SEHUN IS MINE
Main pair: KAIHUN
Rate: M
Warning: TYPO bertebaran/ YAOI/ alur kecepetan/berantakan
.
.
.
.
"Aku pulang.." ucap Sehun saat telah memasukki rumahnya.
"Jongin?" Sehun mencari Jongin di ruang tamu tapi tidak menemukan anak itu.
"Apa dia ada di kamarnya?" Sehun berjalan menuju kamar Jongin dan menemukan anak itu tengah duduk menghadap ke arah meja belajarnya.
"Jonginnie~" panggil Sehun sambil menglungkan lengannya keleher namjachingunya.
"Apa kau masiih marah padaku?" tanya Sehun. Namun Jongin tetap diam dan fokus pada bukunya.
"Sepertinya kau masih marah padaku. Kalau begitu aku akan pergi ke kamarku. Jaljayo~" Sehun mengecup pipi Jongin dan beranjak pergi sebelum ia merasakan ada yang memeluknya dari belakang.
"Aku tidak marah padamu!" ucap Jongin sambil menenggelamkan kepalanya di leher Sehun.
"Aku hanya takut kau akan menyuruhku pergi Hunnie.'' Sambung Jongin.
"Aku malah berpikir kau yang akan meninggalkanku." Gumam Sehun.
"Aku sangat mencintaimu jadi mana mungkin aku meninggalkanmu." Jongin membalikan badan Sehun menghadap dirinya.
"Aku sangat menyayangimu.. aku tidak akan pernah meninggalkanmu. " Jongin menangkup pipi Sehun dan memiringkan kepalanya
Seolah mengerti Sehun memejamkan matanya dan menikmati cumbuan Jongin.
'Aku percaya kau tidak akan meninggalkanku'
.
.
.
.
.
READY
GO
.
.
Sehun sekarang sedang bimbang dengan keputusannya saat ini . Dia sangat mencintai Jongin namun di satu sisi ada orang tua Jongin yang ingin mengambil kebahagiannya. Sebenarnya ia sangat kasihan dengan Yunho dan Jaejoong yang berusaha membujuk Jongin untuk kembali dengan mereka tetapi Jongin dengan kasarnya menolak mereka. Lalu apa yang harus Sehun lakukan sekarang?
"Sehunnie kau kenapa?" tanya Jongin sambil memeluk tubuh Sehun. Sekarang mereka sedang di atas ranjang di kamar Jongin . ( mereka enggak ena-ena ya~)
"Gwenchana.. hanya saja..." Sehun tidak melanjutkan ucapannya. Matanya menatap Jongin ragu.
"Hanya apa eum?" Jongin membelai pipi halus Sehun.
" Apa kau janji tidak akan marah padaku?"
" Ne yakso"
"Eum apa kau tidak ingin kembali dengan keluargamu?" tanya Sehun hati- hati.
"Kenapa kau bertanya seperti itu ?" Bukannya menjawab kai malah balik bertanya pada Sehun dengan nada datarnya.
"Kau kan sudah janji tidak akan marah.." ucap Sehun sambil mengeluarkan puppy facenya.
"Uhh baiklah.. aku hanya belum bisa menerima mereka setelah mereka membuangku dan dengan seenak hati mereka ingin mengambilku kembali tanpa rasa bersalah dan memisahkan kita berdua... jawabannya adalah BIG NO Sehun.." jawab kai dengan tegas.
"Apa kau tidak rindu dengan mereka.. emm maksudku pada orang tuamu?"
"Aku tidak mau membahas mereka lagi Sehun."
"Tapi aku ingin-" ucapan Sehun terpotong karena kai langsung membungkam bibir Sehun dan membawanya ke ciuman lembut tanpa nafsu.
"Aku tidak ingin membahas mereka. Lebih baik kita tidur atau kau ingin menidurkan yang lain heum?" tanya kai sambil menaik turunkan alisnya.
"AISHH KENAPA AKU BISA MEMILIKI KEKASIH MESUM SEPERTIMU KKAMJONG!" teriak Sehun saat Jongin mulai membuka pakaiannya dan terjadilah malam yang penuh desahan di kamar mereka. HAHAHHA (skip aja ya~)
.
..
