Chapter Seven.
EXO - ChanBaek FanFiction
Author : LSA
Cast :
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
And Other
Pair : ChanBaek
Disc : All is not mine, except this Story.
Warning : Its YAOI/BoysLove. BoyXBoy. Typos. School Life.
Rate Fic : T
Genre : Romance, Friendship.
Lenght : Chaptered
Spoiler/?/ : CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE :3
Happy Reading ~ RnR :D :D
* IF ANY SIMILARITY TO OR IDENTIFICATION WITH THE STORYPLOT OR IDEA AND ANY WORDS OF ANYTHING IS ENTIRELY COINCIDENTAL AND UNINTENTIONAL. NO PLAGIAT, FLAME OR EVEN BASH ! DONT LIKE DONT READ, , JUST OUT !
7
Lay menutup mulutnya tak percaya , ia segera berbalik dan bersembunyi dibalik pagar.
"Kwanghee yang itu ?!"bisiknya,
Ia segera mengambil ponsel dari saku celananya dan menghubungi sang kekasih,
Tuuttt…. Ttuuuuuuutttt
"Aihh ! Myeon~ cepat diangkat !" gusar Lay sambil berjongkok dibawah pagar, sesekali iris indahnya melirik Kwang Hee dan Chanyeol yang masih saling tatap.
"Ahbsajdjaksdal ! Jun Myeon ! Kenapa tidak diangkat? Awas saja kalau ia meminta jatah mingguan padaku -3-" Lay menggerutu sebal sambil menunjuk-nunjuk layar ponselnya.
Tao yang melihat Lay aneh seperti itu mendekatinya dari belakang dan ikut berjongkok disampingnya,
"Gege sedang apa ?" Tanya Tao pelan,
"GYAAAAAAA !"
Pekikan nya menyadarkan Kwang Hee dan Chanyeol , otomatis 2 anak tinggi itu menoleh kearah Lay dan Tao,
"Gege kenapa teriak ._. ?"Tao menatap Lay tak mengerti,
Kwang Hee mendecih kecil lalu segera berlalu dari hadapan Chanyeol, sementara anak bertelinga lebar itu segera menghampiri Lay yang masih terkejut dan terduduk di tanah.
"Hyung, kau baik-baik saja ?" Chanyeol mengulurkan tangan bermaksud membantu Lay berdiri namun—
PLAK !
"Apa yang kau lakukan pada Yi Xing ?"
Chanyeol mundur selangkah saat Xiumin tiba-tiba menampar keras tangannya,
"O-ohh … Xiumin – hyung …." Ucap Chanyeol pelan,
Tao dan Lay segera berdiri diantara Xiumin dan Chanyeol, Tao menarik Xiumin sedikit menjauh Karena Xiumin sudah memicing tajam ke arah Chanyeol,
"Xiu-gege ~i-ini masih pagi lhoo ~ tidak baik marah-marah ~" bujuk Tao pada kakak sepupunya itu. Namun sepertinya emosi Xiumin lebih kuat daripada pikiran rasionalnya hingga...
SRET !
BUGG !
"Ini masih awal Park … sakit hati Baekhyun lebih dari itu…" setelah memberi ucapan Selamat Datang Kembali ke Sekolah nya, Xiumin langsung pergi,
Tao segera berlari mengejar kakak sepupunya setelah Lay mengkodenya dengan lirikan mata, Lay menghela nafas lalu mengelus pundak Chanyeol,
"Chan ~ ka-kau … baik-baik saja kan ? Apa berdarah ?" tanyanya khawatir, Chanyeol menunduk mengusap sudut bibirnya yang robek
Tenaga Xiumin memang tidak main-main -_-
Chanyeol mendesis kecil saat jari-jari lentik Lay menyentuh lukanya,
"Kita ke UKS lebih dulu ok ?" bujuk Lay , Chanyeol hanya mengangguk. Lay menatap Chanyeol sedih – sepagi ini anak lucu ini sudah menjadi korban kesalahpahaman dan pukulan Xiumin.
Mereka tak mengetahui jika sejak tadi , 2 anak menatap mereka dari kejauhan.
"Hunnie ~ kenapa kita tak menolong tadi ?" cicit Luhan.
Namja denga julukan rusa China itu menggenggam erat tangan Sehun. Sementara namja disampingnya – yang ditanya – hanya diam menatap kedepan, lalu menghela nafas perlahan
.
"Tak apa … biarkan dulu seperti ini …." Bisik Sehun. Ia lalu segera menggandeng Luhan untuk kembali berjalan.
Mata sipit Sehun memicing menatap seseorang yang terlihat seperti mengawasi Chanyeol dari jauh. Orang itu tampak menyeringai sembari memperhatikan Chanyeol dan Lay yang sedang berjalan beriringan di koridor. Luhan terkejut saat melihat wajah Sehun tiba-tiba mengeras, ia mengikuti arah pandang mata kecil itu.
"O-Ohh, i-itukan …." Luhan terkejut saat melihat Kwang Hee , Sehun segera menoleh ke arah Luhan.
"Kau mengenalnya hyung ?" Luhan menjawab dengan anggukan.
"Orang itu Sehun… di-dia dulu adalah alumni disini – 2 tingkat diatasku … da-dan juga …. Du-dulu …diaa….."
Luhan tiba-tiba menggenggam tangan Sehun erat.
"Dulu dia …. Sempat menyukai Baekhyun…."
DEG !
DEG !
.
.
.
Suho dan Kris menatap seseorang didepan mereka dengan penasaran, "Kau serius ?" Tanya Suho, anak lelaki yang ditanyai itupun mengangguk.
"Benar hyung ~ aku serius – yang benar saja aku mau berangkat pagi-pagi dan dikurung disini hanya untuk bercanda." Sungut sosok itu saat Suho kembali mengajukan pertanyaan yang sama hampir 5 kali. Suho menghela nafas,
"Kau tahukan ….. jika Baekhyun …" Kris sedikit menjeda kalimatnya , anak lelaki itu merengut. Ia menghela nafas.
"Nahh ~ itulah hyung …. A-aku … kesannya seperti menyerobot posisi temanku sendiri…" ucapnya lirih, tak lama ia melanjutkan,
"Apalagi saat aku tahu Mr. Kim Jae Jong mengatakan padaku bahwa sebenarnya Baekhyun lah yang dipilih untuk Lomba dan festival Tahun ini."
Kris menepuk bahu anak itu – berusaha menguatkan.
Drrt
Drrt
Sakunya bergetar,, ia mengernyit saat melihat nama "Baby Peach" terpampang di LCD ponselnya.
"Siapa Kris ?" Tanya Suho,
"Tao – tumben … kenapa dia pagi-pagi menelponku…" Kris segera menggeser ke kanan,
"Hallo, Taozi ~ ad-"
"GEGE ! XIU-GEGE PAGI INI MEMUKUL CHAN-GE LAGIII !" pekik Tao diseberang , seisi Ruangan itu membelalak – dengan pekikan sekeras itu tanpa di loud speaker pun akan tetap terdengar jelas.
"A-APA ? Taozi – jangan bercand-"
"AKU SERIUS GE ~ ! Untung hanya satu pukulan … tapi meski begitu tadi aku lihat Chan-ge memasuki UKS dengan Yi Xing-ge ~ se—sepertinya sudut bibirnya berdarah TT^TT" Jelas Tao , 3 anak diruang OSIS itu saling tatap.
"Minmin-hyung benar-benar kuat …." Cicit anak lelaki yang sejak tadi di interogasi Suho dan Kris.
