NOT YOUR FAULT

Chapter 7

by vvaulia

Cast: Park Chanyeol & Byun Baekhyun

Support cast: Oh Sehun , Luhan & others

Rate: T

Summary: penculikan dan pemerasan? Sungguh Baekhyun bosan mendengar gosipan aneh murid disekolahnya. Anyang High School, sekolah art ternama di daerah Gyeonggo tidak mungkin ada kasus aneh seperti itu | "Luhan!" "jangan berteriak bodoh" "bersembunyi disini saja" "mengapa cuma ada kita berdua di sekolah sialan ini" | "hei Baek bodoh, mengapa kau pergi kerumahnya terus" "maaf, Chanyeol tidak mahu bertemu denganmu"

WARNING: BOY × BOY . DONT BE PLAGIATORS . TYPO BERTEBARAN . HARAP MAKLUM

•●•●•●•●•

"sudah kubilang jangan memotong jika kita sedang bernyanyi!" Baekhyun, Chen dan Xiumin menutup telinga mereka berjemaah ketika Luhan tiba-tiba berteriak nyaring. Bahkan Kris juga ikut menutup telinga

"aku tidak-"

"hentikan tuan Wu Kris" Luhan memutar matanya lalu memerintah teman-temannya untuk melanjutkan nyanyian

"Byun Baekhyun"

Baekhyun, Luhan, Xiumin dan Chen sontak menatap ke arah Kris ketika mendengar suara asing itu. Itu bukan suara Kris, tapi suara itu berasal dari tempat Kris

"Daehyun?"

pria bernama Daehyun itu mendekati Baekhyun dengan nafas yang belum normal "Baekhyun, aku tidak mau berbasa basi. Jadi cepat ikut denganku. Aku tau kau takkan betah disini. Asmamu pasti akan kambuh jika disini terus"

"Daehyun-ssi. Aku bahkan tak mengenalimu lebih dari murid kebanggaan sekolah. Jadi, apa urusanmu tentang penyakitku?"

"kau tak perlu tahu itu, sekarang, ikutlah denganku" Daehyun menghulurkan tangannya didepan Baekhyun tetapi malah ditepis kasar oleh Baekhyun. Heol, dia tidak mau pergi dari tempat ini. Dan jangan tanya mengapa, karna dia juga tidak tau alasannya. Yang dia tahu, dia nyaman berada disini walaupun tempat sepengap ini bisa saja membunuhnya

"tapi aku tak mau ikut denganmu, Daehyun-ssi"

"sungguh, kau ikut denganku sekarang sebeulum Chanyeol dan yang lain melihatku dan kau tak jadi kabur" Baekhyun menatap malas Daehyun

"aku tak pernah berniat untuk kabur, Daehyun-ssi" Daehyun menghela nafas sambil menusap wajahnya kasar. Sepertinya dia harus sedikit berkasar dengan Baekhyun. Niatnya hanya ingin menyelamatkan Baekhyun dan tak ingin bertemu atau berurusan dengan Chanyeol

Mata Baekhyun membulat ketika Daehyun menarik tangannya kasar. Bahkan Baekhyun sampai terbangun. Baekhyun merintih merasakan lengannya seperti ingin hancur. Apa Daehyun berniat membunuhnya secara diam-diam?

Baekhyun memukul lengan kekar Daehyun sekuat tenaganya ketika pria itu mulai menyeret Baekhyun seperti bangkai binatang. Air mata Baekhyun memgumpul di sekitar matanya. Pernafasannya semakin sesak dan Daehyun malah menyeretnya?

Kris yang tak terima dengan perlakuan kasar Daehyun segera melayangkan tendangannya. Tetapi Daehyun telah lebih dulu menarik kaki panjang Kris dan membantingnya kuat. Kris terjatuh, dia dapat merasakan kakinya kram, bahkan tidak bisa bergerak. Kris tidak mahu lumpuh. Sumpah

Jadi, pria bernama Kris itu segera menyeret badannya (read: ngesot) mendekati pintu dan mendobraknya kuat. Berharap ada orang yang akan mendengar dan segera menolongnya dan Baekhyun

Xiumin dan Chen yang dari tadi masih dialam fantasinya semenjak Daehyun datang langsung tersadar ketika dobrakan Kris terdengar melantun. Luhan pula sekarang tengah dilema, antara membiarkan Baekhyun selamat dengan tersiksa. Atau Baekhyun asma dan dijaga oleh Chanyeol. Tapi, apakah Chanyeol akan membawa Baekhyun lagi seperti kemarin?

