Title : Naruto : The Next SHINOBI NO KAMI

Genre: Adventure( dengan sisipan Romance, Humor dan Family)

Disclaimer: Naruto bukan Punya saya tetapi milik Mr. Masashi Kishimoto

Rating : T

Pair : Naruto x Mikoto dan Minato x Kushina

Author : Uzumaki-Namikaze Elmas

Warning : gaje, OC, OOC, Typo(mungkin), dan masih banyak lagi.


Sebelumnya Di Chapter 6 : Penerus Tekad Api

.

" AMATERASU " Ucap seseorang yang beada di dalam hutan yang tengah terbakar. Api merah yang membakar hutan itu digantikan dengan api hitam yang membakar habis hutan buatan Naruto. Dan Terlihat Fugaku yang tengah memegang mata kirinya yang berlumuran darah. Api hitam itu kemudian dipadamkan oleh Fugaku. " Sekarang giliranmu.. Uchiha Naruto.. " Ucap Fugaku dengan seringaiannya. Kemudian ia membuka mata kirinya lagi dan berkata " AMATERASU " Api hitam muncul di depan Naruto tetapi Mata Naruto sudah berubah menjadi Ultimate Rinnegan. " SUSANO'O " Ucap Naruto dan Seketika itu juga Naruto dilapisi mahluk seperti Prajurit yang berwarna putih yaitu Susano'o sempurnanya. Susano'o Naruto mempunyai empat tangan tangan kirinya yang dibawah memegang cermin yata, tangan kanan yang dibawah membawa pedang Totsuka. Sedangkan sepasang tangan yang diatas tidak memegang apa- apa.

.

" It…itu.. SUSANO'O… " Ucap Ayah Mikoto dengan tergagap. " hanya Uchiha Madara yang mampu menguasainya.. " Lanjutnya. " Shinra Tensei " Ucap naruto mencoba menyingkirkan api hitam yang masih membara di badan Susano'o nya. Naruto menghilang meninggalkan kilatan merah dan Muncu di depan Fugaku. Fugaku yang kaget tidak sengaja melihat Ultimate Rinnegan Naruto dan terpengaruh oleh Genjutsu. " Lupakan tentang mataku…dan Kekuatanku… " Ucap Naruto kepada Fugaku yang berada dalam genjutsunya yang hanya dibalas anggukan oleh Fugaku. Walaupun Level Sharingan Fugaku sudah mecapai Mangekyou Sharingan tetapi ia tidak dapat mematahkan Genjutsu dari Naruto.

.

" Tsukyunomi " Ucap Naruto. " GGGWAAAHHH " Teriak Fugaku sedetik setelah Naruto mengucapkan kata itu. Fugaku langsung tergeletak dengan tatapan kosong.

.

*Naruto : The Next SHINOBI NO KAMI* Chapter 7 :

.

Muncul kepulan asap di depan Naruto. " Apa yang terjadi disini? Naruto – San. " Ucap Anbu bertopeng elang yang muncul dari kepulan asap.

" Hanya sparring saja.. " Ucap Naruto dengan sedikit senang.

' Apa Sparring? Tidak mungkin tempat ini sudah hancur berantakan.. ' Ucap Sang Anbu dalam hati dan mulai berkeringat dingin.

" Anda tidak apa – apa, Anbu – San? " Tanya Naruto yang khawatir dengan keadaan Anbu yang ada di depannya.

" Ah.. Tidak apa – apa naruto – san.. " Ucap Anbu itu yang merinding di balik topeng elangnya. " Lalu kenapa ada orang tergeletak disini? " Ucap Anbu itu yang melihat Fugaku yang tengah tergeletak.

" hehe… Itu yang terjadi.. " ucap Naruto dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

" Sebaiknya Anda membawanya ke Rumah Sakit Anbu –San.. " Ucap Naruto dengan menunjuk Fugaku yang berada di depannya.

" Baiklah, Naruto – San. saya pergi dulu… " Ucap Anbu itu sambil menggendong Fugaku. " Jaa… " ucap Anbu itu dan menghilang dengan Shunsin.

.

Naruto berjalan ke arah Mikoto, Minato, dan Orang tua Mikoto menunggunya. " Kau Hebat Sekali, kak.. " Puji Minato kepada kakak angkatnya. " Kau juga bisa lebih hebat dariku… " ucap naruto kepada Minato dan dibalas senyuman oleh Minato.

" Selamat akan kemenanganmu Naruto – San… " ucap Ayah Mikoto dan dibalas senyuman oleh Naruto.

" Hm.. Aku akan mengatur Pernikahanmu dengan Mikoto akan berlangsung 10 hari lagi.. " ucap Ayah Mikoto.

" Apa tidak terlalu cepat? " Tanya Naruto kepada Ayah Mikoto.

" Kurasa tidak, Dulu aku dan Istriku menikah di Usia 18 Tahun.. " Ucap Ayah Mikoto yang membuat Istrinya memerah karena Malu.

" ya terserah.. " ucap Naruto dengan pasrah.

" Sebaiknya sekarang kita pulang,.. " Ucap naruto kemudian ia merapal segel tangan. " Jikkukan : Hiraisin No Jutsu. " Ucap Naruto kemudian semua orang termasuk Minato menghilang meninggalkan kilatan merah.

.

Di Kediaman Ketua Klan.

.

" Saya rasa, saya dan Minato pulang sekarang,… " Ucap Naruto dengan memberi hormat kepada Tuan Rumah. " Ya.. " ucap Ayah Mikoto. Kemudian ia menghilang meninggalkan kilatan merah. ' Sepertinya dia sangat cocok untuk menggantikanku.. ' pikir ayah Mikoto dengan tersenyum sendiri.

.

Naruto dan Minato kembali ke rumah Minato. " Minato sekarang ganti Kimonomu dengan pakaian ninjamu.. " Ucap Naruto kepada Minato. " Memangnya kita mau kemana lagi? " Tanya Minato. " Kita akan pergi latihan.. " Ucap Naruto dengan santai. " ya, baiklah " Ucap Minato dengan nada yang tidak bersemangat.

" Apa kau tidak ingat pesan Hokage – Sama? Kita harus berlatih agar menjadi Ninja yang Hebat.. " ucap Naruto mencoba menyemangati adiknya.

" Baiklah ayo kita pergi.. "Ucap Minato dengan bersemangat.

" Hn… lama kelamaan kau ini seperti anak kecil, Minato… " Ledek Naruto pada Minato.

" Hn.. " Ucap Minato dengan dingin. " Hahaha… Aku hanya bercanda.. " Tawa Naruto mencoba mencairkan suasana.

" Sebaiknya kita pergi… " Lanjutnya setelah itu Naruto memegang Minato dan menghilang meninggalkan kilatan merah.

.

Naruto dan Minato kembali muncul di Training Ground.

" Sebaiknya kita memulai latihan bagaimana? " Ucap Naruto kepada Minato.

" Itu memang tujuan kita kan kak… " Ucap Minato dengan mulai mengeluarkan kunai Hiraisinnya. " Hei… Hei.. Hei.. Kita ini latihan… bukan sparring.. " Ucap Naruto dengan nada yang sedikit hm.. Takut.

" Hahaha… Kau takut padaku kak? " Tanya Minato dengan ejekannya.

" Bukan begitu, Sekarang ajari aku jurus itu.. " Ucap Naruto dengan menatap Minato lekat – lekat.

