Chapter 7
Tittle: Reinkarnasi
Author: Hime Putri Akira137
Disclaimer: Mashashi Kishimoto
Genre: Drama, Romance, Slice of life, Fantasy, Mistery, Crime, Supernatural, Horror.
Pairing: ItaKyuu, SasuNaru, dan KakaIru.
Rate: M
Warning: Yaoi, BL, slash, lemon scene, AU, M-preg, RnR.
Summary: Mereka tau akan keajaiban dari sebuah reinkarnasi tapi tidak semua orang yang dapat memiliki kelebihan itu yang mereka tau sebuah reinkarnasi adalah kelahiran yang akan membutuhkan waktu yang lama agar terlahir kembali tapi tidak untuk dia baginya sebuah reinkarnasi adalah hal yang sangat singkat.
Huruf normal : dimasa depan atau bumi (kalo bingung pikirin sendiri #digebukkin)
Huruf tebal : dimasa lampau atau didimensi lain.
Note: Untuk beberapa adegan akan banyak keberadaan Kyuubi dengan bocah kemarin, dan lebih banyak akan masa lampau. Makasih atas sarannya ya semuanya aku sempat kaget juga ada yang dapat nebak nama bocah episode sebelumnya, tapi tetap saja aku tidak akan mudah mengatakan jawabannya. Dan ini balasan review kalian semoga puas akan jawabannya ya.
Lusy Jaeger Ackerman: mungkin diepisode ini pertanyaanmu sedikit terjawab, tapi tetap saja disini akan lebih banyak pertanyaan yang muncul diberbagai bagian tentunya.
Habibah794: disini tergantung menurut pendapat diri sendiri, siapa yang menurut kita baik atau jahat. Naruto disini tidak memihak siapa pun, dia ditugaskan membantu dua orang itu (Itachi dan Kyuubi). Naruko jadi ada yang pasti ada kaitannya dengan Sasuke dan kenapa dia sangat ingin benih sang pengeran es itu. Raja dan ratu kegelapannya masih tidak dapat aku katakan sekarang mungkin beberapa episode yang mendatang akan terjawab. Anak kecil dan Naruko masih dipertanyakan memiliki hubungan atau tidak yang pasti semua terhubung. Terima kasih atas semua pertanyaannya.
Park RinHyun-Uchiha: pertanyaan yang bagus, mungkin diepisode ini akan terjawab benar atau tidaknya nama anak kecil itu, tapi aku tidak mengatakan bahwa anak itu adalah anak dari SasuNaru. Naruko terobsesi dengan Sasuke, sebenarnya tidak, dia hanya berkeinginan memiliki benih Sasuke. Kalo Naruko terbunuh atau tidak entahlah masih dipikirkan.
uchiha moichiru: makasih atas saran dan kritiknya sangat membantuku, untung ada yang sadar akan tanda baca yang membingungkan mungkin perlu pengeditan ulang untuk episode berikutnya, makasih atas sarannya.
Don't like don't read.
.
.
.
Bruk.
Kyuubi terjatuh dengan keras diatas tanah yang tidak dia ketahui ini. Berada dimanakah dia sekarang, parahnya bocah yang bersamanya tadi tidak ada disekitarnya, menghilang tanpa jejak dan tanpa diketahui entah ada dimanakah bocah itu sekarang. Kyuubi bangun dari duduknya menepuk-nepuk celananya yang sedikit berdebu terkena tanah.
"Kuso. Dimana bocah itu? Kenapa hilang disaat yang tidak tepat?" Kata Kyuubi kesal sendiri pada bocah yang menghilang tanpa dia ketahui.
Kyuubi melihat tempat yang dia pijaki ini, hutan tapi sepertinya bukan hutan ada dimimpinya, tapi itu bukan hal yang harus dia pikirkan, yang harus dia pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya agar Kyuubi dapat menemukan bocah yang pergi entah terpisah karena memasuki portal tadi atau sengaja membuangnya kesebuah dimensi yang tidak dia ketahui ini untuk balas dendam padanya, tapi bocah itu mana mungkin mempunyai dendam padanya bertemu saja baru tiga kali, Kyuubi terlalu baik untuk berbuat jahat.
"Berhenti!" Perkataan seseorang membuat Kyuubi membatu, dia tidak dapat bergerak apa lagi melanjutkan langkah jalannya. Kyuubi takut satu hal yaitu dia takutnya ada pemburu di hutan ini yang akan menangkapnya lalu dibawa ke pasar gelap.