Luhan masih sibuk dalam dilemanya ketika Daehyun sudah berhasil menggendong kaki Baekhyun dengan posisi Baekhyun dibelakang, persis seperti menbawa karung. Baekhyun sibuk memanggil nama Luhan yang sama sekali tak digubris, dengan wajah basahnya. Baekhyun menangis?

"rusa sialan! lakukan sesuatu!" Kris yang sudah kehilangan 1/3 kekuatannya hanya mampu meneriaki pria cantik itu. Apa dia bodoh? temannya sedang dipaksa, mengapa dia hanya termenung persis dungu?

Sementara Xiumin dan Chem ikut membantu Kris mendobrak pintu "Heol, apa pintu ini terbuat dari baja?" Xiumin terus medobrak pintu didepannya. Chen yang merasa tak berbuat apa-apa kini lebih memilih mendekati Daehyun dari belakang, niatnya ingin menyerang diam-diam

DUAGH

'Tepat! sasaran yang bagus Chen' pekik Chen dalam hati. Ia berhasil menendang kepala Daehyun dan hasilnya Baekhyun terlepas dari gendongannya

Baekhyun merangkak medekati Luhan dengan tangan kirinya. Tangan kanannya seperti tak dapat berfungsi. Tak bisa bergerak. Baekhyun menangis.

Luhan seketika tersadar dari lamunannya ketika mendengar tangisan itu. Luhan segera memandang ke arah Baekhyun yang kesusahan hanya untuk merangkak. Luhan membantu Baekhyun untuk duduk sambil berkata "jangan nangis Baek. Kau terlihat cengeng. Chanyeol akan datang, jangan terlalu pasrah. Kau harus kuat" Luhan sekuat tenaga menahan tangisnya ketika melihat lengan Baekhyun yang membiru serta wajahnya yang membengkak akibat menangis

Baekhyun menggeleng sambil mengelap air mata Luhan yang lolos begitu saja ketika melihat Baekhyun tak mampu menggerakkan tangan kanannya. Daehyun keterlaluan. Luhan bangkit dari duduknya, dengan wajah yang masih penuh dengan air mata, Luhan berjalan mendekat ke arah Daehyun yang tengah duduk di atas perut Chen sambil menampar wajah pria itu membabi buta

DUAGH

•●•●•●•●•

"untuk apa kau membeli susu stroberi sebanyak ini? satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan. kau membeli delapan susu stroberi?" Kyungsoo membulatkan matanya, apa kata Jongin? delapan susu stroberi? untuk apa semua itu

Chanyeol tak menggubris pertanyaan Jongin, dia lebih memilih tersenyum sambil mengendarai mobilnya dengan tenang

"Chanyeol. Apa kau akan menghabiskan semua minuman rasa stroberi ini? Selama aku berteman denganmu, aku bahkan tak pernah melihatmu menyentuh stroberi" pertanyaan Kyungsoo barusan berhasil mengingatkan Sehun pada sesuatu. Jadi dia meraih plastik yang berada di kakinya dan memberikannya kepada Kyungsoo

"dan ini, apa jawabanmu tentang tiga kotak stroberi? jadi ini yang kau beli bersama Sehun selama aku dan Jongin menunggu di luar pasaraya? Chanyeol, aku pikir kau membeli snack untuk kita makan makan" Chanyeol malah terkekeh mendengar ucapan Kyungsoo dan kembali terdiam setelah dirasa kekehannya tak mendapat respon tetapi malah mendapat tatapan heran dari ketiga pria itu

"kalian bisa membelinya sendiri. dan tentang segala stroberi itu, kalian akan tau nanti"

Chanyeol memparkir mobilnya tepat didepan markas mewahnya. Terlihat seperti rumah banglo. Bahkan orang-orang tak akan curiga ketika Chanyeol dan teman temannya pulang dengan keadaan bermasker dan bertopi. Orang-orang yang melihat pasti akan berfikir 'mungkin mereka idol dan harus menjaga privasi'