"Lalu sekarang XIumin dimana ?" Tanya Kris, Tao mendengung,
"Entahlah – sepertinya tadi ke atap bangunan timur…" ucap Tao.
Kris berdengung lalu segera menutup panggilan Tao , ia menghela nafas,
"Menurut Bagian Konseling – ini hari pertama Chanyeol masuk setelah scoring selama 3 hari." Jelas Kris. Ia berdiri dan akan beranjak keluar,
"Kau mau kemana?" Tanya Suho ,
"Aku ingin bicara dengan Xiumin-hyung sebentar." Ucap Kris
GREP !
Bahunya ditahan oleh anak lelaki tadi – anak itu mengeluarkan senyum hingga mata nya terlihat sipit.
"Biar aku saja hyung – aku juga sekalian ingin memberitahunya jika aku yang terpilih menggantikan Baekhyun …"
"Ka-Kau yakin ? Bagaimana jika Xiumin juga marah padamu ?" Tanya Suho khawatir, anak itu malah terkekeh.
"Meski aku kecil begini – aku kuat dan tahan banting loh hyung :v" jawabnya , Suho menggeleng kan kepala,
"Jangan – jangan beritahu XIumin dulu – emosinya sangat labil . Aku tidak mau ada korb- YAAAAA ! DENGARKAN JIKA ADA ORANG BICARA !" pekik Suho karena anak itu malah langsung melambaikan tangan dan berlari keluar ruangannya.
"Astaga anak itu -_-" desis Suho sembari memijat pelipisnya, Kris menatap ke sepanjang koridor dimana anak tadi berlari.
"Chen ….."
.
.
.
Baekhyun membuka mulutnya saat seorang gadis menyuapkan sesendok bubur ke mulutnya, ia menguyahnya tak semangat,
"Aihh ~ Baekkie ~ ayolah ~ jangan seperti ini T^T" gadis cantik bersurai Merah maroon itu menatap Baekhyun memelas,
"Aku sudah rela meminta ijin libur hari ini ke Mrs. Kwon – ke Mr. Cha bahkan hingga ke bagian Kurikulum -3-" dengus gadis itu sambil mengusap sudut bibir Baekhyun yang terkena Bubur. Baekhyun menarik sedikit sudut bibirnya,
"Maaf ya merepotkanmu lagi …" ucap Baekhyun, gadis itu menggelengkan kepalanya sehingga surainya yang dikuncir Ponytail tinggi-tinggi itu bergerak lucu, menggemaskan dimata Baekhyun.
"Tak masalah ^-^)/ Papa dan juga oppa selalu mengingatkanku jika Baekkie sudah seperti keluarga , jadi tak ada istilah merepotkan lagi ^-^" si gadis tersenyum amat manis. Baekhyun mengangguk , ia mengisaratkan ingin minum. Si gadis secara cekatan segera meraih mug rillakuma dinakas dan membantu Baekhyun minum.
"Emmm , kau membeli ini dimana ?" ucap gadis itu sambil menatap mug itu. Baekhyun mengerjap lalu entah kenapa – si gadis itu melihat pipi Baekhyun merona kecil.
"I-itu ha-hadiah …" ucap Baekhyun pelan, ia kembali membuka mulut untuk menelan satu suapan bubur lagi.
"He ? Kau serius ? Emm , aku pernah melihat yang seperti ini – saat Jin-oppa pergi ke Jepang beberapa waktu lalu ia memberitahuku sesuatu seperti ini , dia bilang sayangnya mug ini Limited Edition – jadi harus memesan lebih dulu *-*)9 Bagaimana kau bisa mendapatkannya secara Cuma-Cuma o3o)7" gerutu si gadis , Baekhyun memalingkan wajahnya ke ranjang disampingnya.
Ranjang Chanyeol
Ranjang itu bersih dan rapi – sejak 2 hari lalu Mr. Shin memberitahu jika Chanyeol tak lagi tinggal di Asrama – yang berarti Baekhyun akan kembali sendirian. Jujur sebenarnya diantara rasa benci dan marahnya ke Chanyeol—ia merindukan anak itu.
Chanyeol akan membangunkannya setiap pagi – meski baekhyun selalu melemparinya dengan sandal-sandalnya
Chanyeol akan menemaninya ke kantin untuk sarapan – meski baekhyun selalu mengacuhkannya
Chanyeol akan membantunya mengerjakan tugas – meski baekhyun selalu membentak dan meneriakinya
Chanyeol
Chanyeol
Chanyeol
Tanpa Baekhyun sadari – Chanyeol sudah berperan untuk kehidupan sehari-harinya. Tanpa ia sadari Chanyeol lah yang selalu ada disaat ia butuh sesuatu.
Ia tidak mungkin lupa bagaimana raut khawatir Chanyeol saat Baekhyun terjebak hujan di Sekolah setelah mengikuti Club Vocal.
Saat itulah – untuk pertama kalinya Baekhyun melihat Chanyeol sebagai orang yang berbeda ….
(flashback)
Baekhyun menggigil kedinginan didepan Ruang Vocal, ia menatap air yang berjatuhan dengan keras. Sekolah sudah ditutup sejak 1 jam tadi. Bahkan beberapa lampu dibangunan Timur dan Selatan sudah mati – membuat keadaan lebih gelap
Dingin
Gelap
2 hal yang paling Baekhyun benci TT^TT , sialnya ponselnya mati karena ia lupa tak menchargernya dan malah meminjamkan powerbanknya ke Jung kook.
Syyuuu ~ !
Angin bertiup keras,
Baekhyun melirik ke jam tangannya – sudah hampir pukul 08.30
TT^TT
Aaa ! siapapun tolong aku TToTT , resah Baekhyun. Setelah memantapkan hatinya , ia memutuskan akan menerobos hujan badai itu Baekhyun menyusuri koridor dan menuju kearah gerbang Sekolah
Tuk
Tuk
Tuk
Tuk
Suara sepatunya menyentuh lantai menjadi satu-satunya suara ditengah keheningan dan suara derasnya benturan air ditanah. Baekhyun mengeratkan jaketnya, ia menggumamkan doa kecil saat merasa merinding,
"Eomma …" bisiknya saat ia merasa ada yang mengikutinya. Baekhyun sedikit mempercepat langkahnya.
JDUAAARR !
"GYAAA !" Baekhyun memekik kaget saat ia akan berlari kearah gerbang namun secara tiba-tiba Kilat dan petir menyambar-nyambar.
Baekhyun langsung berjongkok ketakutan, tubuh mungilnya bergetar. Ia terisak pelan,
Sungguh
Lebih baik Baekhyun disuruh mengerjakan soal-soal Matematika daripada harus terjebak hujan-petir sendirian seperti ini.
Ia terisak – menyembunyikan wajah ketakutannya diantara kedua lututnya,
"Hikss hikss – hyung … Xiumin-hyung … hhikss hiikss eomma ~" isaknya.
Ia berjengit saat mendengar suara larian seseorang, tubuhnya menegang. Kedua tangan kecilnya semakin menggenggam erat jaketnya – ia ketakutan.
Ia kaku saat melihat kaki seseorang tepat didepannya.
"Hey …"
Suaranya berat – dan datar
Baekhyun bergerak menempel pada dinding disampingnya.
"Hikss hikss – ja-jangan … pergilah … hiks hiks ,,, Baekkie bukan anak nakal TT^TT" isaknya, sosok itu malah mendekat
GREP !
