Chapter 7 : Civil War
Disclaimer : Naruto dan beberapa chara bukan punya saya
"The Scientist "
Pair:
Rating :T-M
Warning; Mungkin abal,typo,aneh,ancur,OCC, OC, AU. Bikin mata sakit dan perut mual.
"Victor" Monster voice
'Victor' inner monster
"Victor."
" Victor "
"victor" humans talk
'Victor' humans inner
-Victor- stance
...
...
...
...
...
...
Sumarry :Terlempar ke dimensi lain dan menggantikan jiwa seorang anak kecil yang tengah sekarat. The Scientist repaired.
Sebelumnya di The Scientist
" Cukup Venom! Sepertinya Haku telah terlepas dari kendali Humbaba ."
" Baik-"
' Sial! Apa lagi sekarang.'
" Aku pemimpin dari pasukan suci the Immortal, Gust. Menghukum kalian karna telah merusak tempat suci kami."
The Scientist chapter 7
.
.
.
.
Malam sebelum hari pelantikan.
Diruang kerja kepala klan kini terdapat dua sosok yang tengah berhadapan. Sosok pertama adalah Arashi yang sedang duduk di sebuah kursi dengan meja penuh akan dokumen yang menumpuk. Sosok kedua adalah Zabuza yang kini tengah berdiri di hadapan Arashi.
" Zabuza, bagaimana persiapan untuk acara besok?" Tanya Arashi pada Zabuza.
" Persiapan untuk pelantikan besok sudah siap tuanku, hanya saja ... ada beberapa kejadian yang janggal terjadi di klan tuanku." Balas Zabuza mendapat perhatian dari Arashi.
" Apa itu Zabuza?" Tanya Arashi.
" Ada beberapa Assassin yang berkeliaran di daerah klan kita dan juga saya mencium tindak tanduk mencurigakan dari beberapa anggota Klan." Ucap Zabuza membuat Arashi termenung.
'Sudah kuduga, cepat atau lambat para tetua akan bertindak.'
" Zabuza siapkan pasukan yang menurutmu setia padamu, aku mencium bau pengkhianatan di klan ini." Ucap Arashi sambil berdiri dan mulai melangkah keluar.
'Mungkin besok saat pelantikan, mereka akan memulai aksinya.' Batinnya.
"Hai! Arashi-sa-"
Duaarrr
Duaarrr
Duaarrr
Terdengar bunyi ledakan memotong ucapan dari Zabuza yang mengagetkan mereka berdua.
" Ledakan apa itu?!" Seru Arashi.
" Hamba juga tidak mengetahuinya tuanku."
Tap
Tap
Tap
Braaakkkk
"Arashi-sama! Ini gawat!" Seru seseorang yang baru datang dan langsung mendobrak pintu.
" Ini gawat tuanku, ini gawat!" Serunya terlihat panik.
" Tenanglah Fu. Katakan ada kabar apa, sampai kau terlihat panik dan langsung menerobos ruanganku?"
" Maaf atas kelancanganku, Arashi-sama. Anda boleh memenggal kepalaku setelah ini, tapi ada berita gawat yang harus saya sampaikan terlebih dahulu." Fu langsung menunduk dan bertekuk lutut di hadapan Arashi.
" Apa itu?" Tanya Arashi sekali lagi.
"Klan dikudeta tuanku! Beberapa Assassin tiba-tiba menyerang bersama beberapa anggota klan kita!"
"Apa!" Teriak Arashi dan Zabuza berbarengan.
'Sial! Kukira mereka akan bertindak esok hari, ini di luar prediksiku' Batin Arashi.
" Zabuza siapkan pasukan! Dan Fu bawa para Assassin kita dan ungsikan para civilian!" Seru Arashi.
" Hai!" balas mereka berdua.
' Mito, Karin. Semoga kalian baik-baik saja.'
.
.
.
Disebuah ruangan yang minim akan cahaya. Terlihat siluet dua orang yang kini tengah berhadapan.
" Fokuskan serangan pada keluarga Arashi, mini malis korban dari pasukan klan maupun dari para civilian. Kita masih membutuhkan mereka." Ucap seorang kakek-kakek berambut merah pudar dengan mengenakan pakaian seorang bangsawan yang tengah terduduk di sebuah kursi, memberi perintah pada seorang berpakaian serba gelap layaknya Assassin yang kini tengah merunduk di hadapan si kakek-kakek.
