Sumarry: Aku hanya ingin melihatmu bahagia, disaat aku masih membuka mata untuk terakhir kalinya. Tersenyumlah untuk semua dan bahagia untukmu. Karena senyum dan bahagia mu untuk mereka adalah kebahagianku.

Cast: Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Hyuna, Kim Jungmo, HanChul, KangTeuk and other cast.

Disclaimer: Cerita ini milik saya , jika ada alur atau ide cerita mirip itu hanya kebetulan semata karena jujur saja cerita ini terlalu pasaran. Para cast milik Tuhan. Dan satu lagi ini BL.


.

.

.
#ohook

"Yaiks~ Apa yang kau lakukan? menjijikan sekali!" Kyuhyun mengusap semburan ice cream dari mulut Jungmo.

Saat Kyuhyun sedang mencoba err~ atau lebih tepatnya memaksa menyuapi Sungmin tiba-tiba Jungmo terbatuk dengan mulut yang penuh ice cream yang otomatis menyemburkan ice cream tersebut kedepan semua orang (read: Sungmin, Kyuhyun dan Hyuna) dan sialnya Kyuhyun yang kebagian banyak sekali (termasuk diwajah) semburan Jungmo dan membuatnya marah hahaha~

"Ah Mian, Kyuhyun. Aku tidak sengaja." Jungmo meminta maaf.

"Yak~ apa yang kau lakukan? Jangan mendekat!" Kyuhyun memundurkan wajahnya dengan ekspresi ngeri. Sebenarnya kenapa Kyuhyun berekspresi seperti itu? Itu karena permintaan maaf Jungmo yang dibarengi dengan Jungmo bangkit dan mencoba membersihkan ice cream diwajah Kyuhyun dengan tissue, sedang disana masih ada Hyuna yang wajahnya juga perlu dibersihkan dari ice cream yang Ia semburkan. Bukankah membersihkan wajah Hyuna terlihat lebih wajar karena dia wanita dari pada membersihkan wajah Kyuhyun, pikir Kyuhyun ngeri.

"Kau ini kenapa sebenarnya, Hyung? " Ucap Sungmin sembari membersihkan tangannya yang kena semprotan ice cream Jungmo.

"Maaf, Min." Ucap Jungmo penuh rasa bersalah.

"Biar kubersihkan, Min. " Ucap Jungmo membawa tangannya ketangan Sungmin dan membersihkan sisa ice cream itu.

"Aku benar-benar tidak sengaja, Min."
Jungmo dengan telaten membersihkan sisa ice cream itu, sedang Kyuhyun terus menatap kegiatan Jung - Min.

"Yak~ Hentikan. " Kyuhyun menepis tangan Jungmo.

"Eoh~ wae? " Jungmo bertanya heran dan Sungmin hanya menatap dengan heran pula, sedang Hyuna hanya diam sembari membersihkan semburan ice cream Jungmo dengan tissue.

"Kau harusnya membersihkan wajah dan tubuhku yang bahkan kena semburanmu lebih banyak, harusnya kau bertanggung jawab padaku." Kyuhyun menatap kesal pada Jung-Min.

"Hey tenanglah! Kenapa kau kesal sekali." Jungmo tertawa geli.

"Cih~ Jangan tertawa menjijikan seperti itu." Kyuhyun terlihat semakin sebal.

"Baiklah. Baiklah." Jungmo menghentikan tawanya.

"Sepertinya Kyuhyun cemburu padaku, Min. Sampai-sampai dia melupakan Hyuna dan fokus pada kita. Sepertinya kau dapat banyak, Min. *chuup" Jungmo berbisik pada Sungmin dan mengecup pipi Sungmin.

"Yak~ Kim Jungmo-sii~"

"Baiklah." Ucap Jungmo mengayunkan ucapannya. .

.
.

.

"Tuan Lee KangIn selamat datang!"
Seorang Pria paruh baya menyambut Kangin di sebuah pesta perusahaan yang Kangin kunjungi.

