Dan kita ada lagi untuk chapter selanjutnya buat fic Highschool DxD saya dan ini serius dan Arc Riser berakhir, ohh ya satu hal lagi di Chapter ini ada Lemon jadi, skip saja dah kalau enggak suka dan kekuatan Issei, sudah kejelaskan di chapter sebelumnya bahwa bakal ada yang kutambahin dalam kekuatan dia karena, menurutku itu Menyedihkan jika sama dengan LN dan sekarang aku kasih tau bahwa Issei gak akan mengeluarkan kekuatan Sekiryuutei melainkan Hakuryuuko saja yang sudah cukup menghancurkan Riser dan kalian tunggu waktu ajah sampai Issei nunjukin kedua kekuatannya karena, dikeluarkan sekarang jadi, gak seru tapi bakal ada perubahan kok.

P.s : terima kasih yang sudah menjawab Pertanyaan saya kemarin dan kurasa aku sudah lega jika mendengar kepastian ini yah, takut saja ada yang hoax tau sendiri bukan Dunia Maya kebanyakan yang gak benar daripada benarnya.

.

...

.

- Phoenix Mansion

"Wow! Nona Rias sangat manis sekali"

"Dia benar-benar seorang Putri yang cantik jelita"

"Wajar saja keturunan Iblis kelas atas gitu"

"Gaun itu sangat cocok untuknya"

"Dia beruntung yah, bisa menikahi Tuan Riser"

"Ahhh andai aku seperti dia"

"Hahhhh!" Rias hanya menghela nafas panjang mendengar semua Komentar dari Pelayan yang ada Di Mansion ini dia tak peduli apa kata mereka dan tetap cuek saja 'Hahh! Hari burukku benar-benar dimulai' dia mengenakan Gaun Putih Panjang, dengan Penutup kepala, Sarung tangan Putih dan Higheels yang terlihat cocok.

Memang benar, setelah Pertarungan Rating Game dengan Riser dia langsung kalah karena tak diuntungkan dalam jumlah Peerage, dan sesuai Perjanjian jika dia kalah maka akan bertunangan dengan orang yang tak dia suka sama sekali dan itu benar-benar membuat dia tak bisa berbuat banyak apapun lagi.

"Menangkan Pertarungan ini dan kalahkan dia"

"Tentu saja"

"Issei.." Rias berguman dia tau telah membuat Perjanjian kepada pemilik Sacred Gear itu tapi, apa daya kekuatan dia tak seimbang untuk lelaki sialan itu 'maafkan aku jika, tak bisa menepati ini' dia berharap hal yang buruk bakal terjadi takkan seburuk yang diperkirakan.

Grayfia hanya melihat Adik Ipar dia dengan wajah Datar dan tak menunjukan Raut wajah apapun, tetap sebagai Pelayan dia ingin bicara tapi apa daya sebuah lingkaran sihir berapi mengacau apa yang ingin dia lakukan dan ekspresi Wanita itu kembali normal.

"Ahhh Riser-Sama anda tak boleh masuk kesini"

"Ini ruangan khusus untuk pengantin Wanita"

"Maaf tapi, anda tak diberi Izin untuk kesini"

"Ahhh tak usah khawatir lagipula aku akan jadi Suami sah dan hal seperti ini tak perlu ada Pengawasan" Jawab Riser kepada Pelayan dia dengan ekspresi seringai "Ahhh, Rias Sayang kau terlihat cocok dengan Gaun itu" dia tersenyum bejat.

Rias hanya memutar bola matanya mendengar Komentar ini "hah, kenapa juga aku harus mengenakan ini, dan itu terlalu berlebihan karena hanya mengadakan Pertunangan saja" ekspresi bosan dia menunjukan tak ingin berbicara dengan orang di depannya.

"Tenang saja ini hanya permulaan karena, aku akan buat Gaun yang lebih bagus dari ini" Ucap Riser menghampiri Gadis Crimson itu dan dia memegang dagunya "tentu saja dengan tambahan api akan terlihat cocok untukmu di Pesta Pernikahan nanti"

Rias menepis tangannya "selera kau buruk sekali, dan hentikan itu" dia tak suka ada yang menyentuh dirinya seperti ini.

"Hah, tenang saja kau akan suka jika sudah memakainya" Riser menyeringai melihat sikap Rias yang cukup keras kepala ini "bagaimana kalau kita melakukan sesuatu yang menarik, sebelum Acara itu" dia mendorong Gadis itu ke tembok dengan menjilat bibir sendiri seperti Predator dan bersiap memainkan tubuhnya

"Hentikan itu!" Protes Rias memberontak "aku belum jadi, Istri sah kau!" dia mencoba mendorong Lelaki itu tapi, tak bisa.

"Tenang saja ini hanya sebentar"

"Cukup! Aku belum siap!"

"Kenapa tak coba sekarang nanti akan terbiasa"

"Hentikan!"

Grayfia yang diam saja melihat ini ambil tindakan dan bicara "Maafkan, aku untuk mengacau tapi, Riser-Sama anda harus kembali untuk pembukaan acara Pertunangan ini" dengan nada Merintah.

"Tch, baiklah" Riser mendecak kesal karena hal seperti ini terganggu "baiklah, sampai jumpa di Ruang Resepsi Sayangku" dia menghilang dalam lingkaran Sihir.

Rias bernafas lega karena hal yang tak dinginkan takkan terjadi "terima kasih Onee-Sama" dia tersenyum terhadap kakak Iparnya.

Grayfia yang datar akhirnya tersenyum juga "tak apa ini kulakukan demi adikku" dia memegang Pundak adik Iparnya tapi, sadar Ekspresi Rias lain dari biasa yang dia lihat "terlihat kau sangat membenci sekali dengan hal ini" dia juga tak bisa berbuat banyak.

"Bagaimana tidak, aku harus melakukan hal tak ingin kulakukan" Ucap Rias benar-benar frustasi untuk berfikir jernih "benar kata Issei, Iblis Kelas Atas memang benar-benar menyebalkan melebihi manusia"

"Maafkan aku tak banyak membantu" Ucap Grayfia membungkuk, dia tak mengomeli adiknya jika berbicara kasar mungkin untuk sekarang dan dia malah setuju dengan ucapannya.

"Tak apa Onee-Sama aku tak menyalahkanmu bahkah, Onii-Sama juga tak bisa berbuat banyak" Ucap Rias dia tau hal seperti ini tak bisa dihindarkan kecuali dengan Rating Game "terlihat mimpi kecilku tak bisa terkabulkan" dia tersenyum sedih.

Grayfia memegang Pundaknya dan memberi ketenangan "tak usah khawatir kakakmu sudah melakukan hal ini, dan bentar lagi bakal ada kejutan"

"Kejutan?" Rias tak mengerti apa yang dia bicarakan.

"Lihat saja nanti" Grayfia menyeringai.

.

.

.

.

.

.

- Ruang Pertunangan

"Onii-Sama hebat yah, bisa memenangkan seorang Gadis dari Rating Game" Ucap Gadis kecil rambut Pirang dengan Gaya Kuncir dua seperti Bor "aku harap, hal seperti itu terjadi padaku juga" dia hanya blush kecil.