Kyuubi tidak berani menoleh kebelakang atau pun bergerak sedikit pun karena dia takut jika orang tersebut akan mengancamnya dengan nyawanya.
"Paman Kyuubi berhentilah menjadi patung seperti itu!" Kyuubi berbalik mendapati bocah yang dari tadi dia cari tengah berdiri kebingungan didepannya.
"Ka-kau dari mana saja? Aku mengira kau akan membiarkanku berada disini dikejar pemburu!" Kata Kyuubi ingin sekali memukul kepala bocah didepannya, tapi dia mengurungkan niatnya.
"Sudah, sudah. Ini pakailah!" Kata bocah itu memberikan Kyuubi sebuah pakain yang terlipat rapi.
"Tunggu dulu, sebelum aku memakain pakaian laknat ini, pertama aku harus mengetahui namamu dulu?" Kata Kyuubi menerima pakaian yang diberikan bocah itu dengan senang hati.
"Namaku Menma, sedangkan marganya aku masih belum dapat mengatakannya sekarang, ayo kau harus mengganti pakaianmu, dan mengecat rambut merahmu, kita harus memasukki istana sebelum gerbang tertutup!" Kata Menma melihat matahari yang mulai terbit, memancarkan sinar jingganya yang hampir terbit diupuk barat.
"Iya, ayo pergi! Aku tidak berniat ganti baju disini!" Kata Kyuubi berjalan mendahului Menma yang hanya mengangguk, tadi Menma seperti melihat sesuatu tapi dia tidak tau apakah yang dia lihat adalah benar atau tidak.
Kyuubi dan Menma berlari pelan memasukki sebuah kedai roti, lalu Kyuubi meninggalkan Menma seorang diri untuk menunggunya selama ganti baju.
"Bibi aku pesan roti dua ya!" Kata Menma kepada seorang wanita yang hanya tersenyum mengangguk pada Menma.
Menma dapat bersyukur saat jatuh tadi tepat berada didepan toko pakaian, jadi dia bisa membeli sebelum menemui Kyuubi yang sudah dia perkirakan jatuh tepat di hutan. Untung saja ayahnya mau memberikan keperluannya pergi kemasa lampau dan merahasiakan kepergiannya tanpa diketahui ibunya, walaupun dia tau ibunya pasti akan mengetahuinya nanti dan mengirimnya kesana lagi untuk sekolah.
"Ini pesanannya, nak!" Kata seorang wanita yang memberikan dua bungkus roti yang telah dipesankan.
"Terima kasih!" Kata Menma tersenyum sebagai ucapan dan memberikan beberapa uang yang perlu dia berikan pada wanita tadi, sebagai ganti dari barang yang telah dia beli.
"Menma, aku kurang yakin? Apakah rencanamu dapat dipercaya seratus persen" kata Kyuubi yang baru keluar mengenakan pakaian yang sama dengan Menma tapi hanya warnanya saja yang berbeda, pakaian pelayan istana berwarna putih sedang Menma berwarna hitam.
"Tenang saja, ayo pergi ini makanan pertamamu disini. Terima kasih atas layanannya ya bibi, ehh... Kenapa kau mengecat rambutmu hanya menyisakan bagian ujungnya saja?!" Kata Menma memakan roti yang dia beli tadi.
"Sudah jangan banyak bertanya, tapi ini tidak permanenkan?!" Kata Kyuubi merasa malas menjelaskan tentang model warna rambutnya.
"Tidak!" Kata Menma tersenyum puas membuat Kyuubi kurang yakin dengan perkataan Menma.
Kyuubi dan Menma keluar dari kedai roti itu, memakan roti yang berada ditangan mereka, menatap orang-orang yang terlihat sibuk tanpa melihat orang lainnya yang terlihat menyedihkan, Kyuubi hanya dapat maklum karena ini adalah zaman sebelum dia dilahirkan.
"Menma, apakah perjalanan ke istana sangatlah jauh?" Tanya Kyuubi yang telah menghabiskan makanannya membuang sampahnya pada tong sampah.
"Tidak, sebentar lagi juga kita akan sampai pada tujuan, tapi kita disini tidak boleh memakai nama asli, itu akan berdampak buruk. Jadi kita pakai nama samaran saja!" Kata Menma yang berada didepan Kyuubi hanya tersenyum senang, entah karena apa.
