apa?" tanya Kyuhyun.

"Sejak beberapa hari yang lalu aku mulai merasa aneh" ungkap Sungmin.

"Aneh?"

"Aku merasa ada seseorang yang memperhatikan aku, tapi aku tidak tau siapa orangnya" kata Sungmin sambil mengambil beberapa permen coklat lagi.

"Kau menyukai seseorang? Siapa?" tanya Kyuhyun cepat.

"Aku tidak menyukainya. Aku bahkan tidak tau siapa orang yang memperhatikan aku. Tapi entah kenapa aku merasa orang itu terus berada didekatku" kata Sungmin menerawang.

"Apa mungkin teman sekelas kita?" tebak Heechul.

Sungmin menggeleng sambil mengangkat bahu. "sepertinya bukan, lagipula teman kelas kita selalu berganti setiap minggu" kata Sungmin.

Kyuhyun terdiam sejenak. Ia memikirkan sesuatu. 'Mungkinkah yang dibicarakan Sungmin itu aku? Aku memang tampak semu dihadapan mereka, namun aku merasa Sungmin bisa menangkap tatapanku yang sebenarnya. Tatapan seorang Kyuhyun, bukan Ahra' gumam Kyuhyun sambil mengalihkan wajahnya dari Sungmin dan Heechul.

"Mm..mungkin kau bermimpi" kata Kyuhyun berusaha mengalihkan pembicaraan.

"Tapi aku yakin ia berada disini, dekat denganku" kata Sungmin.

"Kenapa kau begitu yakin?" tanya Heechul.

"Karena… kemarin ia datang padaku dan mengucapkan selamat tidur untukku" ujar Sungmin.

Kyuhyun terbelalak kaget. 'Mwo? Jadi Sungmin menyadari hal itu?' gumamnya resah.

"Kau ini ada-ada saja" Heechul malah tertawa.

"Aku serius.." Sungmin mengerutkan bibirnya.

"Kalaupun benar, mana mungkin ada laki-laki yang berani masuk ke asrama perempuan hanya untuk mengucapkan selamat tidur untukmu?" tanya Heechul menggeleng sambil tersenyum.

"Ta…tapi.. aku juga merasakan ia mencium tanganku" ujar Sungmin lagi.

DEG!

Tatapan Sungmin tiba-tiba beralih pada Kyuhyun. Sungmin menatap Kyuhyun sejenak, membuat Kyuhyun menjadi gugup. Ia takut Sungmin menyadari bahwa tatapan Kyuhyun adalah tatapan -cinta- Kyuhyun yang sebenarnya.

"Kau sepertinya berkhayal, Sungmin ah" kata Heechul.

"Anio!" Sungmin langsung membantahnya. "Aku bisa merasakan perbedaan antara mimpi dan kenyataan"

"Tapi mana mungkin ada laki-laki masuk kedalam asrama ini" Heechul lagi-lagi terkekeh menertawakan Sungmin.

"Aku merasa ia dekat sekali denganku seperti kalian." Kata Sungmin.

Sungmin melirik kedua sahabatnya dengan wajah polos. Sementara Kyuhyun yang sejak tadi gugup berusaha tetap tenang. 'Tenang~ Sungmin tidak akan menyadarinya' gumam Kyuhyun berpikir positif.

"Bahkan terkadang aku merasa ia seperti Ahra.." ujar Sungmin lagi.

DEG!

'Jadi kau bisa merasakan aku yang sebenarnya? Apa kau menyukaiku, Sungmin ah?' tanya Kyuhyun dalam hati sambil melirik Sungmin.

Heechul tertawa. Suasana yang awalnya sunyi dan sedikit menegangkan menjadi sedikit tenang karena Heechul.

"Yang benar saja, kita semua ini perempuan. Mana mungkin orang itu ada disini" kata Heechul terkekeh. "Apalagi orang itu Ahra, sudah jelas-jelas ia perempuan"

Kyuhyun yang berusaha merahasiakan diri hanya tersenyum sambil mengangguk. "Geuraeyo~"

Sungmin menggigit coklat terakhir ditangannya sambil menghela nafas. 'Mereka tidak merasakannya. Hanya aku yang bisa rasakan itu. Seseorang itu selalu menghantui aku tanpa pernah kulihat. Tapi aku yakin ia berada didekatku' gumam Sungmin.

