SNOWFLAKES

Main cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Do kyungsoo

Pairing : Hunhan [Main], Chanbaek, Kaisoo

Genre : Romance, Fluff, Drama, Humor(?)

Length : Chaptered

Rate : T-M

Disclaimer : cerita ini adalah hunhan story, jadi bener-bener terfokus pada kisah luhan dan sehun. Untuk pair yang lain hanya sebagai slight. Mungkin chanbaek dan kaisoo akan masuk namun tak sebanyak hunhan yang akan diceritakan

FF ini murni buatan author tanpa ada unsur plagiat atau meniru dari ff lain, jika ada yang sama atau mirip, mungkin kita jodoh .

Dont be a silent readers guys, hargain kerja keras author menulis^^

.

.

HUNHAN STORY

.

GS

.

TYPO EVERYWHERE

.

NO PLAGIAT

.

NO BASH

.

REVIEW JUSEYO^^

.

.

"sebutkan" perintah luhan sambil memakan makanannya

"pertama, ini adalah restoran orang tuaku. Fansku jelas akan ada disini tapi tak mungkin berada dibalkon ini. Sekalipun mereka mengetahui aku disini, mereka tak akan kemari karena banya bodyguard dibawah sana" jelas sehun

"yang kedua?" tanya luhan menuntut

"bisakah kau sabar?" omel sehun

"tidak. Ayo, cepat katakan alasan yang kedua" tuntut luhan lagi

Sehun memnghembuskan nafasnya yang berat. Ia cukup frustasi menangani luhan yang benar-benar keras kepala untuknya. sehun melepaskan semua alat makan yang ia pegang dan melipat tangannya didepan dadanya sambil memandang luhan tajam.

"yang kedua, aku yang akan menjagamu dari mereka" jawab sehun

"uhuk" luhan tiba-tiba tersedak karena kalimat sehun ia kemudian segera minum agar tak tersedak

"wae?" tanya sehun tak suka

"apa? Kau akan menjagaku dari mereka?" tanya luhan meremehkan

"tentu saja. Aku bisa menjagamu dari mereka" kata sehun yakin

"kau fikir aku percaya dengan ucapanmu?" tantang luhan

"memang seharusnya kau mempercayai ucapanku" jawab sehun yakin

"cih, yang ada aku yang akan melindungimu. Kau tak ingat ditoko musik tadi?" tanya luhan mengingatkan

"arraseo" jawab sehun datar

"kau bahkan memohon kepadaku untuk menolongmu supaya..."

"kkeumanhae" kata sehun menaikkan suaranya untuk menghentikan kalimat luhan

"kenapa kau malah memarahiku?" tanya luhan tak terima

"kau selalu mencari masalah denganku rusa jelek" cibir sehun

"aku tak mencari masalah denganmu. Lagi pula namaku bukan rusa jelek!" gerutu sehun

"terserah. aku sedang tak ingin membuang tenagaku untuk bertarung melawanmu" ujar sehun datar

"baiklah, hari ini aku akan berusaha berbuat baik kepadamu. Asal kau juga berlaku baik denganku" ujar luhan

"geure" jawab sehun setuju

Sehun dan luhan kemudian diam untuk menyantap makanan mereka. Mereka berhenti berdebat untuk menghabiskan makanan mereka. Setelah makanan itu selesai barulah mereka kembali berbicara

"aku rasa kita belum berkenalan secara resmi" ujar sehun

"kau benar, ayo kita kenalan" ajak luhan

"kau duluan" jawab sehun datar

"enak saja, kau yang membahas tentang perkenalan lebih dulu" elak luhan

"tapi kau yang lebih dulu mengajak berkenalan" jawab sehun cuek

"argh!" erang luhan frustasi "baiklah, aku Xi luhan. Seorang mahasiswa berusia 24 tahun. Ayahku keturunan china dan ibuku orang korea. Tapi mereka telah meninggal saat aku masih kecil. Dan sekarang aku tinggal dikorea bersama paman bibi yang telah aku anggap seperti orang tuaku sendiri. Aku juga memiliki seorang saudara perempuan namanya baekhyun. dia sangat gila tentang boybandmu itu" jelas luhan

"orang tuamu meninggal? Bagaimana bisa?" tanya sehun

"aku tak bisa membahasnya kepada orang asing" jawab luhan datar "sekarang gantian kau"pinta luhan

"kau bisa mencarinya diinternet. Atau menanyakannya ke saudaramu itu" ujar sehun malas

"yak! Kenapa kau curang? Aku ingin mendengarkannya dari mulutmu sendiri. Lagipula informasi diinternet tak cukup akurat" jawab luhan

"ah, kau benar. Baiklah, namaku oh sehun. Aku magnae dari exo, boyband yang cukup terkenal abad ini. Aku merupakan anggota tertinggi ketiga, tinggiku berkisar 184cm dan aku berfikir aku masih bisa bertambah tinggi lagi, aku juga termasuk visual dari groupku. Aku memiliki banyak penggemar yang..."

