Woke! chapter 7~! Review please! Enjoy! :D
Disclaimer:
BLEACH © Kubo Tite
TRUE COLOURS © Mae Otsuka
Main Pair: RukiaxIchigo
Adventure-Romance xD
RnR please: D !
Ichigo masih menatap langit di atap sekolahnya dengan pandangan yang nanar. Semakin hari keadaannya semakin tidak membaik. Sesekali, ia tertawa sendiri karena merasa dirinya sangat berlebihan. Tapi sesekali juga ia kembali murung.
"Ada apa denganku sih… ?" gumamnya. "Itu kan hanya Rukia…" Ichigo berbaring menghitung awan. Sampai kekuatan reiatsu yang melintas di sekitarnya membuat ia bangkit dan mencari arah kekuatan roh itu.
"hollow? Bukan…lebih kuat... apa?" Ichigo merubah wujudnya menjadi Shinigami dan berkata, "…menos grande! "
Ichigo bergerak langsung meluncur menuju menos grande tersebut.
"Oleh karena itu aku datang membantumu, Ichigo. Bagaimana keadaanmu? " tanya Urahara yang tiba-tiba muncul di sampingnya. Ichigo tidak menjawab pertanyaan Urahara. Pandangannya lurus tapi muram. Urahara lalu tersenyum simpul. Ia berkata,
"Kau begitu menghawatirkannya ya?" tanya Urahara.
"Siapa? Tidak… maksudmu Rukia? Tidak juga." jawab Ichigo linglung
"Pembohong."
"Aku tidak bohong!" Jawab Ichigo langsung memukul Urahara dengan ujung bawah zanpakutonya. "Aku kan hanya penasaran apa yang sebenarnya terjadi! Tidak ada yang perlu dikawatirkan dari seorang Rukia tahu!"
"Kalau begitu, tunggu sampai ia menjelaskannya ya. Tepat setelah ini."
"Ha?"
DOAAAAK!
"HEI! KENAPA KAU LAMBAT SEKALI SIH! CEPAT MIKAN HEAD! " teriak Rukia yang baru saja menendang Ichigo tepat di kepalanya.
"hah! Ru—Rukia?" Ichigo lalu melihat Rukia yang meluncur tepat di depannya dengan jubah putih itu. Ichigo serentak beteriak,
"HEH! A—A—APA YANG KAU GUNAKAN ITU!" teriak Ichigo.
"Hm?"
"KENAPA KAU MENGGUNAKAN JUBAH PUTIH ITU?" Ichigo histeris sekali.
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan, ayo Hinamori!"
"Hinamori?" tanya Ichigo.
"Permisi dulu Kurosaki-kun." ucap Hinamori sambil merundukkan kepalanya. Dan Hinamori kembali mengejar Rukia yang meluncur lebih dulu.
"A—APAAAAAAA!"
"Oy! Rukia!" panggil Ichigo masih mengejar Rukia dari belakang. Tapi tidak ada respon dari Rukia sedikitpun "ooooyy…!" panggilnya lagi. Masih tidak merespon. "OY! KUMAKO!"
"APA SIH! CEREWET!" teriak Rukia terlihat donkol.
"HAH? CEREWET? AKU KAN HANYA MEMANGGILMU!" seru Ichigo tidak mau kalah.
"SAMA SAJA ITU CEREWET! BODOH!"
Selagi Rukia sedang asik bertengkar dengan Ichigo, rupanya menos tidak tinggal diam. Ia tiba-tiba saja muncul di balik punggung Rukia dan menyerangnya begitu saja.
"RUKIA!" teriak Ichigo melihat Rukia tiba-tiba hilang dari pandangannya. Dan ternyata Rukia terlempar cukup jauh.
"Cih..sial.." keluh Rukia sambil mencengkram lengannya. "GARA-GARA KAMU SIH!"
"HAH? GARA-GARA AKU? APA SALAHKU!"
"KAU SIH—"
"Tobiume!" seru Hinamori. Ia berhasil menjatuhkan menos itu paling tidak. "Tolong jangan bertengkar di saat yang tidak tepat, Kuchiki-taicho." Lanjut Hinamori.
