DUK
DUK
DUK
Suara pantulan bola terakhir menyebabkan skor sang Uchiha Bungsu dapat mengungguli sang pembalap kita, Kurama.
"Hosh…hosh…Sasuke, setan apa yang merasuki dirimu, huh?" ujar Kurama menjatuhkan dirinya ditengah lapangan basket tersebut.
Tepatnya terduduk disamping seseorang yang terkapar tak berdaya-atau lebih tepatnya orang yang seperti setan menghabiskan tenaganya saat tanding one bye one bersama kurama-.
Kurama tahu, jika Sasuke dalam mode 'bringas' seperti ini berarti sedang ada yang 'mengusik ketenangannya'
"Hey, Sasuke kenapa kau tak menjawab ucapanku bodoh" ujar Kurama santai setelah tadi mengambil nafas.
"Perempuan itu… bagaimana bisa mengacaukan ku?" akhirnya Sasuke angkat bicara.
"Namikaze huh?"
"Hn"
Ah, jadi satu – satunya putri dari keluarga Namikaze yang mengusik ketenangan Sasuke? Lalu apa yang membuat sahabat karibnya jadi begini?
"Biasanya juga dia membuat masalah denganmu dan kau membalasnya bukan?"
"Sekarang berbeda…" ujar Sasuke menerawang keatas langit sana
"Apa?"
"Naruko yang kulihat tadi siang…berbeda dengan Naruko yang kukenal sejak 9 tahun lalu…"
"Maksudmu?"
"Naruko yang kulihat seperti bukanlah Naruko sebenarnya"
Baik Sasuke dan Kurama terdiam dengan pikiran mereka masing – masing.
~.~
"Jadi maksud obaa-san sejak pulang sekolah Naruto-chan tidak pulang?"
"Hai, Kiba-chan apa Naruto bersamamu?"
"Tidak, obaa-san. Aku sedang berada di perpustakaan saat ini, terakhir kali aku bertemu Naruto-chan saat tadi pulang sekolah, aku berniat mengantarnya tapi dia bilang tidak usah" dan kini Kiba semakin khawatir.
Apa kejadian tadi siang membebani pikiran Naruto?
Tidak. Naruto tidak boleh banyak pikiran, itu menganggu kesehatannya
"Kiba-chan, kalau bisa tolong cari Naru-chan ya? Obaa-san akan mencoba mencarinyad disekitar rumah"
"Hai,obaa-san"
Dan sambungan pun terputus. Kiba menghela nafas berat.
"Siapa itu Naruto?"
Kiba berjengit kaget, dihadapannya saat ini ada sesosok manusia yang suka menempatkan kedua tangannya dibelakang kepala.
Shikamaru Nara.
"Bukan siapa – siapa" ini pertama kalinya Kiba berbicara dengan Shikamaru bahkan saat di forks kemarin, Kiba tidak pernah berbicara dengan pria tukang tidur tersebut. Dan jujur saja dengan jarak sedekat ini –meski terpaut dua langkah kaki- Kiba agak sedikit gugup.
Ya, Kiba Inuzuka mencintai orang yang ada didepanya ini diam – diam.
Kiba bukanlah tipe orang yang menharapkan apapun, ia bahkan takut untuk berharap ia pernah berharap sekali saat Shikamaru mengambil first kissnya saat mereka sekolah di Forks, pada waktu itu ia berharap Shikamaru mengetahui perasaannya atau bahkan membalas perasaannya, tapi ternyata itu semua hanyalah 'dare' dari teman – teman Shikamaru.
Kiba terlalu takut untuk berharap dan hanya bisa mencintai secara sepihak seperti ini, bahkan ia tidak menyangka akan satu kelas lagi dengan Shikamaru disini.
Dia bahkan terlalu takut untuk menyatakan perasaannya.
"Kau terlihat panik Inuzuka Kiba bahkan saking paniknya kau gugup saat berbicara denganku" kali ini Shikamaru menatap Kiba serius.
"Itu bukan urusanmu, ini urusanku dan maaf aku terburu – buru" ujar Kiba membereskan semua perlengkapan dan memasukkannya kedalam ranselnya dan akan beranjak pergi jika tangannya tidak dicegat oleh Shikamaru.
Dengan jarak sedekat ini Kiba bisa merasakan hembusan nafas sang Jenius dikelas.
"Bagaimana kalau aku mengatakan bahwa urusanmu adalah urusanku juga?"
