Ehem, ehem, ini ff kok malah kayak song EXO yang Overdose ya? (meski Cuma Chanyeol yang minum drugs, hehe)

Chapter ini terlalu mengerikan untuk dibayangkan. Jangan dibayangkan oke? Yang tidak mampu baca langsung exit aja oke? Hehe


Bocah Lanang balas review kalian oke ^_^

Miszshanty05: Oke bro

HafifiahEXO11: Mungkin Kai sudah lelah.. hehe

Jongin48: Oke sip!

World of Mind: Jleb! Jleb! Aaakhh.. *BocahLanangakhirnyatertembakjugakarenatelatupdateFF

Ayu schoen: Oke-oke, alur di otakku aku buat happy ending kok, semoga benar-benar bisa happy ending ^_^

Chokyuvie. Dwielf: DUAARRRRSSSHHH…*BocahLanangmeledakseketika Woah aku dibom karena membunuh Luhan sebegitu sadisnya #ikut-ikutanLebay

KaiNiereis: Bukan Kai yang bunuh Luhan *BocahLanangsedang bersembunyidikolongmejakarenamendapatbanyakhujatan #lebay, wkwk

Kim Dihyun: Mian ini lama, hehe

Keepbeef Chiken Chubu: Disini adegan pembantaian Luhan dikupas habis-habisan loh.. Ingat, ini FF ANGST jadi emang gaya tulisannya harus bikin muntah begitu, hehe mian ne kalau ch yg ini sungguh terlalu :D

Han Yoori: Kenyataannya terungkap disini Bebz.. hehe

Jongkwang: Iya, Kai lavaarr sekalee, hehe

Aldi. Loveydovey: Gyaaa! *golokmu hampir memenggalku

Cute: Yey! Bocah Lanang punya license ff ini! Hore!

Arolinaa: mian disini Luhan lebih dijahatin lagi, salahin aja si Sehun yang cerita kronologis pembantaian ke si Park Yoda, oke? Thanks! Semangat!

K1mut: oke sip! hehe

Chotaein816: Bisa jadi, keke

Mizukami Sakura-chan: Oke, happy ending as you wish! Yey!


Yey! Update!

Disini Chanyeol cari kemana-mana gak nemu uri yeppo Kai,

Jadi si telinga lebar itu kemudian masuk sekolah, nyari Luhan tapi gak ketemu,

Alhasil dia nglabrak Sehun. Dan Sehun malah nyeritain kronologis kematian Luhan

BocahLanangOppa saranin,

yang gak siap mental jangan baca oke, hehe


Jangan di bash loh akunya, kan dari ch awal udah diperingatin ini ff terlalu sadis, drug addict, chanyeol jahat, dan banyak alur pembunuhan karakter, hehe


SO THIS IS..

TRAP IN DEVIL PLEASURE

.

.

.

Ini FF ChanKai..

Saya ingatkan.. ini FF terlalu sadis..

.

ChanKai

Chanyeol Sadist..

.

.

DRUG ADDICT

Tapi..

Bagi yang tidak suka karakter Chanyeol jahat, jangan baca..

Banyak alur pembunuhan karakter..


DON'T BASH.. DON'T READ IF YOU HATE THIS FF


I told you before

.

.

.

AND THIS IS


TRAP IN DEVIL PLEASURE


.

.

….

"Kau salah karena telah menyerahkan dirimu untuk mati, biarkan aku, Iblis Kematian.. membawamu keneraka.. Xi Luhan" Makhluk itu menyeringai memperlihatkan taring tajamnya.

"GRRRRAAAAAAAHHHHHH!" teriakan Luhan menggema hingga ke lorong-lorong sekolah.


-Trap in Devil Pleasure-


Seminggu setelah kejadian bisu dikelas itu..

Apatermen Chanyeol..

11.23 am..