Jongin dan Kyungsoo segera merebahkan diri sesampainya mereka didalam 'markas'. Sementara Chanyeol berjalan ke arah dapur dengan meneteng semua belanjaan. Mungkin dia akan menyimpan semua susu stroberinya dikulkas

Sehun yang semenjak masuk sudah tak sedap hati dengan suara suara dentuman(?) dari atas segera melangkahkan kaki panjangnya menuju lantai atas. Kyungsoo dan Jongin yang melihat Sehun terburu-buru ke lantai atas hanya menghela nafas dan kembali memejankan mata

Chanyeol yang baru keluar dari dapur segera mendekati Kyungsoo dan Jongin dan ikut merebahkan dirinya. Lelah. Chanyeol sama sekali tak melihat Sehun, dan dia juga sama sekali tak peduli. Jadi dia ikut memejamkan matanya

•●•●•●•●•

Sudah Sehun duga sebelumnya, suara-suara aneh itu pasti datang dari ruangan ini. Ia menghela nafas dan segera memasukkan kunci ke knop pintu

Sehun agak sulit untuk mendorong pintu, jadi dia memasukkan kepalanya hanya untuk melihat keadaan yang terjadi didalam. Sehun menatap satu-satu kejadian didepannya dan segera akan menutup pintu kembali. Tapi itu tak sempat terjadi ketika Retinanya berhasil menangkap semua pemandangan itu dan telah sampai ke otak

Sehun segera mendorong pintu secara paksa. Sehun merutuki Kris yang tengah bersandar dibalik pintu tersebut, pantas saja pintunya susah untuk dibuka, tenyata ada raksasa yang bersandar

Sehun kembali menatap pemandangan didepannya, dimana Baekhyun yang tengah menangis sambil meneriaki nama Luhan, Chen yang sudah hampir tak sadarkan diri, Xiumin yang membantu Chen untuk bangkit, dan...Luhan yang tengah dijambak oleh Daehyun. Tunggu, Daehyun?

Tiba-tiba nyali Sehun menciut memandang Seniornya yang satu itu. Sehun sudah menduga bahwa ini semua akan terjadi. Daehyun akan datang untuk menyelamatkan Baekhyun. Tapi yang Sehun lihat sekarang, semuanya tersakiti, termasuk Baekhyun. Dan Sehun semakin buntu ketika Daehyun semakin menguatkan jambakannya pada rambut Luhan. Sehun bisa melihat jelas air mata Luhan yang tak berhenti mengalir

Luhan. Pria yang tak pernah diam untuk merutukinya kini menangis? Bahkan disiksa? Tak tau mengapa, hati Sehun ikut tertoreh melihat itu semua.

Sehun menatap nyalang Daehyun dengan nafas yang memburu. Ia mendekati yang tua dan menjambak rambutnya kuat. Persis sepertimana dia menjambak rambut pria rusa itu. Kemarahan Sehun semakin bertambah ketika melihat wajah Luhan memerah, dan beberapa helai rambutnya rontok.

Sehun tak yakin dia akan menang melawan Seniornya yang satu ini. Tapi persetan dengan semua itu, dia bahkan tidak peduli dengan nyawanya sekarang.

Daehyun menggeram dan dengan cepat menepis lengan Sehun. Sehun yang sudah bersiap langsung menjauh dan segera memasang pertahan. Untuk jaga-jaga jika tiba-tiba Daehyun menyerang

Daehyun memutar badannya dan menatap orang yang berani menjambak rambutnya, itu satu penghinaan baginya "Oh Sehun? jadi kau juga ada disini? Aku pikir kau akan lari terbirit-birit ketika melihatku. Ya, kau taukan bahwa kau sudah koma akibat sok kepahawanmu itu. Jadi kupikir kau sudah di neraka. Aku tak mengira jika anak yatim piatu sepertimu tidak mau menjenguk orang tuamu dineraka. Dan sekarang kau masih mau melawanku?"

