ChanBaek 6th Stories : Sweet Holiday
Cast :
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
And other Cameo
Rated : K+ to T
Genderswitch and Pedo
OOC and Typo
If You DON'T LIKE so DON'T READ
.
.
Part B
Kris melangkah dengan penuh semangat begitu ia mendengar bel pintu rumahnya berbunyi. Baekhyun yang melihat tingkah kakaknya itu pun turut mengekor di belakang Kris.
Begitu pintu terbuka, berdiri dengan anggun seorang gadis manis dengan lingkaran hitam di bawah matanya. Tidak usah berpikir dua kali pun Baekhyun sudah tahu kalau gadis itu adalah kekasih sang kakak. Baekhyun sering melihat foto gadis itu di akun social media maupun walpaper ponsel kakaknya.
Tanpa peduli dengan keberadaan Baekhyun, Kris langsung merengkuh tubuh langsing Tao—sang kekasih. Tidak lupa namja itu memberi kecupan sayang di bibir kekasihnya itu. Sepertinya Kris benar-benar lupa akan adik kecilnya itu. Sampai-sampai ia memberikan tontonan tak pantas bagi anak di bawah umur.
"Kris Ge !" Tao memukul pelan dada Kris. Menyuruh agar namja itu melepaskan ciumannya. Sepertinya gadis itu sadar kalau ada sepasang mata polos yang menonton adegannya bersama Kris.
Kris yang baru tersadar pun langsung menepuk keningnya sendiri. Dia lupa.
"Hallo Baekhyunnie..." Sapa Tao manis sambil tersenyum cantik pada—ekhem—calon adik iparnya.
"Waahhh... Eonnie keren. Seperti di drama-drama yang sering Baekhyunnie dan Haelmoni tonton." Seru Baekhyun girang. Respon yang di luar dugaan Kris dan Tao.
"Ayo lagi, lagi, lagi"—ini maksudnya adegan ciuman Kris dan Tao tadi. Entah ini Baekhyun yang terlalu polos atau—errr—mesum.
"Baekhyunnie..." Pipi Tao pun merona hebat, sedangkan Kris hanya bisa menggaruk belakang kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
.
.
Baekhyun duduk dengan begitu manis di teras sambil memperhatikan Kris dan Tao yang sedang memasukkan barang-barang ke dalam bagasi mobil. Ia sengaja menumpukan dagunya pada boneka Bunny yang tengah ia peluk dengan erat.
Sesekali Baekhyun mengalihkan pandangannya ke arah gerbang. Menantikan Park bersaudara yang tidak kunjung datang sejak tadi.
"Kris Oppa..." Panggil Baekhyun dengan nada suara lantang. Kris pun menghentikan aktifitasnya untuk memasukkan karpet ke dalam bagasi. Menoleh pada sang adik tercinta yang terlihat seperti sedang merajuk.
"Ada apa Baekhyunnie?" tanya Kris.
"Kenapa Chanyeol Oppa belum datang?"
"Mungkin jalanan macet Baekhyunnie. Kau harus sabar." kata Kris yang sedikit sebal. Kenapa adiknya itu menempel sekali dengan Chanyeol? Kalau begini kan bisa repot urusannya.
Tidak! Kris belum bisa terima kalau Chanyeol sungguhan menyukai adiknya. Tidak akan! Dan tidak akan pernah. Lagipula adiknya yang manis, lucu, imut nan menggemaskan ini kan masih terlalu kecil. Masa berpacaran dengan Chanyeol yang bahkan suaranya seberat Ahjussi-Ahjussi mesum. Kris tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Tin Tin Tin~
Senyum manis pun merekah di bibir mungil Baekhyun. Ia langsung beranjak berdiri dengan semangatnya.
Kris dan Tao pun melakukan hal yang sama dengan Baekhyun. Bisa mereka lihat sebuah mobil putih dengan kap atas yang terbuka. Chanyeol yang duduk di depan sebagai pengemudi lalu duo KaiHun yang duduk di sampingnya—berhubung tubuh Kai dan Sehun kurus jadi muat saja.