...
Pagi ini Jaejoong tengah menyiapkan sarapan untuknya dan suaminya. Jaejoong menata makanan dan Yunho duduk di meja makan.
"Yeobo apa yang harus kita lakukan untuk membuat Jongin kembali pada kita?" Tanya jaejong.
"Kita hanya perlu berusaha agar dia mau mendengar penjelasan kita, mungkin setelah itu dia akan mengerti." Jawab Yunho sambil memakan sarapannya.
" Tapi aku tak yakin dia mau mendengarkan kita apalagi kembali kesini . Kau tau kita sudah meninggalkannya selama 7 tahun lalu setelah itu kita kembali kehadapannya setelah sekian lama dan tanpa rasa bersalah kita ingin mengambilnya. Saat ini perasaannya sedang hancur dan berpikir bahwa kita membuangnya."
" Tidak ada yang tidak mungkin. Jongin akan kembali kesini, dan aku tau caranya. Kau tenang saja." Jaejoong tidak tau apa arti dibalik seringai Yunho.
'Apa yang sedang di rencanakan olehnya? Apa mungkin Yunho akan menggunakan cara 'itu' untuk mengambil Jongin?'batin Jaejoong.
..
...
...
Hari ini Sehun dan Jongin sangat sibuk, sebenarnya yang terlihat sibuk adalah Sehun dan Jongin hanya mengikutinya saja. Hari ini orang tua Sehun akan datang jadi mereka ingin membuat kejutanan kecil sekerdar untuk menyambut mereka yang datang jauh-jauh dari China.
Sehun dan Jongin sekarang tengah berada di dapur. Sehun terlihat tengah memotong sayuran dan Jongin yang berada di belakang sambil memeluk dirinya.( So sweet~ ^_^)
"Aishh aku sedang memasak bisakah kau melepaskanku dulu?" Sehun ingin melepaskan tangan Jongin dipinggangnya namun Jongin semakin mengeratkan pelukannya.
"Aku tidak mau.. kau tau semenjak kita perang dingin waktu itu aku jadi jarang bermanja-manja padamu." Ujar Jongin dengan nada manjanya. Sehun yang mendengarnya sampai ingin muntah.
"Sekarang kau terlihat seperti uke. Sebenarnya disini siapa yang uke, Aku atau kau? " ucap Sehun sambil menggoyangkakn pinggangnya agar Jongin melepaskan tangannya.
"Aku tidak akan pernah menjadi uke mu. Sangat tidak cocok aku menjadi uke." Jongin melepaskan pelukannya dan berjalan kearah meja makan.
"Ya.. ya terserah kau saja." Setelah itu Sehun melanjutkan acara memasaknya tanpa diganggu manusia temsek aka Jongin. Hahahahaaa.
"Sehun-ah Eommanim dan abonim datang jam berapa? Tanya Jongin.
"Eumm mungkin mereka akan datang sore." Jawab Sehun.
"aku sudah tidak sabar bertemu dengan mereka dan mengumumkan bahwa aku adalah calon menantu mereka." ujar Jongin dengan nada semangatnya.
"Tapi apa orangtua ku akan menerimamu Jonginnie? Aku takut mereka mengira aku ini pedofil." Ucap Sehun sambil mempautkan bibirnya.
"aku yakin mereka akan menerimaku. Kau tenang saja baby Hunnie." Jongin menggenggam tangan Sehun yang tengah menata makanan di hadapannya sambil tersenyum.
"Aku percaya padamu."
.
..
...
Sore ini Tuan Oh dan Ny. Oh akan datang Sehun dan Jongin terihat sedang menunggu kedatangan mereka di depan rumah.
"Aishh kenapa mereka lama sekali." Gumam Jongin, sepertinya dia tidak sabar untuk menyabut calon mertuanya.
"Aku berharap mereka tidak mengira aku pedofil." Lain lagi dengan Jongin yang bersemangat sedangkan Sehun terlihat gelisah.
"Hei sudahlah tidak usah kau pikirkan. " Jongin mengelus pelan kepala Sehun agar kekasihnya lebih tenang.
TINN TINN.