"Apa? Taicho? " tanya Ichigo masih tidak mengerti.
"OY! RUKIAAA!" teriak Renji sambil membawa zanpakutonya terjun mendekati Ichigo, Rukia, dan Hinamori.
"Renji... panggil aku Kuchiki-taicho! Jangan Rukia!" seru Rukia
"Terserah, dan sejak kapan kau jadi seperti bocah jenius itu? Sekarang biar Ichigo dan Hinamori yang menyelesaikan menos ini, kau ikut denganku."
"Ada apa memangnya?"
"Yo Ichigo." Sapa Renji sambil menarik tangan Rukia. "Ayo cepat!"
"Ada apa sih!"
ZZZZZZZINNGGG…
"Reiatsu apa barusan?" tanya Rukia
"Sial, padahal tadi sama sekali tidak terasa."
"Apa maksudmu Renji?"
"Aku hendak memanggilmu karena aku rasa ada yang aneh di daerah tempat aku dan Byakuya-taicho menyerang menos, Tapi ternyata, mereka sudah mengeluarkan reiatsunya."
"A—Aku tak mengerti, lalu? Siapa saja yang ada di sana saat ini?"
"Byakuya-taicho, Hitsugaya-toshiro, dan—"
"AWAS!" teriak Matsumoto. Menos yang berhasil Hinamori jatuhkan tadi kembali menyerang Rukia. Matsumoto langsung menarik Rukia dan menyerang Menos itu dengan sekali jurus. "hhh…kau tak apa Kuchiki-taicho?" tanya Matsumoto.
"Tidak apa, terima kasih." Senyum Rukia pada Matsumoto.
"Hei! Kau tidak apa-apa!" tanya Ichigo tergopoh-gopoh.
"Iya,aku tidak apa. Tidak usah melihatku seperti itu." kata Rukia pada Ichigo dan langsung bangkit dari duduknya.
"Ayo kita selesaikan Menos ini." Kata Matsumoto pada Ichigo. Tiba-tiba,
"!"
"A—Apa itu?" tanya Hinamori pelan. Terlihat lubang hitam di yang serupa ia lihat di soul society. Lubang hitam itu membesar. Semakin membesar. Menos kembali berkeluaran dari dalam lubang hitam itu. Hinamori yang ketakutan menggenggam zanpakutonya erat-erat.
"… Tidak mungkin... !" seru Hitsugaya. 3 sosok keluar dari lubang hitam itu. Dan Hitsugaya sudah siap mengeluarkan bankainya.
"Aizen... ?" tanya Ichigo tidak percaya.
"A—Aizen?" seru Rukia.
"Astaga… apa aku tidak salah melihat..?" tanya Aizen dengan senyum khasnya "Kau terlihat... berbeda sekali dengan jubah itu Kuchiki-chan."
"Oh, kurasa akan lebih pantas jika kita panggil… Kuchiki-taicho, nee?" kata Gin dengan mata sipitnya yang kejam dan dingin. Rukia gemetar mendengar suara Gin. Rukia memang tidak pernah suka dengan Gin. Terlihat dari matanya, bibir, dan senyumannya yang sinis.
"G..Gin... ?" panggil Matsumoto. Matsumoto memandangnya nanar.
"Oh?" Gin masih tersenyum pada Matsumoto. "Lama tidak bertemu… Rangiku."
Hitsugaya yang tidak bisa tinggal diam langsung berdiri di depan Matsumoto dengan maksud melindungi. Hitsugaya pun melihat Gin dengan pandangannya yang sangat marah.
"Aku jadi ingin tertawa." Kata Grimmjow.
"Aku juga, tapi… " senyum Aizen. "Aku benar-benar bangga bahwa salah satu dari klan Kuchiki yang royal itu akan menggantikan posisiku sebagai kapten dan menjaga... Hinamori-kun."
