Chapter sebelumnya :

Kurenai tak menanggapi Naruto, ia memilih menikmati acara Music Award yang sedang berlangsung meriah.

Sementara Naruto sibuk dengan ponselnya, ia mengirim pesan kepada seseorang. Terlihat senyuman terukir diwajahnya, kali ini ia harus bertemu dengan Hinata bagaimanapun caranya.

' Aku pasti akan bertemu denganmu, Hinata ' Batin Naruto senang.

:: ::

Stay Here With Me

:: ::

Pemilik Mata Sapphire itu terus melirik kearah arloji mahal yang melingkar dipergelangan tangan kirinya. Sebentar lagi, ya sebentar lagi Acara Music Award ini akan break.

" Jangan pindahkan channel kalian karena setelah ini kita akan masuk pada nominasi film terbaik dan pemain film pria terbaik. Kita akan berjumpa setelah yang satu ini. "

Akhirnya saat yang ditunggu telah tiba. Saat break berlangsung ada yang tetap duduk ditempatnya,, ada yang memainkan gadget, mengobrol satu sama lain, dan masih banyak yang lagi. Naruto segera menuju kebelakang panggung tanpa ditemani Kurenai tentunya.

DRRTT! DRTT!

Sebuah pesan masuk, " Baiklah, aku akan segera bertemu denganmu, Hinata. " Ujar Naruto singkat setelah membaca pesan tersebut.

Langkah kakinya semakin cepat saat melihat gadis yang dari tadi dicarinya. Naruto berjalan mendekat gadis itu yang sedang bersama sesorang.

Setelah dirasa pria bermasker yang tadi bersama gadis itu telah pergi, dengan cepat ia menarik tangan gadis itu untuk mengikutinya.

" Hey! " Gadis itu sempat memberontak karena ditarik secara tiba-tiba oleh orang yang tak ia kenal.

Naruto tetap tak memperdulikan orang itu, pandangannya tertuju pada sebuah ruang ganti pakaian yang terletak tak jauh disana.

Mereka masuk kedalam ruangan tersebut, entah kebetulan atau disengaja ruangan itu sedang kosong.

Dengan cepat Naruto menarik lengan gadis itu menuju dinding ruangan dan menghimpitnya, tapi sebelum itu ia sudah mengunci pintu terlebih dahulu.

" Na-naruto-kun! " Ucap Hinata setengah terkejut saat mengetahui siapa pria yang menariknya.

Hampir saja ia menangis ketakutan saat diajak masuk keruang ganti bersama pria yang tak dikenalnya, namun semua itu lenyap saat ia tau bahwa pria itu adalah Naruto.

" Kau kemana saja?! " Pertanyaan dingin itu sukses membuat Hinata bungkam.

Nafas Naruto memburu menahan gejolak dihatinya, ia tidak bermaksud untuk membentak Hinata tapi dengan hilangnya kabar dari Hinata membuatnya hampir gila. Oke! Sepertinya itu berlebihan tapi kenyatannya begitu.

" A-aku si-sibuk. " Ucap Hinata pelan, ia sangat takut menghadapi Naruto seperti ini.

Naruto yang merasa telah kasar pada Hinata mulai menghela nafas pelan, ia menjatuhkan wajahnya ke perpotongan leher Hinata.

" Kenapa kau menghilang seolah menghindariku? " Tanya Naruto pelan, dia sangat rindu dengan Hinata.

Sementara Hinata ia masih terkejut dengan ucapan Naruto, Hinata tidak bermaksud menghindar tapi sungguh dia benar-benar sibuk.

" A-aku tidak menghindar darimu Na-naruto-kun " Ucap Hinata gugup

Naruto tidak membalas ucapan Hinata ia lebih memilih diam dengan posisinya, ia menghirup wangi wanita yang membuatnya hampir gila ini. Naruto memejamkan matanya dia hanya ingin Hinata berada di sisinya hanya itu saja.

" Naruto-kun, kenapa kau mengkhawatirkanku? " Tanya Hinata pelan

Naruto yang mendengar pertanyaan aneh dari Hinata segera mengangkat wajahnya dan menatap Hinata yang terlihat sedih.

