"Harus berapa lama lagi baru bisa ketemu, HAH!?"

Semua orang di sekitar hanya bisa bergidik ngeri melihat tampang Kurapika bagai preman yang garang. Kuroro mah, hanya pasang poker face aja. Toh, dia udah biasa ama Kurapika yang temperamental, sudah kebal lah.

"Oke, tenang Kurapika" ucap Kuroro dengan halus.

"Tenang? Tenang!? Gw ini sudah sangat tenang! Bahkan saking tenangnya, gw nahan diri buat gak nonjok elu!" Teriak Kurapika sebelum mengatur emosinya kembali.

"Wah… wah" Kuroro hanya senyum-senyum saja.

`Kouhai, karena aku sudah berbaik hati memberi kesempatan agar kamu dan Gon bisa berduaan, aku harap dimanapun kamu berada, kamu harus bisa memenangkan tantangan yang kuberikan' Pikir Kuroro sebelum pergi, yang membuat Kurapika mengikutinya.

Yah, saat ini.. Killua dan Gon, masih di karaoke box.

Setelah mereka selesai minum, Killua pun meminta Gon untuk menyanyi duluan. Secara dia berharap agar Gon bisa melupakan insiden dia menciumnya dengan tak sengaja dengan menyanyi dengan puasnya. Dia juga berharap dia sendiri bisa melupakannya, tapi sepertinya ingatan itu bakal terus melekat di otaknya dan di hatinya.

"Ku tak tahu~ Sungguh sakit hatiku~" nyanyi Gon dengan penuh perasaan.

Killua hanya bisa terpesona. Dia tahu suara Gon itu merdu, tapi mendengar Gon menyanyi dengan penuh perasaan malah membuat dia sangat terkagum-kagum. Hanya saja, apa Gon itu sengaja buat nyanyi lagu yang liriknya cocok sekali dengan perasaan dia saat ini?

"Ah, 95 poin" ucap Gon dengan senyum saat melihat scorenya.

"Che, harusnya 100 poin atau lebih" ucap Killua pelan agar tak terdengar Gon, sambil tepuk tangan.

"Baik Killua. Sekarang giliranmu" ucap Gon sambil menyerahkan micnya.

"Ah, baiklah. Aku pilih lagu yang berjudul `Exterminate!'" ucap Killua sambil menekan tombol lagu yang diputar.

Musik langsung terdengar saat Killua menekan tombolnya dan mulai menyanyi. Gon langsung terkesima, melihat Killua menyanyi dengan kerennya juga dengan suara yang sangat memukau yang seolah memperlihatkan Gon kalau seakan- akan Killua itu artis atau penyanyi terhebat.

Saat Killua selesai menyanyi, scorenya pun 100 poin, sempurna. Gon hanya bisa tepuk tangan dan benar-benar terkesima. Tak menyangka kalau Killua itu benar-benar jago menyanyi.

"Hebat Killua!" ucap Gon sambil tepuk tangan dengan kerasnya.

Killua hanya bisa sedikit blushing dan sedikit menunduk malu. Wajarlah secara dia itu anak orang kaya dan wajib dilatih sejak dari masa kecil agar dia mempunyai banyak sekali talenta. Menyanyi itu salah satunya, karena itu dengan talenta yang banyak, dia bisa dibilang kalau dia itu perfect.

"Ayo, sekarang kita nyanyi berdua. Killua, pilih lagu yang mana? Kamu bisa nyanyi lagu ini?" Tanya Gon saat menunjukkan judul lagu yang dia pilih.

"Oh, bisa. Ayo kita duet" ucap Killua dengan singkat sambil tersenyum.

"Ayo" Sorak Gon sambil nekan tombol.

Akhirnya suasana diantara mereka berdua pun penuh keceriaan. Bahkan untuk menambah mood, Killua membuat lampu di karaoka seperti lampu disco. Kedua pun menyanyi sambil memainkan tamborin yang ada di ruangan mereka.