Heechul mulai mencairkan suasana. Ia kembali membuka topik baru untuk bahan perbincangan mereka.

Hingga jam menunjukkan pukul 10.35 PM. Kyuhyun dan Sungmin akhirnya memilih untuk pulang ke kamar mereka, tepat pada saat Kyuhyun dan Sungmin keluar kamar, Ryeowook, teman satu kamar Heechul datang.

.

.

.

"Ah~ aku mengantuk" Kyuhyun mendudukkan dirinya disisi ranjang.

"Aku juga, sepertinya aku hanya akan berganti baju saja" Sungmin menghampiri ranjangnya yang berada disebelah ranjang Kyuhyun.

Kyuhyun mengelus matanya yang sudah merasa lelah. Ia pun membuka lemarinya setengah agar Sungmin tidak bisa melihat pakaian didalam lemari Kyuhyun, yang tentu saja hanya terdapat barang-barang laki-laki. Kyuhyun mengeluarkan sebuah piyama -milik Ahra- dan sebuah dalaman laki-laki miliknya sendiri yang ditumpuk didalam piyama Ahra agar tidak diketahui Sungmin.

Kyuhyun menutup kembali lemarinya. Dan hendak beranjak untuk berganti baju di kamar mandi. Namun tiba-tiba…

"Ya! S..Sungmin ah!"

Kyuhyun terbelalak ketika melihat Sungmin mulai mengangkat pakaiannya untuk dibuka.

"Ne?" Sungmin menoleh Kyuhyun dengan wajah polosnya.

"Ke..kenapa tidak berganti baju didalam kamar mandi?" tanya Kyuhyun ragu.

Sungmin tertawa kecil. "Kau ini, bukankah sudah menjadi kebiasaan kita membuka baju sembarangan didalam kamar?"

Sungmin tidak memedulikan perkataan Kyuhyun, ia bahkan tidak melihat wajah Kyuhyun yang terbelalak. Sejak dulu, Sungmin dan Ahra memang sudah terbiasa berganti baju sembarangan tanpa merasa malu satu sama lain. Kedekatan Sungmin dan Ahra sudah cukup intim, sejak mereka menduduki bangku SMA kelas tiga.

Sungmin membuka dress yang dikenakannya dengan cepat. Kini ia hanya memakai sebuah bra dan celana dalam yang bermotif sama dan tentunya berwarna pink dengan glitter. Kyuhyun menyadari itu adalah bra dan celana dalam Victoria Secret yang dibelikan eommanya untuk Sungmin. Sungmin dengan santai mengambil sepasang dalaman untuk tidur di laci lemari pakaiannya. Sesekali terdengar Sungmin yang bernyanyi dengan santainya.

GLEK!

Kyuhyun hanya bisa membulatkan matanya sambil menelan ludah dengan susah payah. Apa yang ia lihat benar-benar asli dan tidak terhalangi oleh apapun. Ia bisa melihat lekuk tubuh Sungmin yang putih dan bersih itu dari tempat ia duduk.

'Ah~ sexy sekali..' gumam Kyuhyun dalam hati.

Mata Kyuhyun menelusuri seluruh tubuh Sungmin dengan sangat detail. Dari mulai kaki merambat pada betis jenjang dan paha kemudian perut rata serta dada bulatnya. Kyuhyun kembali menelan ludah dengan susah payah, seperti ada sebuah batu besar ditenggorokannya.

Aliran darahnya semakin cepat merambat ke seluruh tubuh, membuat Kyuhyun semakin merinding. Tanpa disadari, sesuatu mulai membuatnya tidak nyaman. Kyuhyun mengerutkan dahi saat merasakan sesuatu yang mulai mengeras dibagian bawahnya. Ia melihat kebawah.

'Ah shit! Kenapa dia bangun..' gumam Kyuhyun mulai cemas.

Kyuhyun langsung menutupi sebuah tonjolan yang berada dipangkal pahanya. Sesekali ia melirik Sungmin, berharap perempuan itu tidak melihat dirinya. 'Kau ikut campur saja! Aih~ kalau ketauan bagaimana! Bisa mati kita, ngg.. maksudku bisa mati aku!' teriak Kyuhyun mengeluhkan dirinya (read: adik kecilnya) sendiri.

"Ahra-ya, kau kenapa?" tanya Sungmin ketika selesai memakai piyamanya. Perempuan itu kini sedang menyisir rambut coklatnya.