" Apa maksud pertanyaanmu itu, Hinata? " Tanya Naruto tajam

Hinata mengigit bibir bawahnya, " Bagaimana perasaanmu padaku? " Tanya Hinata lagi

Naruto semakin bingung dengan pertanyaan dari Hinata, sebenarnya apa yang terjadi? Apa ada sesuatu yang mengganggu fikirannya?

" Bukankah sudah aku katakan? Aku sangat mencintaimu, kenapa kau bertanya seperti itu? " Tanya Naruto bingung

Hinata menatap mata Naruto, " Lalu sebenarnya apa hubungan yang terjalin diantara kita? " Tanya Hinata

Naruto terdiam, hubungan? Maksudnya hubungan seperti apa? Oh, ayolah Naruto gunakan otakmu!

" Kau bilang kau mencintaiku, tapi kau bahkan tidak memintaku untuk menjadi kekasihmu " Ujar Hinata pelan

Naruto terkejut mendengar pernyataan Hinata, gadis itu memang benar. Hubungan mereka saat ini bisa dibilang tidak jelas.

Ia menggenggam tangan lembut milik Hinata, " Maafkan aku, aku terlalu terobsesi untuk memilikimu. Kau benar kita tidak punya hubungan apa-apa selama ini, kita hanya sebatas teman bukan? " Ujar Naruto lirih

Hinata terdiam, tidak! Bukan ini yang ia inginkan! Dia hanya ingin Naruto membuat hubungan mereka jelas, hanya itu. Hinata tidak mau Naruto meninggalkannya, tidak mau!

" Hm? Ada apa denganmu? Aku belum selesai bicara tau! "

" Eh? "

Naruto menghela nafas memejamkan matanya perlahan dan kembali membukanya untuk melihatkan iris Sapphire yang penuh dengan keseriusan.

" Hinata, maukah kau … menjadi kekasihku? " Ucap Naruto pelan

Hening, tak ada yang berbicara selama 2 menit itu. Naruto gugup, benar-benar gugup. Bagaimana jika ia ditolak? Atau-

" Maaf Naruto-kun " Nafas Naruto tercekat mendengar ucapan Hinata. Apa dia akan ditolak? Tidak bisa begitu! Ia sudah hampir gila karena Hinata yang tidak mengabarinya beberapa hari yang lalu. Dan sekarang?

Hinata tersenyum, " Aku tidak bisa .. menolakmu " Ujar Hinata menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah karena ucapannya sendiri.

Sementara Naruto yang tadi memikirkan hal yang tidak-tidak mulai tersadar karena mendengar ucapan Hinata. Apa itu artinya-

" Kau menerimaku? " Tanya Naruto antusias dan dibalas anggukan oleh Hinata. Naruto hampir saja berteriak kalau ia tidak ingat sedang berada di acara besar.

Tanpa banyak kata Naruto memeluk Hinata dan membenamkan wajahnya diantara perptongan leher Hinata, mencoba menghirup wangi gadis itu lebih banyak. Hinata juga tidak sungkan membalas pelukan dari pemuda yang telah mengambil hatinya.

TOK! TOK! TOK!

Pelukan itu terlepas saat mendengar suara ketukan pintu dari luar. Suasana menjadi canggung seketika, dengan segera Naruto membuka pintu dan menampilkan sorang gadis yang sangat ia kenal.

" Shion ? " Hinata yang mendengar nama tersebut segela menoleh kearah pintu dan menatap gadis yang berdiri kaku diambang pintu.

Hinata menunduk, ia menggigit bibir bawahnya. Dia tidak gugup, dia hanya takut. Takut jika Shion meminta agar Naruto meninggalkan Hinata. Padahal baru beberapa detik yang lalu Hinata merasa kehidupannya telah kembali.

Tatapan Naruto memancarkan kecemasan, ia menggenggam tangan Hinata agar Shion dapat melihatnya, ia tidak mau berpisah walau terdengar berlibahan tapi begitulah rasanya.

" Te-tenang saja, aku tidak akan mengacaukan hubungan kalian. " Ucap Shion sambil tersenyum kecil. Mungkin dia memang datang disaat yang tidak tepat, tapi mau bagaimana lagi? Shion tidak mau menjadi wanita yang mengganggu hubungan orang lain.

Naruto dan Hinata yang menatap Shion seolah tak percaya dengan apa yang gadis itu ucapkan. Semudah itukah merelakan orang yang dicintai?