"SUDAH KUBILANG! LIPATKAN 10 KALI! AKU SERASA AKAN MATI DISINI!" Chanyeol berteriak memaki dengan suara bassnya pada orang yang terpaksa ia telepon.

Sungguh, seumur hidup Chanyeol tak pernah menelpon orang. Karena Chanyeol tak punya urusan pada satu orangpun, malahan banyak orang yang menelpon Chanyeol. Karena mereka membutuhkan Chanyeol.

"Tapi kau bisa overdosis jika terlalu banyak mengkonsumsinya, Son" suara namja dalam telepon itu terdengar sabar.

"AKU TIDAK TAHAN KAU TAHU! AKU MAU MAKANANKU DATANG SORE INI JUGA 10 KALI LIPAT!" Chanyeol memaki Yunho dengan teriakan yang menggema di apatermen mewah kedap suaranya.

"Baiklah, jangan mati. Kau asset besarku.." suara appa Chanyeol itu mengakhiri sambungan telepon.

Chanyeol kini terbaring sekarat.

Tubuhnya sedari tadi bergetar dan terlalu sulit untuk sekedar menekan angka satu sebagai satu-satunya panggilan pintas pada smartphonenya.

Kai My Drugs

Itulah nama kontak pemintas panggilan angka 1 Chanyeol.

"Maaf, nomor yang Anda hubungi sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan-bla-bla-bla.. TUUT.. TUUT.. TUUT.." sudah kali keseribu di minggu ini Chanyeol menelfon namja manis tan itu.

Kai seolah menghilang ditelan bumi seminggu ini.

Tidak disekolah.. tidak juga di penjuru Korea Selatan..

Chanyeol tak mampu menemukannya. Chanyeol sudah mencari dan mengerahkan semua kaki tangannya untuk menyisir seluruh daerah Korea Selatan ini bahkan sampai ke selokannya.

"Kau kemana manis.. aku memerlukanmu.. aku sekarat disini.." Chanyeol menatap lekat foto dirinya dan Kai yang sedang berwisata kuliner meski hanya Kai yang makan. Tentusaja, Chanyeol hanya mengkonsumsi drugs. Tidak dengan makanan lain.

Itu adalah foto bulan lalu.

Chanyeol yakin.. Luhan mengetahui sesuatu tentang hilangnya Kai.


-Trap in Devil Pleasure-


Hari menjelang sore..

Tubuh Chanyeol sudah mati rasa.

Sudah banyak sekali narkoba yang dikonsumsinya minggu ini, hari ini saja ia hanya mengurung diri di kamar ditemani narkoba yang setiap menit mengisi tubuhnya.

Chanyeol semakin ketergantungan dengan benda-benda neraka itu setelah Kai menghilang.

"Argh!" entah itu erangan frustasi keberapa yang ia keluarkan hari ini.

Ting..

Suara bel apatermen Chanyeol. Dengan langkah tertatih Chanyeol berusaha berjalan menuju pintu utama apatermennya. kemudian matanya melihat kotak koper besar berwarna merah tanpa adanya orang disekitarnya.

Anak buah Yunho berhasil mengirimkan benda itu melewati penjagaan kuat lebih dari lima Negara.

Tentu itu semua berisi makanannya.

Duagh!

Chanyeol membenturkan kepalanya ke dinding karena merasakan pusing teramat sangat. Segera dibukanya koper merah besar berisi makanannya yang baru datang tadi.

Chanyeol melarutkan heroin bubuk kemudian disuntikkan ketubuhnya.

"Ahh.." Chanyeol mendesah lega ketika cairan suntikan itu sepenuhnya mengalir di darahnya. Denyut jantung Chanyeol melemah dan tubuhnya langsung terjatuh begitusaja di karpet mewah yang ia pijak.

Brugh..

Efek drugs itu sudah mulai bereaksi rupanya. Nafas Chanyeol menjadi amat lambat, bahkan kakinya tak mampu untuk berdiri lagi. Otot-ototnya tak mengikuti perintah otaknya.