"Yak! Perkenalan macam apa itu?" kata luhan sinis

"wae? Itu perkenalan" jawab sehun datar

"itu bukan perkenalan api menyombongkan diri sendiri. Lakukan perkenalanmu dengan banar oh sehun!" hardik luhan

"arraseo, oh sehun imnida. 20 tahun, Magnae keluarga sekaligus magnae di group. Banyak orang mengtakan aku memiliki banyak kepribadian. Orang tuaku bekerja di luar negeri untuk urusan bisnis, aku tinggal dikorea bersama member dan manager yang sudah aku anggap sebagai keluargaku sendiri. Sudah kan?"

"em, baiklah. Perkenalan yang tidak memuaskan" kata luhan sambil memutar sedotan diminumannya "tapi tak apa. Aku masih bisa menerimanya" jawab luhan sambil menunjukkan deretan giginya

Sehun hanya memutar bola matanya malas untuk menanggapi omongan luhan. Ia kemudian melihat jam tangannya yang menunjukkan waktu hampir tengah malam.

"ayo kuantar kau pulang Lu, sudah malam" kata sehun tiba-tiba

"chakkaman, kau harus memanggilku noona, kau tak megingat aku lebih tua darimu 4 tahun?" kata luhan mengingatkan

"lebih tua 4 tahun? Dilihat dari penampilan dan sifatmu saja umurmu seperti jauh dibawahku" kata sehun meremehkan

"yak!" omel luhan

"berhentilah mengomel. Ini sudah malam, kau mau aku antar pulang atau tidak?" tawar sehun yang sudah mulai frustasi dengan sifat luhan. Sehun pun pergi mendahului luhan

"awas saja kau bayi bermuka menyebalkan!" gerutu luhan sebelum menyusul sehun "yak! tunggu aku!" teriak luhan saat menyadari jaraknya dengan sehun cukup jauh

..

"kenapa kau mengajakku ke taman bermain seperti ini?" tanya baekhyun bingung

Chanyeol baru saja memarkirkan mobilnya di sebuah taman bermain. Entah mengapa chanyeol membawa baekhyun kemari, chanyeol hanya mengikuti kata hatinya untuk mengajak baekhyun kemari

"entahlah, mungkin karena wajahmu seperti anak kecil jadi cukup cocok untuk aku ajak ke taman bermain seperti ini" jawab chanyeol santai

"apa aku seperti anak kecil? Aku berusia 22 tahun kau tau" gerutu baekhyun

"22 tahun adalah usia expectationmu tapi 2 tahun adalah usia realitamu" kekeh chanyeol

"yak! Mengapa kau jadi meghinaku?" omel baekhyun tak terima

"haha, mianhae bakhyunie" kekeh chanyeol meminta maaf

"berhenti tertawa! Kau salah menyebut namaku!" kata baekhyun sinis

"mwo?" chanyeol linglung

"baekhyun. Byun baekhyun" kata baekhyun memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya

Memang tak sepenuhnya salah pengucapan chanyeol adalah murni kesalahannya. Jika diingat dirinya juga belum pernah berkenalan dengan chanyeol secara langsung.

"ah, park chanyeol imnida" jawab chanyeol sambil menjabat tangan baekhyun

"kajja, kita harus segera masuk sebelum hari semakin gelap" ujar chanyeol yang hampir membuka pintu mobil tapi baekhyun menahannya

"apa kau tak apa? Bagaimana jika fansmu melihatmu?" tanya baekhyun khawatir

"kau mengkhawatirkanku?" tanya chanyeol

"tidak, aku hanya mengkhawatirkan diriku. Aku tak ingin mencari masalah dengan fansmu" jawab baekhyun jujur

"aku fikir kau mengkhawatirkanku" jawab chanyeol kecewa "nan gwenchana. Kajja" ajaknya kemudian

Baekhyun dan chanyeol kini turun dari mobil. Chanyeol sudah siap dengan masker dan topinya, tak lup i juga menggunakan kacamata hitam. Dengan celana jeans panjang, hoodie supreme berwarna putih, masker hitam bergambar bear dan topi berwarna putih dengan corak hitam dimana-mana cukup terlihat keren ketika chanyeol mengenakannya

Berbeda dengan baekhyun yang hanya menggunakan hotpants, kemeja tipis berwarna cream dan rambut panjangnya yang ia biarkan tergerai. Awalnya baekhyun tak menggunakan kacamata tapi kemudian chanyeol memberikannya kacamata agar sedikit lebih aman.