"A—Aizen..taicho... ?" panggil Hinamori tak kuasa melihat Aizen yang berdiri tepat di depannya saat ini. Hinamori hanya bisa gemetaran dan menangis. Sekarang, giliran Rukia yang berdiri di depan Hinamori untuk melindungi.
"Hinamori, tetaplah berdiri di belakangku." Bisik Rukia.
"Ta—tapi—"
Hitsugaya tidak lagi bisa menahan marahnya, ia menggenggam Zanpakutonya dan hendak mengeluarkan bankai. "Dai guren Hyo—"
"Jangan bergerak, Hitsugaya!" teriak Rukia "Biarkan ia menyelesaikan kalimatnya… " kata Rukia "…la..lalu... memangnya—"
"TEGANYA KAU!" teriak Hinamori tiba-tiba. "KENAPA KAU MELAKUKAN SEMUA INI PADAKU! KENAPA! KENAPA PADA HITSUGAYA-KUN DAN YANG LAIN? KENAPA PADA KUCHIKI-TAICHO? KENAPA!" (uuss..gimana gitu kesannya kalau sy yg nulis hahaha) Hinamori menangis tersedu-sedu. Kalimat-kalimat yang ia lontarkan tak jauh dari isakan. Semua tidak hanya terkejut. Semua ingin membungkam mulut HInamori sekarang juga. "KE—KENAPA..?" tanya Hinamori lagi.
Tanpa memutar tubuhnya untuk menghadap Hinamori, Rukia membuka zanpakutonya dan menaruh ujung zanpakuto itu di leher Hinamori. Wajah Rukia sudah seperti tidak bisa ditebak lagi olehnya. Marah, kesal, bingung, menjadi satu.
"Rukia!" teriak Ichigo.
"Ku—Kuchiki-taicho?" Hinamori masih terisak dan terkejut sekali dengan apa yang Rukia lakukan padanya.
"Jika kau tidak ingin mati, tutup mulutmu." Bisik Rukia. Dan Hinamori semakin menangis.
"Hitsugaya-taicho." Panggil Byakuya. "Tolong bawa Hinamori-san jauh dari sini. Terima kasih."
"Ba—baik." Ucap Hitsugaya. "Ayo Hinamori."
"Eh? Tidak! Hitsugaya-kun? Kuchiki-taicho!" teriaknya. Hitsugaya menggendong Hinamori dan membawanya pergi meluncur jauh dari tempat Rukia dan yang lain. Terlihat Hinamori begitu ingin melepaskan Hitsugaya yang membawanya pergi.
"Jadi…kenapa? Kenapa kau membawa menos-menos itu kemari?" tanya Ichigo pada Aizen dan Gin.
"kenapa? Kurasa substitute shinigami sepertimu tidak perlu tahu." Jawab Grimmjow ketus.
"Si—Sial..Grimmjow… " Ichigo membuka zanpakutonya. Tapi,
"Jangan Ichigo." Cegah Renji.
"Aizen.." panggil Rukia.
"Ya?"
"Aku hanya ingin bertanya pertanyaan yang... Hinamori tanya padamu dan kau belum menjawabnya…"
"Ow... "
"Kenapa? Kenapa kau melakukan hal ini? Hanya untuk karena kau bisa menguasai tempat ini? Tempat yang penuh dengan… reiatsu ini?"
"Kurasa tidak jauh dari pernyataanmu barusan." Jawab Gin. "Kenapa kau harus tahu? Kenapa kau begitu penasaran? Bagaimana jika aku balik bertanya padamu seperti itu?" Gin memegang dagu Rukia dengan maksud menggodanya. Dan Rukia menarik Zanpakutonya. Hendak menyerang Gin karena kebenciannya amat sangat. Tetapi,
"!"
"RUKIAAAA!" teriak ichigo
"wah... wah... wah... " kata Aizen. Aizen yang memiliki jurus ilusi itu tanpa sepengetahuan Rukia langsung menusuk Rukia dari belakang. Dengan tangannya yang dingin itu, Rukia nyaris terjatuh dari keseimbangannya. Masih… nyaris jatuh.
