Main Pair in this chapter :
HunHan - KyuMin
Pair :
EXO Official Pairing
Super Junior Couple
Other...
Warning : GS/GENDERSWITCH, typo(s), DLL
.
Inner/mind ('italic')
.
Happy Reading ! ^^
.
.
.
.
.
.
Seorang gadis cantik dengan rambut yang sedikit berantakan sedang berada di perpustakaan kampusnya. Ini sudah jam 9 malam, tapi gadis itu masih belum beranjak dari kegiatan mencari dan mencatatnya. Disana juga banyak orang yang sama sepertinya, intinya dia tidak sendiri berada di perpustakaan malam-malam begini.
"huhh..." Ia menghela nafas lega setelah pekerjaannya selesai. Belum selesai sih, karena ia masih harus menyusunnya sedemikian rupa supaya hasilnya sempurna. Ia lalu pergi meninggalkan perpustakaan dengan langkah gontai karena terlalu lelah seharian ini berada di kampus untuk mencari bahan-bahan untuk tugasnya.
Ketika Luhan sudah berada di luar, ia terkejut. Ternyata di luar sedang hujan, ia mendengus dan langkahnya semakin gontai masuk kearah parkiran kampusnya.
.
.
.
.
Luhan sudah sampai di depan apartemennya –bersama Kyungsoo- ia memasukkan kombinasi password yang berada di samping pintu.
TIT TITT..
Pintupun terbuka, Luhan melangkah gontai memasuki apartemennya dan menghempaskan tubuhnya di sofa. Ia begitu lelah. Luhan lalu mengedarkan pandangannya, disana tidak ada Kyungsoo
CKLEK
"aigoo eonnie kenapa baru pulang? lihat ini hampir tengah malam dan diluar juga sedang hujan!" cerocos Kyungsoo. Luhan hanya diam dan memejamkan matanya.
Kyungsoo yang khawatir menghampiri Luhan dan duduk di sampingnya "eonnie mandilah dulu, sudah aku siapkan air hangat untukmu"
Luhan mengangguk, terlalu lelah untuk menjawab akhirnya berdiri sambil membawa tasnya "aku akan memasak, eonnie mau ku masakkan apa?"
Luhan diam sebentar lalu menatap Kyungsoo "ramen saja Kyungie.."
"ish.. tidak boleh, aku masakkan sup saja ne?" Luhan mengangguk lemah dan masuk ke kamarnya.
.
.
.
"hah.. segarnya~, Kyungie..." Luhan keluar dari kamarnya dengan handuk yang melilit di rambutnya, ia memakai piyama tanpa lengan berwarna ungu tua. Luhan lalu melangkahkan kakinya ke ruang televisi.
"ne!" sahut Kyungsoo dari arah dapur, ia lalu keluar sambil membawa sup dan susu untuk Luhan.
"ish kau ini melayaniku seperti putri saja, aku kan bisa ambil sendiri"
"hehehe.. tidak apa-apa eonnie, eonnie kan lelah.."
"gomawo ne.." ucap Luhan sambil tersenyum. Kyungsoo hanya mengangguk dan tersenyum. Ia lalu mengambil remote yang berada di meja dan menyalakan TV.
Beberapa saat hanya hening, hanya ada suara dari televisi dan di selingi oleh suara ponsel Kyungsoo yang berdering.
"Kyungie kau sedang apa?" Tanya Luhan sambil menyuapkan makanannya. Kyungsoo terdiam beberapa saat sebelum menjawab "aku sedang berbalas pesan hehe"
Luhan mengerutkan keningnya, ia bisa melihat semburat tipis di pipi chubby Kyungsoo. Luhan lalu merebut ponsel Kyungsoo dan melihat isi dalam pesan itu.
"Yak! eonnie kembalikann!"
Luhan tidak berkutik, ia malah menjauhkan ponsel dari si pemilik dan mengutak-atik ponsel itu.
"Jongin? Ah~ aku rasanya mengenal nama itu, tapi siapa ya?"
"Yak! eonnie kembalikan ishh..!"