"Yah, begitulah nona Ravel" Ucap Wanita berambut Ungu yang setuju saja.

Dan sekarang situasi sangat Ramai dengan Para Bangsawan dan Iblis kelas atas yang berkumpul disini untuk menghadiri Dua Pertunangan antara Clan besar.

"Pertandingan tadi bagus juga yah, meski kita tau siapa pemenang sesungguhnya" Komentar Sona dia mengenakan Gaun biru Pendek, dan Higheels merah dan dia datang bersama Ratu dan salah Pion "tapi, kalian benar-benar memberi Perlawanan untuk dia"

"Yah, kita sudah berusaha semaksimal mungkin walau akhirnya kalah juga" Ucap Yumi tertawa menghibur diri, dia mengenakan Gaun Kuning Panjang dengan menampilak belahan Dada, dan Sepatu dan Rambut Kuncir

"Fufufufu Pertandingan kemarin memang bagus tapi, sayang tak menang juga" Akeno tertawa kecil dia mengenakan Kimono Hitam dengan, Obi Merah, dan sendal Kayu, Rambut Kuncir Pendek.

"Tapi, ini belum berakhir sama sekali" Ucap Koneko datar dia mengenakan Gaun Pink Pendek.

"Benar" Sona mengangguk setuju tapi, ada sesuatu dari matanya yang tertinggal "bicara soal itu, aku tak melihat Lelaki yang bersama duo mesum itu? Dia tak kesini?" dia juga tak sadar bahwa Lelaki berambut Coklat ini tak ikut Rating Game.

"Ahh, maaf tapi, Issei-Kun bukan bagian dari Gremory jadi, wajar saja jika tak ada" Jawab Yumi dia berharap bahwa Lelaki itu kemari dan menghentikan hal ini "dia orang yang benar-benar kuat"

"Begitulah" Koneko sangat setuju.

"Ohhh" Sona hanya faham dan kembali perhatian ke depan.

Tak lama Riser muncul, dengan kemeja, berlapis Tuxedo, dan Celana Panjang, Sepatu yang semua serba Putih "selamat Datang kepada kalian yang telah menyempatkan waktu untuk acara ini" dia melihat orang-orang yang kesini cukup banyak juga.

"Hari ini menjadi, hari yang besar dimana Clan besar akan bersatu dan membentuk sebuah keluarga, Aku Riser Phoenix dengan ingin menyatakan akan mempersunting adik dari Maou Lucifer dan juga sekaligus yang lain tak bukan adalah penerus keluarga Gremory yaitu Rias Gremory!"

Tak lama muncul Rias dengan wajah diam dan mata tertutup sementara Para Iblis lain hanya bertepuk tangan atas kehadirannya.

"Dengan ini aku menyatakan memulai-"

*Brakkkk!

"Ya, ampun benar-benar Pesta yang sangat meriah, aku bersyukur bisa kemari"

Terdapat suara orang lain dari balik Pintu yang terbuka secara paksa.

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

"Issei!"

"Kau!..." Riser terlihat sangat marah karena moment dia terganggu "apa yang kau lakukan disini?... Dan bagaimana bisa masuk dengan mudah!" dia menunjuk lelaki berambut coklat ini dilain Sisi Rias hanya hening melihat ini.

"Bagaimana aku bisa masuk?.. Bukankah sudah jelas lewat Pintu?" Ucap Issei dengan nada mengejek "lagipula aku tak melihat pengawal atau Penjaga disini jadi, wajar saja toh?"

"Bajingan kecil..." Riser menggetakan Giginya dengan raut wajah marah "kau, tau apa yang sudah kau lakukan?!"

"Tak tau dan tak peduli" Balas Issei santai dia tau dirinya mendapat Perhatian banyak orang di ruangan ini "dan yang aku Issei Hyoudou yang ingin lakukan adalah membawa Rias Pulang karena ini bukan tempat dia berasal" Dia mengacungkan jari tengah tanda menantang.

"Apa kau..." Riser langsung emosi meledak mendengar ini.

"Issei..." Rias menatap Lelaki itu dengan linangan air mata bahagia dan tak percaya apa yang dia dengar.

"Apa-apaan yang dilakukan Lelaki itu" Gadis Pirang bernama Ravel ini terlalu shock melihat apa yang dilakukan Lelaki itu yang sangat Gegabah.

"Penjaga-penjaga! Tangkap orang aneh itu!" Teriak Riser dengan suara keras.

Issei melihat Para Penjaga Mansion ini mengelilinginya "ahh, kufikir aku akan menikmati Prasmanan dulu tapi, yah kurasa sambutan yang kuterima disini kurang hangat" dia mengeluarkan Sacred Gear Hakuryuukou 'Maaf, Draig aku tak bisa memakaimu aku, tak ingin terlalu banyak perhatian dan pamer'

[Baiklah lakukan apapun yang kau mau, aku melihat saja]

*Slashhhh!

"Kau terlalu lama Issei-Kun" Ucap Yumi membantu dia membasmi Para Penjaga itu dengan Pedang.

"Issei-Senpai selalu saja tak tepat waktu" Ucap Koneko ikut menendang beberapa Penjaga.

*Blarrr!

"Ara! Ara! Issei kau datang di moment yang pas fufufu" Akeno tertawa kecil dan membantu juga dengan kekuatan Halilintar dia "kau cepatlah kesana karena sang Putri sudah menunggu untuk diselamatkan fufufu"

"Ahh, kalian terima kasih" Ucap Issei senang ada yang membantu dia bersiap tapi, ada seseorang yang berbicara dan semua hening.

"Ya ampun Pesta yang cukup meriah padahal ini hanya Pertunangan hahaha"

Issei terhenti dan melihat ke kanan ada Grayfia yang tengah menutup mata sambil menunduk dan disampingnya ada Seorang Pria berambut Panjang sebahu, dengan warna Merah Crimson, dan Mata Biru langit penampilan dia hampir mirip dengan Rias, mengenakan Baju Panjang ke bawah seperti Gaun dan Armor Metal di bahu ekspresi dia tersenyum ramah seperti biasa.

"Onii-Sama!" Teriak Rias terkejut melihat kakaknya.

'Dia kakaknya? Tapi siapa orang ini? Kuat banget' Batin Issei melihat Figure Pria yang memiliki Aura yang sangat besar dan dia hanya diam dulu.

(Hmmmmm! Kita diam saja dulu dan nikmati Pertunjukan yang menarik ini)

'Tapi, bagaimana kalau dia menyerangku?' Issei cukup panik juga melihat situasi.

(Mustahil, percaya saja padaku)

"Ahh kurasa memang hal seperti ini bakal terjadi, aku tak terkejut" Ucap Pria itu yang terlihat sangat santai dan dia melihat ke arah Issei "dan, kamu Nak Hyoudou sang Pemegang Sacred Gear Hakuryuuko apa aku benar?"

"I-iya" Issei agak deg-degan menjawabnya.

"Maaf jika aku berbicara seperti tapi, apa yang kau lakukan ke tempat ini?" Ucap Pria itu dengan ekspresi senyum yang tak bisa dijelaskan

Issei menghembus nafas Panjang dan bicara dengan mantap "untuk membawa Pulang Rias itu saja karena dia akan bersamaku" Gadis Crimson itu mendengar ucapannya langsung blush berat.