"Tutup mulut busukmu. Tak ada yang tau tentang itu dan kau baru saja membocorkannya. Kau tak sabar menunggu kematianmu eoh? Kau bahkan tak ubah seperti dulu. Sama-sama sampah"

DUAGH

Daehyun naik pitam dengan ucapan Sehun dan segera menendang telak perut pria itu. 'ternyata cara mainmu masih sama eoh?' Sehun tersenyum setan dalam kesakitannya . Dia tak langsung bangkit, dia malah menunggu serangan dari Daehyun

"jadi selepas koma kau makin lemah? Kau bahkan tak langsung bangkit" Sehun memasang wajah kesakitan yang dibuat-buat ketika mendengar ucapan Daehyun. Daehyun yang tak tau apa-apa bersiap menginjak perut Sehun.

Sehun dengan sigap menarik kaki itu sebelum sampai ke perutnya. setelah Daehyun hilang keseimbangan. Sehun segera bangkit dan menedang kakinya yang lain. Daehyun terjembab dengan dagu terhantam ke lantai

"Sial kau!"

Sebelum Daehyun sempat bangkit, Sehun lebih dulu melompat ke arahnya dan mendarat di tulang belakang Daehyun tanpa apa-apa pengaman. Seketika terdengar jeritan Xiuman yang sedari tadi menatap kejadian itu dengan wajah shock

Xiumin berlari keluar dari ruangan tersebut dan mencari tangga sesegera mungkin "Sial! mengapa markas ini luas sekali? dimana tangga? Mengapa aku hanya menemukan lorong?" Xiumin sibuk merutuki dirinya yang tak kunjung menemukan tangga. Sementara telinganya tak habis-habis mendengar rintihan Sehun. Sehun? Apa Daehyun sudah berhasil melawan Sehun? Gawat

Xiumin berlari menyrusuri lorong itu tanpa arah. Ia tersenyum bahagia melihat tangga disana, kenapa terlalu jauh?

Xiumin menuruni tangga itu dengan cepat. Dan Xiumin kembali tercengang melihat ruangan disekitarnya "Ini markas atau stadium? Kenapa sangat luas" Xiumin hampir putus asa ketika usahanya seperti sia-sia. Dia tak menemukan siapa-siapa.

Xiumin meneruskan langkahnya dengan dada sesak. Dia ingin menangis. Kenapa disaat seperti ini semuanya hilang? Akalnya pun seperti hilang. Dia seperti orang bodoh sekarang.

"apa aku harus masuk ke lorong itu?" tanyanya lirih pada dirinya sendiri

Xiumin langsung mendekati sofa diujung sana ketika berhasil melalui lorong itu. Benar, markas ini sangat luas. Xiumin sendiri dapat merasakan air liurnya mengering dan tubuhnya dipenuhi keringat. Xiumin harap berharap dia tidak akan pingsan, karna dari tadi dia belum makan

Xiumin mendekati sofa tersebut dan mendapati tiga orang pria tengah memejamkan mata. Xiumin tak yakin mereka tengah tertidur. Jadi Xiumin menampar pelan pipi ketiga pria itu

"Sehun, jangan menamparku"

"sial kau bocah, beraninya kau ingin membangunkanku ditengah mimpi indahku"

Xiumin mengernyit mendengar gumaman Kyungsoo dan Jongin. Mereka seperti orang mengigau saja. Mungkin mereka memang tengah tertidur. Jadi, persetan dengan mereka tengah bermimpi indah atau apapun itu, yang Xiumin tau dia harus membangunkan ketiga pria itu dan membantu Sehun

Xiumin mengahirup nafasnya kuat dan "Jongin! Kyungsoo! Chanyeol!" ketiga pria itu langsung terbangun bahkan langsung berdiri akibat teriakan Xiumin. Dan Xiumin dapat merasakan cairan dalam badannya semakin berkurang. Sebelum ia pingsan, lebih baik ia segera menyadarkan pria itu dan menyuruh mereka untuk naik ke lantai atas

"bantu Sehun" Xiumin pasti dia sudah mengatakan bantu Sehun ketika setelahnya ia merasakan semuanya gelap. Xiumin pingsan.

