Chap 7

Catatan∶ Akan ada menambahan OC. Genre jadi melenceng ke mystery. Ada horornya juga supranatural.

NARUTO © Mashashi Kishimoto

Story and OC © Me

Kuon © yang pastinya Jepang (author gak terlalu memperhatikan pembuatnya. Mengapa ada Kuon karena author meminjam istilah-istilah seperti vertigo dan meditasi)

Ghost Girl Exorcim

Pagi kembali menyinsing. Tapi suasana kemarin malam masih terasa. Dan kali ini dengan informasi dari Jyuko yang sulit di mengerti akal sehat, tubuh Ino, Lee, Shizune, dan Akamaru di jaga beberapa shinobi selama 24 jam. Mungkin saja untuk berjaga-jaga bila salah satu di antara mereka ada yang kembali seperti Ino ataupun Akamaru dan sudah ada yang mengatasi pertama kali. Naruto dan Jyuko sedang berjalan-jalan di jalanan Konoha menuju kedai Ramen Ichiraku.

"Apa dengan penjagaan itu... mereka bisa di atasi?" tanya Naruto.

"Tidak. Roh orang mati yang biasanya kalian sebut dengan hantu itu tidak bisa di lihat dengan mata telanjang. Hanya orang dengan kemampuan 'itu' yang bisa melihatnya," jelas Jyuko.

"Kau bisa melihatnya?" tanya Naruto lagi sedikit tertarik.

"Um... tidak terlalu jelas tapi aku pernah melihatnya sekali-kali. Di pinggir jalan ataupun di dalam air. Ku pikir Naruto-kun pernah melihatnya. Terutama hantu gadis kecil yang meneror Konoha," jawab Jyuko sambil melirik pinggir jalan yang terdapat bayangan kaki yang melayang-layang lalu hilang dalam sekejab.

"Ya... wajahnya menyeramkan sekali. Tapi sering bertemu dengannya. Benar-benar bikin takut!" kata Naruto merinding. Jyuko hanya tertawa pelan saja membuat Naruto kesal sekali. Bukan Jyuko saja yang pertama kali menertawakannya karena takut dengan hal-hal di luar logika terutama mahluk-mahluk halus tak kasat mata. "Apa yang lucu!" teriak Naruto.

"Tidak ada. Hanya saja... kalau kau takut dengan yang seperti 'itu' kau akan tambah di hantui. Tapi sebaliknya bila kau berani melawannya, dia yang akan takut. Derajat manusia itu lebih tinggi di bandingkan 'mereka' kau tahu," jelas Jyuko. Naruto hanya diam sambil cemberut. "Tapi mungkin ada yang harus lebih di takuti dari pada 'mereka'," kata Jyuko pelan.

"Apa?"

"Eh? Tidak.. Tidak ada apa-apa. Kita sudah sampai. Ayo makan! Aku lapar sekali," kata Jyuko masuk ke dalam kedai tersebut diikuti Naruto. Seperti biasa Naruto memesan 1 mangkok super jumbo. "Aku miso ramen yang biasa saja," jawab Jyuko ketika ia di tanya oleh Teuchi.

"Setidaknya masalah ini tidak bisa membuatku tidak makan ramen!" kata Naruto lalu ramen pesananya sudah hadir di depannya. Dengan semangat yang membara Naruto memakan ramen itu sampai habis dengan cepat. "Tolong 1 lagi!" pinta Naruto. Jyuko hanya menatap dengan tidak percaya saja.

"Kau mampu menghabiskan ramen sebanyak itu?" tanya Jyuko memakan ramen miliknya sedikit-sedikit. Jujur saja melihat cara makan Naruto memang terkadang membuat orang jadi bernapsu makan... tapi... kali ini mungkin terbalik.

"Yep!" jawab Naruto sebisanya. Jyuko kembali akan menikmati ramennya dan berusaha untuk tidak terganggu namun Jyuko menahan mie yang akan masuk ke dalam mulutnya itu sementara ketika mie ramen itu tiba-tiba terlihat seperti cacing? Menggeliat-geliat dan terlihat hidup. Jyuko menjatuhkan sumpit itu kembali ke dalam mangkok dan menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Jyuko? Ada apa?" tanya Naruto. Jyuko masih terdiam kemudian membuka matanya dan sosok mie itu sudah kembali seperti semula. "Jyuko!"

