Kuusahakan cepat update. Kemarin sempat sesak napas karena nonton SUPER JUNIOR yang lagi live di GBK (di TV doang sih haha )

#ClosingCeremonyAsianGames2018

Selamat membaca..

.

.

What The Duck!

.

.

KIHYUN FANFICTION

Kibum & Kyuhyun

.

.

Linling Present

.

.

Bagian 7

Kibum sampai di rumahnya, ia nampak tergesa saat memasuki ruang makan, ibunya sampai hampir tersedak minum karena kaget dengan ulah Kibum yang gedubrak gedubrak.

"Kibum! Kenapa buru-buru?"

"Perutku sakit, Ma!" Jawab Kibum singkat dan segera menaiki tangga untuk menuju kamarnya. Ibunya hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak semata wayangnya itu. Sudah semalam nggak pulang, tau-tau paginya pulang malah heboh begitu. Masuk rumah tanpa salam, lempar sepatu sembarangan pula. Astaga, apa Kibum salah didikan? Sepertinya tidak.

Sesampainya dikamar, Kibum langsung mengunci pintu, melempar tas nya ke kasur, melepas kaos kakinya asal, lalu ia telanjang bulat dan masuk ke dalam kamar mandi. Menghidupkan kran, membuka kloset lalu berak disana.

"Sialan bajingan itu!" Umpat Kibum, dia masih sangat marah dan membenci Kyuhyun. Sambil ngeden dia meluapkan emosinya. "Fuck! Kenapa sakit sekali?" Keluhnya ketika feses itu menekan otot duburnya saat keluar. "Kenapa ada manusia seperti itu dibumi?" Kibum menonjok dinding di depannya keras hingga menimbulkan suara sedikit gemuruh. "Aw!" Rintihnya sakit.

"Ada apa, Kibum?!" Teriak ibunya di bawah.

"Sembelit !" Jawab Kibum nyaring.

"Cepat selesaikan dan lekas kemari!"

"Iya!" Sahut Kibum. "Aish! Kenapa ini banyak sekali?" Sambungnya mengeluh dengan hasil metabolisme yang ia keluarkan hari ini lumayan banyak dari biasanya.

Perutnya masih agak sakit dan ia merasa ini akan belum selesai, jadi Kibum tetap melanjutkan kegiatannya buang air sambil mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi tadi malam. Sayangnya ia sama sekali tidak ingat, pas bangun ia merasakan pusing yang lumayan hebat sebenarnya. Namun, tak ia rasakan karena keburu terkejut dengan kondisinya yang telanjang dan tidak berada di kamarnya sendiri. Makin kesal saat ia menemukan kondom berisi sperma diatas kasur. Bukan miliknya, Kibum tidak punya kondom kecuali Sana yang membelikannya. Sudah pasti itu milik Kyuhyun.

"Bodoh! Bodoh! Bodoh!" Rutuknya. "Kenapa aku mau saja menurutinya? Seharusnya aku tidak usah mabuk." Kibum sangat menyesal. Ia mengerti sekarang kalau Kyuhyun mendekatinya dan akrab dengannya akhir-akhir ini ternyata itu hanya modus saja untuk menidurinya. Kibum yakin kalau Kyuhyun adalah gay dan ungkapan yang diucapkan Kyuhyun bahwa ia menyukai Kibum memang benar. Lalu, Kyuhyun tidak bisa terima saat Kibum menolaknya. Makanya, Kyuhyun memperkosa Kibum dengan cara membuatnya mabuk sehingga Kibum lengah kemudian Kyuhyun bisa melancarkan aksinya. Kibum sangat benci Kyuhyun, ia akan melaporkannya ke polisi.

.

.

.

What The Duck!

.

.

.

Kibum memakan makanannya dalam diam. Setelah buang air dan mandi, tak lupa pakai krim-krim dulu, Kibum segera turun memenuhi panggilan ibunya. Dia makan. Meski makanan yang ia suapkan tetap bisa ia telan, tapi pikirannya melayang kemana-mana. Masih saja dendam dengan Kyuhyun yang sudah kurangajar melakukan tindakan asusila kepadanya. Kibum yang makan seperti robot karena tanpa ekspresi membuat ibunya heran. Tadi Kibum turun dan langsung minta makan. Ibunya kasih. Lalu Kibum dengan acuh langsung saja makan.

