Balasan review :

EmeraldAI : hehehe.. baca aja ceritanya

Uchiha no Dana : Arigato... ya mungkin tak lama lagi :')

PinkLaLaBlue : gomen... ok.. ok.. itu si Naru T_T

Hanazono yuri : ini udah... ^_^

Clallucinttahdyaa : gomen... capek ngetik panjang.. gomen

Enjellia Uchiha Gazerock : hahaha... iya.. iya.. gpp.. iya waktu qm komen di fanfic Sasusaku, gak sengaja liat.. #digapok :"(

Cherryma : Arigato... terima kasih udah baca

Luca Marvell : ok.. akan aku usahain biar tulisannya benar

Asdfghjkl : aduh.. maaf update lama T_T

Silent reader XD : baca aja ceritanya.. gomen.. lain kali akan ku panjangin #nunduk-nunduk

Cihuy : Arigato.. kalo penasaran, baca aja.. nih dah update

.

.

.

.

.

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kishimoto

Love is Hurt © Azhuichan

Warning : typo, gaje, OOC, EYD berantakan,

Flashback, bahasa kasar

Lime/Lemon maybe...!

Enjoy...! ^_^

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Chapter 7

.

.

.

.

.

"Sas... sas..."

"Sakura... bisakah malam ini...hmm", kata Sasori terlihat agak ragu-ragu mengatakannya.

"Sasori-kun ada apa?", heran Sakura. Sakura kira, kekasihnya sudah pulang dari tadi. Ternyata ia masih menunggunya. Sekarang ia ada di hadapannya di depan pintu masuk kamar.

"bisakah malam ini kita melakukannya? Aku ingin menyatukan cinta kita sayang?"

"..."

"kau tau kan aku ini seorang laki-laki? Mana mungkin aku bisa menunggu lebih lama? Apalagi ini Jepang Sakura...! Di negara ini, hanya sedikit Laki-laki yang bisa menahan nafsu mereka untuk tidak bercinta dengan kekasihnya. Aku sudah mencoba untuk bersabar, tapi tidak bisa! Maafkan aku sayang..", jelas Sasori menatap lembut emerald Sakura

"tap... tapii.."

Sakura bingung dengan situasinya saat ini. Kenapa Sosori ngotot sekali ingin melakukannya? Sasori sedikit berbeda, biasanya Sasori akan selalu sabar untuk kesiapan Sakura. Tapi ini lain...! Jujur, Sakura benar-benar marah mendengar permintaan kekasihnya itu. Ingin rasanya ia menapar pipi putih mulus pemuda yang ada di hadapannya ini. Tapi hal itu sangat wajar. Sakura belum siap karna dirinya merasa kotor. Apa yang harus dilakukannya? 'Arghhh..!'. Sakura mengepalkan kedua tangannya untuk meredam kemarahannya.

"ayolah sayang...!", desak Sasori pada Sakura. Lalu di langkahkan kakinya masuk ke dalam kamar tersebut. Ditutupnya pintunya, lalu di kunci dari dalam.

"...", Sakura menundukkan kepalanya tak berani memandang wajah Sasori. "aku lelah Sasori-kun, besok aku harus bekerja!", lanjut Sakura

"baiklah, kita sebaiknya tidur sayang. Maafkan aku..", kata Sasori kemudian berjalan menuju kasur. Kemudian ia duduk sambil melepaskan sepatunya. Kemudian direbahkan tubuh atletisnya di kasur Sakura.

"kemarilah sayang, aku lelah. Aku ingin kita tidur bersama", kata Sasori dengan nada lembut sambil menepuk pelan kasur Sakura dan memberi tempat untuk Sakura agar tidur di sebelahnya.

"eh? Ba.. baaik Sasori-kun", jawab Sakura sedikit salah tingkah dengan perbuatan Sasori

Kemudian di langkahkan kaki mungilnya mendekati Sasori.

Greb !