Shion masih tersenyum, " Aku hanya diminta Kurenai dan Kakashi memberitahu kalian bahwa sebentar lagi acara akan dimulai dan juga- " Shion menggantungkan kalimatnya.

" Dan ? " Ucap Naruto mengulangi perkataan Shion.

Shion menghela nafas, "- Aku ingin minta maaf atas kejadian waktu itu, sungguh aku tidak bermaksud walau sebenarnya aku memang mencintai Naruto tapi aku tau bahwa Naruto lebih membutuhkanmu Hinata dia sangat mencintaimu. " Jelas Shion

Hinata tersenyum mendengar penuturan Shion. Bodoh sekali kau Hinata. Kenapa kau berfikiran negatif pada orang lain? Sejak kapan kau jadi seperti ini.

Naruto tertawa, " Terimakasih untu pengertianmu Shion, dan maaf karena aku tidak bisa membalas perasaanmu. "

" Sudahlah, bukankah jika lebih aku mencari yang baru, heh? " Balas Shion segera, ia tidak mau menyakiti perasaan Naruto.

Seperti yang orang tau perkataan dimulut tidak sama dengan dihati.

Hinata melangkah mendekati Shion, tangan yang tadinya Naruto pegang kini beralih menuju tangan Shion. Hinata tersenyum sambil menggenggam tangan Shion.

" Terimakasih untuk yang kau lakukan. Lalu apakah kita bisa berteman? " Tanya Hinata dengan senyum tulus yang terukir diwajahnya.

Shion terkejut sementara Naruto tersenyum tipis, lihatlah? Bahkan Hinata tidak menaruh sedikit dendam pada Shion, itulah salah satu alasan Naruto menyukai gadis sebaik Hinata.

Gadis itu menundukan kepalanya, tangan yang Hinata genggam sedikit bergetar. Saat Hinata ingin bertanya, ia malah merasakan tarikan dari tangan lawanya yang membuat mereka tak memiliki jarak lagi.

Ternyata Shion sedang memeluk Hinata, ia menangis kecil. Selama ini tak ada perempuan yang sungguh-sungguh ingin berteman denganya. Rata-rata teman perempuan Shion hanya ingin memanfaatkan kekayaan Shion saja.

Hal itu menyebabkan Shion tidak terlalu akrab dengan namanya wanita. Shion lebih memilih selalu berada didekat Naruto yang sudah mengenal Shion lebih lama. Tapi takdir mempertemukan Shion dengan wanita yang sempat menjadi rival-nya itu.

Hinata melepas pelukannya, " Hey, ayolah jangan menangis. Kau tau make up milikmu nanti luntur, loh " Ujar Hinata sambil membantu menghapus airmata gadis dihadapannya.

" Terimakasih, baiklah sekarang kita adalah teman " Ucap Shion dengan senyum yang tulus, senyum yang jarang bisa dilihat banyak orang. Senyum yang memang berasal dari hatinya sendiri.

Hinata mengangguk dan kembali tersenyum. Shion berpamitan dengan Naruto dan Hinata karena ia mempunyai keperluan dengan manager-nya. Sekarang hanya tersisa Naruto dan Hinata.

" Kenapa masih disini? Bukankah sebentar lagi acara akan dimulai? " Tanya Hinata

Naruto menatap Hinata, " Kau benar, baiklah "

Mereka berdua berjalan beriringan keluar dari ruangan yang sempat dijadikan tempat perdebatan. Naruto menemani Hinata bertemu dengan Kakashi. Kakashi yang melihat kedatangan mereka hanya trsenyum dibalik maskernya.

Naruto hanya mengedipkan sebelah matanya kearah Kakashi dan tersenyum lebar. Hinata yang melihat hal itu merasakan sesuatu yang aneh.

" Hm? Ada apa Narut-kun? Apa ada yang disembunyikan? Kenaa kau mengedipkan matamu arah Kakashi-san? "

Naruto tertawa kecil, " Tidak kok, sudah dulu ya Hinata. Pastikan kau mengikuti acara ini dan doakan aku ya " Ucap Naruto seraya meninggalkan Hinata dan Kakashi.

Hinata menatap Kakashi, " Doakan Naruto-kun? Memangnya dia kenapa? " Tanya Hinata heran, sementara Kakashi hanya mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu apa yang dimaksud Naruto.