"ya.. ya! Ini"
Luhan terihat berpikir sambil mengetukkan jari-jarinya di dagu dan matanya seperti menerawang. "Aha! Kai teman Sehun! Jongin itu Kai kan?"
"tidak tau" jawab Kyungsoo ketus. Luhan tertawa dan menusuk-nusuk pipi Kyungsoo dengan jarinya gemas
"aigoo uri Kyungie marah ne?"
"ish.. eonnie diamlah!" Kyungsoo membalikkan badannya memunggungi Luhan, Luhan hanya terkekeh melihat tingkah lucu Kyungsoo.
Tringg..
Ponsel Kyungsoo berbunyi lagi, ada pesan masuk. Kyungsoo langsung membukanya, tanpa melihat Luhan sedang mengintip di balik punggungnya
"Noona jaljayo~ aaa.. manis sekalii~ hahahaha.."
Luhan tertawa keras, sedangkan Kyungsoo wajahnya sudah memerah sampai ketelinga saking malunya.
"ish.. eonnie!"
"ayo balas pesannya Kyung, begini 'Nado jaljayo Jonginie~' hahahaa.."
Luhan tak henti-hentinya menggoda Kyungsoo, melihat wajah Kyungsoo yang memerah itu sangat lucu dan ia sedang mencubit pipinya sekarang.
"UHUK UHUKK!"
"aishh makannya kalau makan jangan sambil tertawa! Ini.." kyungsoo menyodorkan minuman kehadapan Luhan. Luhan langsung menegak habis isi air dalam gelas itu.
"huh.. huhh.. gomawo Kyungie~"
Kyungsoo hanya mendengus lalu berdiri dari sofa "eonnie aku mau tidur, eonnie juga cepatlah tidur.."
"ne adikku yang bawel.."
"ishh!" Kyungsoo mempoutkan bibirnya dan menghentak-hentakkan kakinya masuk ke kamarnya.
Setelah selesai menghabiskan makanannya, Luhan membawa piring dan gelasnya menuju dapur lalu mencucinya. Sesudah itu ia masuk ke kamarnya dan membuka Laptop dan membawa setumpuk buku ke tempat tidurnya. Ia menghela nafas panjang, lalu bangkit dari tempat tidurnya untuk melepas handuk yang masih melilit di rambutnya. Ia lalu duduk di dresstable dan mulai mengoleskan krim untuk wajah dan seluruh tubuhnya.
Luhan lalu menengok kearah jendelanya. Hujan semakin deras dan ia jadi teringat Sehun.
-Flasback-
Hujan sangat deras, dan Luhan tidak membawa mobil karena mobilya sedang berada di bengkel. Tidak sengaja ia melihat Sehun yang berada di lorong, Sehun juga melihat Luhan. Lalu Sehun menghampiri Luhan.
"noona kenapa belum pulang?"
"ini aku akan pulang Sehunnie.."
"noona membawa mobil?"
"tidak.." jawab Luhan pelan sambil menghela nafas melihat hujan yang masih deras
"mau ku antar pulang?"
"bolehkah?"
"tentu saja.. tapi aku hari ini membawa motor"
"gwenchana.. ayo nanti hujannya tambah deras hun!"
Mereka pun berjalan beriringan ke parkiran kampus, Luhan menggenggam tangan Sehun, rasanya hangat dan nyaman bagi Luhan. Sehun yang sudah terbiasa dengan tingkah Luhan hanya tersenyum dan mengeratkan genggaman tangan Luhan yang sangat pas di tangannya.
"Nah.. noona pakai helm ku biar kepala noona tidak basah.."
"eh? Kau bagaimana?"
"aku tidak apa-apa noona.. ayo cepat pakai"
Luhan menghela nafasnya panjang, Luhan tidak akan menolak karena kalau dia menolak hanya akan sia-sia karena Sehun sangat keras kepala "yasudah.."
Dijalan, Luhan melingkarkan tangannya di perut Sehun. Lalu mengeratkan pelukannya, ia melakukan itu supaya Sehun tidak kedinginan dan Luhan juga semakin nyaman karena aroma tubuh Sehun sangat menenangkan hatinya. Luhan memejamkan matanya di punggung Sehun dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Hattchi!"