"Kibum?"

"Ya?" Kibum seperti sadar kembali. Rautnya melembut saat ibunya memanggil.

"Kau ada masalah?"

"Tidak."

Ibu mana yang bisa dibohongi? Kibum jelas-jelas menunjukkan kebiasaan yang offside dari biasanya. "Kenapa pulang pagi? Pergi kemana semalam?"

"Rumah teman." Jawab Kibum lirih. Dia tidak mau menyebut nama Kyuhyun.

"Siapa? Kyuhyun?"

"Um!"

Ibunya Kibum tersenyum lega. Ia mengira Kibum ketemu Sana semalam. Lalu Kibum galau dan tidak mau pulang. Syukurlah kalau hanya dirumah Kyuhyun. "Nak, apa kau tahu? Mama sangat senang kau punya teman laki-laki juga."

"Maksud mama?" Pertanyaan ibunya ini bikin Kibum gagal fokus. Apa mamanya ini sedang mendukungnya untuk jadi gay?

"Selama ini kan mama tidak pernah melihatmu bawa pulang teman laki-laki. Bergaul dengan pemuda satu kompleks juga tidak pernah. Kibum, kau sangat antisosial sekali. Tapi, perkiraan mama ternyata salah. Kau punya teman laki-laki juga rupanya."

"Ooh~" Kibum tersenyum kikuk. Apa-apaan tadi? Kenapa ia berfikiran selalu ke arah gay terus? "Jadi, mama suka aku kluyuran?"

"Bukan kluyuran. Tapi mama mau Kibum itu punya banyak teman. Jangan jadi antisosial."

"Tapi, ma. Diluar itu udaranya kotor. Terkena sinar matahari. Nanti kulit jadi hitam dan jerawatan. Tidak! Tidak mau."

Ibunya Kibum bingung. Kenapa jawaban anaknya ini tidak nyambung. Intinya kan ibunya menyuruh Kibum untuk menjalin pertemanan dengan banyak orang, kenapa malah disangkutpautkan dengan sinar matahari, hitam dan jerawatan? "Nak, benar kan kau tidak punya masalah?"

"Huh?"

"Apa kau ada masalah dengan Kyuhyun?"

Kibum speechless. Ia bingung mau jawab apa. Kalau bilang tidak pasti ibunya tahu dia sedang bohong karena ibunya pasti sudah bisa menebak dari ekspresi yang ditunjukkan Kibum secara reflek dan tidak sengaja terkejut saat ibunya bertanya. Kalau menjawab iya, Kibum juga lebih bingung lagi mau bilang pada ibunya seperti apa. Tidak mungkin ia bilang kalau diperkosa Kyuhyun. Nanti ibunya shock bagaimana?

"Umm, ya. Ada sedikit masalah tadi malam."

"Lalu belum selesai?"

"Akan segera kuselesaikan."

"Baiklah. Itu bagus."

Lalu ibunya pergi ke dapur membawa piring bekas Kibum dengan raut lega. Begitupun Kibum, ia lega karena ibunya tidak sampai kepo ingin tahu masalahnya dengan Kyuhyun, kalau iya mungkin ia akan memilih menghindar saja.

"Kibum, ini tanggal merah. Kau tidak punya acara?" Tanya ibu Kibum sambil mencuci piring di wastafel.

"Ada."

"Kemana?"

"Aku mau luluran, pakai masker rambut, potong kuku, waxing bulu kaki, bulu ketiak, sudah." Entah Kibum akan melakukan semua hal itu atau tidak. Asal sebut saja karena ia merasa tubuhnya telah ternodai, Kibum mau bersihkan. Mandi saja ia rasa tidak akan cukup untuk membuat tubuhnya suci kembali seperti sedia kala. Suci? Hm.

"Baiklah. Baiklah. Lakukan sesukamu, mama mau ke supermarket belanja. Yang penting jaga rumah ya?"

"Ya."

