LOVE EACH OTHER

BONUS

.

Alurnya di percepat...

.

.

2 bulan setelah menikah Daehyun dibuat kewalahan dengan sikap manja Youngjae yang tidak mau lepas darinya, bahkan saat di kampus istrinya itu selalu menempelinya. Daehyun tidak masalah dengan hal itu dia malah senang tapi sikap posesifnya membuat teman-teman Daehyun was-was untuk mendekati namja tan itu apalagi yeoja

Pernah sekali Youngjae melihat seorang yeoja berbicara dengan Daehyun tentang tugas mereka tiba-tiba Youngjae datang dan langsung memarahinya

"Mau apa kau? Apa kau ingin menggoda suamiku? Tanya Youngjae ketus

"Sayang jangan seperti itu, dia hanya bertanya tentang tugas yang diberikan Prof. Kim" ujar Daehyun lembut

"Bisa saja kan dia menggunakan alasan itu untuk mendekatimu" ucap Youngjae sambil melirik yeoja itu tajam

"Maaf Youngjae-ssi aku sudah punya kekasih dan aku tidak berniat menggoda suamimu. Kau tenang saja walaupun banyak yeoja yang berusaha dia hanya akan memilihmu" ujar yeoja tersebut sambil tersenyum dia tau kondisi Youngjae yang sedang sensitif "Kalau begitu aku duluan" lanjutnya pamit

"Dengarkan apa katanya. Jangan marah-marah seperti itu ingat ada happiness didalam sayang" ujar Daehyun lalu memeluk Youngjae

"Aku tidak suka melihatmu dekat dengan yeoja atau namja genti. Nanti kau tergoda dan meninggalkanku lagi" Youngjae berkata sambil mengerutkan bibirnya

"Jika aku seperti itu mana mungkin aku akan bertahan dan tetap mengejarmu selama 4 ini Jung Youngjae" jelas Daehyun lalu mengecup singkat bibir istrinya, mengingat ini masih di daerah kampus jadi dia mencoba menahan diri

"Sudah ya sekarang kita ke rumah sakit waktunya untuk cek up. Para umma sudah menunggu" ajak Daehyun istrinya hanya menggangguk patuh

Mereka pergi ke rumah sakit dan mengecek kandungannya sudah 3 bulan lebih, Daehyun tersenyum bahagia melihat bayi mereka saat dokter menunjukannya di layar. Dokter mengatakan jika bayi mereka sehat dan kuat bulan depan mereka bisa mengetahui jenis kelaminnya

.

.

2 bulan kemudian

Kandungan Youngjae sudah 5 bulan dia sudah tidak lagi kuliah, Daehyun berserta kedua orang tua mereka melarangnya tidak ingin melihat Youngjae kelelahan. Beruntung sekarang istrinya itu sudah tidak mual-mual lagi tapi masih tetap manja

"Dae besok kelulusanmu. Kau mau hadiah apa dariku?" tanya Youngjae saat mereka bersiap tidur

"Bagaimana jika kau memberiku kehangatanmu sayang" jawabnya menggoda sang istri

"Ishh dasar mesum" Youngjae memukuli suaminya dengan bantal

"Apa yang salah sayang aku mesum pada istriku sendiri" ujarnya "Lagi pula itu bagus untuk kandunganmu, bisa membantu memperlancar kelahiran happiness" lanjut Daehyun membuat Youngjae heran

"Kau tau dari mana semua itu?" tanya istrinya

"Appa yang memberitahuku" jawab Daehyun

Hubungannya dengan sang appa sudah semakin membaik bahkan appanya sering memberi masukan tentang gaya bercinta padanya, dan dia dengan senang hati mendengarkan appanya yang terkadang membuat Sanghyun risih jika hyungnya itu ada disana

Daehyun dan Youngjae tinggal di rumah keluarga Jung setelah menikah, mereka akan pindah ke rumah yang sudah disiapkan Daehyun untuk istrinya jika Youngjae sudah melahirkan nanti