Jongin, Kyungsoo dan Chanyeol yang baru tersadar langsung menatap Xiumin

"dia mengatakan bantu Sehun? dan bagaimama dia bisa keluar dari tahanan?" Tanya Jongin seperti orang bodoh sementara Kyungsoo hanya itu mengangguk-anggukan kepalanya

"jaga dia, aku akan ke atas untuk mengecek" sejurus selepas mengatakan itu, Chanyeol langsung berlari menjauhi Jongin dan Kyungsoo serta Xiumin yang sudah tak sadarkan diri

•●•●•●•●•

Samar-samar Chanyeol dapat medengar suara hantaman dan jeritan kesakitan dari lorong yang tengah ia lalui

Chanyeol semakin mempercepat langkahnya ketika suara itu dua kali semakin kuat. Chanyeol meraih pintu itu dan segera mendorongnya kuat.

Chanyeol membulatkan matanya melihat pemandangan didepannya yang terlihat sangat kacau. Tapi dia lebih memilih memfokuskan matanya ke arah Baekhyun yang sedang terisak sambil memeluk Luhan

Chanyeol menggeram hingga kuku-kukunya memutih. Ia tidak terima Baekhyun disakiti. Tetapi dia sendiri pernah, atau lebih tepatnya sedang menyakiti Baekhyun dengan mengurungnya dan memberinya makan hanya sehari sekali

Ia menyeret langkahnya mendekati pria itu dan menarik kerah Sehun. Sekarang Daehyun harus menghadapi dirinya, bukan Sehun. Semenjak Baekhyun tersakiti, Chanyeol memutuskan bahwa Daehyun adalah musuh pertamanya menggantikan Anyang High School yang sebelumnya adalah musuh utamanya

Daehyun menghela nafasnya kasar. Ternyata lawannya banyak juga. Tapi ia tidak terlalu mekirkan itu. Yang dia tau, dia akan menghabisi Chanyeol dan membawa Baekhyun pergi. Sementara Daehyun sibuk dengan fikirannya, Chanyeol malah mengangkat tangannya dan melayangkan tamparan keras di pipi kiri Daehyun

"beraninya kau menyakiti Baekhyun!" Chanyeol memaki Daehyun murka, seketika nyali Daehyun menipis sebanyak 50%. Chanyeol terlihat seperti orang kerasukan sekarang, wajahnya memerah dan matanya membulat seperti ingin keluar dari kelopak. Tak ada lagi Chanyeol berkarisma yang sering ia temui disekolah.

Daehyun mencoba menghilangkan rasa takutnya dengan kembali menatap Chanyeol garang "bodoh, kau yang menyiksanya untuk tinggal di ruangan pengap ini. Aku tak tau apa misimu untuk mengurung mereka. Yang pasti kau membuat Baekhyun tersiksa. Dan satu pertanyaan untukmu, sejak kapan kau peduli tentang Baekhyun?"

Kini Chanyeol yang tersedak. Ia kembali dalam fikirannya. Mengapa dia mengkhawatirkan Baekhyun?

Daehyun tersenyum licik melihat perubahan wajah Chanyeol. Chanyeol tengah lengah, jadi dia akan mengambil kesempatan ini untuk menyerang Chanyeol

DUAGH

Daehyun membulatkan matanya. Dia lambat. Chanyeol lebih dulu tersadar dan menonjok pipi kiri Daehyun. Daehyun bangkit dari posisi terduduknya sambil mengelep sepercik darah disudut bibirnya. Chanyeol tidak main-main. Daehyun bahkan dapat merasakan pipi kirinya robek dibahagian dalam

Belum sempat Daehyun berdiri tegak, Chanyeol lebih dulu melayangkan bogemannya

DUAGH

"arggh!" Tunggu, itu bukan suara Daehyun, melainkan suara...Baekhyun? Chanyeol menatap Baekhyun terkejut. Baekhyun memegang pipi kanannya yang terasa ngilu dan kebas. Chanyeol semakin membulatkan matanya ketika darah segar mengalir dari sudut bibir Chanyeol

"Baek...Baek..hyun..aku tidak..." Chanyeol terpaku. Terpaku menatap tangannya yang telah menghantam pipi Baekhyun. Chanyeol menyesal. Chanyeol mendesah sambil menjambak rambutnya. Matanya ia pejamkan seerat mungkin. Daehyun yang menatap Baekhyun iba kini telah melayangkan tendangannya ke perut Chanyeol

DUGH

Chanyeol tak sempat menjaga keseimbangannya ketika Daehyun meninju perutnya untuk membabi buta. Alhasil, Chanyeol terdorong kebelakang dan terbaring

"Baekhyun!" Sungguh, Chanyeol tak mampu bangkit dari posisinya saat ini, samar-samar ia mendengar Luhan dan Kris memekikkan nama Baekhyun. Dia juga tak tau mengapa, penglihatannya sudah sedikit kabur. Mungkin akibat tendangan dan bogeman dari Daehyun yang sedikit mengenai dadanya.