Luhan langsung mendongkakkan kepalanya "kau tidak apa-apakan hun?"
"errhh.. gwe-gwenchana noona..erhh"
Luhan berpikir sejenak, lalu mengangkat sedikit kepalanya.
"erhmm noona gelii.."
Luhan tidak bergeming ia malah semakin melancarkan aksinya.
"erhmm noona hentikann aku geli..!"
"ish.. kau ini! Aku kan sedang menghangatkan mu!"
"tapi jangan dengan meniup-niup tengkukku, itu sangat geli.."
"ne.. arraseo.."
"noona peluk aku saja, aku tidak akan kedinginan.."
Luhan mengangguk di punggung Sehun, membuat Sehun terkekeh dan menjalankan motornya cepat. Setelah 15 menit mereka sudah sampai di apartemen Luhan dan Kyungsoo, Luhan turun dengan pakaian yang basah kuyup kecuali bagian depannya sedikit dan kepalanya yang tertutup helm Sehun. Tak jauh berbeda dengan Luhan, Sehun sangat basah dari ujung kaki hingga kepalanya –kecuali punggung juga karena tadi Luhan yang berada di belakangnya.
"Sehunnie gomawo.. kau ma masuk dulu?"
"tidak usah noona.. ini sudah terlalu malam.."
Luhan tersenyum dan menganggukkan kepalanya "yasudah kau hati-hati ne.. ini helm mu.."
"ne noona.. jaljayo~"
Setelah mengucapkan itu Sehun langsung pergi dengan melajukan motornya cepat, Luhan masuk setelah tidak melihat Sehun di tikungan. Senyum mengembang di bibirnya
-Flashback end-
Entah kenapa wajah Luhan jadi memerah karena memikirkan Sehun, ia lalu menutup jendela kamarnya dan mulai menyelesaikan tugasnya.
_Thank You_
Sehun dan Kyuhyun sedang berada di kampus mereka, tepatnya di taman kampus itu. Seperti biasa duo mangnae itu sibuk dengan dunianya masing-masing. Kyuhyun dengan PSP-nya dan Sehun dengan buku di tangannya. Mereka tidak ada yang berbicara, disana hanya ada suara yang berasal dari PSP Kyuhyun.
Tiba-tiba Sehun menutup buku yang dibacanya dan mendekati Kyuhyun
"hyung.. aku pinjam PSP mu.."
"shirro" jawab Kyuhyun singkat, padat dan datar. Sehun hanya mendengus lalu membuka lagi kemudian ia tutup lagi karena bosan. Kelas ke duanya hari ini masih 45 menit lagi dan ia tidak tau harus berbuat apa.
"hyung.. ayolah aku pinjam sebentarrrr saja…ne?" Kyuhyun tidak berkutik, ia hanya menggelengkan kepalanya dan terus asik bermain.
"pelit!" Kyuhyun hanya mengendikkan bahunya acuh, Sehun mendengus. Ingin rasanya ia menjitak kepala orang di sampingnya ini kalau ia tidak mengingat bahwa ia adalah sunbaenya. Sehun hanya bisa menggerutu sebal lalu membuka bukunya –lagi- dengan kasar. Suasana kembali hanya diisi oleh bunyi dari PSP Kyuhyun.
"Hey! Duo mangnae!" dua teriakan cempreng keluar dari seseorang yang tidak jauh dari mereka. Sehun dan Kyuhyun sontak mengangkat kepala mereka, disana ada dua wanita cantik menghampiri mereka dan duduk di samping mereka berdua.
"Minnie~ kau dari mana saja.." ucap Kyuhyun manja sambil memeluk Sungmin yeojachingunya gemas
"Ck.. manja!" komentar pedas meluncur dari mulut Sehun yang sudah merebut PSP Kyuhyun yang menganggur
"biar saja mangnae jelek!"
"kau juga !"