" KALAU BEGINI KAU YANG LATIHAN…. BUKAN AKU… " Ucap Minato dengan berteriak ke telingan Naruto. " hehehe… boleh kau ajarkan sekarang.. " Ucap Naruto kepada Minato dengan muka memelas. Minato hanya mengangguk – angguk tanda ia mengerti, Minato dengan mengambil sesuatu di saku celananya.

Minato mengambil buku yang berada di sakunya. " Rasengan adalah jurus originalku. Rasengan memerlukan kosentrasi dalam membent.. " " Langsung ke Praktek saja.. " Ucap Naruto memotong pembicaraan dari Minato.

" KAU INI BAGAIMANA, KAK? JURUS YANG DI AJARKAN HARUS MEMULAI DENGAN TERORINYA DULU… " Ucap Minato yang kembali berteriak di kuping Naruto.

" hah… Kau ini tahu, Aku paling malas kalau mendengarkan seseorang berbicara.. " Ucap Naruto kepada Minato dengan malasnya.

" baiklah sekarang kau coba pecahkan balon ini. Pecahkan balon ini menggunakan cakra.. " Ucap Minato kepada Naruto yang kembali bersemangat.

.

" Biarkan aku mempraktekan.. " ucap Minato. Kemudian Minato meletakan balon pada Telapak tangannya. Balon mulai bereaksi dan akhirnya meletus.

" Itu mudah.. " ucap Naruto dengan arrogantnya. Naruto mengikuti Minato dengan meletakan balon itu di telapak tangannya. Balon itu bergerak gerak tetepi hingga berapa lama tetapi belum juga meletus.

" Coba lebih Konsentrasi lagi kak… " Saran Minato. " Hn.. " ucap Naruto. Balon itu bergerak dengan ceoat dan akhirnya meletus. " Sudah kubilang itu mudah.. " Ucap Naruto menyombongkan diri. " Iya… Iya.. Kau ini Hebat kak… " Ucap Minato dengan tersenyum yang hanya dibalas anggukan oleh Naruto.

" Jadi setelah ini kau akan.. " " Jangan bilang bermain balon lagi… " Ucapan Minato terpotong oleh Naruto yang melihat balon karet yang dipegang Minato.

" Ya seperti itulah, Tetapi ini akan sedikit lebih sulit… " Ucap Minato. " Sesulit apapun aku akan tetap bisa… " ucap naruto.

.

" Pecahkan balon ini seperti tadi, kak.. " ucap Minato dengan memberikan balon karet yang baru ia tiup.

" Hn. " Kata Naruto. Naruto langsung melakukan apa yang diajarkan adiknya. Balon karet itu bergerak – gerak dengan cepat tetapi belum meletus juga.

" Coba kau tambahkan sedikit Cakramu.. " Ucap Minato memberikan saran pada Naruto. Naruto hanya mengangguk dengan saran dari adiknya. Balon karet itu mulai bergerak – gerak dengan sangat cepat dan…

" BUUUMM "

terjadi Ledakan kecil di Training Ground. " Uhuk…Uhukkk..Uhuk… " Surara batuk dari Minato dan Naruto karena debu yang berterbangan.

" Kubilang sedikit kak… " Ucap Minato dengan tampang kesal.

" Hahaha… gomen, sepertinya terbawa semangat… " ucap Naruto dengan menggaruk – garuk kepalanya yang tidak gatal.

" Sebaiknya kau ulang lagi… " ucap Minato dengan memberikan balon karet lagi. " Ini akan berhasil… " Ucap Naruto dengan bersemangat.

Naruto meletakan balon itu di tangan kanannya dan ia memandang serius ke balon karet itu. Balon karet itu mulai bergerak dengan cepat dan Akhirnya meletus. " Sudah kubilang ini mudah… " Ucap Naruto menyombongkan dirinya lagi..

.

" Sekarang tahap terakhir… " Ucap Mianto dengan membaca buku yang dari sakunya. " Cobalah buat rasengan di tanganmu kak! " Lanjut Minato.

" Aku akan menguasainya sekarang juga.. " Ucap Naruto sambil mengonsentrasikan cakra ditelapak tangannya.

" HYYYAAA…. RASENGAN.. " Ucap Naruto dengan bersemangat. Muncul Bola Spiral berwarna biru tetapi bola itu masih belum berbentuk bola yang sempurna. " Hahahahaha…. AKU BISA MENGUASAINYA KURANG DARI SATU HARI.. " Lanjut Naruto dengan sombongnya.

" Itu juga belum sempurna itu seperti Rasengan milikku.. " Ucap Minato. " ya, terserahlah.. " Ucap Naruto dengan sedikit kesal dengan adiknya. ' Bukannya menyemangati malah membuatku tidak bersemangat ' Pikir Naruto dengan tingkah Minato.

.

Time Skip 10 Hari setelah latihan….

.

" RASENGAN " Ucap Naruto dengan menghujamkan Bola Spiral pada pohon yang ada didekatnya. " HHYAAA.. " naruto semakin menekankan bola spiral itu pada pohon itu yang mengakibatkan muncul lobang yang menganga di pohon tersebut..

" huft…huft…huft…huft… Aku sudah menguasainya 7 hari yang lalu, sebaiknya aku memulai memyempurnakannya dengan cakra elemen… " Ucap Naruto dengan nafas yang memburu.

.

Naruto sekarang lebih memilih latihan di Hutan Kematian konoha seperti dulu. Bukan hanya alasan keamanan tetapi ia tidak mau ada orang lain lagi yang mengetahui kekuatannya. Naruto tidak teringat hari ini adalah hari yang berharga bagi hidupnya. Ia hanya mengingat berlatih – berlatih dan berlatih . Walaupun begitu Naruto dikenal dengan Jounin – Elit Konoha. Yang hanya mengambil misi Rank A atau S. Hubungannya dengan Mikoto juga semakin mesra, Dan Hubungannya dengan Keluarga Uchiha juga sangat akrab. Naruto sangat bangga dengan Minato karena dia diakui oleh Sandaime sebagai Ninja Rank SS. Karena 95 % misi yang dilakukan Minato berhasil, Misi itu juga bukan sembarang misi tetapi hampir semuanya Rank S.

.

" Sepertinya aku lupa sesuatu… " Naruto pada dirinya sendiri. Muncul kilatan kuning didepan Naruto. Siapa lagi kalau bukan Minato Namikaze. Minato sekarang berpakaian dengan sangat sopan seperti ingin menghadiri sesuatu event yang penting.

" Kenapa Kau berpakaian seperti itu? " Tanya Naruto pada Minato yang melihat dengan pandangan aneh pakaian yang dikenakan Minato.

" Apa aku tidak ingat hari ini? " Tanya Minato melihat ke Naruto dengan pandangan yang sulit diartikan.

" Sial, Sepertinya Aku terlambat ya? " Tanya Naruto pada Minato yang sekarang sudah ingat.

" Ya, hampir… " ucap Minato dengan sedikit kesal pada kakakknya. " sebaiknya kita kembali kerumah sekarang… " Lanjut Minato. Naruto hanya mengangguk pertanda mengiyakan yang dikatakan adiknya. Minato langsung memegang tangan pundak Naruto dan menghilang meninggalkan kilatan kuning.

.

Naruto muncul lagi di rumahnya yang baru ia bangun beberapa hari lalu dengan jutsu Mokutonnya. Yang berada di sebelah kompleks Uchiha. " Sebaiknya kau cepat mengganti pakaianmu kak… " Ucap Minato kemudian Ia duduk di Sofa. " Aku juga akan menunggu disini.. " Lanjutnya.