"Ah Ya. Terima Kasih Tuan Park. " Jawab Kangin ramah kepada Pria paruh baya tersebut yang ternyata pemilik pesta tersebut.

"Lama tak Jumpa, Tuan Lee. Bagaimana kabarmu?" Tanya Tuan Park.

"Baik, Tuan Park. Bagaimana dengan anda? " Jawab Kangin ramah.

"Aku baik. Mana anakmu? Aku sangat ingin bertemu dengan anakmu, Putra seorang Lee Kangin hahaha~" Tuan Park menanyakan Sungmin.

"Dia sedang ada pekerjaan jadi dia tidak bisa ikut kesini. " Jawab Kangin.

"Hm~ Apa putramu sudah memiliki kekasih? " Pertanyaan tuan Park membuat Kangin merasa sedikit tidak nyaman karena dia tahu pasti apa yang akan jadi topik pembicaraan selanjutnya.

"Saya tidak tahu, biasanya anak saya lebih terbuka pada Ibunya jika soal hal seperti itu." Jawab Kangin dengan senyuman.

"Berhati-hatilah. Akhir-akhir ini pergaulan anak zaman sekarang semakin bebas, segalanya serba bebas dan itu sangat mengkhawatirkan soalnya bisa membuat image dan reputasi anak dan juga kita sebagai orang tua ikut hancur." Kali ini ucapan Tuan Park membuat kening Kangin berkerut.

"Maksud anda?" sudah kuduga batin Kangin lesu.

"Oh~ Tidak. Aku tidak bermaksud apapun, hanya saja aku hanya membahas tentang pergaulan anak zaman sekarang yang bebas." Tuan Park sedikit berbisik.

"Bisa anda bicara pada intinya, sebenarnya apa yang ingin anda bicarakan? " Kangin mulai kesal.

"Arsshh~~ Tuan Lee ini masih tidak mengerti ternyata ckck~" Tuan Park tersenyum remeh.

"Kau tahu di Korea ini sekarang sedang marak tentang percintaan sesama jenis sampai media massa pun ikut tertarik untuk mencari tahu." Tuan Park bicara lebih pelan dan dekat pada Kangin.

"Jadi apa point pentingnya yang ditujukan untuk saya? " Kangin merasa tidak nyaman.

"Kupikir kau harus tahu tentang putramu, tentang siapa kekasih atau gadis yang disukainya, tentang bagaimana dia sehari-hari dan semua hal tentang dia-"

"Hm~ Kupikir kau yang harus melakukan itu. Kau punya seorang Putri dan kau harus menjaganya daripada kau repot mengurusi keluarga dan putraku. " Tuan Park terkejut karena untuk pertama kalinya Kangin berbicara informal terhadapnya dan juga pada jawaban Kangin yang seperti penuh emosi.

"Tunggu. Aku tidak bermaksud apapun, aku hanya bicara sesuai apa yang terjadi bukan berniat menuduh atau apapun. Kau tahu jika seorang pengusaha terkenal memiliki anak yang memiliki orientasi seksual menyimpang otomatis akan mematikan semuanya, tidak akan ada yang mau menanam saham dan akan membuat orang tua dan perusahaan memiliki image buruk bahkan lebih parahnya akan membuat perusahaan tutup buku. " Tuan Park terus bicara sedang Kangin menunduk melihat sepatunya.

"Kau bilang kau tidak menuduh? *smirk* lalu kenapa kau hanya bicara padaku sedang disini masih banyak pengusaha yang memiliki Putra, apa itu masih bisa disebut 'tidak bermaksud menuduh'? Kupikir kau harus mengatakan apa yang barusan kau katakan pada semua orang atau pada dirimu sendiri, orientasi menyimpang bukan terjadi hanya pada pria tapi seorang gadis pun bisa melakukannya. Sampai nanti Tuan Park. " Kangin pergi meninggalkan Tuan Park yang terbengong dan shock.