Suasana yang sangat menyenangkan dalam pasangan ini, sayangnya tidak untuk pasangan yang berikutnya.

"Kamu sengaja buat enggak pergi ke tempat mereka yah!?" bentak Kurapika karena meskipun sudah lama dia ngikut Kuroro, kouhainya tidak ditemukan sama sekali.

"Oh lihat Kurapika, itu manju kesukaanmu" ucap Kuroro sambil melihat stand yang menjual manju.

"Ukh" Kurapika jadi tergiur, melihat manju kesukaannya. Entah darimana Kuroro tahu kalau Kurapika itu suka manju.

"Mau? Aku yang traktir" seringai Kuroro saat melihat Kurapika yang kelihatannya benar-benar ingin makan manju itu.

"Uhh~ Baiklah" ucap Kurapika, memilih manju untuk break dari mencari sahabatnya.

Akhirnya, mereka berdua pun duduk di tepi air mancur dan makan manju bersama.

"Pfft, lucu sekali expresimu" ucap Kuroro dengan sedikit tertawa kecil saat melihat Kurapika.

Kurapika hanya cuek saja. Karena suasana hatinya sekarang sedang baikan akibat manju.

"Dasar" ucap Kuroro sambil tersenyum kecil. Suasana diam dan nyaman pun ada diantara mereka.

"Oke, waktu break uda berakhir. Sekarang, ayo cari Gon" ucap Kurapika sambil berdiri, setelah selesai menghabiskan manjunya.

`Waduh, giliran manju uda habis. Dia langsung kembali seperti semula' Pikir Kuroro dengan takjub.

"Apa? Jangan bilang kalau kamu gak mau bantu aku nyari sahabatku!" ucap Kurapika saat melihat Kuroro yang masih duduk, dia pun menaikkan satu kakinya di atas tepi air mancur sambil mengepalkan tangannya, bersiap untuk melakukan jurus karatenya ke Kuroro.

Angin berhembus dan…

"Ohh, warna kuning, cocok sekali dengan rambutmu" ucap Kuroro sedikit menunduk sambil sedikit bersiul.

"Heh?" Bingung Kurapika beberapa detik sebelum-

BLUSH

"Mesum lo!" Teriak Kurapika sambil akhirnya berdiri ke tepi air mancur dan bersiap untuk menendang kepalanya Kuroro, tapi-

SPLASH!

Kurapika kehilangan keseimbangan pas niatnya mau menendang, jadinya, dia malah terjatuh ke air mancur.

"Sedang apa?" seringai Kuroro yang melihat Kurapika sedang basah kuyub.

"Lagi mandi!" ucap Kurapika yang lagi malu n kesel.

"Ohh, buka baju lah kalo gitu" ucap Kuroro spontan.

"Sembarangan!" teriak Kurapika sambil nyipratin air tepat di muka Kuroro.

"Ohh, nantang ya jadinya" ucap Kuroro dengan nada kesal.

"Iya, terus lu mau ngapain!?" ucap Kurpaika dengan nada kesal juga.

"Ambil ini!" ciprat Kuroro balik.

"Hah! Terima ini!" Kurapika kembali menyiram Kuroro.

Perang siram air antara Kurapika dan Kuroro pun dimulai…

Yah, marilah kita kembali ke pasangan Killua dan Gon yang saat ini sudah selesai memakai batas waktu karaoke mereka.

"Wah, seru juga menyanyi bareng tadi" ucap Gon dengan riangnya.

"Iya, sampai-sampai kita lupa waktu" ucap Killua dengan sedikit tertawa kecil.

Saat sedang senang-senangnya mereka berdua ngobrol sambil berjalan, Gon pun meminta Killua untuk menunggunya sebentar saat dia pergi ke toilet. Saat sedang menunggu Gon pun Killua mulai melihat-lihat barang yang dipajang di toko sekitarnya.