" Ya, Terserah.. " Ucap Naruto tidak dapat berkata apa – apa lagi.

.

5 menit kemdian…

.

Naruto keluar dari kamar lenkap dengan pakaian seperti mempelai laki – laki. Dengan jas hitam dan celana panjang hitam yang sangat menambahkan dirinya seperti pengantin. " Bisa kita berangkat? " Tanya Naruto pada Minato yang tertidur di sofa. " Ahh… ya " Ucap Minato dengan menguap.

Naruto dan Minato menghilang meninggalkan kilatan berwarna merah. Dan ia muncul lagi di sebuah rumah mewah di komplek Uchiha Yaitu di Kediaman Mikoto Uchiha. " Sebaiknya kita masuk sekarang… " Ucap Minato pada Naruto yang sedang memegang gagang pintu dan Hanya dibalas anggukan oleh Naruto.

Minato mulai membuka pintunya dan sekarang terlihat banyaknya tamu undangan yang ada di dalam rumah yang sangat besar itu. " Akhirnya mempelai prianya sudah datang… " Ucap Ayah Mikoto Uchiha menyambut kedatangan Naruto dan Minato.

" Gomen paman, Aku hampir lupa hari ini karena ke asyikan berlatih.. " Ucap Naruto dengan menggaruk – garuk kepalanya yang tidak gatal.

" Hahaha… Kau ini akan menjadi Menantuku. Jadi cobalah memanggilku Tou – San… " Tawar Ayah Mikoto dengan tersenyum.

" Ah, Iya pama… Eh.. Tou – San.. " Ucap Naruto.

" Acaranya akan segera dimulai segera kau menempatkan dirimu, Naruto… " Ucap Ayah Mikoto.

.

Waktu bejalan dengan cepat. Sekarang saatnya saatnya pengucapan janji pernikahan Dan mempelai Wanita belum juga terlihat.

' Dimana Mikoto – Chan? ' Tanya Naruto dalam hati. Muncul langkah kaki di sebuah kesunyian sebuah pernikahan, Otomais semua pandangan melihat asal lngkah kaki itu yang berasal dari sebuah pintu. Pintu itu mulai terbuka dan terlihat seorang Gadis yang dengan gaun pernikahan yang sangat indah jika dilihat.

Gadis itu melangkah menuju sebelah Naruto. Naruto sempat berfikir ' Apa itu Mikoto – Chan? ' Tanya Naruto dalam Hati. Benar saja gadis itu langsung berdiri disebelah Naruto.

" Mikoto – Chan apa itu kau? " Tanya Minto berbisik pada gadis yang ada di dekatnya. gadis itu hanya mengangguk dengan apa yang Naruto katakan. Naruto hanya tersenyum atas anggukan gadis yang berada di sebelahnya, Karena wajah gadis itu tertutupi.

" Karena mempelai pria dan wanita sudah berada disini… Kita akan memulai… " Ucap seseorang yang akan menikah kan kedua pasangan itu.

" Mikoto Uchiha, Apa anda bersedia menjadi Istri Naruto Uchiha? " Tanya Orang itu pada Mikoto.

" Ya.. " jawab Mikoto dengan tegas.

" Naruto Uchiha, Apa anda bersedia menjadi suami Mikoto Uchiha? " Tanya Orang itu pada Naruto.

" Ya.. " jawab Naruto dengan tegas.

" Dengan ini aku mempersatukan kalian sebagai Suami dan Istri…" Lanjut Orang itu.

.

Naruto bersiap akan memasangkan cincin pernikahannya bersamaan dengan Mikoto yang juga akan memasangkan cincin itu bersama. Dan kedua cincin itu masuk di jari manis masing – masing Naruto dan Mikoto. Muncul kepulan asap di depan Naruto dan Mikoto yang membuat semua orang kaget. Muncul seseorang Anbu yang pengawal Hokage.

.

" Naruto – San gomen, mengganggu anda! Keadaan Konoha sedang kacau! Anda dan Minato – San diharap datang pada rapat sekarang juga! " Ucap Anbu itu panjang lebar.

" Sepertinya ini sangat mendesak. Baiklah aku datang pada rapat tetapi tunggu acara ini selesai… " Ucap Naruto dengan muka yang dekikit khawatir

" Baiklah kalau begitu saya pergi dulu… " Ucap Anbu itu kemudian ia menghilang dengan shunsin.

" Kita bisa lanjutkan acaranya… " Ucap Naruto. Kemudian ia melanjutkan acara pernikahannya.

.

Time Skip 1 jam kemudian…

.

Akhirnya acara sudah selesai dan NaruMiko resmi menjadi keluarga baru. Tetapi ada satu hal yang membuat Naruto heran mengenai kedatangan Anbu yang datang seakan membawa berita buruk. Naruto dan Minato langsung menuju ke rapat setelah selesai acara pernikahan.

" Sepertinya ini keadaan gawat kak... " Ucap Minato kepada Naruto.

" Ya ,semoga tidak terjadi apa – apa… " Ucap Naruto yang sedang meloncati rumah ke rumah. Naruto dan Minato sudah sampai di depan pintu rapat.

Naruto dan Minato langsung masuk ke ruangan rapat. Dan terlihat Hokage, Homura, Koharu dan Danzo. Dan semua Perwakilan Klan – Klan Konoha, seperti Hyuga, Uchiha, Inuzuka, Nara, Yamanaka ,dan Akimichi. Naruto dan Minato langsung duduk di dua bangku kosong di sebelah Leader Klan Hyuga dan Nara.

" Karena Naruto – Kun dan Minato – Kun sudah datang kami akan memulai rapat ini… " Ucap Sandaime Hokage a.k.a. Hiruzen Sarutobi. " Dengan ini aku nyatakan rapat ini dimulai… " Lanjut Hiruzen membuka rapat.

" Apa benar kau membantai Shinobi Kumo – Iwa – Kiri saat mereka menyerang Uzushiogakure? " Tanya perwakilan Klan Nara a.k.a Shikaku Nara yang diberi kepercayaan oleh ayahnya untuk mewakili Klan Nara.

" Kami hanya menyadarkan mereka… " Ucap Minato kemudian dibalas Anggukan oleh Naruto.

" Lantas kenapa Kumo – Iwa – Kiri menyatakan perang pada Konoha? " Sekarang giliran Danzo yang berbicara dengan serius

" Munkin 5 hari lagi Konoha akan diserang oleh 3 Desa Ninja besar sekaligus.. " Ucap Koharu dengan muka tidak kalah seriusnya dengan Danzo.

" Ini hanya kesalah pahaman semata… " Ucap Naruto yang dengan nada yang tegas.

" Lantas apa yang harus kita lakukan? Uzushiogakure merupakan teman baik Konoha" Tanya Hokage pada semua orang yang mengikuti rapat.

" Kita harus menyerahkan mereka pada Kumo – Iwa – Kiri! " Kata perwakilan dari Klan Hyuga.

" Tidak bisa, mereka adalah asset terbaik Konoha… " Ucap Danzo dengan membela NaruMina.

" jadi kita akan berperang besok… " Ucap Homura mencoba menyimpulkan.

" Tidak, konoha tidak akan terlibat dalam peperangan… " Ucap Naruto dengan nada yang tegas. " Biarkan Aku dan Minato yang akan menyadarkan mereka sekali lagi… " Lanjut Naruto dengan tidak ada keraguan dalam kata – katanya.