.

.

.

.

.
"Aku pulang!"

"Yeobo~ kau sudah pulang? " Leeteuk menyambut kedatangan suaminya dengan heran.

"Tunggu! Bukankah seharusnya pestanya belum selesai? " Tanya Leeteuk sembari membereskan jas dan dasi yang Kangin berikan.

"Aku tidak minat berlama-lama disana, dimana Sungmin? Aku ingin bicara dengannya. " Kangin menjawab dingin.

"Kau kenapa, Yeobo? " Leeteuk menatap suaminya yang kini duduk bersandar disofa.

"Aku baik-baik saja. Dimana Sungmin? " Kangin mengusap wajahnya.

"Dia dikamarnya. Aku akan memanggilnya sekarang? " Leeteuk bergegas memanggil Sungmin. .

"Ada apa Appa? Tidak biasanya kau memanggilku seperti ini. " Sungmin datang dengan laptop ditangannya.

"Kau membawa laptopmu? "

"Ya, Appa. Memang tidak boleh? " Sungmin duduk dihadapan Ayahnya.

"Jadi ada apa Eomma, Appa? " Tanya Sungmin menatap kedua orang tuanya.

"Appa yang akan menjawab. Eomma tidak tahu apapun." .

.

.

"Selamat pagi, Sajangnim!" Sapa para pegawai kepada Sungmin yang baru saja sampai dikantornya yang hanya dibalas anggukan singkat dari Sungmin.

Para pegawai bingung dengan kelakuan Sungmin, ada apa dengannya hari ini? Tidak biasanya dia murung dan dingin seperti itu.

"Sajangnim?" Kali ini sang sekertaris yang menyapa tapi diabaikan Sungmin.

"Sajangnim?" Masih diabaikan.

"SAJANGNIM!"

"oh-oh Ya!" Sungmin terkejut dan Ia langsung menoleh pada sang sekertaris.

"Maafkan aku, Sajangnim membuatmu terkejut." Sekertaris cantik itu menunduk hormat.

"Tidak apa-apa. Ada apa?" Sungmin bertanya.

"Anda melewati ruangan anda, Sajangnim. Itulah kenapa saya berteriak pada anda tapi berkali-kali saya diabaikan."

"Benarkah? Maafkan aku. Kalau begitu ayo pergi, bukankah hari ini ada meeting?" Sungmin berbalik arah keruangannya -tadi sempat salah arah kan-.

"Mwo? Aishh~ ige mwoya, Sajangnim?" Lirih sekertaris itu.

.

.

Sungmin Pov.

Hah~ hari ini tidak menyenangkan. Aku benar-benar sedang tidak dalam suasana hati yang baik, para karyawan banyak yang menegurku karena aku sering salah arah masuk ruanganku ataupun saat aku menuangkan air dan kepenuhan. Aku masih beruntung karena selama meeting sekertarisku membantu banyak dan dia sering mengingatkanku untuk fokus, bahkan sekarang Ia -sekertarisku- mengatakan agar aku tidak terlalu banyak pikiran agar tidak masuk rumah sakit lagi. Setelah meeting selesai, aku tidak ada pekerjaan lain lain. Aku memutuskan untuk mencari hiburan dan menelpon Jungmo Hyung tapi sayang ternyata dia sedang sibuk dengan acara penerimaan dokter baru dari luar negeri, apalah itu aku tidak mengerti dan tidak mau peduli yang jelas aku kesal sekali. Lalu aku harus apa? Aku tidak ingin pulang kerumah lebih awal, aku bahkan tidak ingin pulang sekarang.

Drrt~ drrrtt~

Kyuhyun calling

Itu Kyuhyun. Ada apa dia menelponku?

Drrrtt~ drrtt~

Ck~ baiklah aku akan angkat.

"Yeboseyo"

-"Sungmin-iee kau sedang tidak sibuk?"

Aku sedang badmood kalau kau ingin tahu. Ucapku dalam hati.

