Chapter 7 : Maafkan Aku, Hinata

Hey" yuni dah update nih :D gomen kalau lama…moga ajah ga mengecewakan yah :D

Discalimer characters belongs to Masashi Kishimoto sensei

Warning: typo, cerita gaje, OOC,AU

Happy reading all :D

SEBULAN TELAH BERLALU… semenjak kejadian diperpustakaan itu Hinata tidak lagi tinggal di mansion Naruto. Ia kembali kerumah kecilnya. Ia tidak lagi menjadi pelayan pribadi Naruto. Ia pun selalu berusaha untuk menghindari Naruto saat di sekolah.

Sementara itu, tangan Hinata bergetar memegangi benda kecil berbentuk seperti tusuk es krim itu. Hinata memandangi dua garis yg sejajar disana. Rasa takut yg sll menghantuinya kini jd kenyataan. Kaki Hinata terus lemas dan tak berapa lm ia menjatuhkan dirinya di lantai kamar mandi. Bulir air matapun keluar dari lavendernya.

"kenapa semua terjadi padaku. KENAPA?" Teriak hinata kencang.

Hinata sangat frustasi. Ia terus saja mengacak-acak rambut indigonya. Ia merutuki nasibnya yg malang. Kini semuanya sudah hancur.

"hik…hiks… a-apa yg harus aku lakukan" ia menangis sesenggukan.

Matahari sudah semakin tinggi. Teriknyapun semakin menyengat. Terlihat jelas lalu lalang semua siswa NHS yg keluar dari gerbang. Iris safir Naruto menatap semua siswa yg keluar dari gerbang. Ia harap Hinata segera menampakkan dirinya.

"naruto! Sedang apa kau disini?"

"bukan urusanmu,kiba"

"heh, kan aku hanya menyapa. Kenapa kau sesewot ini hah?"kiba mengerucutkan bibirnya.]

"aku menunggu hinata, kau puas?"

"apa yg kau lakukan padanya Naruto, kenapa dia menghindarimu?"

"kenapa kau ingin tau sekali hah?"

"kau ini menyebalkan. Kenapa kau tak cari saja kerumahnya hah. Nanti kalau bisa kita berkumpul di rumahku yah"?

Naruto tidak menjawab. Kibapun langsung pergi begitu saja.

"sepertinya,aku memang harus ke rumah Hinata" ucap Naruto berlari menuju mobilnya dan melajukan mobil itu segera.

Tak berpa lama naruto pun sampai didepan rumah hinata. Ia lantas turun dari mobilnya dan berjalan menuju pintu.

Tok…Tok…Tokk….

Naruto mengetuk pintu rumah hinata.. dan tak lama…

Cklekkkkk…

Pintu itupun terbuka. Hinata membelalakkan matanya kala ditatapnya yg dtg adalah naruto.

"N-Naruto" ucap Hinata kaget.

"akhirnya aku bisa bertemu denganmu, Hinata. Kenapa kau menghinadriku terus hm?" ujar naruto pelan.

"pergilah naruto, aku tidak ingin bertemu denganmu lagi" jawab hinata dengan nada lemas.

Saat hinata akan menutup pintu,tiba-tiba naruto menhan pintu itu dengan kedua tangannya yg kekar. Hinata tak bisa menhan ikuatnya naruto. Ia berjalan mundur melihat naruto semakin mendekatinya.

"aku hanya ingin bicara padamu hinta. Tenanglah..aku tidak akan berlaku jahat padamu. Percayalah"

Naruto melangkah maju. Namun hinata semakin melangkahkan kakinya mundur. Melihat hinata seperti itu,naruto jd menghentikan langkahnya. Naruto tmbh kaget melihat hinata yg ketakutan dengan tubuhnya yg gemetar.

"pergilah naruto. Aku mohonn"

"tapi kenapa hinata? Kau tau aku khawatir padamu" ucap naruto.

Tak ada jawaban dari Hinata.

"hinata…."

"apakah kau baik-baik saja? Apa kau tak menyembunyiakan sesuatu dariku kan?" kilah naruto curiga.

Hinata tersentak mendengar itu.

Pertanyaan naruto jelas membuat hinata shock. Baik-baik saja? Tentu malah buruk mengingat keadaannya yg sedang hamil. Ketakutan hinata semakin bertambh membuat naruto yakin kalau gadis didepannya tak baik-baik saja.

"hinata kau-"

"aku tidak apa-apa, naruto." Potong hinata dgn cepat.