"H-haha.." Chanyeol hanya tertawa kecil merasakan sensasi heroin ditubuhnya itu.

Drrrt.. Drrt..

"Apa yang terjadi padamu? Tiga bulan kau bisa dengan mudahnya hidup tanpa makananmu itu, kenapa seminggu ini kau langsung jadi pecandu over begini?" Yunho menelfon lagi.

"Aaah.. aku kehilangan canduku.. dia menghilang.." Chanyeol memejamkan matanya menyesap rokok ganja ditangannya perlahan.

"Siapa orang itu? hebat sekali.. mampu membuatmu terbebas dari belenggu narkoba namun dengan mudahnya membalikkanmu sedemikian rupa.." appa Chanyeol terheran.

"Namanya manis sekali.. dia Kim-Jong-In.." Chanyeol mengeja nama Kai dengan penuh penghayatan.

"Namja yang menarik.." Yunho terkekeh membayangkan nasib Chanyeol saat ini.

"Dia adalah yang termanis, kurasa dia lebih hebat daripada Crocodile.." Chanyeol terkekeh juga mengingat semua yang dilaluinya bersama Kai.

"Kau tak berniat mengkonsumsi Crocodile kan?" Yunho sedikit gusar.

"Untungnya.. aku masih sayang dengan tubuhku" Chanyeol menjawab seadanya. Tangannya mencabut paksa jarum suntik di lengannya sehingga darah mengalir karena jarum itu merobek sedikit pembuluhnya. Meski hanya sedikit.

"Kau asset terbesarku, jangan pernah mencoba yang itu seingin apapun dirimu pada Crocodile" appa Chanyeol berkata dengan nada yang mengintimidasi.

"Tenang saja, aku lebih suka mati seketika" Chanyeol membuka bungkus morfin.

"Baiklah jangan makan sesuatu yang murahan seperti itu" setelah itu sambungan telepon terputus.

Chanyeol cukup waras untuk menghindari Drugs berjenis Desomorphine itu. Crocodile memiliki kenikmatan tiada tara saat dikonsumsi, tetapi, drugs itu juga membawa kematian.. searching dengan kata kunci 'Crocodile Drug' dan kalian akan melihat banyak foto zombie berjalan akibat mengkonsumsi Crocodile. Drug yang membunuh sel demi sel hingga membusuk namun pengkonsumsi masih bisa hidup seperti orang kebanyakan..


-Trap in Devil Pleasure-


Sudah dua bulan berlalu,

Chanyeol kini makin gila dengan segala drug berserakan di kamarnya.

Terakhir kali Chanyeol masuk sekolah dua mingg lalu, ia mendapat kabar bahwa Xi Luhan mati dengan tubuh yang berlumuran darah dan bibir tersenyum terlalu lebar.

Flashback on..

Bruakghhh!

Tubuh putih seorang playboy itu terpental jauh dan menabraki beberapa meja kelas hingga tak tertata rapih.

"Aku yakin kau pantas menjadi target tersierku untuk mendapatkan informasi mengenai keberadaan Kai" Chanyeol benar-benar membuat pagi kelas XI A- Elieos SHS dikerumuni banyak siswa.

"Aku tidak akan membiarkan seorang Kim Kai berada disekitarmu yang memberinya pengaruh buruk, namja sialan!" meski tertatih, ia mencoba berdiri.

"Uhuk!"

Pukulan tangan kanan Chanyeol tidak main-main melihat darah yang keluar menyeruak dari dalam perut membludak ke kerongkongan dan merembes di bibir tipis namja tampan bermata tajam itu.

"Kau sebagai sepupu Xi Luhan.. sebaiknya beri tahu aku dimana keberadaan Rusa Cina itu, dia target primerku" Chanyeol mengeluarkan sebilah pisau antic yang terbuat dari emas murni.

