Love you, touchan…
Rated: T for this chap, mugyaaa..
Pair: Uchiha sasuke x Uzumaki naruto
Disclaimer: Naruto sejak dari janin udah punya babe Kishimoto, and manga yaoi Koishite Daddy by Kitazawa Kyou
Genre: romance, family, angst, a little bit humor
Warning: pastinya YAOI donkzzzz…. Xexexxe xp…narUKE- saSEME…fuufuufufuufufuuu…. #plak ga penting…. And maaf kalo bnyak typo ditiap chapter coz authornya males meriksa lagi.. hhehe (yak ketahuan dech…..)#plak di tampar readers
Summary:
Menceritakan kisah tentang seorang duda beranak satu yang menemukan cinta sejatinya pada diri seorang pemuda yang masih berstatus mahasiswa sebuah universitas kedoteran terkenal. Bagaimanakah hubungan mereka, akankah cinta mereka dipersatukan oleh takdir? Dan bagaimana dengan sang anak?
# chapter 7 (Final Chapter)
# Ryuutarou POV
"touchan…tadaima…"
"…"
"touchan.. touchan.. tau ngga? Hali ini Lyuu dicium ama Jilou touchan"
"…"
"Jilou bilang kalau Jilou udah gede Jilou bakalan jadiin Lyuu pengantinnya touchan.. "
"…."
"ne… touchan kenapa ga pelnah jawab peltanyaan Lyuu? Lyuu sedih kalau touchan telus diam kayak gini hiks."
"….."
"nee.. hiks.. Lyuu janji Lyuu ga bakal cengeng lagi.. jadi touchan cepat bangun ya.. nanti kita main lagi sama-sama.. hiks.. Lyuu sayang touchan" ucap Lyuu kini sambil memeluk touchan Lyuu yang masih teltidul. Sudah empat bulan touchan sepelti ini, setiap pulang sekolah Lyuu lajin menjenguk touchan, Lyuu ingin touchan cepat-cepat bangun dan nemenin Lyuu main lagi kayak biasanya.. tapi touchan tidulnya lama.. lyuu agak bosan.. tapi kasian touchan kalau Lyuu tinggal, itu belalti Lyuu ga sayang Touchan….
End of Ryuutarou POV
Normal POV
Saat ini sudah memasuki bulan keempat Naruto mengalami koma semenjak kecelakaan tabrakan yang menimpanya itu, dokter mengatakan luka paling parah berada dibagian kepalanya, sedangkan luka yang lainnya hanya luka biasa akibat dari kecelakaan. Dokter mengatakan jika Naruto tak juga sadar selama lima bulan terpaksa alat-alat yang menopang tubuh rentan itu harus dicabut karena dokter memvonis sudah tak akan ada harapan lagi untuknya bisa bertahan hidup. Sasuke yang mendengar hal tersebut tak terima jika dokter melepas pasiennya begitu saja, tapi apa mau dikata itulah keputusan yang diberikan. Dan jika Naruto bisa bangun dari komanya sebelum bulan kelima masih ada harapan yang bisa diperjuangkan tapi para dokter yang menangani Naruto belum mengetahui apa efek yang diakibatkan dari luka dikepalanya itu. Tsunade, dokter ahli yang saat ini merawat Naruto memaparkan kemungkinan-kemungkinan apa saja yang bisa terjadi pada dirinya setelah bangun nanti pada Sasuke.
Sebulan setelah kecelakaan itu, Ryuu dirawat oleh Sasuke. Sasuke mengajak Ryuu untuk tinggal di kediaman keluarga besar Uchiha, Ryuu yang dulu sempat bertemu Fugaku masih takut melihat wajah ayah Sasuke itu. Sedangkan Mikoto, istri Fugaku menampakkan wajah yang sangat bahagia sejak kedatangan Ryuu dirumah itu, Mikoto yang sering sakit-sakitan kini Nampak sehat 100 persen, sedangkan Itachi ia sama seperti Mikoto, bahagia karena kehadiran si bocah hiperaktif yang selama beberapa bulan tinggal bersamanya ini memang kadang-kadag mengganggu dirinya, walaupun demikian ia tak marah akan kelakuan bocah pirang itu. Suasana dalam rumah Uchiha yang biasanya muram kini tergantikan menjadi lebih hidup, kadang terdengar canda tawa mereka di rumah itu yang selama ini tak pernah mereka lakukan. Ya, hal itu terjadi karena kehadiran sibocah pirang ini.