Baekhyun mengejang saat tubuhnya ditarik kepelukan seseorang,
"Husstt ~ ini aku Baek ~ ini aku …" ucap sosok itu menenangkan Baekhyun yang ketakutan,
Baekhyun menggeleng – ia masih ketakutan , menurutnya hantu bahkan bisa menirukan suara seseorang
Ia beringsut mundur,
"Hiks Hiks" Baekhyun berusaha melepaskan dirinya,
"Jangan, pergilah ! Jangan ganggu Baekhyun !" pekik Baekhyun ia sudah menangis sekarang,
Sosok itu kebingungan melihat Baekhyun yang tampak amat ketakutan, ia segera menangkup wajah mungil itu.
"TATAP AKU ! INI AKU BAEK ! INI AKU CHANYEOL !" seru sosok itu menembus suara hujan.
Baekhyun terdiam , pelan-pelan ia mendongak,
JDUAARR !
"HUAAAAA !"
Chanyeol segera menarik Baekhyun kepelukannya , ia merasakan baju bagian depannya basah. Baekhyun menangis. Chanyeol mengusap punggung Baekhyun yang bergetar hebat karena ketakutan – dan kedinginan – dengan lembut, ia membiarkan saja saat merasa Baekhyun terisak dan memeluknya semakin erat.
"Cha-Chanyeol…" bisiknya,
Chanyeol bergumam, lalu berdiri. Tetap dengan Baekhyun berada dipelukannya. Ia menggendongnya ala Koala , lalu meraih dan memakai tas ransel Baekhyun
Jas hujan besar miliknya ia kerudungkan ke Baekhyun , lalu dengan sebelah tangannya—karena tangannya yang lain ia gunakan untuk menahan tubuh Baekhyun—untuk membuka Payung besar yang ia pinjam dari Suga – anak kamar sebelahnya,
Chanyeol mulai berjalan menembus hujan – ia merasakan eratan tangan Baekhyun di lehernya menguat
"Sabar Baek – sebentar lagi kita sampai di Asrama" ucap Chanyeol menenangkan. Ia merasa Baekhyun mengangguk kecil , meski tetap terisak.
"Husstt Hustt ~ ~ tenang Baek ~ sudah ada aku disini – tak akan ada yang mengganggumu lagi. Jangan takut ~ ~" kembali Chanyeol mengucapkan sederet kata penenang karena Baekhyun masih bergetar ketakutan.
"A-aku … takut Yeol … hiks hikss"
Chanyeol menggumamkan sebuah lagu yang ia harap bisa menenangkan baekhyun – sembari terus berjalan ditengah hujan petir dan gelapnya malam
Naega nungama gidohan i sungani
Geudae ein mameul anajulge cheoncheonhi
Oneuri hanbeonui chance na naeditneun cheot georeum
Chanyeol merasa Baekhyun lebih tenang, ia melanjutkan
Yaksok halge jal halgeoya
Gidaemankeum na yeoksi haengbokhage
Uri dul manui kkum geu cheot georeum
Baekhyun memeluk lehernya lebih erat dan berhenti terisak, Chanyeol mengulas senyum.
Nae nuni wae iri nunbusyeo hage dwae
Simjangi wae iri michin deut ttwige hae
Sum gappa ojiman naegen neomu sojunghae itjima
Baekhyun bergumam sambil menyembunyikan wajahnya semakin dekat dengan leher Chanyeol, Chanyeol terkekeh.
Maen cheoeum ne kkum, ne mal, geu nunmulboda jinhan
Tto cheongugui nektaboda dalkomhaetdeon
Yes, you are my baby baby baby, baby baby baby
Chanyeol tiba-tiba merasa Baekhyun menjadi lebih berat, ia mengernyit.
Yaksokhae na meomchuji anheulge
Geudaeman bomyeo
Dan Chanyeol tersenyum lebar saat mendengar suara lenguhan bak anak anjing kecil,
"Selamat tidur,Baekkie ~"
Dan malam itu berakhir dengan Chanyeol yang merasakan hangat didalam dadanya.
(end of flashback)
"Eh, Ba-Baekkie … Ja- Jangan menangis ~ TT^TT aaa ! Oppa bisa memarahiku nanti" gadis itu segera meletakkan mangkuk bubur di nakas lalu memeluk Baekhyun. Ia menepuk pelan punggung Baekhyun,
"Cha-Chanyeol…" lirih Baekhyun sembari menatap lekat ranjang ber-sprei rapi diseberang ranjangnya. Gadis itu mengikuti arah pandang mata Baekhyun.
"Husttt ~ ~ tenanglah oppa ~" Baekhyun membalas pelukan gadis itu, ia terisak sambil meremas selimut rillakuma yang menutupi sebagian tubuhnya.
Setelah beberapa saat, Baekhyun dapat kembali tenang. Gadis itu meraih air untuk diminum Baekhyun, lalu menyodorkan beberapa obat.
Setelah memastikan Baekhyun meminum obatnya , ia segera membaringkan anak lelaki itu pelan. Ia memberi satu senyuman,
"Aku akan menungguimu sampai Jam sekolah selesai dan Kyungie-oppa atau Minnie-oppa kesini ~(^-^)~" Baekhyun mengangguk samar,
Sejenak Baekhyun seperti teringat sesuatu.
"Chae Joo-ah ~" panggilnya, si gadis yang sedang membereskan mangkuk bubur dan obat-obatan itu menoleh,
"Nde ?"
"Emm, kudengar kau berkencan dengan Jin sekarang … kau – sudah menyerah tentang Luhan-hyung ?" Tanya Baekhyun pelan, mata redupnya masih cukup jelas menyadari ada sentakan kecil di tubuh sintal gadis didepannya.
Chae Joo – Kim Chae Joo mengerjap lalu membuang pandangannya.
Baekhyun merasa bersalah – gadis ini sudah menjaganya sejak semalam , tapi ia malah membahas sesuatu yang menyakiti Chae Joo,
"Ma- maaf – a-aku mendengar kabar dari Hyuk dan Ken yang berkunjung kemarin siang. Aku ingin tahu kebenarannya… melihat kau dan Luhan-hyung sudah sangat dekat…A-Aku sedikit tidak yakin.." Jelas Baekhyun lirih – Chae Joo segera mengangguk
"Hmm – tak apa … jangan merasa tak enak bertanya padaku … Ya ~ aku dan Jin oppa berkencan sejak beberapa bulan lalu" suara Chae Joo sedikit bergetar, Baekhyun kembali bangun dan menarik tangan gadis itu – membuatnya terduduk disamping ranjang,
"Kau dan Luhan-hyung … apa sekarang kalian saling mendiamkan ? bahkan kudengar kau mengundurkan diri dari Jabatan manager tim Sepak bola…" ucap Baekhyun khawatir, Chae Joo menghela nafas,
"Tidak bukan begitu – aku mengundurkan diri karena cedera tulang belikat kiriku – sehingga aku tak bisa seaktif dulu. Dan juga … kami tetap berteman kok" ucap Chae joo menunjukkan satu senyuman.
"Meski begitu kan – dulu kalian pernah saling menyu-"
"Baekkie – kau mau tahu sesuatu ?" potong Chae Joo ia menangkup kedua tangan Baekhyun erat, Bakehyun mengerjap bingung,
"Ini adalah kesalahan kami berdua yang tak bisa saling jujur sejak awal. Saat kau memiliki perasaan special pada orang didekatmu – mungkin kau akan menyangkalnya. Terus menerus menganggap perasaan itu perasaan wajar. Bukan keinginan – hanya perasaan simple yang kalian anggap akan segera hilang seiring waktu.