"Rusa itu akan sangat tersanjung ketika aku membelah jantungnya dengan ini.. pasti terasa panas, haha" Chanyeol menampilkan seringaian tajamnya.

"Yah, kau harus masuk neraka dulu untuk menemui Luhan, khekhe.." akhirnya hanya bisa duduk, tulang rusuknya sudah patah. Terkekehpun terasa begitu merobek paru-parunya.

GREPP!

"Ukh! Uhuk!" bibir itu kembali terbatuk darah ketika Chanyeol mencekiknya hanya dengan sebelah tangan.

"Perlu kutajamkan Kapak Pemenggal untuk memisahkan kepalamu? Oh Sehun.." bisikan suara berat Chanyeol di telinga Sehun membuat semua siswa disekitar mereka merinding.

Greppp!

"TARGET PRIMERMU ITU SUDAH MATI BAHKAN SEBELUM KAU BISA MENYENTUHNYA! DIA SUDAH MATI PARK KEPARAT! DAN AKU SUDAH YAKIN KAULAH PEMBUNUHNYA BAJINGAN!" Sehun mencengkram kerah kemeja putih Chanyeol, memberikan noda merah darah segarnya.

"…" Chanyeol masih diam meski ia baru tahu akan berita itu.

"A-apa? Luhan mati? Apa Sehun benar?"

"Hei, dia itu keluarganya, pantas kemarin aku melihat darah di meja belakang!"

"Benarkah? Ada apa lagi?"

"A-aku lihat beberapa helaian rambut brown saat piket.. apakah itu rambut Luhan?"

"Hei! Mungkin saja Luhan mati kecelakaan, manamungkin dia mati di kelas! Ada-ada saja kau!"

"Masalahnya mobil Luhan masih terparkir dan baru diambil, dibuka paksa pintu kemudinya oleh Sehun, seminggu setelah kabar Luhan menghilang kan?"

"Jadi bercak kecoklatan di sebagian besar meja kelas itu bukan kopi.. itu darah Luhan yang mengering?"

Brug! Brug! Brug!

"Astaga! Beberapa siswa pingsan! Hei cepat bawa ke UKS!"

Keributan siswa disana semakin menjadi bahkan beberapa puluh mantan kekasih serta fans Luhan yang mendadak pingsan.

Chanyeol masih menatap lurus pada mata tajam Sehun.

Dan satu yang Chanyeol lihat.

Sehun..

.

.

Jujur.


"Jadi yang mana?" Chanyeol berujar lebih tenang meski cengkramannya di leher Sehun masih erat.

"Mereka benar, Luhan mati disini. Aku menelfon semua keluarga Xi dan Oh kemari. Semua membereskan tanda-tanda bukti kejadian sore itu. Dan aku sendiri yang memungut kepalanya dibawah meja guru. Wajahnya hancur dengan sebelah mata yang hilang. Aku tahu kau tidak akan membiarkan Luhan selalu memata-mataimu berkencan dengan Kai.. tapi.. Aku tidak menyangka kau sebegitu sampahnya.. MEMUTUSKAN SELURUH ANGGOTA TUBUHNYA DAN MEMAKAN JANTUNGNYA HIDUP-HIDUP! BAJINGAN KEPARAT!" Sehun sudah sangat marah dengan nafas memburunya memaki Chanyeol sekuat tenaganya.

BRUAGH!

Untuk kali ini Chanyeol mengalah dengan membiarkan Sehun memukul pelipisnya dan mencekal tubuhnya.

Membiarkan bibir tipis itu mengalunkan cerita.

Menyiapkan telinganya untuk menampung alur tragis pembunuhan Luhan.

Dongeng kesukaan Chanyeol.

Meski sebenarnya Chanyeol bukanlah tokoh utama dari dongeng berjudul 'Pembunuhan Xi Luhan'.

"Jadi aku harus membunuhmu sebagai ganti nyawa Luhan" Sehun mengambil alih pisau emas berukir indah dari tangan Chanyeol.