"RUKIA!" teriak Ichigo lagi dan berlari mendekati Rukia.
"Jangan! ..mundur..Ichigo… dia akan..membunuhmu…" desah Rukia
"A—Apa yang kau bicarakan sih!" teriak Ichigo
"Kau boleh mendekatinya Kurosaki Ichigo… tapi, aku akan memastikannya padamu bahwa aku... akan membunuhmu."kata Grimmjow dengan penuh kepercayaan dirinya.
"Silahkan saja lontarkan kalimat-kalimat mustahilmu, karena aku yang akan membunuhmu, Gin."balas Ichigo tak mau kalah.
Di playground Karakura, Hinamori rupanya masih menangis tersedu-sedu. Hitsugaya berusaha menghiburnya, tapi tidak juga berhasil.
"Huh… berhentilah menangis." Kata Hitsugaya sambil menyodorkan sapu tangan merahnya.
"Maaf…" kata Hinamori dan mengambil sapu tangan itu dari tangan Hitsugaya.
"Oke, tunggu di sini."
"Mau kemana Hitsugaya-kun!" teriak Hinamori.
"Tentu saja ke tempat mereka kan?"
"Aku ikut!"
"Ayolah Hinamori… tunggulah di sini."
"Maafkan aku… tapi—"
"Aku tidak bisa meninggalkan mereka dengan keadaan seperti itu, Semua kapten, Matsumoto, dan Kurosaki… mereka semua terlihat begitu serius."
"Lalu bagaimana denganku!" paksa Hinamori.
Hitsugaya tersenyum dan menaruh kedua tangannya ke pundak Hinamori yang juga beberapa centi lebih tinggi darinya. "Tunggu di sini. Ini yang Kuchiki mau kan? Pasti ia ingin kau selamat. Jadi… tunggulah di sini."
"Hitsugaya-kun…"
"Aku akan segera kembali." Lalu, Hitsugaya meluncur jauh kembali ke tempat Aizen, Gin, dan Grimmjow berdiri.
"Ru—Rukia!" teriak Renji dan mendekati Rukia yang terluka itu.
"Minggir… kataku... " bisik RUkia masih mendesah kesakitan.
"Tidak!" teriak Renji. "Kau pikir selama ini aku akan diam saja? Saat kau diserang hollow malam itu, aku datang untuk menyelamatkanmu Rukia! Dan saat kau diserang Ulquiorra, aku bermaksud datang untuk menyelamatkanmu! Dan sekarang saat kau terluka, aku mau menyelamatkanmu, kau malah melarangku bahkan untuk mendekatimu sedikit saja? Tidak! Aku tidak mau!"
"Re..Renji..." bisik Matsumoto seraya menaruh tangannya ke pundak Renji.
"Aku tidak apa-apa…Renji"" kata Rukia. Rukia menaruh pergelangan tanganya di daerah perut tempat Aizen menusuknya tadi. Dan seketika, luka itu terlihat hilang sedikit demi sedikit.
"Ru—Rukia, sejak kapan kau bisa melakukan hal yang sama seperti Inoue lakukan?" tanya Ichigo terkejut
"Sejak pertama aku bertemu denganmu bodoh. Sebelumnya bahkan…" Jawab Rukia tersenyum lemas. "Kaget?"
"haha.." tawa Ichigo lega.
"Bukannya aku sudah pernah cerita tentang ini padamu? Pelajaran kesehatanku di sekolah termasuk topclass. Hahaha. " tawanya bangga. Ia pun bangkit dari duduknya dan kembali mendekati Aizen,Gin dan Grimmjow. "Ayo selesaikan ini."
Tapi Hitsugaya menghalagi Rukia untuk melakukan itu. Ia berdiri tepat di depan RUkia dan membelakanginya. "Biar aku saja." Ucapnya.
"Hah?" tanya Rukia
"Tunggu di sini. Biar aku yang selesaikan mereka." Hitsugaya lalu menaik zanpakutonya.
"Hah?" Rukia masih bertanya. Ia membesarkan volume suaranya dan berseru, "Tidak! Apa yang kau bicarakan? Minggir!"