Terlihat sebuah mobil berwarna hitam berhenti di depan rumah Sehun. Lalu di ikuti dengan seorang namja paruh baya keluar dari mobil dengan seorang namja cantik di sebelahnya.
"Eomma.. Appa..." Gumam Sehun.
"SeHunnie.. Jongie.." sepertinya kita harus sudahi drama india ini.(hahahhahaaa)
~0~0~0~
At Sehun home
"Bagaimana kabar kalian berdua?" tanya Ny. Oh atau Oh Junmyeon atau juga Suho.
"Kami selalu baik Eomma. Lalu bagaimana dengan kalian?" tanya Sehun saat mereka tengah menikmati kebersamaan di meja makan.
"Kami juga baik, dan apa kau tau selama Eomma disana Eomma tidak bisa tidur semua itu gara-gara Appa mu." Bisik Suho. Tuan oh atau Oh Yifan menolehkan kepala kearah sang istri saat mendengar namanya disebut.
"Apa kalian sedang membicarakan diriku?" tanya Yifan dengan mata memicing kearah keduanya.
"Ani." Jawab ibu dan anak secara bersamaan.
"Jongin bagaimana sekolahmu?" tanya Yifan.
" sekolahku baik Appa, tapi ada yang ingin aku bicarakan!" Jongin menatap Yifan dengan pandangan tegasnya.
"apa yang ingin kau bicarakan, sepertinya sangat penting." Yifan dan Suho memperhatikan Jongin termasuk Sehun.
"Aku.. Aku- Sebenarnya aku dan Sehun Hyung telah menjadi sepasang kekasih."
Brusss
Suho yang tengah minum menyemburkan minumannya langsung kearah Yifan karena terkejut.
"Aishh mian yeobbo." Suho mengambi tissue dan memberikannya pada Yifan.
"Apa kau tidak salah bicara Jongin." Ujar Suho.
Jongin menggelengkan kepalanya "Ani, aku mengatakan yang sebenarnya. Aku dan Sehun telah menjalin hubungan dan aku sangat menyayanginya."
Yifan melihat kearah Sehun dan meminta penjelasannya. " Apa benar yang di katakan Jongin?"
Sehun terus menunduk takut menatap kedua orang tuanya.
"Oh Sehun jawab pertanyaanku, apa benar yang dikatakan Jongin?" Yifan menatap tajam Sehun. Jongin yang melihat pujaan hatinya tersudut mulai melindungi Sehun.
"Appa jangan menyudutkan Sehun. Semua ini salahku.. kalau ka-"
"aku tidak perlu penjelasanmu. Yang kubutuhkan Sehun." Yifan terus memandang Sehun yang menunduk takut.
"Aku.. aku.. aku dan Jongin memang sudah pacaran Appa." Ucap Sehun dengan bergetar ketakutan. Ia takut Appanya akan menonjok wajah tampan kekasihnya itu.
Yifan mengusak wajahnya frustasi "Oh ya tuhan apa yang harus kulakukan terhadap kalian berdua."
"Aku sungguh tidak percaya ini." Suho hanya memandang kosong.
"Appa.. Eomma.." gumam Sehun pelan.
"Aku perlu kekamarku yeobbo." Suho menuntun Yifan kekamar mereka dan meninggalkan Sehun dan Jongin di meja makan.
Jongin menggenggam tangan Sehun "Sehun-na.. gwenchana?" tanya Jongin.
"aku tidak apa-apa... Cha sekarang kita bereskan ini." Jongin membantu Sehun membereskan meja makan lalu mereka kembali kekamar masing-masing tanpa bicara satu kata pun.
Tanpa mereka sadari ada dua orang namja paruh baya yang melihat mereka dari tadi.
"Aku kasihan meihat mereka seperti itu." Ucap seorang namja cantik.
"Kita harus melakukan ini agar 'dia' dapat kembali."
"Ya.. ya terserah kau saja."
.
..
...
Pagi ini sepertinya terjadi aksi tutup mulut di rumah Sehun. Bagaimana tidak mereka terus diam tanpa ada satupun yang berbicara dan sibuk dengan urusan masing-masing.
Sehun dari tadi melihat kerah Jongin yang seperti tidak enak di awasi oleh Yifan ya walaupun tidak sepenuhnya Yifan melihat kearahnya terus.
