Title: My (Boy)Friend

Author: Yuuka Shim

Rate:T

Main Cast: ChangKyu, slight ChangToria, KhunKyu

Genre: Romance, Friendship

WARNING! Typo(s), Genderswitch for Kyu! alur aneh dan kecepetan, cerita pasaran, OOC!

Disclaimer: Kyuhyun and Victoria are yours but Changmin forever MINE! Huahaha. Just kidd. They're belong to God. Saya Cuma minjam nama haha.

Balasan review:

Huaaa ~ jangan omelin Yuu /.\ Yuu juga gak rela kok ChangToria NC-an hehe. Mian readers XD. Bagia yg berharap Kyu gak percaya hmmm. Sedikit (?) dikabulkan. Untuk lbh jelasnya ada di chap ini. terus yg minta jgn nistain ChangKyu terlalu lama... semoga yah XD hehe yauda segini aja dari Yuu

.

.

CHAPTER 7

.o.O.-ChangKyu-O.o.

Changmin melangkahkan kakinya gontai menuju ruang kelasnya. Entah mengapa saat ia baru terjaga dari tidurnya ia merasa sakit yang amat sangat di bagian kepalanya. Bahkan seingatnya kemarin ia belum pulang ke rumah. Namun mengapa ia bisa berada di kamarnya? Ah.. Ia tidak terlalu peduli dengan itu semua.

"Annyeong, Kyuhyunnie.." sapa Changmin pada Kyuhyun ketika ia baru menginjakkan kaki di kelasnya.

"Annyeong, Min." Kata Kyuhyun membalas sapaan Changmin.

"Jam berapa kelas dimulai?" tanya Changmin seraya mengucek matanya yang terasa masih mengantuk dan butuh diistirahatkan.

"Jam 10, setengah jam lagi dimulai, wae?" jawab Kyuhyun seadanya.

"Ah.. Kurasa setengah jam cukup untuk tidur.." kata Changmin tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun dan langsung menidurkan kepalanya di meja.

Kyuhyun yang melihatnya hanya dapat menggelengkan kepalanya pasrah. Padahal kemarin mereka pulang tidak terlalu larut, namun Changmin masih terlihat sangat mengantuk.

'Pasti ia bergadang bermain game. Dasar maniak..' batin Kyuhyun tidak sadar diri. Padahal jika dibandingkan dengannya, Kyuhyun-lah yang lebih pantas dikatakan maniak game. Walaupun ia seorang yeoja,namun tetap tidak mempengaruhi kecintaannya pada game.

"Kau melamunkan apa?" tanya Nichkhun yang tiba-tiba datang menghampiri Kyuhyun sambil menempelkan botol minuman dingin pada pipi kanan Kyuhyun.

"Ya! Kau mengagetkanku, Khun!" cibir Kyuhyun yang terkejut dengan panggilan Nichkhun, atau lebih tepatnya karena dinginnya hawa botol minum yang tadi ditempelkan Nichkhun ke pipi Kyuhyun.

"Hahaha. Aku hanya bercanda, Kyu. Ini untukmu." Kata Nichkhun seraya tertawa cukup renyah dan memberikan botol minuman dingin tadi pada Kyuhyun.

"Gomawo.." kata Kyuhyun berterima kasih dan mengambil botol minuman itu dari tangan Nichkhun.

"Ada apa dengan Changmin?" tanya Nichkhun menunjuk Changmin dengan dagunya.

"Ia mungkin kelelahan karena bermain game. Entahlah aku juga tidak tau." Jawab Kyuhyun seraya tersenyum melihat wajah polos Changmin ketika tertidur.

Wajah Changmin saat tertidur memang sangat menggemaskan, seperti bayi polos yang tidak memiliki dosa. Sesaat mungkin terlihat seperti seorang malaikat. Namun jika Changmin sedang tidak tidur, sifatnya malah menunjukkan bahwa dirinya merupakan titisan iblis. Atau mungkin rajanya?

"Ia tertidur sudah seperti orang mati.." kata Nichkhun sedikit tidak berperasaan. Namun apa yang dikatakannya memang benar, Changmin tertidur seperti orang yang tidak bernyawa karena terlalu lelap.

"Sudahlah.. Sebentar lagi kelas dimulai, biarkan saja Changmin tidur. Lagipula otaknya tidak dapat diragukan.." kata Kyuhyun kemudian.

.

.