Mobil yang di kendarai oleh Chanyeol itupun berhenti tepat di depan rumah keluarga Wu. Seolah-olah lagu Paradise yang pernah menjadi ost drama korea terkenal Boys Before Flower yang menjadi Backsound kedatangan Park bersaudara.
Pertama, Kai pun turun terlebih dahulu. Dengan kaos tanpa lengan berwarna hitam yang memperlihatkan kedua lengan berototnya yang lebih tampak terlihat seperti kacang rebus. Lalu celana pendek selutut dan kemeja abu-abu yang melingkar di pinggangnya. Dengan posenya yang sok keren, Kai mengeluarkan sebuah kacamata dari kantung celananya. Memakai kacamata itu sambil bersandar pada badan mobil.
Berikutnya si Flower Boy kedua yang turun yaitu Park Sehun. Sejak tadi ia sudah mengenakan kacamata hitamnya. Tidak seperti Kai yang seolah menunjukkan sisi seksinya, Sehun justru hanya mengenakan kaos putih berlengan yang membuatnya terlihat polos—meski dasarnya tidak ada polos-polosnya. Ia juga mengenakan celana pendek dan kemeja yang melingkar di pinggangnya. Ia melipat tangannya di depan dada dan berdiri dengan angkuh.
Lalu Chanyeol pun ikut turun. Entah ini kebetulan atau apa, muncul efek angin yang membuat rambut coklat namja itu berkibar-kibar(?). Tidak seperti duo KaiHun, Chanyeol memasangkan kacamatanya di atas kepalanya. Ia mengenakan kaos yang di lapisi kemeja serta celana jeans panjang. Dengan senyum lebarnya yang khas, ia melambai-lambai dengan riang ke arah Kris, Tao dan Baekhyun yang melongo melihat tingkah absurd mereka.
"Kalian sedang apa -_- ?" Tanya Kris heran.
Sebenarnya sejak awal ketika pertama kali berteman dengan Chanyeol, Kris sudah sadar kalau Park bersaudara ini memang aneh. Mengingat sikap Chanyeol yang terkadang jauh dari kata waras. Namun Kris benar-benar tidak menyangka kalau mereka semua akan seaneh ini. Apa mereka berpikir sedang dalam ajang pemilihan model? Huh...
"Hai... Sory kami sedikit terlambat. Duo setan itu sangat ribut dan kerepotan dalam memilih kostum hari ini. Hehehe"
"Sudahlah. Ayo kita langsung berangkat saja agar tidak terlalu sore sampai di sana." Ujar Kris sambil menutup bagasi mobil. Ia terlihat tidak terlalu peduli dengan alasan yang di buat oleh Chanyeol.
Baru saja Kris masuk ke dalam mobil dan duduk manis di kursi pengemudi, ia menoleh ke belakang dan tidak mendapati adik kesayangannya. Ia hanya mendapati Tao yang sudah duduk di sampingnya. Ia pun berbalik dan langsung memasang wajah sebal. Dengan cepat ia keluar dari dalam mobil.
"Baby Baekkie, hari ini aku keren kan. Lihat otot seksiku ini." Kata Kai sambil memamerkan otot kacangnya.
"Baby Hyunnie, Sehun Oppamu ini juga keren kan. Terlihat Charming dan mempesona." Kata Sehun yang tidak mau kalah.
Chanyeol yang melihat adik-adiknya sedang mengelilingi si imut Baekhyun pun hanya bisa memasang wajah datar.
"Iya-iya. Kai Oppa dan Sehun Oppa keren. Hanya saja, Chanyeol Oppa tetap yang paling keren." Kata Baekhyun polos. Gadis itu melangkah meninggalkan KaiHun dan berdiri di depan Chanyeol. "Chanyeol Oppa Jjangg !" Kata Baekhyun sambil mengancungkan kedua jempolnya. Mau tidak mau, Chanyeol pun terkekeh dan mengacak gemas rambut Baekhyun yang di jepit dengan manis.
"Oppa jangan di acak-acak. Nanti Baekhyunnie tidak manis lagi." Rajuk Baekhyun manja sambil mempoutkan bibirnya.
"Baekhyunnie tetap manis kok." Ujar Chanyeol sambil ikut menunjukkan jempolnya pada Baekhyun.