"Hah? Tidak apa-apa. Tadi kepalaku sedikit pusing saja. Makanlah lagi," kata Jyuko kemudian memakan mie ramen itu lagi. Naruto yang tidak peduli lagi memakan ramennya juga. 'Ini bukan vertigo. Mungkin halusinasi karena aku kelelahan dan terlalu berpikiran buruk,' batin Jyuko. Naruto lagi-lagi sudah menghabiskan mangkok ramenya yang kesekian kalinya dan ia baru merasa keyang setelah itu.

"Terima kasih!" ucap Teuchi ketika mereka telah selesai makan. Saat keluar dari kedai, kepala Jyuko terkena sakit yang hebat dan sekitarnya menjadi gelap dan kepalanya terasa berputar-putar. Jyuko jatuh berlutut. Naruto tidak bisa melihat apa yang dilihat oleh Jyuko karena ia tak terpengaruh vertigo.

"Jyuko!" panggil Naruto berusaha membantunya. Jyuko membuka matanya dan menatap lurus di depannya yang gelap. Perlahan 1 tangannya di letakan di depan dadanya layaknya biksu yang sedang berdua. Untuk lepas dari vertigo, tidak ada cara lain selain meditasi. Jyuko melakukannya dengan perasaan tenang. Dan akhirnya keadaan kembali ke semula dan seharusnya. "Jyuko! Kau tak apa?" tanya Naruto panik.

"Aku tidak apa-apa."

"Ada apa sebenarnya?"

"Vertigo. Tapi seharusnya jarang terjadi di siang hari. Pantas saja yang kulihat hanya kegelapan," jawab Jyuko melihat sekelilingnya dan semuanya terlihat normal. "Mungkin hanya aku saja yang terkena," lanjut Jyuko berdiri dan membersihkan dirinya. Tak lama, Izumo datang kepada mereka dengan wajah panik. "Izumo-san?"

"Kau.. Jyuko... Bisa tolong ikut aku?" tanya Izumo terbata-bata karena kelelahan. Jyuko menatap Naruto sebentar lalu pergi bersama Izumo. Di gerbang banyak Shinobi dan ada Yamato di sana. Mereka berusaha menghentikan Kotetsu yang hilang kendali.

"Apa ini genjutsu?" kata Yamato tidak percaya dan ia juga bersusah payah untuk mengehentikan aksi Kotetsu dan menghindari kunai yang di pegangnya itu. Kotetsu terus mengayunkan kunai. Yamato yang bingung harus menahanya akhirnya menggunakan makuton untuk menahan kedua kaki dan tangannya. Izumo, Jyuko, dan Naruto datang.

"Yamato-taichou! Ada apa ini?" tanya Naruto.

"A-aku tidak tahu. Aku baru pulang dari misi dan tiba-tiba dia sudah begini," jawab Yamato.

"Apa perlu di buat pingsan?" tanya Izumo.

"Jangan!" potong Jyuko lalu menghampiri Kotetsu yang terus meronta. "Kotetsu... kau bisa mendengarku?" tanya Jyuko. Kotetshu hanya diam saja. Wajahnya menunjukan kepanikan dan ketakutan yang amat sangat. "Dia... terkena vertigo..." ucap Jyuko. "Jangan membuatnya pingsan... bila begitu maka ia bisa saja terperangkap dalam dunia itu. Karena bila tubuhnya mati, rohnya yang sebagai pengganti."

"Apa itu?" tanya Yamato.

"Yamato-taichou tidak tahu apa-apa?" tanya Naruto.

"Aku menjalankan misi selama 1 minggu. Wajar saja aku tidak tahu apa-apa."

"Mungkin karena melihat wajah seram Yamato-taichou, ia jadi seperti ini."

"Itu tidak ada hubungannya..." jawab Yamato mengeluarkan wajah horornya di sertai aura menyeramkan yang membuat bulu kuduk Naruto berdiri semua. Jyuko menyadari aura itu dan berbalik untuk melihat sumber dari aura yang sepertinya hampir mirip dengan aura-aura negatif.

"Yamato-san! Hentikan!" teriak Jyuko. Yamato berhenti mengeluarkan wajah horor dan auranya itu dan melihat Jyuko. "Kau bisa membuatnya semakin ketakutan!" teriak Jyuko marah. Benar saja, Kotetshu meronta semakin keras dan berteriak seperti orang kesetanan.

"Jyuko apa kau bisa mengembalikannya seperti semula?" tanya Izumo.

"Vertigo hanya dapat di atasi oleh meditasi dan itu harus dilakukannya sendiri. Itupun bila ia tahu bagaimana caranya. Ada pula paranormal yang bisa melakukannya. Dan juga... aku tidak bisa menerobos masuk begitu saja ke dalam vertigo yang ia alami," jelas Jyuko.