Tentunya sebelum bocah ini dibawa kekediaman Uchiha, Sasuke sudah menceritakan apa saja yang telah terjadi padanya, bocah itu, dan juga Naruto sang kekasih. Ia juga sudah menceritakan bagaimana ia bertemu, berpisah dan kemudian bertemu lagi dengan naruto pada sang keluarga.
Mikoto sempat kesal pada Fugaku karena salah satu penyebab berpisahnya Naruto dan Sasuke itu juga karena dirinya. Beberapa hari Mikoto mendiamkan suaminya itu, tak mau bertegur sapa sedikitpun dengan sang suami.
Awalnya Sasuke mengira bahwa tanggapan Ibu dan juga kakaknya akan sama seperti sang ayah, namun ternyata apa yang ia pikirkan itu salah, justru ibunya marah padanya kenapa baru sekarang ia menceritakannya setelah semuanya jadi seperti komentar sang kakak cuma, "hn.. dasar baka otouto". Ia bersyukur karena apa yang ia khawatirkan tak terjadi.
Beberapa kali dalam sebulan Mikoto maupun Itachi dan kadangkala ditemani juga oleh Fugaku menyempatkan diri menjenguk Naruto dirumah sakit. Mikoto yang pertama kali melihat Naruto langsung memeluknya saat ia tiba di kamar rawat yang Naruto tempati, hatinya sedih melihat kekasih anaknya kini tengah terbaring diatas ranjang rumah sakit, sempat ia memberikan deathglarenya pada Fugaku, yang saat itu masih kesal akan tingkah suaminya itu.
Walaupun semua masalah telah terselesaikan, namun perasaan Sasuke masih belum tenang tinggal 28 hari menjelang bulan kelima, saat dimana takdir akan membawa nasib Naruto.
Kini tinggal 15 hari menjelang bulan kelima Sasuke semakin kalut, cemas dan khawatir,, tugasnya sebagai Mahasiswa sempat terabaikan karena perhatian utamanya kini ia tujukan hanya padasang kekasih. Tiba-tiba handphonenya berbunyi, dari rumah sakit tempat Naruto dirawat. Langsung saja ia mengangkat panggilan itu.
"hallo?"
"dengan tuan Uchiha Sasuke? Kami dari pihak rumah sakit ingin mengabarkan bahwa pasien yang kini berada di kamar 067, sudah sadar dari komanya kami har-"
'tutt… tutt.. tutt….' Suara sambungan telepon yang diputus oleh Sasuke, tanpa basa basi lagi ia mengambil jaketnya yang kini berada diatas meja belajarnya, tak lupa juga ia mengambil kunci mobil ferrarinya dari dalam tas kuliahnya. Berlari menuruni tangga rumahnya dengan cepat, supaya bisa dengan cepat melihat kondisi Naruto saat ini.
"Sasuke? Ada apa? Kenapa terburu-buru sekali?" ucap Mikoto heran melihat tingkah anaknya yang seperti dikejar setan.
"aku harus ke rumah sakit sekarang juga kaasan, Naruto sudah sadar" ucap Sasuke yang kini tengah memakai sepatu dan jaketku.
"apa? Benarkah, kalau begitu ibu akan menghubungi tousan dan anikimu, oh ya sekalian kau jemput Ryuu, kaasan yakin dia pasti juga bahagia mendengarnya.." ujar Mikoto pada Sasuke
"tentu, aku pergi kaasan.." ucap Sasuke kemudian menghilang dibalik pintu dan hanya meninggalkan pintu depan yang kini terbuka karena tak ditutup kembali olehnya.
"semoga penantianmu terkabul sasuke…" ucap Mikoto yang memandangi kepergian sang putra.
Di TK tempat Ryuutarou….
"gaara..! dimana Ryuu?"
"hei, hei ada apa? Tenanglah sedikit sasuke. Ryuu ada di kelas sebelah biar ku panggil."
"tak bisa ini darurat, biar aku saja yang kesana"
"tch, dasar arogan" ucap Gaara yang melihat tingkah terburu-buru dari seorang Uchiha Sasuke
"ehem…!"
"kau. mau apa kau datang lagi hah."
"hemmb… aku hanya ingin menemuimu Gaara Chan"
"hentikan memanggilku seperti itu, tuan Hyuuga Neji yang terhormat"
"ck, ck, ck… asalkan kau mau berkencan denganku besok, baru aku berhenti memanggilmu seperti itu, Gaara Chan"
"tch, terserah."