"Ahh, begitukah? Aku senang hahah-Urkk!" Ucap Pria itu agak meringis karena Grayfia mencubit tangannya dan memberi Deathglare tak mengenakan "ahhh, maafkan aku padahal akulah sendiri yang mengundangmu kemari" Issei hanya Sweatdrop melihat tingkahnya.

"Sirzech! Apa maksudnya!" Teriak Riser sangat frustasi dengan kekacauan yang menimpa pesta Pertunangan dia.

"Aahhh bukan apa-apa hanya berbicara dengan anak ini" Ucap Pria yang diketahui bernama Sirzech ini "dan juga meski aku adalah Calon Kakak Iparmu setidaknya kau harus sedikit hormat denganku karena aku ini juga Maou" dia memberi Deathglare dan membuat Pria Pirang itu ciut.

'Njirrr, langsung diam' Issei Kagum melihat ini.

"Tapi, kenapa kau mengundangnya dan membiarkan dia mengacau disini?" Tanya Riser agak sedikit menurunkan nada bicaranya "bukankah sudah jelas dari Hasil Rating Game itu bahwa aku yang menang dan Perjodohan ini tetap berlanjut?"

"Memang tapi bukankah hasil dari Rating Game itu jelas tak adil dan hanya berat sebelah" Ucap Sirzech yang sejak tak suka dengan keputusan ini.

"Apa kau tak terima dengan hasil kemarin?" Riser terlihat tak suka dengan cara bicaranya.

"Hahaha meski tak suka tapi, hasilnya yang seperti itu mau bagaimana lagi" Sirzech hanya tertawa dan tak terintimidasi "kalau aku mau, bisa saja aku hilangkan Rating Game itu dan membatalkan Perjodohan ini tapi, bukan itu yang kau inginkan sekarang'

" lalu...?" Riser ingin tau apa yang dia katakan selanjutnya.

"Aku ingin sesuatu yang menarik dan menghiburku di Pesta ini" Ucap Sirzech kembali senyum dan dia langsung melirik kepada Lelaki berambut Coklat itu "nah, Issei Hyoudou kau bilang ingin membawa Rias Pulang bukan?"

"Tentu saja" Issei mengangguk.

"Bagaimana kalau kalian berdua bertarung dan memperebutkan itu?" Sirzech memberi saran

"Apa maksudmu?" Riser terlihat tak mengerti.

"Begini kalian berdua bertarung satu sama lain dengan Taruhan Utama Rias" Jawab Sirzech menjelaskan "jika, Issei Hyoudou menang maka Pertunangan ini dibatalkan tapi, jika Riser Phoenix menang maka Pertunangan ini tetap lanjut bagaimana?"

"Kenapa kau memberi saran seperti itu?" Ucap Riser dan sifat arogan dia kembali muncul "kenapa juga aku harus menghadapi cecunguk seperti dia" Issei memberinya Deathglare tapi dia tak peduli

"Sudah kubilang ada hiburan sedikit untukku" Balas Sirzech agak lelah menjelaskan hal ini "dan juga bukankah jadi, Pertunjukan yang sangat menarik dimana Phoenix dan Naga bertarung satu sama lain"

Riser hanya diam tapi, berubah jadi seringai "baiklah, kalau begitu kurasa Hiburan sebelum Pesta ini tak bakal buruk juga" dia terlihat sangat tertarik "dan sampai jumpa di Arena Orang udik" dia menghilang dalam lingkaran sihir.

"Grayfia persiapkan semuanya" Perintah Sirzech.

"Baik" Grayfia menurut dan ikut menghilang juga.

Sirzech menoleh ke arah Issei "baiklah kau juga bersiap karena kita akan menonton Pertarungan kau di ruang VIP" dan dia berjalan mendekatinya sambil berbisik "kumohon menangkan Pertarungan ini untukku juga" dia langsung menghilang.

"Huh?" Issei menoleh tapi orang itu sudah tak ada.

"Kau yakin bisa mengatasi ini Issei-Kun?" Tanya Yumi agak khawatir.

"Tak apa aku kesini bukan tanpa persiapan juga" Balas Issei dia tau kesempatan ini hanya datang sekali dan takkan dia sia-siakan "dan juga aku tau apa yang harus kulakukan"

"Semoga berhasil" Ucap Akeno memberi semangat, Issei hanya menangguk.

.

.

.

.

.

.

.

.

- Arena

Sekarang Issei dan Riser berada di Arena tarung sudah dibuat sedemikian rupa tapi, Issei Pikir Arena ini yang agak mirip dengan sebuah Colloseum di Itali kini mereka berdua saling berhadapan satu sama lain.

"Kau tau apa yang kau dapat setelah ini?... Menyedihkan dan jadi Pecundang" Ucap Riser dengan ejekan yang merendahkan "setelah aku memenangkan Pertarungan menyedihkan ini, Rias akan jadi milikku dan aku akan bersenang-senang" dia menyeringai Bejat.

" menyedihkan" Komentar Issei yang malah membalas balik "kau yang bahkan tak tau apa yang terjadi, bagaimana bisa kau berfikir bakal menang melawanku?" dia malah balas meledek lagi.

"Kau rupanya banyak bicara juga yah bocah?" Riser menyeringai "kau tau, siapa yang kau lawan? Sang Imortal Phoenix bahkan kekuatanmu saja tak mungkin melukaiku"

"Hmmmm! Aku takut juga yah!" Ucap Issei dengan wajah Pura-Pura takut "Imortal? Bwahahaha yang kudengar saja sudah membuatku sakit perut" dia malah tertawa keras.

"Kau bangsat kecil..." Riser sangat marah sekali.

(Bwahahaha kau berhasil membuat dia kesal selamat)

"Tapi, tak apa kau boleh berhalusinasi seperti itu.." Ucap Issei dengan mata Gelap yang tertutup Rambut "kenyataan sesungguhnya kau akan kalah dan mimpimu hanya akan jadi angan-angan saja percayalah!"

"Baiklah semua sudah siap rupanya" Ucap Sirzech berbicara melalui layar Proyeksi "Nah, Hyoudou Issei jika kau menang selain membawa Rias Pulang apalagi yang ingin kau minta akan kukabulkan"

"Hmmmm mungkin kita bisa bicarakan ini secara Pribadi setelah memenangkan ini" Jawab Issei dipikirannya sudah terselip beberapa hal yang ingin dibicarakan "karena bertarung dulu Hadiah nanti belakangan"

"Tentu saja" Ucap Sirzech setuju

"Sirzech! Kenapa kau malah memberi Hadiah kepada mahluk rendahan itu" Ucap Riser sangat kesal sekali "yah, kurasa dia takkan mungkin berhasil"

"Tak ada salahnya jika, aku memberi sesuatu kepada pemenang" Ucap Sirzech langsung menghilang.

"Tch! Terserah" Riser mendecak tak peduli.

"Pertandingan antara Riser Phoenix dengan Hyoudou Issei dimulai" Ucap Grayfia mengumumkan.