Di tariknya tubuh mungil Sakura kedalam pelukannya. Di peluk erat sangat erat, seakan benar-benar tak ingin kehilangan Sakura. Di hirupnya dalam-dalam aroma strawberry yang keluar dari tubuh Sakura. Begitu menenangkan. Kemudian di pandangi wajah cantik yang ada di sampingnya. Hidung mancung, bibir kissable tipis merah muda yang sangat menggoda. Benar-benar ciptaan Tuhan yang sangat indah.

Di kecupnya berkali-kali bibir Sakura yang membuatnya tergoda. Kemudian di gigit kecil-kecil bibir itu. Di masukkan lidahnya untuk mengobrak-abrik semua yang ada di dalam mulut kekasihnya itu.

'ah... aa.. ach.. Sasori-kun'

Tak lama kemudian, di lepaskannya ciuman itu karna pasokan oksigen mulai menipis dan menyesakkan dadanya.

"mari kita tidur Sakura-chan", ucap Sasori setelah puas mencium Sakura. Di peluknya Sakura semakin erat, dan membawanya ke dalam mimpi indahnya.

.

.

.

#(8_8)#

.

.

.

"berhentilah minum Teme"

"TIDAK sebelum aku PUAS Dobe..!"

"kenapa Teme? Apa ada masalah?"

"Hn.. dengan jalang itu"

"sudahlah! Biarkanlah Sakura hidup tenang dan bebas. Apa kau tak kasihan melihatnya? Dia juga menderita fisik dan batinnya gara-gara ulahmu Teme! Apa kau yakin semua itu karna Sakura? siapa tau itu perbuatan orang lain! Mungkin Kami-sama punya alasan tersendiri untuk mengatur dan mengubah takdir seseorang. Relakan dan ikhlaskan semuanya Sasuke", nasehat Naruto pada Sasuke

"..."

"terserah kau saja Teme, masih ada banyak tamu yang akan ku temui", kata Naruto kemudian meninggalkan Sasuke yang masih duduk di bangku taman belakang.

"Hn.."

Sasuke benar-benar geram. Ia sangat membenci gadis itu. SANGAT. Karena apa? Karena Sasuke menyimpan dendam pada Sakura atas kejadian 3 tahun yang lalu. Ya, 3 tahun yang lalu Sasuke melihat Anikinya-Itachi terbaring lemah di tanah dengan berlumuran darah di tubuhnya. Itachi meninggal karna ulah seseorang. Sasuke yakin dia-lah penyebabnya!

Flashback...

Sebelum meninggal, saat Itachi kelas 2 SMA di KIHS. Itachi pernah cerita kalau dia menyukai salah satu siswi dari Konoha Junior High School. Itachi bahkan tergila-gila dengan gadis itu. Itachi kemudian menyatakan cintanya pada gadis itu, dan akhirnya di terima.

Setelah menjalin hubungan sekitar 6 bulan, sedikit demi sedikit Itachi mulai mengetahui kepribadian baik dan buruk kekasihnya. Bahkan secara terang-terangan, gadis yang di cintainya itu mengatakan kalau dia sebenarnya memiliki seorang kekasih lagi selain dirinya. Ia bahkan sudah menjalin hubungan 1 tahun dengan orang itu. Gadis itu menerima Itachi karna terpaksa. Itachi sungguh kecewa mendengarkan penjelasan kekasihnya. Ia merasa sebagai pihak ketiga dalam hubungan orang lain. Tapi, biarkanlah ia menikmati hari-harinya bersama orang yang sangat di cintainya walau sebentar saja. Karna mata dan hatinya sudah tertutup sepenuhnya. Semuanya karna cinta, 'cinta buta'!

Suatu hari Itachi dan Sasuke pergi ke taman kota untuk jalan-jalan. Saat Sasuke akan membeli minuman untuk dia dan Itachi. Itachi bilang ke Sasuke untuk pergi sebentar. Katanya, Itachi melihat kekasihnya jalan berdua dengan pacarnya. Itachi ingin memastikan dan mengejar mereka. Dan Sasuke menyetujuinya.