"Killua-kuunnn~"

"Argh!" Teriak Killua dengan kecil saat dia tiba-tiba terdorong dan hampir saja membuat dia jatuh dengan beban di punggungnya.

Killua mengenal suara itu, tak perlu berbalik pun dia sudah tahu sosok yang menempel di punggungnya itu. Dengan muka kesal dia pun mulai menoleh ke belakang.

"Apa maumu, Neon?" Tanya Killua dengan nada kesal yang benar-benar tak disembunyikan.

Neon yang lagi meluk Killua dari belakang pun hanya senyum – senyum saja. Cuek dengan nada dan tampang kesal yang diberikan oleh Killua. Yah, tampang kesal pun masih membuat Killua tetap ganteng kok.

"Ahh, Aku kebetulan lewat pas lagi berbelanja di shopping mal ini dan tak kusangka bisa bertemu denganmu. Ini takdir yah" ucap Neon sambil senyum-senyum.

"Takdir apaan, hanya kebetulan saja!" Geram Killua dengan kesalnya.

"Jadi Killua-kunn~, Mau ikut shopping bersama? Setelah itu kita bisa makan malam bersama di restoran mahal dengan candle light dinner yang romantis"ucap Neon sambil ngelepasin Killua untuk memegang pipinya yang blushing.

"Gak, gw gak tertarik. Biarkan aku sendiri" ucap Killua dengan judesnya dan mulai jaga jarak agar Neon tidak memeluknya kembali.

"Oh iya. Aku lupa kalau hari ini aku ada janji dengan teman-teman dan hampir saja terlambat. Ciao Killua-kuun~ Kapan-kapan kita berkencan ya" ucap Neon sebelum pergi dan melambaikan tangan ke Killua.

Killua hanya cuek saja dan malah bersyukur si nona manja itu pergi juga. Saat dia lagi mau menghela napas dan berbalik, dia pun mulai tergagap, kaget melihat Gon yang saat ini sedang menatapnya.

"Ha- Ahh! Gon!?" ucap Killua dengan kagetnya. Sudah berapa lama si Gon itu ada di belakangnya?

"Ah, Killua. Gadis tadi-" ucap Gon dengan datar dan terputus akibat Killua memotongnya.

"Er- tu- Tunggu! Aku bisa menjelaskan soal gadis tadi. Kita gak pacaran, hanya teman satu sekolahan saja" Ucap Killua dengan paniknya, tak ingin Gon mendapat kesalahpahaman.

"Oh, tapi kamu tidak harus panik begitu kan Killua? Memangnya kenapa?" Tanya Gon dengan bingungnya.

`HA!? Kenapa si Gon ini bisa berkata seperti itu dengan mudahnya? Apa dia tidak cemburu melihatku dengan Neon!? Apa perasaanku untuk Gon itu benar-benar bertepuk sebelah tangan saja!?' Pikir Killua dengan pahitnya.

"Ayo Killua. Kita pergi ke game center" ucap Gon sambil menarik tangan Killua.

"E- Eh!?" Killua hanya bisa terkejut dan diam saja, saat Gon menariknya ke game center. Perlahan- lahan, dia pun tersenyum dan menggemgam tangan Gon kemudian berjalan dengan irama yang sama dengan Gon agar mereka berjalan bersama dan terlihat sebagai pasangan meskipun hanya sebentar saja.

Saat di game center, Gon pun melepaskan tangannya yang diam-diam membuat Killua kecewa tapi tidak memperlihatkannya. Akhirnya setelah mereka membeli beberapa koin game, mereka berdua pun mulai main game.

"Hebat Killua!" Ucap Gon dengan kagum, melihat Killua yang saat ini sedang main game menembak dengan pose yang keren dan mendapat poin tertinggi. Bahkan beberapa pengunjung yang melihat pun mulai tepuk tangan dan berdecak kagum, ada yang terpesona juga (sudah pasti cewek-cewek lah)

"Kamu mau coba Gon?" Tawar Killua sambil memberikan Gon pistol untuk bermain.