"Hai!" Jawab si Assassin sambil berdiri dan berbalik.
"Kalian dengar itu!" Ucap sekali lagi si Assassin setelah berbalik menghadap beberapa Assassin yang berdiri di belakangnya.
"Ya!" Jawab mereka.
"Kalau begitu cepat laksanakan!" Perintah si Assassin tersebut dan membuat para Assassin itu melesat berlari ke luar ruangan itu.
" Lucius bersiaplah, besok kau akan dilantik menjadi kepala klan." Tiba-tiba keluar Lucius dari bayangan gelap pojok ruangan.
" Baik, tetua Koziro." Jawab Lucius berdiri di samping Koziro.
'Arashi. Maafkan kami, karna keegoisanmu kami para tetua ... terpaksa menyingkirkanmu.'
.
.
.
.
Trang
Trang
Trang
Terdengar suara logam yang beradu di klan Uzumaki. Keadaan klan sekarang sangat buruk untuk dilihat beberapa orang meregang nyawa dengan bekas tebasan yang mengalirkan darah di bagian tubuh mayat – mayat itu. Beberapa rumah terbakar dan pertempuran terjadi dimana-mana menjadikan malam itu penuh melodi dentingan, teriakan dan juga ledakan yang terdengar horor bagi beberapa penduduk. Di depan kastil utama klan Uzumaki terjadi pertempuran atau pengeroyokan puluhan Assassin melawan Arashi dan Zabuza.
Trang
Trang
'Sial! Aku tak mengira bakal sebanyak ini.' Batin Arashi sambil mengendalikan lima rantai Adamantine Attacking Chain untuk menyerang dan menangkis serangan para Assassin.
" Zabuza! Pergi dan bantu ungsikan penduduk, di sini biar aku yang mengurusnya!" Teriak Arashi pada Zabuza yang kini tengah menebas seorang Assassin dengan pedang besarnya.(kubikiribocho kalo tak salah hehehe)
Jjraasshhh
Bunyi saat kubikiribocho menebas kepala seorang Assassin.
" Tapi Arashi-sama-"
Trang
Trang
Jleb
"Jangan khawatirkan aku! Nyawa para civilian lebih penting daripada aku. Dan tolong pastikan Istri dan anakku selamat!" serunya lagi memotong ucapan Zabuza dan berhasil menusuk seorang Assassin.
Bruuuggg
" Baik! Hamba serahkan yang di sini pada Anda." Ucap Zabuza melesat pergi.
'Sial! Aku tak yakin bisa selamat tanpa luka.' Batin Arashi melihat jumlah para Assassin bukannya berkurang tapi malah bertambah banyak.
.
.
Tap
Tap
Tap
Jjraasshhh
Jjraasshhh
' Aku tak akan mengecewakan Anda Naruto-sama. Akanku jaga klan kita saat Anda tak ada di sini.' Batin Zabuza sambil berlari dan menebas beberapa Assassin yang menghalangi jalannya.
" Torune! Pimpin pasukan amankan para penduduk dan lindungi mereka bersama pasukan kita yang terluka! Aku akan membukakan jalan untuk kalian" Teriak Zabuza saat melihat Torune dan beberapa prajurit klan sedang bertarung dan melindungi beberapa civil.
Jjraasshhh
Jjraasshhh
" Baik Zabuza-sama! Kalian ikut aku ke tempat pengungsian!" Balas Torune saat melihat Zabuza berhasil membunuh beberapa Assassin.
Trang
Trang
" Pergilah, dan pastikan mereka semua aman!" Teriak Zabuza sambil menahan beberapa tebasan dari Assassin yang tersisa.
" Setelah ini saya akan kembali dan membantu Anda, Zabuza-sama!" Ucap Torune pergi dan sesekali melawan beberapa Assassin yang menyerangnya.
' Sekarang hanya tinggal pastikan keselamatan Mito-sama dan juga Karin-Hime ... Arashi-Sama tunggu saya!' Batin Zabuza setelah melihat rombongan Torune pergi.
.
.
.
.
Trang
Trang
Trang
" Sepertinya kau kesulitan Arashi ... Nii-sama."
" Lucius, dari mana saja kau! Klan sedang diserang dan kau malah menghilang!" Arashi kesal pada Lucius karna menghilang setelah insiden rapat tempo hari.