Ibunya Kibum sangat mengerti kebiasaan unik anaknya. Namun, ia sama sekali tidak mempermasalahkannya selama itu tidak mengganggu atau merugikan. Ibu Kibum bisa menerima Kibum sebagai putranya yang seorang metroseksual, yaitu laki-laki yang sangat memperhatikan penampilannya tapi dia bukan gay. Dulu sempat khawatir sebenarnya Ibunya Kibum ini, takut putra semata wayangnya menyalahi kodrat sebagai laki-laki sejati karena suka mengoleksi peralatan make up dan produk perawatan kecantikan sejak Kibum menginjak usia pubertas. Tapi, setelah Kibum meminta untuk dimasukkan ke dalam club beladiri Taekwondo, ibunya pun lega karena anaknya ini meski tumbuh dengan kebiasaan unik tapi dia tetap laki-laki. Apalagi saat tahu kalau Kibum punya pacar perempuan yang sayangnya tak ia restui. Ibunya bertambah lega akan hal itu.

Oh iya, jadi ceritanya begini, dulu pas SMP (awal-awal masa puber) Kibum sempat jerawatan dan tidak mau berangkat sekolah 2 minggu lamanya karena hal tersebut. Sampai-sampai gurunya ada yang mendatangi ke rumahnya karena Kibum sama sekali tidak memberi kabar.

Guru yang datang seorang guru IPA biologi di SMP nya yang saat itu menjabat sebagai wali kelas Kibum juga. Guru itu sangat baik, dia menemui Kibum yang memakai masker saat itu, malu wajahnya jerawatan. Setelah ditanya dan Kibum jujur, walau sebenarnya malu dengan alasan yang agak tidak bermutu 'mogok sekolah because jerawat'. Akhirnya guru itu memberikan solusi untuk Kibum cara membersihkan jerawat dengan cara menggunakan bahan alami pada saat itu karena usia Kibum yang masih tergolong dini dan tidak memungkinkan untuk memakai produk yang mengandung bahan kimia. Lalu menyarankan juga untuk menjaga pola makan, kebersihan dan cara merawat wajah supaya tidak mudah jerawatan dengan cuci muka sebelum tidur misalnya. Kibum mau-mau saja dan menuruti solusi yang diberikan gurunya, Kibum yang masih polos tidak berfikir efek samping ketagihan atau apa yang penting jerawatnya hilang.

Benar saja. Berawal dari hal itu, Kibum jadi suka dan telah menjadi kebiasaan hingga ia masuk SMA sampai sekarang. Kibum takut kalau ia berhenti, maka jerawat akan tumbuh lagi. Bahkan ia menyesal berlipat-lipat ganda karena semalam ia tidak melakukan ritual. Untung saja wajahnya masih baik-baik saja.

Meski dipandang aneh oleh oranglain karena sering membawa krim-krim produk kecantikan kemana-mana, Kibum bisa santai menanggapinya. Ia berfikir orang yang mencibirnya itu tidak jauh lebih baik dari dirinya, kalau diladeni, lalu apa bedanya Kibum dengan mereka? Asal, jangan pernah menghina Kibum gay. Dia akan marah karena dia bukan gay! Ingat itu lho ya..

.

.

.

What The Duck!

KIHYUN

.

.

.

Sore hari...

Sebenarnya sudah kelewat sore karena langit juga sudah mulai menggelap. Kyuhyun berjalan menuju rumah Kibum, dia berniat mau minta maaf dan menjelaskan apa yang sudah dia lakukan. Kyuhyun mau tanggung jawab. Walau bagaimanapun dia juga salah, dia mau Kibum agar tidak marah padanya. Tapi, Kyuhyun belum punya kalimat yang pas untuk diucapkan.

"Apa diganti dengan makanan saja, ya?" Pikirnya. "Tapi apa?" Kyuhyun mengedarkan pandangannya. "Gorengan!" Celetuknya saat mengetahui ada penjual gorengan dipinggir jalan. "Ah! Memalukan, aku ini namja. Masa bertamu bawa gorengan. Kurang greget!"

Dan berakhir Kyuhyun tidak membawa apa-apa karena kelamaan mikir. Sekarang dia sudah sampai di depan pintu rumah Kibum.

Tok..

Tok..

Tok..

Kyuhyun mengetuk pintu. Tidak seperti biasanya rumah Kibum sepi begini. Inikan tanggal merah, pada kemana orang-orang? Atau karena momentnya yang salah? Bertamu di jam segini. Ah! Tidak juga. Coba lagi mengetuk, ada sahutan terdengar. Kyuhyun merasa lega.