"Sekarang aku tau darimana semua sikap keras kepala dan mesummu itu berasal. Kau dan appa Jung sama saja ternyata" ujar Youngjae

"Tentu saja dia kan appaku, jika tidak mirip lalu aku anak siapa" ujar Daehyun membuar istrinya kesal

"Tidur saja sana. Aku melas mendengarmu" namja manis itu lalu menarik selimut untuk tidur, dia bahkan membalikan badannya memunggungi Daehyun

"Jae kau tidak minta ku peluk seperti biasa?" tanya Daehyun masih menggoda istrinya

"Tidak mau, nanti tanganmu kemana-mana lagi" ujarnya

"Ya sudah kalau tidak mau, jangan bangunkan aku jika aku sudah terlelap ya" balas Daehyun lalu tidur membelakangi Youngjae, mendengar itu namja manis itu lalu membalikan badannya dan memeluk pinggang suaminya dari belakang

"Kau jahat sekali, aku tidak bisa tidur jika kau tidak memelukku" ujarnya cemberut "Happiness akan selalu menendang jika tidak dipeluk appanya" lanjutnya sambil mengelus perutnya

Daehyun membalikan badannya dan memeluk istrinya "Tadi katanya tidak mau dipeluk, kenapa sekarang marah merajuk seperti itu hmm?" ujar Daehyun "Happiness jangan terus menendang sayang, ummamu nanti kesakitan lagi" lanjutnya lalu ikut mengelus perut Youngjae

Bayi mereka terkadang selalu menendang dan hanya Daehyun yang bisa mengatasinya, itu membuat Youngjae sulit jika Daehyun tidak dirumah

"Peluk aku Dae, aku tidak bisa tidur jika tidak dipeluk" ucap Youngjae manja

"Iya sayangku. Sekarang tidur kita harus bangun pagi" ucap Daehyun lalu mengelus rambut istrinya sampai tertidur

Besoknya mereka semua pergi ke kampus untuk menghadiri kelulusan Daehyun, kedua orang tua Youngjae juga hadir untuk melihat menantu mereka. Youngjae tetap senang walaupun dia belum merih gelar sarjana tapi melihat Daehyun bisa lulus dia sudah bahagia, dan suaminya itu meraih predikat cum laude setelah mereka menikah Daehyun mempercepat studinya karena tidak mendapat kendala pada nilai-nilainya

"Hebat sekali kau jarang masuk kelas tapi nilainya masih tetap bagus, dapat cum laude lagi" Kyungsoo mencibir Daehyun

Kekasih Kai itu memang senior mereka tapi dia pernah mengambil cuci kuliah membuatnya bisa sekelas dengan mereka bertiga

"Bilang saja kau iri karena tidak mendapat cum laude" ejek Daehyun

"Aku tidak iri setidaknya aku masih beruntung dari pada sih hitam ini. Entah kapan lulusnya jika dirinya hanya tidur dalam kelas" ujar Kyungsoo pada Kai membuat mereka tertawa

"Dengar itu Kai" ejek Youngjae

"Jangan mengejekku Soo-ya, dan kau juga Jae apa kau lupa jika suamimu juga hitam?" ujar Kai kesal

"Biarpun suamiku hitam tapi dia lebih Cerdas darimu, lihatlah ini" ujar Youngjae sambil membanggakan Daehyun, membuat Kai kesal

"Sudah jangan bertengkat, sebaiknya kita ambil foto" ujar Tuan Jung menghentikan mereka

Setelah mengambil foto-foto mereka pulang dan merayakan kelulusan Daehyun dirumah kecuali Kai dan Kyungsoo. Keluarga mereka merayakannya dengan sederhana dengan pesta barbeque

"Daehyun-ah. Apa kau keberatan jika appa memintamu untuk memegang kendali di perusahaan Yoo?" tanya Tuan Yoo pada Daehyun

Daehyun kaget dengan permintaan mertuanya dia menatap appanya yang masih diam menunggu besannya untuk melanjutkan ucapannya

