Title : Faith
Genre : romance, angst, boyxboy
Rating : M
Pairing : Rivaille x Eren
Warning : alur kecepetan, banyak typo dimana-mana, gaje dan sudah pasti OOC =w=;;
Summary :
Rivaille keturunan terakhir bangsawan smith yang harus memperoleh keturunan untuk melanjutkan bangsawan smith. Tetapi rivaille tidak mau terikat oleh pernikahan, dia ingin bebas tidak dikekang. Akan tetapi irvin sang ayah malah menjodohkannya dengan eren saudara angkatnya.
Rivaiile tak habis pikir dia dijodohkan dengan orang yang segender dengan dirinya ? Dan bahkan sudah rivaille anggap adik sendiri, bagaimana bisa dia melanjutkan bangsawan smith ?
Chapter sebelumnya…
"kau hamil Eren" Hanji berkata lurus
Hening. Eren diam mencoba mencerna perkataan Hanji. "a-apa yang kau katakana Hanji-san ?"
"kau hamil" Hanji memandang Eren dengan Serius
"A-APA !? aku hamil ?" Eren membelalakan matanya. Entah kekuatan dari mana tiba-tiba untuk sesaat ia tidak merasakan sakit lagi disekujur tubuhnya.
Hanji mengangguk mantap "tiga bulan" ucap Hanji sambil mengankat 3 jarinya "perkiraanku kandunganmu sudah memasuki bulan ketiga, tapi sebaiknya kau besok datang ke klinikku untuk pemeriksaan yang lebih akurat"
Chapter 7
Suara dentingan pisau dan garpu yang beradu dengan piring terdengar samar diruang makan kediaman bangsawan Smith. Seperti biasa, pagi ini keluarga bangsawan Smith menikmati sarapan pagi sebelum kembali sibuk dengan urusannya masing-masing. Irvin tampak sedang memakan rotinya dengan tenang. Semenjak anaknya menggantikan posisinya sebagai kepala keluarga, Irvin jadi lebih bebas, pekerjaannya sekarang hanyalah membantu Rivaille-anaknya- dengan memberikan nasehat-nasehat. Sedangkan Rivaille yang kebagian sibuknya. Rivaille tampak sibuk membaca Koran pagi ini. Ia harus selalu update dengan keadaan disekitarnya. Sementara Rivaille sibuk, Eren yang menyiapkan sarapan suaminya. Eren menyusun dua potong roti, bacon dan telur panggang serta beberapa sayuran menjadi sandwich lezat untuk sarapan sang suami.
"sarapanmu sudah siap Levi-nii, ayo makan dulu" dipegangnya lengan Rivaille
"hm ? ah iya, terimakasih Eren" Rivaille tersenyum kemudian mulai menyantap sarapannya. "kau sudah sembuh Eren ?" Rivaille membuka percakapan kemudian memegang kening Eren dengan telapaknya.
"hum ? Sudaah" Eren tersenyum, matanya menyipit dengan cengiran yang menampakan deretan giginya yang rapih.
"syukurlah" Rivaille bersyukur sambil mengacak surai coklat Eren.
"aku dengar dari Hanji kau punya berita bagus untuk kami hari ini Eren ?" tiba-tiba Irvin berbicara.
DEG
Jantung Eren berdetak kencang. Ia belum siap untuk memberitakan kehamilannya setidaknya sampai ia memeriksakan kehamilannya di klinik Hanji. Ia takut diagnosis Hanji kemarin salah dan satu hal lagi yang Eren takuti. Ia takut Rivaille tidak suka dengan berita ini.
"berita bagus apa itu Eren ? aku ingin mendengarnya" Rivaille menatap Eren sambil menyuap potongan sandwich ke mulutnya.
"umm.. itu… a-aku.. emmm…" jujur Eren sangat gugup sekarang. Ia meremas celananya -kebiasaan jika ia sedang gugup-. Rivaille dan Irvin tampak antusias menunggu Eren memberitahukan kabar itu.
"a-aku…. Aku hamil…" Eren menunduk, mukanya sangat merah kali ini.
Seketika ruang makan itu hening. Irvin tampak tak terkejut mungkin karena Hanji telah memberitahukannya kemarin. Ia hanya ingin Eren mengucapkannya di depan Rivaille. Dan lihatlah sekarang Rivaille tampak terkejut hingga potongan sandwich yang hendak dimakannya tergantung diudara dengan mulut Rivaille yang sedikit terbuka.