"Kau'kan setengah shinobi setengah paranormal! Kau bisa'kan?" tanya Naruto.

"Aku bukan paranormal! Aku tahu ini karena membaca buku! Dan jangan terlalu memasakku begitu!" kata Jyuko tidak senang. Lalu di tengah-tengah itu muncul seorang yang sepertinya sudah cukup berumur dan menggunakan kimono serta botak seperti biksu maju dan memegang dahi Kotetsu. Kotetshu seperti mendengar suara orang yang memanggilnya dan berkata sesuatu. Perlahan Kotetshu yang ada di dalam vertigo menutup matanya dan membuka matanya dengan cepat di dunia nyata. Yamato dan beberapa shinobi yang melihat itu takjub melihatnya.

"Kau paranormal?" tanya Jyuko.

"Ya... begitulah..." jawabnya.

"Hoi! Tolong bisa lepaskan ini?" tanya Kotetsu. Yamato baru sadar dan segera melepaskan Kotetshu dari kayu-kayu miliknya.

"Maaf tapi... anda siapa?" tanya Naruto.

"Maaf bila kami lupa memperkenalkan diri," kata seorang wanita. Naruto sontak terkejut dan menoleh kebelakangnya. Tampanglah seorang wanita... mungkin lebih depat seorang gadis remaja seumuran Naruto namun suaranya begitu khas wanita berumur 20 tahunan. Memakai kimono miko dengan bawahan berwarna merah. Rambutnya hitam pendek (spiky bawah) dengan rambut di depan telinganya panjang dan juga memiliki poni. "Kami di mintai tolong oleh Tsunade-sama. Namaku Kioku Akiko. Sementara orang tua itu bernama Yamaji Kosaru," kata Kioku.

"Jadi kalian paranormal?" tanya Naruto.

"Lebih tepatnya exorcist. Tapi itu terserah kau saja untuk menyebut kami apa. Itu sama sekali tidak penting!" kata Kioku dingin membuat Naruto kesal. "Kosaru-sama... kita harus melapor pada Tsunade-sama atas kedatangan kita."

"Ya... apa boleh buat," kata Kosaru itu. Izumo mempersilahkan mereka dan mengantar mereka untuk bertemu dengan Tsunade. Kotetsu tetap tinggal bersama dengan 2 orang Shinobi lagi untuk menanyakan keadaannya. Yamato juga ikut ke kantor Tsunade sekalian juga untuk memberi informasi bahwa ia sudah menyelesaikan misi. Jyuko dan Naruto masih terpaku di tempat.

"Dia menyebalkan sekali!" Kata Naruto kesal.

"Umurnya sama denganmu tahu," kata Jyuko berjalan meninggalkan Naruto.

"Tapi dengan suaranya ia sudah nampak seperti wanita berumur 20 tahunan. Lagi pula kenapa ia harus memakai eyeshadow berwarna ungu dengan bentuk matanya yang bulat berwarna hitam dan bibirnya yang merah!" kata Naruto lagi.

"Itu namanya make-up. Wanita memang suka seperti itu," Jyuko sudah semakin menjauh.

"Hei! Tunggu aku!" teriak Naruto mengejar Jyuko.

~X~

"Begitu rupanya. Maaf kalian baru datang tapi sudah mendapat masalah," kata Tsunade berbicara pada Kioku dan Kosaru. Yamato juga ada di di sana. Karena mungkin dia belum mendapat kejelasan tentang masalah yang melanda desanya itu.

"Bukan masalah. Setidaknya ada bukti bahwa memang ada kegiatan supranatural yang cukup mencolok di desa ini," jawab Kioku. "Sepertinya kami harus bekerja keras saat ini," Tak lama Naruto dan Jyuko masuk ke dalam ruangan itu. "Kau lagi," ucap Kikoku ketika melihat Naruto.

"Berhentilah bersikap seperti itu di depanku!" teriak Naruto kesal tapi di tahan oleh Jyuko. Kioku hanya mengalihkan pandangannya lagi dengan cara membuang muka.

"Sepertinya kalian sudah saling kenal ya?" tanya Tsunade.

"Jadi... aku ingin melihat shinobi yang kau bilang tidak sadarkan diri itu," kata Kosaru. Tsunade hanya mengangguk saja. "Akiko... kau jangan bersikap tidak sopan seperti itu," kata Kosaru lagi. Kioku hanya terdiam saja sambil cemberut. "Maafkan Akiko ya nak," kata Kosaru sambil terseyum lembut. Matanya yang sipit tambah sipit saja.