Tapi kenyataannya,
Perasaan itu tidak hilang – malah semakin tumbuh. Rasanya sesak – kau bahkan bisa ketakutan karena perasaan itu. Jika kau mengungkapkannya mungkin hubungan kalian akan merenggang- namun jika kalian diam, seseorang pasti akan mendapatkan tempat itu.
Seperti itulah aku dan Luhan-oppa …
Karena sejak awal baik aku ataupun Luhan-oppa tak bsa saling bicara – akhirnya …
Yaa ~ Seperti ini ….
Tempat Luhan-oppa dihatiku sudah diambil Jin-oppa, begitupun dengan tempat ku dihatinya
Kudengar sekarang ia dekat dengan seseorang bernama Sehun …" ucap Chae Joo , ia mengusap pelan surai Baekhyun.
Ia menghela nafas.
"Aku dan Luhan-oppa memutuskan untuk melepaskan perasaan antar kami berdua dan setia pada pasangan masing-masing. Dia adalah orang pertama yang tahu jika Jin-oppa berkencan denganku. Kau jangan sampai seperti aku ~ jika sekarang kau sedang menyukai seseorang didekat mu - segera bicaralah padanya ..."
Baekhyun menyenderkan kepalanya ke bahu Chae Joo,
"Menyukai seseorang yang ada didekat kita ya …." bisiknya, Chae Joo mengangguk.
"Rasanya … seperti apa ?" Tanya Baekhyun lagi, Chae Joo mendengung sambil memijit pangkal hidungnya.
"Bagaimana menjelaskannya ya …
Err…
Mungkin diawal kau akan merasa biasa , tapi kemudian
Kau mulai memikirkannya terus-menerus, lalu kau akan berdebar jika menatapnya. Atau jika kau melakukan skinship yang lebih intim seperti berpelukan, kau akan merasa pelukan itu terasa amat nyaman. Pelukan yang seakan bisa membuat meleleh. Mendengar detakan jantungnya membuatmu terbuai – seakan mendengar alunan music surga
Mencium aroma tubuhnya membuatmu damai – kau bisa melupakan segala masalah mu saat bersama dengannya… kurang lebih seperti itu ^o^)"
Chae Joo mengoceh panjang lebar, Baekhyun merasakan dadanya menghangat, ia merona secara tak sadar.
"Ah ! satu lagi !" Chae Joo memekik kecil, Baekhyun mengernyit menatapnya,
"Kau akan muuu~dah sekali merindukannya - meski hanya beberapa saat tak melihatnya ^-^)"
Blush !
Chae joo mengerjap O-O)?
"E-E-Ehhh ~ o_o Ke-Kenapa wajahmu merah sekali ?" ._.
SRET !
Baekhyun menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut, ia merona parah,
"Baek- Baekkie ~ ~" Chae Joo mengguncangkan tubuh Baekhyun.
Baekhyun menggeleng dan malah meminta Chae Joo segera mengembalikan peralatan makan kantin,
Chae Joo mendengus dan segera keluar kamar,
"Kau siapa ?"
Suara datar nan dingin langsung menyapanya sesaat setelah ia menutup pintu kamar Baekhyun. Chae Joo menoleh dan mendapati anak berseragam SMA menatapnya dingin,
Chae Joo menyeringai kecil,
"Hey anak kecil – seharusnya kau ada dikelas sekarang -.- jangan keluyuran saat jam pelajaran. Jika Shin-sonsae tahu – kau akan dapat point…. Dasar tukang bolos…" ucap Chae joo setengah sinis setengah malas,
Sehun menarik nafas kecil,
"Kau ya – si Athena itu ?"
Chae Joo terkekeh kecil,
"Aaahh ~ aku tersanjung sekali , anak baru sepertimu mengenalku." Ucapnya menyebalkan. Sehun mengepalkan tangan,
"Aku mendengar pembicaraan kalian tadi."
Chae Joo mengerjap , lalu mendecih,
"Oh-Se-Hun… tidak sopan mendengarkan pembicaraan orang tanpa ijin…" ia melemparkan satu seringai,
"Apa kau … dan Lu-"
DRAP
DRAP
DRAP
"SEHUUUNNN !"
Kai tampak berlari , ia menghampiri Chae Joo dan—Ya … SE-HUN
"Haii ~ nini ^-^" Chae Joo berubah 180 derajat, ia tersenyum lucu. Sehun mendecih, dia mendengar semua percakapan Chae Joo dan Baekhyun. Hal-hal yang 2 orang itu bicarakan entah kenapa membuat Sehun marah.
Dia sejenak terpikir,
Bahkan dia dan Luhan belum terikat apapun – tapi dia bisa merasakan emosi keegoisannya ingin memiliki Luhan hanya untuk dirinya
Dia tidak mau berbagi
TIDAK DENGAN SIAPAPUN !
Sehun melirik Chae Joo yang sudah berlalu untuk mengembalikan Alat makan ke kantin.
"Oi kai ~" panggil Sehun setelah Kai keluar dari Kamar Baekhyun dengan sebuah paper bag,
"Hm?"
"Anak itu tadi—"
"AAAA ~ Joojoo ? kenapa ? kulihat tadi kalian sempat ngobrol , kau mengenalnya ya ?" Sehun menggeleng,
Kai membulatkan mulutnya,
"ooo ~ begini hun ~ Dia ituanak bungsu dikeluarga Kim. Dia adik perempuan Xiumin-hyung, sebelumnya dia tinggal di Jepang dengan Ibunya – lalu akhirnya memutuskan sekolah disini dengan alasan tidak mau berpisah dengan kakak kesayangannya itu."
"Ohh ~ dan juga – dia kelihatannya seumuran dengan kita …" ucap Sehun , Kai mengangguk,
"memang – dia lahir ditahun yang sama dengan kita , dia mengikuti kelas Akselerasi. Jadi sekarang dia sudah ada di Tingkat 3" Jelas Kai, mereka berjalan beriringan keluar gerbang Asrama,
"Kudengar dari gadis-gadis dikelas dia itu er—apa sih … em …. A-Athena ?" Tanya Sehun -sok- bingung, Kai mengerjap lalu terkekeh,
"Athena kan sebutan untuk Dewi perang – cerdik dan tegas , cantik namun mematikan. Yaa ~ seperti itulah Chae Joo. Dia itu—" kai menengok kanan kiri lalu berbisik,
"Sangat misterius …."
Sehun menampakkan rauut datar,
"Se misterius apa ?"
Kai memukul punggung Sehun,
"Kau belum tahu sih !" pekik Kai , anak berkulit sexy itu lalu merangkul pundak sahabatnya,
"menurut cerita Kyungie ku—dia diberitahu oelh Lay- hyung , CHae Joo pernah terbully saat pertama kali masuk kesini. Anak itu dulu sangat diam – seakan-akan dia sengaja bersikap seperti itu agar tidak ada yang mengganggunya. Namun – yah ~ kau tahukan bagaimana sikap anak-anak lain. Mereka membully Joojoo hingga terjebak di Gudang dibelakang Gedung Olahraga Indoor. Seharian—eh tidak maksudku dari pagi hingga sekolah tutup. La-"
"lalu dia tiba-tiba menghilang begitu ?" potong Sehun,
Kai langsung menjetikkan jari dihadapan Sehun,
"Nah ! Keesokannya , pintu Gudang terbuka rapi – tidak ada bekas didobrak. Joojoo masuk sekolah dengan normal ... satu yang mengejutkan …" kai sok misterius dengan memberi jeda panjang,
Sehun menepuk jidat Kai sebal,
"Cepatlah hitam !"