Acara yang tertunda kini telah berlangsung kembali, masih dengan MC yang sama. Namun sepertinya ada yang berbeda kali ini.

" Baiklah, kembali lagi bersama kami di acara Music Award. Nah, sesuai yang kami ucapkan tadi. Kali ini akan ada nominasi film terbaik dan pemain film pria terbaik. " Ucap pria yang menjadi MC.

" Sebelum kita membacakan nominasinya, saya tidak sendirian karena ditemani oleh seorang gadis cantic yang baru-baru ini sedang naik daun. Tanpa menunggu lagi inilah dia … Hyuuga Hinata. "

Mata Naruto tak lepas dari gadis yang ada di atas panggung tersebut. Sesekali ia tersenyum sendiri karena memikirkan sesuatu. Kurenai yang melihatnya hanya menahan tawanya melihat Naruto yang seperti orang gila karena tersenyum sendiri.

Setelah membacakan para nominasi untuk film terbaik, saatnya penentuan untuk pemenangnya. Semua yang telah masuk nominasi terlihat tegang. Begitu juga dengan Naruto, ia harus menahan nafas karena gugup.

" Pemenangnya adalah film berjudul – " Suara MC pria yang trdengar sengaja menggantungkan kalimatnya dan berhasil membuat semua penasaran.

" – Heart attack ! " Sambung Hinata, suara tepukan yang bergemuruh terdengar disana. Terlihat seorang pria dengan wajah yang bisa dibilang sedikit kecewa karena hasil yang tak sesuai dengan harapannya. Namun ia hanya tersenyum tipis menutupi kekecewaannya.

Film ini bukan film yang ia bintangi, film ini adalah film yang Sahabatnya bintangi, yaitu Sasuke. Apa yang Naruto katakana benar bukan? Mana mungkin dia bisa mendapatkan penghargaan?

Suara fans dari Sasuke mulai terdengar, jeritan-jeritan yang terdengar sangat antusias saat mengetaui bahwa film yang dibintangi idolanya menang.

Sasuke beserta kru film maju kedepan untuk memberikan beberapa ucapan singkat. Setelah dirasa cukup saatnya membacakan nominasi lain yaitu pemain film pria terbaik.

Naruto hanya menghela nafas, ia tau pemenangnya pasti Sasuke lagi. Kurenai yang melihatnya hanya bisa tersenyum dan mengatakan tidak apa-apa jika tidak menang.

Lagi-lagi nominasi telah dibacakan dan liatlah bahkan Sasuke juga masuk dalam nominasi tersebut.

" Ini dia, pemain film pria terbaik jatuh kepada- " Ucap Kiba dan Hinata serentak. Tangan milik Hinata membuka perlahan pada amplop yang berada ditangan miliknya.

Seketika Ametyhst itu membulat dan menimbulakan senyum tipis diwajahnya. Hinata menatap Kiba dan dibalas dengan anggukan.

" 1, 2, 3 …. Uzumaki Naruto! " Ujar Kiba dan Hinata bersamaan. Kini suara tepukan terdengar kembali, dan kali ini para fans Naruto yang berteriak kegirangan.

Sementara Naruto mengedipkan matanya beberapa kali merasa tak percaya dengan apa yang telah didengarnya, Kurenai menatap Naruto dan mengeluarkan senyum untuk Naruto.

Langkah Naruto kini menuju keatas panggung dimana dia akan menerima penghargaan yang bahkan tak pernah dibayangkan sebelumnya.

" Pertama-tama terimakasih untuk para Kru film yang telah mengajarkan aku tentang bermain film yang benar, terimakasih untuk Ayah dan Ibuku yang pasti sedang menonton saat ini. Untuk Kurenai-san sebagai manager, tak lupa terimakasih untuk para fans yang setia mendukungku dan juga untuk seseorang yang selalu mendukungku. " Naruto menekan kalimat terakhir yang ia baca dan melirik kearah Kiba dan Hinata, tidak lebih tepatnya kearah Hinata yang sedang menunduk malu.

Kiba tersenyum, " Selamat ya! Kami dengar kau juga mempunyai suara yang indah. Bisakah kau menunjukannya pada kami? " Tanya Kiba

Naruto menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, dia sebenarnya gugup dengan hal ini. Ia merasa gugup harus menyanyi didepan banyak orang.