"Benarkah? Yeayy..." Baekhyun melompat-lompat girang.
Kris yang sejak tadi melihat pemadangan itu pun semakin di buat kesal.
"Baekhyun, masuk mobil." Suruh Kris.
Baekhyun menoleh dan memasang wajah memelasnya pada Kris. Berharap agar di izinkan ikut dalam mobil Chanyeol.
"No No No. Akan Oppa adukan pada Haelmoni kalau Baekhyunnie tidak mau menurut pada Oppa." Ancam Kris.
Baekhyun pun dengan muka lusuh berbalik dan menuruti perintah Kris.
.
.
Begitu sampai di Villa milik paman Tao, Kris dan Chanyeol pun sibuk mengeluarkan barang-barang yang mereka bawa dari bagasi. Sedangkan Tao menurunkan makanan-makanan yang sudah ia siapkan dari rumah sebelumnya. Baekhyun sebagai anak yang baik juga turut membantu Tao, meskipun ia Cuma mengangkat barang-barang yang ringan saja.
Sedang duo KaiHun, mereka hanya mementingkan bola dan mainan mereka lainnya -_-
"Tao Eonnie, ini di taruh dimana?" tanya Baekhyun.
"Ayo kita taruh di dapur." Ajak Tao sambil melangkah mendahului Baekhyun.
Baekhyun pun berjalan mengikuti Tao.
Begitu sampai di dapur, Tao meraih kantung makanan yang di bawa Baekhyun lalu meletakkannya di atas meja. Ia tersenyum sambil mengelus puncak kepala Baekhyun.
"Baekhyunnie ingin sesuatu?" tanya Tao.
"Baekhyunnie ingin susu strawberry, Eonnie." Pinta Baekhyun. Tao pun mengangguk lalu mengambilkan susu kotak strawberry di dalam kantung plastik. Lalu ia menyerahkannya pada Baekhyun.
"Gomawo Eonnie."
"Cheonma Baekhyunnie."
Mari kita tinggalkan kedua gadis manis ini dan beralih pada para namja.
"Waktu itu kau bilang hanya bercanda kan Yeol?" tanya Kris sambil menyandarkan tubuhnya pada badan mobil. Ia menatap tajam pada sahabatnya itu.
Chanyeol yang sedang melepaskan kemejanya lalu menyampirkan di pundaknya pun menoleh pada Kris. Ia menatap penuh tanda tanya pada Kris.
"Soal kau suka pada adikku. Kau tidak serius kan? kau melihatnya sama seperti kau melihat Kai dan Sehun kan Yeol?" ulang Kris dengan kalimat yang lebih terperinci.
"Oh... Haha" Chanyeol tertawa garing atau lebih terdengar sedikit di paksakan. "I-iya... tentu saja—bercanda." Jawab Chanyeol kaku begitu melihat tatapan tajam Kris. Seolah-olah keluar laser api dari kedua mata itu. Kris benar-benar terlihat mengerikan kalau sedang serius seperti ini.
"Baguslah. Aku harap kau tidak menarik kata-katamu itu, Yeol. Karena bagaimanapun juga adikku tidak mungkin ku izinkan bersama denganmu. Aku tidak akan melepaskan dia bersama sembarang namja."
"Huh... Possesive Brother." Dengus Chanyeol.
PRANGGGG~
Chanyeol terlonjak kaget. Kris pun merasakan hal yang sama. Mereka langsung melihat ke segala penjuru dan kedua mata mereka membola bersamaan begitu melihat kaca jendela villa yang pecah. Hei... bahkan belum ada satu jam mereka sampai di tempat ini, tapi sudah ada barang yang di rusak.
"Bukan aku yang melakukannya." Elak Sehun sambil menggoyangkan kedua telapak tangannya.
"Hihihi... Mian Hyung. Aku tidak sengaja." Ucap Kai sambil meringis—merasa bersalah. Tapi tidak lama kemudian, ia sudah melesat kabur. Takut di omeli oleh kedua namja tinggi yang sudah menatapnya garang. Sehun yang melihat saudara kembarnya lari pun ikut lari mengikuti Kai. Naluri sepasang kembar—serta takut di omeli juga.
