Falling For My Husband
Chapter 6
.
[WARNING]
Typo everywhere
HUNHAN
BOYXBOY, MPREG, AGEGAP
DLDR – Just go away kalau ga suka
.
.
.
Sehun
Mataku menelusuri seluruh tubuh telanjang Luhan di atas tempat tidur. Kaki yang sedikit terbuka, terlihat Luhan sedikit malu tetapi mencoba untuk tetap melakukannya jika aku memintanya membuka kakinya lebih lebar.
Aku tidak yakin apakah karena kita berada didalam kamar sehingga dia begitu enggan untuk membuka diri, karena Luhan tidak malu saat dirinya memojokkanku 10 menit yang lalu.
Rencana awalku untuk mengabaikan keinginannya gagal setelah sekarang aku melihat Luhan menatapku dengan tatapan bertanya-tanya – mungkin bertanya-tanya mengapa aku tidak segera bergerak sedikitpun dan melakukannya seperti apa yang Luhan tawarkan.
Yang perlu diketahui tentang diriku adalah, aku tidak melakukan sexs secara halus. I fuck hard and fast. Karena melakukannya dengan perlahan adalah untuk love making, yang mana bukan diriku. Tetapi kali ini aku harus melalui semua ini dengan perlahan, karena ini adalah tentang keperawanan Luhan.
Tetapi seberapa yakin aku dapat bertahan untuk waktu yang lama?
Malam ini adalah tentang Luhan... dengan perlahan aku akan memberinya kenikmatan, mendorongnya jauh sehingga akhirnya aku bisa melakukannya. Aku tidak ingin dia kesakitan dengan ukuranku, terutama untuk seorang virgin, karena aku bisa saja merobeknya.
Shit, ini adalah pertama kali baginya, sehingga aku ingin pengalaman ini selalu membekas dan yang paling penting aku ingin Luhan menikmatinya.
"Buka kedua kakimu untukku," Aku memerintahkan Luhan yang masih terdiam diatas tempat tidur, mataku tidak berhenti menatap penis kecil Luhan yang sekarang telah mengeluarkan sedikit cairan disana. Penisku memohon untuk dibebaskan dari kurungannya, "Sentuh dirimu, Luhan." Aku dapat mendengar nafasnya yang tajam.
"Apakah kau mempermainkanku, Sehun?" Luhan bertanya denga ragu. Hal terakhir yang aku inginkan adalah bermain-main seperti yang dirinya katakan, karena dirinya membuat tubuhku menjadi liar. Tetapi tidak, aku tidak ingin mempermainkannya. I wanted to fuck our brains out, tetapi aku tahu aku tidak bisa karena ini Luhan.
"Tidak...bukan itu maksudku." Aku hanya ingin membuat Luhan terangsang karena ini adalah pertama kalinya. Kemudian aku mendekat padanya, memposisikan diriku diantara kedua kakinya.
"Apakah kau menyentuh dirimu sendiri, Luhan?" Luhan menekan kedua bibirnya sebelum mengangguk, "Terkadang..." Dengan masih mengocok penisnya, aku menatap matanya. "Bagaimana dengan sekarang, apakah kau menyukai aku yang menyentuhmu?"
Nafasnya tersengal-sengal, putingnya yang berwarna pink terlihat mengundang, tetapi aku tahu aku harus menikmati waktuku walaupun penisku sudah berdenyut.
"Ini terasa nikmat, Sehun – "
Sial... "Buka kakimu lebih lebar, aku ingin merasakanmu." Apa? Bagaimana hal itu bisa terjadi? Aku tidak ada niatan untuk bermain dengan penis ataupun lubangnya, tetapi sepertinya mulutku memiliki pikirannya sendiri.
Aku tidak akan berbohong, tetapi memikirkan aku akan mengambil keperawanannya membuat darahku mendidih. Hewan buas dalam diriku – bagian posesif – bersuka cita karena memikirkan aku adalah orang pertama baginya.
Luhan sungguh murni, tidak tersentuh dan terlihat lezat. Apa yang perlu aku minta? Aku yakin, mulai sekarang, setiap aku memikirkan Luhan, aku akan mengingat kejadian dimana aku mengambil keperawanannya.
Luhan yang berbaring didepanku membuat aku tidak tahan – penisnya dan lubangnya yang ketat serta merah muda sungguh mngundangku. Aku memposisikan tubuhku disekitar pahanya.
Aroma musky memabukkan nya membuat indraku bernyanyi. Pemandangan merah muda didepanku, lubang yang belum pernah dicoba, adalah kecantikan epik bagi mataku.
"Ya Tuhan!" Luhan menjerit saat lidahku menjilat lubang anusnya yang manis.
Semuanya menjadi sedikit gila disana.
Erangannya membawaku ke tepi perlawananku saat aku melahap penisnya yang mengeluarkan pra-ejakulasi. Luhan menggeliat, mengangkat pinggulnya, mencoba untuk masuk lebih kedalam mulutku adalah hal ter-erotis yang pernah aku saksikan.