Kelas sudah berakhir dan kini Kyuhyun tengah berjalan menyusuri koridor kampus menuju ke lokernya. Berniat mengambil buku diary-nya untuk ia bawa ke taman belakang kampus. Namun sebelum Kyuhyun mengambil diary-nya, ia melihat sebuah amplop putih di atas barang-barang di lokernya.

Karena penasaran, Kyuhyuh pun mengambil amplop putih itu dan melihat isinya. Kyuhyun membulatkan matanya sempurna, mulutnya sedikit menganga ketika melihat isi dari amplop putih itu. Di dalamnya terdapat beberapa foto Changmin dan Victoria sedang dalam posisi seperti selesai melakukan hal yang tidak-tidak.

Puk.

Bahu Kyuhyun ditepuk dan ia melihat Nichkhun di belakangnya, saat itu air mata mulai menggenang di pelupuk mata Kyuhyun.

"Kau kenapa?" tanya Nichkhun cukup terkejut melihat Kyuhyun yang hampir menangis.

Kyuhyun hanya diam, tidak berniat berkata apapun. Kyuhyun haya menatap beberapa lembar foto yang dipegangnya. Melihat itu, Nichkhun mengambil foto-foto itu dari tangan Kyuhyun untuk melihatnya.

"Tch.. Foto ini yang membuatmu seperti ini?" tanya Nichkhun sinis, namun masih dibalas keterdiaman oleh Kyuhyun.

"Sejak kapan seorang Cho Kyuhyun menjadi orang yang bodoh?" lanjut Nichkhun lagi dengan nada meremehkan. Matanya menatap tajam Kyuhyun namun sebenarnya menyiratkan kesedihan.

"Apa maksudmu?" tanya Kyuhyun yang pada akhirnya mengeluarkan suara.

"Kau sudah mengenal Changmin cukup lama. Seharusnya kau tau apa maksudku." Jawab Nichkhun masih dengan nada sinisnya.

Kyuhyun terdiam sesaat, apa yang dikatakan Nichkhun benar. Ia sudah mengenal Changmin sangat lama, dan ia tau Changmin bukanlah orang yang mau melakukan hal 'itu' tanpa ikatan pernikahan.

"Lebih baik kau bicarakan ini pada Changmin." Kata Nichkhun lagi ketika melihat Kyuhyun hanya terdiam.

Nichkhun segera beranjak meninggalkan Kyuhyun di sana dengan sedikit berlari. Sakit, sesungguhnya hatinya sakit ketika ia malah membantu hubungan Changmin dan Kyuhyun. Namun ia juga tidak bisa egois, Kyuhyun tidak mencintainya lalu apa yang bisa ia lakukan?

'Mungkin aku memang orang paling bodoh di dunia..' batin Nichkhun miris.

.o.O.-ChangKyu-O.o.

"Changmin-ah, bisa kita bicara?" panggil Kyuhyun pada Changmin yang terlihat sedang menikmati makan siangnya di kantin.

"Ah.. Kyu.. Ne, bicaralah.." kata Changmin menanggapi Kyuhyun.

Kyuhyun melihat keadaan sekitar sesaat dengan menolehkan pandangannya ke kiri dan ke kanan sebelum benar-benar mengajak Changmin bicara.

"Tidak disini, Min. Ikut aku." Kata Kyuhyun menarik tangan Changmin pergi ke tempat yang lebih sepi.

Kyuhyun membawa Changmin menuju taman belakang kampus yang sepi. Tempat yang menurut Kyuhyun sangat cocok untuk membicarakan hal yang sedikit membutuhkan privacy.

"Kau tau ini?" tanya Kyuhyun sambil menyerahkan amplop berisi foto pada Changmin.

Changmin seketika membulatkan matanya sempurna ketika melihat foto-foto itu, mulutnya sedikit terbuka. Sangat terkejut ketika melihat foto dirinya yang topless sedang dipeluk mesra oleh Victoria, seperti sehabis melakukan sesuatu yang tidak-tidak.

"Aku tidak melakukan sesuatu dengannya, Kyu.. Percayalah.." kata Changmin sedikit panik dan menatap Kyuhyun sedikit takut.

"Kau yakin?" tanya Kyuhyun lagi menyelidik.

"Sungguh, Kyu.. Aku memang sempat bertemu dengan Victoria.. Dia mengajakku untuk berbicara di Cafe.. Lalu... Lalu.. ARGHH! KUBUNUH KAU YEOJA SIALAN!" kata Changmin dengan rutukan pada Victoria di akhir kalimatnya.

"Arraseo, aku percaya.." kata Kyuhyun ketika melihat Changmin yang merasa kesal dengan Victoria.