" Baiklah aku akan membantumu Nii-sama."
Destruction magic: destroyer ball
Sriiingggg
Whuuusss
Sebuah bola hitam merah melesat dari sebuah lingkaran sihir menuju Arashi.
' Sial!' Batin Arashi saat melihat sebuah bola penghancur melesat ke arahnya.
Blaarr
Sebuah tubuh terlempar dari dalam asap debu epek ledakan dari sihir bola Lucius.
Blaarr
Tubuh itu berhenti saat menjebol benteng yang mengelilingi kastil utama klan Uzumaki.
" Uhuk! K-kau! Apa maksudmu!" Terlihat Arashi keluar dari puing-puing batu sambil memuntahkan darah segar. walaupun dia sempat menahan bola itu dengan rantainya, tetapi bola itu meledak saat bersentuhan dengan rantainya dan mengakibatkan gelombang kejut yang lumayan kuat untuk mementalkannya.
' Sihir khas klan Gremory.' Batin Arashi sambil mengingat serangan yang tadi Lucius lemparkan.
" K-k-keparat kau Lucius!" Sambil melempar tatapan penuh kemurkaan kepada adiknya.
" Ah, kau masih selamat Nii-sama." Ucap Lucius dengan nada kecewa yang dibuat-buat.
" A-a-apakah K-kau juga ikut dalam rencana kudeta ini." Desis Arashi sambil perlahan bangkit berdiri.
" Huh? Maaf aku tak bisa mendengarmu. Bisa kau ulangi?" Pinta Lucius dengan wajah yang dibuat-buat.
" Apakah kau otak dari rencana ini! Lucius!" Teriak Arashi saat sudah berdiri dengan sempurna.
" Ah! Bisa dibilang seperti itu .. maksudku aku hanya ikut rencana dari para tetua klan dan selebihnya kau bisa menebak sendiri..." Beber Lucius.
" Tapi tenang saja Nii-sama. Setelah kau tersingkirkan aku dan para tetua akan menjaga serta membawa kembali kejayaan klan seperti impianmu it-"
Wwuuuusssss
Duaakkkk
Sebelum kata- kata Lucius terselesaikan, tiba-tiba Arashi melesat dan memberikan sebuah tinju penuh mana pada wajah Lucius mengakibatkan Lucius terlempar dan membentur dinding kastil klan.
Blaarrrrr
Suara benturan tubuh Lucius yang menjebol dinding kastil.
" Melihat perbuatan kalian ini ..." Ucap Arashi menggantung.
Blaarrrrr
" Aku semakin yakin harus memusnahkan kau dan para tetua brengsek itu." Tiba-tiba aura ungu membeludak dan bergerak dengan liar di sekeliling Arashi. Mengakibatkan tekanan yang mampu membuat beberapa Assassin tersisa jatuh tak sadarkan diri dengan mulut berbusa.
Whuuusss
Whuuusss
" Arashi-sama! Kami datang untuk membantu Anda." Tiba-tiba Zabuza dan beberapa Assassin dan prajurit klan yang masih setia pada Arashi muncul di belakang Arashi.
" Kau sudah mengamankan penduduk dan juga keluargaku." Desis Arashi sambil memandang tajam sebuah lubang di kastil akibat benturan Lucius.
" Hai tuanku! Semua penduduk sudah diungsikan bersama keluarga Anda." Balas Zabuza.
Tap
Tap
Tap
Terdengar suara langkah kaki yang mendekat dari dalam lubang kastil.
" Ah kau sangat bernafsu sekali ... Nii-sama." Ucap Lucius keluar dari lubang bekas benturan tubuhnya.
Whuuusss
Whuuusss
Whuuusss
" Sepertinya kau butuh bantuan Lucius." Ucap Koziro datang bersama beberapa Assassin dan para tetua.
Terlihatlah sekarang dua kubu yang saling berhadapan siap untuk menyerang kapan saja.
" Arashi! Pikirkan kembali soal pelantikan putramu maka kita tak perlu melakukan pertempuran ini." Ucap Koziro pada Arashi yang kini masih dengan aura yang membeludak.
" Pilihanku tak akan pernah berubah." Jawab Arashi.
" Keegoisanmu hanya akan membawa klan kita pada kehancuran Arashi!" teriak Koziro muak akan sikap Arashi yang keras kepala.