Chanyeol juga sudah tak melihat Daehyun. Yang terakhir dia lihat Daehyun meurutuki seseorang ditelfonnya dan berlalu entah kemana. Mungkin dia sudah lompat dari ruangan tersebut

"enyah kau raksasa! kau menindih Baekhyun!" Chanyeol mebulatkan matanya ketika teriakan itu memekakakn telinganya. Ia segera bangkit, walaupun tubuhnya sudah tak mampu

"Baekhyun?"

PLAK

"kau mau membunuh temanku? Dia asma Chanyeol. Mengapa kau menindih tubuhnya?" Chanyeol mendengar jelas rutukan Luhan. Tetapi matanya masih subuk menatap Baekhyun yang memejamkan mata

Ini semua salahnya, benar kata Daehyun, dia hanya menyiksa Baekhyun. Baekhyun sudah pingsan beberapa kali akibat ulahnya. Dan Chanyeol baru menyadari satu hal. Dia mencintai Baekhyun

Chanyeol memaksa tubuhnya yang sudah lemah untuk menggendong Baekhyun. Persis sepertimana saat pertama kali dia menggendong Baekhyun

Chanyeol membawa Baekhyun ke ruangan pribadinya di markas itu. Ia segera membuka luas tiga jendela diruangan itu.

Chanyeol keluar dan menyuruh Luhan, Kyungsoo, Kris dan Sehun untuk menjaga Baekhyun sementara dia menelpon dokter pribadinya diluar markas

Xiumin sedang dalam perjalanan menghantar Chen ke rumah sakit. Tapi ini semua belum berakhir karna ada Jongin yang ikut serta. Mereka semua masih menjadi tawanan Chanyeol. Entah pikiran iblis darimana yang membuatkan Chanyeol enggan melepaskan mereka. Terutama...Baekhyun

•●•●•●•●•

"Keadaannya masih belum stabil. Usahakan ketika dia bangun, supaya tidak membuka mengepam gas itu." Kris dan Luhan sibuk menatap iba Baekhyun dan sama sekali tak merespon ucapan dokter wanita didepannya. Untung ada Kyungsoo dan Sehun yang menangguk-anggukan kepala seperti paham dengan ucapan doktet bernametag Kim Taeyeon tersebut

"jangan lupa suruh dia meminum obat yang sudah saya sediakan di nakas. Semuanya sudah saya catat termasuk bilangan yang harus dia minum"

"pergelangan tangannya juga sudah saya perban, jangan lupa untuk menyapu salep disekitar pergelangan tangannya dan membalutnya kembali. Usahakan setiap 2× sehari. Pipi bahagian dalamnya juga sudah saya sapu alkohol untuk menutup luka. Jangan biarkan dia membuka mulut atau tertawa terlalu lebar sehingga lukanya kering. Dan jika ada apa-apa masalah lagi, bisa hubungi saya. Terima kasih, permisi" dokter wanita itu segera berlalu dari hadapan pria-pria itu ketika Sehun tersenyum dan menganggukan kepalanya

"aku merasa berlebihan serta bersalah" Luhan tiba-tiba menatap Sehun yang juga tiba-tiba bersuara didalam keheningan

"memang seharusnya kau merasakan semua perasaanmu itu. Termasuk temanmu yang bernama Chanyeol itu. Dia bahkan hampir membunuh temanku satu-satunya" Luhan berbicara dengan penekanan suara disetiap ucapannya. Tapi pandangannya masih menatap Baekhyun

Sementara itu, pria jakung yang hendak masuk keruangan tersebut langsung terhenti ketika mendengar ucapan Luhan. Ini memang murni kesalahnya. Jadi dia memutar badannya dan berjalan meninggalkan ruangan tersebut

Ia mengeluarkan kunci mobilnya dan menekan tombol untuk membuka kunci mobil. Chanyeol berjalan lemah dengan tatapan kosong. Ia tak tau tujuannya sekarang. Yang dia tau, dia harus menjauhi Baekhyun

Chanyeol men-start mobilnya dan segera meninggalkan perkarangan markasnya.