Mereka kemudian mencoba berbagai macam wahana disana baekhyun dan chanyeol cukup menikmatinya bersama. Hingga kemudian baekhyun menginginkan sebuah boneka rillakuma dalam permainan shooting

Baekhyun pun merengek ke chanyeol untuk membiarkannya bermain disana sebentar. Awalnya chanyeol menolak karena ia sudah cukup lelah, ditambah lagi besok pagi ia memiliki jadwal individu dari pagi. Tapi karena baekhyun merengek akhirnya chanyeol mengalah

"hanya 1 kali permainan, baek" ujar chanyeol memeringati

"andweee, biarkan aku bermain sampai aku mendapatkan rillakumma itu" kata baekhyun

"yasudah kalau begitu kau membayarnya sendiri"

"andweee, kau sudah berjanji untuk membayarkanku" elak baekhyun "ayolaaah" rajuk baekhyun dengan puppy eyesnya

"ah, baiklah" ujar chanyeol mengalah

Chanyeol pun langsung memberikan uang untuk baekhyun bermain. Berkali-kali baekhyun menembakkan tapi ia selalu kelewat dari sasaran. Berkali-kali baekhyun mencoba ia terus gagal. Chanyeol masih terus memberinya uang berkali-kali tapi ia kemudian berubah menjadi jengah karena baekhyun tak dapat menembakkannya

"uang lagi" pinta baekhyun

"tidak. Kita pulang" jawab chanyeol tegas

"andwe, aku belum mendapatkannya" rengek baekhyun

"kau sudah melakuknnya hampir 10 kali baek, kau mau bermain berapa kali lagi?" omel chanyeol

"sampai aku mendapatkannya" jawab baekhyun santai

Chanyeol hanya menghembuskan nafasnya berat sambil memutar kedua bola matanya malas. Ia kemudian berjalan meninggalkan baekhyun yang masih merengek tapi kemudian baekhyun menghentikan langkahnya

"aku mohon. Satu kali ini saja" pinta baekhyun memelas

"jika kau tak berhasil kau pasti akan memintanya lagi bukan?" tebak chanyeol dan baekhyun mengangguk "tidak" kata chanyeol tegas

"kalau begitu kau yang bermain untuk mendapatkan rillakuma itu. Jika kau tak mendapatkannya dalam satu sesi ini, maka kita langsung pulang" tawar baekhyun

Chanyeol tampak diam dan menimang-nimang tawaran dari baekhyun.

"ayolah, mau ya. Satu kali saja" bujuk baekhyun

Chanyeol hanya diam dan membalikkan tubuhnya untuk berjalan menuju tempat bermain itu tadi. Chanyeol pun memberikan uangnya untuk bermain. Baekhyun menungguinya dengan wajah penuh harapan agar chanyeol mendapatkan rillakummanya. Chanyeol mengerti expresi pengharapan baekhyun hanya tersenyum singkat sebelum ia memulai bermain

Chanyeol berusaha mengarahkan tembakannya sesuai sasaran namun sayang seali, 3 kali kesempatan itu chanyeol tak dapat mengenakan satu pelurupun kesasaran. Baekhyunpun langsung menunjukkan muka kecewanya. Baekhyun berjalan mendahului chanyeol dengan langkah malas

"mian" kata chanyeol menyusul langkah baekhyun

"aniya, gwenchana" jawab baekhyun datar

"geure, aku akan mentraktirmu eskrim itu sebagai tanda maafku" ucap chanyeol sambil menunjuk pos eskrim

"kenapa kau menawariku sesuatu seperti anak kecil?" gerutu baekhyun sambil menatap chanyeol sebal

"apa aku salah? Aku fikir kau menyukainya" kata chanyeol sambil menghendikkan bahunya sebagai tanda tak mengerti

"aku suka!" teriak baekhyun sebal kemudian berjalan mendahului chanyeol menuju ke pos eskrim yang ada dihadapannya

Chanyeol hanya menatap baekhyun tak mengerti. Ia kemudian menghampiri baekhyun yang sudah duduk di pos eskrim tersebut.