Pintu dibuka.

Ada Kibum dengan wajah datarnya. Begitu tahu siapa tamunya. Dia langsung menutup pintu keras-keras.

"Hey! Hey! Tunggu! Dengarkan dulu penjelasanku! Jangan tutup pintunya! Kibum!"

Kibum kembali membuka pintu, lalu menyeret Kyuhyun keluar dari pekarangan rumahnya. Kyuhyun ini heboh sekali, Kibum jadi cemas ibunya mendengar apa yang akan dikatakan Kyuhyun. Jadi seret saja Kyuhyun darisana. "Pergi kau dari sini. Jangan pernah muncul dihadapanku! Aku membenci gay bajingan sepertimu!" Desis Kibum dingin.

"Tapi, dengarkan aku. Kau salah paham!"

Kibum panik. Kyuhyun berbicara tidak dengan suara pelan, ia takut ibunya atau tetangganya dengar. "Kau bisa diam tidak? Kau mau ibuku dengar?"

"Ba-baiklah. Aku akan-"

"Kibum, nak! Siapa itu?" Teriak ibunya Kibum diambang pintu. Tadi dengar ada sedikit ribut-ribut jadi ibunya kedepan mau lihat sedang terjadi apa.

"Ma! Aku main dengan Kyuhyun!" Jawab Kibum dan langsung membawa Kyuhyun agar pergi dari rumahnya.

.

.

.

Dan disinilah KIHYUN sekarang, taman kompleks perumahan Kibum. Berjarak 200 meter dari rumah Kibum. Mencari tempat sepi tapi tidak ada, taman ini ramai kalau sore. Anak-anak kompleks sering menghabiskan waktu disini jika sore, ada yang olahraga, pacaran, atau hanya menikmati semilir angin sore di taman ini. Uniknya, sudah jelang malam begini mereka masih saja betah disini, menuh-menuhi tempat saja. Akhirnya, Kibum memilih tempat teduh di bawah pohon yang letaknya sangat diujung.

"Ya ampun, Kibum kenapa sampai mojok begini?"

"Sudah cepat apa yang mau kau katakan!"

"Oke! Oke! Dengarkan aku, kenapa kau marah-marah dan langsung pergi kemarin?"

"Kau ini bodoh atau apa? Jelas-jelas kau memperkosaku kemarin malam!"

"Hah? Pfft..." Kyuhyun menahan tawa, Kibum mengernyit heran.

"Kenapa tertawa?"

"Aku tidak mekakukannya!"

"Bukti sudah ada! Kau jangan mengelak lagi!"

"Bukti apa?"

"Jelas-jelas kau modus mencekoki aku supaya mabuk, lalu aku lengah dan tiba-tiba aku bangun tidur sudah telanjang bulat dengan kondom yang bukan milikku! Itu sudah membuktikan semuanya!"

"Bum." Kyuhyun melembut, ia memegangi kedua bahu Kibum namun ditepis oleh siempunya. "Aku tidak memperkosamu. Sungguh."

Kibum tetap diam, dia berbalik arah mau pulang. Jengah dengan Kyuhyun yang kelamaan basa-basinya. Namun, pergelangan tangannya ditarik oleh Kyuhyun hingga ia terayun kebelakang dan menghadap tubuh Kyuhyun dengan jarak yang lumayan dekat. "Lihat! Kau bahkan memperlakukanku seperti wanita!" Ucap Kibum yang segera menjauhkan diri dari Kyuhyun. "Aku tahu kau menyukaiku. Tapi bukan dengan cara memperkosaku untuk mendapatkanku!"

"Hey, Kibum dengarkan-"

"Aku tegaskan sekali lagi! Aku ini namja! Aku straight! Dan aku sama sekali tidak menyukaimu Cho Kyuhyun-ssi!" Tegas, lantang dan jelas. Kibum langsung pergi darisana setelah mengucapkan kalimat itu. Ia tidak mau berlama-lama lagi. Emosinya mulai naik, ia takut tidak bisa mengontrol tangannya untuk tidak memukul Kyuhyun. Malu kalau sampai itu terjadi, taman sedang ramai dan waktu juga makin gelap. Dia harus pulang.