"Shikamaru Nara…anda bukan siapa – siapa saya jadi anda tidak berhak mencampuri masalah saya dan saya mohon biarkan saya pergi" ujar Kiba dingin alih – alih panik dan mencoba melepaskan genggaman tangan Shikamaru yang justru malah semakin menguat dan menariknya kedalam rengkuhan sang pria bermuka malas tersebut.
"Bagaimana jika mulai sekarang aku adalah 'siapa – siapamu' pacar misalnya? Aku akan membelikan apapun yang kau minta" ujar Shikamaru dengan nada main – main
PLAK
Suara tamparan bergema dengan keras diperpustakaan yang sepi itu
"Aku tidak mengerti kenapa darah biru seperti keluargamu bisa melakukan hal serendah ini Shikamaru. Apa kau pikir perasaan itu adalah mainan yang bisa dibayar dengan uangmu itu? Bukan. Sama sekali bukan" ujar Kiba selaku pelaku penamparan.
Dilihat dari bekas tangan yang tercetak dengan jelas di pipi sang Shikamaru, sepertinya tampran tadi cukup keras dan…
Sakit.
"Didunia ini bisa kau sebutkan satu hal yang tidak bisa dibeli dengan uang?" tanya Shikamaru dingin membuat nafas Kiba tercekat.
"Dizaman seperti ini apakah ada satu saja sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang, Inuzuka Kiba?" kini Shikamaru menatap lurus didepan matanya.
"Bahkan harga diri sekarang berakhir di rumah bordir, sauna yang merupakan tempat prostitusi, geisha dimana – mana, adakah satu hal yang tidak bisa dibeli dengan uang? Bahkan sekarang nyawa pun bisa kita beli –maksudnya pembunuhan,cloning,dll- adakah Kiba? BISAKAH KAU SEBUTKAN SATU HAL YANG TIDAK BISA DIBELI DENGAN UANG INUZUKA KIBA!?"
Kiba terdiam mendengar bentakan tadi tanpa dikomando airmatanya berlinang.
"Ada Shikamaru, ada. Sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang yaitu Cinta yang tulus diberikan orang yang mencintai kita Shikamaru, itulah satu satunya didunia ini yang tidak bisa kau beli dengan uang" dan Kiba pun beranjak pergi meninggalkan Shikamaru yang terdiam di tempat.
"Sialnya, kau mendapatkan hal itu dan aku tidak" ujar Shikamaru bermonolog ria.
Yah tanpa keduanya tahu bahwa mereka berdua saling mencintai.
~.~
Naruto sekarang berada di kebun maple tempat biasa ia bermain dengan Kiba atau Pom Pom anjing kesayanganya tersebut, hari sebentar lagi mulai senja dan Naruto engan pulang.
Ia terlalu takut atau bahkan sedih jika ia bilang pada ibunya bahwa ia telah merusak bento yang dibuat ibunya dengan penuh cinta-yang sebenarnya bukan salah Naruto-.
Apapun yang dia lakukan selalu gagal.
Naruto terisak keras.
"Jangan menangis, nanti manisnya hilang" Naruto kenal betul suara ini.
"Kyuubi-nii!" ujar Naruto langsung memeluk sang kakak.
"Astaga, kenapa kamu tidak pulang Naru-chan? Kamu membuat semua orang khawatir"
"Hiks…nii-chan…Naru tidak ingin sekolah lagi….hiks…Naru mengacaukan segalanya…."
Dan sang kakak hanya bisa menghela nafas berat.
Ini semakin terasa sulit.
~.~
"Nii-chan…" ujar Naruto dipangkuan sang kakak.
"Apa Naru-chan?" ujar sang kakak masih setia mengelus sang adik
"Kapan Nee-chan sembuh?"
"Kamu kan tau sendiri dia harus bedrest selama tiga bulan dan ini baru memasuki minggu pertama Naru…"
"Aruko-nee… apa dia marah padaku? Sepertinya aku mengacaukan harinya selama tiga bulan kedepan…."
"Siapa yang bilang begitu hm? Kalian adalah saudara kembar, saat saudara yang satunya sakit maka kembarannya juga ikutan sakit. Nah kalau begitu janganlah sakit dan tetaplah kuat Naru…" ujar sang kakak memberi petuah.