"Aku tidak mungkin menyerahkannya pada Youngjae kan dia akan sibuk mengurusmu dan bayi kalian nanti" ujar Tuan Yoo

"Aku tidak masalah jika itu permintaan appa sendiri" ujar Daehyun "Tapi apa appa tidak masalah dengan itu?" tanya Daehyun pada appanya

"Itu keputusanmu Dae, appa akan menerima apapun keputusanmu dan untuk perusahaan kita sekarang sudah ada hyungmu yang menggantikan appa. Jangan khawatir appa akan pastikan dia tidak akan mengacau" ujar Tuan Jung pada Daehyun

"Baiklah. Tapi biarkan aku mulai dari bawah appa, aku tidak ingin meraih sesuatu dengan instan dan akhirnya malah akan menjadi masalah kedepannya nanti" pintanya

Tuan Yoo tersenyum dan mengangguk

.

.

4 bulan kemudian

Daehyun berlari dilorong rumah sakit saat dirinya sedang berada diruang rapat tadi dia mendapat pesan dari ummanya kalau Youngjae akan segera melahirkan. Dia segera pergi meninggalkan rapatnya setelah memberitahukan alasannya pergi

Setelah sampai di depan ruang bersalin dia melihat kedua orang tua mereka sudah berkumpul disana

"Umma bagaimana Youngjae?" tanyanya

"Youngjae sudah di dalam dokter sudah memeriksanya" jawab ummanya lembut

Ckleck

"Jung Daehyun-ssi. Youngjae-ssi meminta anda masuk" ujar seorang perawat

Daehyun masuk dia mendekati Youngjae yang sudah berteriak kesakitan dan mencoba menenangkan istrinya itu dengan mengusap pelan keningnya

"Kenapa kau lama sekali. Apa kau tidak tau aku menunggumu" teriak Youngjae saat melihat Daehyun

"Maafkan aku sayang tadi aku sedang rapat" ucapnya lembut sambil menenangkan istrinya itu

"Apa rapatmu lebih penting dari padaku eoh?" tanya Youngjae masih kesal lalu menjambak rambut Daehyun dan membuatnya berantakan sambil berteriak sakit, namja tan itu hanya bisa mengiris sakit tidak melakukan apapun dia tau istrinya lebih merasa sakit

"Youngjae-ssi tenanglah dan coba atur nafasmu. Sepertinya anak kalian tidak sabar untuk keluar" ujar Dokter tersebut

Youngjae diam dan mencoba mengatur nafasnya dia mengikuti arahan dokter menarik nafas lalu mendorongnya kuat, dia terus melakukannya seperti itu berulang-ulang

"Dae.. sakit" cicitnya pada Daehyun

"Kau bisa sayang, kau kuat" ucapnya lembut "Bukankah kau sudah tidak sabar menantikan anak kita lahir? Aku pun begitu Jae, berjuanglah aku akan berada disampingmu dan menggengam tanganmu" lanjutnya

Youngjae mengangguk pelan dia mengeratkan genggaman tangannya pada lengan Daehyun hingga kuku-kukunya menancap membuat lengan namja tan itu sedikit terluka. Dia mulai mendorong lagi lebih kuat sambil membatin "Dia harus kuat dia tidak ingin mengecewakan Daehyun"

"Dorong lebih kuat Youngjae-ssi, kepalanya sudah terlihat" ujar dokter

"Ayo sayang kau bisa" ucap Daehyun dengan tenang, meskipun dia panik melihat istrinya yang kesakitan tapi dia tidak boleh menujukkannya pada namja manis itu

Youngjae menarik nafas dalam lalu mendorongnya kuat-kuat

"AKKKK DAEHYUN" teriaknya saat anak mereka keluar. Suara tangisan bayi memenuhi ruangan itu. Youngjae mengempaskan tubuhnya di ranjang dia merasakan lemas setelah berjuang melahirkan bayi mereka