"Oh! Astaga! Bahkan kau tidak memberiku waktu untuk berbicara."

.

.

.

What The Duck!

.

.

Kyuhyun terus mengirim pesan untuk Kibum, tapi tidak dibalas. Menelfon juga panggilan dialihkan. Kirim pesan WhatsApp hanya ceklis satu. Kyuhyun frustasi berat, sebenarnya dia sedang membujuk siapa sih? Teman atau pacar? Kalau teman kenapa ngambek sampai begini parah. Dan kalau pacar, mereka tidak pacaran.

"Sebenarnya kenapa sih Kibum ini?" Kyuhyun mondar-mandir di dalam apartemennya. "Apa kuotanya habis? Atau tidak punya pulsa?"

Mau mendatangi rumah Kibum, tapi ini sudah malam. Takut mengganggu ibunya. Tapi, Kyuhyun tidak akan bisa tidur nyenyak malam ini jika masalahnya dengan Kibum belum juga kelar. Kyuhyun mau jelaskan kesalahpahaman ini. "Demi neptunus dan bebeknya Kibum! Kumohon beri aku kesempatan untuk menjelaskan pada Kibum kalau aku tidak memperkosanya !"

.

.

Let's see...

Kibum

Sedang rebahan dikamarnya sambil memeluk guling. Matanya hanya berkedip selama sepuluh menit terakhir, yah Kibum sedang memakai masker wajah. Jadi harus meminimalisir pergerakan di bagian wajah agar maskernya tidak rusak. Sebenarnya Kibum tidak sepenuhnya diam, dia itu memikirkan banyak hal. Yang menjadi hal utama dipikirannya ya tidak lain dan tidak bukan adalah Kyuhyun.

Tentang kejadian tadi pagi di apartemen Kyuhyun. Sungguh Kibum pusing bukan main, rasanya campur aduk. Marah, kecewa, sedih, dongkol jadi satu semuanya.

"Seharusnya aku dengarkan dulu si Kyuhyun tadi." Gumam Kibum. Ya dia hanya bisa bergumam untuk berbicara saat memakai masker.

Sebenarnya Kibum juga menjadi ragu, apakah Kyuhyun betul memperkosanya atau tidak. Awalnya memang yakin tapi setelah Kyuhyun berkata bahwa dia tidak melakukannya, ia jadi bimbang. Kibum jadi penasaran bagaimana Kyuhyun menjelaskannya. Jelas-jelas waktu itu ia melihat bajunya tercecer dimana-mana, tubuhnya telanjang bulat, ada kondom berisi sperma. Kibum juga mabuk, bukankah itu kesempatan bagus untuk meniduri Kibum disaat lengah? Gay mana yang mau menolak tubuh mulus Kim Kibum?

Perasaan tenang yang tadi sempat mampir kini hilang lagi. Tadinya mau beri kesempatan untuk Kyuhyun menjelaskan. Tapi, gara-gara ingat ia telanjang bulat dan menemukan kondom, ia jadi urung dan kembali kesal dengan Kyuhyun.

"Cho Kyuhyun gay sialan!"

O'ow !

Kibum lupa. Dia sedang maskeran. Saking emosinya, dia berteriak hingga menyebabkan maskernya rusak. "Arghh ! Kenapa setelah bertemu Kyuhyun hidupku jadi berantakaaan?"

Bukan hidupnya saja yang berantakan, tapi maskernya. Tadi bagian sekitar mulut saja yang retak, kini setelah ditambah dengan sedikit amukan. Ya pecah semua maskernya. Kibum tambah kesal karena maskernya rusak juga.

Kibum berteriak-teriak frustasi. Ibunya yang ada di lantai bawah hanya geleng-geleng kepala, kalau tidak bebek ya pasti make up yang bisa membuat Kibum berteriak macam itu. Jadi, biarkan saja nanti juga diam sendiri. Ayo, Mama lanjutkan baca majalah nya saja. Nyantai-nyantai.

Kibum memutuskan untuk membasuh saja maskernya, sudah rusak juga. Lalu, dia merogoh sarung bantalnya yang ia buat untuk menyembunyikan harta karunnya, majalah dewasa. Kibum mau merefresh otaknya kali ini dengan ide yang pernah diberitahu oleh Kyuhyun.