Seharusnya ia tidak perlu menanyakan hal ini pada Changmin, ia tau, bahkan sudah sangat mengetahui sifat Changmin. Lagi pula.. Jika memang benar itu yang dilakukan Changmin, apa hubungannya dengannya?

'Aku bukan siapa-siapa bagimu, Min..' batin Kyuhyun melihat Changmin yang semakin kesal sambil merobek-robek foto-foto tersebut.

"Kyu, aku mohon jangan percaya dengan semua itu.. Aku yakin aku hanya ditipu. Aku mohon kau percaya, Kyu.." ujar Changmin lagi setelah semua foto itu ia robek hingga tidak berbentuk.

"Ne, aku percaya padamu." Jawab Kyuhyun namun dengan nada dan mimik wajah terlihat sedih. Bagaimanapun juga perasaan mengganjal itu masih tersisa di hati Kyuhyun dan tidak dapat dihilangkan begitu saja.

Changmin yang menyadari perubahan ekspresi Kyuhyun pun mengambil Kyuhyun ke dalam pelukannya, mendekapnya seraya menghirup aroma wangi rambut Kyuhyun.

"Katakan itu dengan tersenyum, Kyu.. Jangan membohongiku, bukankah kita.." kata Changmin terputus dalam pelukannya pada Kyuhyun.

"...teman.." lanjutnya lagi ragu.

Changmin berusaha menahan sedikit denyutan menyakitkan di hatinya ketika menyebut Kyuhyun sebagai temannya. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan status sebagai teman. Namun, apakah perasaannya pada Kyuhyun masih dapat disebut sebagai perasaan seorang 'teman'? Tentu tidak.

Tidak jauh berbeda dengan Changmin, Kyuhyun pun merasakan hal yang sama ketika kata 'teman' keluar dari mulut Changmin. Perasaannya sama seperti Changmin, ia mencintai Changmin. Bahkan sangat mencintai namja yang sedang memeluknya kini. Mereka saling mencintai, namun masih belum bisa menyatukan cinta mereka.

"Hmm.." kata Kyuhyun bergumam seraya menganggukkan kepalanya dalam dekapan Changmin. Setelahnya ia malah memperat pelukannya pada Changmin dan dibalas Changmin dengan pelukan erat pula.

"Lagi pula aku tidak berhak tau, Minnie.. Aku hanya temanmu.." kata Kyuhyun sedikit menahan isak tangisnya yang hampir saja keluar.

"Aku pergi dulu.." lanjut Kyuhyun lagi seraya melepaskan pelukannya dengan Changmin lalu beranjak meninggalkan tempat itu dengan ekspresi yang tidak jelas.

Changmin masih diam menatap punggung Kyuhyun yang terasa semakin menjauh, ia sedang 'bertarung' dengan pemikirannya sendiri. Memastikan apa yang terbaik yang harus ia lakukan saat ini.

'Sekarang atau tidak selamanya.' Batin Changmin yakin.

"KYU! SARANGHAE!" pekik Changmin yang seketika membuat Kyuhyun terdiam di tempat.

"Saranghae, Cho Kyuhyun.." ulang Changmin ketika melihat Kyuhyun yang tidak meresponnya, atau mungkin lebih tepat dikatakan sedang memproses pernyataan Changmin barusan.

"Changmin kau.." ujar Kyuhyun tidak percaya, terkejut karena Changmin mengatakannya sekarang.

"Aku sungguh-sungguh, Kyu.. Aku mencintaimu." kata Changmin mendekat pada Kyuhyun yang tadi memunggunginya.

Brukk!

Kyuhyun segera menghamburkan diri begitu saja ke dalam pelukan Changmin. Yang ia rasakan saat ini hanyalah perasaan bahagia yang amat sangat ketika pada akhirnya orang kau cintai membalas perasaanmu. Mungkin diantara semua kosa kata yang terdapat di dunia, tidak ada satu pun kata yang dapat benar-benar mendeskripsikan perasaan Kyuhyun saat ini.

"Kenapa tidak dari dulu, Min?" tanya Kyuhyun mulai berurai air mata.

Walau Changmin menyatakan perasaannya dengan cara yang –sangat- tidak romantis, namun yang terpenting bagi Kyuhyun adalah perasaannya selama ini terbalaskan. Usahanya menunggu selama bertahun-tahun dan kesedihan yang ia dapatkan seolah semuanya terbayar lunas dengan pernyataan Changmin hari ini.