Irvin tersenyum licik "uwaaaaaaaaah bukan kah itu berita yang sangat bagus" ia tersenyum sambil menumpukan dagunya pada kedua tangan yang bertaut.
Rivaille tersadar dari keheningannya. Dengan tenang ia menaruh kembali garpu dan pisaunya. Semenjak menjadi kepala keluarga, Rivaille menjadi lebih tenang dan selalu bersikap dewasa. "apa yang kau katakan itu benar Eren ?" Rivaille menatap Eren lurus sementara yang ditatapnya masih saja menunduk dan meremas celananya makin erat.
"jawab aku Eren" diamitnya dagu Eren, hingga mata beriris hijau itu menatap mata kelabu Rivaille. Rivaille memandang Eren serius, tatapannya sungguh ingin meminta kejelasan.
"u-umm" Eren mengannguk dan menatap Rivaille kemudian tersenyum. Tak ada kebohongan dimatanya.
Untuk sesaat Rivaille terpaku. Ini bukan berita baik untuknya apalagi untuk Eren. Ia tahu seua rencana busuk ayahnya. Ia tidak bodoh, jauh-jauh hari setelah diberikan perintah untuk menikahi Eren ia segera memasak alat penyadap di seluruh ruangan yang sering digunakan ayahnya.
"umm.. a-apa Levi-nii tidak senang ?" kekecewaan tampak jelas dimuaka Eren. Iris hijaunya memandang lantai marmer solah-olah ada pemandangan bagus disana.
Rivaille bingung harus menjawab apa. "tidak, aku senang mendengarnya" diusapnya surai coklat Eren dengan sayang.
Eren tersenyum kemudian menghambur kedalam pelukan Rivaille.
Hati Rivaille mencelos melihat sikap adiknya yang sangat senang dengan keadaan yang dialaminya sekarang. Eren sungguh polos. Rivaille tidak tahu harus melakukan apa kali ini bagaimanapun juga bayi yang sedang dikandung Eren itu adalah bayinya dan Eren hamil karena setidaknya ia harus bertanggung jawab. Untuk kali ini persetan dengan rencana busuk ayahnya, Rivaille akan mencari cara untuk menggagalkan rencana ayahnya itu dan tetap melindungi Eren.
RiRen-RiRen-Riren- RiRen-RiRen-Riren- RiRen-RiRen-Riren- RiRen-RiRen-Riren- RiRen-RiRen-Riren
Jam menunjukan pukul 22.00, jam dimana kehidupan malam dimulai. sesosok makhluk boncel nan tampan-Rivaille- tampak sedang mengacak surai eboninya. Baru kali ini ia terlihat bingung dan frustasi. Bocah Smith itu biasanya selalu menyelesaikan masalah dengan cepat dan kepala dingin. Prinsipnya tidak ada masalah yang tidak memiliki solusi. Tapi lain dengan masalah yang dialaminya kali ini. Adiknya-Eren- hamil karena kesalahannya dan artinya rencana busuk ayahandanya berjalan dengan sempurna.
"chikuso" umpat Rivaille sambil menenggelamkan wajah pada lengannya.
"rapat dengan sang Ratu sudah selesai 2 jam yang lalu, mengapa kau masih disini ?"
Rivaille mendongakkan wajahnya, terlihatlah sosok manusia dewasa yang memiliki kumis putih diwajahnya.
Dot Pixis tersenyum, kemudian duduk di samping Rivaille. "kau tampak sedang frustasi anak muda ?"
"aku tidak frustasi, hanya sedikit sedang ada masalah denga Eren" Rivaille menatap lurus patung kuda yang berada ditaman kerajaan.
"ha—ah" Dot Pixis meneguk wine-nya "dasar pengantin baru" ucapnya sambil menselonjorkan kakinya. "ah, bagaimana kalau kita minum-minum ? malam ini Nile mengadakan pesta di bar Maria".
"aku tidak minum paman" tolak halus Rivaille
"ayolaaaah, salah satu cara untuk menenangkan dirimu adalah dengan meminum minuman keras" Pixis menarik tangan Rivaille.