Semua menjadi gaduh saat Naruto mengucapkan kalimatnya. " Diam… " Ucap Hokage dan membuat semua orang di rapat menjadi diam.

" Apa kau yakin dengan apa yang kau katakan Naruto? " Tanya Hiruzen pada Naruto.

" Sangat yakin, Hokage – Sama… " Ucap Naruto dengan penuh percaya diri.

" Sudah diputuskan, Naruto dan Minato yang akan melawan mereka… " Ucap Hiruzen dengan wibawa. Semua gaduh mendengar kata demi kata yang dilontarkan Hokage mereka.

" Apa yang bisa dilakukan bocah seperti mereka! " Ucap perwakilan Hyuga dengan nada yang menghina. Semua orang yang ada disitu hanya mengangguk – angguk seakan setuju.

" Sudah kuputuskan… Naruto dan Minato akan melawan mereka… " ucap Hokage dengan penuh wibawa. " Dengan ini rapat aku nyatakan ditutup… " Lanjut Hokage dengan mengetuk palu pada meja.

Semua orang disitu kembali kerumah masing – masing. Sekarang hanya ada Hokage, Naruto, dan Minato. " Kukira Raikage sudah sadar dengan yang ia lakukan… " Ucap Minato dengan nada yang sedikit lemas.

" Sebaiknya kita pulang untuk besok, Minato… " Kata Naruto dengan datar tidak menampakan ekspresi senang maupun sedih.

" Tunggu… " Ucap Hokage kepada NaruMina yang akan pergi menggunakan Hiraisin.

" Tekad Api konoha akan selalu menyertai kalian … " Ucap Hiruzen dengan tersenyum tulus ke arah Naruto dan Minato. Kata – kata Hokage bagaikan api yang membakar dedaunan kering, Dedaunan kering yang dibakar adalah semangat. Naruto dan Minato berbalik menghadap ke Hiruzen.

" Kami akan melakukan apapun demi kedamaian… " Ucap Naruto dengan tersenyum tulus ke Hokage dan dibalas anggukan Oleh Hokage.

Naruto dan Minato langsung menghilang kerumah masing – masing bersiap untuk petempuran 5 hari lagi.

.

Di Konohagakure No Sato, Rumah Naruto…

.

Naruto mucul didepan rumahnya bersiap untuk membuka pintu. " Tadaima… " Ucap Naruto yang telah masuk rumah, tidak ada jawaban.

" Okaeri… " Ucap seseorang dari dalam.

" Siapa? " Tanya Naruto tidak seperti biasanya ada yang menjawab salamnya.

" Ini aku… Naruto – Kun… " Ucap seseorang yang tersengar seperti suara seseorang. Langkah kaki yang terdengar dan akhirnya terlihat wajah yang sangat tidak asing bagi Naruto.

" Mikoto – Chan ? Kenapa kau berada disini? bukannya ini sudah sore.. Lebih baik kau pulang kerumahmu! " Ucap Naruto panjang lebar kepada Mikoto.

" Masalah apa yang terjadi? Hingga kau lupa seperti ini? " Tanya Mikoto berbalik bertanya pada Naruto.

" Ah.. Kenapa pikiranku jadi kacau begini? " Ucap Naruto dengan menepuk dahinya.

" Apa kau tidak papa, Naruto – Kun? " Tanya Mikoto khawatir dengan suaminya.

" Aku tidak papa. Hanya sedikit pusing… " Ucap Naruto dengan memegangi kepalanya.

" Sebaiknya kau duduk Naruto – Kun… " Ucap Naruto mempersilahkan Naruto untuk duduk.

" Memang masalah apa yang menimpa kita Naruto – Kun? " Tanya Mikoto pada Naruto yang sudah tidak memegangi kepalanya.

" Bukan masalah kita, tetapi Konoha yang disebabkan olehku… " Ucap Naruto menjelaskan pada Istrinya.

" Apa yang terjadi? " Tanya Mikoto dengan nada khawatir.

" 5 hari lagi, Kumo – Iwa – Kiri akan menyerang konoha.. Dan itu semua salahku! " Ucap Naruto merasa sangat bersalah. Mikoto hanya terdiam mengerti perkataan Naruto belum selesai." Tapi tenang saja aku dan Minato akan mati – matian melindungi Konoha… " Lanjutnya.

" Hanya kalian berdua..? " Tanya Mikoto dengan ekspresi kaget.

" Ya, karena Kami tidak ingin ada korban dari Konoha. " Ucap Naruto dengan wajah sangat meyakinkan.

" Kalau begitu izinkan aku bertempur bersamamu Naruto – Kun.. " Tawar Mikoto kepada Naruto untuk bertempur dengannya.

" Sudah kubilang… Aku tidak ingin ada Korban dari Konoha. Dan Kau adalah Ninja Konoha.. " Ucap Naruto mencoba meyakinkan Mikoto.

" Lalu kenapa Minato – Kun ikut…? " Tanya Mikoto sesikit bingung mengapa Minato ikut bersama Naruto di medan Perang.

" Sebenarnya masalahnya berawal dari kami… " Ucap Naruto. " Kami yang menyebabkan ini terjadi… " Lanjutnya.

" Kalau begitu aku hanya dapat mendoakanmu dan Minato – Kun ! " Ucap Mikoto yang pasrah.

" Arigatou Mikoto – Chan… " Ucap Naruto kemudian Naruto memeluk dengan lembut istrinya.

.

Time Skip 5 hari Kemudian, Keesokan Harinya….

.

Naruto sekarang tengah berdiri di batang pohon. Pohon sangat tinggi yang ia buat dengan jutsu mokutonnya untuk memantau. Naruto sekarang sudah siap untuk pertempuran, Naruto memakai pakaian Joninnya dengan dilapisi Jubah merah yang terdapat jilatan api putih. Muncul kilatan kuning di dekat Naruto…

" Mereka tinggal beberapa Kilometer lagi, kak… " Ucap Minato dengan nafas tersenggal – senggal kepada Minato yang hanya dibalas anggukan oleh Naruto.

" Berapa kekuatan mereka? " Tanya Naruto pada Minato yang bertugas memantau jarak dekat.

" 2 kali lipat dari serangan ke Uzushiogakure… " Ucap Minato dengan nafas yang masih belum bisa diatur.

" Mereka benar – benar ingin menghancurkan konoha… " Ucap Naruto dengan fose berfikir. " Kau urus pasukannya… aku akan urus Kage – nya… " Lanjut Naruto kepada Minato. " Tapi ingat… Jangan bunuh mereka, buat saja pingsan… " Lanjutnya lagi dengan mengingatkan Minato.. Minato hanya mengangguk atas penjelasan dari kakaknya.

" Apa ada Strategy lain…? " Tanya Minato pada Naruto. Naruto menengok ke arah Minato.

" DUUUAAAKKK "

Sebuah jitakan sukses dijatuhkan di kepala Namikaze Naruto. " Kita ini bertempur bukan berperang… " Ucap Naruto dengan seringai jahatnya. " Bertempur itu per orangan yang bertarung. Berperang itu Ratusan bahkan Ribuan orang yang bertarung. Pastinya kau sudah tau itu! " Lanjut Naruto.