•●•●•●•●•

"yak! apa kau waras? kau baru saja sadar dan langsung tertawa seperti bicah mendapat permen?" Luhan menghentikan ucapannya seketika "tapi itu lebih baik dari pada kau bangun dan bertanya 'aku diamana?'"

Baekhyun terkekeh sendiri mendengar elucon Luhan. Ia segera membangunkan diri dan menyandar pada kepala kasur yang ia duduki

TOK TOK TOK

"masuk!"

Sehun membuka sedikit membuka pintu dan menyembulkan kepalanya kedalam ruangan. Heol, ruangan ini panas sekali

"apa yang kau lakukan?" Luhan yang menatap datar Sehun tak dapat menahan dirinya untuk tak bertanya semenjak Sehun sibuk memperhatikan ruangan tersebut.

"oh ya, aku sampai lupa gara-gara ruangan ini. Apa kalian tidak kepanasan?" Sehun melangkahkan kakinya masuk. Mendekati Baekhyun dan Luhan sambil membawa dua kantong plastik. Tanpa aba-aba, Sehun langsunh menyodorkan plastik itu kepada Luhan "aku tak tau siapa yang suka stroberi disini. Yang pasti Chanyeol tak membelikan ini untuk aku, Jongin ataupun Kyungsoo"

Setelah Luhan meraih plastik dari Sehun, pris albino itu langsung mendudukkan dirinya di sofa penjuru ruangan tersebut

"Baek" Luhan hampir saja berteriak ketika tiba-tiba tangan Baekhyun merampas plastik ditangannya. Tetapi ia berhasil memelankan nadanya. Good job Luhan

"ini semua stroberiku kan Lu? Kau juga pasti tidak akan bisa menghabiskan semua ini. Jadi berikan saja padaku" Luhan mengangguk. Ia menghela nafas. Sepertinya aura-aura manja Baekhyun sudah keluar. Beginilah jika Baekhyun sakit, tingkat kemajaannya akan lebih lima anak tangga berbanding wanita yang tengah hamil muda

"tapi Lu, aku masih tak bisa mengunyah" Baekhyun mencurutkan bibirnya, meminta perhatian Luhan. Luhan segera menatap Baekhyun dengan tatapan 'jadi kau mau apa?'

"bisakah kau menyimpan semua ini dikulkas? aku hanya akan mengambil tiga botol stroberi" Sudah Luhan duga sebelumnya. Baekhyun akan menyuruhnya ini itu selagi dia tak sembuh total. Jadi yang Luhan lakukan sekarang adalah meraih plastik ditangan Baekhyun dan melangkahkah kakinya menuju pintu

Luhan dapat merasakan seperti ada yang mengikutinya sejak tadi. Jadi dia terus berjalan dan saat sudah dirasanya cukup, dia memutar badannya tiba-tiba

"aww" Luhan meringi mengusap hidungnya yang terhantuk sesuatu. Ia menatap keatas dan hanya melihat wajah Sehun. Tunggu, wajah Sehun?

"kau!" Luhan mundur dengan cepat, masih terkejut dengan kejadian barusan. Ia bisa melihat Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menunjuk ke arah kakinya. Mengapa pria aneh ini? pikir Luhan sambil terus mundur

NYIT

Luhan langsung menatap benda yang berbunyi itu. Bunyinya sangat aneh. Dan matanya membulat ketika melihat tikus kecil disana. Dan dia semakin terkejut ketika melihat kakinya berada di seluruh ekor tikus itu. Jadi Luhan melompat dan membiarkan tikus itu pergi

"kukira kau takut tikus" Ucap Sehun sambil terus memandang Luhan datar. Kedua tangannya ia masukkan kedalam saku celana.

"kau pikir aku takut dengan haiwan seperti itu. Well, aku ini sangat manly dan tak mung-arrggh!" Sehun berjengit ketika Luhan tiba-tiba meloncat dan sontak memeluk tubuhnya. Luhan masih menjerit sambil menhentak-hentakkan kakinya dengan posisi memeluk Sehun. Kepala pria itu ditundukkan hingga tenggelam di dada Sehun.