Karena Itachi tak kunjung balik. Akhirnya Sasuke mencari Itachi ke sekeliling taman. Saat ia tiba di gerbang masuk taman. Ia melihat banyak orang mengerumuni sesuatu. Dan terlihat orang-orang itu tengah berbisik-bisik. Sasuke penasaran akan hal itu.

Saat langkah kakinya semakin dekat dengan tempat itu. Entah kenapa tiba-tiba jantungnya berdetak kencang. Hatinya mendadak nyeri dan sakit. Kemudian di langkahkan kakinya lebar-lebar menuju tempat itu.

Deg..

Sasuke membelalakkan kedua bola matanya. Ia diam membisu seketika. Kakinya tak mau lagi di gerakkan. Ia tak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini. Itu Itachi-ANIKInya! Aniki yang sangat di sayanginya tergeletak lemah di tanah dengan berlumuran darah di tubuhnya. Perutnya robek akibat tusukan pisau. Mulutnya banyak mengeluarkan cairan merah pekat. Dan matanya sudah terpejam. Kepalanya berada di pangkuan seorang gadis berambut merah muda sepinggang. Terlihat gadis itu sedang menundukkan kepalanya sambil menangis.

'Siapa gadis itu? Kekasih Itachi-kah?', pikir Sasuke. Tadi Itachi bilang untuk mengejar kekasihnya. Ya, benar itu kekasih Itachi. Kekasih yang sangat di cintainya, tetapi sangat di benci Sasuke. Gara-gara gadis itu, Itachi MENINGGAL...!

Sasuke sempat mendengar bisik-bisik orang yang di laluinya tadi. Katanya sebelum korban itu meninggal, sempat terjadi perkelahian hebat antara si korban-Itachi dan seorang laki-laki yang seumuran dengan si korban. Yang Sasuke yakini adalah pacar dari kekasih Itachi.

Sasuke hanya diam membisu sambil mengepalkan kedua tangannya erat menyaksikan kejadian itu. Sasuke berjanji jika suatu saat nanti bertemu lagi dengan gadis bersurai merah muda itu. Ia akan membalaskan semua dendam dan rasa sakit hati Itachi dengan caranya sendiri.

Flashback off...

"Arghhhh... Jalang sialan...!"

Mengingat hal itu membuat emosinya membuncah. Sasuke sudah tidak sabar lagi ingin membuat Sakura lebih menderita.

.

.

(T_T)

.

.

Pagi ini matahari bersinar lembut. Cahayanya masuk melaui celah-celah jendela kamar Sakura. Hal itu mau tak mau membuat Sakura mengerjapkan matanya berkali-kali untuk menyesuaikan penglihatannya. Saat hendak bangun. Pinggangnya terasa di lilit sebuah benda.

Di tengokkannya wajah cantik nan ayu Sakura ke bawah. Ternyata yang melilit pinggang Sakura adalah tangan seseorang. 'Tangan...? apakah Sasuke?', pikir Sakura

Biasanya, kalo malamnya mereka habis er-bercinta, pasti pagi harinya Sakura sudah tak menemukan Sasuke di mana pun. Bahkan memeluknya dengan erat seperti ini. Pakaian Sakura juga masih utuh. Tidak telanjang seperti biasanya.

'Siapa?'

Sakura lalu membalikkan badannya. Terlihat pemuda tampan bersurai merah. Ah, ternyata Sasori. Sasori kekasihnya. Ternyata tadi malam ia habis tidur bersama. Hanya sekedar tidur bersama tanpa melakukan apapun.

Sakura tersenyum melihat kekasihnya yang sedang tertidur pulas di hadapannya. Sasori terlihat benar-benar tampan dan sedkit memiliki wajah baby face.

"Hihihi...", kikik Sakura

Di elusnya rambut lembut milik kekasihnya. Di pandanginya lagi wajah Sasori. Kemudian tangan kecilnya turun menelusuri garis-garis wajah Sasori. Mulai dari kening, mata, hidung, pipi, dagu, dan yang terakhir tangannya berhenti di pinggir bibir tipis Kissable milik Sasori. Bibirnya lembut dan kenyal.

Kemudian di dekatkannya wajah Sakura ke wajah Sasori. Dekat, dekat, dan semakin dekat kurang beberapa mili lagi. Dan akhirnya...

Cup

Bibir merah muda Sakura tepat berada di bibir Sasori. Tak lama kemudian Sakura membelalakkan matanya. Ternyata Sasori sudah bangun. Saat ini mata mereka tengah beradu. Menilik jauh kedalamnya.

Segera di tarik wajah Sakura menjauhi wajah Sasori. Sakura merutuki dirinya yang tidak sadar kalo Sasori sudah terbangun. Hal ini membuat Sakura malu. Sangat malu! Kini semburat merah hinggap di pipi ranum Sakura.

"kenapa di tarik sayang?"

"heh?"

"kenapa kau tidak melanjutkan ciumannya?"

"siapa yang menciummu..!", balas sedikit ketus Sakura

"ya... terima kasih sudah memberikan morning Kiss untukku", goda Sasori

Sakura tersenyum lembut mendengarkan penuturan Sasori.

"kapan kau bangun?", tanya Sakura sambil menatap lembut wajah kekasihnya

"sejak tangan halusmu menyentuh permukaan wajahku dengan lembut. Tanganmu bahkan berhenti lama di sudut bibirku. Aku heran apa yang kau lakukan? Apa kau merindukan ciumanku sayang?", goda lagi Sasori

"..."

"..."

"Dasar Sasori-kun mesum...! sudah dulu aku mau mandi", kata Sakura sambil menbangunkan tubuhnya. Tapi tak lama kemudian, Sasori segera meraih pergelangan tangannya dan menjatuhkan tubuh Sakura di kasur. Kemudian di tindihnya tubuh mungil Sakura. Sehingga Sakura tak dapat pergi kemana-mana.

"Sas... Sasori-kun"

Di dekatkannya wajah Sasori ke wajah Sakura. Di ciuminya seluruh permukaan wajah Sakura. Kemudian di ciumnya bibir merah menggoda Sakura. Di cium, gigit, dan jilat. Lalu di masukkannya lidah Sasori ke dalam mulutnya. Menyesapi semua rasa yang ada.

Sasori tak peduli dengan keadaan mereka baru bangun tidur dan belum gosok gigi. Baginya, Sakura benar-benar manis dan wangi dalam keadaan apapun. Di naikkannya kedua tangan Sasori menuju dada Sakura. kemudian di remasnya pelan payudaranya.

'achh... ssshh.. Sasori-kun'

Setelah puas dengan bibir Sakura. Ciuman Sasori turun ke leher jenjangnya. Di cium kemudian di jilat pelan-pelan garis-garis leher Sakura. Hal itu membuat Sakura mendesahkan namanya berkali-kali. Kemudian di hisap dan di gigit kulit leher Sakura. Hal itu di lakukan Sasori berulang-ulang. Sehingga meninggalkan ruam-ruam kemerahan di sekeliling lehernya. Tak dapat di hitung jumlahnya.

Kemudian tangannya membuka kancing piyama tidur Sakura perlahan-lahan. Terlihatlah dua gundukan dada Sakura yang masih terbalut bra berwarna pink. Lalu di lepaskan pengaitnya di belakang punggung Sakura. Dan saat ini tubuh bagian atas Sakura benar-benar polos tanpa sehelai benang pun.

Di dongakkannya wajah Sasori untuk melihat wajah Sakura. Saat ini kedua bola mata Sakura terlihat sayu dan benar-benar menggairahkan. Dan terlihat Sakura benar-benar pasrah.

Tak tahan melihat pemandangan seperti itu. Dengan segera di dekatkan wajah Sasori ke puncak payudara Sakura. Di jilatnya bagian pinnaple pink kiri Sakura perlahan-lahan. Sangat pelan. Hal itu membuat Sakura seperti terkena aliran listrik yang dapat membuatnya seperti melayang di langit ke-tujuh.

Kemudian di masukkannya puncak payudara Sakura ke dalam mulutnya. Di hisapnya kuat-kuat seperti seorang bayi yang sedang menyusu ibunya. Tangan kiri Sasori meremas kuat-kuat payudara Sakura sebelah kanan. Hal itu membuat Sakura merasakan kesakitan sekaligus nikmat.

Tangan kanan Sasori kemudian turun untuk menanggalkan celana Sakura beserta dalamannya. Kemudian di masukkan jari telunjuknya ke dalam lubang Sakura. Di kocoknya perlahan-lahan lubang itu. Sedikit longgar akhirnya Sasori memasukkan 2 jarinya dan seterusnya tiga jari. Kemudian di maju mundurkan jarinya.

"ah... Sasori-kun.. ak.. akuu.. Achhh...!", Sakura mendapatkan klimaks pertamanya.

Kemudian Sasori berdiri. Lalu menanggalkan semua bajunya. Sehingga Sasori benar-benar telanjang. Sakura merona melihat er- kejantanan Sasori yang sudah berdiri sangat kokoh. Kemudian Sasori mendekatkan kejantanannya di vagina Sakura. Dimasukkannya perlahan-lahan miliknya itu kedalam lubang Sakura.

"Aa... Sakkiit...", desis Sakura

Meskipun ini bukan yang pertama baginya. Tapi yang namanya proses penyatuan. Tetap saja sakit. Apalagi Sakura sudah lama tidak melakukannya.

"tahan sebentar Sakura", kata Sasori berusaha menenangkan Sakura sambil tangan kanannya mengelus lembut pipi ranum Sakura. Akhirnya sekarang Sakura sudah bisa sedikit relax.

"bergeraklah Sasori-kun", kata Sakura lemah

Lalu Sasori menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan perlahan-lahan. Kemudian wajahnya mendekat ke wajah Sakura. Sasori mengajak Sakura untuk berciuman.

"ah.. ah.. lebih cepat Sasori-kun", pinta Sakura pada Sasori

Akhirnya Sasori mempercepat temponya. Sasori semakin cepat memaju mundurkan pinggulnya dan semakin menyodok bagian terdalam milik Sakura.

"Sas... sasori-kun.. akuuu.. ahh"

"aku juga Sakura-chan.. ah.. aish.."

Sasori kemudian semakin merapatkan miliknya ke dalam milik Sakura. lalu menyemprotkan benihnya di dalam rahim Sakura.

.

.

(0_0)

.

.

Di pandangi tubuhnya di cermin yang ada di hadapannya. Di lehernya banyak sekali bekas ruam kemerah-merahan. Sakura akui milik Sasori tak sebesar milik Sasuke. Tapi entah kenapa melakukannya dengan Sasori sedikit membuatnya nyaman dengan caranya tersendiri.

Membayangkan kejadian kemarin membuat wajah Sakura memanas. Kemudian Sakura bergegas memakai bajunya dan segera berangkat kerja. Sakura tak mau lagi mendapat hukuman dari orang yang telah membuatnya menderita karna datang terlambat kerja.

.

"selamat datang, ini daftar menu makanan dan minuman kami. Silahkan Anda mau pesan apa?", tawar Sakura pada pengunjung restourant sambil tersenyum ramah

"pesan beef stick 2 sama jus melon 1, kopi 1, dan air putih satu", kata pengunjung

"baiklah... pesanan Anda segera datang Tuan", kata Sakura kemudian melangkahkan kakinya menuju bar tender agar segera di buatkan pesanan.

"Sakura, ikut aku.!", perintah Sasuke pada Sakura saat mereka berpapasan.

"baik... Sasuke-kun", kata Sakura sambil menundukkan wajahnya. Kemudian di langkahkan kakinya mengikuti Sasuke.

Saat ini mereka berada di lorong kamar mandi. Kemudian mereka berdiri berhadapan. Sasuke menatap tajam Sakura.

"dongakkan wajahmu"

"heh?"