"Aku yakin, kau hanya kalut dengan pembunuhan itu. Kau pasti tidak melewatkan CCTV kelas ini kan? Aku pulang sebelum kejadian itu" Chanyeol berbisik sambil menyeringai.

Sehun sedikit tersentak.

"Masalahnya.. Kai tiba-tiba menghilang, dan Luhan seperti dipukuli oleh makhluk tidak kasat mata... bahkan terputusnya satu-persatu organ.. dan rusuk yang dikoyak untuk menarik paksa-memakan jantung yang masih berdetak itu.. Seperti ada sesuatu yang besar dilihat dari bayangan cahaya sore memasuki jendela kelas.. Jeritan Luhan yang kesakitan hingga tubuhnya tercerai berai bagai di cabik serigala raksasa.." Sehun memejamkan matanya, tak kuasa mengingat betapa sadisnya tubuh Luhan digambarkan hancur dalam CCTV lensa kualitas buruk kelasnya.

"Yang jelas kau tahu, bahkan semua tahu. Aku atheis dan tidak menyembah apapun. Iblis itu memang diutus untuk membunuh saudaramu yang penuh dosa" Chanyeol menepuk bahu Sehun yang menampilkan sorot mata sayu sedih. Entah apakah Park memang sedikit gila karena Kai yang tidak ada disampingnya. Faktanya Chanyeol tak pernah peduli, dan tepukan bela sungkwa untuk Sehun, itu adalah pertama kalinya.

Karena kisah tragis Sehun, atau karena Chanyeol kini percaya adanya iblis yang esok kelak siap menghancurkannya lebih buruk dari Luhan.

"Tenang saja, dengan kuasaku. Kubantu menghapus jejak kematian saudaramu yang menyedihkan itu" Chanyeol beranjak dari lantai.

Merapihkan kemeja seragam putihnya yang sedikit kusut. Meraih tas yang ia taruh asal di meja guru.

Langkah kakinya membawanya menuju mobilnya, keluar dari gedung tempat menimba ilmu itu.


Piip..

Yunho menelfon Chanyeol.

Tentusaja setelah anak bernama Kai itu menghilang, Chanyeol yang menjadi gila itu harus dijaga dan tidak lah tidak mungkin bagi seorang Yunho, pastilah mata-mata terbaiknya saat ini sudah memberikan informasi kejadian detik yang lalu.

"Aku sudah tidak ada urusan dengan Elieos SHS. Hilangkan bekas keberadaanku tak terkecuali" Chanyeol langsung memutuskan panggilan itu sepihak.

"Jadi.. dimana sebenarnya kau berada, baby.." Chanyeol mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Merobek paksa kemeja seragam yang bahkan saat ini sudah tidak ada gunanya lagi.

Melaju tak tentu arah..

"KAAAIIIIII! Arrrgghh!" Chanyeol berteriak kencang.

Deru mobil sportnya membelah jalanan yang semakin sepi diguyur hujan deras.

Seolah serakah ingin menghabiskan garis hitam itu hingga menemukan ujungnya.

Kai.. berharap diujung sana ia menemukan Kai nya..

Flashback off..

Chanyeol merasa ada yang salah. Ia takut Kai bernasib sama dengan Luhan.

Ini pertama kalinya.. Chanyeol..

merasakan takut kehilangan.


-Trap in Devil Pleasure-


Chanyeol meremat rambutnya kasar. Pelipisnya serasa berdenyut keras. Efek narkoba yang dikonsumsinya terlalu banyak. Beruntunglah pernafasannya tidak lumpuh untuk mati setelahnya.

Masih tidak percaya dengan semua tangan kanan terhebatnya yang bahkan tidak mampu untuk menganalisis apa yang sebenarnya diabadikan oleh memori lensa CCTV kelas.