" ... "
" Ku rasa tidak ada pilihan lain." Ucap Koziro mulai melangkah maju diikuti oleh pasukannya.
" Ya kau benar .. tak ada pilihan lain." Balas Arashi mulai berjalan maju dan semakin cepat.
" Kau harus mati!" Teriak mereka sambil berlari dan mengikis jarak di antara mereka.
Trang
Trang
Whuuusss
Blaarr
Blaarrrrr
Pertempuran antar kubu tak bisa terelakkan lagi. Terlihat dari kedua kubu saling menyerang menggunakan senjata maupun sihir.
Criiingggg
Criiingggg
Suara rantai yang saling beradu antara kedua kubu tersebut.
Terlihat ada beberapa anggota klan Uzumaki dari kubu Arashi maupun kubu Koziro mengeluarkan Adamantine Attacking Chain untuk menjatuhkan lawan mereka masing-masing.
"Arashi! Kami sudah muak dengan sipatmu itu." Ucap Koziro sambil meluncurkan sebuah rantai berwarna ungu menuju Arashi.
Sriiingggg
Traaanggg
" Semua tindakkanku semata-mata hanya untuk kepentingan klan dan seluruh orang didalam-Nya." Ucap Arashi sambil menahan serangan Koziro.
Destruction magic: laser shot
Sriiingggg
Cuuuiiinggg
Tiba-tiba sebuah sinar laser sebesar tiang lampu jalan melesat ke arah Arashi yang kini tengah sibuk bertahan dari serangan beberapa tetua.
Defense magic: shield
Duaarrr
Sebelum laser tersebut mengenai Arashi, Zabuza terlebih dahulu menciptakan sihir pertahanan berbentuk perisai besar berwarna biru yang langsung memblok serangan Lucius.
" Lawanmu adalah aku." Ucap Zabuza pada Lucius.
" Momochi Zabuza, kau hanya orang luar yang tak tahu apa pun. Sebaiknya kau beserta anak buahmu pergi sekarang juga." Ucap Lucius sambil mengeluarkan sihirnya kembali.
" Mungkin kau benar." Balas Zabuza membuat sebuah senyuman tercipta di wajah Lucius.
" Tapi maaf, aku dan anak buahku telah bersumpah untuk menjaga klan ini pada Naruto-sama!" Ucapnya lagi sambil melesat pada Lucius.
" Cih!"
Destruction magic : shooting Star
Sriiingggg
Whuuusss
Tiba-tiba di atas kepala Lucius muncul lingkaran sihir yang melontarkan sebuah serangan berbentuk bintang jatuh kearah Zabuza.
Elemen magic : Dragon water
Sriiingggg
Groooaaa
Dengan cepat Zabuza merapalkan mantra dan menciptakan lingkaran sihir yang mengeluarkan serangan berbentuk ular naga yang mengaum menuju serangan Lucius.
Duuuaarrrrrrr
Whuuusss
Suara benturan antara kedua serangan itu. Tetapi sihir Zabuza tak cukup kuat untuk menahan sihir Lucius terbukti dengan sihirnya yang tetap melesat kearah Zabuza.
" Apa!" Teriak Zabuza terkejut melihat sihirnya gagal menahan serang Lucius.
Whuuusss
Blaarrrrr
Dan akhirnya sihir itu menghantam tanah dan menciptakan ledakan yang lumayan keras.
Jrasssss
Jrasssss
Jrasssss
"Zabuza-sama!" Teriak Torune saat melihat serangan itu mengenai pemimpinnya.
Jrasssss
"Torune! Kau harus fokus! Percayalah pada Zabuza-sama. " Ucap Fu menyelamatkan Torune dari seorang Assassin yang hampir menikam jantungnya.
" Terima kasih Fu." Ucap Torune.
Trang
Trang
" Tak masalah, sekarang fokuslah pada para Assassin ini." Ucap Fu sambil menahan beberapa tebasan dari Assassin.
.
.
" Koziro, apakah perlu semua ini dilakukan?" Tanya Arashi sambil mengeluarkan lima buah rantai mana.
" Kau yang tak memberi kami pilihan Arashi." Balas Koziro.
" Cih! Apakah kalian tidak paham akan maksud tindakanku!" Teriak Arashi sambil mulai menyerang para tetua.