RiRen-RiRen-Riren- RiRen-RiRen-Riren- RiRen-RiRen-Riren- RiRen-RiRen-Riren- RiRen-RiRen-Riren
-Kediaman bangsawan Smith-
Sesosok makhluk manis bersurai coklat tampak sedang tertidur lelap di ranjang king sizenya. Eren sudah hampir tak pernah menunggu Rivaille pulang, ia pasti selalu tertidur terlebih dahulu. Selain itu, Rivaille yang meminta Eren sendiri untuk tidak menunggunya. Eren tampak lelap, nafas yang teratur menandakan ia tengah tertidur pulas. Namun kepulasan Eren tak berlangsung lama ketika seseorang datang.
"u-umph—" Mata hijau Eren terbuka ketika ada seseorang yang membekap mulut dan hidungnya serta mengunci kedua tangan Eren dengan kasar.
"aku pulang manis" suara baritone rendah yang sangat familiar terdengar ditelinga Eren. Eren lebih tenang ternyata kakaknya sudah pulang. "mana ucapan selamat datangmu ?" meletakan dagunya dibahu Eren kemudian menjilat pipi Eren.
"mmphh mmmphhh" Eren berusaha berbicara.
"hn ? aku tak bisa mendengar suaramu" Rivaille langsung membalikan tubuh Eren kemudian menindihnya.
Iris hijau bertemu iris kelabu.
"se-selamat datang Levi-nii" suara Eren terdengar ketakutan. Ia takut dengan kakaknya sekarang. Sikapnya sama seperti malam pengantin waktu itu dan bau apa ini ? Eren bisa mencium bau alkohol dari nafas berat Rivaille, mungkinkah ?
"pintar" tangan berkulit pucat itu mengelus pipi Eren dengan lembut hingga turun ke dagu kemudian membelai lembut bibir merah Eren.
"Le-Levi-nii, k-kau tidak apa-apa ?" Eren menggenggam tangan Rivaille, sesaat menghentikan aksi kakaknya.
"hm ?" Rivaille bangun dari atas tubuh Eren "khukhu—AHAHAHAHAHAHAHA" Rivaille tiba-tiba tertawa dengan lantangnya. "ahaha aku— tidak. Apa-apa. Katamu ?" memberi penekanan pada setiap katanya. Rivaille mulai mencongdongkan tubuhnya ke tubuh Eren yang sama-sama sedang duduk.
Eren meneguk ludahnya. Tidak,ini bukan kakaknya, sama sekali bukan. Dihadapannya sekarang ini adalah orang lain yang berada di tubuh kakaknya.
-WARNING LEMON TIME-
"mmpphh—" Tiba-tiba Rivaille langsung menyerang Eren dengan ganas, ia mencium bibir Eren dan mendorongnya hingga kepala Eren membentur kepala ranjang yang keras.
"mmphhh Le-mmpphhh" Eren memberontak, ia mencoba mendorong dengan sekuat tenaga tapi Rivaille langsung mengunci tangan Eren diatas kepalanya.
BITE
Rivaille menggigit bibir Eren, tak pelak darah segar mengalir dibibirnya.
"akh" dan terbukalah mulut Eren, kesempatan ini lagsung dimanfaatkan Rivaille. Segera ia memasukan lidahnya, mengabsen deretan gigi Eren yang berjajar rapih dan melumat lidahnya mencoba medominasi. Hingga terdengar suara kecipak basah.
Lima menit sudah ciuman panas itu berlangsung, Eren sudah kehabisan nafas kali ini. Oh, sungguh Rivaille adalah seorang Good Kisser. Rivaille yang mengerti, langsung melepaskan ciumannya. Ia menjilat liur yang mengalir dari leher Eren hingga ke dagunya.
Rivaille menatap wajah adiknya, wajah Eren kini sungguh menggoda. Mukanya yang merah, matanya yang sayu dan mulutnya yang sedikit terbuka mencoba mencari udara membuat seluruh darahnya menuju kearah selatan tubuh Rivaille. "layani aku malam ini" perintahnya.
BRUUUUUUK
Kembali Rivaille melumat Eren. Tangan kiri-nya ia gunakan untuk mengunci tangan Eren, sedangkan tangan kananya ia gunakan untuk menarik piyama Eren hingga seluruh kancingnya lepas dan segera membuangnya ke lantai dengan sembarangan.