"hahaaha, kau manis sekali Gaara chan" dan tiba-tiba sebuah penghapus papan tulis melayang kearah wajah dari Hyuuga Neji, yang tentu saja dilayangkan oleh pemuda berambut merah, Sabaku no Gaara yang kini wajahnya berubah jadi merah padam hampir menyerupai warna rambutnya itu..
"Ryuu…!"
"nee, Sasuke ada apa nyali Lyuu ke sekolah? Lyuu lagi belajal tau!"
"tak ada waktu ayo kita pergi!"
"hei, paman lepaskan Ryuu, Ryuu itu pengantinku tau."
"tch, tak ada urusannya denganmu bocah."
"nee, Sasuke kau mau bawa Lyuu kemana?"
"Touchanmu sudah sadar, sebaiknya kita cepat."
"ehh? Benelan? Benelan nih Sasuke? Touchan sudah sadal?"
"ya, ya, makanya kita harus cepat"
"ok, kalau begitu ayoo…."
Kemudian Sasuke bersama Ryuu pun melajukan mobilnya menuju ke tempat orang terkasih berada.
Sementara itu, di tempat Naruto berada…
"nee,, Naruto bagaimana rasanya sekarang?" Tanya Tsunade yang kini berada disamping ranjang Naruto dan menatap Naruto cemas.
"nghh… maaf anda siapa? Dan dimana ini?"
"saat ini kau berada di rumah sakit. Nah sekarang apa yang tengah kau rasakan?"
"ng… kepalaku terasa berat, dan badanku juga terasa kaku"
"matamu? Bagaimana dengan matamu?'
"ngg… kurasa baik-baik saja"
"hmm,, apa kau ingat dengan dirimu? Siapa namanu saat ini?"
"e..eh? pertanyaan anda aneh dok..ter.. tsu?" jawab Naruto agak bingung membaca name tag sang dokterkarena kepalanya masih terasa berat.
"Tsunade. Namaku Tsunade. Jadi bagaimana?"
"tentu saja aku tahu dokter Tsunade, namaku Namikaze Naruto. Hmm apa ada yang aneh?"
"shizune!"
"ya, dokter Tsunade anda memanggilku?"
"kurasa tak ada yang aneh dengan pemuda ini, jadi se-" ucapan Tsunade terpotong oleh suara pintu yang terbuka
'BRAKK'
"TOUCHANN!" teriak Ryuu yang kini berlari kecil kearah Naruto sambil tersenyum
"Ryuu!" seru Naruto membalas teriakan sang putra.
"Lyuu kangen touchan.. hiks.. touchan tidulnya kelamaan… Lyuu ampe bosan nunggu touchan bangun… hehehehe"
"hmm… touchan juga kangen Ryuu hehehe…" ujar Naruto yang kini memeluk erat sang putra.
Dibelakang Sasuke saat ini sudah berdiri Fugaku (yang datang karena ancaman sang istri), Mikoto, serta Itachi.
"dok bagaimana keadaan Naruto?" Tanya Sasuke yang kini berjalan mendekati Tsunade diikuti oleh Fugaku, Mikoto dan juga Itachi.
"kurasa sejauh ini baik baik saja tak ada hal berarti yang terjadi." Ucap Tsunade menerangkan. Mendengar hal itu mereka semua menghela nafas lega. Perlahan Sasuke mendekati Naruto yang masih memeluk Ryuu.
"Dobe" ucapnya mengagetkan Naruto.
"anou, dokter Tsunade.. siapa pemuda ini?" Tanya Naruto pada Tsunade yang sontak membuat semua penghuni ruangan itu tersentak kaget. Naruto yang melihat reaksi mereka semua hanya bingung.
"do.. dobe.. naruto.. apa-apan kau? kau tak mengingatku? Aku Sasuke, Dobe. Aku kekasihmu. Tak ingatkah kau padaku" ujar Sasuke yang kini mencengkram kedua lengan Naruto, menatap mata biru yang ia rindukan itu, berharap ada kebohongan disana namun nihil, tak ada kebohongan satupun yang terpancar dari dalam matanya itu. Hancur sudah, orang yang selama ini dinanti dari tidur panjangnya tak mengingat dirinya. Sesak, kembali ia rasakan perasaan itu di dadanya saat ini. Di lepasnya cengkramannya pada lengan yang kini lebih kurus dari saat terakhir ia pegang itu.