Criiingggg
Criiingggg
Criiingggg
" Kaulah yang terlalu keras kepala, Arashi!" Balas Koziro.
.
.
Terlihat mayat–mayat berserakan dimana-mana dengan darah-darah yang menggenang di beberapa tempat. Pemandangan yang akan mengiris hati bagi siapa pun yang melihat kedua kubu ini saling membunuh. Kedua kubu ini memiliki tujuan yang sama, yaitu mereka ingin kejayaan klan mereka. Tetapi karna perbedaan ideologi dan juga rasa egois dihati mereka, hanya memerlukan api kecil dan ledakan akan terjadi di antara kedua kubu ini.
Tak ada satu pun yang ingin mengalah. Walau pada kenyataan mereka semua saudara, Amarah dan dengki telah merasuk hati mereka sehingga tega untuk membunuh saudara mereka sendiri.
Blaarrrrr
Blaarrrrr
Blaarrrrr
Tiba-tiba beberapa bola api menyerang kedua kubu itu dan menambah jumlah korban yang telah jatuh.
" Wah, wah, wah. Sepertinya ada pesta meriah di sini, dan kalian semua tega sekali tak mengundangku." Balas seseorang yang baru datang.
" Siapa kau!" Teriak tetua Honda.
" Ah perkenalkan aku adalah ... Riser Mr.4 dari perserikatan timur." Ucap seseorang berambut pirang dengan mengenakan jubah berwarna hitam dengan lambang sepasang sayap merpati putih yang terbuka lebar.(Riser Phenex)
" Apa tujuanmu?" Tanya Arashi pada Riser yang kini berdiri di dihadapan mereka.
" Ah, tujuan- maaf maksudku misiku kesini adalah..."
Whuuusss
" Memusnahkan klan Uzumaki tanpa sisa." Ucap Riser sambil meluncurkan sebuah bola api sebesar bus menuju Arashi dan para tetua yang kebetulan sedang berdekatan.
Blaarrrrr
Dan bola api itu sukses menghantam tempat Arashi dan para tetua menghasilkan asap yang membungbung tinggi ke langit.
Criiingggg
Criiingggg
Terdengar suara gemerincing rantai dari dalam asap itu
Whuuusss
Sebuah tiupan angin berhasil menyingkirkan asap itu dan memperlihatkan kubah besar terbuat dari beberapa rantai.
" Sepertinya kita harus mengesampingkan urusan kita." Ucap seseorang dari dalam kubah rantai.
Cring
Cring
" Kau benar. Musuh sesungguhnya ada di hadapan kita." Balas orang kedua bersamaan dengan hilangnya rantai mana tersebut. Terlihat kini Arashi dan para tetua berdiri ditempat-Nya tanpa luka sedikit pun.
" Jadi kau anggota dari kelompok yang di pimpin oleh si keparat ... Hashirama." Ucap Arashi sarat akan kebencian.
" Untuk ukuran orang yang pernah dikalahkan ketua, kau tidak layak memanggil nama ketua dengan tidak hormat seperti itu." Gumam Riser saat mendengar nama ketuanya dilecehkan.
" Kau tahu organisasi itu?" Tanya Koziro saat mendengar kata-kata Arashi.
" Ya, pemimpinnyalah yang menjadi alasan kenapa kekuatanku menghilang dan juga orang yang sama dengan yang menanamkan curse magic pada putraku." Jelas Arashi membuat tubuh beberapa tetua tersentak.
" Jadi bisa disebut organisasi inilah yang menjadi dalang klan kita jadi dipandang sebelah mata." Ucap Koziro.
" Itulah kenapa kau tidak bisa mengalahkan kami berlima tadi." Tambah Koziro.
" Keparat!" umpat Honda.
" Waspadalah, aku yakin dia bukan orang sembarangan."
" Kenapa harus takut! Dia sendiri dan Kita habisi saja bersama!"
"Ohohoho sepertinya kalian salah paham!"
Whuuusss
Whuuusss
Whuuusss
" Aku bersama pasukanku akan memusnahkan kalian malam ini juga." Ucap Riser setelah ratusan Assassin muncul dibelakang-Nya.
" Ini akan menjadi malam yang panjang." Gumam Arashi.
" Dengarkan aku!" Teriak Arashi.