"ja-jangan Levi-nii" Eren memohon. Ia tidak mau diperkosa dua kali oleh orang lain yang berada di dalam tubuh kakaknya.
"ncchuup chuup" Rivaille menulikan telinganya, ia terus menjilat dan menghisap leher jenjang Eren hingga tercipta bulatan-bulatan merah. Tak hanya disitu ia menandai Eren. Ia terus menjilati tubuh Eren dimulai dari leher, tulang selangka, dan dada Eren yang naik turus tak beraturan.
"a-akhhh ja-jangan Levi-ngggghnii" Rivaille menghisap nipple kiri Eren, ia menghisap layaknya seorang bayi yang sedang meminum ASI dan terkadang menggigit hingga terlihat jelas bekas gigitan Rivaille di dada Eren, sementara itu tangan kanannya ia gunakan untuk memelintir, mencubit dan menekan nipple kanan Eren. Eren menggoyangkan tubuhnya, kakinya menendang-nendang ke segala arah, Eren memberontak.
"bisakah kau tenang, manis ?" Rivaille tiba-tiba menjambak rambut Eren dengan kasar.
"akhhh sa-sakit" Eren merintih.
"kalau kau tenang—" Ditariknya rambut Eren hingga Eren menengadah. "ini tidak akan sakit" Rivaille menarik celana piyama Eren kemudian mengikatnya ditangan Eren "dan—" tangannya menyusup ke balik celana dalam biru yang dikenakan Eren, menyapa junior Eren dengan mencubit gemas kepalanya kemudian memijat pelan junior Eren hingga kini junior Eren sudah setengah tegang "—jangan banyak berbicara, aku tidak suka" dengan sekali hentakan Rivaille melepas celana dalam Eren.
"mmmmppph—" Rivaille menyumpal mulut Eren dengan celana dalam Eren.
"kau sungguh cantik" Rivaille menatap seluruh tubuh Eren. "hmm, sepertinya masih ada yang kurang" Rivaille melepas dasi yang dikenakannya kemudian menggunakan dasi itu untuk mengikat junior Eren yang setengah tegang "sempurna".
Rivaille menyeringai puas "selamat bersenang-senang" bisiknya dengan suara baritone rendah tepat ditelinga Eren. Mata hijaunya melebar , Seketika tubuh Eren menegang.
-TSUZUKU-
Maafkan author yang kece sedunia gaib ini jikalau lemonnya kuras asem dan maap kalo dipotong, authooor udah ga kuaaat #plaaak boong deng sebenarnya ini chap puanjang bet, jadi saru potong dan adengan lemon potongannya bakal ada di chap depan huehehee #digaplok. jadi tetap ikuti terus fanfic nistah ini yaa~
Akhir kata tolong reviewnya kakak, adek, mbak, tante, mas, om~
Happy Reading~~
C(^ w ^)D/
S A R U
-Times to balesin Review~ :D-
Miyucchi : maaf ya, saru memang sengaja bikin adegan Rivetra begitu hehe :"Dv, siaap ini sudah lanjut, saru janji ga akan ninggalin kalian~ sankyuu sudah terus review fic nista saru inih~ *hugs miyu-chan, + ketjup basah*
Camuan : uwaaaah arigatou~ ^w^, maaf ya belum bisa dipanjangin, next saru akan berusaha panjangin ceritanya :"D
Nanti di chap selanjut-selanjutnya akan dijelasin kok siapa si petra ntuh :D #spoiler
Ahahaha maap itu memang disengaja adegan Rivetranya :"Dv, ini sudah lanjut, selamat menikmati~
Arigatou semangatnya, love you too camuan~ *ketjup basah* #ditabook
Hayasaka Kairi : huwooooh saru merasa senang sekali ada author fandom tetangga yg baca + Review fic nistah ini~ sankyuu pujian dan supportnya, selamat menikmati chapter selanjutnya, ditunngu reviewnya lagi loh~ XDD *ketjup basah*
Liora609 : maap itu si Irvin emang saru sengaja jahatin dimari XDDD, karna suatu ramuan yg dikasih Hanji Eren jadi punya Rahim sementara gitu hehe :D
Arigatou, huhuhu iyah yang review sedikit tapi saru seneng kok sudah ada yang mau me-review hehe, ditunggu review selanjutnya ya~ *ketjup basah*