"Kau tak perlu seperti itu Kosaru-sama," kata Kioku. "Kalian bisa menunjukan letak rumah sakitnya?" tanya Kioku lagi. Jyuko dan Yamato mengangguk saja sementara Naruto masih kesal tidak menjawab pertanyaan dari Kioku. Mereka permisi dan keluar dari ruangan Tsunade tapi Kosaru tinggal sementara di sana sementara yang lain keluar dan menunggu di luar.

"Apa yang dilakukan kakek itu?" tanya Naruto.

"Entalah... mungkin memberi jimat," jawab Kioku.

"Kau ini bisa tidak bersikap tidak dingin seperti itu!" kata Naruto lagi.

"Tidak! Karena sebagai seorang exorcist, kita tidak boleh memiliki kelemahan secara mental dan perasaan. Bukankah kalian juga sama. Shinobi. Terutama untuk spesialis eksekusi. Apa aku salah?" tanya Kioku lagi menatap Naruto. "Terutama kelakuan terhadap jinchuriki."

"Maafkan aku tapi kata-katamu sungguh tidak sopan," sela Jyuko. "Memang benar apa yang kau katakan tapi shinobi masih memiliki perasaan terhadap rekannya. Itu yang kau tidak ketahui!

"Lagi pula... saat ini jinchuriki Konoha sudah diakui keberadaannya dan ia sudah bisa berbaur baik terhadap penduduk," kata Yamato.

"Terserah apa yang kalian katakan!" balas Kioku. Naruto hanya terdiam sejenak mendengar percakapan mereka berdua. Lalu keluarlah Kosaru dari dalam ruangan. "Kosaru-sama..." panggil Kioku.

"Kita sebaiknya cepat pergi ke rumah sakit. Lebih cepat memasang segel lebih bagus bukan? Akiko," kata Kosaru lalu pergi diikuti oleh Kioku dari belakang. "Kalian mau menunjukan jalananya?" tanya Kosaru.

"Silahkan... lewat sini," kata Yamato memimpin perjalanan. Sementara Naruto dan Jyuko mengikuti dari belakang. Mereka sudah setengah perjalanan barulah Naruto kembali angkat bicara.

"Hei! Akiko-neechan," panggil Naruto.

"Jangan panggil aku seperti itu. Aku ini seumuran denganmu tahu!" kata Kioku.

"Oh ya, aku lupa. Akiko..."

"Kioku!"

"Baiklah! KI-O-KU!"

"Apa!" tanya Kioku judes.

"Kau ini suka sekali membuat orang kesal ya. Sudahlah! Aku juga tidak mau berdebat denganmu. Tapi... kau ini benar-benar seorang exorcist?" tanya Naruto sedikit penasaran.

"Tentu saja. Aku ini sudah berlajar ketika aku berumur 5 tahun. Karena memang sejak kecil aku bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat orang. Tapi jujur saja... aku memang bukan pertama kalinya aku melihat seseorang terjebak dalam vertigo di siang hari... Lagi pula... hawa di sini sangat berat," kata Kioku.

"Aku yakin hanya beberapa orang saja yang dapat merasakan perubahan hawa di sekitarnya," kata Jyuko.

"Kau benar. Kau salah satunya. Tapi bagi mereka yang tidak peduli dapat mengendalikan para roh-roh gentanyangan itu. Kau juga berpontesi untuk itu. Tapi kau lebih bisa menarik perhatian para roh itu. Kau, aku, Kosaru-sama, dan orang bermata lebar itu. Aura yang dipancarkan sangat kuat untuk menarik masuk roh-roh itu. Terutama sudah ada empat pintu yang terbuka lebar."

"Lalu bagaimana dengan aku?" tanya Naruto.

"Kau benar-benar ingin tahu pendapatku?" tanya Kioku tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan. "Sejak pertama aku melihatmu aku melihat gadis kecil mengikuti dan menempel padamu..."

TBC

Maaf bila kebanyakan OC yang tampil. Kalau tidak suka maaf ya... ini fic denga OC pertama saja soalnya.

Nama Kioku Akiko di ambil dari Kioku yang adalah ingatan dan Aki adalah musim gugur, Ko adalah anak. Nama Yamaji Kosaru diambil dari Yama artinya gunung Ji dari Jiiji yang adalahkakek dan Ko artinya anak, Saru artinya monyet. Tapi mohon jangan pikir yang tidak-tidak soal Kosaru yang artinya 'anak monyet'.

RnR Please