"tapi kau-"

"P-PERGI. Aku mohon pergilah naruto." Ucap Hinata dgn nada tinggi.

Dan tiba-tiba…

BRUKKKKKKKKKKK….

Hinata pingsan. Namun tubuhnya ditangkap baik oleh naruto.

"hei hinata, bangunlah" ucap naruto menepu pelan pipi hinata.

Naruto yg paniik pun lantas membawa hinata ke mobilnya untuk menuju rumah sakit. Ia melaju mobilnya dgn cepat secepat angin.

"hinata…." Ucap naruto dgn litih.

Tak lampun lambhorgini naruto sampai dirumah sakit. Sepersekian detik kmdn, dua perawat berpakaian putih-putih dtg menghampiri mereka dgn membawa ranjang dorong. Naruto dgn cepat meletakkan hinata di ranjang itu dan mengikuti dua perawat ke kamar pasien untuk diperiksa dokter.

"ada apa denganmu sebenarnya, hinata?" batin naruto lirih.

Saat ini naruto terus mondar-mandir bagaikan setrikaan didepan kamar hinata diperiksa oleh dokter. Ia mengacak-acak rambut kuning jabriknya tanda frustasi. Sesekali ia mendongakkan kepalanya untuk mengintip ruangan itu. Dokter yg memeriksa hinatapun belum keluar membuatnya tmbh khawatir. Naruto akan meraih julukan sebagai pria terkejam dan terbejat jika sampai hinata mengalami hal buruk karenanya. Tak lama, dokterpun keluar dari ruangan hinata.

"a-ano…dokter, bagaimana kedaan hinata?"

"apakah kau kekasihny?" tanya dokter yg bername tag Tsunade itu.

Naruto hanya mengangguk kecil.

"baiklah, bisakah kau denganku keruanganku?"

Naruto kembali mengangguk pelan.

Naruto berjalan mengikuti dokter tsunade. Ia berkali-kali meneguk ludahnya. Tak lama,ia sampai diruangan yg sgt bersih dan rapi. Setelah dipersilahkan duduk,naruto lantas menyakan keadaan hinata dgn segera.

"jadi,bagaimana kedaan hinata sekarang, dok?"

"kekasihmu saat ini sedang mengalami stress dan kelelahan."

"syukurlah…" ucap naruto menghela nafasnya.

"tapi-"

"tapi apa dok?" potong naruto cepat.

"kau harus menjaga kekasihmu dgn baik. Karena stress tidak baik bagi kehamilannya saat ini"

"APA? HINATA HAMIL?" sentak naruto kaget.

"iya, usia kandungannya sekarang masih tiga mingguan. Aku harap kau dpt menjaganya dgn baik."

"baik dok"

Nafas naruto semakin tercekat. Hinata hamil? Tiga mingguan?

"maafkan aku, hinata" ucap naruto dlm batinnya.

Dilain tempat….

Hinata mengerjapkan matanya. Obyek yg ia lihat pertama adlh langit-langit kamar yg putih. Yg ia tau, kalau ini bukan kamarnya. Karena hinata dpt mencium bau obat-obatan. Lalu ia berada dimana? Dengan perlahan, ia mengangkat tubuhnya dan mendudukkan diri diranjang. Lavendernya terus menatapi sekitar. Dan ia baru sadar, kalau ia berada dirumah sakit kala melihat banyak perawat yg lalu lalang didepan kamarnya saat ini.

Cklekkkkk…

Suara pintu terbuka. Dibalik pintu,masuklah pemuda yg ia kenal. Yah dia adalah Naruto. Setelah menutup pintu, naruto berbalik dan menatap hinata yg sudah siuman. Ia berjalan mendekati hinata. Sedangkan hinata hanya memalingkan wajahnya menghindari tatapan naruto.

Naruto tersenyum lega. Dengan perlahan, ia mendudukkan dirinya di kursi.

"kau sudah siuman,hinata?"

Tak ada sahutan dari hinata….

"kau tau aku sangat khawatir saat kau pingsan tadi"

Hinata masih diam tak bergeming…

"kenapa kau tidak memberitahukanku soal ini, hinata?" tanya naruto.

Hinata sangat kaget mendengar pertanyaan naruto itu. Hinata masih berfikir,apakah naruto tau kalau dirinya sedang hamil? Bagaimana mungkin?

"a-apa maksudmu itu, Naruto?" hinata akhirnya mengangkat bicara.