Naruto mengambil nafas. Benar yang dikatakan kakaknya, ia tidak boleh sakit dan bersedih ia harus kuat apapun yang terjadi mulai dari sekarang ia harus kuat bagaimanapun ia juga laki – laki!
Eh? Hei Naruto ngomong – ngomong kau masih memakai pakaian perempuan lo~~ kkk
SEMANGAT NARUTO-CHAN!
~.~
Hari ini Naruto datang lebih awal, dan menuju perpustakaan ia belajar dengan mengambil beberapa buku – buku dan mulai memperlajarinya ia menengok jam yang melingkar manis di tanganya.
04.30
Masih ada waktu sekitar tiga jam-an sebelum masuk kelas.
Setelah dari kebun maple kemarin ia mengambil semua buku catatan sang kakak, dan mempelajarinya, Kyuubi membantu Naru belajar juga untuk menyamakan tulisannya dengan sang kembaran setidaknya agar tidak mirip ceker ayam. Hasilnya lumayan, tulisan Naruto tampak lebih rapih dan cenderung kecil –kecil. Kalau dipandang sangat manis.
Benar – benar pencerminan dari yang menulis.
Hari ini pelajaran Matematika, Fisika dan Olahraga. Naru sengaja datang pagi – pagi bahkan disaat ibunya masih masak –dan terpaksa mempercepat masakannya, karna ingin menyiapkan bento sang anak- Naruto sudah pergi menaiki bus.
Kemarin sang ayah yang terlalu khawatir pada sang anak yang pulang bersama Kyubi langsung membelikan apapun yang diminta sang anak, alhasil Kyubi menyarankan agar Naru diberikan handphone agar mempermudah komunikasi diantara mereka. Sekarang Samsung Galaxy S6 Edge berwarna Hitam ada ditangan Naruto –yang warna merah punya sang kembaran dan sang sulung silver- dan mempermudah ia memakai GPS untuk mencapai sekolah.
Semua hal yang dilakukannya semata – mata agar tidak membuat kembaranya, kakak, serta teman kembaranya – yang telah menjadi temannya- menjadi repot kembali.
Sekarang ia adalah Naruko, jadi dia harus bisa menjadi 'bayangan' kakaknya dengan caranya sendiri.
Omong – omong ia sekarang berhadapan dengan gadis pesolek yang terkenal akan kecantikannya, –cantik karna make up- Yasuko Uki sedang memandang Naruto penuh curiga, Naruto hanya bisa menyerngitkan dahinya bingung.
"O..hayou… Uki-chan?"
Awalnya Naruto sedang sibuk belajar tentang rumus – rumus yang dipelajarinya hari ini-yang sayangnya hanya sedikit yang masuk keotak- namun tiba – tiba Yasuko Uki datang sambil memagut bibir dengan seorang pria yang ia kenal baik sekali karna Sakura,Hinata dan Ten Ten sering menceritakannya.
Uyeda Yokuro.
Dan itu membuat pipi Naruto bersemu merah karna ini adalah pertama kali ia melihatnya, namun sayangnya Kuro menyadari bahwa Naruko-ekhem, maksudnya Naruto- ada didalam sana dan sontak kabur meninggalkan Uki sendirian sana bersama Naruto.
"Naruko-chan… apa yang membawamu datang pagi – pagi eoh? Apa kau tidak mengerjakan pr semalam?"
"Eung, aku mengerjakannya semalam aku datang pagi – pagi karna ada beberapa rumus yang harus kup-"
BRAK
"DASAR CEWEK SOK PINTAR! JALANG! BILANG SAJA KAU DATANG PAGI – PAGI KARNA INGIN MENANGKAP BASAH AKU DAN KURO KAN!? SUPAYA AKU DAN KURO TIDAK BISA MASUK KEDALAM KUALIFIKASI UNTUK MEWAKILI SEKOLAH DIAJANG OLIMPIADE MENDATANG BUKAN!? JAWAB AKU NAMIKAZE NARUKO!"
Ucapan Naruto terhenti kala Uki mengebrak meja peprustakan alih – alih malah merengut kasar kerah bajunya dan berteriak lantang didepan mukanya. Naruto terkejut dan ini situasi gawat penyakitnya bisa kambuh.
"Uhuk…Uki-chan tolong lepaskan aku…a-ak-akuh…tidak bisa bernafaas…hhh…"
"SEJAK KAPAN KAU MENDADAK LEMAH BEGINI HAH? DASAR SETAN BERWAJAH MALAIKAT!"