Kyuhyun terbelalak. 'Eoh! Bagaimana ini!' Kyuhyun perlahan menenggak dan melihat Sungmin. Dengan penuh kebohongan Kyuhyun tersenyum manis.

"Anio, gwaenchanha.." katanya ragu. "Aku harus ganti baju di kamar mandi"

Kyuhyun mulai berdiri dari duduknya. Baju ganti yang dipegang Kyuhyun masih menutupi si adik kecil. Sedikit sulit berjalan karena setiap langkahnya Kyuhyun merasa merinding dan tidak nyaman. Kyuhyun segera mengunci pintu kamar mandi dan duduk kembali diatas kloset yang tertutup.

Sungmin mengerutkan dahi sambil melihat Kyuhyun. 'Akhir-akhir ini Ahra aneh sekali' gumamnya. Sungmin hanya menggeleng sambil mengangkat bahu lalu bercermin sambil menyisir rambutnya.

.

Selesainya Kyuhyun berganti baju dan mengembalikan keadaan sang adik, ia segera keluar dari kamar mandi. Kyuhyun melihat Sungmin sudah tertidur dengan posisi terlentang dengan ditemani selimut tebal berwarna pink yang menutupi tubuhnya hingga perut.

Kyuhyun terdiam sejenak, ia berjalan perlahan menghampiri Sungmin. Kyuhyun memandangi Sungmin yang kini tengah tertidur.

'Kau nakal, Sungmin ah. Kau membuatku gugup, malu, takut, bahkan menegang..' gumam Kyuhyun terkekeh.

Yang Kyuhyun lakukan hanya memandangi wajah Sungmin tanpa berani menyentuhnya. Bisa-bisa Sungmin terbangun.

"Sungmin ah, jaljayo~" Kyuhyun berbicara seperti semula. Ia tersenyum sejenak. Lalu ia kembali ke ranjangnya untuk tidur.

.

.

.

-0o0-

.

.

.

Satu minggu kemudian…

"Ngh~"

Kyuhyun mulai membuka matanya karena suara jam weker yang berdering kencang. Kyuhyun segera mengambil jam weker itu dan mematikannya. Ia melirik pada ranjang sebelahnya dan tidak ada Sungmin disana. Seperti biasa, Sungmin selalu bangun pagi dan mandi lebih dulu. 'Sungmin pasti berada di kamar mandi' gumam Kyuhyun santai.

Di pagi hari seperti ini, Kyuhyun sering mengalami hal-hal aneh yang hanya terjadi pada laki-laki. Salah satunya adalah menegangnya si adik kecil setiap pagi atau yang biasa disebut ereksi. Awal-awal kejadian tersebut Kyuhyun sempat panik dan ketakutan, ia mengira adik kecilnya mengalami kelainan. Padahal itulah yang umumnya terjadi pada laki-laki. Setelah usianya semakin bertambah, Kyuhyun sudah terbiasa dengan hal itu.

Kyuhyun memasukkan jarinya kedalam wig yang dipakainya untuk menggaruk kepala yang gatal. 'Aih~ bisa-bisa rambutku rusak karena terus disekap dengan wig ini' gumam Kyuhyun.

DUG!

"Aw!"

Kyuhyun terbelalak mendengar suara terbentur dibawah ranjangnya. Kyuhyun berpikir itu adalah suara Sungmin.

'Bukannya Sungmin di kamar mandi?'

Kyuhyun langsung bangkit dari tidurnya. Ia mendapati Sungmin tengah tiarap dibawah ranjangnya. Kyuhyun terbelalak kaget.

"Ekhm~" Kyuhyun berdehem. "Sungmin ah? Kau sedang apa?"

Sungmin keluar dari bawah ranjang Kyuhyun dan menenggak. Ia pun tersenyum manis. "Pagi Ahra-ya~" sapanya memegang sisi ranjang Kyuhyun.

Sungmin terdiam sejenak. Saat mendapati sesuatu yang aneh pada Kyuhyun yang sedang terlentang. Perempuan itu melihat Kyuhyun dari ujung kaki hingga rambut panjang yang aneh (read: wig yang miring). Yang membuat Sungmin bingung saat ia mendapati tonjolan dibagian paha Kyuhyun dan bagian dada Kyuhyun yang rata.

'Hah?! Jangan-jangan dia lihat… Bahaya!' Kyuhyun langsung cepat tanggap. Ia mengambil sebuah bantal dan menutupi bagian yang menonjol itu.

"Ahra-ya, sepertinya ada sesuatu yang aneh padamu" kata Sungmin meneliti.

Kyuhyun membulatkan matanya. 'Andwae! Kau tidak boleh menyadarinya' gumam Kyuhyun.

"A..apa yang a..aneh?"

Sungmin duduk disisi ranjang Kyuhyun. Ia memperhatikan tubuh Kyuhyun yang kurus itu. Kyuhyun tak bisa berbuat apa-apa selain berdoa agar Sungmin yang polos itu tidak menyadari penyamaran Kyuhyun.

Sungmin sedikit membungkuk, ia mendekatkan wajahnya pada dada Kyuhyun yang datar. Kyuhyun hanya mengerutkan dahi. 'Mau apa perempuan ini?' gumamnya bingung.

"Boleh aku bertanya sesuatu?" tanyanya.

Kyuhyun mengangguk dengan ragu.

"Payudaramu mengecil, eoh?"

Kyuhyun terbelalak mendengarnya. 'Hah?! Kenapa Sungmin bisa bertanya seperti itu?!'

Dengan cepat Kyuhyun langsung menutupi dada datarnya dengan kedua tangan. Kyuhyun menggerutu dalam hati karena ia lupa untuk memakai sebuah bra yang diisikan gumpalan tissue seperti hari-hari sebelumnya.

"Ah.. Ti.. tidak mungkin" Kyuhyun hanya tersenyum. Lalu membuang muka dan menggigit bibirnya karena panik.

"Ng~ Ahra-ya.."

"Ne?"

"Mianhae, apa aku lancang?" Sungmin menekuk bibirnya dan sedikit menunduk.

"Sebenarnya kau sedang apa dibawah ranjangku?" tanya Kyuhyun. Dalam hatinya ia menggeram karena Sungmin yang polos itu sejak tadi memperhatikan dada datarnya.

"Aku mencari antingku yang hilang. Anting itu terjatuh dan tidak sengaja kutendang ke bawah ranjangmu" kata Sungmin.

Kyuhyun menghela nafas lega. 'Kukira kau sengaja mengintipku tidur, Sungmin ah' tawa Kyuhyun dalam hati.

"Tapi sampai sekarang anting itu tidak kutemui" ujar Sungmin masih cemberut.

"Araseo~ aku bantu, kau mandi duluan saja, nanti kucarikan" kata Kyuhyun. ia sengaja menyuruh Sungmin masuk ke kamar mandi agar ia bisa membebaskan adik kecilnya yang ditutupi bantal itu.

Sungmin berdiri dari duduknya, ia mengangguk lalu tersenyum. "Gomawo Ahra-ya~" Sungmin berjalan ke kamar mandi sambil membawa sebuah handuk dibahunya.

Kyuhyun menghempaskan tubuhnya kembali. 'Huh~ hampir saja' Kyuhyun mengangkat bantal yang menutupi si adik yang masih menegang.

.

Tak lama kemudian. Sungmin keluar dari kamar mandi dan melihat Kyuhyun sedang menaruh antingnya yang hilang di meja rias Sungmin. Perempuan itu langsung lari kedekat Kyuhyun.

"Aa~ gomawoyo Ahra~ akhirnya ketemu" kata Sungmin senang.

"Ne, lain kali kau harus hati-hati" kata Kyuhyun terkekeh sambil mengelus kepala Sungmin dengan gemas.

Sungmin terdiam sejenak. Ia melirik Kyuhyun dengan heran. 'Tak biasanya Ahra mengelus kepalaku, seperti laki-laki saja.' gumam Sungmin bingung.

"Sini, aku yang pakaikan" kata Kyuhyun.

Ia menyibak rambut Sungmin kebelakang telinga kiri perempuan itu. Ia memasangkan anting berwarna pink yang sangat cocok terpasang ditelinganya. Sementara itu, Sungmin hanya diam. Ia melirik Kyuhyun karena wajah Kyuhyun sangat dekat dengannya. Ia semakin merasa deg-degan, padahal yang disebelahnya hanya Ahra.

"Selesai.." Kyuhyun tersenyum. Ia mengelus-elus rambut Sungmin yang ada dibelakang telinga.