" Kita ini sedang bertempur jadi jangan bercanda.. " Ucap Minato dengan menatap Naruto lekat – lekat walaupun masih memegang bekas jitakan Naruto. Naruto hanya mengangguk mengerti karena ia melihat ratusan orang sudah mulai terlihat dari pohon yang ia buat. Dan ribuan orang berikat kepala Alianshi Kumo – Iwa – Kiri yang sekarang sudah terlihat jelas di mata mereka.

.

Naruto dan Minato sedang berdiri di cabang pohon raksasa buatan Naruto. " Aku akan buat beberapa Kage Bunshin Untuk membantumu… " Ucap Naruto dengan merapal segel tangan. " Tajuu Kagebunshin No Jutsu " Muncul lima bunshin Naruto. " Aku akan selalu melindungimu… " Lanjutnya.

Minato hanya tersenyum akan tawaran dari Naruto. " Aku juga akan membuat ratusan bunshin untuk menahan mereka agar tidak jadi menghancurkan Konoha… " Ucap Minato dan ia merapal segel tangan yang sama dengan Naruto. " Kagebunshin No Jutsu " Ucap Minato dan muncul sekitar 100 Minato di tempat itu.

" Aku akan melumpuhkan Senjata beratnya dulu kak… " Ucap Minato yang asli.

" Semua bersiap… " Ucap Minato pada semua bunshinnya.

" Mulai….. " Lanjutnya. Minato dan semua bunshinya melemparkan Kunai Hiraisin ke arah Barisan lawan. Minato dan Semua bunshinnya menghilang meninggalkan kilatan kuning.

" Kalian juga harus membantunya… " Ucap Naruto kepada kelima Kage Bunshinnya. Dan Hanya dibalas anggukan oleh Bunshinnya. Bunshin Naruto menghilang meninggalkan Kilatan merah.

.

Shinobi POV

.

" Awas… " Teriak salah satu Shinobi di barisanya.

Secara Refleks semua Shinobi disitu menghindari puluhan kunai yang menghujam ke arah barisan. " Itu Kunai Yellow Flash… Jangan dekati… " Kata Shinobi tadi nampaknya sudah mengetahui tentang Hiraisin Minato.

' Aku tidak akan terbunuh seperti temanku… ' batin Shinobi tadi dengan menatap Kunai itu dengan serius.

" BUUAAK "

Shinobi tadi tergeletak seketika. Rasa takut Shinobi disana sudah mulai muncul dengan tergeletaknya pimpinan mereka. " Tadi aku melihat Kilat merah… " Ucap salah satu Shinobi yang melihat kejadian sebelum pimpinan mereka tergeletak. " Mungkin…. RED FLASH.. " Lanjut Shinobi tadi dengan lirih pada kata ' RED FLASH 'karena nyalinya sudah menciut.

.

SHINOBI POV OFF

.

' Kita pasti akan mati… ' pikir salah satu Shinobi Aliashi. Satu per – satu Shinobi tergeletak, Tidak mati. Mereka hanya pingsan.

" Satu barikade sudah kita atasi… " Ucap Bunshin Minato dengan tersenyum puas. " Aku akan mengikat mereka.. " Ucap Bunshin Naruto dengan mengalirkan cakranya pada Tanah. Semua Shinobi Alianshi yang berada di situ diikat dengan akar yang muncul dari dalam tanah.

With Naruto…

Naruto muncul di sebuah Camp yang berlambangkan Alianshi Kumo – Iwa – Kiri. " Seperti biasa… " ucap Naruto memulai langkah kakimya masuk ke dalam Camp. " Mereka terlalu meremehkanku… " Lanjut Naruto sedang berjalan memasuki Camp.

" Katon : Ryuka No Jutsu " Ucap Shinobi pengguna Katon…

" Doton : Doryuudan No Jutsu. " Ucap Shinobi pengguna Doton…

" Suiton : Suiryuudan No Jutsu. " Ucap Shinobi pengguna Suiton…

Ada tiga Shinobi yang datang dan menyerang Naruto. Muncul tiga Naga Element yang siap menerkam apapun di depannya. Naruto hanya tersenyum karena dugaanya salah masih ada Shinobi di Camp ini. Atau Naruto sudah dijebak oleh Shinobi Alianshi.

" Mokuton : Mokujuheki " Naruto membentuk sebuah Kubah yang melindunginya dari amukan Naga ber element Api, Tanah, dan Air.

" DDUUUAAARR "

Ledakan besar terjadi akibat jutsu yang berbenturan yang membuat asap mengepul sangat tinggi. Asap sudah menghilang, sekarang terlihat Naruto yang sudah siap melakukan sebuah jutsu.

" Suiton : Hahonryu no jutsu " Ucap Naruto menciptakan air yang berputar spiral di telapak tangan dan ia menembakan jutsu itu dengan kecepatan tinggi ke arah Shinobi pengguna Suiton.

Pengguna Doton yang berada di sebelah Shinobi pengguna Suiton tidak tinggal diam ia merapal Segel tangan. " Doton : Doryuheki " Muncul benteng tanah untuk melindungi mereka dari serangan Naruto.

" Kalian tidak akan bisa berlindung dariku… " Ucap Naruto dengan seringainya. Jutsu Naruto berusaha membelah dua benteng tanah Shinobi itu tetapi hanya membuat goresan yang cukup dalam.

" tembokmu itu akan merasakan jutsu baruku… " Ucap Naruto dengan melihat ke arah tangan kanannya yang terdapat bola Spiral yang berputar dengan cepatnya, bola yang berwarna biru. Naruto menghilang meninggalkan kilatan Merah dan muncul lagi di depan tembok yang tadi dibuat Shinobi tadi.

" RASENGAN…. " Ucap Naruto sambil menghujamkan bola Spiral yang bernama Rasengan itu pada tembok tanah yang dibuat oleh Shinobi musuh. Muncul Retakan – Retakan kecil yang kelama – lamaan menjadi retakan besar yang menghancurkan tembok tanah itu. Naruto terus mendorong Rasengannya, Tinggal berapa centi Rasengan Naruto menyentuh Shinobi musuh Naruto menghilang meninggalkan kilatan merah.

' Kemana dia? Kenapa dia tidak membunuhku? ' batin Shinobi musuh pengguna Doton dan Suiton yang hampir terbunuh oleh Naruto.

" Disini… " Ucap Naruto muncul di belakang mereka sambil memukul tengkuk kedua Shinobi musuh itu. Kedua Shinobi itu langsung tergeletak tidak sadarkan diri…

Naruto menengok ke arah Shinobi pengguna Katon yang sedang bengong melihat kedua temannya dikalahkan dengan mudah. " Sekarang giliranmu… " Ucap Naruto dengan tatapan datar.

" Katon : Endan "

Naruto dikagetkan dengan seseorang yang menyebutkan nama jutsu dibelakangnya. Naruto langsung menengok ke belakang dan terlihat Shinobi pengguna Katon atau tepatnya Bunshin Shinobi pengguna Katon menghilang . Peluru – peluru api dengan cepat melesat ke arah Naruto.

Naruto tidak tinggal diam dengan peluru api yang mengarah padanya. Naruto hanya merepal satu segel tangan dan mengucapkan

" Suiton : Suijinheki "

Muncul tembok air yang terbentuk dari ketiadaan. Peluru api membentur tembok air mengakibatkan asap tebal mengepul. Asap berlahan menghilang dan sekarang terlihat Naruto yang sudah siap mengeluarkan jutsunya.