"Maaf, Kyu.. Aku tidak menyadarinya. Lagipula kau sudah memiliki Nichkhun. Aku.. Hanya menjadi benalu untuk kalian.." ujar Changmin lirih.

"Aku tau mencintaimu adalah hal yang salah. Sudah jelas kau memiliki namjachingu, namun aku masih tetap tidak bisa untuk tidak mencintaimu, Kyu.. Aku sadar aku bodoh karena mencintai yeoja yang telah memiliki kekasih, namun..." kata Changmin lagi menggantungkan kalimatnya.

Sementara itu Kyuhyun masih terdiam menunggu Changmin menyelesaikan kalimatnya, tidak berniat untuk menyanggah perkataan Changmin. Kyuhyun maish ingin mendengarkan Changmin berbicara.

Changmin menghela nafasnya sejenak seraya memejamkan matanya sesaat sebelum meneruskan kalimatnya. Berusaha menenangkan gemuruh di dadanya.

"Jika mencintaimu merupakan hal bodoh, aku akan memilih untuk menjadi orang bodoh agar dapat mencintaimu.." lanjut Changmin yang membuat tangis Kyuhyun semakin menjadi-jadi.

"Saranghae, Min.. Jeongmal saranghae.." kata Kyuhyun dengan isakan tangis yang semakin menjadi seraya menenggelamkan wajahnya di dada bidang Changmin.

Kyuhyun tau, membalas pernyataan Changmin sekarang sesungguhnya bukanlah hal yang tepat mengingat ia masih menyandang status sebagai kekasih dari Nichkhun. Namun bolehkah ia menyanggahnya untuk sekali saja? Bolehkah ia egois untuk kali ini saja?

Kyuhyun ingin bahagia dengan Changmin walau hanya sebentar saja, walau ia tau setelah ini semuanya akan semakin bertambah rumit.

Kyuhyun dan Changmin yang saling mencintai, Nichkhun yang mencintai Kyuhyun, dan Victoria yang mencintai Changmin.

Kapan hal ini terselesaikan?

.

.

'Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku benar-benar merasakan suatu kebahagiaan. Tepat hari ini, hari dimana Changmin mengakui perasaannya padaku. Tepat hari ini ia mengucapkan kata cinta padaku dalam keadaan sadar sepenuhnya, bukan dalam keadaan mabuk layaknya waktu itu. Pada akhirnya aku benar-benar merasakan perasaan bahagia yang amat sangat. Walaupun aku tau ini hal yang salah, menjawab perkataan cinta dari Changmin sementara aku masih berpredikat sebagai kekasih orang lain. Namun untuk kali ini saja, aku ingin egois. Aku ingin dicintai oleh orang yang kucintai. Pada akhirnya hal yang kutunggu telah tiba, haruskah aku melepaskannya? Bolehkah aku egois, untuk kali ini saja?'

Kyuhyun menutup buku diary-nya dan beranjak ke tempat tidurnya. Hari ini hari yang sangat melelahkan namun menyenangkan bagi Kyuhyun. Rasanya ia masih ingin mengulang kejadian tadi siang dan terus mendengar perkataan cinta dari mulut Changmin kepadanya.

Selama ini Kyuhyun terlalu banyak mengalah, terlalu banyak mendapatkan hal yang tidak ia inginkan, terlalu banyak mengeluarkan air mata. Bisakah untuk kali ini ia mendapatkan hal yang ia inginkan? Tidak kembali menjatuhkan air mata seperti sebelum-sebelumnya.

Apa yang harus ia katakan pada Nichkhun besok? Dan bagaimana hubungannya dengan Changmin sekarang?

Tuk.

Ketika Kyuhyun sedang sibuk bergelut dengan pemikirannya sendiri, tiba-tiba ia mendengar jendela kamarnya berbunyi seperti dilempar sebuah benda kecil.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya heran ketika mendengar suara itu dari jendela kamarnya yang berada di lantai dua tersebut. Pada akhirnya Kyuhyun memilih untuk melihat siapa yang melempari jendela kamarnya dengan benda kecil itu.

Tuk.

Suara itu terdengar lagi, dan kini Kyuhyun melihat sebuah batu kecil mengenai jendela kamarnya. Karena semakin penasaran, Kyuhyun pun membuka jendela kamarnya untuk melihat siapa pelaku pelemparan batu kecil tersebut.

Tuk.

Namun sialnya ketika Kyuhyun membuka jendela, batu itu malah terlempar kembali dan tepat mengenai dahi Kyuhyun.