"Go…Gomawoyo" Sungmin tersenyum paksa. 'Benar-benar aneh! Aih~ kenapa aku merasa tidak enak' gumam Sungmin.

Setelah selesai, Kyuhyun menjauhi Sungmin. Ia berjalan menghampiri lemarinya untuk mengambil pakaian ganti. Sungmin masih diam sambil memperhatikan Kyuhyun. 'Sepertinya aku harus bicarakan keanehan Ahra pada Heechul' gumam Sungmin.

"Ahra-ya, sepertinya aku harus keluar duluan. Kau tidak apa-apa menyusul?" tanya Sungmin sambil meraih tasnya diatas meja.

"Ne, gwaenchanhayo~"

"Kalau begitu aku pergi dulu" kata Sungmin.

Kyuhyun hanya mengangguk sebagai jawaban. Ia melihat Sungmin yang menutup pintu. Kyuhyun diam dan berpikir sejenak. 'Sungmin pasti pergi ke kamar Heechul lalu bersama-sama ke sekolah. Ah~ ini kesempatanku' gumam Kyuhyun tersenyum tipis.

Kyuhyun segera membuka wignya dan membuka karet hitam yang mengikat rambut pendeknya. Kyuhyun menghempaskan wig itu keatas ranjangnya. Sementara ia meraih handuk dan berjalan menuju kamar mandi.

.

.

.

"Ah~ segarnya…" Kyuhyun keluar dari kamar mandi dengan sebuah handuk yang melilit dipinggangnya. Tubuh bagian atasnya telanjang dan rambutnya terlihat basah.

Kyuhyun yakin tidak akan ada yang masuk kedalam kamarnya karena ia sudah mengunci pintu kamarnya sebelum mandi. Dengan santainya Kyuhyun membuka handuk itu dan mengeringkan rambutnya. Kini ia benar-benar tidak memakai apa-apa.

Sementara itu…

Sungmin dan Heechul berada di lift, bermaksud untuk langsung ke gedung sekolah.

"Sudahlah, jangan cemas.." Heechul mengelus bahu Sungmin karena Sungmin sejak tadi mengeluh tentang perubahan sikap Ahra.

"Aku tidak melihat Ahra berubah, ia masih Ahra yang dulu"

"Tapi.. aku merasa canggung dengannya" ujar Sungmin menekuk bibirnya.

Sungmin merogoh sakunya sejenak. Ia menepuk dahinya begitu melupakan handphone yang masih berada di kamarnya. "Aih~ handphoneku tertinggal" kata Sungmin.

"Kalau begitu kau turun saja dilantai tiga" Heechul menekan tombol nomor tiga agar lift berhenti di lantai tiga.

Tak lama, lift berhenti. Pintu besi itu terbuka otomatis di lantai tiga.

"Sebaiknya kau duluan saja" kata Sungmin.

"Anio, aku akan tunggu di lobby. Cepat kembali bersama Ahra"

"Araseo~" Sungmin mengangguk. Ia segera keluar dari lift.

Sungmin berjalan menelusuri lorong lantai tiga yang terasa hangat. Ia melewati beberapa pintu hingga akhirnya sampai pada kamar paling ujung yaitu kamarnya bersama Ahra. Sungmin merogoh saku ditas yang dibawanya dibahu dan mengeluarkan kunci kamar.

Satu hal yang tidak Kyuhyun sadari sebelumnya. Satu kamar biasanya ditempati oleh dua atau tiga orang dan masing-masing dari mereka memiliki kunci cadangannya. Kyuhyun yang berada didalam kamar sedang menikmati detik-detik kesendiriannya dengan santai sambil bersiul ria.

Sungmin memasukkan kunci itu kedalam lubangnya, lalu memutar kuncinya.

KREK!

"Ahra-ya, kau sudah selesai?" Tanya Sungmin begitu ia masuk kedalam kamar.

.

.

.

.

.

TBC..

Hayo, disini Kyuhyun ketauan ga yaaa?

Udah panjang blm? Kkk~ Aduh maaf banget ya aku ngepost ini di bulan puasa, abis emang isi part 6 kayak gini.. oh iya recommended sambil denger lgu sistar yg give it to me, kataku sih seru aja hihi

Ayo reviewnya jangan lupa readers~ ^^