"sttt.. Hunnie kau seperti anak kecil saja" Luhan yang berada di samping Sehun mengelus punggung Sehun dan tersenyum karena tingkah Sehun dan Kyuhyun yang lucu dan kata-kata pedas yang mereka lontarkan.
"aigoo.. kalian seperti sepasang kekasih!" pekik Sungmin heboh dan mencubit pipi Sehun gemas.
"Minnie!" Kyuhyun melepaskan tangan Sungmin dari pipi Sehun lalu mengusap-usapnya seperti menyingkirkan kotoran ditangan yang bersih itu.
Luhan terkikik geli "Sehun sudah seperti dongsaengku eonnie.." jawab Luhan dengan senyuman. Tidak menyadari raut muka Sehun yang berubah kecut mendengar jawaban Luhan.
Sungmin juga melihat perubahan wajah Sehun, ia juga sebenarnya tau kalau Sehun menyukai Luhan, tapi Sehun yang masih diam belum berani mengatakannya pada Luhan, padahal mereka sudah sangat dekat.
Sungmin mulai berfikir keras. Kyuhyun yang disampingnya menatap gemas Sungmin.
"kau sedang memikirkan apa Minnie chagi?"
"emm.. aku akan mengatakannya asal jangan disini.."
Kyuhyun mengernyit "wae?"
"ishh.. kau mau tau tidak?"
"ne! jadi dimana?"
"eum.. kita ke kelas kau saja, otte?"
Kyuhyun mengangguk, lalu membawa tasnya dan menggenggam tangan Sungmin.
"Hunnie, Hannie.. kami ke kelas dulu ne." ucap Sungmin lembut dengan senyuman.
"ne noona.." jawab Sehun, Luhan mengangguk dan membalas senyuman Sungmin.
"annyeong~"
.
.
.
.
-KyuMin Side-
"jadi ada apa?" Kyuhyun memulai pembicaraan ketika mereka sudah berada di kelas Kyuhyun, Sungmin tidak malu. Ia sudah terbiasa.
"kau tau kan Sehun suka pada Luhan?"
"ne"
"dan kau tau kan mereka sudah sangat dekat?"
"ne"
"dan kau pasti tau kan Sehun belum berani menyatakannya?"
"ne.."
"ishh! Kau ini! Kenapa dari tadi jawabannya hanya ne.. ne.. ne..terus!"
"lalu aku harus menjawab apa?" tanya Kyuhyun dengan wajah yang sangat polos dan membuat Sungmin ingin menyiramkan kopi panas di wajah polosnya. Sadis!
"pabboya! Kau tau tidak sih aku berbicara tentang apa?"
"tidak.." jawab Kyuhyun tanpa dosa lengkap dengan cengirannya
Sungmin mengusap wajahnya kasar, harus sabar menghadapi kekasihnya ini "kita bantu Sehun?"
"hah?"
"kita bantu Sehun, maksudnya begini.." Sungmin mulai dengan wajah serius dan mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun
"noona.. kau terlalu dekat, aku jadi ingin menciummu!"
"Yak! Pervert!" Sungmin refleks menjauhkan wajahnya tapi wajah serius masih di wajahnya
"Kita bantu Sehun untuk menyatakan yang sebenarnya, kalau dia tidak ingin Luhan menganggapnya dongsaeng, bagaimana?"
Kyuhyun mengernyitkan dahinya "aku kasihan pada Sehun, jadi kita harus membantunya Kyunnie~"
Kyuhyun mengangguk setuju lalu mencubit pipi Sungmin gemas "arraseo! Kita akan bantu dia"
"ahh.. gomawo~"
.
.
.
.
.
.
Sungmin membawa Luhan –lebih tepatnya menyeret- Luhan menaiki tangga menuju atap kampus itu. Ia sedikit terlamabt karena Luhan terus menanyainya mau apa? Kemana? Ada siapa? Sungmin jadi gemas sendiri jadilah dia menyeret Luhan dengan sedikit paksaan.
KRIEET
Pintu atap itu di buka perlahan oleh Sungmin, ia menengokkan sedikit kepalanya dan tersenyum cerah ketika sudah ada seseorang disana.