"kau mau eskrim apa?" tanya chanyeol

"stawberry" jawab baekhyun singkat

"geure" jawab chanyeol

Chanyeol kemudian pergi memesan eskrim untuk dirinya dan baekhyun. Setelah beberapa menit menunggu, eskrim itu telah berpindah tangan ke tangan chanyeol. Chanyeol segera membayar dan memberikan eskrim itu ke baekhyun

Mereka memakan eskrim itu dalam diam. Mereka tak saling berbicara. Setelah eskrim baekhyun dan chanyeol habis, tiba-tiba saja baekhyun berdiri

"kau kemobil saja dulu, aku mau ketoilet" kata baekhyun datar

"sendiri? Perlu aku antar?" tanya chanyeol

"tidak, aku bisa sendiri. Aku bukan anak kecil" kata baekhyun yang kemudian meninggalkan chanyeol

"kenapa dia menjadi galak kepadaku" tanya chanyeol heran

Chanyeol pun langsung menuju kemobil untuk menunggu baekhyun. Setelah cukup lama chanyeol menunggu, akhirnya baekhyun memasuki mobilnya

"kenapa lama sekali? Kau melakukan apa saja didalam toilet sana eoh?" omel chanyeol

"cerewet" jawab baekhyun sinis

"aku seorang idol kau tau! Aku tak pernah menungu orang ke toilet, apalagi selama itu" gerutu chanyeol

"mian" jawab baekhyun datar "ayo cepat pulang, sudah malam. Aku ingin pulang" lanjut baekhyun

"emm... baek..." panggil chanyeol ragu

Baekhyun menatap chanyeol bingung. Chanyeol kemudian mengambil sebuah bingkisan dari jok belakang dan memberikannya ke baekhyun

"mianhae" ujar chanyeol yang kemudian memberikan bingkisan itu ke baekhyun

"igae mwoya?" tanya baekhyun bingung

Baekhyun langsung membuka bingkisan yang chanyeol berikan. Ia kemudian terkejut. Matanya berbinar-binar. Moodnya kembali membaik seketika

"kau mendapatkannya?" tanya baekhyun saat mendapatkan rillakummanya "atau kau membelinya?" selidik baekhyun

"enak saja. Aku memainnkanya 3 kali saat kau kekamar mandi. Aku tak enak membuat moodmu buruk jadi aku berusaha mendapatkannya untukmu" ujar chanyeol

"yak! Daebak! Kau baik sekali. Ternyata benar kau punya banyak fans karena kau romantis dan baik. Uwah! Gomawooo! Andai saja yang melakukan ini semua adalah sehunie" kata baekhyun tanpa memperdulikan chanyeol

"yak! Kenapa kau selalu membawanya? Aku chanyeol. Aku juga seorang idol seperti sehun" gerutu chanyeol tak terima

"tapi sehunie jauh lebih berkarisma karenamu. Ah sudahlah, aku sangat berterimakasih karena kau baik sekali denganku" kata baekhyun senang

"argh! Mengapa aku harus bersamamu? Diluar sana masih banyak fansku yang menginginkan posisimu!" omel chanyeol

"ah kau benar, dan aku sangat ingin posisimu digantikan oleh sehun" kata baekhyun sambil menjulurkan lidahnya

"dasar fans tak tau berterimakasih, seenaknya merubah mood. Menyebalkan" gerutu chanyeol sebelum menjalankan mobilnya

Mereka kemudian menuju ke arah gedung SM untuk mengantarkan chanyeol pulang. Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai ke gedung SM. Tanpa basa-basi chanyeol langsung turun dan berpamitan dengan baekhyun

"terimakasih, aku turun dulu" kata chanyeol berpamitan

"eoh, gomawo. Aku duluan" kata baekhyun

"hm, hati-hati" jawab chanyeol sambil melambaikan tangan

Baekhyun tersenyum dan melambaikan tangan sekilas sebelum mobilnya melaju meninggalkan gedung SM dan chanyeol disana.

..

Saat ini luhan dan sehun sedang berada didalam mobilyang menuju ke arah rumah luhan. Tak ada perdebatan seperti biasanya karena luhan dan sehun cukup lelah untuk berdebat.