Kyuhyun lagi..

"Aish!" Kibum tidak jadi mengambil majalahnya. Dia memasukkanya kembali ke dalam sarung bantal lalu menindihnya dengan kepala. Merebah lagi. "Kenapa Kyuhyun lagi Kyuhyun lagi?" Kibum makin frustasi. Dia mengambil HP nya yang sedari dia maskeran tidak ia sentuh. Menghidupkannya dan langsung shock membaca notifikasi disana.

43 pesan !

Kibum ragu hendak menghidupkan data ke dalam mode ON. Ia tidak bisa mebebak berapa pesan yang dikirim Kyuhyun via WhatsApp. Kibum menelan ludahnya, untuk antisipasi supaya HP nya tidak tegang, ia ubah dulu ke mode silent. Baru, datanya dihidupkan.

"Astaga!"

Mata Kibum tak berkedip melihat icon WhatsApp pesan dari Kyuhyun yang terus saja muncul dan membuatnya berada diurutan paling atas. Baru setelah beberapa saat pesan Kyuhyun berhenti. Ada 105 pesan yang dikirim Kyuhyun. Tapi karena sudah kepalang kesal dan marah dengan Kyuhyun, ia abaikan saja pesan-pesan itu. Lebih baik tidur, besok kan sekolah.

.

.

.

What The Duck!

.

.

.

Pagi pun datang.

Suasananya begitu cerah, jika ini hari minggu pasti akan banyak yang lari pagi. Matahari juga belum tinggi-tinggi amat. Masih anget-angetnya kalau mau jemur badan di pagi hari.

Kyuhyun sudah standby pagi ini di persimpangan jalan yang agak dekat dengan rumah Kibum. Karena dipersimpangan itulah nantinya Kibum pasti akan lewat, karena itu jalan satu-satunya yang akan dilewati Kibum untuk sampai disekolah yang mana kalau lurus itu menuju jalan raya dan sedikit jauh rutenya kalau mau ke sekolah, dan kalau belok kiri itu rute yang lumayan dekat dan melewati apartemen Kyuhyun. Kyuhyun sudah bisa menebak kalau Kibum pasti tidak akan lewat jalan depan apartemennya, jadi dia rela bangun pagi-pagi untuk ngetem disini demi menunggu Kibum lewat.

Sekitar 15 menit Kyuhyun menunggu, akhirnya dia melihat payung kuning Kibum berjalan. Maksudnya Kibum memakai payungnya. Kyuhyun menyembunyikan tubuhnya, menempel di sebuah tembok. Dia tidak mau kelihatan, nanti kalau Kibum lewat dia mau tarik saja anak itu biar terkesan horor. Kyuhyun mendengar suara langkah Kibum, ia menghitung dalam hati memastikan kapan ia harus beraksi.

1..

2..

3..

Sreett !

"YAAAKK !"

Kibum terkejut saat tangannya ditarik orang. Refleknya lambat, dia memegang gagang payung sehingga tidak bisa melakukan pukulan kepada orang yang kurangajar itu, dan sayangnya dia adalah Kyuhyun.

"Kau?" Kibum masih saja ketus, ia menghempas tangan Kyuhyun yang menggenggam pergelangan tangannya. Lalu melanjutkan jalannya, mengabaikan Kyuhyun yang sudah pasang wajah melas.

"Bum, Kibum. Dengarkan aku! Aku tidak melakukannya!" Kyuhyun dengan nada memohon, meminta Kibum untuk memberinya kesempatan menjelaskan.

Namun sayang, Kibum seakan mengabaikannya. Ia terus berjalan menuju sekolahnya dan entah sadar atau tidak anak itu mengambil rute yang mengharuskannya lewat apartemen Kyuhyun.

"Bum! Kau salah paham! Aku tidak melakukannya! Kau mabuk malam itu. Kau tidak ingat apa yang terjadi, kan?"

Kibum menghentikan langkahnya, Kyuhyun tersenyum. Sepertinya ada kesempatan untuknya. "Ceritakan apa yang terjadi." Kibum membalikkan tubuhnya menghadap Kyuhyun.