"Tidak. Ada apa, Kyu?"

-"Ayo kita pergi minum, hitung-hitung acara pelepasanku yang sebentar lagi akan bertunangan bahkan akan segera menikah. Bagaimana?"

Dan kau membuat semuanya berantakan Kyuhyun!.

"Kenapa aku?"

-"Kau kan sahabat baikku. Kita pergi minum berdua saja, temanku yang lain sedang sibuk. Bagaimana, kau mau kan?" Kyuhyun mengatakan bahkan tanpa beban sedikitpun.

"Baikklah. Kebetulan aku sedang butuh hiburan." jawabku asal. Ya Tuhan semoga saja aku baik-baik saja setelah minum.

-"Woahh~ kau sedang dalam suasana hati yang buruk ya? Baiklah aku tunggu di bar tempat biasa nanti malam. Sampai jumpa! "

Tut tut

Dia hanya mengajak lalu setelah dapat persetujuanku dia menutup telponnya tanpa perlu jawabanku lagi atau setidaknya bertanya lebih banyak tentang kenapa aku atau arghhhhh~ sial!

sungmin pov end.

.

.

Sungmin membanting ponselnya dan beranjak dari mejanya, Kyuhyun mengajaknya minum nanti malam itu berarti tinggal beberapa jam lagi.

"Aku harus melakukan apa dulu?"

Sungmin mondar mandir tidak jelas.

"Aku harus menemui Dokter Kim dulu untuk konsultasi. Meski aku ingin cepat mati tapi aku tidak mau kalau aku mati setelah mabuk hiii~ mengerikan."

Sungmin keluar dari ruangannya dan mengatakan pada sekertaris nya kalau dia ada urusan. Sungmin pergi ke Rumah Sakit dan menemui Jungmo, Ia membawa mobil sendiri. sesampainya di Rumah Sakit, Ia lekas menemui Jungmo di ruangannya. Sungmin pikir mungkin Jungmo sudah selesai dari acarannya.

Tok tok.

"Hyung!" Sungmin masuk keruangan Jungmo.

"Kau belum selesai ya? Hah~ harusnya aku tidak kesini, sial! " Sungmin berjalan lesu kembali menuju pintu.

"HYUNGGGGG HWAAAA~~" Belum sampai pintu tapi tubuhnya sudah ditubruk seorang remaja dan lalu seseorang itu memeluk Sungmin erat sambil menangis kencang.

"HYUNG HWAAA~ AKU BENAR-BENAR INGIN MATI."
Sungmin yang heran hanya balas mengusap belakang kepala anak itu.

"Dia bilang aku hanya anak tidak berguna dan penyakitan huweeeee~ kenapa ada kakak yang seperti itu, apa mungkin dia bukan kakak kandungku atau aku bukan anak kandung Ibuku tapi kenapa kami mirip kalau kami tidak bersaudara, kenapa Hyunggggg~"

Sungmin makin dibuat heran.

"Hyung aku benar-benar ingin mati saja aku-" Anak itu mendongak dan menatap Sungmin. "Hyung kenapa kau berubah menjadi cantik dan imut begitu? "
Anak itu masih belum menyadari siapa yang Ia peluk sekarang. "Ya Tuhan! " Anak itu terlonjak dan ikut membuat Sungmin terlonjak juga.

"Omo! Ma-maafkan aku! Aku kira kau adalah Jungmo Hyung, lagipula kenapa orang itu belum kembali?" Taemin terus bicara sembari membungkuk berkali-kali dan mengumpati Jungmo yang bahkan tidak ada disana.

"Hey~ hentikan! Kau bisa pusing kalau terus seperti itu." Sungmin menghentikan Taemin.

"A-aku minta maaf, Tuan! " Taemin terus memohon maaf.

"Hey~ jangan memanggilku begitu dan berhenti minta maaf. Kau orang yang menangis disini waktu itu kan? tapi kau langsung pergi saat aku datang."Sungmin menatap Taemin.