"Aww.." Kyuhyun sedikit meringis kesakitan sambil mengelus kepalanya yang terasa sedikit sakit itu. Baru saja ia ingin merutuki orang yang telah melempar dahinya dengan batu kecil, namun ia malah dikejutkan dengan sosok Changmin yang sedang tersenyum tidak bersalah di bawah sana.

"Changmin? Apa yang kau lakukan malam-malam begini?" tanya Kyuhyun sedikit terkejut dan seketika melupakan rasa sakit di dahinya itu.

"Hehehe. Maaf Kyu jika aku mengganggumu. Aku hanya rindu padamu.." jawab Changmin sedikit tertawa malu seraya menggaruk puncak kepalanya yang tidak gatal.

Kyuhyun hanya tersenyum melihat tingkah Changmin yang menurutnya selalu menggemaskan itu, walaupun ia sudah menyandang status sebagai mahasiswa, namun tetap saja wajah Changmin lebih terlihat seperti anak yang baru menjadi siswa SMA.

"Nah.. Kau sudah melihatku, sekarang pulanglah.." kata Kyuhyun tanpa niat mengusir Changmin.

Sebenarnya jika hari belum malam, Kyuhyun sangat ingin menemui Changmin di bawah sana. Namun mengingat waktu yang sudah menunjukkan hampir pukul 11 malam, Kyuhyun mengurungkan niatnya itu. Bisa-bisa ia dapat keluar rumah namun tidak dapat masuk ke rumahnya kembali.

"Kau jahat sekali, Kyu.. Aku baru datang dan kau mengusirku?" kata Changmin sedikit mem-pout-kan bibirnya imut.

"Bukannya mengusirmu, Min.. Hanya saja ini sudah malam. Aku pasti tidak diizinkan untuk menemuimu di bawah sana." Jawab Kyuhyun berusaha memberikan penjelasan agar tidak membuat Changmin tersinggung.

"Aku tau!" kata Changmin semakin mem-pout-kan bibirnya.

Changmin beranjak ke belakang rumah Kyuhyun untuk mengambil sesuatu. Kyuhyun yang penasaran pun hanya dapat menunggu Changmin.

"Dengan ini aku bisa menemuimu!" kata Changmin seraya membawa benda yang sedari tadi dicarinya.

"Ya, Min! Apa kau gila? Jika kau ketahuan pasti kau akan dimarahi appa-umma ku!" ujar Kyuhyun dengan wajah kesal namun tetap tidak bisa menahan senyumannya ketika melihat Changmin yang tetap gigih ingin menemui Kyuhyun dengan tangga yang tadi dicarinya.

Hup!

Dalam sekejap Changmin sudah berada di beranda kamar Kyuhyun dan berdiri tepat di depan Kyuhyun seraya menatapnya lembut.

"Salahmu yang membuatku seperti ini.." kata Changmin memelankan suaranya dan memeluk Kyuhyun sayang.

"Kau bodoh, Min.." balas Kyuhyun seraya menerima pelukan hangat Changmin.

Sementara itu Changmin semakin mempererat pelukannya pada Kyuhyun seraya menghirup wangi rambut Kyuhyun dan mengelusnya sayang. Mengecup puncak kepala Kyuhyun sebelum membalas perkataannya.

"Sudah kukatakan jika dengan menjadi orang bodoh dapat mencintaimu, aku akan memilih untuk menjadi orang bodoh.." ujar Changmin lalu mendaratkan bibirnya pada kening Kyuhyun.

"Tapi, apa yang harus kukatakan pada Nichkhun nanti, Minnie?" tanya Kyuhyun dengan nada sedih. Raut wajahnya juga terlihat berubah, jelas sekali ia terlihat khawatir dengan perasaan Nichkhun.

"Kita akan menghadapinya bersama, Kyu.."

"Percayalah padaku.."

.

.

TBC

Huwaaaaa akhirnya kembali TBC setelah lama gak update nih ff wkwkwk. Mian ne? Soalnya Yuu lagi terjangkit penyakit malas berkepanjangan sehingga lama bgt update ff ini hehe. Mian juga kalo ceritanya semakin membingungkan atau membosankan hahaha. Yuu lagi stress buat tahun2 ini soalnya udah kelas 3 SMK -_- *gak ada yang tanya* #abaikan. Nah nah nah.. Yuu lupa mau ngomong apa lagi setelah sekian lama gk update ff ini WAKAKAK.

Yasudah sementara hanya ini yang dapat Yuu katakan. Pusing nih ide ngadet2 buat ngetik ff *curhat* huahahaha.

ALWAYS KEEP THE FAITH!