Sehun berusaha mengalihkan perhatian Appa nya agar tidak memandangi Jongin.
"ap-Appa hari ini-" ucapan Sehun terpotong saat Yifan berdiri dari kursinya dan mengecup kening Suho.
"Aku harus pergi." Yifan berjalan keluar rumah dan tinggalah Jongin , Suho, dan Sehun di rumah.
"Eomma ak-"
"Apa kau tidak sekolah Jongin?" tanya Suho dingin.
"Aku akan berangkat sekarang Eommanim." Jongin mengambil tasnya dan beranjak pergi menuju sekolahnya dan membiarkan Sehun dan Suho di ruang makan.
"Apa yang telah kalian lakukan selama kami pergi?" tanya Suho. Sehun yang sedang membereskan meja makan sedikit terkejut dengan pertanyan Eommanya.
"Mak-maksud Eomma?"
"Apa yang sudah kalian lakukan selama kami pergi?"
"Ka-kami tidak me-melakukan.. apapun."
"Apa kau yakin? Kami selalu mengawasimu Sehun dan kami tau apa yang kalian lakukan."
"Eomma.. Eomma jangan menyudutkan ku dan Jongin ,aku dan Jongin saling menyanyangi bukan sebagai sepasang dongsaeng dan Hyung tapi sebagai sepasang kekasih."
"Eomma tau itu. Dan satu lagi Eomma tau orang tua Jongin datang beberapa waktu yang lalu kesini. Right?"
"Me-mereka memang datang kesini, tapi Jongin tidak mau kembali dengan mereka."
"Kenapa?"
"Aku tidak tahu. Eomma aku mohon jangan pisahkan aku dengan Jongin aku mohon." Sehun memberikan tatapan memohonnya pada Suho.
"Aku tidak akan memisahkanmu dengan Jongin asal kau melakukan sesuatu?"
"Apapun itu Eomma."
..
...
...
"Hei Jongin.. Kau kenapa lagi sekarang heh? Apa mungkin karena Hyung cantik mu lagi. Aku tau pasti kau tidak dapat- "
"Jatah maksudmu? Aku selalu mendapatkannya setiap hari jadi jangan pernah mengungkitnya."
"Hei kau ini kenapa sejak kau datang kekelas suasana disini menjadi mencekam kau tahu."
"Kalau kau tidak ingin suram maka jangan berada di dekatku.. menjauhlah dariku ."
"Tapi aku tidak akan meninggalkan temanku satu ini . Ayolah apa yang membuatmu seperti ini?"
"Aku tidak tau harus mulai dari mana. Tapi ini masalah yang sangat serius."
"Ya lalu?"
"Orang tua Sehun sudah tau hubungan kami."
"Lalu?"
"Mereka tidak menerimanya."
"Apa.. Ya Tuhan mereka tidak menerimamu. Memangnya apa yang kurang dari mu.. sepertinya banyak lihatlah hidung mu kurang. Kulitmu juga oh dan jangan lupa- "
"kau mau mendengarkan ku atau malah meledek diriku?"
"Aku mendengarkanmu ."
"Aku harus bagaimana?"
"Apanya yang bagaimana. Kau harus meyakinkan mereka. itu lah jalannya."
"Aku tidak tau harus meyakinkan mereka seperti apa lagi."
"Aku selalu berdoa untuk mu."
"Aku tak membutuhkan doa darimu bebek karet"
.
..
...
...
...
Hai
Apa kabar kalian semua?
Ada yang kangen sama ff ini kah? Atau gak ada sama sekali? Hahahha
Maaf udah buat kalian lama nunggu ff ini... aku masih dalam keadaan berkabung sejak skandal itu keluar jadi sekali lagi minta maaf.
Aku selalu baca review kalian dan itu yang buat aku pengen lanjutin ff ini sampai selesai..
Makasih buat kalian yang masih nunggu ff ini ya walaupun gak ada yang nunggu.. hahahhaha
Pertanyaannya adalah:::::
Adakkah yang pengen ff ini lanjut atau ganti sama ff lain?
Kalo ada tolong review dan tulis main pairnya siapa oke!
Aku bakalan tunggu kok!
"BYE"
"PYONG"