" Mokuton : Shodai no Idenshi "

Naruto menghentakan kakinya ke tanah dan dalam sekejap muncul dua balok besar yang akan menggencet tubuh Shinobi pengguna Katon. Shinobi itu yang melihat balok kayu besar yang akan menggempitnya dengan sigap ia meloncat menghindari balok kayu yang besar itu.

Ternyata itu pilihan yang salah, Naruto langsung menghilang meninggalkan kilatan merah dan muncul di belakang Shinobi itu. " Kau adalah orang pertama yang beruntung dapat merasakan sedikit Jutsu baruku… " bisik Naruto pada Shinobi pengguna katon. Shinobi itu mulai berkeringat dingin

' Apa yang ingin dia lakukan? ' Tanya Shinobi itu dalam hati.

Naruto mengayunkan tangannya dalam sekejap terbentuk bola Spiral berwarna biru dan Naruto sedikit mengantamkan bola Spiral ke perut Shinobi itu. " RASENGAN…. " Ucap Naruto. Shinobi itu terlempar ke tanah karena sedikit bersenggolan dengan rasengan.

Naruto menapakan dirinya di tanah. ' Kuharap dia masih hidup ' batin Naruto dengan melihat Shinobi yang ia hantam menggunakan Rasengan

" PROOK… PROOK… PROOK… PROOK… "

Suara tepuk tangan entah dari siapa. Naruto menengok datangnya suara tepuk tangan itu. Dan terlihat Mizukage yang tengah bertepuk tangan dan disamping kanan dan kirinya terdapat Raikage dan Tuschikage. Mizukage memandangi Naruto dengan tatapan membenci.

" Kau hebat, Dapat mengalahkan pengawal kami dengan mudah… " Puji Mizukage dengan memandangi Naruto dengan tatapan sangat ingin membunuh. Naruto sempat mengangkat alisnya dengan perkataan Mizukage.

" Kenapa kau ingin menghancurkan Konoha? " Tanya Naruto pada Mizukage. " Kau tahu ini semua… KARENA KAU…. " Gentak Mizukage dengan mulai merapal segel tangan.

" Suiton : Suika No jutsu"

Mizukage menembakan Bola air yang berasal dari mulutnya. Naruto hanya mendecih tidak suka dengan yang Mizukage lakukan. " Huh… Coba berfikir lebih jernih… Mizukage… " Ucap Naruto berusaha menyadarkan Mizukage.

Naruto hanya bisa menghindari serangan yang sangat dekat itu dengan Hiraisinnya. " Raikage….. Tuschikage….. Kenapa Kalian tidak menyadarkannya? " Tanya Naruto kepada Raikage dan Tuschikage yang sedari tadi memilih diam.

Tidak ada jawaban…

" Bisakah kau tunjukan kemampuanmu… Red Flash… " Ucap Mizukage dengan mengeluarkan seringai liciknya. Mizukage dengan cepat meluncurkan tendangan yang sangat cepat mengarah pada Naruto. Karena Naruto terlalu focus dengan pembicaraannya, Naruto terlempar dengan Tendangan Mizukage.

Naruto langsung terlempar, tetapi ia dapat mendarat dengan sempurna karena menggunakan Hiraisinnya. " MIZUKAGE….. Sadarlah jika tidak.. " " Jika tidak… apa yang kau lakukan? " potong Mizukage dengan nada yang sangat mengejek.

" Aku yang akan menyadarkanmu dengan kekerasan… " Ucap Naruto dengan dingin.

Terlihat seringaian di mulut Mizukage. " Hahaha… Coba Hadapi Nerakamu ini Red Flash… " Ucap Mizukage mulai merapal segel tangan.

" Suiton : " Ucap Mizukage menyemburkan air yang berubah menjadi 3 Naga air yang dengan cepat mengarah pada Naruto.

Naruto kembali merapal segel tangan. " Doton : Doryuheki " Ucap Naruto sambil menghentakan tangannya ke tanah, 3 Naga air itu melesat dengan cepat ke tembok Naruto.

" BBBLLLAAARRR "

1 dari Naga api itu menabrak tembok sekaligus menghancurkan benteng tanah Naruto . Naruto sempat kaget dengan kekuatan Jutsu Mizukage. Naruto menyalurkan cakranya ke tanah dan muncul pohon yang mengangkat tubuhnya ke atas menghindar dari 2 Naga air yang berhasil menembus benteng tanahnya.

" Cobalah berfikir… MIZUKAGE… " Ucap Naruto yang masih melayang di udara. Kepalan tangan Naruto dilapisi Cakra biru.

" Kuharap Kau akan sadar… " Ucap Naruto. Kemudian Naruto melesat dengan cepat pada Mizukage.

Mizukage yang merasakan Bahaya melonpat ke belakang untuk menghindari pukulan Naruto. Naruto melesat dengan cepat ke tanah dan…

" BUUMM "

Ledakan terjadi, Debu – debu berterbangan menghalangi pandangan Mizukage. Hingga beberapa detik pandangannya akhirnya terlihat. Akar – Akar yang tajam tumbuh di tempat jatuhnya Naruto. ' Bagaimana jika aku terkena? Untung aku tidak terkena jutsu itu… ' pikir Mizukage.

" NAAARRUUTTOO… berkonsentrasilah… " Ucap seseorang entah dari mana. Naruto menuruti ucapan yang seseorang yang belum ia ketahui dengan berkonsentrasi.

MINDSCAPE NARUTO…

" Naruto… bukalah matamu… " Ucap Seseorang yang Nampak tidak asing untuk Naruto. Naruto membuka matanya, dan terlihat ruangan yang semuanya berwarna putih.

' Sepertinya aku terdampar di Dimensi Hiraisin.. ' pikir Naruto.

" Jangan berfikiran bodoh seperti itu… " Ucap Seseorang yang tidak asing oleh Naruto. " Suara itu… " Ucap Naruto dengan sedikit kaget.

" Hagoromo – Sensei… " Ucap Naruto dengan lirih.

" Jadi untuk apa sensei kemari? " Lanjut Naruto dengan bertanya kepada senseinya. " Kau ini masih sama… hahaha…" Ucap Hagoromo dengan tertawa mencoba mencairkan suasana.

" Aku kesini akan menjelaskan tentang masalah yang kau hadapi sekarang.. " Ucap Hagoromo merubah muka senangnya dengan serius.

" Ini yang aku maksud tentang Kebencian… Kebencian dapat merubah rusa menjadi singa.. " Lanjut Hagoromo.

" Apa Maksudmu sensei? " Tanya Naruto sedikit tidak mengerti pa yang senseinya katakan.

" Dimana otakmu itu Naruto.. " Ucap Hagoromo dengan meledek Naruto.

" Seseorang yang mempunyai Kebencian didalam hatinya akan merubah dirinya yang asli… " Ucap Hagoromo mengeluarkan penjelasannya. Naruto hanya angguk – angguk mengerti.

" Jadi… Kau sudah tahu apa yang akan kau lakukan.. " Ucap Hagoromo pada Naruto yang tengah tersenyum sendiri.

" Untuk menyadarkan orang yang terpengaruh Kebencian… Tidak bisa menghadapinya dengan Kekerasan… " jawab Naruto. Hagoromo hanya tersenyum dengan jawaban Naruto.

Tubuh Hagoromo mulai memudar… " Suatu saat kau akan dapat menerima kekuatanku… " Ucap Hagoromo Pada Naruto. Dan Tubuh Hagoromo menghilang ditiup angin.

" Aku harus kembali… " Ucap Naruto dengan menutup matanya.