"Semua anak yang membullynya mendapat kecelakaan parah. Bahkan ada yang …. Meninggal"
Sehun terdiam,
Gadis itu …..
.
.
.
Suara keras larian Kris dan Suho membuat setiap mata menatap mereka, pasangan Ketua dan Wakil Ketua itu berlari menuju Lapangan Basket disebelah Barat Taman sekolah,
"Astaga Xiumin ~" desis Kris, ia dan Suho dari kejauhan bisa melihat kerumunan kecil di tengah lapangan Basket.
2 anak dengan perbedaan tinggi mencolok itu segera menerobos kerumunan, Kris segera menarik tubuh tak berdaya Chanyeol menjauh
Namun
BUG !
Pipi nya malah terkena pukulan keras Xiumin,
Sangat keras malah
Hingga pipi Kris membiru dan sudut bibirnya terluka,
"Sialaan !" desis Kris mundur,
Suho mendekap Chanyeol yang sudah babak-belur,
Memar , berdarah – wajah tampan adik kelasnya benar-benar terluka parah.
"KIM MIN SEOK !" pekik Suho marah, Chen muncul dengan plester di dahinya, anak bertulang pipi menonjol itu segera memeluk Xiumin,
"Hyung~ sudah lah ~ berhenti!" ia menarik Xiumin menjauh namun anak berpipi tembam itu tetap merangsek maju
"KAU MAU CHANYEOL MATI HAH !?" Suho semakin marah – hyung tertua mereka ini sudah tidak bisa ditoleransi.
"JIKA BISA - BIAR SAJA DIA MATIII !" balas Xiumin,
"OPPAA !"
Semua anak minggir setelah mendengar suara seorang gadis mendekat,
Chae Joo datang dengan Yi xing. Chae Joo langsung membantu Chen untuk menarik Xiumin menjauh,
Chae Joo menghla nafas saat melihat Xiumin masih berusaha mendapatkan Chanyeol, Gadis itu mendecih , lalu—
BUGG !
Dengan keras ia segera memukul perut Xiumin membuat anak lelaki itu langsung menuduk kesakitan. Chae Joo menatap kakaknya , lalu beralih menatap Chanyeol.
"Oppa-deul ~ kalian yang mengurusi Xiu-oppa. Biarkan aku mengobati Chanyeol-oppa" Chae Joo segera memapah Chanyeol dan membawanya ke UKS.
Chanyeol merasa amat pening setelah menerima banyak pukulan Xiumin,
SAKIT !
Sialan !
tidak pernah ada yang berani menghajarnya hingga separah ini !
DIA PARK CHANYEOL !
Siapa yang berani menghajarnya ?
Sialan !
Chanyeol mengumpat dalam hati,
"Duduklah ~ lepas dasi dan akan mengambilkan kemeja ganti." Chae Joo membuka tas warna merah gelap diatas Banker,
Chanyeol mengernyit,
"Kau … seperti sudah … merencanakan" anak tinggi itu kesusahan bicara, Chae Joo terkekeh,
"Bukan merencanakan – hanya memprediksi" candanya, ia mulai mengobati Chanyeol.
Untuk beberapa menit – suasana dalam Ruang Kesehatan itu hening, hanya desisan Chanyeol ssekali terdengar,
"Apa kabar Paman Yoo Chun ?" Tanya Chae Joo santai, Chanyeol mengernyit mendengar nama orang yang membencinya disebut,
"Kau .. mengenal…."
"Hmm, paman Yoo chun dan bibi Yuki … saat masih di Jepang – aku sering melihat bibi Yuki pergi bersama Ibu ku. Tapi aku tidak pernah tahu jika mereka mempunyai seorang Putra … aku hanya mengenal Yoora-eonni." Ucap Chae Joo santai. Chanyeol sendiri juga tidak ingin berucap apapun – ia hanya mendengung.
Chae Joo menghela nafas lalu berjengit,
"oppa ~ kau – dan Baekkie … kalian … err, memang saling benci sejak awal ya ?" Tanya Chae Joo sambil melipat kemeja Chanyeol yang ternoda darah dengan rapi. Ia mengambilkan satu gelas air dan beberapa obat
Chanyeol menggeleng,
"Dia baik.. meski berisik… aku—tidak mungkin membencinya…." Lirih Chanyeol, ia menyandarkan tubuh lemasnya ke kepala banker.
Chae Joo menyodorkan 2 pil, CHanyeol menerima lalu meminumnya tanpa bertanya apa-pun.
"Baekkie itu sangat rapuh…. Dia tak pernah dilindungi kasih sayang orang tuanya." Bisik Chae Joo, gadis itu membaringkan Chanyeol dan menutup tubuh pemuda itu dengan selimut hingga sebatas dada.
"Jujur—aku kaget saat mendengar berita ada yang berkelahi dengannya. Sebandel-bandelnya Baekkie – dia tidak pernah memukul orang lain."
Chae Joo menerawang,
"Aku pikir kakak-ku benar-benar keterlaluan…. Bahkan Tuhan sudah menghukum mu – kenapa ia masih sangat marah ?" gumam Chae Joo sambil memainkan gantungan ponselnya. Chanyeol mengernyit,
Tuhan ?
Tuhan sudah menghukumnya ?
"A-apa maksudmu ?" Tanya Chanyeol – ia menatap Chae Joo bingung,
"Tuhan sudah memberimu hukuman karena menyakiti anak sepolos Baekhyun kan ?" Chae Joo berucap balik,
Chanyeol semakin dibuat bingung,
"Kwang Hee – Hwang Kwang Hee … kalian sudah bertemu kan ? cih ~ Kwang Hee pasti langsung mendatangimu begitu mendengar Baekkienya dilukai orang lain"
Tubuh Chanyeol menegang , ia berusaha ebrsikap biasa – namun
Kata Baekkienya itu terlalu mengganggu baginya,
"Sebenarnya .. Dia … siapa ?"
Lirih Chanyeol sembari mengepalkan tangannya dibalik selimut tipis itu,
"Kwang Hee adalah Alumni sekolah ini 2 tahun lalu. Ia kini –err bisa dibilang magang sebagai guru disini untuk keperluan Kuliahnya. Dia itu number one Baekhyun's fan. Hahahahaha !" Chae Joo mengeluarkan tawa mengejek,
"si bungsu Hwang itu tergila-gila pada Baekhyun – jika kau ingin tahu…" Chae Joo melirik ke arah Chanyeol yang membuang muka,
Menyeringai
Chae joo menyeringai menddapati Chanyeol bereaksi seperti yang ia harapkan. Ia berdehem sebentar,
"Tapi Suho oppa , Fanfan-ge , bahkan Minmin-oppa tidak terlalu menyukai kedekatan mereka. Kwang hee itu er—seperti maniak jika bersama Baekhyun oppa." Ucap Chae joo ,
Gadis itu membereskan tas merah gelapnya, memasukan kemeja putih kotor milik Chanyeol dan beberapa barang lain.
"jadi … apa si Kwang Hee itu mengancammu ?" Tanya Chae Joo sambil mencolek pundak anak tinggi itu.
Hening
Hingga beberapa saat
. . . . .
Chanyeol tak mau menjawabnya
Chae Joo hanya mengangkat bahu dan mencibir lalu berbalik untuk pergi,
"Ok Ok ~ silakan merenungi kesalahanmu itu. Tinggal menghitung mundur sebelum Baekhyun benar-benar menyerahkan hatinya pada Kwang hee. Jja ~ aku akan pergi .. Selam-"
"Dia menyuruhku menjauhi Baekhyun"
Sayang sekali –
Chanyeol menjawab pertanyaan gadis itu
Chae Joo menyeringai , ia berbalik lalu duduk disamping banker,
"Oppa ~ kau bisa memberitahuku … mungkin aku bisa membantumu …." Ucapnya sambil mengusap pundak Chanyeol.