"Err, aku ingin coba, tapi rasanya aku bakal game over lebih cepat" ucap Gon dengan sedikit tertunduk malu.

"Jangan khawatir. Aku pasti akan melindungimu" ucap Killua dengan senyum. Dalam hati menambahkan `Gak hanya di game, aku pun pasti akan melindungimu di kehidupan ini meskipun harus berkorban nyawa'

Akhirnya, Gon pun ikutan main juga. Awalnya panik juga melihat monster yang terus menyerang tapi dengan mudah dibereskan oleh Killua. Setelah beberapa menit pun akhirnya Gon mulai bisa menikmati permainannya dan bekerja sama dengan Killua.

"Seru juga kan?" Tanya Killua yang bermain dengan semangat, karena dia bermain dengan Gon.

"Um" Gon mengangguk dengan senang.

Kemudian, Killua pun dengan mudahnya hanya satu kali main di ufo cather, bisa mendapatkan boneka kucing putih yang diinginkan Gon.

"Killua ini dewa game ya?" Gumam Gon yang sangat terkagum-kagum.

"Ini, untukmu" ucap Killua dengan senyum sambil memberikan boneka kucing putih itu kepada Gon.

"Ah, trims" ucap Gon dengan singkat, tak menyangka kalau Killua akan memberikan boneka lagi kepadanya.

Diantara boneka singa laut putih dan boneka kucing putih, Gon jauh lebih menyukai boneka kucing putih ini, karena dimenangkan oleh Killua.

Setelah bermain sampai puas, Killua dan Gon pun berjalan-jalan dengan suasana yang manis dan-

"GON!"

Alhasil, Killua dan Gon pun mulai terkejut mendengar teriakan nama Gon yang lumayan cetar membahana, keduanya menoleh dan mendapati Kurapika yang marah-marah dan Kuroro yang mengangkat bahu dengan tampang tak berdosa.

"Ketemu juga! Hei rambut putih! Beraninya kamu menculik Gon!" Teriak Kurapika sambil menarik Gon ke arahnya.

"Oi! Rambut gw itu silver bukan putih! Dan gw gak nyulik dia. Gw ngajak dia!" ucap Killua yang kesal karena date mereka diganggu.

"Terserah! Gw gak akan biarin Gon lepas dari pengawasan gw lagi!" Teriak Kurpika kembali.

"Kurapika senpai, kenapa senpai make dress?" Tanya Gon yang bingung melihat senpainya yang lumayan tomboy itu malah memakai dress yang selutut.

"Kita habis mandi soalnya" Seringai Kuroro.

"Hah!?" Killua pun mulai kaget plus takjub.

"Sembarangan! Ini karena perang air kita! Pokoknya aku gak mau berhutang, besok akan kukembalikan uangmu dalam dress ini dan sekarang, ayo Gon. Kita pergi dan sampai jumpa" ucap Kurapika sambil narik Gon.

" Tu-Tunggu Senpai!" ucap Gon yang tak didengar oleh Kurapika dan masih diseret pergi.

"O-Oi!" ucap Killua yang niatnya menghentikan aksi Kurapika tapi sudah terlambat.

"Wah, sudah pergi mereka. Sayang sekali kita bisa bertemu, sorry kouhai" ucap Kuroro.

"Tidak senpai, terimakasih sudah membantuku. Lebih baik, kita berdua pulang saja" ucap Killua yang sepertinya merasa pahit.

"Baiklah" ucap Kuroro sambil mengusap punggung Killua, agar kouhainya merasa sedikit baikan.

Di sisi Gon dan Kurapika saat ini.

"Dengar ya Gon. Mulai sekarang kamu tidak boleh bersama dengan cowok itu lagi. Bisa-bisa kamu diapa-apakan olehnya" ucap Kurapika, masih menyeret Gon.

"Tapi senpai, Killua bukan orang seperti itu" Bantah Gon yang sedang pasrah diseret.