"Belok kiri" perintah luhan tiba-tiba

Sehun kemudian dengan cepat membelokkan mobilna kekiri dan menatap luhan sebal

"bisakah kau mengatakan lebih awal? Bagaimana jika seseorang menabrak kita dari belakang?" omel sehun

"mian" jawab luhan singkat

Sehun tak menanggapi luhan karena ia cukup lelah berdebat dengan luhan. Setelah beberapa menit perjalan akhirnya mereka sampai di rumah luhan. Luhan segera keluar dan berpamitan

"gomawo, aku duluan" kata luhan sebelum menutup pintu mobil sehun

Sehun hanya mengangguk dan mengangkat tangannya untuk memberi ijin luhan pergi. Ketika sehun akan memundurkan mobilnya, ia melihat mobil paparazzi berkeliaran disekitarnya. Sehunpun menggerutu sebal.

Jika ia pulang sekarang maka paparazzi itu akan menangkapnya sedang melakukan dating dengan seseorang. Itu bisa saja membuat luhan dan kariernya terancam. Ia juga tak bisa jika ia harus tidur dimobil semalaman. Sehun cukup yakin, paparazzi haus berita itu mengikutinya mulai dia keluar dari restoran.

Ia kemudian mencoba menghubungi managernya namun sang manager tak mengangkat. Ia kemudian menelfon suho tapi suho sedang sibuk. Akhirnya ia meelfon kris untuk membantunya

"hyung" kata sehun

"eoh, wae?" tanya kris

"hyung, tolong jemput mobilku dirumah temanku. Kau jemput bersama manager hyung oke?" pinta sehun to the point

"maksudmu?" kris masih tak mengerti

"dispatch mengikutiku, kita harus membuatnya salah faham, ya sejenis memutar balikkan fakta" kata sehun bersmirk

"baiklah, aku mengerti maksudmu" jawab kris

"Aku meninggalkan mobilku didaerah dekat dorm. Kau datang dan jemput mobilku bersama manager hyung" ujar sehun

"arraseo, arraseo. Tunggu sebentar. Lalu kau ini dimana?" tanya kris

"aku diapartemen lamaku" kata sehun bohong "cepat jemput mobilku hyung"

"eoh"

"gomawo" kata sehun sebelum menutup teleponnya

PIP

Sehun kemudian menunggu sejenak didalam mobil. Tak sengaja ia melihat lampu menyala dari lantai 2 rumah luhan. Ia melihat luhan barusaja menutup gordennya. Sehun pun nekat untuk memanjat pohon dekat balkon kamar luhan agar bisa mencapai kamar luhan

Sehun keluar mobil mengendap-endap. Ia kemudian memanjat pohon itu pelan dan sesampinya di depan balkon luhan, ia mengetuk pelan jendela luhan

Luhan merasa seseorang sedang mengetuk jendelanya. Ia kemudian berjalan mendekati jendela dan membuka gordennya. Luhan cukup terkejut melihat sehun yang tengah berdiri di balkonnya, padahal balkon kamar luhan cukup tinggi

"APA YANGmmmmmbbbbb" pekik luhan namun sehun lebih dulu membekap mulutnya

"jangan berteriak" bisik sehun sambil melihat situasi sekitar

"apa yang kau lakukan disini? Bagaimana bisa kau diatas sini?" tanya luhan yang juga ikut berbisik

"dispatch mengejarku, aku harus sembunyi" ujar sehun

"lalu?" tanya luhan cuek

"sembunyikan aku. Cepat!" perintah sehun

"yak! Kau ini..." kalimat luhan terhenti

Sehun kemudian mendorong tubuh luhan masuk kedalam kamarnya dan menutup gordennya cepat saat seseorang memegang senter dan mengarahkan cahayanya ke arah balkon kamar luhan. Luhan hanya ikut diam ketika sehun yang tiba-tiba memeluk tubuhnya

Ketika cahaya itu telah pergi. Sehun melepaskan pelukannya dari luhan. Rasa canggungpun datag diantara keduanya yang tidak sengaja berpelukan itu. Mereka pun berdehem untuk menetralkan situasi

"jelaskan masalahmu dengan detail agar aku mau membantumu" kata luhan tiba-tiba

"mereka haus akan berita. Dan kami sedang melakukan comeback, jika salah satu berita miring tentang exo menyeruak karena dispatch, itu bisa saja membuat karier exo bermasalah" ujar sehun

"lalu?"

