HAI HAI HAI! MINA SORRY BANGET TELAT AND LAMA UPDATENYA

Karena itu langsung di baca aja deh

VOLLEYBALL, KARATE OR LOVE

Festival Of True

"Temani aku pergi ke suatu tempat"

"Ke mana Kakashi?"

"Ke sini" Ajaknya menarik tangan Iruka dan mereka dalam sekejab sampai di tepi jurang yang besar di sebuah gunung yang amat tinggi. Pemandangan jurang ituternyata gelap tapi di sebrang jurang itu adalah pemandangan yang indah dan hanya terhubung oleh sebuah jembatan gantung yang sudah tua bahkan sudah hampir putus menahan tiupan angin yang kencang.

"Kakashi, kenapa kau membawaku ke sini?" Tanya Iruka pada Kakashi yang terseyum datar.

"Di sana! Aku mau membawamu ke sana" Tunjuk Kakashi ke seberang dan kemudian berlari ke seberang melewati jembatan itu. Irukapun juga ikut melewati tapi dengan hati-hati dan tanpa di duga Kakashi sudah di seberang.

"Kakashi! Tu... tunggu aku!" Teriak Iruka ingin berlari tapi tiba-tiba Kakashi mengeluarkan pisau dan memotong tali jembatan dan Iruka jatuh ke dalam jurang

"AAAAAA...!" Teriak Iruka jatuh ke dalam kegelapan dan kemudian mendarat di suatu yang empuk ternyata itu adalah sebuah arena berlatih karatenya dan ia dihadang oleh banteng.

"A... apa ini?" Kata Iruka terkejut ketika ia sudah memakai pakaian karatenya dan banteng itu siap menyeruduknya. Iruka berusaha menghindar dan berhasil namun tiba-tiba ada sorotan lampu yang menyilaukan dan Iruka melihat Anko bersiap untuk servis bola voli kearahnya yang kakinya diikat oleh perban sehingga tidak bisa bergerak. Anko kemudian melaksanakan servis tepat akan mengenai wajah Iruka.

"AAAAAAAAAAAAAAAA!" Teriak Iruka.

BUAGH!

"Aduuuu sakiitttt~" Kata Iruka yang ternyata jatuh dari tempat tidurnya. Ternyata itu hanyalah mimpi buruk yang dialami Iruka. Iruka mengusap kepalanya yang terbentur lantai dan pantatnya yang sakit. Maklumlah karena ia jatuh terlentang.

"Dasar sial Kakashi itu! Karena dia aku jadi mimpi yang tidak-tidak! Payah!" Kata Iruka menggerutu dan berusaha bangun kemudian melihat Hpnya yang semalam berdering tapi tidak diangkat dan isinya adalah

Jangan lupa hari ini jam 09.00 kutunggu di halte bus

Isi pesan tersebut. Iruka melirik jamnya yang sudah menunjukan waktu 08.35. Iruka belum sadar karena masih bangun tidur dan mata masih berkunang-kunang.

"Jam 8 lewat... 35 menit... JAM 8 LEWAT 35 MENIT!" Kata Iruka kaget dan segera bangkit berdiri dan pergi ke kamar mandi. Di bantingnya pintu kamar mandi itu dengan keras.

08.45

Iruka sedang berganti pakaian dan berdandan. Iruka memakai Knitwear berwarna biru muda, ditmbah cardigan berwarna ungu tua, bawahannya blue jeans dan sneakers putih. Tak lupa belt putih di pinggangnya. Iruka juga membawa tas berwarna putih. Rambutnya sengaja diurai dan di beri jepitan berwarna biru. Jadilah Iruka yang cantik dan bener-bener kelihatan seperti wanita.

08.55

Karena takut telat Iruka menggigit roti tawarnya dn segera berlari ke luar rumah. Tak lupa mengunci pintunya. Dan setelah itu Iruka berlari sekuat tenaganya.

"Payah sekali!" Kata Iruka dalam hati sambil terus berlari.

09.05

Kakashi dan Anko sudah menunggu lama di halte bus walau hanya lewat 5 menit dari yang dijanjikan. Mereka berdua hanya duduk dan Kakashi harus mendengarkan gerutu ketidak sukaan Anko terus menerus.

"Huh! Lama sekali sih si Iruka itu! Menyebalkan sekali! Kau juga Kakashi kenapa pakai ajak dia segala sih? Inikan kencan kita berdua! Aku sama sekali tidak mau kalau dia sampai mengganggu! Kau dengar tidak Kakashi!" Teriak Anko. Kakashi hanya diam saja. Sebenarnya ia sudah ingin menutup telinganya yang mulai rusak itu.

Tak lama Irukapun sampai dan menemui mereka dengan nafas tersenggal-senggal dan tentu saja rotinya sudah habis ia makan.

"Maafh... Akuh... hah... Ter...lambath... hah hah" Kat Iruka menunduk berusaha mengambil napas.

"Iruka! Kau ini..." Belum sempat Anko ingin memarahi habis Iruka Kakashi memotong.

"Sudahlah kalian berudua... Iruka hanya terlambat 5 menit saja jadi tak usah di permasalahkan" Kata Kakashi. Anko tidak percaya apa yang dikatakan oleh Kakashi. Ankopun ngambek sementara Iruka hanya cemberut saja.

Kemudian bus datang dan mereka bertiga naik ke dalamnya. Kakashi tentu saja duduk di sebelah Anko yang memaksanya sementara Iruka berada di belakangnya.