'Dia hanya ingat aku saat itu saja, syukurlah!'

"Ah~ nde. Maafkan aku!" Lagi. Taemin minta maaf lagi dan kini Sungmin mulai kesal.

"Berhenti minta maaf, kau tidak berbuat salah. Dan kau boleh memanggilku Hyung, itu lebih baik daripada sekaku ini lagipula kau memanggil Jungmo dengan sebutan Hyung juga kan?" Sungmin berucap panjang lebar dan membuat Taemin menganga.

"Ah-ah- aku." Taemin menatap Sungmin. "Jangan minta maaf lagi." Ancam Sungmin.

"Arraseo Hyung." Taemin memamerkan senyum tiga jari nya dan mengusap hidungnya.

'Anak ajaib! Mood nya bisa berubah 360° dalam waktu cepat.' Batin Sungmin.

"Jadi kenapa kau menangis?" Sungmin duduk dikursi Jungmo.

"Aku... " Taemin diam sejenak. "Aku baik-baik saja." Dengam senyuman manis diwajahnya Taemin menjawab pertanyaan Sungmin.

"Tapi tadi kau?"

"Aku baik-baik saja." Taemin menggaruk tengkuk kaku.

"Baiklah~ kau hanya mau mengatakannya pada Jungmo Hyung." Sungmin mengangguk mengerti.

"Ohh~ kalian ada disini. Ayo masuk!" Jungmo datang dan langsung melihat kedua orang yang ada diruangannya sembari mengajak seorang gadis masuk keruangannya.

"Nah ini adalah ruanganku dan dua orang ini adalah pasienku." Ucap Jungmo pada gadis itu.

"Kalian kenapa ada disini?" Jungmo menatap Min-Min.

"Kami menunggu, Hyung. Tapi Hyung sedang sibuk jadi aku akan pergi kekamarku saja, permisi! " Taemin bergegas pergi.

"Oey~ Taemin eodigayo? Yak Inmaa~" Teriak Jungmo.

"Oppa kau berisik sekali." Gadis itu bersuara untuk pertama kalinya disini.

"Yaiks~ anak itu ada-ada saja. Ah~ dan kau ada apa kemari, Min?" Kali ini Jungmo menatap Sungmin.

"Apa aku tidak boleh datang kemari? Kalau begitu aku juga akan pergi." Sungmin bangkit dan berjalan kearah pintu.

"Chakaman gidaryeo. Aku ingin mengenalkanmu dengan teman sekaligus dokter baru disini, jadi jangan pergi dulu." Jungmo menghadang Sungmin.

"Perkenalkan dia adalah Zia, dokter dari China. Dan Zia, ini adalah Sungmin." Sungmin dan Zia saling menatap lalu saling bersalaman.

"Dia temanmu, Oppa?" Zia bertanya setelah acara bersalamannya.

"Ya sekaligus pasienku." Kejujuran Jungmo membuat Sungmin melotot.

"Wae?" Jungmo menatap Sungmin garang.

"Ah.. Aku mengerti! Bangapseumnidda Sungmin-sii. " Seakan mengerti Zia hanya tersenyum.

"Nado bangapta, Zia-sii."

.

.

.
Malam sudah tiba dan Sungmin pun sudah tiba di bar tempat pertemuannya dengan Kyuhyun tapi Kyuhyun belum tiba.

"Selalu seperti ini. Apa aku terlalu awal datang kesini?"

Sungmin meminum minuman dengan kadar alkohol rendah.

"Sudah lama aku tidak minum kkkk~" Sungmin terkekeh saat membayangkan Ia dulu diam-diam pernah minum minuman beralkohol.

"Oh kau sudah lama, maafkan aku!" Itu Kyuhyun datang dengan nafas setengah-setengah sepertinya dia habis berlari atau semacamnya.

"Oh ya, lumayan!" Jawab Sungmin sambil meneguk minumannya.