Sedangkan Chanyeol, "Baiklah. Akan aku ganti." Ujarnya pada Kris. Berharap agar sahabatnya ini tidak mengomeli adik-adiknya yang nakal itu.
"Terserah saja."
Lalu Kris melangkah masuk ke dalam villa tanpa menoleh lagi pada Chanyeol.
"Kedua anak itu." Dengus Chanyeol. "Tidak membantu sama sekali, malas justru merusak."
.
.
Sore harinya, Ketiga remaja serta 3 anak-anak itupun bermain di pantai. Kris menggelar karpet yang di bawanya lalu mulai berbaring di sana. Chanyeol pun mendudukkan dirinya di samping Kris. Lelah juga rasanya usai membereskan keributan kecil yang dibuat oleh kedua adiknya.
"Hyung, aku mau main di pantai ya." Pamit Sehun.
Chanyeol pun hanya mengangguk. Lalu Kai dan Sehun pun sudah melesat pergi menuju pinggir pantai.
"Dimana Tao?" Tanya Chanyeol heran sambil melihat ke sekitarnya.
"Aku di sini." Ujar Tao yang ternyata baru saja datang dan berjalan mendekati kedua namja itu. Gadis itu mengenakan tank top putih sehingga memperlihatkan bahu kecoklatannya yang seksi. Di bawahnya ia melilitkan kain bermotif bunga-bunga yang terlihat seperti rok. Ia pun juga memakai topi bundar, yang seakan mempermanis penampilan gadis panda itu. Di tangannya terdapat satu buah semangka yang belum di potong.
Sedangkan Baekhyun yang berjalan di samping Tao pun penampilannya tidak jauh berbeda. Namun bagi Chanyeol, kalau di suruh memilih maka ia lebih tertarik pada Baekhyun. Meskipun rata(?) dan mungil, Baekhyun terlihat seksi. Oke! Chanyeol tetaplah manusia. Dan pentingnya, dia itu LAKI-LAKI. Naluri laki-laki pasti akan bangkit begitu melihat gadis yang di sukainya terlihat berbeda.
"Chanyeol Oppa..." Baekhyun berlari kecil mendekati Chanyeol. Tanpa aba-aba, dia pun menunbruk tubuh tinggi Chanyeol. Memeluk erat leher namja itu.
Astagaa... Jangan sampai Kris mengeluarkan apinya disini.
Kris langsung bangkit dari posisinya lalu menarik tubuh adiknya itu untuk menjauh dari Chanyeol. Ia menoleh ke arah Tao lalu sedikit bergeser seolah memberi tanda agar Tao duduk diantaranya dan Chanyeol. Salah satu siasatnya untuk memisahkan Chanyeol dan Baekhyun.
"Kau berlebihan sekali Kris-_-" gerutu Chanyeol. ia pun ikut-ikutan bergeser menjauh agar Kris merasa puas.
.
.
"Baby Baekkie, Kajja." Kai menarik-narik tangan Baekhyun untuk di ajak bermain pasir. Sehun pun melakukan hal yang sama pada tangan Baekhyun yang menganggur.
Tao dengan riang pun mengikuti ketiga bocah itu. Tidak lupa kamera digital yang selalu di bawanya untuk mengabadikan setiap moment.
Baekhyun adalah gadis kecil yang manis dan sangat menggemaskan. Dia juga fotogenic dan sangat pandai bergaya di depan kamera. Terkadang gadis kecil itu menunjukkan V sighnya dan meminta agar Tao mengambil gambarnya.
Sesekali Kai dan Sehun bertengkar untuk merebutkan Baekhyun. Ekspresi mereka pun Tao abadikan dalam lensa kameranya.
Kai juga suka tiba-tiba mencium pipi Baekhyun dengan gemas. Tao sampai menjerit-jerit kesenangan ketika mendapatkan gambar yang satu ini.
Belum lagi Sehun, anak itu lebih pendiam dan tidak seagresif Kai. Namun kadang dia suka memeluk Baekhyun dari belakang. Meski ujung-ujungnya Baekhyun akan kesal lalu mencubit pipi kedua anak kembar itu. Dan Tao dengan apik mengambil gambar ketiga anak itu.