Para fans Naruto berteriak antusias menuyurh Naruto bernyanyi, mereka sangat ingin mendengar idolanya bernyanyi.

Hinata menatap Naruto, "Tidak apa Naruto-san, tunjukkan kemampuanmu. " Ujar Hinata pelan, sebenarnya dia juga penasaran dengan suara Naruto. Karna Hinata yang meminta tiba-tiba Naruto bersemangat dan muncul ide di kepalanya.

Ia mendekati Kiba dan membisikan sesuatu, sementara Kiba hanya mengangguk mendengar ucapan Naruto.

" Baiklah semuanya, kita akana melihat Uzumaki Naruto yang akan membawakan lagu berjudul …. Be Alraight- Justin Bieber "

Suara para fans mulai terdengar, mereka meneriaki nama Naruto dengan histeris. Instrumen music itu mulai terdengar, mengalun dengan lembut. Naruto menatap keblakang melihat Hinata dan Kiba yang memberikan akses pada Naruto untuk menguasai panggung sendirian.

Naruto tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya pada Hinata, Hinata yang melihat hal itu hanya menunduk malu karena ulah Naruto.

Across the ocean, across the sea
Lintasi samudra, seberangi lautan
Startin' to forget the way you look at me now
Mulai lupa tatapanmu padaku
Over the mountains, across the sky
Lewati gunung, lintasi langit
Need to see your face and need to look in your eyes
(Ku)harus melihat wajahmu dan memandang matamu
Through the storm and through the clouds
Lewati badai dan lewati awan
Bumps in the road and upside down, now
Lubang di jalanan dan naik turun, kini
I know it's hard babe to sleep at night
Aku tahu sulit rasanya tuk pejamkan mata di malam hari
Don't you worry
Jangan kuatir
'Cause everything's gonna be alright, I
Karena segalanya kan baik-baik saja, aku
Be alright, I
Baik-baiklah, aku

Through the sorrow,
Lewat luka
Through the fights
Lewat pertengkaran
Don't you worry 'cause everything's gonna be alright, I
Jangan kuatir karena segalanya kan baik-baik saja, aku
Be alright, I
Baik-baiklah, aku

All alone in my room
Seorang diri di kamarku
Waiting for your phone call to come soon
Menunggu telpon darimu segera berdering
And for you, oh, I would walk a thousand miles
Dan demi dirimu, oh, aku rela berjalan ribuan mil
To be in your arms,
Untuk bisa mendekapmu
Holding my heart
Dan kau merengkuh hatiku

Oh I, Oh I,
Oh aku, oh aku
I love you
Aku mencintaimu
And everything's gonna be alright, I
Dan segalanya kan baik-baik saja, aku
Be alright, I
Baik-baiklah, aku

Through the long nights and the bright lights
Lewati malam-malam panjang dan siang-siang terik
Don't you worry 'cause everything's gonna be alright, I
Jangan kuatir karena segalanya kan baik-baik saja, aku
Be alright, I
Baik-baiklah, aku

You know that I care for you
Kau tahu aku sangat menyayangimu
I'll always be there for you
Aku kan selalu ada untukmu
Promise I will stay right here
Aku janji kan berada di sisimu
I know that you want me too
Aku tahu kau juga menginginkanku
Baby we can make it through anything
Kasih kita bisa lewati apapun
Cause everything's gonna be alright, I
Karena segalanya kan baik-baik saja, aku
Be alright, I
Baik-baiklah, aku

(2x)
Through the sorrow dan the fights
Lewat luka dan pertengkaran
Don't you worry 'cause everything's gonna be alright
Jangan kuatir karena segalanya kan baik-baik saja
Be alright, I
Baik-baiklah, aku

Suara tepuk tangan mulai terdengar meriah setelah lagu itu berhasil dinyanyikan. Naruto berhasil membuat semua penonton tersentuh dengan lagu yang ia bawakan. Tapi yang pasti hanya satu ia menunjukan lagu ini hanya untuk Hinatanya.

Acara telah berakhir, semua Artist dan para fans yang ada disana segera menuju kerumahnya. Tapi tidak sedikit artist yang harus tertahan karena permintaan para fans, ada yang mminta tanda tangan ada juga yang berfoto.