.

REAL WORLD…..

.

Naruto membuka matanya dan sekarang ia melihat Mizukage dan menyeringai " Akan kuhapuskan Kebencian dalam dirimu… MIZUKAGE… " Ucap Naruto lirih.

" Apa kau sudah sadar, Mizukage? " Tanya Naruto dengan menatap Mizukage. " Kalau begitu… " Lanjut Naruto dengan merapal segel tangan " Kokuangyo No Jutsu " Ucap Naruto.

.

Mizukage POV.

.

Aku menatap Red Flash mencoba mengetahui Jutsu apa yang ia lakukan. Tetapi sekarang pandanganku hanya gelap ,kegelapan yang datang padaku. Aku bagaikan seseorang yang tidak dapat melihat.

" Dimana aku? " Tanyaku dalam kegelapan yang tiba – tiba datang kepadaku.

" Kau sekarang berada dalam genggamanku Mizukage… " Ucap Seseorang entah siapa yang berasal dari kegelapan.

" Siapa Kau? " Tanyaku lagi kepada suara yang menjawab pertanyaanku.

" Aku hanya seseorang yang benar… " Suara orang yang tidak diketahui.

" Kenapa kau menyerang Konoha? " Tanya Suara misterius.

" Karena aku ingin membunuh RED FLASH dan YELLOW FLASH… " Jawabku dengan tatapan dendam.

" Lalu kenapa kau ingin membunuh mereka? " Tanya Suara misterius itu lagi.

" Karena mereka yang telah menjatuhkan harga diri Kirigakure, Atas dukungan dari rakyatku aku akan membunuhnya… " Jawabku dengan pasti

" Apa kau tahu awal permasalahan ini dari mana? " Tanya Suara Misterius. Aku sempat bingung saat Suara itu menanyakan pertanyaan itu. " Permasalahan ini berasal dari kesalahnmu sendiri… " Lanjut Suara Misterius itu.

" Apa Maksudmu? " Tanyaku tidak mengerti apa yang ia bicarakan.

" Coba pikirkan alasanmu menyerang Uzushiogakure? " Tanya Suara misterius itu. Aku sempat diam, karena alasanku menyerang Uzushio hanyalah sepele, yaitu Iri.

" Apa Maksudmu ? " Tanyaku.

" Maksudku.. Kau pasti sudah tahu maksudku adalah menyadarkanmu.. " Jawab suara Misterius itu. Aku sudah tahu maksud suara misterius itu, namun aku mengerti tentang semuanya bahwa jangan mementingkan kepentingan Kiri sendiri. Masih banyak desa ninja yang lain.

" Aku mengerti apa yang kau katakan.. " Ucapku. Tiba – tiba Kegelapan yang menyelimutiku mulai menghilang, mulai menampakan cahaya yang sangat menyilaukan dan setelah beberapa saat aku melihat Naruto yang tengah berdiri di dekatku.

.

Mizukage POV OFF

.

" Apa kau tetap ingin menghancurkan Konoha, Mizukage? " Tanya Naruto yang disebelah Mizukage.

" Sepertinya aku akan berubah pikiran… " Ucap Mizukage dengan tersenyum ke arah Naruto.

" Apa si kuning itu sudah menghancurkan pasukanku ? " Tanya Raikage dengan wajah marah memandang ke Naruto.

" Tenang saja, pasukanmu pasti baik – baik saja… " Ucap Naruto dengan tersenyum ke arah Ketiga kage yang ada di depannya.

" Dan untukmu Tuschikage, Oonoki mungkin kita akan bertemu di medan perang yang sesungguhnya… " Lanjut Naruto dengan mengeluarkan seringainya.

" Sepertinya masalahnya sudah selesai.. " Ucap Raikage dengan meghela nafas. " Mizukage- dono, sudah kubilang ini hanya kesalah pahaman… " Lanjut Raikage…

" Kita harus kembali ke Desa masing – masing… " Ucap Raikage dan dijawab dengan anggukan oleh kedua kage yang berada disana. Raikage, Tuschikage, dan Mizukage menghilang meninggalkan kepulan asap.

" Akhirnya selesai juga… " Ucap Naruto. Kemudian ia menghilang meninggalkan kilatan merah…

.

With Minato.

.

Muncul Kilatan merah di depan Minato. " Masalahnya sudah selesai… " Ucap Naruto kepada Bunshinnya yang berada di sana. Akar – akar yang mengikat Shinobi Alianshi berlahan masuk kembali ke dalam tanah.

" Kita akan Kembali ke Konoha, Kak… " Ucap Minato dengan tersenyum puas.

" Ya Kembali…. Tetapi sebentar lagi Konoha akan terlibat dalam Perang Besar Dunia Shinobi Ke 3… " Ucap Naruto dengan nada yang sedikit Khawatir.

" APA…? Dari mana kau tahu kak? " Tanya Minato kaget dengan apa yang Naruto katakan.

" Itu hanya prediksiku… " Ucap Naruto bohong. Sebenarnya dia sudah diberitahu segalanya tentang Perang Dunia, Kematian Mikoto, Kushina, Minato, dll.

" Sebaiknya kita pergi ke konoha… Mungkin sekarang konoha sedang kacau… " Ucap Naruto mengajak Minato kembali Ke Konoha untuk mengendalikan situasi disana.

" Ayo… " Naruto langsung memegang Minato dan menghilang menggunakan kilatan merah.

.

Di Konohagakure…

.

Naruto muncul di depan Barisan Shinobi Konoha yang akan berperang melindungi Desanya. Shinobi Konoha hanya menyambut kedatangan Naruto dan Minato dalam diam.

" Bagaimana situasi disana? " Tanya seseorang Jounin yang sepertinya pemimpin disitu. Muncul seseorang anak berambut perak yang datang dengan dua temannya yang satu seorang wanita dan yang satu lagi seorang laki – laki.

" Benar bagaimana keadaan diluar sana Sensei? " Tanya anak berambut perak yang rambutnya seakan – akan melawan Gravitasi a.k.a. Kakashi hatake. Minato hanya tersenyum dengan mengacak acak Rambut kakashi.

" Lama kita tidak bertemu… " Ucap Minato dengan tersenyum memandang ke Kakashi. Dua orang lagi datang menghadap ke Minato.

" Kau tidak lupa dengan kitakan, Sensei? " Tanya seseorang anak perempuan. Minato hanya tersenyum lalu mengacak acak rambut dua orang yang berbeda gender itu.

" Siapa mereka, Minato? " Tanya Naruto yang memandang Minato dan Timnya dengan tatapan bingung.

" Ini adalah timku… " Ucap Minato memperkenalkan tim dengan bangga. " Baiklah kalau begitu aku akan memperkenalkan timku padamu.. " Lanjutya pada Naruto.

" Dia si rambut perak itu Kakashi " Ucap Minato sambil menunjuk Kakashi yang menatap Naruto dengan muka datar.

" Dia itu Uchiha di Timku, Obito… " Ucap Minato dengan menunjuk Obito dan Ia tersenyum lebar ke Senseinya.

" Dan dia itu satu – satunya perempuan di Timku, Rin… " Ucap Naruto sambil menunjuk Rin.

" Mereka hanya Bocah… " Ucap Naruto dengan menghina Tim Minato. Obito yang mendengar itu menggeram pada Naruto." Dan bocah tidak seharusnya berada disini.. " Lanjut Naruto dengan pandangan meremehkan pada Anggota Tim Minato. Obito yang tidak tahan dengan hinaan Naruto akhirnya melampiaskannya.