" Saat ini klan dalam bahaya! Aku tahu tadi kita adalah musuh, tetapi bukannya tujuan kita sama? Sekali lagi aku mohon pada kalian! Pinjami aku kekuatan kalian dan kita lindungi klan kita bersama-sama!" Teriak Arashi menyita perhatian semua orang
" Yaa!" teriak semangat antara kubu Arashi dan kubu Koziro.
" Dengan senang hati Nii-sama." Ucap Lucius berdiri di samping Arashi.
" Sepertinya kita semua terlalu egois dengan pemikiran kita sampai-sampai melupakan fakta bahwa kita semua saudara." Ucap Koziro.
" Kau benar, tak seharusnya kita tercerai berai seperti ini." Ucap Arashi membenarkan ucapan Koziro.
" Saudaraku! Kita bantai musuh di hadapan kita! Merekalah dalang dari semua rasa hina yang kita tanggung! Mereka musuh sebenarnya yang harus kita musnahkan! Kita balas malu yang mereka torehkan di wajah kita!" Teriak Lucius semakin menguatkan mental dari kedua kubu yang tadi berseteru.
" Serang!" Seru Lucius melesat dan di ikuti oleh pasukan gabungan kedua kubu.
" Whoaa!"
" Bantai mereka semua!"
" Ya walaupun kami Assassin sewaan yang tak ada sangkut pautnya dengan masalah klan ini, tapi saat mendengar kata-katanya kami memutuskan untuk membela klan ini."
" Ayo maju!"
" Kalian dengar itu? Mereka ingin membantai kita semua. Apakah kalian akan diam saja!" Teriak Riser.
" Tidak!" Balas pasukan Assassin Nya.
" Kalau begitu serang! Kita musnahkan semua serangga ini!" Teriak Riser ikut melesat
" Yaa!" Balas pasukannya.
Tap
Tap
Tap
Trang
Trang
Benturan antara kedua kubu pun terjadi mengawali pertempuran yang sebenarnya pada malam itu.
Destruction magic : laser shot
Destruction magic : giant cannon
Destruction magic : shooting star
Sriiingggg
Duaarrr
Duaarrr
Duuuaarrrrrrr
" Maafkan aku dik, dulu aku terlalu kecewa atas tindakanmu." Sesal Arashi melihat adiknya dengan semangat membela klannya.
Dia terlalu termakan oleh amarah dan rasa kecewa dihatinya sehingga melupakan pakta bahwa adiknya dulu selalu mendapat tekanan dari orang tuanya karena tidak bisa melakukan sihir khas Uzumaki. Membuat adiknya memilih pergi untuk belajar sihir di klan lain.
" Baiklah aku juga tak akan kalah!"
Adamantine Attacking Chain
Cring
Cring
Cring
Muncul puluhan rantai dari tanah dalam radius dua meter dari tubuh Arashi dan mulai melesat menyerang musuh di sekelilingnya.
" Ohok! Sial manaku tidak sebanyak dulu." Ucap Arashi sambil memuntahkan darah.
" Jangan terlalu memaksakan diri Arashi, maaf Arashi-sama." Ucap Koziro sambil bergabung membantu Arashi.
Elemen magic : fire lion
Elemen magic : Dragon Roooaarrrrr
Duaarrr
Duaarrr
"Hahahahaha musnahlah kalian para serangga!" tawa Riser menggila sambil melontarkan sihir api pada pasukan musuhnya.
" Ck kita harus mengurus orang gila di sana terlebih dahulu." Ucap Koziro melihat Riser membantai pasukan mereka.
Criiingggg
Criiingggg
Criiingggg
Lima buah rantai ungu melesat kearah Riser dan disadari olehnya.
Elemen magic : phenex bird
Whuuusss
Whuuusss
Tiba-tiba terlihat beberapa burung api melesat kearah rantai mana tersebut.
Duuuaarrrrrrr
Benturan kedua sihir tersebut.
" Cih! Sihir apinya tak bisa dianggap remeh." Ucap Koziro saat sihir rantainya di gagalkan oleh Riser.
" Hahahahaha serangan lemah seperti itu tak akan sanggup untuk menyentuhku." Ucap Riser.
Sriiingggg
" Ini baru serangan!"
Elemen magic : meteor
Sebuah lingkaran sihir raksasa tercipta dilangit dan memuntahkan bola api berdiameter sepuluh meter melesat menuju Arashi dkk. dengan cepatnya.