"Kau bilang kau sembuh sedangkan kau masih berjalan sempoyongan dan kau bilang kau sembuh! (bingung nulisnya)" Hitsugaya juga ikut membesarkan volume suaranya. "Walau kau topclass atau apalah itu, kau masih terluka!"
"Minggir! Aku tidak perduli!" teriak Rukia dan mengayunkan zanpakuto putihnya ke hadapan Hitsugaya.
"Kau ini tidak bisa diajak bicara baik-baik ya!" Hitsugaya juga mengayunkan zanpakuto ke Rukia.
"hei—hei!" seru Ichigo
"Hei kalian! Hentikan sekarang juga! " seru Matsumoto berusaha melerai.
"MINGGIR!" teriak Rukia pada Hitsugaya
"TIDAK!"
"AKU BILANG MINGGIR! APA KAU MENGERTI!"
"DAN AKU BILANG TIDAK! KAU MENGERTI!"
"MINGGIR ATAU—"
"BERHENTI!" teriak Hinamori.
"Hi—Hinamori?" tanya Hitsugaya. Hinamori sepertinya meluncur jauh untuk datang kemari. Nafasnya masih tersengal.
"Kurasa, Byakuya-taicho sudah menyuruhmu untuk membawanya pergi dari sini. Apa kau tidak mendengarkannya dengan baik! Kau ingin dia mati! Apa itu yang kau inginkan!" teriak Rukia semakin keras.
"Aku tidak pernah berkata begitu, Kuchiki!"
"Masa bodoh!" teriak Rukia.
"Dan apa maumu sekarang? Kau ingin menyerangnya sendirian? Kau tidak tahu ya kalau kau egois? Kau selalu melarang orang untuk menyelamatkanmu! Melarang orang yang mau membantumu! Kau merasa dirimu hebat begitu?"
"Aku tidak—"
"Lalu kenapa kau ingin orang-orang di sini tidak membantumu! Dan Hinamori sudah kusuruh untuk tetap di tempatnya sekarang kau tidak percaya! Kau hampir membuatku ingin membunuhmu, Kuchiki."
"Oh jadi—"
"HENTIKAN!" teriak Hinamori masih menangis. "Hentikan pertengkaran ini! Kenapa kalian berdua jadi seperti ini... ? Aku tidak pernah melihatmu seperti ini… Hitsugaya-kun... "
Hitsugaya dan Rukia tidak saling memandang maupun melihat Hinamori yang menangis itu. Lalu, Matsumoto yang tidak tahan dengan pertengkaran mereka berdua langsung menarik lengan Hinamori dan berkata,
"Biarkan saya membawanya, Hisugaya-taicho, Kuchiki-taicho. Saya yang akan membawanya pergi dari sini."kata Matsumoto. Hitsugaya menghela nafas dan menjawab,
"Terima kasih, Matsumoto."
"A—Apa! Rangiku-san! Rangiku-san! Lepaskan aku!" Hinamori kembali ingin melepaskan genggaman tangan Matsumoto. Tapi tetap tidak berhasil.
Gin tersenyum sinis saat melihat kepergian Hinamori. Senyumannya semakin sinis saat melihat Hitsugaya dengan tampang penuh kekesalan.
"Lama tidak bertemu, Hitsugaya-taicho." Sapa Gin.
"Cih... I—Ichimaru.." keluh Hitsugaya. "Kau membuatku muak! Dai Guren Hyorinma—"
"Minggir." Bisik Rukia. Ia menunduk pelan. Terlihat begitu kecewa.
"Ku—Kuchi—"
"Kumohon, Hitsugaya-sama." (sy geli sndiri nulisnya…'kumohon' hadeeh.) panggilan 'sama' begitu ditekankan oleh Rukia. Hitsugaya yang ingat semasa kecilnya selalu dipanggil –sama oleh Rukia,merasa tak enak. Ia kebingungan. Ia ingin menyerang Aizen dan Gin sekarang juga, tetapi Rukia berkata 'jangan lakukan itu' Lalu,
"Kali ini aku setuju dengan Toshiro." Ucap Ichigo. Ia berdiri di antara Hitsugaya dan Rukia. "Kau pikir kau bisa melakukan ini sendiri? Sama saja kau ingin mati. Dan perlu kau tahu Rukia… aku tidak akan membiarkanmu mati. Itu janjiku padamu sejak awal. Dan jika kau mati, aku akan mati untukmu juga, Rukia."