Dan detik selanjutnya Uki menghempaskan Naruto kedinding.
Astaga Jantungnya!
Naruto merangkak mencapai tas yang ada dimeja untuk mengambil inhaler didalamnya, namun semua terhenti ketika Uki menginjak dadanya keras.
"Uhuk!...hhh…tolong…aku….tidak…bisa….bernafas…"
"Ck! Tidak semudah itu Nona Namikaze…bermohonlah padaku" Uki kalap sekarang.
"Akh….Akuhh…me…mehonhh….padamuhh…" Air matanya berlinang sekarang
'Tidak Naruto kau harus kuat, kuat Naruto kuat…kumohon….jangan sekarang…'
Detak jantungnya berpacu dengan cepat sekarang melebihi normal lalu berangsur – angsur menurun mencapai dasar, Naruto bahkan tidak mampu mendengar denyutnya.
"Kumohon…hhh…" Naruto mencoba memohon sekali lagi namun injakan kaki Uki justru malah semakin keras diiringi denyutnya yang semakin menurun….
'Hiks….jangan sekarang kumohon berdenyutlah….'
Naruto pasrah ketika kegelapan mulai menyelimuti matanya….anehnya ia tidak merasa ada yang menginjak dadanya, justru kepalanya tampak seperti dipangku seseorang dan sesuatu menempel diarea mukanya, ia hapal ketika semprotan gas itu menyentuh hidungnya.
Inhaler.
"NARUTO BANGUN! BANGUN! SADARLAH NARUTO! SADAR! Dalam hitungan ketiga tarik nafas Naruto….satu…dua…tiga….tarik!"
Dan secara spontanitas tubuhnya menarik nafas membiarkan gas oksigen itu masuk kedalam rongga paru – parunya.
"Bagus….Naruto sekali lagi….satu…dua….tiga…tarik!" dan suara itu masih sayup –sayup ia dengar meski matanya terlalu lelah untuk membuka, dan detak jantungnya mulai normal kembali.
Naruto yakin ini bukan suara Uki, ini suara yang cukup ngebass jenis khas suara laki – laki, tapi siapa? Tampaknya bukan suara Kiba, namun yang jelas ia membuka matanya sedikit dengan buram yang ia dapatkan ia dapat melihat rambut seorang laki – laki yang berwarna hitam pekat.
Lalu kegelapan yang tenang menyelimutinya.
To Be Countinued
Kependekan ya? hahah sengaja memang /digaplok readers/
akhir - akhir ini Author sedang dilanda galau /ceilah/
author ingin memperpanjang chapter namun ada yang bilang jangan terlalu panjang nanti jadinya bosan
jadi author memutuskan untuk maksimum mencapai 5000 words dan paling minimal 1500 words
bagi yang bertanya Sasuke itu pintar dia memang pintar jadi kalau banyak yang mengira kalau Sasuke nggak nyadar bahwa itu Naruto jadi dichap ini sudah dibuktikan bukan bahwa sebenarnya Sasuke itu tau atau tidak/?
dan masalah pair...
untuk pair fokus ke sasunaru, tapi sekali - kali di chapter diselingi pair itakyu atau shikakiba atau lainnya
dan untuk pairnya Naruko
masih imbang antara Gaara dan Kurama meski banyak yang pengen Gaara sama Sasuke rebutan Naruto-")/
jadi ini masih voting karna saya juga masih bingung XD
untuk karakter Naruto...
dia memang moe! BWAAHAHAHAHHAHA/digaplok season 2/ nggak terlalu moe kok dan gak terlalu ooc banget cuman nanti cerewetnya muncul seiring perjalanan/?...
dan adegan yang didam- idamkan...
alias adegan lemonan author ingin memberikannya di chap depan hohohoho /digaplok season 3/
jadi bagi yang merasa belum siap untuk mimisan/? segara skip adegan itu ya nak /pukpuk readers/
masalah nihon...
u,u author masih belajar jadi kalau ada penggunaaan kalimat yang salah segera review atau PM author untuk diperbaiki oke'-')/
akhir kata terima kasih banget yang masih sedia untuk baca dan mereview karna jujur saja sebagai seorang author jika tulisannya direview bagi mereka berarti cerita mereka dihargai dan ditunggu dan jelas menambah semangat untuk menulis
jadi jangan lupa sehabis baca, review,fav dan follow!^^)/
SAYONARA~~~~~~~~~~