Mereka yang tidak memiliki kepribadian kuat dapat bisa bunuh diri segera seltelah seper lima dari video proses pencabikan tubuh Luhan itu diputar.

Ya, Sehun memberikan bukti itu pada Chanyeol.

Secara tidak langsung, Sehun menyerahkan seluruhnya pada Chanyeol.

Sehun membiarkan Chanyeol mengurus semuanya. Termasuk mencari keberadaan Kai.

Chanyeol tidak bodoh. Ia tahu jelas apa maksud dari ini dan itu yang Sehun katakan secara tidak langsung. Dan semua itu jelas, Sehun.. merelakan Kai pada Chanyeol.

Klak!

Chanyeol membuka kasar macbook applenya tak peduli jika barang mahal itu rusak.

Tangan kanannya terlihat tergesa merogoh beringas kantung celana longgar hitam selutut yang ia kenakan. Begitu sebuah chip kecil ia dapatkan. Langsung ia pasang pada port micro SDnya.

Mata besarnya menjadi tegas dengan alis yang mengerut serius. Mengamati setiap detik gambar video kualitas buruk itu berputar berkali-kali.

Jarum-jarum pada lingkaran jam itu bahkan sagat mengganggu.

Sudah lebih dari Sembilan jam Chanyeol duduk di kursi mewahnya didepan meja kerja khususnya.

Waktu meninggalkannya tetap pada posisi itu hingga pukul 1 malam.

Otak pintar cerdasnya yang mampu membobol pertahanan FBI itu bahkan belum bisa menemukan jawaban atas pembunuhan Luhan. Atas hilangnya Kai secara tiba-tiba di detik ke 864 setelah dirinya sendiri keluar dari kelas.

"FUCK!" Chanyeol memaki angin.

Beberapa bungkus Crack sudah ia larutkan dan ia minum tanpa peduli pacuan jantungnya mendesak alur-alur nadinya hingga serasa ingin meledak. So Damn! Beberapa asumsi yang sudah ia buat dalam macbooknya beserta fakta objektif hipotesis dari semua berkas yang Sehun berikan tetap tidak memberikan kunci jawaban sama sekali.

Flashback On..

"Aku memang berjanji pada Luhan untuk pergi ke club, menerima undangan Hayoung yang menyerahkan tubuhnya untuk digagahi" Sehun memulai ceritanya. Chanyeol bahkan tidak mempermasalahkan betapa tidak nyamannya posisinya yang harus dicekal oleh Sehun. Informasi Sehun yang menyangkut kejadian sore itu, menyangkut Kai-nya, sangat berharga. Setidaknya pisau emas masih ada ditangannya mengarah tepat pada tengah dahi Sehun. Bukan perkara sulit bagi Chanyeol untuk menanamkannya pada wajah playboy didepannya itu.

"Kupikir dia bermain dengan siswi di kelas karena lebih dari dua jam aku menunggunya di parkiran dan belum menemukan mata rusanya, jadi aku menyusulnya ke kelas" Sehun mengerutkan alisnya berusaha menahan amarahnya. Bahkan ini baru awal cerita, tapi sepertinya terlalu mendadak untuk psikis seorang Sehun menerima keadaan Luhan.

"Aku membuka pintu kelas dan yang aku lihat! F*CK! Bahkan kaki kanan yang sudah hancur dan tercabik itu jatuh tepat didepanku" Sehun menggeram marah masih mencengkram erat kerah Chanyeol. Berusaha untuk tidak meninggikan suaranya agar tidak ada satupun siswa yang mengerubungi mereka mendengar kronologis yang ia ceritakan pada sang Park.