"Kau sudah lama menungguku ya? Banyak sekali yang sudah kau minum?"
Sungmin hanya mengedikkan bahunya acuh sambil terus minum.

"Jangan minum terlalu banyak, kalau nanti kau mabuk bagaimana? Heyy sudah!" Kyuhyun mengambil gelas ditangan Sungmin.

"Kembalikan, Kyu. Kalau kau mau kau bisa pesan sendiri." Sungmin sepertinya mulai mabuk.

"Sudahlah. Ayo pergi cari udara segar, kajja!"
Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan membawanya keluar. Sungmin berjalan sedikit sempoyongan dibelakang Kyuhyun.

"Bukankah kau mengajakku minum, tapi kenapa malah kesini?" Tanya Sungmin sembari menatap punggung tegap Kyuhyun, ingin rasanya Sungmin memeluknya tapi Sungmin langsung memukul kepalanya sendiri.

"Kau sudah mabuk, tidak mungkin kan kalau kita minum lagi?" Ucap Kyuhyun tanpa menoleh dan hanya dibalas helaan nafas dari Sungmin.

"Kau sedang memiliki hari yang berat ya, Min?" Kyuhyun berhenti tepat diatas jembatan.

"Ya. Kupikir seperti itu." Sungmin menjawabnya sambil menghampiri pagar jembatan dan melihat Sungai dan air mancur yang bersinar.

"Apa yang terjadi?" Tanya Kyuhyun sembari melakukan hal yang sama seperti Sungmin.

"Tidak ada. Hanya seperti biasa tapi ini lebih berat tapi aku sudah biasa. Ya. Sudah biasa!" Sungmin mengatakan hal yang tidak dimengerti.

"Kau bicara apa, Sungminie?" Kali ini Kyuhyun membawa tubuh Sungmin menghadapnya.

"Tidak. Jangan pedulikan aku, Kyuhyun." Sungmin tersenyum dengan mata sayu karena mabuk.

"Kalau kau bicara mungkin aku bisa membantumu, bukankah kita sahabat?" Sungmin mengerutkan keningnya mendengar kata sahabat.

"Kau benar, kita ini sahabat kkkkk~" Sungmin malah terkekeh aneh lalu kembali menghadapkan tubuhnya kearah sungai.

"Sungainya indah! Terima kasih sudah membawaku kesini." Mata Sungmin terpejam dan helaian rambutnya tertiup angin.

"Kau lihat tulisan disana." Kyuhyun menunjuk tulisan berkelap-kelip dipagar.

"Disana tertera 'lepaskan bebanmu' jadi lepaskan semua hal yang mengganggumu di sungai ini lalu sungai ini yang akan mengalirkan dan membawanya pergi kelaut lepas." Kyuhyun menatap Sungmin dari Samping, jarak mereka tidak jauh.

"Mana bisa seperti itu." Sungmin balas menoleh dan tersenyum.

"Semua bebanku sudah hilang semenjak kau mau kembali seperti Kyuhyun yang dulu." Sungmin tersenyum tulus.

"Sungmin k-kau..." Kyuhyun hanya bisa terbata.

"Setelah ini kita tidak akan bisa seperti ini lagi, kau bilang ini pelepasan kan? Kebetulan sekali." Sungmin memegang tangan Kyuhyun.

"Apa yang kau lakukan dan apa yang kebetulan?" Kyuhyun menarik tangannya.

"Kau masih takut padaku ya Kyu?" Sungmin memberi jarak.

"Setelah ini dan ditempat ini, dengan mengalirnya air sungai ini maka aku titipkan seluruh kenanganku bersama Kyuhyun untuk dibawa kelaut lepas." Sungmin mengepalan tangan didada seolah sedang mengucap doa.

"Kau bicara apa? Kau ingin membuang kenangan kita?" Kyuhyun tiba-tiba merasa marah.

"Ini demi kebaikanmu. Kau masih takut padaku, kupikir perlu ditambahkan agar aku dilupakan olehmu selamanya." Sungmin memejamkan matanya.