Aku tidak tahu apa yang lebih dari seksi; erangan Luhan atau reaksi tubuhnya terhadap apa yang aku lakukan
Tetapi aku tahu aku harus melakukan sesuatu untuk membebaskan diriku. Aku menarik celana renangku sehingga penisku bisa bebas, kemudian mengelusnya perlahan beberapa saat. Aku mulai menggerakkan pinggulku pada sprei tempat tidur
"Sehun!" Luhan terengah-engah, matanya terpejam. "Shit! Aku datang!" dan kemudian Luhan mengeluarkan semuanya dimulutku. Aku merasa frustasi dibawah sana saat aku melihat penis Luhan. Aku membenci diriku karena menyerah, tetapi aku harus bertanya pada Luhan... atau aku tidak akan bisa tidur malam ini. Walau bisa aku selesaikan dengan mengocok penisku nanti dikamar mandi, tetapi aku tahu itu tidak akan menyelesaikan masalah.
"Apakah tidak apa-apa jika aku memasukkan kepala penisku? Aku tidak akan masuk sepenuhnya. Aku akan berhenti sebelum aku masuk lebih dalam."
Mata Luhan masih terpejam saat dia berbisik menjawabku, "Ambil apapun yang kau inginkan dariku, Sehun."
Luhan sungguh menabjubkan, aku mengambil sedikit lube dan mengoleskannya pada penisku, "Hell, Christ! Luhan." Aku mengerang, aku melihat penisku mulai memasuki lubang ketat Luhan perlahan, mencoba masuk. Aku merasakan penisku seperti di cengkeram oleh dinding lubang anusnya. Luhan menegang, tetapi tetap diam, tetapi aku tetap mencoba masuk sampai aku merasakan prostatnya. Lubangnya begitu ketat dan hangat membuat pinggangku ingin bergerak cepat. Aku menarik penisku keluar dan melihat lubang ketat Luhan sebelum memasukkannya kembali.
Aku mengulang-ulang hal tersebut beberapa kali dan Luhan memohon padaku untuk segera menyelesaikannya. Sebanyak yang ingin aku selesaikan, aku tahu malam ini bukan saatnya.
Luhan menggeliat dan melihat bagian tubuh kami yag bersatu sebelum mengerang, "Take me, Sehun – Shit! Just fucking take me!" Luhan mendesakku, aku seperti tersesat di surga saat aku mulai mempercepat gerakanku, sebelum aku menyadari jika aku akan keluar.
Aku mengerang saat aku bergerak lebih dalam dan cepat. Nafasku tersengal-sengal ketika dengan cepat aku menarik penisku keluar dari lubang ketat Luhan, mengocoknya cepat dan mengeluarkan spermaku diseluruh penis dan lubang anusnya. Karena aku tahu, aku tidak ingin membuat Luhan hamil. Luhan juga menyemburkan spermanya untuk yang kedua kali bersmaan denganku.
Sial, aku hampir tidak berhasil keluar. Aku ambruk di sisinya, senyum kecil terbentuk di bibirku. "Itu luar biasa!" Luhan bergumam dengan mengantuk. Luhan tidak tahu betapa menakjubkannya itu ... kita baru saja mulai.
.
.
Keesokan harinya, aku memperhatikan ketika Luhan berjalan ke arah taman, tenggelam dalam pikiran. Pertanyaan yang terus-menerus dilontarkan kepadanya mungkin jadi masalahnya. Nenek dan terutama ibuku, tentu tidak akan membiarkan Luhan malam ini.
Ini adalah kesalahanku karena aku telah meminta bantuan. Yang harus aku lakukan sekarang adalah mencari cara untuk mengembalikan senyum menakjubkan itu ke wajahnya. Aku akui bahwa aku menemukan kecantikan Luhan membawa sesuatu keluar dari diriku, seperti perasaan protektif kepadanya.
Luhan mungkin bukan pria tercantik yang kukenal, tapi ada sesuatu pada dirinya aku pikirkan adalah; bahwa dia adalah adik Suho. Kehadirannya yang cerah itu menular. Terakhir, aku merasa sangat nyaman dengannya. Tidak pernah aku merasa seperti harus berpura-pura menjadi seseorang yang bukan diriku, dan aku sangat menyukainya.
Dalam beberapa hal, kehadirannya tidak pernah gagal membuat diriku merasa ... bahagia, mungkin?
Setelah keluarganya memperlakukanku dengan cinta dan kebaikan. Untuk itu, aku akan selalu bersyukur dan aku akan melakukan apa pun untuk melindungi satu-satunya hal yang tersisa dari mereka di sini.
Setelah apa yang terjadi semalam, aku tidak bisa melihat Luhan seperti dulu. Tidak peduli apa yang terjadi setelah besok malam, aku akan selalu memperlakukan Luhan dengan baik dan hormat.