"Anak kita sudah lahir sayang. Terima kasih" ujar Daehyun dengan mata berkaca-kaca lalu menciumi wajah seluruh Youngjae

"Dia perempuan. Selamat untuk kalian" ucap dokter itu lalu membawanya mendekati Youngjae lalu menaruh bayi itu di dekapannya

"Dia cantik sepertimu sayang" ujar Daehyun tersenyum

"Aku masih lelaki Dae dan aku tampan" ucapnya terdengar lemas tidak ingin dikatakan cantik membuat Daehyun tertawa

"Kami akan membersihkannya dulu lalu membawanya ke ruangan kalian nanti" ucap dokter lalu membawa bayi mereka untuk dibersihkan

.

Seluruh keluarga mereka berkumpul di ruang vvip rumah sakit itu minus Sanghyun, hyung Daehyun itu sedang berbulan madu bersama istrinya yang 2 bulan lalu baru menikah. Senyum bahagia mereka menyambut anak Daehyun dan Youngjae, mereka bergantian memeluk bayi mungil itu

"Kalian sudah menyiapkan nama untuknya kan?" tanya Himchan sambil mencolek pipi bayi itu yang berada di gendongan Nyonya Jung "Jangan katakan kalau kalian akan memanggilnya happiness? Lanjunya curiga

"Tentu saja tidak. Daehyun sudah punya nama" ujar Youngjae menatap suaminya yang duduk di ranjang dengannya

"Jung Eun Hee" ucap Daehyun

"Eun Hee? Apa itu artinya sama dengan kebahagiaan?" tanya Nyonya Jung

"Iya umma" ujar Youngjae sambil meletakkan kepalanya di pundak Daehyun

"Nama yang bagus" ucap Tuan Jung menimpali lalu tersenyum pada Daehyun

"Ish Channie Hyung tanganmu bisa membangukannya" ujar Kai yang melihat tangan hyungnya tidak berhenti mencolek pipi Eun Hee

Oekkk..oekkk

Baru saja Kai berkata Eun hee sudah mulai menangis karena merasa terganggu dengan tangan Himchan yang terus mencolek pipinya

"Kim Himchan" geram Nyonya Kim tapi malah dibalas cengiran oleh Himchan

Mereka mencoba membuat Eunhee tenang tapi tidak bisa, Daehyun yang melihat anaknya masih menangis mencoba mengambil alih Eunhee baru saja menggendongnya tangisan putrinya itu perlahan berhenti dan kembali menutup mata

"Ehh dia tidur lagi?" heran Daehyun

"Awww.. such a daddy's girl" ucap mereka semua yang berada di dalam kamar itu pada Daehyun

Youngjae tidak heran karena selama dia hamil yang bisa mengontrolnya hanya Daehyun "Sepertinya anak mereka akan sangat bergantung pada appanya" batin Youngjae

.

.

.

4 tahun kemudian

Hari ini kediaman keluarga Jung sangat ramai, keluarga besar mereka akan mengadakan barbeque yang biasa dilakukan sebulan sekali secara bergantian dirumah masing-masing

Mereka semua sedang sibuk tapi anak perempuan yang berambut hitam panjang sebahu dengan kulit putih susu itu sibuk berlarian kesana kemari sambil menghindari sang kakek dari appanya yang mencoba menangkapnya

"Eunhee-ya cukup berlarinya sayang kakekmu sudah lelah" ujar Youngjae tapi tidak didengar putrinya itu

"Bukankah dia mirip denganmu Youngie" ujar Nyonya Yoo

"Ish umma aku tidak seperti itu" cibir Youngjae

"Waktu kecil kau persis seperti Eun Hee, manja dan suka membuat masalah" ujar Nyonya Yoo membuat Youngjae menggerutu tidak jelas

Karena satu-satunya anak perempuan Eunhee menjadi kesayangan keluarga mereka apapun yang diminta akan dituruti mereka dengan mudahnya