" SIAPA KAU BERANINYA MENGHINAKU DAN TEMAN – TEMANKU… " Gentak Obito di depan Naruto. Sementara Naruto memandangi Obito lekat – lekat dari mulai dari kaki sampai kepalanya. Naruto kemudian tersenyum dan memegang kepala Obito.

" Kau akan menjadi Shinobi yang hebat. Hanya Shinobi yang hebat berani melindungi harga diri Temannya… " Ucap Naruto dengan mengacak acak rambut hitam Obito Uchiha. Minato hanya tersenyum dengan perlakuan Naruto kepada salah satu anggota Timnya.

" Aku sudah tahu, Aku ini memang hebat… " Ucap Obito dengan sombongnya dan tersenyum kepada Rin. tetapi Rin mengabaikannya yang membuat obito kesal lagi, yaitu Rin malah memandangi Kakashi. Naruto yang memandang itu tersenyum kecil yang terlihat dibibirnya.

" Kalau begitu kita kembali ke Konoha… " Ucap Seseorang yang muncul di belakang kakashi.

" Tou – San… " Ucap Kakashi kepada Orang itu yang adalah Tou – Sannya a.k.a. Sakumo Hatake.

" Sakumo – San, Lama tidak bertemu… " Ucap Minato kepada kawan lamanya yang tidak bertemu sejak beberapa minggu ini. Sakumo hanya menjawab salam Minato dengan tersenyum kepadanya.

" SEMUANNYA…. PERANG TIDAK AKAN TERJADI… SEKARANG KITA AKAN KEMBALI KE KONOHA… " Teriak Sakumo kepada semua Shinobi Konoha. Setelah Sakumo berteriak, Semua Shinobi Konoha yang berada disana tersenyum bahagia karena Perang yang bisa saja membinasakan mereka tidak terjadi….

.

Time Skip beberapa saat kemudian….

.

Naruto, Minato dan Semua Shinobi Konoha sekarang sudah kembali ke rumah masing – masing. Naruto sekarang sedang berada di rumahnya bersama Minato, Kushina, Dan Mikoto tentunya.

" Kapan kau akan menyusulku Kushina? " Tanya Mikoto dengan pandangan yang aneh bagi Kushina.

" Maksudmu? " Tanya Kushina dengan menunjuk Minato yang tengah bercengkrama dengan Naruto.

" Ya, siapa lagi… " Ucap Mikoto dengan mengangkat pundaknya.

" Kukira belum saatnya… " Ucap Kushina dengan nada lemah. " lagi pula Minato belum melamarku… " Lanjut Kushina dengan nada sedikit Kecewa.

" TOK… TOK… TOK.. "

Suara pintu diketuk oleh seseorang. Naruto yang mendengar itu menuju ke pintu masuk untuk membukakan pintu, Minato dan yang lain hanya bisa mengira – ngira siapa yang datang. Naruto membuka pintu dan terlihat seorang Anbu yang terlihat seoerti Anbu pengawal Hokage.

" Naruto – San, Anda dan Minato – San dipanggil oleh Hokage – Sama… " Ucap Anbu itu.

" Memangnya ada apa? " Tanya Naruto pada Anbu yang disuruh Hokage untuk memanggilnya.

" Saya juga tidak tahu. Sebaiknya anda segera bertemu dengan Hokage – Sama… " Jawab Anbu itu dengan nada tegas.

" Baiklah… " Ucap Naruto meng iyakan ucapan Anbu itu

" Kalau begitu, Saya pergi dulu… " Ucap Anbu. Kemudian ia menghilang meninggalkan kepulan asap.

' Kami – Sama, Semoga ini kabar baik… ' doa Naruto di dalam hati. Naruto kembali masuk ke dalam rumahnya.

Naruto masuk ke dalam rumahnya dan ia sampai di Ruang Keluarga. Minato, Kushina, dan Mikoto mememandang Naruto dengan muka penuh pertanyaan.

" Hokage memanggil kita, Minato… Sebaiknya kita bersiap… " Ucap Naruto kepada Minato dengan nada yang datar dan dijawaba dengan anggukan pasti oleh Minato. " Kita berangkat sekarang… " Lanjutnya.

Naruto sekarang berada di depan Mikoto dengan memandangnya.

" Aku pergi dulu… " Ucap Naruto berpamitan dengan Mikoto. Mikoto sempat kaget karena seakan mereka akan berpisah lama.

" Naruto – Kun kan hanya ke kantor Hokage… " Ucap Mikoto dengan memandang Naruto.

" Aku merasa… Aku akan mendapat misi yang sangat lama… " Ucap Naruto dengan memegang tangan Mikoto dengan erat.

" Kalau begitu aku akan segera pergi… " Ucap Naruto kepada Mikoto.

Naruto dan Minato berbalik segera menghilang menggunakan hiraisin. " Tunggu…. " ucap Mikoto pada NaruMina.

Mikoto segera mendekat dengan ke Naruto dan memeluknya dari belakang. " Aku... sedang hamil, Naruto – Kun… " bisik Mikoto kepada Naruto dan Sekarang terlihat senyuman tulus dibibir Naruto.

Naruto berbalik dan jongkok di depan Mikoto. " Aku juga belum pamit padamu… Doakan Tou – Sanmu ini…" bisik Naruto pada calon anaknya.

Mikoto yang mendengar itu hanya tersenyum tulus. " Kuharap kau akan menjadi anak yang hebat… " Tambah Mikoto pada Omongan Naruto.

" Aku pergi dulu… " Ucap Naruto yang sudah berdiri di depan Mikoto. Naruto dan Minato menghilang meninggalkan kilatan merah dan kuning.

.

Di Konohagakure, Ruangan Hokage….

.

Mncul Kilatan Merah dan Kuning di depan Meja Hokage. " Akhirnya kalian sampai juga… " Ucap Sandaime hokage a.k.a. Hiruzen Sarutobi. Naruto dan Minato hanya tersenyum ke Hiruzen.

" Ada apa Hokage – Sama memanggil kita? " Tanya Naruto pada Hiruzen.

" Aku akan menjadikan salah satu dari kalian menjadi Yondaime Hokage… " Jawab Hiruzen dengan nada yang tegas…

.

.

.

TO BE CONTINUED

.

Maaf, gk bisa bales Reviews

Gimana kabarnya para REDERS? Huh.. Akhirnya UKK dah selesai….. Sebenarnya masih banyak Tugas sih tapi untuk Update FIC ini luapin dulu deh…
Penulisannya apa udah bener? Untuk besok siapa yang akan menjadi Yondaime akan terjawab di Chapter besok…Chap depan Akan saya Update per Chapter minimal 7k wordnya deh….

.

Please REVIEWS…

.

Terimakasih buat para READERS sekalian yang telah memberikan KRITIK, DAN SARANnya. Dan untuk waktunya untuk membaca FIC YANG GAJE. Dan Tunggu chapter depan. Klik FAVORITE bagi yang suka dengan FIC ini, Klik FOLLOWS buat yang ingin tahu perkembangan FIC ini dari Chapter ke Chapter, Dan Jangan Lupa REVIEWS nya. KRITIK DAN SARAN YANG MEMBANGUN akan sangat bermanfaat untuk saya.

.

ARIGATOU GOZAIMASU

.

R

.
E

.

V

.
I

.
E

.
W

.
S

.