"Baiklah."

"Sambil jalan." Kyuhyun menurut, mungkin Kibum tidak mau terlambat. Oh, andaikan kau tahu. Kibum begitu karena ia tidak mau bertemu matahari -_- tapi baiklah, kita sudah tahu Kibum itu bagaimana. "Kenapa aku telanjang. Kau juga?"

"Begini. Kau mabuk, dan muntah dibajuku. Bajumu juga kotor. Aku melepasnya agar kau nyaman tidur."

"Kau melihat tubuhku?"

"Um!" Jawab Kyuhyun pasti, menimbulkan raut bertanya dengan mata mendelik dari Kibum. Kyuhyun paham. "O-Oke, tubuhmu bagus. Aku sempat ingin mencicipinya-"

Deathglare gratis dipersembahkan oleh Kibum

"-dengar dulu. Tapi tidak jadi. Aku ingat kau mengigaukan mantan pacarmu!"

Kibum menoleh cepat. Malu dan kaget, jadi kepo apa yang dia igaukan. "Jangan bohong."

"Aku tidak bohong. Sana~ maafkan aku. Aku mencintaimu." Kyuhyun menirukan kondisi Kibum saat mabuk. "Bahkan kau sangat bernafsu meremas-remas bokongku."

Kibum malu. Wajahnya mulai memerah. "Jangan mengada-ada. Lalu bagaimana dengan kondom? Kau sudah melakukannya padaku, kan?" Kibum mulai naik lagi.

"Bukannya kau sudah sering melihat kondom di kamarku?"

Kibum jadi ingat kalau Kyuhyun itu jorok. Dia jadi mengingat kembali kejadian pertama kali dia mengunjungi rumah Kyuhyun dan menemukan kondom. Lalu hari-hari berikutnya dia juga menemukan kondom dimana-mana. Di kolong meja, vas bunga, hanger baju, dan tempat-tempat lain yang bukan seharusnya. "Jangan berbelit-belit! Dikamarmu banyak kondom! Kau sudah sering meniduri orang, jadi mudah saja bagimu meniduriku lalu mengelak."

"Memang aku berniat menidurimu. Tapi setelah aku tahu cintamu besar terhadap Sana, aku mengurungkan niat itu. Lagipula, aku belum tahu pasti aku bisa melakukan adegan bercinta. Aku belum pernah melakukannya."

"Apa maksudmu? Dirumahmu banyak kondom! Untuk apa kalau bukan dipakai tidur dengan pacarmu?"

"Aku belum pernah punya pacar. Aku kalau masturbasi dirumah pakai kondom."

Aneh. Itulah jawaban Kyuhyun, menurut Kibum itu aneh. "Kenapa hanya masturbasi harus pakai kondom?"

"Biar tidak kotor saja. Loundry sprei dan selimut biayanya lumayan. Kalau cuci sendiri keringnya lama."

Oke-oke, kali ini alasannya masuk pak Eko! Eh? Masuk akal. Kyuhyun selama ini hidup sendiri, apa-apa sendiri. Hmm, tentang pacar, Kibum masih kepo. Tidak mungkin Kyuhyun belum pernah pacaran atau belum pernah bercinta. Padahal, kalau dilihat dari kondisi spesifiknya. Kyuhyun ini juga tidak jelek-jelek amat. Dia tinggal sendiri, apartemennya juga sangat bebas. Jadi, kalau hanya satu atau dua kali menyelundupkan wanita ke dalam kamar pasti tidak akan ketahuan. Ah! Perlu dikonfirmasi ini.

"Bohong kalau kau belum pernah pacaran. Apartemenmu sangat bebas, kau bisa kapan saja membawa wanita masuk."

Kali ini gantian Kyuhyun yang menghela nafas. "Aku ini lama hidup di panti asuhan. Tidak tahu dunia luar, belum lama juga aku tinggal diapartemen. Hari-hariku ditemani Changmin main game. Tidak sempat pacaran. Dia sering menginap dan muncul tiba-tiba, bagaimana bisa aku membawa perempuan masuk ke kamarku? Makan saja susah, mau sewa pelacur. Kena HIV bagaimana?" Dan Kyuhyun menambahkan supaya lebih meyakinkan, "Tanya Changmin saja kalau tidak percaya. Meski mesum, tapi dia selalu memberitahuku untuk pilih-pilih kalau mau menjebol vagina. Dan yang kutahu dia baru satu kali melakukannya. Cinta pertamanya dulu."