"mau sampai kapan kau akan bohong padaku soal kiehamilanmu ini,hm?"

"b-bagaimana kau tau?"

"dokter tsunade yg menjelaskan semuanya padaku"

Keadaan menjadi sunyi.

"hinata…." Panggil naruto memcahkan kesunyian diantara mereka.

"aku akan bertanggungjawab, hinata" ucap naruto dgn suara parau.

Hinata membelalakkan lavendernya mendengar itu. Ia tau kalau naruto adalah pria berhati devil. Apakah penuturan naruto benar? Dunia pasti akan kiamat pikir hinata.

"aku akan bertanggungjawab hinata. Aku sudah melakukan itu padamu" ulangnya lagi.

Hinata masih terdiam. Bibirnya masih bungkam. Air matapun meluncur dari kedua levendernya.

"hiiikksss…hiksss….. aku tidak menginginkan ini terjadi… hikkksss…hiksss…." Ucap hinata sambil memukili perutnya ringan.

"hentikan itu hinata"

"aku tidak mau ini….hikkksss…hikssss…." hinata masih memukuli perutnya.

"HINATA BERHENTI! Bentak naruto yg mulai kesal dgn sikap hinata itu.

Hinata masih menangis….

"jangan lakukan itu, aku mohon hinata" ucap naruto.

"hiks…hiks…kenapa kau selalu memberikanku penderitaan naruto? Kenapa kau selalu membuatku memilih ingin mati daripada harus berurusan denganmu? Hikss…" ucap hinata terisak.

Naruto terdiam….

"dengarkan aku hinata, aku tidak akan lari dari tanggungjawabku soal kehamilanmu ini. Kumohon percayalah padaku"

Hinata masih bungkam. Bukan ia tidak bisa bicara, justru ia tidak tau harus berbicara apa sekarang. Ia menundukkan kepalanya dan tangannya meremas sprei pelan.

"aku ingin pulang"

"aku akan mengantarkanmu pulang"

"aku bisa sendiri naruto"

"jangan membuatku kesal hinata"

"terserah kau saja"

Naruto menggenggam tangan mungil hinata. Ia membawa hinata menuju mobil dan melajukannya segera. Tak ada percakapan saat diperjalanan. Naruto dan hinata masih bungkam. Tak lama, merekapun sampai. Dengan segera,hinata keluar dari mobil naruto. Dan narutopun dgn cepat menyusul hinata.

"kau belum menjawabku, hinata"

"pulanglah naruto. Aku tidak ingin diganggu saat ini" ucap hinata dgn cepat mendorong pintu rumahnya agar tertutup rapat.

"ahh..sial" umpat naruto sambil meninju tembok samping pintu.

"maafkan aku,hinata" batin naruto merasa bersalah.

Naruto menhampiri ketiga temannya yg sedang berkumpul dihalaman belakang rumah kiba. Ketiga temannya memandang aneh pada sosok naruto sekarang.

"kau kenapa, Dobe?" tanya sasuke dengan cepat.

Naruto tidak menjawab. Ia masih memandang lurus kerah depan.

"apa mungkin naruto ada masalah dgn hinata?" pikir shikamaru.

"teme, kiba… aku ingin mengajak kalian berkelahi sekarang" ucap naruto datar.

"berkelahi? Untuk apa naruto?" tanya kiba menautkan alisnya.

"jangan banyak tanya. Berkelahilah denganku"

Sasuke dan kiba menaikkan alis mereka. Mereka benar-benar dibuat bingung oleh naruto.

"ada apa denganmu hah?" tanya sasuke kembali.

"aku akan berikan mobilku jika kalian mau berkelahoi dgnku"

"baiklah, kau yg minta" jawab kiba singkat.

Shikamaru menatap cemas terhadap ketiga temannya. Khususnya pd naruto yg sudah babak belur itu. Naruto memang mengajak berkelahi, namun jika dilihat ini bukanlah perkelahian. Tak ada perlawanan dari naruto sama sekali. Ia tidak menghindar dari pukulan sasuke dan kiba.

"hoy hentikan kiba, sasuke. Kalian bisa membunuhnya" teriak shikamaru.

Sasuke dan kiba akhirnya menghentikan aksinya. Mereka pun sudah tampak kelelahan.

"aku tak menyuruh kalian berhenti" ucap naruto sambil menyeka darah dr sudut bibirnya.