Hup

"Sudah berlarinya sayang, nanti kau jatuh" ujar Daehyun yang baru pulang kantor, dia melihat putri kesayangannya itu berlarian tanpa berhenti langsung menangkapnya

"Appa pulang" ucapnya heboh langsung memeluk Daehyun "Appa tidak lupa hadiahku kan?" tanya Eunhee saat melepas pelukannya

"Tentu tidak sayang. Ini" ucapnya lalu memberikan boneka beruang permintaan Eunhee

"Yeay. Terima kasih appa" Eunhee kembali memeluk dan mencium pipi Daehyun, membuat namja tan itu tersenyum dengan tingkah manis putrinya

"Ayo masuk, appa kangen ummamu" ajaknya

"Gendong" pinta Eunhee sambil mengangkat kedua tangannya dengan mata yang berbinar. Menggemaskan seperti Youngjae jika sudah seperti ini mana bisa Daehyun menolak

.

Keluarga mereka berkumpul di taman belakang sambil bercengkrama Daehyun berbicara bisnis appa, mertua dan hyungnya. Daehyun sudah mengantikan Tuan Yoo di perusahaan hanya dengan waktu setahun namja tan itu langsung meraih jabatan CEO, awalnya dia menolak karena merasa terlalu cepat tapi mertuanya beserta beberapa atasannya sudah merasa kalau dia pantas mendapatkan posisi itu. Mereka berbicara dan bercanda bersama sebelum Eunhee membuat mereka terdiam

"Umma. Appa kapan aku punya adik?" tanya Eunhee polos membuat semuanya diam. Daehyun saling melirik istrinya yang terdiam

"Aku bosan bermain dengan kakek terus. Sebentar lagi Taeoh juga akan punya adik" lanjutnya

Taeoh adalah anak Kai dan Kyungsoo, usia mereka berbeda setahun. Eunhee dan Taeoh sangat dekat kedua anak itu akan bermain dan berteriak heboh jika bertemu membuat umma mereka pusing dengan tingkah keduanya

"Appa dan umma akan membuatnya malam ini. Kau sabar ya" ujar Daehyun

Pletak.. ciit

"Akkh" suara Daehyun terdengar kesakitan saat Youngjae mencubit lengannya dan ummanya mengijak kakinya, sementara yang lain hanya menertawakan Daehyun

"Makanya kalau bicara di sensor dulu. Bisa-bisanya kau bicara seperti itu pada anakmu" ujar Tuan Jung sambil menahan tawanya

Sementara itu Eunhee hanya menatap polos kedua orang tuanya, melihat itu Youngjae hanya tersenyum lalu berucap

"Kau harus sabar menunggu sayang" mendengar itu Eunhee tersenyum lalu mengangguk lucu

.

Youngjae menutup pintu kamar Eunhee setelah menidurkan putri kesayangannya itu, dia menjerit tertahan saat suaminya mengangkat dirinya ala bridal style lalu membawanya ke kamar mereka

"Apa yang mau kau lakukan?" tanyanya setelah Daehyun menidurkannya diranjang lalu menindihnya

"Apa lagi? Tentu saja kita akan buat adik untuk Eunhee" jawab Daehyun lalu mencium istrinya

Namja manis itu membalas ciuman Daehyun lalu mengalungkan tangannya ke leher namja tan di atasnya, dia membalas ciuman suaminya dan membuka bibirnya membiarkan lidah Daehyun bermain di dalam mulutnya. Ciuman Daehyun pindah ke cuping telinga lalu turun ke leher Youngjae sementara tangannya meraba seluruh tubuh atas istrinya

"Eungg.. Dae tunggu dulu" Youngjae mencoba menghentikan Daehyun dia teringat sesuatu setelah suaminya meraba perutnya

"Apa lagi sayang?" tanya Daehyun tapi tidak berhenti menciumi lehernya

Youngjae mendorong tubuh suaminya pelan memerikan jarak lalu dia membuka laci nakas sebelah tempat tidur mereka dan mengeluarkan sebuah amplop, dia memberikannya pada Daehyun yang terduduk di tepi ranjang