Baiklah, masuk akal. Kibum percaya kalau Kyuhyun belum pernah pacaran, tapi Kibum masih diambang kebingungan dan belum bisa sepenuhnya percaya begitu saja. Masuk akal memang apa yang dijelaskan Kyuhyun, mulai dari baju kotor karena muntah dan masturbasi dengan kondom. Tapi sayangnya Kibum tidak bisa ingat sama sekali kejadiannya, bisa saja kan Kyuhyun mengarang cerita. Kalau mau terus menuduh, ia juga tidak ada bukti. Kibum galau pemirsa, harus menyikapi ini semua bagaimana?

"Kau baca." Lamunan Kibum buyar saat Kyuhyun menyodorkan ponselnya ke hadapan Kibum. Sedang menampilkan layar browsing yang judulnya Efek Gay Setelah Bercinta. Kyuhyun menunjuk pada salah satu poin disana, "Pantat terasa nyeri dan perih, bahkan sulit berjalan." Kyuhyun menyimpan kembali ponselnya. "Apa waktu itu pantatmu sakit? Tidak, kan? Bahkan kau sangat cepat berjalannya. Kau juga memukul dadaku sangat sakit. Hampir mati aku."

Benar. Ini sangat masuk akal, pantat yang masih perawan akan robek ketika pertamakali ditusuk benda sebesar itu. Bahkan bisa berdarah, Kibum pagi itu juga sembelit saja sakit sekali. Ia juga pernah baca kalau mau berhubungan sebaiknya pakai pelicin. Oke, Kibum percaya. "Ba-baiklah."

"Jadi, kau tidak marah padaku, kan?"

Kibum menimbang-nimbang sebelum menjawab, "Hmm."

Kyuhyun melompat kegirangan. "Kurasa benar katamu waktu itu. Kalau seandainya kita pasangan gay. Kau yang pantas jadi seme."

"Tapi itu tidak akan pernah terjadi. Dan aku tidak akan membiarkan temanku menjadi gay." Kibum menyeringai.

"A-apa?"

"Kapan-kapan kuajari cara bercinta." Jawab Kibum sambil melangkah melanjutkan perjalanan ke sekolah, meninggalkan Kyuhyun yang masih belum mengerti maksud Kibum.

"Yak! Kau mau gantian meniduriku?"

Dan Kibum hanya tersenyum geli tanpa menjawab apa-apa. Biarkan saja Kyuhyun dihantui rasa kepo dan insting-insting yang katanya selalu benar itu, yang penting keduanya sudah lega, Kyuhyun sudah mau mengklarifikasi dan Kibum juga sudah mendapat jawaban pasti. So, tidak ada lagi masalah yang membuat persahabatannya retak.

Yahh, begitulah persahabatan. Tidak ada yang akan saling menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan. Justru karena dari kesalahan itulah kita harus memberanikan diri untuk menegur apa adanya. Banyak persahabatan yang berakhir dengan tidak baik hanya karena masalah sepele atau kesalahpahaman dan menjadikan mereka saling tidak tegur sapa. Padahal, tidak ada yang namanya pertengkaran yang menimbulkan permusuhan jika itu benar-benar sahabat sejati, karena sahabat yang benar itu dialah yang mau mengakui kesalahan, meluruskan kesalahpahaman lalu saling minta maaf dan memaafkan kemudian kembali mengeratkan persahabatan.

.

.

END

Beri aku review, maka akan ku publish ff baru :)

.

.

Trimakasih yg sudah follow, favorite, dan review. Ada Noval, Chomsi, istrikibum, Ryu, Hyerin, Guest, CB204, dwiruhmana, rismaaa, Erka, secretkuy, kyuchan, Elsa dan teruntuk Kim204bum big thanks for you udah kasih tau utk ganti rate kembali ke T, emg sih aku udah kasih warning nya di ch 3 tapi aku ganti rate M kemarin pas udah sampai ch 6 lho, apa ngaruh ya? Makasih banyak info & sarannya :)))