Astaga, setelah ini dia pasti akan memasukkan foto-foto ini dalam blog pribadinya.
Meskipun Kai dan Sehun masih kecil tapi kedua anak itu sangat tampan—Tao harus akui itu. Tao berani jamin kalau ketika dewasa nanti, pasti mereka akan terlihat sangat keren. Lebih keren dari Kris dan Chanyeol—mungkin.
Tao sangat suka berkhayal. Dan khayalan Tao kali ini adalah begitu dewasa nanti, kira-kira siapa yang akan Baekhyun pilih? Kai atau Sehun. Ah! benar-benar seperti cerita dalam komik jepang.
Cupp~
Tao yang sedang asyik membidik kameranya pun harus di buat terkejut ketika ada sebuah benda lembut yang menempel di pipinya. Dengan cepat Tao menoleh, dan ia langsung di buat merona begitu hidungnya menabrak hidung mancung Kris. Wajahnya dan wajah Kris sangatlah dekat. Mungkin hanya berjarak sekitar 1cm. Ya ampun, bahkan di saat seperti ini dia masih bisa-bisanya menghitung.
Di lihat dari sudut manapun, kekasihnya ini memang sangatlah tampan. Jadi wajar saja kan kalau dia bisa memiliki adik secantik dan semanis Baekhyun.
Dan Tao kerap kali merasa kalau dirinya merupakan gadis yang sangat beruntung. Tentu saja karena bisa menjadi kekasih namja blasteran itu. Sekalipun Tao mengakui ketampanan si Kembar, tapi kekasih hatinya ini tetap yang nomor satu. Oh ayolah, mereka sudah berbeda generasi.
Haha... sepertinya Tao melupakan seorang Park Chanyeol.
Chanyeol dan Baekhyun, bukankah mereka juga dari generasi yang berbeda. Nyatanya bukan Kai ataupun Sehun, melainkan Park Chanyeol. Sayangnya Tao tidak menyadari akan hal itu.
.
.
Memanfaatkan keadaan dimana Kris sedang sibuk bermesraan dengan Tao. Chanyeol pun mendekati Baekhyun.
Baekhyun yang melihat Chanyeol yang sudah ada di dekatnya pun tersenyum senang.
"Chanyeol Oppa." Panggil Baekhyun senang.
"Kau sedang apa Baekhyunnie?" tanya Chanyeol berbasa-basi.
"Bermain pasir. Tadi Kai Oppa dan Sehun Oppa membuatkan istana pasir untukku." Cerita Baekhyun semangat. "Lalu Tao Eonnie banyak memotretku dengan mereka. Ah! Aku juga ingin di foto dengan Chanyeol Oppa."
Lalu Baekhyun berlari menuju tempat barang-barangnya berada. ketika sudah menemukan ponselnya di dalam tas Kris, Baekhyun pun kembali berlari ke arah Chanyeol.
"Ayo Oppa."
Lalu mereka pun mulai ber-selca. Baekhyun memosisikan dirinya di pangkuan Chanyeol.
Klikk~
Klikk~
Klikk~
Baekhyun beranjak berdiri lalu memeluk Chanyeol dari belakang sambil membuat V sigh. Chanyeol pun terkekeh geli dengan tingkah narsis Baekhyun.
Klikk~
CUPP—Klikk~
Mata Chanyeol membola ketika Baekhyun mencium pipinya. Ia menoleh ke belakang dan mendapati Baekhyun yang sedang tersenyum manis padanya.
Astagaa, kalau di pikir-pikir gadis kecil ini suka sekali memberinya serangan Heart Attack ya. Suka sekali mencium pipinya tiba-tiba. Oke... Hanya pipi guyss. Belum lebih.
Chanyeol pun balas tersenyum pada Baekhyun.
"Hyung... kami juga mau." Dan kebahagiaan Chanyeol runtuh sudah begitu duo KaiHun berlarian dari arah bibir pantai mendekatinya.
"Tidak bisa berduaan lagi deh." Keluh Chanyeol dari dalam hati.
.
.
Baekhyun memperhatikan Kris dan Tao yang sedang bermesraan. Terlihat Tao yang dengan telaten menyuapi semangka pada Kris. U-uuhh... memang ya, kalau sudah bersama orang terkasih pasti dunia terasa milik berdua.