Glek
" Dia benar-benar ingin memusnahkan kita tanpa sisa." Gumam Koziro melihat sebuah meteor api melesat kearah mereka
Whuuusss
Tiba-tiba beberapa meter lagi sihir api itu mencapai targetnya.
Ancient magic: Mirror shield
Duaaaaaarrrrrrrrrrr
Terjadi ledakan yang sungguh dahsyat saat bola api itu meledak dan meninggalkan asap debu yang membumbung tinggi dan juga beberapa nyala api yang masih terlihat.
" ... "
" ... " Hening tak ada yang bersuara setelah ledakan itu, pertempuran itu terhenti akibat efek ledakan sihir Riser.
"Hahahahaha musnahlah kalian para serangga tidak berguna!" dan tawa Riser memecahkan keheningan tersebut.
Whuuusss
Sebuah tiupan angin berhasil menyingkirkan asap itu dan memperlihatkan sebuah sihir pelindung seperti sebuah cermin.
Praaanggg
Perisai itu pecah dan memperlihatkan Arashi dan para tetua yang selamat dengan beberapa patung kesatria batu yang merentangkan tangannya.
" Sepertinya kau membutuhkan bantuan ... Tou-sama." Ucap sebuah makhluk ber armor hitam tebal di seluruh tubuhnya berwarna hitam dengan beberapa bagian berwarna merah, memiliki dua garis kecil berwarna merah di bagian matanya. (Bayangan Hulkbuster berwarna hitam dengan beberapa bagian berwarna merah berukuran lebih kecil.)
" Akhirnya kau muncul juga ... Naruto."
.
.
.
.
Tbc
Krik krik krik
Oke aku tau ini super gj hehehe
Maaf baru up sekarang karna ada beberpa kendala
(Uts bro)
Oke Saya akan menjawab beberapa pertanyaan yang para raider ajukan.
Untuk yang pertama:
Silver Haruna : Sepertinya masih belum terpikirkan hehehe mungkin bakal muncul di season kedua.
BE-SAMA : Hoho saya suka pertanyaan anda.
Pertanyaan pertama
Ama-chan saya sembunyikan dulu dan akan muncul di chap depan dan alasan dia menghilang beberapa chapter kemarin
Pertanyaan kedua
Soal kemampuan membaca ingatan venom
Pertama mayat Assassin yang menyerang naruto musnah akibat ledakan bom bunuh diri dan Assassin yang selamat telah melarikan diri.
Kedua kenapa gak memeriksa orang-orang di klannya? Karena naruto masih menyembunyikan soal venom pada orang-orang klan Uzumaki dan syarat utama membaca pikiran adalah disentuh langsung oleh venom.
Dan kalo anda bertanya soal kemampuan membaca niat jahat. Saya jawab di chapter ini. Kedua kubu tak ada yang memiliki niat jahat alasan tindakan mereka adalah untuk kebaikan klan menurut ideologi mereka sendiri.
1Fazakhi indra
Hanya untuk season satu nanti di season dua akan kembali ke ke venom original.
Uzunami1: saya tidak tahu kalo chapter The Worst One ada 3334 chapter -_-'
Dan soal inpirasi ini murni dari kepala saya. Kalo ada kesamaan atau apalah mungkin ini hanya kebetulan semata.
Oke itu saja yang saya bisa jawab
Bocoran kemampuan Venom
1 Memanipulasi anggota tubuhnya menjadi senjata tajam ( Tonix)
2 Memanipulasi anggota tubuhnya menjadi senjata tumpul (Riot)
3 Mengeluarkan sulur dari tubuhnya ( Tonix dan beberapa simbiosis lainnya)
4 Membaca pikiran
5 Merasakan niat jahat
6 Mengeraskan bagian tubuh layaknya armor
Dan tak lemah layaknya simbiosis lainnya pada api dan suara bising.
Kelemahan jika inang mati diapun ikut mati.
Udah ada tiga mode sejauh ini
Pertama Venom Original saat marah.
Kedua Armor Agent Venom mode stabil antara kekuatan dan kecepatan.
Ketiga Armor Hulkbuster untuk mode kekuatan.
Ya gitu saja untuk chapter ini sekian dari saya, maaf bila banyak kekurangannya.
.
.
.
The Scientist chapter 7 Chomplete.