"Nah ayo cepat masuk!"
"Mw— yak eonnie kenapa aku ditinggal sendiri!"
DUK DUK DUKK
"noona?"
Sontak Luhan membalikkan badannya dan melihat Sehun disana yang sepertinya juga sedang kebingungan sama sepertinya.
"noona sedang apa disini?"
"aku juga tidak tau.. tadi Sungimin eonnie menyeretku kesini! Ukh menyebalkan!"
"eoh? Aku juga sama seperti mu, aku diseret kesini oleh Kyuhyun hyung!"
Sehun sedikit tersentak, ia berpikir sejenak. Tadi sebelum dirinya di bawa oleh Kyuhyun, Kyuhyun mengatakan sesuatu yang membuat Sehun bingung. Mungkin maksudnya adalah ini? Luhan?
"Kau harus mengeluarkan apa yang harus kau katakan nanti disana!"
'Tapi apa? Apa yang harus aku keluarkan pada Luhan? Perasaan tid— aha! Aku baru mengerti sekarang' batin Sehun
Sehun lalu menggenggam tangan Luhan dan membawanya ke tepi gedung yang dibatasi oleh pagar berkawat itu. Angin menerpa wajah mereka, sangat segar.
"ada apa Hunnie?"
"noona.."
"ne?"
"apa yang kau rasakan saat bersamaku?"
"huh? Aku nyaman denganmu, kenapa?"
"hanya itu?"
"aku nyaman denganmu dan bersamamu aku juga bahagia.."
"noona kalau kau nyaman berada di dekat ku, kau menganggapku apa?"
Luhan sedikit gelagapan, ia juga bingung harus menjawab apa. Luhan lalu menghela nafas dalam dan menatap lurus "kau seperti dong—"
"tidak!" sela Sehun
Ia lalu mencium Luhan tepat di bibirnya, cukup lama. Sehun ingin Luhan tau kalau dia tidak ingin dianggap seperti itu oleh Luhan. Sehun lalu melepaskan ciumannya dan menatap Luhan, ia lihat semburat merah di pipi Luhan
"Kau tau noona, aku tidak ingin kau menganggapku sebagai dongsaeng"
Luhan menunduk, tidak ingin menatap Sehun "tapi.."
"kenapa?"
Luhan memeluk Sehun dan membenamkan wajahnya disana "aku tidak pantas untukmu.. kau banyak disukai orang dan aku akan jadi penggangumu.."
"Karena itu aku selalu mengaggapmu sebagai dongsaeng karena aku tidak mau.. aku-a-aku.."
"Stt.. tidak apa-apa noona aku akan meyakinkanmu.."
Luhan hanya mengangguk dan semakin memeluk Sehun
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
Hahahaaa *ketawanista
Maaf yaa telat banget ini updatenya.. *nangis
Saya gak tau harus ngomong apa lagi, tapi..
INI HUNHANNYA GIMANA? #ditabokreaders
Maafya kalau kurang ngefeel, ini couple favorit eonnie saya. Dia frustasi akhir-akhir ini HunHan moment jadi sedikit, malah gak ada. Kesel juga sih jadinya. Tapi saya juga berharap HunHan moment jadi banyak lagi #Aamiin
Maaf juga gak ngebales reviewnya satu-satu. Tapi tenang.. udah saya baca semuanya kok dan itu bikin saya semangat buat nerusin FF ini :)
Yang minta SuLay sabar dulu ne.. chap depan ingsyaAllah deh :)
BIG, MEGA, GIGA, ULTRA THANKS TO:
onkey shipper04. Brigitta Bukan Brigittiw . 91 . EarthDO . younlaycious88 . ReikiAkishima28 . Xyln . Bakpao Xiumin . KaiSooLovers . Yurassi . byunbaekkie . Laibel . Reezuu Kim . jung rieri . kt . raragiah . Guest . edogawa ruffy. Tania3424 . youra . EnchanterPanda
Last words,
Review please? ^-^
9 Februari 2014