'' ada apa denganmu hah?" tanya sasuke lagi.

"jangan banyak tanya. Pukullah aku lagi setidaknya buat aku pingsan."

"kau gila hah?" umpat kiba.

"ceritalah pada kami,naruto jgn begini" sambung shikamaru.

"aku sedang tidak ingin curhat. Ayolah pukul aku lagi" ucap naruto merengek.

Kiba semakin kesal. Ia tidak tau bagaimna menyadarkan naruto saat ini.

"baiklah" ucap kiba singkat…

BUGHHHHH…

Sebuah tinjuan keras diperut narutopun melayang. Naruto merintih pelan dan merosot kebawah.

"hentikan kiba. Akan aku obati lukamu itu." Ucap shikamaru memapah naruto ke dalam rumah kiba.

Kiba dan shikamaru membawakan air hangat dan handuk kecil.

"apa yg terjadi denganmu hah?" tanya sasuke sambil mengobati luka naruto.

"kau bisa pelan-pelan tidak hah?"umpat naruto merintih.

"diamlah"

"apa kau ada masalah dengan hinata,eh" tanya kiba kemudian.

"kau seperti paranormal eh tau segalanya." Jawab naruto datar.

" jadi benar naruto? Apa yg kau lakukan padanya hah?" tanya shikamaru menyambung.

"aku menghamili hinata"

"kau sudah gila hah?''ucap kiba dengan nada tinggi.

"yah,aku sudah gila. Aku gila karena kau kiba"

"aku? Kenapa?"

"kenapa kau berpelukan dengan hinata waktu itu hah?"

"jadi kau cemburu eh? Kau mencintainya?"

"aku mencintainya kau puas hah?"ucap naruto dengan nada super tinggi jg.

"apakah kau akan bertanggungjawab?" tanya shikamaru.

"aku akan bertanggungjawab. Tp hinata belum menjawabku saat ini. Aku frustasi! Ayolah pukul aku lagi"

"apa dengan begini masalahmu selesai hah? Kau sudah melakukan 2 kesalahan besar naruto. Pertama kau menjadikan hinata pelayan dan mengasarinya. Sekarang kau menghamilinya. Dimana hatimu itu,Dobe?" ucap sasuke panjang lebar.

Naruto hanya terdiam dan terus memikirkan perkataan sasuke itu. Sejahat itukah drinya pada hinata?

"aku akan menemui hinata lagi. Kunci mobilku untuk kalian" ucap naruto bangkit dan meletakkan kunci mobilnya di meja depannya dan pergi.

"hoy naruto! Kau belum sembuh. Dasar merepotkan." Umpat shikamaru menautkan alisnya.

"naruto sudah gila" umpat kiba dalam hati.

"buat apa lagi mobil ini?" tanya shikamaru kemudian.

"entahlah" jawab sasuke menaikkan bahunya.

Saatnya balas review…hehehe :D

.5: gomen kalau ceritanya aneh :D ga tau dpt ide darimana bkin fic ini :D

Rinne shibari: iyah masih banyak typo. Gomenasai L

Onpu885: naruto itu sebenarnya cinta sama hinata, tp sikapnya itu kasar. Itu cara nunjukkin kalau naruto cinta sama hinata onpu-san :D

Hinoketsui: ini udh update. Moga ajah wordnya panjang yah. Kalau belum gomen jgn marah L

G5: ini udah update kok :D

Kouri chan: ini udah update kouri san,moga ajah tambah suka yah :Dgomen kalau alurnya cepet L

Guest: yuni belum pernah nonton meteor garden guest san. Jd ga tau jg kalau sama. Ini ide asli dari otak yuni :D semoga guest san suka yah sama fic yuni ini yg gaje :D

Rozzeana: makasih :D yuni usahain typonya berkurang kok J

Makasih buat yg dah baca fic yuni ini. Semoga senpai semua tertarik yah sama fic yuni ini wlpn gaje" gimana gitu J untuk lebih memnambah semangat REVIEW dari senpai semua sangat yuni perlukan :D kalau berminat jg favs/follow yah :D *no modus* hehehe :D

Untuk update selanjutnya, belum tau nih kpn :D tp tergantung permintaan senpai-senpai yg sangat tertarik sama fic yuni ini. Kalau tertarik, yuni usahain update kilat kok ditengah kegiatan ospek hari selasa nanti :D SEE YOU :D gomen kalau banyak salah yah J

R

E

V

I

E

W