"Apa ini? Kau sakit?" tanya Daehyun setelah matanya melihat logo rumah sakit

"Buka saja" ujar Youngjae

Daehyun menurut dia duduk lalu membuka amplop itu seketika matanya membola melihat isi amplop tersebut

"Kau hamil?" tanyanya kaget setelah membaca hasil dan dia melihat foto hasil usg

"Iya. Baru 9 minggu" jawab Youngjae tertawa melihat ekspresi lucu suaminya

"Tapi aku tidak pernah melihat gejala morning sick padamu selama ini" ujarnya heran

Youngjae menatap Daehyun sambil mengangkkat alisnya lalu menunjuk namja tan itu

"Kenapa?" Daehyun bertanya heran

"Tidak semua orang hamil harus dia juga yang merasa morning sick Dae, pasangnya juga bisa merasakan gejala itu" terang Youngjae membuat Daehyun sadar sesuatu kalau selama beberapa minggu ini dia yang mengalami mual-mual tengah malam dan nafsu makannya sedikit berubah

Dia mengusap wajahnya lalu tersenyum "Aku baru mau meminta anak kedua padamu tapi kau sudah memberikannya padaku bahkan sebelum aku memintanya" ujarnya senang

"Tidak perlu memintanya sayang aku akan memberikan apapun padamu" Youngjae memeluk Daehyun. Mereka kembali berbaring sambil berpelukan

"Aku ingin anak laki-laki"

"Memiliki anak itu bukan seperi kau memesan pizza Dae, tinggal memesan lalu mendapatkan pesannan yang sesuai dengan keinginanmu" ujar Youngjae setelah mendengar permintaan suaminya

"memangnya apa yang salah dengan anak perempuan? Apa kau trauma memiliki anak perempuan yang selalu menempelimu?" tanya Youngjae tertawa pelan

"Tentu tidak hanya saja aku tidak akan sanggup menghapinya ada 2 mini Youngjae dirumah. Aku tidak akan sanggup melihat mata mereka berbinar mereka jika meminta sesuatu" ucap Daehyun "Belum lagi jika mereka menikah, anak perempuan pasti ikut suaminya kan aku tidak sanggup melepaskan mereka" jelasnya membuat Youngjae terharu

"Pikiranmu terlalu jauh Dae. Eunhee masih kecil jadi jangan dulu berpikir kearah sana dulu. Yang harus kau pikirkan sekarang adalah membuat Eunhee mengurangi sikap manjanya, sebentar lagi dia anak punya adik aku tidak ingin dia cemburu dan merasa tersisihkan" ujar Youngjae

"Aku mengerti sayang" Daehyun mengecup kening istrinya

"Terima kasih untuk semua kebahagian yang kau berikan Jung Youngjae. Aku mencintaimu"

"Tidak perlu berterima kasih, kau pantas mendapatkannya dan aku lebih mencintaimu suamiku"

Mereka kembali berpelukan dan saling mengecup bibir pasangan mereka sampai suara pintu terbuka membuat kegiatan mereka terhenti

"Umma appa aku tidur sini ya" ujarnya lalu berbaring di tengah Daehyun dan Youngjae, lalu memeluk ummanya

"Kenapa Eunhee bangun? Apa Eunhee bermimpi buruk" tanya Youngjae

"Eunhee hanya ingin tidur bersama umma dan appa" katanya dengan suara pelan

"Ya sudah ayo kita tidur" ucap Daehyun lalu menarik selimut menyelimuti mereka bertiga. Dia kemudian mencium kening istri dan putrinya lalu memeluk kedua orang yang dicintainya itu dan tidur bersama mereka

Daehyun merasa sangat bersyukur dia bisa diberikan kebahagian bersama keluarga kecilnya, dia berjanji akan selalu memberi kebahagian pada mereka...

.

.

.

.

.

END