Baekhyun menoleh pada Chanyeol. Otak polosnya pun memiliki inisiatif untuk melakukan hal yang sama dengan kakak-kakaknya. Ia meraih satu potong semangka lalu menyodorkannya pada Chanyeol.
"Ini Oppa." Ucap Baekhyun dengan senyum manisnya. Chanyeol pun menerimanya dengan senang hati. Ia mengacak rambut Baekhyun gemas dan Baekhyun tertawa kecil dengan sikap Chanyeol.
Kai dan Sehun yang merasa iri karena Chanyeol di suap oleh Baekhyun pun mulai merengek pada Baekhyun agar di suap juga.
"Baby Baekkie, aaa~" Kai membuka mulutnya ke arah Baekhyun.
"Aaaa~" Sehun pun melakukan hal yang sama.
Baekhyun yang dasarnya polos dan baik hati pun menuruti kemauan duo evil itu.
Dan acara suap-suapan itu trus berlanjut sampai semangka di atas piring tersebut habis.
.
.
Setelah menghabiskan sore mereka di pantai. Tidak lupa juga mereka melihat matahari terbenam yang terlihat begitu indah dengan semburat oranye yang menghiasi langit.
Mereka pun kembali ke villa. Membersihkan diri dan memutuskan untuk beristirahat. Besok pagi barulah mereka akan kembali ke Seoul.
Kris, Chanyeol, Kai dan Sehun berbagi kamar bersama. Sedangkan Baekhyun tidur bersama Tao.
Tao dan Baekhyun pun berendam di pemandian air panas khusus yeoja. Dengan baik hatinya Tao mau membantu menggosok punggung Baekhyun. Sesekali Tao harus di buat tertawa karena tingkah lucu dan kekanakan Baekhyun yang suka sekali bermain air.
Sejak kecil Tao selalu ingin mempunyai seorang adik—terutama perempuan. Namun sayangnya, Eomma Tao tidak bisa memiliki anak lagi setelah melahirkan dirinya. Alhasil, Tao harus tumbuh menjadi putri tunggal. Beruntung dia mempunyai Kris dan Chanyeol—sahabatnya—yang mempunyai adik. Jadi dia bisa turut merasakan apa yang mereka rasakan.
"Daebakkk..." Tao menunduk ke arah Baekhyun ketika dia mendengar seruan gadis kecil itu.
"Ada apa, Baekhyunnie?" Tanya Tao penasaran.
"Itu..."
Tao mengernyit melihat Baekhyun menunjuk ke arah dirinya. Ia pun menunduk mengikuti arah yang di tunjuk oleh Baekhyun.
"Dada Tao Eonnie keren sekali ya." Kata Baekhyun dengan ekspresi wajah takjub. Tao langsung sweatdrop mendengar kata-kata polos yang Baekhyun lontarkan. "Apa dadaku juga akan seperti itu?" Tanya Baekhyun sambil menatap Tao. Gadis kecil itu memegang dadanya sendiri yang masih rata.
"Apa karena itu juga Kris Oppa suka pada Eonnie? Kalau begitu Baekhyunnie juga mau punya dada yang seperti itu. Dengan begitu, Chanyeol Oppa akan suka padaku."
Wajah Tao merona dengan begitu hebatnya, namun mendengar kata-kata Baekhyun yang terakhir, ia hanya bisa melongo antara bingung dan tidak habis pikir. Sepertinya setelah ini Tao harus memberikan beberapa pengertian pada Baekhyun untuk meluruskan pikiran gadis itu.
Dan, Apa Baekhyun menyukai Chanyeol? Ya ampun... dugaannya tidak salah kan.
.
.
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Sudah cukup larut bagi anak-anak untuk terjaga di malam hari. Namun, si imut Baekhyun tampaknya belum dapat terlelap. Sesekali ia mengganti posisi tidurnya. Menyamping lalu tengkurap hingga akhirnya kembali telentang. Tapi tetap saja ia tidak bisa tidur.