Anak lelki tinggi itu menghela nafas, ia menatap Chae Joo – ingin memastikan saja jika anak itu siap mendengar dan juga … ia harap anak ini bisa ia percaya – selain Sehun dan Lay tentunya –
Chae Joo melempar senyum manis kearah Chanyeol, lalu kembali mengusap pundaknya pelan,
"Kau bisa memberitahuku …"
Chanyeol menarik nafas panjang, ia menceritakan kejadian itu
(flashback)
"Kau ya yang bernama Park Chanyeol itu ?"
Chanyeol mendongak setelah mengusap beberapa tetes air yang mengalir dipipinya. Ia mengernyit saat mendapati seseorang yang tak ia kenal,
"Maaf – kau siapa ?" Tanya chanyeol tak mengerti
"Kita akan bicara ditempat lain." Ucap sosok itu sambil menatap CHanyeol mengintimidasi.
Chanyol berpikir sejenak – ini jam Sekolah , ya tidak masalah sebenarnya jika ia berkeliaran karena ia masih dalam masa pra/? Scoring
Tapi dia hanya ingin mengambil beberapa barangnya yang sudah Sehun rapikan untuknya. Sehun sudah mengambil semua barang pribadi CHanyeol dari Kamar Asrama dan membawanya kekamar Sehun.
Namun
Yahhh ~
Chanyeol tak kuasa menahan perasaan ingin melihat Baekhyun – jadi setelah ke kamar Sehun , ia memutuskan untuk mampir ke mantan Kamarnya.
Ia malah terjebak perasaan bersalah dan tak segera pergi dari sana – sehingga membuat ia dipergoki seseorang seperti ini
"Jadi bagaimana ?" sosok itu sekali lagi bertanya,,
Chanyeol akhirnya mengangguk
Ia menuruti sosok itu dan pergi ke sebuah Café yang membutuhkan waktu sekitar 10 menit jika berjalan dari Lingkungan Sekolah
Sepanjang perjalanan mereka berdua hanya diam, Chanyeol membuang jauh pikirannya ke kamar Baekhyun
Apa anak itu masih sakit ?
Apa anak itu sudah makan ?
Apa anak itu masih membencinya ?
Puluhan pertanyaan berputar menghantui pikirannya
Hingga ia tak sadar jika lelaki yang tadi mengajaknya kini menggandengnya duduk disalah satu kursi kosong Café
"tolong 2 Orange Juice. Terima Kasih." Ucap Lelaki itu dengan nada manis.
"Aku Hwang Kwang Hee … Salam Kenal" ucap orang itu setelah pelayan pergi , Chanyeol menatap orang yang melempar seulas senyum padanya itu dengan dahi mengernyit,
"A- Aku Park-"
"Aku sudah tahu – tak perlu memberitahuku" Chanyeol kembali mengernyit saat mendapati nada sinis terselip.
Orang ini kenapa sih -..- , pikir CHanyeol.
"Apa aku punya urusan dengan mu ?" Tanya Chanyeol
"Tentu – karena kau mengusik Baekhyun-ku , jadi kau harus berurusan denganku."
"Ba-Baekyun ?"
"Yaa ~ anak mungil yang baru saja kau buat down dengan ucapan brengsekmu itu"
Chanyeol tercenung dengan kalimat terakhir Kwang Hee. Ia menunduk,
Meja itu hening - hingga pesanan mereka tiba
"Jadi Park ~ kudengar kau mengusik Baekhyun kemarin…"
Sungguh
Chanyeol memperbolehkan semua ornag memanggilnya apapun
Asal tidak dengan panggilan macam ini
Nama MARGA
Sialan !
Ia menyumpahi Kwang Hee dalam hati, ia menghela nafas panjang berusaha menahan emosi
"Begini Tuan Hwang – sebenarnya ak-"
"Kudengar kau bahkan melakukan Taruhan bodoh dengan posisi Baekhyun di Club Vocal …"
Kwang Hee memotong sembari menikmati satu sesapan air jeruknya.
Chanyeol berdehem,
"Maaf- ini sebenarny-"
"Kau pikir kau siapa ? mempertaruhkan posisi yang sudah diperjuangkan Baekhyun selama ini ! Kau pikir kau siapa hah ?!"
Lagi-lagi
"Tuan- tolong jangan memotong – aku akan menjelask-"
"BAHKAN KEMARIN KAU MENGUNGKIT SOAL MENDIANG IBU BAEKHYUN !" nada Kwang Hee naik satu Oktaf
Emosi Chanyeol mulai terpancing,
"Diam dan denagrk-"
"Apa kau tahu soal keluarga Baekhyun ? Apa kau tahu tentang apa yang ia alami selama ini ? Apa kau tahu bagaimana kehidupannya ? TIDAK KAN ?!"
"Karena itu lah aku ingin minta maaf – aku emmang tidak tahu appaun soal Baek-"
"JIKA TIDAK TAHU APAPUN KENAPA KAU BERANI MENJUDGE MENDIANG IBU BAEKHYUN HAH !?"
Kwang Hee membentaknya – beruntung Café sedang sepi
Sehingga tak mengundang perhatian orang
Chanyeol membuang pandangannya , ia tak berkutik saat Kwang Hee mengungkit soal mendiang Ibu Baekhyun,
"Kau bahkan tak tahu apa yang sduah menimpa Baekhyun ! Dia bukan anak BERLIMPAH kasih sayang sepertimu ! Tapi bisakah kau tidak mengucapkan hal brengsek seperti itu padanya ? dimana otakmu hah ?! Tidak peduli meskipun Nona Jung masih hidup – kata-katamu benar-benar menyakitkan bodoh !"
Chanyeol emrasa matanya panas,
Kwang Hee menghela nafas, ia menyesap kembali minumannya.
"Jadi – apa yang akan kau lakukan sekarang ?" Tanya nya setelah beberapa saat.
CHanyeol menatapnya – sejenak lalu meneguk habis minumannya,
"Aku akan minta maa-"
"Selain hal bodoh itu…"
Potong Kwang Hee, Chanyeol langsung melemparkan pandangan bingungnnya ke Kwang Hee yang sekrang menyeringai,
"Apa yang kau maksud dengan hal bodohh ?" Tanya Chanyeol ,
Kwang Hee melempar senyum sinis , ia menyondongkan tubuhnya ke meja. Melipat 2 tangannya di atas meja. Mata nya mengintimidasi Chanyeol,
"Aku akan emmberimu 2 pilihan…" ucapnya serius,
Chanyeol menahan nafas , ini
Lebih meneganggkan daripada
Saat Ayahnya memberitahu bahwa akan mengusirnya dari rumah.
"Pertama , setelah scoring kau bisa menganggap dirimu tak mengenal Baekhyun. Melupakan jika kau pernah berkenal dengannya. Tak menganggap Baekhyun ada – kau harus menjauhinya. Dengan itu aku akan membiarkan kehidupan bersekolahmu lancer.
Atau
Kau tetap berusaha memperbaiki kesalahanmu. Mendekati Baekhyun , memohon maaf darinya dan terus berusaha menjalin lagi pertemanan dengannya.
Tpi aku pastikan ….
Kau tidak akan tenang…. Aku tahu siapa kau….