*Tongg

"Maaf, tapi biarkan aku seperti ini dulu sebentar" Ucap Issei mengepakan Sayap Sacred Gear miliknya dan tak lama tubuhnya bercahaya biru "baiklah Albion kita beri dia pelajaran" sambil mengangkat tangan.

(Hoooo!)

(VANISHING DRAGON : BALANCE BREAKER!)

*Clingg

Issei langsung masuk dalam mode Armor Robot Naga berwarna Putih yang terlihat sudah sempurna.

"Hmmmm! Menarik kau benar-benar serius" Ucap Riser langsung membuat Sayap Api "tapi, itu bukan berarti aku akan menahan diri karena taruhan ini sangat berarti"

Kedua Pria itu saling maju dan mengarah tinju mereka hingga beradu satu sama lain, Issei langsung mundur tapi, Riser langsung menembakan kobaran api dengan cepat tapi, Issei lebih dulu menghindar dia dengan cepat maju dan menendang bagian Perut dan menghempasnya agak jauh.

*Jduarrr!

"Bangsat kau!" Riser mengumpat karena dipermalukan seperti ini.

Issei bergerak cepat dan berdiri di depannya dan mengarahkan Pukulan tapi, Riser menangkap tangannya dia putarkan badan dan menendang wajah Issei tapi, Pemilik Sacred Gear itu berbalik badan dan langsung menjegal kaki Riser dan langsung menendangnya tanpa ampun.

"Grrr! Kau menyebalkan" Riser mengumpat sangat marah dia membuat Bola Api yang sangat besar diatas kedua telapak tangan "Coba hentikan ini bangsat!" dia melemparkan Bola Api itu dengan segala amarah.

Issei tenang dia hanya mengarahkan tangan ke depan (DIVIDE! DIVIDE! DIVIDE! DIVIDE! DIVIDE! DIVIDE!) dia langsung menghisap bola api yang besar itu hingga tak tersisa dan Riser hanya terkejut karena serangan dia tak berguna.

"Apa itu? Dia menghisapnya?" Ucap Yumi cukup terkejut melihat ini.

"Wajar saja itu salah satu tehknik Sacred Gear dia" Ucap Sona menjelaskan "dimana kekuatan dia menghisap dan menyerap kekuatan orang lain dan satu hal lagi yang diserap menjadi kekuatannya"

(Baiklah Issei, tunjukan pada Burung Goreng itu bahwa ucapan dia salah, jangan kecewakan hasil latihan yang kau buat sendiri)

Issei hanya terdiam setelah menyerap semua serangan itu "kau Pikir ini disebut serangan? Hah bahkan aku tak berkeringat sama sekali" dia terlihat menyatukan telapak tangan dan mulai bercahaya "akan kubuktikan serangan yang dimaksud sesungguhnya.

(DIVIDE BOSTANDING!)

Kini api yang dia hisap tadi dibuat ulang lagi tapi, dari milik Riser sebelumnya, buatan Issei jauh lebih besar dan sangat panas " Coba, kau hentikan ini juga!" dia langsung melemparkan Bola api itu.

"Ahh, hal seperti itu mana berlaku untukku!" Teriak Riser dengan nada Arogan dan memang benar Bola Api itu mudah dia hancurkan.

*Swingg!

*Duagghhh!

Rupanya itu hanya pengalihan karena Issei bergerak cepat ke depan dan meninju Perutnya dengan sangat keras dan mengeluarkan Darah dari mulut.

*Guahhhh!

"Kurasa memang harus kugunakan ini" Ucap Issei melihat Riser yang bangun lagi tentu saja itu terlihat seperti biasa saja dan tak ada apapun 'kau pikir waktu yang tepat sekarang? Karena aku bisa menyentuhnya hanya Saja Regenerasi dia yang menyebalkan juga'

(Gunakan saja tapi, untuk yang itu gunakan disaat moment yang tepat)

Issei hanya menggerakan kaki ke tanah, kedua tangan dia Putar dan gerakan ke segala Arah, terdengar suara Percikan Air dan tak lama di tubuh Issei muncul Air yang berputar tentu saja semua yang melihat ini sangat shock.

"Air? Dia bisa memanipulasi Air?" Tanya Akeno yang tak tau dari kekuatan Issei yang asli.

"Kurasa itu memang dari segelintir kekuatan Sacred Gear miliknya yang baru dikeluarkan aku yakin masih ada yang lain" Jawab Sona.

"Tch, hal seperti itu takkan mempan kepadaku" Ucap Riser yang sangat Arogan sekali.

"Buktikan saja" Balas Issei.

Mereka berdua terbang ke udara dengan cepat dan saling mengadukan kekuatan satu sama lain, Riser mengeluarkan tendangan Api tapi, Lelaki itu memblock dan meninjuk muka Riser tapi, Pria itu masih bisa bergerak dan memberi tembakan Api dan membuat Issei terhempas ke bawah.

Riser langsung bergerak ke bawah dia memutar kedua tangan dan langsung membuat Pilar Api besar, Issei kembali berdiri dia membentuk Air berputar dan seperti tinju melaju ke depan dan menghentikan serangan Api itu dan menimbulkan asap yang banyak.

!

Riser langsung berada di depan Issei "kau tau apa yang sudah kau lakukan? Melawan yang jelas-jelas bukan tandinganmu sendiri dan kau masih saja berontak tak jelas!" dia membuat tinju Api.

Tapi, Issei berhasil tahan "bukan tandinganku? Berhenti bicara omong kosong seperti itu bahkan kau sedikit melukaiku" dia menarik lengan Pria itu ke bawah dan menendang wajahnya dengan dengkul tapi, dia belum selesai Issei memegang wajahnya dan menghempaskan ke bawah.

(DIVINDING SHOCK!)

*Jduarrrr

Issei membuat Gelombang kecil di wajah Riser dan tiba-tiba meledak dengan daya kejut yang besar bahkan Para Penonton yang melihat ini terlalu shock bagaimana bisa seorang Phoenix yang Imortal dibuat terdesak seperti ini.

"Dia hebat yah" Komentar Sona terlihat tertarik.

"Benar" Tsubaki sang Ratunya mengangguk setuju

Tapi, ada seorang Lelaki yang tak diketahui namanya memasang wajah tak suka dan kesal karena orang itu mendapat perhatian dari Rajanya.

"Kau sudah lihat perbedaan kekuatan kita? Sangat Jelas" Ucap Issei langsung mundur "tapi, maaf saja kau takkan menikah dan aku akan membawa Rias Pulang"

Riser menggertakan Giginya dengan sangat marah "Bagaimana bisa kau sekuat ini padahal kau hanya Pion yang rendah, waktu Rating Game saja kau tak ikut! Bagaimana bisa kau yakin akan menang" dia benar-benar terlihat sangat malu sekarang.

"Memang tapi, kau salah aku ini hanya manusia" Balas Issei serius

Riser diam hingga akhirnya tertawa keras meski nyeri ditubuhnya masih ada "Hahahaha! Jangan membuatku tertawa yang benar saja! Mana ada Manusia yang lemah memiliki kekuatan hebat ini hahahaha kau ini mau melawak" meski Posisi dia terdesak tapi, tetap tak berhenti untuk mengejek.