"Baiklah, panggil aku Kai" kata Kyuubi mencoba agar terbiasa dengan nama barunya yang aneh baginya.
"Baguslah, Kai. Panggil aku Mika agar mudah diingat" kata Menma tersenyum saat ada seseorang menyapanya tadi.
"Menma gerbangnya mau ditutup, ayo lari?!" Kata Kyuubi saat melihat gerbang besar yang ada dua prajurit yang menjaga diluar gerbang.
"Ayo cepat sebelum kita ketinggalan berita!" Kata Menma mempercepat larinya untuk mengejar gerbang yang hampir tertutup dengan perlahan.
.
.
.
Tap. Tap. Tap.
Derap langkah yang menggema didalam istana besar itu, membuat semua pelayan yang berada disana membungkuk hormat akan penguasa dari istana ini. Langkahnya mulai memelan saat sudah sampai pada singgasananya, mendudukan dirinya dengan angkuh seperti raja, mengibaskan tangannya memberikan isyarat agar semua pelayannya pergi dari hadapannya untuk kembali melakukan aktifitas mereka yang sedikit tertunda.
"Katakan, ada kabar apa dari Kerajaan Senju?" Tanya sang raja pada penasihatnya yang berdiri disamping kanannya, sedikit membungkukkan badannya untuk berbisik kepada sang raja.
"Mereka berniat membatalkan pertunangan ini, karena adik anda menentang dan mencoba menggagalkan rencana anda, yang mulia!" Kata sang penasihat kembali berdiri tegak saat pembicaraan singkatnya dengan yang mulia raja telah selesai.
"Seret dia?" Katanya memerintah membuat sang penasihan membungkuk hormat untuk mengundurkan diri, lalu beranjak pergi untuk memenuhi permintaan sang raja.
Dikejauhan Kyuubi dan Menma melihat sang raja yang tengah duduk, wajahnya tidak terlihat jelas karena jarak mereka yang terlalu jauh dengan singgasana sang raja, jika dia beralasan untuk menghampiri sang raja dengan mengatakan bahwa dia ada perlu sama saja dia bunuh diri, membiarkan identitasnya diketahui.
"Menma, jadi itu raja penguasa Kerajaan Uchiha?" Tanya Kyuubi yang menatap lagi kearah sang raja yang hanya diam ditempat menompangkan dagunya dengan bosan.
"Iya, kau tau dia adalah anak dari generasi terdahulu sebelum dia, dulu rajanya adalah Madara tapi dia telah meninggalkan tahtanya kepada putra sulungnya itu, tapi biar begitu Raja Madara telah mati bunuh diri karena tidak kuat akan tekanan!" Kata Menma pelan mencoba agar tidak ada yang mendengar perkataannya dan Kyuubi.
"Tekanan apa maksudmu?" Tanya Kyuubi lagi masih tidak mengerti akan sejarah orang-orang disini, apa lagi penguasa baru Kerajaan Uchiha ini.
"Tekanan dari cinta pertamanya yang pergi demi wanita lain, sudahlah ayo kita pergi. Lebih baik kita jangan lama-lama disini aku takutnya kita ketahuan!" Kata Menma berjalan pelan mencoba tidak menimbulkan derap langkah yang nyaring.
Kyuubi pun melakukan hal yang sama mencoba tidak memuculkan suara yang nyaring dari sepatu yang dia kenakan.
"Berhenti!"
Sepertinya sang raja telah mengetahui keberadaan mereka, gawat mereka berdua tidak dapat melakukan hal yang lain lagi, selain pasrah menghadapi hukuman.
"Jadi, apa yang membuatmu melakukan hal ini, Sasuke?" Kata sang raja menatap marah adiknya yang berlutut satu kakinya tepat didepannya dengan kepala tertunduk.
Kyuubi dan Menma menghela nafas lega karena gelagat mereka tidak diketahui oleh sang raja. Karena mereka mendengar sebuah nama yang agak familiar jadi mereka berdua tidak jadi pergi, lebih memilih untuk mendengarkan amarah dari sang penguasa Kerajaan Uchiha.
"Aku benci gadis itu, dia telah mengetahui behwa aku seorang Reinkarnasi, dia terus mengatai-ngataiku bahwa aku tidak pernah merasakan yang namanya MATI!" kata sang adik memalingkan wajahnya, berdiri dari berlututnya menatap kakaknya dengan kesal.