"Bayangan gelap besar yang tercetak dibawah lantai itu bergerak keluar melalui jendela belakang. Ginjal ada di meja guru, hatinya tertancap di papan tulis, matanya menggelinding dibawah meja paling depan. Darah merah yang masih segar itu bahkan masih mengalir di lantai putih dan memberikan warna senada pada seluruh meja kelas. Untaian ususnya menjuntai keluar dari lokernya sendiri. Paru parunya hancur seperti tergiling, badannya dikuliti dan tulang rusuknya patah berada disetiap sudut kelas. Kaki dan tangannya terlepas dan terkoyak-koyak. Aku bahkan muntah dan segera menghubungi kedua orang tuanya dan orang tuaku. Orang tuanya yang seorang kepala otopsi rumah sakit segera membersihkan semua bukti-bukti disana. Menghilangkan jejak darah Luhan" Chanyeol mengeluarkan seringai tajamnya mendengar betapa hebatnya iblis itu mencabik tubuh Luhan, mungkin Chanyeol akan tertawa sampai menangis jika berhasil membuat targetnya hingga sebegitu mengenaskannya.

"Aku yang memungut kepalanya. Benar, rambutnya hilang sebagian seperti ditarik kuat hingga tulang tempurungnya lepas.. matanya memang terlepas satu meninggalkan lubang besar pada kelopak matanya. Aku tidak menyangka ia mati ditangan bayangan iblis hitam itu" Sehun memejamkan matanya.

"Setidaknya seluruh keluarganya dan keluargamu tahu kebenaran kematiannya, termasuk menghapus seluruh jejak bukti kejadian kematian Luhan" Chanyeol masih tidak memutus kontak matanya pada mata tajam Sehun.

"Tidak. Ada satu yang janggal. Raut wajah Luhan.." mata Sehun bergerak resah ketika mengatakan itu.

Chanyeol melihat adanya ketakutan besar pada Sehun.

"Lu-Luhan.. dia.. memperlihatkan seringaian terlalu besar hingga bibirnya sobek, ototnya terlalu kuat menarik senyuman kebelakang.."


-Trap in Devil Pleasure-

-TBC-


Sebentar lagi end! Horeee!

Paket internet Bocah Lanang abis! Horeee(?) T_T


Readers: Bocah Oppa! Itu apa hah?! Kenapa ngeri sekali!

Bocah Lanang: Kan udah dibilangin dari awal, yang gak kuat mending exit aja, hehe

Readers: Ternyata pembunuhan Luhan terlalu mengerikan! Harusnya Bocah Lanang Oppa gak usah cantumin flashbacknya aja, biar Chanyeol aja yang tahu

Bocah Lanang: Nanti kalo gak dikasi tau kalian malah penasaran kan? Hayoo ngaku,, muehehehe

Readers: Bocah Lanang Hyung, ini sebenarnya ff konsepnya Riddle ya? Kok horror dan sadis sih..

Bocah Lanang: Enggak kok, tenang aja, ini sebenarnya ff Romance (lho?)

Readers: Itu Kainya kok malah ilang to? Jadi sebenarnya tokoh utamanya siapa sih?

Bocah Lanang: Yap! Sejak awal, menurut guru bahasa Indonesia, tokoh yang pertama diperkenalkan merupakan tokoh utama, jadi tokoh utamanya adalah JRENG! JRENG! Park Chanyeol! Yey!

Readers: Aku tahu klo Channie itu udah bunuh berpuluh ribu orang berjuta malahan, tapi apa setelah ia lihat video bayangan gelap iblis menghancurkan Luhan dia tidak akan tobat? *keppo..

Bocah Lanang: Chanyeol tidak terkalahkan! Dia bahkan akan melawan Tuhan sekalipun karena dia tidak percaya Tuhan, diatas dia sudah bilang kalau dia Atheis kan? Jadi yah, mati ya tinggal mati tu manusia kece, hehe. Yang mengendalikan dia bakal tobat atau malah makin menjadi itu ya Cuma uri Kai! ^_^

Readers: Yang penting harus happy ending loh!

Bocah Lanang:Oke sip!


Oke, Review ya! Gomawo all! Salam ChanKai! :D