Tapi tidak untuk laki-laki yang satu ini, para fansnya telah mendapatkan apa yang ia mau jadi bukan fans yang menahannya pulang tapi para wartawan.

" Naruto-san apakah anda sedang jatuh cinta? Saat anda menyanyikan lagu itu anda terlihat sangat bahagia " Ungkap salah seorang wartawan.

Naruto hanya tersenyum sambil menggarung tengkuknya yang tidak gatal, ia bingung harus bicara apa.

" Hmm … ya, begitulah " Ucap Naruto pelan, wartawan yang mendengar ucapan Naruto semakin penasaran dengan kisah asmara pemuda ini.

" Waaah .. Lalu siapakah wanita yang beruntung mendapatkan anda? Apakah dia seorang artist juga? " Tanya wartawan lain

" Apa aku harus menjawabnya ya? Aku .. bingung " Ungkap Naruto

" Ayolah .. para fans pasti ingin mengetahui hal ini , Naruto-san "

" Kurasa aku lah yang beruntung mendapatkan dia " Ucap Naruto malu-malu

" Ah, Naruto-san. Lalu apakah hubungan kalian sudah terjalin lama? "

" Itu – " Ucapan Naruto terhenti saat melihat Hinata bersama seorang laki-laki yang ia tau bernama Kiba, mereka terlihat sedang berbincang. Naruto tentu saja merasa cemburu.

Tiba-tiba ide yang tak terduga muncul dari kepala Naruto, dia segera menyeringai menghadap kamera.

" Apa kalian ingin tau siapa orangnya? " Tanya Naruto

Para wartawan yang mendengarnya tentu saja antusias, mereka begitu penasaran dengan gadis yang dimaksud Naruto. Tanpa banyak bicara Naruto melangkah kearah Hinata dan Kiba berada, para Wartawan tak hanya diam mereka mengikuti Naruto.

TAP!

" Eh? "

" Ini dia Kekasihku " Ucap Naruto dengan Senyum lebarnya. Para Wartawan terkejut dengan ucapan Naruto.

" Na-Naruto-kun. " Ucap Hinata pelan, ia terkejut dengan kedatangan Naruto dengan wartawan yang tiba-tiba. Apa Naruto tidak lihat dia sedang berbicara dengan Kiba, teman kecilnya.

Sayang sekali Hinata, Karena kau berbicara dengan Kiba lah membuat Naruto nekat melakukan hal seperti ini.

" Benarkah itu Hinata-san? Anda pacarnya Naruto-san? Sudah berapa lama kalian berpacaran? Kenapa bisa tidak tercium oleh media? " Tanya Wartawan secara berturut-turut

Hinata hanya menatap Naruto dengan pandangan meminta penjelasan, sementara Naruto hanya tersenyum kearah kamera.

" Kami baru menjalin hubungan beberapa minggu yang lalu. Dia adalah Kekasihku Hyuuga Hinata. " Jelas Naruto yang membuat para Wartawan berteriak histeris.

Wartawan lain yang mendengar itu menjadi tertarik, wartawan lain ikut mencoba meliput hubungan Naruto dan Hinata. Bahkan mereka semakin sesak karena dikepung.

Kiba telah hilang entah kemana, mungkin dia terhalang dengan para wartawan ini.

" Ma-maaf ya, kami harus pergi. " Ujar Naruto cepat yang tidak tahan dengan gerah.

Mereka berlari menghindari kerumunan media masaa, Naruto melihat mobilnya yang terparkir tak jauh darinya. Dengan cepat ia menarik Hinata untuk mengikutinya.

BLAAM!

" Huh! A-aku hampir tak bernafas! " Ujar Naruto pelan

Hinata mencubit lengan Naruto kuat, rasa sakit membuat Naruto harus menjerit dan menatap tajam kearah Hinata.

" Sakit tau! " Ujar Naruto tidak terima, Hinata balas menatap Naruto kesal. Tapi Naruto hanya menanggapinya dengan menghela nafas dan mencubit kedua pipi Hinata.

" Salahmu sendiri bermesraan dengan pria lain, tapi tidak apa dengan begini tidak ada yang akan mendekati dirimu. " Ujar Naruto gemas karena wajah Hinata kini benar-beanr imut.