"Terserah kau.." Ucap Issei tak peduli dia mengambil Botol kecil dari belakang 'hei, Albion akan kuselesaikan ini dengan cepat dan pulang' dia langsung memecahkan botol itu ke udara dan tampak keluar Air

(Baiklah, kau sudah lumayan buat babak belur dia)

(DIVIDE!) (DIVIDE!) (DIVIDE!) (DIVIDE!) (DIVIDE!) Issei mengumpulkan kekuatan disekitar dan menyerapnya bahkan ada beberapa yang sudah mengering "baiklah, akan kuselesaikan ini" dia menyatukan Air dari Botol kecil itu dengan Air yang dia buat dan membentuk Pusaran Air Raksasa semua orang dibuat kagum melihat ini.

(WATER BLASTER SHOOT!)

Issei langsung menghempaskan Lelaki itu dengan Tinju Gelombang Air yang sangat besar dan menyeret Pria itu sangat jauh dan terlihat itu berhasil.

'Sekarang kita tunggu efeknya' Batin Issei menunggu.

Riser langsung bangun dan kondisi dia cukup buruk juga "Hahh, air yang seperti itu takkan pernah bisa melukai-Urgghhh!" dia tiba-tiba merasakan nyeri, rasa sakit, dan Panas langsung di tubuh dan wajahnya "Gahhhh! Kenapa dengan tubuhku!" Rasa sakit ini malah semakin menjadi dan tak hilang.

"Maaf saja tadi, Air yang kumasukan itu adalah Air suci" Jawab Issei dia dapat ini dari Asia sebelum dia kemari "dan kudengar Iblis sangat sensitiv dengan hal ini bahkan yang sekelas Imortal jika itu menurutmu akan terkena efek yang sama" dia melihat Wajah Pria itu yang buruk rupa dan hangus seperti terbakar sesuatu.

"Argghhh! Sial! Argghhh! Panas!" Riser berteriak kesakita dan memegang wajahnya yang sudah terlihat tak normal lagi 'jika, dia memegang Air suci seharusnya dia terkena efek yang sama..' dia melihat Issei yang memegang kalung salib 'tunggu! Jangan bilang dia?..'

"Kau salah sama sekali" Balas Issei menyadari tatapan Pria itu "sudah kubilang tadi, aku ini hanya manusia biasa bukan Iblis jadi, hal seperti ini takkan berlaku padaku bahkan aku masis bisa berdoa kepada Tuhan" dan tak ada rasa Miegrain seperti yang Asia biasa terjadi.

Issei berjalan perlahan menghampirinya dengan tangan mengepal yang memegang Kalung Salib dan mulai bercahaya biru yang berkilau dia bersiap mengakhiri hal ini.

"Kau...!" Riser terlihat bisa bangun meski agak kepayahan karena Rasa sakit ini masih sangat terasa "kau tak tau apa yang kau lakukan! Orang rendahan sepertimu takkan tau apa-apa! dan betapa pentingnya pernikahan ini untuk kelangsungan Iblis Kelas Atas?"

"Penting? Maaf saja aku tak minat dengan itu" Ucap Issei masa bodo dengan ucapannya "jika kau orang yang tertinggi, seharusnya kau tentang perasaan orang lain dan jangan seenak maumu saja, apa kau mengerti Arti dipaksakan? Sudah jelas bukan" tenaga dia sudah terkumpul di kepalan tangan.

"Kau seharusnya mengerti Perasaan dengan orang yang akan jadi Istrimu tapi, malah mengabaikan hal itu jadi akan kuhancurkan mimpimu itu"

Issei mengayunkan Tinju tepat dibagian Perut dan Pria itu berteriak kesakitan dengan keras wajar saja karena itu tambahan efek dari Kalung Salib Perak yang berefek juga pada Iblis tapi, Issei belum selesai dia menendang kakinya dan membuatnya tersungkur dan sekali lagi Issei meninju wajahnya dan membuat Riser terhempas jauh.

*Duarrrr!

Pihak yang menonton hanya hening dan tak bisa berbicara banyak bahkan melihat Klan Besar Phoenix yang dipermalukan oleh orang yang biasa seperti itu di Pihak Rias mereka hanya tersenyum karena sudah yakin dengan kemanangan ini.

"Issei..." Rias menatapnya dengan wajah tak percaya.

"Terlihat kita sudah tau pemenangnya" Ucap Sona tersenyum

"Dia lumayan cerdik juga" Komentar Tsubaki yang dia tau tak ada yang spesial dari Lelaki itu tapi, sekarang agak berbeda "selain itu berkat Air Suci yang dia tambahkan, bahkan untuk sekelas Phoenix dia tak bisa beregenerasi lagi"

"Ara! Ara! Membuat tubuhku panas saja" Akeno tertawa kecil

Issei tau orang itu masih bertahan tapi mustahil untuk membalas balik dia arahkan kedua tangan ke depan "sampai Jumpa" muncul Cahaya yang berputar di kepalan tangan (RINGED SPIRWILL!)

*Cyuttt!

Dan seperti Laser yang sangat besar dan langsung tembus ke Perutnya dan membuat Riser berteriak lebih keras lagi dari sebelumnya dan darah keluar dari mulut.

"Ughh!"

"Kau masih bisa bertahan ya, sudahlah sekali lagi" Ucap Issei bersiap mempermalukan dia lagi tapi, ada suara orang lain yang menghentikannya.

"Sudah cukup! Hentikan! Kau menang!"

Issei melihat Gadis kecil Pirang yang menghalangi dia dan melindungi Riser jika diasumsikan itu adalah adiknya dan juga Issei pernah melihat dia waktu di Klub itu dan salah satu termaksud Peerage Riser.

"Pemenangnya Hyoudou Issei" Ucap Grayfia mengumumkan

(Biarkanlah Dia Partner kau sudah melakukannya dengan baik sekarang Istirahat saja)

"Baiklah.." Issei menurut dan melepaskan Armor Putih dan dia menoleh ke Gadis kecil itu "oh, dan satu hal lagi bilang pada dia untuk menghargai Pendapat seseorang, itu saja" dia langsung pergi meninggalkan mereka.

'Sial! Bagaimana bisa aku yang kalah padahal aku yang menerima tantangan ini!' Riser sangat marah yang tak bisa terjelaskan dan tak terima dengan kekalahannya 'jika aku tak bisa memiliki Rias maka tak ada satupun yang bisa!' dia bersiap memukul Issei yang lengah dengan Api.

Issei sadar dengan hal ini tentu saja akan terkena Gadis kecil itu juga dengan cepat dia menarik Ravel ke belakang dan membiarkan dirinya terkena serangan itu dan dia balas lagi dengan tendangan di wajah.

'Dia sebenarnya bisa menghindar tapi, dia memilih menyelamatkanku' Ravel hanya blush dengan aksi heroic ini dan ini seperti cerita dibuku yang pernah dia baca.

"Lain kali berhati-hatilah" Ucap Issei tapi, keadaan berubah dan Ravel segera membawa kakaknya tapi, dia hanya terbang dilangit dengan wajah tak tau harus apa 'oke, setelah ini bagaimana?'

Sirzech tersenyum senang melihat kemenangan ini "Grayfia bisa kau panggil dia kemari untuk membicarakan tentang Hadiah"

"Baik" Grayfia menurut.