"Kakashi-kun~ kita sekarang mau ke mana?" Tanya Anko manja. Iruka yang mendengarnya dari belakang sudah ingin muntah mendengarnya.

"Lihat saja nanti" Jawab Kakashi cuek dan judes. Sementara Iruka yang mendengar jawaban Kakashi semakin penasaran dan ingin seperti menguping lebih dalam lagi tapi setelah itu yang ia dengar hanya celotehan Anko.

"Kakashi ini bikin penasaran saja... Lagi pula apa ia tidak budek mendengar celotehan Anko itu?" Tanya Iruka dalam hati dan menghela napas berat.

Beberapa Menit kemudian...

"Waaaaah" Kata keduanya Iruka dan Anko yang takjub melihat apa yang mereka lihat. Rupanya Kakashi membawa merek ke sebuah festival setempat. Di sana terdapat banyak kios yang menjual makanan, perhiasan, dan banyak lagi.

"Kakashi-kun kenapa tidak bilang akan mengajakku ke sini" Kata Anko manja dan menggandeng tangan Kakashi. Iruka yang melihatnya serasa matanya di bakar oleh api tapi Iruka tak tahu penyebabnya.

"Ayo jalan" Kata Kakashi berjalan dengan Anko menggandeng tangannya. Iruka hanya mengikuti dari belakang.

"Kakashi-kun bagaimana kalau kita melihat itu?" Tanya Anko sambil menunjuk kios penjual kalung dan bermacam accessories itu. Anko tidak sabar dan menarik tangan Kakashi diikuti Iruka di belakangnya.

"Kakashi-kun bagaimana dengan yang ini? Cocok untukku tidak?" Tanya Anko sambil mencoba kalung berliontin bulat dengan moon stone.

"Kurasa kurang..." Jawab Kakashi. Sementara Iruka hanya cemberut melihat mereka berdua akrab dan mesra seperti sepasang Kekasih walau Kakashi sepertinya cuek. Iruka dengan kesal melihat kalung-kalung, anting, gelang, dan cincin namun tak ada yang bisa menarik perhatiannya kecuali sebuah gelang dengan aksen lumba-lumba, obak laut, kerang, dan bintang laut yang semuanya terbuat dari batu dan mengkilap. Saat Iruka ingin mengambil gelang itu tangan Anko lebih cepat dan mengambil gelang itu.

"Wah manis sekali... Aku mau ini, Kakashi belikan ya" Kata Anko. Iruka yang melihat itu merasa tidak terima.

"Tunggu dulu aku mau mengambil itu dulua!" Protes Iruka.

"Oh ya? Siapa cepat dia yang dapat" Kata Anko mengejek balik.

"Kau bilang apa!" Teriak Iruka balik.

"Lagi pula mana mungkin kau menyukai hal seperti ini! Lagi pula pasti cepat rusak karena kau itu kasar!" Kata Anko.

"Diam kau! Kau juga sama saja!" Kata Iruka.

"Berisik!" Kata Anko.

"Kalian berdua hentikan!" Bentak Kakashi membuat kedua gadis itu terdiam.

"Tidak ada yang memilikinya! Puas itu lebih adil! Sekarang ayo jalan lagi" Kata Kakashi pergi meninggalkan mereka berdua.

Selama berada di sana Iruka dan Anko tak berhenti bertengkar. Di kios takoyaki keduanya bertengkar berebut takoyaki, di tempat memancing ikan koi keduanya bertarung di akhiri dengan pertengkaran. Sampai sore mereka terus saja seperti itu. Tak ada habisnya. Sampai pada akhirnya.

"Iruka... aku ingin bicara... berdua saja" Kata Anko serius.

"Hah? Untuk apa! Mau berdebat denganku lagi!" Kata Iruka sinis.

"Aku serius...!" Kata Anko menatap tajam membuat Iruka bingung lalu mengikuti Anko.

"Kakakshi-kun sebentar ya" Kata Anko. Kakashi hanya diam saja melihat mereka berdua menjauh. Anko mengajak Iruka Berbicara di sebuah gang kecil.

"Iruka... sebenarnya... Aku..." Kata Anko terbata-bata.

"Kenapa?" Tanya Iruka.

"Sebenarnya aku... sama sekali... Tidak menyukai Kakashi" Jawab Anko yang membuat Iruka terbelak.

"Ja... Jadi... Kau..." Iruka sama sekali tidak percaya.

"Itu benar... aku hanya melakukan itu karena tantangan dari seseorang kalau aku harus mepacari Kakashi dan menciumnya dengan begitu akuk menang dan ia akan memberikanku hadiah uang yang amat aku butuhkan lagi pula..." Kata-Kata Anko sedikit terhenti.

"Kupikir... Kau juga sangat dekat dengan Kakashi... Dan juga aku juga berpikir kau... menyukainya..." Kata Anko yang semakin membuat Iruka terkejut.

"Kau ini! Ma... mana mungkin... aku... menyukainya... aku... Aku menyukainya?" Kata Iruka tak mampu berkata lebih jauh lagi. Semuanya terdiam dalam hening yang lama.

"Mana mungkin... tidak mungkin... aku... aku menyukai Kakashi?"

TBC

Sekali lagi aku ucapkan maaf karena lama update!

Maaf maaf

Karena itu bersediakah anda mereview?