(end of flashback)
Chae Joo membulatkan mata berhias eyeliner tipis itu – tangan dengan kuku berhias kutek itu menutup mulutnya yang juga membulat.
Gadis manis itu segera bergeser dan memeluk Chanyeol, menepuk punggung lebar remaja laki-laki itu,
"A-Astaga …"
Cicit Chae Joo, ia terlihat gelisah. Ia tetap mengelus punggung Chanyeol dan menggumamkan sesuatu yang membuat Chanyeol kaget,
"Buat dia menyesal karena berani mengancammu ~" bisik chae Joo, Chanyeol menatapnya kaget. Chae Joo,
Chanyeol menjauhkan tubuh Chae Joo darinya,
"Aku ? bisa ? – maksudku Baekhyun – ia terlihat benar-benar membenciku …. Dan jug-"
PLAK !
Chae Joo menepuk keras lengan Chanyeol,
"YAAAA ! Kau bahkan belum melakukan apapun !—eh ? sebentar – dari pilihan Kwang Hee itu , kau memilih yang mana ?" Chae Joo bertanya excited,
Chanyeol menghela nafas panjang,
"ke 2 – aku akan tetap berusaha mendapatkan maaf dari Baekhyun , aku akan tetap mengejarnya untuk menjelaskan semuanya."
"Dan untuk mengungkapkan perasaanmu juga kan ?"
Chae Joo menaik-turunkan alisnya jahil, ia terkikik kecil saat Chanyeol membuang muka. Ia segera berdiri ,
"awww ~ kalian pasangan yang manisss /."
Chanyeol menggeleng tak yakin ,
"Hey ~ apa gunanya aku disini jika bukan untuk membantumu hah ?!" Chae Joo bersungut dan menusuk-nusuk pipi Chanyeol. Anak tinggi itu menangkap tangan Chae Joo,
"Kau ? membantuku ? Kenapa ?"
"Anggap bantuanku adalah permintaan maaf atas kelakuan kakak-ku." Chae Joo berucap yakin,
"Memang kau bisa membantuku apa ?" Tanya Chanyeol sebal, ia tak yakin gadis bertampang manja ini akan bisa membantunya. Chae Joo menggembungkan pipinya sebal,
"ey ey Yoda ! bagaimana bisa kau meragukan kecerdikan ku hah ?!" ucap Chae Joo tak terima , ia mendekati Chanyeol dan berbisik,
"Aku bisa melakukan hal yang tak pernah kau bayangkan …"
Chanyeol terdiam,
Untuk sejenak entah kenapa ada nada berbahaya yang muncul di kalimat CHae Joo barusan, Chanyeol menatap mata berwarna biru muda—eh ? biru muda ?
"Err , kau itu ... sebenarnya ... si-?"
Chae Joo tertawa lalu mengambil ponselnya dan berkaca,
"Oh astaga ! Hahahaa ! Aku lupa tak memakai kontak lens – maaf maaf :3 jangan kaget – iini warna alami mataku … Jja ~ Selamat Istirahat Tuan Muda Park ~"
Chae Joo menyelipkan satu seringaian sebelum berlari keluar. Chanyeol mengumpatinya karena memanggil dengan sebutan menyebalkan macam itu. Iaa kembali berbaring, sebelum suara pintu terbuka kembali, sebuah kepala menyembul.
"Oh ya Yoda oppa ~ jangan lupa untuk membelikanku mug rillakuma seperti yang kau berikan ke Baekkie sebagai Hadiah ok ? kekekeke !"
BRAKKK !
"YAAA !" pekik Chanyeol,
"Sialan ~ kenapa aku malu …"
.
.
.
"Aku saja hyung ~"
"Tidak ! biar aku saja !"
"Hyung diam dan duduklah disini !"
Kyung Soo , Kai , Lay dan Tao yang melihat 2 orang saling berteriak itu hanya memasang wajah bosan,
"Hunnie ~ biarkan hyung yg memesankan makanan – tangan mu masih belum sembuh , hyung takut akan terjadi apa-apa nanti"
"Hyung ~ itu hanya nampan berisi makanan. Aku itu bukan namdja lemah"
"TIDAK ! Aku tidak mau kau terluka lagi ! Jadi diam saja dan duduk manis disini ok Hunnie ?"
Kai menguap bosan,
"Kalian itu -_-" ia memukul Sehun, Lay menatap Luhan yang pergi ke Counter Kantin dengan tatapan aneh,
"Tumben sekali ya ~" ucapnya, semua langsung menatapnya.
"Apa nya hyung ?" Tanya Kyung Soo. Lay masih terdiam, lalu sejenak ia membulatkan mata menunjuk ke arah Luhan
"Oh ! pantas saja !"
3 anak yang lain belum mengerti , sampai mata bulat Kyung Soo menyadari siapa anak yg sedang berapron abu-abu dibalik Counter Kantin.
"EH ?! Joojoo jadi relawan Kantin ?" seru Kai – sejenak lalu ia menutup mulutnya. Ia melirik Sehun yang juga menatap ke Counter sambil mengernyit. Kai berkedip pada Kyung Soo, lalu kekasihnya itu emngangguk dan berdehem,
"Emm, a-ano … jadi Seh-"
"AAA ! jadi akhir-akhir ini kenapa Luhan ge sangat rajin ke kantin dan juga mau disuruh untuk memesan karena Chae Joo menjadi relawan di Kantin ~ ~ aaaaa ~ ~ akhirnya aku paham…."
PLAK !
Kaisoo bersamaan menepuk jidat mereka , Lay dengan santai nya malah menjelaskan. Tao mengerjap,
"Dia datang ke Latihan Club Basket kemarin…. Dia membawakan tas Luhan-ge yang tertinggal dikelas dan membawakan bekal untuk luhan-ge juga…"
Dan sekarang anak panda polos itu menambahkan. Kai melirik Sehun yang menatap tajam ke Chae Joo, ia menyikut Kyung Soo. Kyung Soo langsung tanggap dan berdiri,
"A-Aku akan membantu Luhan-hyung membaw-"
"YAAAAA ! Kalian tega sekali padaku T^T kenapa tidak ada yang membantu huh ?!" sungut Luhan sembari meletakkan satu nampan makanan di meja,
"Mana jus ku gege ?" Lay langsung menyerobot,
"Itu Cha-"
"Ini Xingxing-ge ^-^ Carrot Juice for Cutie Lil rabbit :3" Chae Joo meletakkan nampan minuman di meja lalu memberikan segelas Jus Wortel untul Lay.
"Aaa ! JooJoo ~ terima kasih."
Chae Joo tersenyum lalu membungkuk ke Kai Soo , Tao Sehun dan Lay,
"Apa kabar ? ^-^)/ lama tak bertemu ya ?"
"Kau benar-benar lama sekali pergi ke Jepang -.- hingga ada siswa barupun kau tak ikut menyambutnya." Luhan bergumam, Chae Joo terkikik,
"Siapa memang ?" Tanya Chae Joo, Luhan langsung menepuk pundak Sehun,
"Namanya Oh Sehun – pindahan dari jepang , lalu Park Chanyeol juga – mereka berdua dulu satu sekolah." Jelas Luhan bersemangat,
Chae Joo mengangguk paham, lalu ia menatap Sehun,
"Hallo ^^ Nama ku Kim Chae Joo ^^ Salam Kenal ~" sapanya
Sehun mengerjap ,
malu-malu mengakui bahwa gadis ini terlihat sangat—
"Aww ~ kau manis sekali ~"
Sial !