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Ruang Khusus

"Jadi, sesuai dengan Perjanjian kau jika aku menang maka kau memberiku Hadiah?" Ucap Issei agak lebam dibeberapa wajah "tapi, bisakah aku yang meminta Hadiah itu?"

"Tentu sesuai Perjanjian" Jawab Sirzech tersenyum "dan sebelum itu biarkan aku Perkenalkan diriku dulu namaku Sirzech Gremory atau orang sering mengenalku Sirzech Lucifer aku salah satu 4 Maou besar"

"Ohhh" Issei mengangguk faham

"Dan juga Wanita disampingku dia Istriku Grayfia" Ucap Sirzech memperkenalkan Wanita itu "yah, meski kau sudah kenal tapi dia adalah-awww!" sebuah Harisen melayang ke kepalanya.

"Maafkan atas tadi, aku hanya sebagai Pelayan Pribadi saja" Ucap Grayfia dengan suara datar.

'Kompak juga' Issei hanya Sweatdrop melihat ini.

"Ohhh, ya tadi kau bilang ingin hadiahmu sendiri? Cepat katakan saja" Ucap Sirzech kembali ke topik "apa yang kau inginkan? Wanita? Pelayan Pribadi? Harta? Rumah besar? Atau yang lain?"

"Ini, agak berbeda dari yang kau sebutkan itu" Jawab Issei menghela nafas berat "tapi, apapun yang terjadi kau jangan bertanya hal aneh atau langsung ambil tindakan yang tidak jelas seperti menyerang tiba-tiba"

"Tentu saja" Sirzech mengangguk meski dia tak tau apa yang Issei maksud

Issei diam sejenak dan tau ini butuh waktu untuk hal seperti ini "bisa kau muncul jangan takut ada aku disini" dan tak lama muncul lingkaran sihir Ungu Gelap dan tampak seorang Nekomata dengan kimono Hitam.

Grayfia paling terkejut melihat ini "Kriminal tingkat S Nekomata Kuroka apa yang dia lakukan disini?" dia ingin menyerang tapi, Issei siap jadi tameng Pelindung.

"Tunggu dulu!" Sirzech menahan Istrinya dia sendiri juga terkejut dengan keadaan tiba-tiba ini "maaf, Nak Hyoudou bisa kau jelaskan kenapa ada dia bersamamu? Dan kenapa kau bawa dia kemari?" dia tak melakukan apapun dan diam dulu

"Itu dia yang akan jadi permintaan Hadiahku" Ucap Issei menjawab agak berbeda.

"Hadiah?" Sirzech tak mengerti.

"Jika kau tak faham, baiklah! permintaanku hanya satu.." Ucap Issei dan dia terlihat serius untuk ini "lepaskan Status Kriminal Kuroka dan biarkan dia bebas lagi tanpa harus dikejar"

*bammmm!

"Issei..." Nekomata Hitam ini tak percaya dengan apa yang dia dengar.

"Baru pertama kali aku mendengar ada yang meminta seperti ini" Sirzech pada ekspresi biasanya

"Yah, kau seorang Maou dan juga jabatanmu tinggi, selain itu kau punya otoritas tinggi untuk melakukan apapun yah, tak masalah bukan hanya dengan Permintaan kecil itu?" Ucap Issei menggaruk kepalanya yang tak gatal

"Kau tau bukan apa yang dia perbuat?" Tanya Sirzech.

"Tau jelas" Issei mengangguk mantap "tapi, dia melakukan ini demi adiknya sendiri dan juga jika kau ada diPosisi yang sama mungkin kau juga akan melakukan hal seperti itu juga" Kuroka hanya diam mendengar ini Air matanya sengaja ditahan untuk tak menangis.

Sirzech diam beberapa saat lalu bicara "hahaha baiklah kalau itu permintaanmu aku terima lagipula hal yang sudah kau lakukan sudah setimpal dengan Permintaanmu"

"Sirzech-Sama anda yakin dengan hal ini?" Tanya Grayfia agak ragu dengan keputusannya.

"Tentu saja" Jawab Sirzech dengan senyum "lagipula dia tipe Lelaki yang takkan meninggalkan tanggung jawab ataa perbuatannya sendiri"

" yoshhh!" Issei terlihat senang mendengar ini dan dia berbalik ke belakang "lihat Kuroka!? Kau sekarang bebas dan sudah tak perlu takut lagi untuk keluar kemana pun"

Kuroka langsung menangis kencang dan memeluk "Terima kasih! Issei! Aku sangat senang sekali!" Issei hanya membalas Pelukannya

Dan tak lama mereka lepaskan.

"Aku akan Pulang" Ucap Kuroka langsung menghilang dalam lingkaran sihir.

Issei hanya tersenyum tapi, dia sadar sesuatu "ohh, Sial Rias pasti sudah menunggu lama, aku harus cepat" dia langsung pergi tanpa pamit.

"Hahahaha orang yang lucu" Sirzech tertawa saja.

"Kau terlihat senang dengan keadaan ini?" Tanya Grayfia dengan senyum "apa karena Pertunangan dibatalkan atau ada Pihak yang kuat bergabung dengan kita?"

"Keduanya" Balas Sirzech menatap langit "tapi, siapa sangka ada Kaisar Naga Putih di pihak kita, cepat atau lambat dia akan berjumpa dengan Kaisar Naga Merah"

"Dan aku sangat nantikan itu"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Hyoudou House

"Hoaammmzz hari yang cukup melelahkan sekarang" Issei menguap lebar dan sangat capek setelah Pertarungan tadi dengan Riser dan dia ingin langsung segera Istirahat "hmm! Orang itu lumayan jika, saja tak arogan dan sombong mungkin Pertarungan akan lebih lama dan bagus lagi"

(Yah, setidaknya kau berhasil mempermalulan dia dan itu sudah cukup)

[Hmmmm! Enggak bagus]

"Ada apa dengannya?" Issei mendengar nada suara Naga itu yang terdengar sentimen.

(Dia ngambek karena tak ajak dia dan seperti itulah..!)

'Yang benar saja' Issei memutar bola matanya tapi, setelah itu dia tak melihat Nekomata Hitam ini 'ahhh, mungkin sudah tidur' dan ketika dia masuk ke dalam kamarnya sebuah Pemandangan yang sudah tak asing baginya.

"Nya! Selamat Datang Master!"

"Dafuq!" Issei melihat sesuatu yang tak lazim disini.

Kuroka bukan telanjang atau mengenakan Kimono yang dilonggarkan, dia mengenakan Pakaian Pelayan yang jauh berbeda bahkan ini yang selalu ada di sebuah Anime H+, Pakaian Pelayan Hitam yang bisa dibilang minim hanya menutup tubuh depan dan belakang terlihat jelas punggungnya dan belahan Dada yang terlihat menonjol ke depan, sebuah Celemek Putih Kecil yang menutup bagian depan sedangkan Pantat tidak tertutup, dengan Stocking Putih Panjang, dan bando di atas kepala, Mode kucing diaktifkan dengan kuping dan ekor yang bergerak menambah kesan Erotisnya.