"mm… maaf anda siapa ya? apa aku mengenal anda?"
"hn.." ucap Sasuke yang masih menatap tak percaya pada apa yang terjadi saat ini.
"nee..nee.. touchan tak ingat Sasuke? Sasuke itu pacal touchan lho…" ucap Ryuu yang kini menatap Naruto masih berada dalam pelukan Naruto.
"haha.. jangan bercanda Ryuu,, touchan tak mungkin berpacaran dengan laki-laki ne.." ucap Naruto sambil tertawa menanggapi pertanyaan sang putra.
Mendengar jawaban Naruto membuat Sasuke sakit hati, diremasnya dada kirinya yang kini berdenyut merasakan sakit yang luar biasa dari jawaban yang dilontarkan oleh sang kekasih. Sedangkan Mikoto, Itachi, Tsunade dan penghuni lain dikamar itu hanya memasang wajah prihatin melihat nasib dari kedua orang ini. Terutama Mikoto yang lebih sensitive dan telah mengetahui kisah mereka kini hanya bisa menangis dalam diam di pundak sang suami
"maaf.. bila pernyataan putraku membuat anda tak enak hati tuan… putraku tadi hanya bercanda tuan, maafkan putra saya ya…" ucap Naruto diiringi senyuman pada sasuke.
'Senyum itu, senyuman yang selalu ia perlihatkkan padaku dulu, senyum itu kini menghiasi wajahnya kembali…aku senang dapat melihat senyuman yang membuatku jatuh hati padanya, walaupun sekarang kau tak mengingatku Dobe, maka aku yang akan membuatmu jatuh cinta padaku lagi, kita mulai dari awal, semuanya. Apa yang telah kita lewati, biarkanlah itu jadi kenangan. Mulai sekarang kita ulang lagi dari awal. Saat pertama kali kita bertemu, kita mulai lagi dari sana kekasihku….' Batin Sasuke.
"hn, tak apa. Perkenalkan aku Sasuke. Uchiha Sasuke" ucap Sasuke sambil mengulurkan tanganya padaNaruto sambil tersenyum.
"aku Naruto. Namikaze Naruto. Salam kenal Uchiha san" ucap Naruto menjabat tangan putih Sasuke dengan tangan tan nya disertai cengiran rubah yang biasa ia perlihatkan itu.
"Sasuke. Panggil aku Sasuke, Naruto" ucapnya sambil menatap dalam kearah iris sapphire Naruto
"senang berkenalan denganmu Sasuke" ucapnya dengan senyuman termanis yang ia miliki.
Dan akhirnya kisah antara Duda beranak satu dan pemuda yang berstatus Mahasiswa ini terulang dari awal lagi, memulai lagi hubungan dari titik nol, dan menjadikan yang selama ini terjadi sebagai sebuah kenangan yang hanya disimpan oleh sang pemuda….
OWARI
Yeiyyy akhirnya Love You, Touchannya tamat juga hiks.. hiks… sedih dikit sih… tapi tenang nanti bakalan ada 'Love You, Touchan 2' jadi bagi yang penasaran ditunggu aja yak… khufufufuuff u
Umhh….. maaf yang nunggu kelanjutan ficku sebelumnya, saat ini dikepala saya masih belum menemukan ide yang tepat untuk melanjutkan ficnya,, sekali lagi maafkan saya yak… hehehehe makasi… ^ ^
Buat yang review, ngasi kritik or saran terimakasih banyak.. maaf ga bisa ngasi apa apa,, aku ngasi cium aja dah kalo gtu xexexex #ditabok readers..
Karang balas review dulu ya….
leehyunseok99: bukan.. tentu saja bukan… hehehe yg disukain neji itu gaara..xexexe tapi ga begitu keliatan disini, mungkin nanti "ku" bahas mereka di 'love you touchan 2'… jadi kalau mau di tunggu aja ya.. hehe makasi dah review.. ^^
noaiy: salam kenal juga,, silahkan, silahkan, hehehe ga apa-apa ngomong aj… ga usah bingung bingung lhaa.. hehhehe. Hmmm mungkin kalau ada waktu bakal tak panjangin deh ceritanya he… makasi udah mampir dan mereview ya.. ^^
and buat yang udah memfav ni story ataupun ane sbgai author ane ucapin terimakasih banyak ye...
Akhir kata….
Jaa.. neee….