Sehun langsung membuang muka setelah mendengar pujian Luhan barusan. Tao mengerjap dan menepuk pundak Chae Joo,
"Sepertinya ponsel di saku apronmu bergetar" beritahunya. Chae Joo segera mengambil benda persegi itu
Dan benar saja
Ada sebuah panggilan,
"Ah ~ ada sesuatu… aku harus segera kembali… Lain kali aku akan ikut kalian berkumpul seperti biasa oppa-deul. Bye ~" ia segera berlari keluar kantin seraya menempelkan benda pintar itu ke telinganya.
Trek !
Sehun meletakkan sumpitnya,
"Aku akan ke kamar mandi dulu hyung"
Sehun segera berlari keluar kantin pula, Kai mengerjap,
"Bukankah disini juga ada toilet yang lebih dekat o.o Kenapa ia pergi kesana ?"
.
.
.
"Hallo ?"
"…"
"Hmm, keadaannya baik-baik saja ~ jangan khawatir oji-san …"
"…"
"Aihh ~ -.- jika oji-san khwatir kenapa oji-san mengusirnya heh ? -.-"
"…"
"Yaaa yaaa ~ aku sudah mendengar alasan itu sejak beberapa waktu lalu. Hanya untuk membuatnya belajar dari semua kesalahan kan ? oji-san kejam sekali ~"
"…"
"Ha—I ~"
Sehun terdiam dibalik tembok tinggi, ia hanya menunduk mendengar percakapan itu. Nada terakhir berkosata jepang barusan tak asing ditelinganya,
"Wakarimashitayo Oji-san ~"
Pik !
Sehun menegakkan tubuhnya saat merasa orang itu akan pergi,
Drrtt
Drrt
"Cih, kenapa orang ini menelpon ku ?"
Suara sebal itu menyadarkan Sehun jika mungkin pembicaraan kali ini lebih serius,
"Apa yang ingin kau bicarakan pak tua ?"
"….."
"Shit ! Berhentilah memata-matai Baekhyun !"
"….."
"Ohh, jadi sekarang kau ingin menyuruhku untuk membuat Baekhyun dan Chanyeol berkencan ? Ohhh ~ tampaknya kau sudah tahu ya siapa Park Chanyeol itu …"
"….."
"Maaf saja – tapi aku tidak bisa – anii ! Tidak mau lebih tepatnya. Aku sudah cukup tahu tentang apa yang selama ini terjadi. Hahhh~ aku menyesal pernah menolongmu Byun ~"
"….."
"Hahahaha. Kapan ? Kapan aku pernah ada dipihakmu ?! Apa karena aku menuruti perintah mu – lalu kita ada dipihak yang sama ? Cih, Maaf saja , aku bukan orang bodoh sepertimu ! !"
"…."
"Terserah – aku tidak mau mendengar ancaman tidak berbobot darimu. Ah ! Ya ~ aku hanya ingin memberitahu jika Si Won-ahjussi sudah mulai mengumpulkan bukti soal kematian Jessica-ssi. Segera persiapkan semua kebohongan mu jika sewaktu-waktu kau dipanggil sebagai saksi."
Pik !
Sehun mengernyit,
Anak ini …..
Ia menahan nafas dan keluar dari persembunyiannya,
"Kim Chae Joo… kau benar-benar ya …. Hebat sekali…."
Chae Joo berbalik dan mendapati tubuh tinggi Sehun menyandar santai di Dinding,
Untuk sedetik ia berjengit kaget – namun setelah bisa menguasai perasannya ia menyeringai,
"Wow ~ sepertinya kau orang pertama yang memergoki ku… Selamat ya ~ Sehun-kun ~"
Ia memberikan satu senyum manis,
"Aku tidak tahu apa urusanmu – tapi …. Apa telpon pertama tadi dari Err… ayah Chanyeol?"
"He ? Siapa memangnya Ayah Chanyeol? Apa aku mengenalnya ?"
Ia memasang wajah polos dan mengerjap bak anak kecil
BRUK !
Sehun langsung menyudutkan Chae Joo ke dinding , wajahnya mengeras,
"Jangan main-main denganku . Kau mengenal keluarga Park Yoo Chun kan ?"
"AAAAA ~ ~ Oji-san ? nee ~ ^3^)/ memang ada apa Sehun-Kun ?"
Chae Joo menyeringai dalam hati,
Sehun semakin marah,
"Kau mata-mata dari paman Yoo Chun ?"
Chae Joo menggeleng kan kepala imut,
"Kenapa Sehun-kun seperti tidak menyukaiku ?" ia memasang wajah sedih,
"Karena kau bermuka dua , Bitch ~" bisik Sehun , dari suara saja bisa disimpulkan jika Sehun benar-benar menahan marah.
Chae Joo terkikik,
"Sehun-kun jangan amrah …. Jika Sehun-kun marah …. Aku …"
Sehun terdiam , lalu memukul dinding tepat disamping wajah Chae Joo.
"Jangan sok berani mengancamku Bitch!"
"Jika kau marah – itu akan semakin memudahkan dan menyenangkan untukku …."
Sehun mengernyit,
"Jika situasinya seperti ini , aku … jadi seperti emm, bisa membunuh 2 burung dengan satu batu … Hati-hati …"
Bisik Chae Joo.
"Ap-"
DRAP
DRAP
DRAP
DRAP
"SEHUNNN !"
Sehun segera menjauh dari Chae Joo yang menunduk,
"A- anu .. hyung beg-"
"Menjauh darinya."
DEG !
Ini pertama kalinya ,
Luhan berbicara sedingin itu …
"Jangan pernah mengganggu Chae Joo … Jangan pernah.."
Luhan menarik gadis itu kepelukannya,
"Kau baik-baik saja ?" Tanya Luhan,
Chae Joo mendorong Luhan menjauh ,
Sehun kaget saat melihat gadis itu menangis,
Sialan ! ia bersandiwara eoh ?
Sehun mengepalkan tangan marah,
"Oh Sehun ! apa yang kau lakukan padanya ?!" pekik Luhan, ia akan kembali memeluk Chae Joo , namun gadis itu menjauh,
"Ma- maafkan aku oppa … Baiklah Sehun-oppa … aku tidak akan mendekati Luhan-oppa lagi . Maaf mengganggu kalian."
Chae Joo berlari,
Luhan terdiam menatap Sehun.
"Jangan menemuiku – jika kau belum minta maaf kepadanya."
Lalu Luhan pergi – mengejar Chae Joo mungkin – meninggalkan Sehun yang semakin marah
"SIALANN !"
.
.
.
TBC !
Author's Note ! :
TT^TT typo oh typo ~ maaf kalo pas baca kalian kesandung typo ya TT^TT
Dan juga
Uhuk! ! ada Chara baru … anggap aja dia itu Menu pembuka dari Konfliknya :3
Kalo ada yg sebel "Ihh ~ kok dia gangguin HunHan sih -3-" AHAHAHAHAHA !
Gini-gini ... Nggak enak dong kalo cuma Chanyeol yang ada masalah di FF ini :v nahh ~ karena Sehun di chap kemaren koar" pengen ngelindungin Chanyeol – bakal berkorban buat CHanyeol , akhirnya ..
TADAAAA !
Saya datengin masalah buat dia sendiri :v /ditabok HunHan + HunHanSHipper/
:3
Tapi tenang chinguya ~ ini tetep YAOI kok ^-^)/ Keep Kalem yaa ^^
Ok – at last ~
Ditunggu Reviewnya ^o^)/
P.S: TT^TT maaf klo makin kesini jd boring dan geje T^T /bow/
P.S.S : semoga ini termasuk Update an yg "Nggak ngaret" lagi :3