"Kau mabuk? Apa yang kau bicarakan?" Teriak Kyuhyun marah.

"Wae? Itu doaku disungai ini, bukankah kau bilang disini tempat melepaskan beban. Sebenarnya bebanku sudah hilang seperti yang kukatakan tadi tapi saat aku memegang tanganmu dan kau takut entah kenapa beban itu datang lagi. Tapi jangan khawatir... Aku sudah melepaskannya." Sungmin tersenyum, wajahnya semakin merona.

"Kau mabuk, Sungmin-ah!"

Kyuhyun menghadapkan tubuh Sungmin padanya.

"Aku tidak mabuk, Kyuhyun! " Sungmin menatap Kyuhyun dengan sayu.

.
.

"Aku... Aku ucapkan selamat untuk pertunanganmu dan untuk acara pelepasanmu." Sungmin tersenyum.

"Kyuhyun-ah semuanya pasti akan membuatmu bahagia tanpa aku. Selama ini aku memang merepotkan dan payah, tapi aku janji aku tidak akan melakukannya lagi. Aku berjanji padamu Kyuhyun-ah! " Sungmin bicara lirih dan mengacungkan jari kelingkingnya.

"Kau ini kenapa?" Kyuhyun memegang kedua lengan Sungmin dan sedikit mengguncangnya barangkali Sungmin tidak bicara ngawur lagi.

"Aku baik-baik saja. Bahagialah Kyu!" Sungmin mendongak menatap Kyuhyun, matanya menyiratkan ketulusan dan kepolosan (efek mabuk).

"Aku melepaskanmu, Kyuhyun! " Sungmin tersenyum lebar dan dimata Kyuhyun entah mengapa itu terlihat menyakitkan. Sungmin melepaskan tangan Kyuhyun dan memberi jarak kembali.

"Acaranya sudah selesai, aku pikir aku harus pulang. Sampai Jumpa Kyu! "
Sungmin berjalan mundur dan perlahan juga sempoyongan (komplit)).

"Bye Kyu hehe~" Sambil tersenyum Sungmin melambaikan tangannya. Masih berjalan mundur seakan dia masih ingin melihat Kyuhyun tapi waktu sudah tidak mengizinkannya, pikirannya dipenuhi oleh banyak bayang-bayang kelam. Mungkinkah ini semua akan menjadi akhir dari rasa sabarnya atau rasa sanggupnya? Bukan hanya perasaannya tapi Kyuhyun juga orangtuanya pun harus Ia pikirkan? Bolehkan Ia meminta ini semua cukup sampai disini, Sungmin pikir mungkin tidak akan ada yang terluka lagi jika semuanya berakhir sampai disini.

'Semuanya harus berakhir sampai disini! . Aku sudah lelah, dan aku akan sangat senang jika malaikat kematian mendengarkanku! Jika aku mati maka Ayahku tidak akan bersedih lagi, orangtuaku dan Kyuhyun tidak akan merasa terbebani olehku lagi. Aku tidak akan menghancurkan siapapun lagi dengan keadaanku.' Sungmin tersenyum lebar.

.

.

.

.

Grep!

.

.

Chup~ .

.

.

.

To be continued!

.

.

.

.

Yeayy finallyyyyyy!

Chapter 7 huhuhuhu

Yg scene sungai coba deh bayangin ada tuh didrama school 2013 yg Jongsuk nganterin baju pemeran ceweknya ke kelas privat terus dibawa kesungai dan bajunya dibuang disungai itu,, maaf ya ga tau nama sungainya apa hehehe Lihat story baru aku donggsss..

Maaf ya kalo ga nyambung huhuhu

NO EDIT!

Mian for too many typos in here *sungkem

Harusnya itu ada yang di bold dan miring tapi karena copy paste dari wattpad jadi pada sama semua hurufnya...

Oh ya ada yang mau temenan sama sayahhh?

Black June in here!