"cepat dongakkan wajahmu!", perintah Sasuke tegas

Dengan takut- takut Sakura mendongakkan wajah cantiknya. Kemudian Sasuke memegang dagu Sakura semakin keatas. Terlihatlah dengan jelas bekas ruam-ruam kemerahan-kissmark yang sangat banyak dileher jenjang Sakura.

"Siapa?"

"...", Sakura terlalu takut untuk menjawab. Kemudian di pejamkan matanya rapat-rapat.

"dengan SIAPA aku bilang...?!", teriak frustasi Sasuke

Sakura benar-benar takut mendengarkannya. Tak terasa kini Sakura sudah menitikkan air matanya.

"Sas... Sa..sori-kun", kata Sakura mengumpulkan keberaniannya untuk menjawab pertanyaan Sasuke

"kau membolos kerja hanya karna bernista dengan kekasihmu itu..?", geram Sasuke

"maafkan aku Sasuke-kun", kata Sakura semakin deras mengalirkan air matanya

Buagh..

Bunyi pukulan tangan Sasuke pada tembok yang ada di belakang Sakura. hal itu membuat Sakura benar-benar ketakutan.

"Dasar Jalang...!"

"Sakura...!"

"heh?"

"dimana kau Sakura?"

Kemudian Sasuke melepaskan Sakura. Sakura lalu berlari menuju kearah orang yang memanggilnya.

"Lihat saja! Suatu hari nanti kau akan mendapatkan hukuman Sa-ku-ra", desis Sasuke

Kali ini Sakura boleh lolos dari ancaman Sasuke. Tapi lain kali, Jangan HARAP..! Sasuke akan benar-benar memberi pelajaran untuk Sakura. Dan membuat gadis itu semakin menderita dan tak berdaya.

.

.

.

.

"Hey Sasuke", sapa Sasori

"hn.."

"boleh aku duduk disini?"

"silahkan"

Kemudian Sasori mendudukkan dirinya di hadapan Sasuke. Saat ini mereka sedang berada di sebuah kedai kopi "Milk Coffe". Tak lama kemudian pesanan kopi Sasuke datang. Mereka tak sengaja bertemu di tempat yang sama. Jujur, Sasori sedikit canggung dengan sikap dingin Sasuke.

"senang punya mainan baru, Hn?", kata Sasuke tiba-tiba dan sedikit meremehkan

"Hmm?", bingung Sasori

"aku melihat banyak tanda di leher jenjang kekasihmu itu?", kata Sasuke sambil menengokkan kepalanya sedikit menghadap jendela untuk melihat pemandangan kota

"hahaha... biasa, kami baru melakukannya kemarin. Kau pasti juga lebih sering melakukannya dengan pacarmu kan?", jawab Sasori sedikit tak enak dengan arah pembicaraan Sasuke

"tapi aku tak suka kau menyentuh mangsaku!", jelas Sasuke menatap lurus dan intens emerald Sasori

"...", Sasori semakin bingung dengan arah pembicaraannya ini

"seharusnya kau tak dekat-dekat dengannya", ucap Sasuke dengan nada serius

"..." , tubuh Sasori sedikit membeku mendengar pernyataan Sasuke

"ia hanya memakai topengnya untuk menutupi dosa-dosanya"

"..."

Sasuke kemudian beranjak dari situ. Jujur, Sasori bingung dengan ucapan ambigu Sasuke. Dan ia sangat penasaran. Tak lama kemudian Sasuke berhenti sejenak, dan berkata...

"tenang saja! aku hanya 'bercanda' kok. Tak usah tegang begitu. Hn", kata Sasuke sambil tersenyum tipis. Kemudian dilangkahkan kakinya keluar dari kedai itu.

.

.

.

.

.

.

tbc

.

.

.

.

.

.

.

Akhirnya chapter 7 selesai juga... maaf akhir-akhir ini saya sedang sibuk...

Gomen... :-) maaf juga jika ceritanya semakin jelek dan gak nyambung #nundukin_wajah

Minal Adzin Walfaidzin, mohon maaf lair dan batin... maaf telat ngucapin ^_^

Please, gimmie a review again ^_^