"Gon. Aku berkata seperti ini untuk kebaikanmu juga! Lagipula dia sudah seenak jidat menciummu, itu kan sudah perlakuan gak sopan!" ucap Kurapika dengan judesnya.

"Ciuman? Kapan kita ciuman,?perasaan yang ada nafas buatan dan hari ini aku memberi nafas buatan dan mungkin Killua mempraktekkannya" ucap Gon dengan agak bingungnya.

Kurapika menatap Gon dengan horror. Ternyata perlakuan gak sopan itu terjadi kembali, demi melindungi Gon, akhirnya Kurapika pun memberi tahu Gon apa itu ciuman.

Beberapa saat kemudian, setelah keheningan yang lumayan lama.

BLUSH

Muka Gon pun menjadi luar binasa merahnya, tak menyangka kalau dia hari ini mencium Killua dan Killua kembali menciumnya selama 2 kali.

"Gon, aku benar-benar harus membunuh cowok gak sopan itu!" ucap Kurapika sambil dengan tatapan membunuh.

"T- Tunggu Kurapika. Jangan!" ucap Gon dengan panik sambil menarik tangan Kurapika.

"Gon! Percuma menghentikanku, kamu membencinya kan? Karena dia sudah memperlakukanmu seperti itu!" ucap Kurapika dengan tegas.

"B-Benci? A-aku tidak benci dengannya dan masih ingin bersama dengannya meskipun aku sudah mencapai saat terakhirku" ucap Gon sambil menunduk.

"Huh? Saat terakhir?" Ucap Kurapika bingung.

"Karena, mungkin, aku akan mati" ucap Gon dengan horror.

"HAH!?" Kurapika hampir merasa dia bakal mendapat sakit jantung dadakan. "Siapa yang bilang begitu!? Dan apa maksudmu!?"

"Aku tidak tahu. Jantung ku selalu berdebar keras saat aku melihat Killua dan senyumnya. Bahkan mukaku serasa memanas saat dia dekat sekali denganku. Bahkan aku merasa mau meledak juga menyukainya saat dia menciumku dan jantungku mulai sakit saat aku melihat dia dengan gadis lain. A-aku tidak tahu, bahkan jauh dengannya, membuat jantungku benar-benar sakit. Kenapa!? Apa yang terjadi kepadaku!? Apa aku mempunyai sakit jantung yang berbahaya!?" Ucap Gon dengan pedih sambil sedikit menangis.

Kurapika hanya bisa terkejut dan mengangga. Tak menyangka kalau sahabatnya itu punya perasaan seperti itu. Mendengar itu pun, dia hanya bisa menghela nafas saja.

"Gon, kamu itu jatuh cinta. Lebih tepatnya, jatuh cinta dengan cowok yang bernama Killua itu" Ucap Kurapika dengan pasrah. Kurapika memilih jujur, karena tidak ingin menyakiti sahabatnya kembali, setelah mengetahui perasaan sahabatnya itu.

"Eh?" ucap Gon dengan terkejut, membuat air matanya terhenti.

(Aku.. jatuh cinta dengan Killua?)

Review

karin ashiya (chapter 6) Setelah banyak perjuangan, update akhirnya bisa dilakukan juga.

mari (chapter 6) Wah, rate naik ya. Kalo itu kayaknya susah karena Killua dan Gon di cerita ini itu hanya 13 dan 12 tahun. Karena itulah pelayan yang menganggu suasana itu dibutuhkan,agar tidak menjurus ke rate m akibat mereka masih kecil dan author hanya pernah nulis rate m di bahasa inggris dan gak pernah Indonesia. Tapi ada niat juga buat rate m di fic `Rahasia Tersembunyi' secara Killua dan Gon di cerita sudah matang (?) karena umur mereka adalah 19 dan 18. Baiklah, author tunggu reviewnya juga y mari.

syalalalalala (chapter 6) Sudah lanjut, chapter berikutnya sudah datang