"Apa-apaan kau Kuroka?!" Issei Panik dengan wajah blush berat "cepat ganti Pakaianmu yang normal"

Tapi Nekomata itu cuek "apa maksudmu Master? Aku disini untuk memberimu ucapan selamat Datang Nya?!" dia mendekati Issei dengan gaya jalan sensual.

"Hei! Hei! Apa maksudmu itu! Cepat tidur sana!" Issei langsung mundur tapi, sayang dia malah terjatuh diatas kasur.

Kuroka tetap seperti itu dan menduduki Perut Issei "kau tak perlu panik Master, jika kau lelah tenang saja aku akan membuat orang pekerja keras sepertimu kembali segar lagi" dia membuka tali Baju Pelayan dan terlihat jelas dia telanjang dan menyisakan Stocking saja.

"Kau ini kenapa sih!" Issei masih mencoba berfikir Rasional.

"Master, sudah kubilang aku akan melayanimu Nya" Ucap Kuroka dia dengan pelan membuka Baju Issei "hmmm! Master memiliki tubuh yang bagus juga Nya! Aku suka" jari jemarinya mengelus tubuh yang lumayan berisi itu.

"Melayaniku?" Issei bingung harus berbicara seperti apa.

"Aku disini untuk melayanimu, kau boleh gunakan tubuhku semaumu" Ucap Kuroka sisi Pelayan mulai muncul "tak, peduli apapun yang kau perintah dengan senang hati akan menuruti Perintahmu"

'Ughh! Hei aku harus bagaimana?' Tanya Issei ke kedua Partnernya.

[Layani saja apa yang dia mau lagipula ini kesempatan kau untuk membalas apa yang dia lakukan padamu]

(Iya saja, yang aku ragukan adalah apakah kau penyuka sesama jenis? Mengingat kau terlihat tak suka dengan hal ini)

'Hei! Kalian menyebalkan!' Issei sangat kesal, dia terlihat memang taj punya Pilihan lain daripada harus seperti ini terus

"Apa Perintahmu sekarang Master?" Tanya Kuroka dengan telunjuk dibibir.

"Kau bilang aku boleh melakukan Apapun begitu?" Ucap Issei dengan seringai, mau tak mau dia memang harus melakukan ini meski keperjakaan dia jadi Taruhan "bukan begitu?"

"Benar, kau boleh menggunakanku sepuas Hatimu Master Nya!" Kuroka mengangguk.

"Baiklah, tidur terlentang dan lebarkan Pahamu" Issei memberi Perintah, Wanita itu menurut apa yang dia katakan 'baiklah, akan kucoba ini mungkin saja bisa' dia langsung menindih Wanita itu dan mencium Bibirnya.

Kuroka tak terkejut dia menerima Ciuman itu dan membalas Ciumannya, kedua tangannya ia lingkarkan ke leher Issei dan memperdalam Ciumannya, Issei awalnya terkejut tapi makin kesini malah terbiasa dan dia lingkarkan tangannya ke leher Nekomata itu.

Mereka saling bersentuhan mulut satu sama lain dan saling bertarung tak ada yang mau mengalah, Issei mendekapkan mulut Wanita itu lebih dalam dan membuat Kuroka mengerang dan akhirnya kalah dalam adu Ciuman.

Kuroka membuka mulutnya dan membiarkan Issei mengakses semua di dalam mulut, Lelaki berambut Coklat ini mendorong mulutnya lebih dalam dan biarkan dirinya mengambil alih Wanita itu hanya mendesah di dalam mulut.

Tangan Issei bergerak sesuai insting dia memegang Dua Bola besar itu dan meremasnya membuat Kuroka ingin mendesah kencang tapi, Issei mengunci mulutnya Wanita itu cukup terkejut atas aksinya tapi dia memilih santai dan menikmati hal ini.

Mereka masih dalam mencium satu sama lain yang sudah didominasi Issei, kedua tangannya tak berhenti meremas Payudaranya, Lidah mereka mulai bertarung terus dan tentu saja Issei yang menang dalam adu lidah ini.

Issei sekarang terlihat menikmati hal ini juga, mulutnya tak henti untuk mencium Kuroka dan Lidahnya mengakses semua mulut Dalam Nekomata ini dan tak lama dia lepaskan "maaf, aku terlalu berlebihan tadi" wajah dia sudah blush merah.

"Sudah kubilang Nya! Tubuhku ini hanya untukmu Master" Ucap Kuroka dengan nafas tersenggal berat dan wajah yang sangat merah.

Issei sekarang bergerak ke bawah pada Bagian intim Wanita itu dia bisa melihat Lubang Intim yang keluar seperti Cairan kecil "baiklah, kita mulai" entah kenapa dia ingin itu dan langsung menijilati bagian Vaginanya.

"Ahhhhhhhh! Master!" Kuroka mendesah kencang merasakan lidah basah yang menyentuh bagian sensitiv "Ahhhh! Issei!" dia memegang Rambut Coklat dan menahannya membiarkan Issei seperti ini terus.

Issei terus menjilati bagian Vaginanya, dan kedua tangan dia meremas Payudaranya dan jari-jarinya memainkan Puting, Wanita itu tak berhenti untuk mendesah panjang dan keras untung saja dia sudah Pasang Pelindung jika, tidak mungkin akan membangunkan yang lain.

Kuroka merasa tubuhnya sudah sangat panas, setiap Issei memainkan bagian tubuhnya yang sensitiv, dia merasakan sesuatu yang ingin keluar dan dia lepaskan dari tubuhnya.

'Sulit dipercaya aku menikmati ini juga' Batin Issei yang semakin kencang memainkan tubuh Nekomata ini.

"Ahhhhhhhhhh!" Kuroka berteriak Panjang dia merasakan Orgasm yang hebat melanda tubuhnya dan melepaskan sesuatu yang ia tahan dari tadi dia tak percaya Issei membuat tubuh dia Orgasm secepat ini "huhfft! Huhfttt! Ini benar-benar nikmat Master!"

"Ohh, maaf aku berlebihan" Ucap Issei dia bisa melihat Cairan kental yang banyak keluar dari intim Wanita itu.

"Tapi, tak baik jika kau menikmati sendiri Master Nya!" Ucap Kuroka langsung mendorong Issei dan membuka bagian Celana dan bisa melihat member miliknya yang sudah mengeras "Nya! Ini keras dan Panjang, tak mungkin ini masuk ke dalam tubuhku Master!" dia mulai mengusap member Issei dengan tangannya.

"Ugghhh!" Issei mengerang dia merasa tangan lembut menyentuh bagian bawah "he-hentikan itu, aku juga sangat sensitiv" tapi Kuroka tak peduli dan terus mengusap bagian intimnya.

"Baiklah, waktunya mulai" Kuroka mulai memasukan Milik Issei ke dalam mulutnya secara perlahan karena kalau langsung maka membuat tenggorokan tidur.

"Guahhh!" Issei mengerang keras dia merasa miliknya dihisap oleh mulut Dalam Kuroka yang basah dan licin "huhfftt! Aku tak tau dari mana kau belajar ini" dia merasakan juga lidah Kuroka yang terus menjilat sambil mengemut bagian intimnya.