Rukia tidak percaya dengan apa yang Ichigo katakan padanya barusan. Ia mengerutkan dahinya. Memandangnya nanar. Ia tahu Ichigo akan selalu melindunginya, tapi ia tidak menyangka kalimat itu akan keluar dari mulut Ichigo. Entah senang, terharu, tidak terima yang ada di dalam hati Rukia sekarang.
"Kok menyedihkan sekali ya?" tanya Grimmjow.
"Cerewet sekali, aku akan segera membunuhmu, Grimmjow." Kata Ichigo.
"Loh?" Aizen tiba-tiba angkat bicara, "Kami hanya melihat-lihat saja kok. Kami tidak ada maksud untuk menyerang kalian atau apa …kami hanya ingin melihat kemampuan kalian…"
"A—Apa!" teriak Renji. "Jadi maksudmu, kalian mempermainkan kita?"
Titik marah semua shinigami di situ mulai meledak. Serasa dibohongi dengan tingkah-tingkah Aizen, Gin, dan Grimmjow.
"Kalau mau bermain-main sebentar," kata Grimmjow. "Bermainlah denganku."
"Ini memuakkan…" bisik Renji memandang sinis Grimmjow. Rukia meremat zanpakutonya kesal. Byakuya menaruh tangannya di pundak Renji,
"Kita selesaikan mereka. Saat ini juga."
"Benar." Kata Urahara. Rukia langsung menoleh ke belakang melihat Urahara dan Yoruichi berdiri tegap.
"U—Urahara—? Yoruichi-san... ?" ucap Rukia terbata-bata.
"Gunakan, Rukia." Senyum Yoruichi.
"Eh?"
"Gunakan sesuatu yang telah kau pelajari bersama kami sejak lama." Kata Urahara.
TO BE CONTINUED
Gimana? Gimana? :D hahaha~
makasih buat yg udah review ya~! ini balasan reviewnya :D
Untuk Aizawa Ayumu, iya~:D ini sudah ada Ichigonya. Sy juga ngrasa aneh Rukia tiba-tiba brubah jadi males-malesan. Tapi lucu juga kalau dia gitu (loh?) Hitsu nggak mendendam rasa suka ke Rukia kok (ngasi bocoran tiba-tiba :D) tapi ada kejadian masa lalu yang bikin Hitsu jadi agak..gimana gitu(HALAH!)...ke Rukia. hahaha :D Makasih udah review yaa Aizawa-san~! ntar review lagi yaaaaaa~! hahaha!
Untuk Riztichimaru dan So-Chand 'Luph pLend' ,ini Rukia udah ketemu sama Ichigo,:D enjoyjoyjoy :D! keep raading ya~!
Untuk Yanz ichiruki-chan, muakasih~! iya chapter yg kemarin memang agak lucu, tapi ntar ini ceritanya bakal serius-serius lo Ichiruki-chan... tapi tetep baca ya~!(maksa abis) sankyuu udah review :D!
Untuk Thanatos Avatar , DANG! ... (lagi-lagi sy mengeluarkan sindrom kebegoan) namanya kotatsu ya? ... ..T.T ...tapi keep reading ya...hahaha :D sankyuu udah review~!
Untuk Ruki Yagami HiATuS, yaaah..kok ga pantes...? hahaha, tapi keren kan? keren kan? hahaha :D keep reading ya~! sankyuu udah review!
Dan Untuk aRaRaNcHa-san~! iya... Rukia agak aneh ya, saya juga mikir gitu... tapi kok lucu ya... jadi saya terusin deh (loh?hahaha) makasih udah review~! keep reading ya :D