Baekhyun menoleh ke sampingnya, bisa ia lihat Tao yang sudah tertidur dengan amat nyenyak. Memang sudah menjadi kebiasaan buruk bagi Baekhyun yang tidak bisa tidur di tempat asing.
Yah, Baekhyun hanya bisa tidur di ranjangnya. Oke, kebiasaan khas seorang tuan putri.
"Aku tidak bisa tidur." Baekhyun mempoutkan bibirnya kesal.
Akhirnya gadis kecil itupun memutuskan untuk beranjak dari posisinya. Turun dari ranjang lalu melangkah keluar dari kamar. Sepertinya Tao terlihat benar-benar kelelahan, sampai-sampai ia tidak sadar ketika Baekhyun tidak sengaja menyikap selimutnya.
"Baekhyunnie..." Baekhyun tersentak ketika ia tengah sedikit kesulitan untuk menutup pintu dan tiba-tiba ada suara yang menegurnya.
Baekhyun menoleh. "Oppa..." Seru Baekhyun senang.
Chanyeol yang sedang memegang gelas pun melangkah mendekati Baekhyun. Ia berjongkok di hadapan gadis kecil itu.
"Kau belum tidur?" Tanya Chanyeol.
"Oppa sendiri juga belum tidur?" Baekhyun justru membalikkan pertanyaan Chanyeol. Ia memiringkan sedikit kepalanya dengan pose yang lucu.
"Ah, Oppa sudah tidur tadi. Cuma terbangun karena ingin mengambil air." Jawab Chanyeol sambil menunjukkan gelas yang di bawanya.
"Ooohh..." Lalu Baekhyun melepaskan tangan mungilnya dari handle pintu. Ia justru berjalan meninggalkan Chanyeol.
"Kau mau kemana Baekhyunnie?" Chanyeol yang melihat pintu belum tertutup rapat pun menutupnya lalu menyusul Baekhyun.
"Mencari angin. Aku tidak bisa tidur kalau bukan di kamarku, Oppa." Ujar Baekhyun.
"Kau seperti nenek-nenek saja." Ledek Chanyeol ketika ia sudah berhasil menyusul Baekhyun.
"Yak! Aku bukan nenek-nenek." Rajuk Baekhyun.
Chanyeol hanya terkekeh melihat wajah cemberut gadis kecil itu.
Baekhyun pun mendudukkan dirinya di sebuah sofa dan Chanyeol melakukan hal yang sama dengannya. Baekhyun meraih remote lalu menyalakan tv yang terletak di depan sofa.
Sesekali Chanyeol melirik ke arah Baekhyun yang sedang serius melihat ke arah layar televisi. Kadang terdengar gerutuan dari bibir gadis kecil itu karena tidak juga menemukan acara yang menarik.
"Chanyeol Oppa tidak tidur lagi?" tanya Baekhyun sambil menoleh ke arah Chanyeol yang hanya diam saja di sampingnya.
"Tidak. Mana mungkin Oppa meninggalkanmu di sini."
"Jinjja? Wah Oppa baik sekali." Baekhyun tersenyum senang lalu kembali fokus pada acara di depannya.
Chanyeol pun ikut menonton bersama Baekhyun.
Tiba-tiba Baekhyun menjatuhkan kepalanya di pangkuan Chanyeol. Setelah itu ia memejamkan matanya. Chanyeol yang jiwa seorang 'Kakak'-nya bangkit pun mengelus kepala Baekhyun lembut. Seakan ia tengah meninabobokan gadis kecil itu.
Andai saja waktu bisa ia berhentikan, maka Chanyeol akan menghentikannya. Ia ingin bisa seperti ini. Berada di sisi Baekhyun dan bisa selalu melihat wajah damai gadis kecil itu.
Miris rasanya kalau mengingat sebuah 'hubungan' yang terasa sangat mustahil baginya dan gadis kecil ini. Namun mau di bilang apa, cukup di anggap sebagai seorang 'Oppa' saja sudah cukup membuat Chanyeol puas.
Yah... dirinya tidak boleh egois. Bagaimana pun juga, dia yang salah karena berani menaruh perasaan pada adik sahabatnya.
Harusnya Chanyeol bisa lebih masuk akal dalam memendam cinta.
"Kau Payah sekali, Park"—Ejek Chanyeol pada dirinya sendiri.