"aku tak mungkin menghancurkan karier exo karena sebuah skandal yang tak benar. Makanya aku meminta kris hyung dan manager hyung untuk membantu menutupi jika aku sedang berada disini. Maka dari itu aku harus bermalam disini" jawab sehun santai sambil berjalan menuju kursi belajar luhan

"mwo? Kenapa harus bermalam?" tanya luhan tak menerima

"seperti yang aku katakan tadi. Aku menjelaskannya juga kau tak akan mengerti. Jadi mau tak mau kau harus menerimaku disini. Lagipula aku seorang idol, banyak fansku yang menginginkanku untuk bermalam di kamar mereka" ujar sehun santai

"tapi aku bukan fansmu! Keluar dari kamarku sekarang" usir luhan

"kau bukan fansku? Tapi isi kamarmu penuh dengan posterku?" kata sehun sambil menunjuk poster yang mengiari kamar luhan

Sedari tadi memang sehun telah menatap isi kamar luhan yang terdapat banyak sekali foto dirinya disana.

"Poster? Poster apa?" tanya luhan bingung "aku tidak-AH! Itu saudaraku yang memasangnya!" pekik luhan ketika ia menyadari sesuatu

"tak usah beralasana. Kau pasti akan menolak jika kamarmu dipasang seseorang yang tak kau suka kan? Tapi buktinya kau menerimanya" kekeh sehun

"ARGH! KELUAR!" teriak luhan seketika

Baekhyun yang baru saja keluar untuk mengambil minum mendengar teriakan luhan. Ia kemudian menghampiri kamar luhan

Tok! Tok! Tok!

"Eonni, gwenchana?" tanya baekhyun dari depan pintu

"ah...ne... gwenchan" jawab luhan panik

"kenapa kau berteriak?"

"aniyo...gwenchana"

"lalu kenapa kau berteriak keluar? Siapa yang keluar? Eonni,bukakan pintunya" teriak baekhyun sambil menggerakkan gagang pintu kamar luhan

"aku ingin membuang poster sehun dari sini! Aku muak" kata luhan tiba-tiba

"andwe! Awas kalau kau berani menyentuh poster sehunie ku!" teriak baekhyun

"arraseo! Sudah sana tidur! Ini sudah malam baek" ujar luhan

"aku tidur. Jangan ganggu sehunieku!" pekik baekhyun

"arraseo" jawab luhan malas

Setelah luhan merasa bahwa baekhyun sudah tidak berdiri dari depan kamar luhan. Ia kemudian menatap sehun yang sedari tadi tertawa

"jika kau mengusirmu, kau akan tetap memaksa untuk bermalam disini?" tanya luan

"tentu saja" jawab sehun singkat

"argh!" erang luhan frustasi "ini! Kau tidur dibawah" kata luhan sambil melemparkan bantal dan selimut kearah sehun

"aku boleh bermalam disini?" tanya sehun

"kau dibawah" ujar luhan singkat kemudian pergi menjauh dari sehun

Sebelum ia pergi, sehun lebih dulu menarik lengan luhan. Langkah luhan pun terhenti, ia kemudian menatap tangannya yang digenggam sehun sebelum akhirnya ia melihat wajah sehun

"gomawo" kata sehun sambil tersenyum sekilas

Menampakkan wajah yang manis dari sehun. Senyumnya yang tampan dan mata elangnya yang berwarna coklat menyala sungguh sangat tampan. Membuat siapa saja yang melihatnya langsung terjatuh dalam pesona sehun

"jangan menunjukkan kepadaku wajah yang seperti itu. Itu seperti wajah yang-ARGH!" kata luhan yang tak melanjutkan kalimatnya karena frustasi bercampur sebal

"maksudmu seperti ini?" tanya sehun

Sehun kemudian menari luhan mendekat dengan tubuhnya. Mata rusa milik luhan kini beradu dengan mata elang milik sehun. Jarak yang cukup dekat diantara keduanya membuat mereka berdua saling merasakan deru nafas mereka satu sama lain. Mereka hanya saling menatap dalam diam

Mereka saling diam karena mereka tak menyadari apa yang terjadi pada jantung mereka masing-masing. Bahkan diam-diam mereka saling mengagumi satu sama lain. Namun, ego dan gengsi lebih menguasai mereka daripada secuil perasaan aneh itu.

.

.

.

.

.

.

TBC

syudah update yaaaa

DONT BE A SILENT READERS. REVIEW JESEYO \(^_^)/