A/N : Sorry Aki naruh a/n di awal~ hehehee.. tapi Aki sangat ingin berterima kasih kepada semuanya yang sudah membaca fic Aki, mereview dan bahkan meng-Add nya di Favo story XD. Ada yang bilang chap kemarin kependekkan ya? Gomen… memang awalnya Aki mau buat fic ini jadi kumpulan drabble singkat tapi kesannya mendalam gitu. (padahal males ngetik banyak-banyak) XDD. Ya sudlah.. enjoy the story ^^

SaSuSaku

By: AkinaYuki Nyo

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Genre: Romance/ General.

SasuSaku Pair

Story seven

-Need-

"Hatchuuu~"

Suara bersin itu lagi-lagi terdengar menggema di ruangan rapat Uchiha Corp. Sebenarnya suara bersin itu bisa dikatakan berguna untuk mencairkan suasana rapat yang sangat serius dan menegangkan. Namun bagi seorang Uchiha Sasuke, bersin itu justru membuatnya terlihat bagai orang yang terkena virus berbahaya yang siap menularkan kepada siapa saja dan kapan saja.

Lihat dia! Duduk di paling ujung dan sangat terlihat semua peserta rapat yang lain menggeser tempat duduk mereka dengan interfal beberapa meter darinya. Oh! Tak lupa disertai lirikan mata 'abstrak' yang dihadiahkan kepada Sasuke setiap dia mengeluarkan bersin 'fenomenal' miliknya.

Ok.. Sasuke sangat tidak suka keadaan ini. Akibat flu yang menyerangnya kemarin malam, dia menjadi 'mahkluk asing' di kantor megahnya. Bahkan untuk menarik nafas saja dia butuh mengeluarkan energi dan mengorbankan beberapa ATP dari proses metabolisme tubuhnya. Jangan tanya kenapa Sasuke bisa menggunakan kata-kata hiperbola sains seperti itu..

'Cukup..'

Sasuke bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari ruang rapat itu. Meninggalkan semua orang yang hanya terpaku menatap kepergiannya dan mungkin sedikit bernafas lega mengetahui akhirnya sumber virus telah lenyap dari lingkungan mereka.

"Hatchuuuu~!!"

Bersin Sasuke terdengar lagi ketika dia berjalan keluar dari kantornya. Dengan wajah kesal dia mengambil sapu tangan putih dari sakunya dan mengelap daerah di sekitar hidungnya yang simetris itu.

Sepertinya flu yang menyerang tubuhnya kali ini bisa digolongkan parah. Hidungnya tersumbat, kepalanya pusing dan obat yang diminumnya tadi pagi sama asekali tidak bekerja untuk membasmi virus influenza yang sedang berpesta di dalam tubuhnya.

'Aku harus ke dokter.'

Sasuke berpikir di depan pintu masuk kantornya sembari menunggu sang supir datang dengan mobil miliknya.

Apa dia harus ke dokter? Itu yang diperlukannya?

Pertanyaan itu terlintas di benak Sasuke ketika ia berpikir lebih jauh. Pergi ke dokter sama saja menyia-nyiakan uangnya bila mengingat resep yang diberikan akan bernasib sama dengan obatnya tadi pagi –dibuang- . Oh bagus..sekarang seorang Uchiha Sasuke bisa perhitungan terhadap uang. Sungguh bukan dirinya…

Jadi.. apa yang benar-benar dibutuhkannya?

Sasuke merenung beberapa menit hingga mobil yang ditunggunya datang menjemput dan mengantarnya ke sebuah tempat yang tentunya di minta oleh Sasuke kepada sang supir.

Sebuah rumah minimalis yang terlihat nyaman dan teduh. Berwarna putih dengan unsur kayu membaur menjadi satu membentuk sebuah bangunan bertingkat dua. Tak lupa pohon-pohon kecil yang menghiasi taman rumah itu membuah mata Sasuke merasa sejuk.

Dengan pelan Sasuke membuka pagar rumah itu dan menuju halaman belakang untuk mencari seseorang yang sangat dibutuhkannya saat gadis berambut pink yang terlihat sibuk menjemur pakaiannya yang tidak teralu banyak. Mata jade-nya mengamati satu persatu cuciannya yang telah terjemur sempurna lalu tersenyum puas sambil berkata "Perfect"

"Hatchuuuuu~"

Gadis itu menoleh ke arah Sasuke ketika dia mendengar suara bersin di dekatnya.

"Sasuke?!"

"Hn.." Sasuke mengangguk sekilas kemudian mengelap hidungnya dengan sapu tangan putih miliknya lagi.

"Tidak bekerja?" tanya Sakura heran sambil melanjutkan kegiatan menjemurnya.

"Hn.. tidak."

'Tumben?"

"Aku sakit."

"Harusnya kau minum obat Sasuke.."gerutu Sakura yang masih sibuk dengan jemurannya, terlihat dahi Sakura sedikit mengerut saat mengetahui bahwa kekasihnya sedang sakit.

"Sudah, tapi tidak mempan."

"Hh~ yang kau butuhkan sekarang hanya istirahat.."

"Kurasa tidak…" dengan cepat Sasuke menarik tangan Sakura dan menyuruhnya duduk di lantai kayu balkon belakang rumahnya. Kemudian dia membaringkan tubuhnya di pangkuan Sakura. "Yang kubutuhkan hanya ini.." kata Sasuke lagi sambil menutup kedua matanya.

"Benarkah? Apa dengan begini flu-mu akan sembuh Sasuke?" tanya Sakura tersenyum geli melihat tingkah laku Sasuke.

"Hn.. pasti sembuh."

"Ini resep dari dokter mana?"

Sasuke terdiam beberapa menit, kemudian dia berbalik ke samping hingga wajahnya menghadap perut datar Sakura dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Sakura sambil membenamkan wajahnya dalam kehangatan tubuh Sakura. "Dari dokter yang bernama 'Cinta'.."

Sakura tersenyum lembut mendengar jawaban dari Sasuke. Well.. mungkin cinta adalah obat ampuh untuk menyembuhkan semua penyakit dan..

"Sepertinya dia dokter yang sangat hebat.."

"Hn.. dan gratis" sahut Sasuke mantap dan mereka berduapun tertawa bersama-sama.

OWARI

a/n again : Nyoooo!!! Akhirnya chap 7 selesai! XD

gomen nyo kalo ada misstypo ya~ Aki ngetiknya cepet-cepet atuh =_=

Chap ini pendek lagi ya??

Hyahahahaha~ gomen lagi dah.. besok-besok Aki buat agak panjangan dikit deh. Oce?

Arigato Gozaimashita buat yang sudah mereview story six XDD

R&R? :3