Sehun mencoba bergerak untuk mencari keseimbangan. Kakinya tak sengaja mengenai kaki Luhan dan tiba-tiba pria cantik itu semakin menguatkan jeritan, lompatan dan pelukannya. Alhasil Sehun terpeleset ke depan karna belum sempat menyeimbangi dirinya

Dan seketika suara Luhan hilang. Jeritannya terhenti. Tulang belakangnya terasa seperti patah. Dia meringis sambil mengetatkan pelukannya pada Sehun yang tengah menindih tubuh kecilnya. Sehun mencoba bangun tetapi ia tak mampu, dengan tarikan Luhan serta...jantungnya yang berdetak laju membuatnya lemah

"Lu" Sehun mencoba meraup sebanyak oksigen ketika Luhan semakin memeluk lehernya kuat. Tapi tiba-tiba Luhan menjerit dan kembali menggelengkan kepalanya. Sehun mengangkat paksa kepalanya untuk menatap Luhan. Kakinya masih meronta-ronta tidak jelas dan tepat bergesekan dengan sesuatu di bawah sana tanpa henti. Sehun menggeram merasakan sengatan pada tubuhnya. Ini tidak bisa dibiarkan sebelum mereka berdua berakhir dengan sesuatu yang tak harusnya terjadi

Sehun berusaha untuk menatap muka Luhan. Dan Sehun sedikit menyesalinya ketika matanya menangkap bibir merah itu. Ia segera menundukkan kepalanya dan kepalanya kembali mencium leher Luhan ketika Luhan juga kembali merengkuhnya ketat. Sehun tak tahan dengan semua ini. Sumpah

"Lu..kau sebenarnya kenapa...kau kerasukan hantu?" Sehun mencoba bersuara walaupun suaranya terdengar seperti orang sekarat, tetapi mencoba juga tidak salah kan "Sehun! kecoa sial itu melintas kakiku! uuwaa!" Sehun sontak memejamkan matanya ketika dirasa telinganya seperti ngilu, teriakan Luhan itu sudah kuat, nyaring lagi. Mana lagi peluh dingin semakin mendominasi tubuh Sehun. Sehun tidap sanggup

Sehun menggeram dan memaksa tubuhnya untuk berdiri sambil menggendong Luhan seperti bayi. Lebih baik Luhan dibawa ke ruangan Chanyeol sebelum apa-apa yang tidak diinginkan terjadi.

CKLEK

Mata sipit itu langsung memandang ke arah pintu ketika seseorang membukanya. Matanya yang sipit itu tiba-tiba membulat menyaksikan pemadangan didepannya. Sehun menggendong temannya? wow . Tiba-tiba Baekhyum tersenyum penuh makna kepada Sehum yang menatapnya datar dengan wajah memerah.

Sehun melepaskan pegangannya pada pinggang Luhan "turunlah" perintah Sehun, tapi Luhan tak bergerak se-inchi pun. Jadi Sehun menarik pergelangan tangan Luhan dan menurunkannya paksa

"tertidur rupanya" Sehun sedaya upaya menahan senyumannya ketika melihat wajah damai Luhan. Ada sebesit rasa senang melihat wajah Luhan sedekat ini tanpa paksaan. Sehun membaringkan Luhan hati-hati di sofa dekat pintu. Setelah itu dia kembali ke sofa di penjuru ruangan merebahkan tubuhnya. Well, lehernya terasa remuk akibat rengkuhan Luhan. Sehun memejamkan mata dan untuk beberapa menit seterusnya dia tertidur

"aku seperti halimunan disini. Apa mereka tak melihatku? Tunggu, tapi aku lebih merasa seperti ubat nyamuk" monolog Baekhyun setelah berhasil menghabiskan susu stroberi ketiganya. Ia membaringkan tubuhnya dan menatap langit-langit ruangan tersebut "tapi, dimana Chanyeol?"

•●•●•●•●•

"Chanyeol! noona pulang!"

CKLEK

"Chanyeol?! apa yang kau-"

•●•●•●•●•

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC