Cast : ChanBaek

Genre : Sad , Hurt/Comfort

Ratting : M++

Backsound : Huh Gak - Hello

Warning 18++ , Don't Like ChanBaek? Don't Read^^

"kau sudah siap baek?"

lelaki mungil itu tersenyum seraya mengangguk lucu, di usia kehamilannya yang bau menginjak 2 bulan itu, tentu saja perkembangan perut baekhyun belum terlalu terlihat tetapi hanya bisa dibilang baekhyun lebih berisi dari sebelum ia mengandung

lelaki tinggi itu menggandeng lengan baekhyun berjalan keluar apartemennya menuju parkiran apartemen yang sangat sepi. lelaki itu membukakan pintu mobilnya untuk mempersilahkan lelaki mungil yang disayanginya itu masuk. setelah masuk lelaki tinggi itu mulai mengendarai mobilnya menuju sebuah rumah sakit untuk memeriksakan kandungan baekhyun.

"bagaimana? apa dia baik- baik saja? apa dia tidak merasa tertekan karna perutku tidak melar?" tanya baekhyun bertubi tubi kepada sang dokter.

"tidak tuan, dia baik- baik saja tetapi karena kasus ini angat unik saya harus memberikan obat kepada anda yang dikhusskan untuk keistimewaan anda ini" dokter itu memberikan resep kepada baekhyun. dengan senyuman manisnya baekhyun langsung saja melesat meninggalkan sang dokter dan kris.

"baiklah, kalau begitu saya permisi dulu dok" ujar kris yang akan meninggalkan sang dokter.

"maaf, apa anda suaminya?" suarra sang dokter menginterupsi kegiatan kris yang hendak saja ingin mengeluarkan ruangan tersebut.

"ah? y-ya saya suaminya, ada apa?"

"saya perlu berbicara dengan anda tentang masalah kehamilan lelaki mungil itu" kris mulai mendudukkan dirinya lagi.

"ada apa dok?"

"seorang lelaki dalam hidupnya tidak mungkin merasakan sakitnya melahirkan karena kodratnya seorang lelaki, biasanya hanya seorang perempuan yang dapat mengandung"

"jadi intinya?"

"janin itu bisa membunuh lelaki itu jika ia sudah terlahir"

"apa maksudnya?" kris mulai panik saat dokter itu mengatakan baekhyun akan terbunuh karena sang bayi.

"kemungkinan baekhyun akan merasakan sakit yang sangat menyiksa saat melahirkan bayi itu, sakit yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya, jika ia tidak bisa menahannya kemungkinan besar ia akan meninggal"

"jadi baekhyun akan mati jika ia membesarkan janin itu?!" dokter itu mengangguk.

"tapi itu tidak mungkin, maksudku bagaimana caranya aku membujuknya untuk mngguggurkan bayi itu? dia pasti tidak akan mau"

"saya hanya bisa membantu anda sampai disini tuan, lngkah selanjutnya itu terserah anda dan juga baekhyun"

"Sial!"

Setelah keputusannya meninggalkan baekhyun, chanyeol kembali ke seoul melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertinggalkan dan ia ingin berfokus kepada pekerjannya sekarang.

seorang perempuan cantik dengan tinggi semampai dan pasangan setelan jas kerja berwarna salem dipadukan dengan rok putih yang sangat cantik, rambutnya yang diluruskan terurai, wajahnya yang cantik dengan polesan make up yang tidak terlalu tebal yang mampu memikat semua pria yang berjalan melewatinya, wanginya yang sangat elegant dan putih bersih bak seorang model. perempuan cantik itu masuk keruangan chanyeol dengan mebawa sebuah kotak makan.

"pagi sajangnim" sapanya ramah

chanyeol mengenal suara itu, itu adalah suara irene sang kekasih, ralat dia adalah tunangan chanyeol, ya chanyeol telah ditunangkan oleh ayahnya dengan seorang anak dari rekan kerjanya, acara itu telah berlangsung 2 minggu lalu.

"kau tidak perlu memanggilku sajangnim" ujar chanyeol tersenyum menatap irene tunangannya.

irene berjalan mendekat menuju kursi dimana chanyeol mendudukkan dirinya disana, irene mendudukkan dirinya di pangkuan chanyeol, lalu memeluk mesra pundak chanyeol.

CUP

irene mencium mesra kening chanyeol sedetik kemudian irene memeluk chanyeol dengan erat, chanyeol tersenyum merasakan tingkah tunangannya yang sangat menggemaskan.

"sajangnim belum makan? aku membuatkan masakan spesial untuk sajangnim"

"panggil dengan benar namaku, baru aku akan memakan masakan istriku ini"

"aku lebih suka memanggilmu sajangnim" irene mempoutkan bibirnya menatap chanyeol.

"apa wajahku terihat seperti bapak- bapak?" chanyeol mulai bersimrk ria lalu menggelitiki pinggang calon istrinya tersebut.

"hahaha yak! oppaaa~" suara irene merajuk, chanyeol menghentikan kegiatannya dia menatap irene, sedetik kemudian bibir itu melumat bibir perempuan cantik didepannya, irene meremas tuxedo tunangannya kala chanyeol mengigit bibirnya.

"enghh~" irene mendesah tertahan saat chanyeol mulai meraba dada berisi sang calon istrinya itu, ciuman chanyeol berpindah menuju leher jenjang sang kekasih.

BRAK

irene menjauhkan tubuuhnya saat seseorang dengan kasarnya membuka paksa pintu ruangannya, irene berdiri menjauh dari chanyeol seraya merapikan baju kantornya, sedangkan chanyeol berdiri menatap lelaki tinggi yang angat dikenalnya itu.

Kris, ya kris mendatangi chanyeol dengan emosi dan sikapnya yang sangat bisa dikatakan tidak sopan, kris menatap irene dengan tatapan nyalang.

"keluar kau dari ruangan ini!"

"t-tap-"

"KELUAR!" dengan airmata membasahi pelupuk matanya irene berlari keluar meninggalkan chanyeol dan kris, dengan kasar irene menutup pintu ruangan chanyeol.

"KAU!" chanyeol menatap kris dengan tatapan tenang seraya sedikit membenarkan dasinya akibat remasan irene tadi.

kris berjalan mendekati chanyeol, lalu memukul wajah chanyeol, chanyeol yang tiak ada persiapan terjatuh, dengan brutal kris memukuli chanyeol.

BUGH

BUGH

BUGH

"Kau lelaki bajingan! mati saja kau bangsat!" chanyeol yang tidak terima langsung mendorong kasar dada bidang kris lalu menendang kasar tubuh kris agar menjauh darinya. chanyeol mengelap wajahnya dan sudut bibirnya yang mengeluarkan darah akibat pukulan kris, ia bangkit membenarkan tuxedonya.

"apa-apaan kau ini?! kau sadar apa yang baru saja kau lakukan?!" chanyeol berteriak

"aku sadar dan bahkan itu masih belum seberapa dengan apa yang kau lakukan pada baekhyun!"

"aku tidak ada urusan dengannya lagi, aku sudah melepaskannya"

"kau akan menyesal setelah mengetahui baekhyun akan mati suatu saat nanti"

DEG!

"apa maksudmu!?" nada bicara chanyeol meninggi.

"bukan urusanmu!" kris membalikkan badannya hendak keluar dari ruangan chanyeol

"katakan apa maksudmu dengan baekhyun mati?!" chanyeol mencengkram kuat lengan kris dengan tatapan mata yang menajam.

.

.

.

"sayang kau mau eskrim? eomma mau eskrim" bibir baekhyun mempout lucu, seraya tangannya yang mengelus perutnya.

"kris kris kau dimana? aku butuh eskrim huwee" manjanya lucu

ia tertidur di ranjang apartemen kris, gerakannya berpindah- pindah tidak nyaman, ia benar- benar menginginkan eskrim, baekhyun memutuskan untuk keluar membeli eskrim sendiri.

ia mengambil jaket hijaunya dengan sebuah topi beruang di kepalanya, lalu berjalan melesat meninggalkan apartemen kris, ia berjalan seraya bersenandung ceria melihat pemandangan dan mencari toko eskrim. ia seperti anak kecil begitu lucu dan terlihat polos.

"kau mau rasa apa sayang? jangan bilang cokelat sayang, karna eomma mau stroberi" ucap baekhyun pelan seraya mengelus perutnya.

"ahh itu dia toko eskrim" baekhyun menguubah langkahnya menjadi berlari kecil menuju toko eskrim yang ia tunjuk tadi.

"'silahkan, mau pesan rasa apa"

"stroberi big cup ya, berikan toping yang berbau stroberi" ucapnya tersenyum dengan eyesmilenya, lalu ia mengedarkan pandangannya menuju tempat duduk yang kosong, ia melihat tempat duduk kosong di sebelah jendela.

"ini pesanan anda" pesanan baekhyun datang, matanya berbinar saat melihat eskrim stroberi favoritnya, dengan cepat baekhyun langsung melahapnya.

"ehem" suara seseorang menginterupsi kegiatan makannya, baekhyun mendongak menatap orang tersebut, orang yang selama ini ia rindukan, yang selama ini ia tangisi, sekarang jaraknya dengan lelaki itu hanya 1 meter.

"boleh aku duduk disini? rasanya kulihat semaa tempat sudah penuh"

baekhyun terdiam, ia menundukkan wajahnya dengan kegiatannya yang kini memakan eskrimnya dengan tergesah- gesah, ya dia adalah park chanyeol, chanyeol diam memandangi wajah cantik seseoang didepannyai.

"apakabar denganmu baek?"

"a-aku baik" ucapnya disela- sela kegiatannya memakan eskrimnya dengan tergesah- gesah. chanyeol hanya melihat baekhyun dengan sebuah senyuman.

"Uhukk uhukk.." baekhyun tersedak, chanyeol yang awalnya duduk didepan baekhyun dengan cepat dia berpindah duduk disebelah baekhyun, mengusap lembut punggung baekhyun, kemudian tangannya terulur meminta waitress untuk membawakan segelas air putih.

"kau terlalu bersemangat sehingga tersedak" ucap chanyeol, tangannya masih setia mengusap lembut punggung baekhyun seraya memberikan air putih untuk baekhyun. Baekhyun menarik diri dari chanyeol dengan wajah yang masih tak ingin menatap chanyeol.

"Baek maafkan aku"

"..."

"maafkan aku atas semuanya, aku berjanji untuk yang terakhir kalinya tidk akan meninggalkanmu lagi"

baekhyun terdiam tertunduk, airmatanya ia tahan ia tahu akhirnya juga akan seperti ini, selalu chanyeol meminta maaf dan berjanji tapi ia selalu meninggalkan baekhyun hatinya seakan sudah terbiasa tersakiti. baekhyun mendongak menatap chanyeol dengan sebuah senyuman. ditengah sesaknya hatinya saat ini ia masih mampu tersenyum kepada masalalunya.

"gwenchana.. tidak usah berjanji seperti itu, aku sudah memaafkanmu"

kali ini chanyeol menggenggam tangan baekhyun dengan erat, meyakinkan namja ungil didepannya ini supaya dapat mempercayainya untuk terakhir kalinya ia tidak akan menyia- nyiakan baekhyun lagi.

"m-maaf aku harus pergi"

baekhyun melepaskan genggaman tangan chanyeol, dia berjalan menuju kasir lalu membayarnya. baekhyun berjalan cepat menjauhi caffe tersebut, ia berlari menuju sebuah taman, ia mendudukkan dirinya di salah satu bangku ditaman itu. ia menumpahkan airmatanya yang sedari tadi ditahannya didepan chanyeol.

"hiks kenapa sakit sekali hiks"

"kau harus melupakannya hiks"

"hiks lupakan semuanya"

"jika kau tidak bisa melupakannya, maka jangan.."

suara itu datang lagi, baekhyun tercengan tidak percaya saat mendongakkan wajahnya menemukan sosok chanyeol, chanyeol berjongkok dihadapan baekhyun, mengusap airmata baekhyundengan sentuhan lembut.

"jangan lupakan aku, aku tidak akan pernah bisa melupakanmu baek"

"hiks hiks"

chanyeol meraih tangan baekhyun, menggenggamnya dengan erat, chanyeol mencium tangan baekhyun dengan mata yang terus memandang baekhyun. sedangkan baekhyun tidak bisa berhenti menangis.

"aku mencintaimu byun baekhyun, kembalilah padaku"

"hiks.. j-jangan memintaku kembali.. jika akhirnya kau meninggalkanku lagi hiks"

"aku bukan sebuah benda yang dapat kau t-tarik ulur seperti ini hiks, aku tidak suka rasa sakit ini hiks.. a-aku bukan seorang pelacur hiks"

"aku memperlakukanmu seperti seorang putri bukan seperti yang kau fikirkan, percayalah padaku"

"dan.. "

"mari kita rawat anak kita bersama, aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi" chanyeol tersenyum.

baekhyun semakin kencang menangis saat mengetahui chanyeol meneerima bayinya, dan tanpa ragu baekhyun memeluk chanyeol dengan erat.

"hiks jangan pernah meninggalkanku lagi hiks" baekhyun mempererat pelukannya kepada kekasihnya itu.

"aku berjanji tidak akan pernah meninggakanmu lagi, aku mencintaimu baek sungguh- sungguh mencintaimu"

"aku juga mencintaimu chanyeollie~"

Flashback

chanyeol mengambi tisu mengelap lukanya akibat pukulan kris padanya tadi, chanyeol menatap kris dengan tatapan yang susah dijelaskan.

"apa maksud kata- katam tadi? jelaskan padaku"

"kau tidak akan pernah bisa bertemu dengan baekhyun untuk selamanya-"

"..."

"jika kau membiarkan janinnya bertumbuh besar"

"apa maksudmu?!"

"baekhyun sedang mengandung, dia lelaki istimewa" chanyeol tercengang mendengarkan pernyataan kris.

"kau yakin dia anakku? karena dia tidak hanya bercinta denganku"

"dia anakmu bodoh! apa kau tidak bisa meraasakannya?! harusnya biarkan saja dia hamil anakku dan bukannya anakmu! dan karena anakmu dia bisa mati!"

"maksudmu?"

"lelaki tidak pernah merasakan betapa sakitnya melahirkan dan kemungkinan baekhyun tidak bisa menahannya! pilihannya hanya 2 kau membjuk baekhyun untuk menggugurkan janinnya atau kau biarkan baekhyun meninggal karena melahirkan janinnya"

"kenapa harus aku?"

"kerena aku tidak akan pernah bisa meluluhkan hatinya seperti kau meluluhkan hatinya! aku tiak akan pernah bisa menjadi kekasihnya sekeras apapun aku mencoba. dia hanya mencintaimu park"

"bujuk baekhyun agar mau mengguggurkan janinnya, dan jangan pernah sia- siakan baekhyun lagi, dia sudah terlalu sering terluka"

kris berdiri lalu berjalan menjauhi meja kerja chanyeol, ia merapikan penamilannya, hendak ia ia membuka pintu kris mengucapkan sesuatu pada chanyeol.

"cintai dia, karena hanya kau yang dia cintai satu- satunya" kris meninggalkan ruangan chanyeol.

TBC

maaf chingu aku baru bisa update..

aku lagi banyak kerjaan hehe…

mari kita lihat kelanjutan ff gaje saya ini seperti apa ^^

thanks for review :3