Kuroka tersenyum dia tau hal seperti ini dari buku H+ yang dia baca tempo dulu tentang memberi kenikmatan kepada seseorang dan dia senang itu berlaku juga kepada Issei yang ekspresi wajahnya menikmati setiap yang dia berikan.

Kuroka terus menggerakan kepalanya ke bawah dan ke atas dengan cepat sambil bagian Issei terus dia emut lalu di lepaskan, Wanita Nekomata ini langsung menjilati bagian member Issei secara perlahan disetiap inci dan langsung memasukan semua lagi ke dalam mulutnya.

Issei membelalakan matanya dia merasakan sesuatu yang keluar hingga akhirnya tak bisa tertahankan "ahhhhhh!" dia berteriak dan langsung menembakan sesuatu dari dalam tubuhnya dan melepaskan semua Orgasm yang dia tahan "fiuhhh! Ini benar-benar-owww! Maaf!" dia sadar Wajah dan Mulut Wanita itu penuh dengan Cairan Putih yang kental bisa disimpulkan itu Ejakulasi dirinya sendiri.

"Kau keluar banyak sekali Master!" Ucap Kuroka memakan semua Cairan Putih ke dalam mulutnya hingga tak tersisa "kalau begitu kenapa kita tak mainkan saja intinya Nya?!" dia tidur terlentang sambil melebarkan Paha.

Issei memposisikan dirinya tepat di depan lubang Vaginanya "kau yakin ingin melakukan ini? Aku takkan memaksa atau kita bakal hentikan jika kau menolak?" dia ingin yakin apakah Wanita itu siap atau tidak.

"Aku siap Master" Jawab Kuroka tersenyum.

Issei menghela nafas panjang dia tau hal seperti ini adalah hal yang penting dan juga ini bukan main-main, dia secara perlahan memasukan miliknya ke dalam Vagina Wanita Nekomata Hitam ini, terlihat ekspresi Kuroka yang menutup mata, sambil memegang Erat Bantal berusaha menahan rasa sakit yang dia derita.

Issei berhenti ketika melihat ekspresi Kuroka "Kau yakin? Aku melihat kau terlihat sakit?"

"Ughh! Hmmn! Ini baru pertama kali bagiku Master jadi, pelan-pelan saja" Kuroka mengerang berusahan menahan sakit ketika Milik Issei menghantam keperawanannya "Maaf, tapi biarkan aku santai dulu"

Issei mengerti dia mendorong secara Pelan tapi, Kuroka tak bisa berhenti berteriak dia lalu merangkul leher Issei dan mencium mulutnya berusaha Menghilangkan Rasa sakit dan setelah masuk semua Issei tetap diam seperti ini dan bicara.

"Kau sudah siap?"

"Siap dan gunakan aku"

Issei memegang Pinggulnya, dia mulai bergerak maju dan mundur secara Pelan, Kuroka hanya menutup mulutnya berusahan menahan nyeri dan nikmat yang dia rasakan ketika Issei menghantam semua tembok keperawanannya.

Issei melihat ke bawah dan shock ada Cairan Merah yang keluar "ka-kau.. Masih!.." dia tau hanya satu hal tentang ini.

Kuroka menempelkan telunjuk di mulut Issei "Ahh! Maaf aku memang seperti ini tapi, ini bukan berarti aku akan membiarkan hal seperti itu karena ini khusus mateku Nya!"

Issei mulai bergerak maju mundur, Sambil memegang Pinggul Kuroka yang tak bisa berhenti untuk mendesah dan merintih nikmat disaat semua Milik Issei menghantam semua organ sensitiv miliknya.

"Ahh! Ahhh! Ahh! Master!" Kuroka berteriak nikmat, mulut dia terbuka dengan lidah menjulur, kedua tangannya memainkan Bagian Puting yang telah mengeras "Nyahhhh! Master jangan berhenti Ahhh!"

Issei merasakan bagian Dalam Vagina Kuroka yang basah dan sempit secara keseluruhan dia mulai menikmati tempo ini "Urghhh takkan pernah" dia meremas Payudaranya secara kencang dan membuat Kuroka berteriak tapi, Issei mengunci mulutnya.

Setelah beberapa menit seperti itu, kini mereka berganti Posisi duduk dimana Kuroka di atas Pangkuan Issei, Lelaki berambut coklat itu memegang Pantatnya dan membantunya untuk bergerak ke atas dan bawah.

"Ahh! Ahh! Ahh! Issei!" Kuroka tak bisa berhenti untuk mendesah dia terlihat sangat menikmati ueforia dahsyat yang menjalar ke seluruh tubuh dan semua itu menghantam semua organ Sensitiv "ahhhhh! Uhmmmmm!" dia menggerakan tubuhnya sendiri.

Issei melihat Payudara yang memantul disaat dia menggerakan tubuhnya dan tak lama dia hisap bagian Puting kanan dan bagian kiri dia mainkan dengan Jari.

"Ahhhhh!" Kuroka merintih kencang sambil memeluk kepala Issei sangat erat.

Issei merasakan sesuatu yang ingin keluar lagi dari dalam tubuhnya, dia langsung menggerakan tubuh dan Pinggangnya secara bersamaan dengan cepat Hingga membuat Kuroka tak bisa menahan untuk berteriak.

"Nyahhhhhhhhhh!" Nekomata ini lebih kencang lagi tubuh dia sudah benar-benar sangat Panas dan membara dia tau Issei sudah sampai pada tahap Climax dan tak lama dia mendengar Issei berteriak.

"Arghhhhhh!"

Dengan sekali dorongan, Issei langsung menembakan Cairan Hangat ke dalam Vagina Wanita itu, Kuroka hanya merangkul leher Issei dan menciumnya sambil membiarkan rasa sensasi hangat yang masuk ke dalam tubuhnya dan tak membiarkan keluar tersisa.

Dan setelah itu Kuroka langsung melepaskan Milik Issei dari Vaginanya "Ya ampun Master kau cukup banyak juga sangat mustahil tak hamil Nya?!" dia mengusap Perutnya.

"Maaf" Issei hanya tertawa kering

Kuroka menyeringai melihat Member Issei yang masih mengeras "ya, ampun berapa banyak stamina yang kau Punya Master" dia senang Issei tak langsung loyo mungkin karena efek Gen dari Naga.

"Entah" Issei mengangkat bahu.

Kuroka membelakangi Issei dan mengarahkan Pantatnya ke wajah Issei "kemarilah Master, kita belum selesai banyak pekerjaan yang harus kau lakukan" Issei melihat Sperma dan Cairan Rahim Kuroka yang keluar lewat lubang Vagina.

"Baiklah"

Dan mereka kembali melakukan aktifitas gila itu, terdengar suara tubuh yang beradu, Rintihan, Erangan, dan desahan di kediaman Hyoudou malam itu.

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

"Apa kau sudah mendengar tentang Issei Hyoudou?"

"Yah, dari Pertarungan Riser waktu itu"

"Dia orang yang sangat kuat kau ingin melawannya"

"Itu, sebuah kehormatan bagiku untuk saling beradu Pukulan"

"Baiklah"

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Dan cutt maaf untuk lemon aku nulis sebisaku karena aku kurang pandai dalam menulis lemon jadi maaf yah.

Pm

.

RnR