Author's note : Huh...Tiba-tiba saja aku jadi ingat sebuah Anime yang tidak tahu namanya kalau baca fic ini. Tapi tetap harus semangat .
Chapter 7
"CARA YANG TEPAT"
Setelah aku menjelaskan apa itu menikah rasanya aku ingin pingsan karena menjelaskan hal yang sekonyol itu. Kepalaku sakit memikirkannya terus, rasanya ingin buang jauh-jauh. Aku ingin cepat-cepat pergi dari istana ini.
"Aku mau terbebas dari masalah ini...!", aku sangat mengeluh.
"Tenanglah, pasti ada jalan keluarnya...!", Ryo menjelaskan agar aku tidak merasa cemas.
"Ryo, gantikan aku yang menikah dengan Pangeran itu...!", perintahku yang sangat cemas dan sangat sedih.
"Kenapa harus aku...Aku kan laki-laki, memang ada laki-laki berpasangann dengan sejenisnya...?", Ryo menjelaskan dengan nada sinis.
"Perkataanmu ada benarnya juga...!", aku berusaha meluruskan keadaan. "Jadi harus bagaimana..?", tanyaku sambil mengacak-acak rambutku sendiri karena shock. Ryo hanya mengangkat bahunya saja karena juga bingung sendiri.
"Sebaiknya kau istirahat saja agar pikiranmu jernih kembali..!", saran dari Ryo masuk akal juga.
"Bagaimana aku bisa istirahat dengan tenang Ryo kalau keadaannya seperti ini...!", aku menjelaskan dan kepalaku mulai berkunang-kunang dan BRUK, aku jatuh tepat diatas tempat tidur dan aku tertidur pulas.
"Itu bisa tidur..", Ryo menjelaskan dan ia juga beristirahat.
(KEESOKAN HARINYA)
Aku kembali memikirkan cara bagaimana bisa melarikan diri dari tempat ini. Dan akhirnya aku dapat caranya, tapi menurutku aku ragu akan berhasil atau tidak cara ini.
"Ryo, kemari sebentar !", aku memanggil Ryo karena aku akan membagi tahu rencanaku untuk lolos dari sini.
"Kau mau apa ?", tanya Ryo dengan nada dingin. Lalu aku membisikan rencananya ke telinganya Ryo, "Baiklah aku akan melakukannya walaupun rencana ini tidak berhasil", kata Ryo dengan sangat bersemangat.
Kemudian rencananya akan dimulai sekarang juga, aku dan Ryo bersiap diposisi masing-masing, sekarang aku akan berakting agar rencana ini sukses.
"Tolong bukakan pintunya, aku sedang tidak sehat !", kataku yang berpura-pura sakit sambil memukul pintu dengan keras.
"Apa maumu ?", tanya pengawal yang ada di luar.
"Kalau kau tidak membukakan pintunya, maka, maka, maka aku akan bunuh diri saja !", bentakku yang sudah siap memegang pisau.
"Ba..Baiklah jangan bunuh diri, kalau tidak pangeran akan marah !", pengawal itu menjelaskan dan akhirnya pengawal itu membukakan pintunya. Dan 'BRUK' Ryo menendang pengawal itu jatuh pengsan.
"Sepertinya rencananya berhasil, Ahiru ?", tanya Ryo yang sangat senang.
"Ya, kalau begitu jangan membuang-buang waktu disini. Ayo lari !", perintahku untuk kabur dari tempat itu.
~TBC~
A/N : Maaf ya kalau ceritaku tiap ch. panjangnya berbeda. RnR ^^