Hinata terkejut, " Maksudmu? Kiba? " Tanya Hinata sambil melepaskan tangan Naruto

Naruto mengangguk dan membuat Hinata tertawa pelan. Pemuda itu menekuk alisnya saat melihat Hinata tertawa, apa yang lucu?

" Berhentilah tertawa! " Ujar Naruto kesal karena tawa Hinata semakin membesar,

Hinata menutup mulutnya.

1 detik

5 detik

10 detik

" Hahahahaha " Sungguh Hinata tidak bisa menahan tawanya, bahkan lihatlah air matanya sampai mengalir.

Naruto mendapat ide, " Kalau kau tidak diam, bagaimana jika aku menciummu? " Ucap Naruto dengan seringainya.

Ya, dan itu sangat ampuh membuat Hinata diam. Kini wajah Hinata memerah karena ucapan Naruto, saat Naruto ingin tertawa telfon miliknya berdering.

" Hallo, ada apa Kakashi-san " Ucap Naruto pelan

Hinata yang mendengar nama Kakashi segra menoleh kearah Naruto benar juga Kakashi pasti mencarinya.

" Hm, ya aku sedang bersama pacarku. " Ungkap Naruto dengan senyum mengejek.

Hinata hanya mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Naruto.

" Tenang saja, dia akan aman sampai dirumah. Sampai jumpa " Kalimat terakhir sekaligus menutup telfonnya dan menatap Hinata.

Hinata menghela nafas, " Kakashi menyuruhmu mengantarku bukan? " Ungkap Hinata, Naruto yang mendengar ucapan Hinata hanya mengangguk semangat.

" Ya sudah sebaiknya kita pulang kau tau aku sangat mengantuk. " Ungkap Hinata pelan

Naruto yang tadinya ingin menjahili Hinata mengundurkan niatnya, ia melihat raut kelelahan diwajah Hinata. Tanpa bicara lagi, Naruto segera menghidupkan mesin mobilnya dan menjalankan menuju rumah Hinata.

Diperjalanan hanya ditemani suara malam yang sunyi, Naruto menoleh kesamping dan melihat Hinata tertidur. Senyum tipis terukir diwajah tampannya. Ia menepi lalu memberhentikan mobilnya sebentar.

Tangan Naruto menggeser rambut Hinata yang menutupi wajah, Naruto mengakui kalau Hinata itu seperti malaikat. Hinata bergerak sedikit, sepertinya kedinginan. Naruto membuka jasnya dan menutup tubuh Hinata yang kedinginan.

" Kau tau Hinata, aku sangat mencintaimu. Aku tidak akan melepaskanmu apapun yang akan terjadi. " Ujar Naruto pelan dan mencium kening Hinata.

Semua sangat mudah diucapkan tapi yakinkah kau dengan kata-kata yang telah kau ucapkan itu? Apakah kau akan berpegang teguh dengan kata-katamu? Entahlah karena semua tergantung pada apa yang akan terjadi dimasa mendatang.

...


Ayooo~ What's up? Hehe maafin Author karena baru bisa update cerita ini. Author terlalu sibuk ngestalk Boy band Korea yang lagi trand Hihihi #okeabaikan. Bukan hanya karena itu, akhir-akhir ini author diserang sama yang namanya Males nulis, padahal udah tau kelanjutan cerita itu tapi males bangt rasanya mau nulis. Padahal seharusnya dibulan yang berkah ini gaboleh males-males T-T, banyak godaan dirumah mana kue lebaran udah bertebaran(?). Oke anggap saja curhatan tadi tidak ada, sekali lagi maafkan Author atas keterlambatan Up cerita ini :'( semoga kalian tetap menunggu chap depan :').

Note : Maaf ga bisa balas Review, soalnya lagi ga enak badan jadi ga bisa lama-lama didepan laptop :') + Untuk Fic Happiness bakal Up hari Sabtu ya para readers sekalian. Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa Up hari Sabtu? Apa karena belum selesai? enggak kok, chap 8 udah selesai. Karena sibuk atau alasan lain yang reader bosan denger? Hehe maaf deh kalau kebanyakan alasan tapi author nabung chapnya supaya bisa Up teratur, intinya nanti bakal ada pemberitahuan selanjutnya.

Maaf A/N kali ini kepanjangan :'D oke sampai jumpa chap depan ya ~