Mungkin tidur di tempat asing terasa amat sulit bagi Baekhyun, namun tidur di pangkuan Chanyeol bahkan terasa lebih nyaman daripada kasur empuknya di China. Bahkan tidak butuh waktu lama, Baekhyun sudah tenggelam dalam mimpi indahnya. Bahkan elusan tangan Chanyeol di kepalanya terasa amat lembut dan menyenangkan. Hal ini sama rasanya seperti tidur dalam pangkuan Eomma tersayangnya—meskipun hal itu sangat jarang ia rasakan—dan neneknya yang cantik di China.
Baekhyun rasa ia akan bermimpi indah malam ini karena ada Chanyeol di dekatnya.
.
.
"Kau akan langsung pulang setelah ini Yeol?" Tanya Kris ketika mereka sudah bersiap untuk kembali ke Seoul.
"Tentu saja. sepertinya Kai dan Sehun sudah terlihat sangat kelelahan. Eomma dan Appa juga menyuruh kami langsung pulang saja."
Tadi pagi Kris mendapati dirinya yang tertidur di sofa dengan Baekhyun di pangkuannya. Namun namja itu tidak berkomentar apa-apa. Ia hanya menggendong Baekhyun dan membawa adiknya ke kamar kekasihnya. Setelah itu menyuruh Chanyeol untuk tidur lagi di kamar.
Mungkin namja itu tahu tentang salah satu kebiasaan adiknya dan bisa memaklumi hal itu.
"Yasudah. kalau begitu sampai bertemu di sekolah besok." Ujar Kris lalu masuk ke dalam mobilnya. Tao dan Baekhyun pun sudah ada di dalam.
"Ya. Sampai jumpa." Balas Chanyeol sambil melambai pelan.
"Bye Oppa." Baekhyun melambai pada Chanyeol dan namja itu membalas lambaiannya. Tao sendiri hanya tersenyum pada Chanyeol.
Lalu Kris mulai menyalakan mesin mobilnya. Begitupun dengan Chanyeol yang masuk ke dalam mobilnya sendiri.
Dan mereka pun mulai melaju untuk pulang kembali ke Seoul.
.
.
Setelah mengantarkan Tao pulang terlebih dahulu, barulah Kris mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumahnya sendiri.
Tidak butuh waktu lama, ia dan Baekhyun sudah sampai di depan rumah megah milik keluarga Wu.
Kris pun keluar dari mobilnya, begitu juga Baekhyun. Gadis kecil itu menggandeng tangan Kris untuk melangkah bersama. Pintu rumah pun di bukakan oleh salah seorang pelayan. Mata Kris membola begitu ia melihat sudah ada 4 sosok yang menantikan mereka di ruang tamu.
"Baekhyunnie..."
"Appa... Eomma..." Seru Kris.
"Haelmoni... Haraboji..." bisik Baekhyun.
Kedua kakak beradik itu memandang 4 orang dewasa itu heran.
Mereka sama-sama merindukan 4 sosok itu. Namun di banding rindu, rasa heran dan penuh tanda tanya lah yang lebih mendominan. Sebenarnya ada apa ini?
The End
(For this Stories)
Words : 3.624
29/06/2014
A/N :
Hallo semuanyaaaaaa~~~ Author kembali lagi nih ama ChanBaek 6th Stories Part B. Suka ga ama chap yang ini? Semoga aja ga ngecewain kalian :) XD
Makasih juga buat yang review kemarin. bener-bener diluar ekspetasi aku. Aku ga nyangka kalau kalian masih nungguin cerita aku dan kalian juga masih setia ama OTP kesayangan kita semua ini(Read: ChanBaek). Persetan dengan skandal dan berbagai berita yang berseliweran. yang penting ChanBaek! Hehehe...
hemm... kemungkinan cerita Baekhyun yang masih sd tinggal 2 chap lagi. entah bakal jadi ending betulan atau bakal ada kelanjutannya, itu liat nanti dan tergantung kalian. oke.
Abis baca, tinggalkan jejak yaa~~ Review kalian membangkitkan semangatku dalam mencari ide untuk kelanjutan cerita ini. Makasihhhh :*