"Begitu ya, kenapa kau tidak berpikir untuk membunuhnya, Sasuke?" Tanya sang raja menyeringai akan niat jahatnya pada gadis yang akan ditunangkan pada adiknya nanti.
"Nanti, aku belum berencana untuk membunuhnya, jika dia mengataiku seperti itu lagi, maka aku tidak akan segan padanya" kata sang adik menatap sengit kakaknya yang hanya menyeringai.
"Kau tau semejak ayah meninggal karena... Che." Dia berdecih karena merasa jijik mengatakan sebuah nama dari mulutnya.
"Malam pertunangan dua hari lagi, baiklah selesai acara itu kita lakukan ritualnya!" Kata sang adik beranjak pergi, tanpa melihat raut wajah sang kakak yang terlihat tidak suka akan perlakuan sang adik yang terlalu semena-mena padanya.
"Yang Mulia Itachi, ada surat dari Kerajaan Senju!" Kata sang penasihat memberikan sebuah gulungan surat kepada sang penguasa.
"APA JADI DIA ITACHI... Hmmpp!" Spontan Kyuubi berteriak tapi mulutnya langsung dibungkam oleh Menma yang refleks menutup mulut Kyuubi agar dapat diam, agar persembunyian mereka tidak diketahui.
"Hm. Siapa disana?!" Tanya sang penguasa Itachi Uchiha melihat kearah pilar yang berada dekat pintu ruangan dapur.
Merasa tidak ada jawaban Itachi menatap penasihannya dan memberikan sebuah isyarat agar mendekati pilar yang tidak diketahui ada orang atau tidak.
"Siapa pun yang bersembunyi dipilar itu, atas mana Yang Mulia Raja Itachi Uchiha dimohon keluarlah!" Kata sang penasihat berjalan pelan lurus menuju sebuah pilar yang sedikit jauh dari jaraknya.
"Kuso. Dia sudah memakai nama sang raja lebih baik kita keluar saja!" Bisik Menma yang, langsung membuat Kyuubi terbelalak gugup, kebingungan.
"Keluarlah, sebelum masalah menjadi panjang?" Katanya mencoba untuk tidak berteriak, berbicara setenang mungkin untuk tidak membuat siapa pun gugup atau takut saat mendengar suaranya yang sedikit berat.
Tap. Tap.
"Maafkan kami sang penasihat, karena paman saya lancang berteriak!" Kata Menma keluar dari persembunyiannya lalu menundukkan kepalanya dengan dalam.
"Ah. Baiklah kali ini aku maafkan tapi jika kalian melakukan hal ini lagi, maka aku tidak segan pada kalian" katanya membuat Kyuubi dan Menma membungkukkan badan lalu beranjak pergi.
Itachi yang melihat penasihatnya sedang memarahi seseorang hanya menyipitkan mata ingin melihat siapa gerangan yang berteriak tadi, tapi Itachi tidak dapat melihat jelas wajah dari orang itu karena terhalang oleh penasihatnya yang berdiri membelakangi menutup celah untuk melihat dua orang tersebut. Tidak berselang dua orang tersebut pergi tanpa sepatah kata pun, mungkin takut pada penasihatnya.
"Siapa mereka, Sasori?" Tanya Itachi berdiri dari singgasananya, menghampiri penasihatnya yang berbalik lalu menggeleng pelan.
"Bukan apa-apa yang mulia, hanya dua pelayan baru, pengganti dua pelayan kemarin yang anda usir!" Sasori Akasuna berbalik mendapati rajanya berdiri penuh kebingungan.
"Namanya?" Tanya Itachi membuat Sasori mendelik, karena tidak biasanya rajanya penasaran akan hal sepele ini.
"Mika dan Kai, mungkin mereka pelayan dari kerajaan seberang!" Kata Sasori melihat lagi kearah dapur yang telah tertutup oleh pintu besar.
"Baiklah, katakan pada Sasuke bahwa malam ini pangeran dan tuan putri kerajaan seberang akan datang untuk pertemuan, katakan agar dia tidak melarikan diri lagi dari pertemuannya dengan tunangannya ini!" Kata Itachi beranjak pergi dari tempatnya, pergi meninggalkan singgasananya yang telah kosong.
"Baik, yang mulia!" Kata Sasori membungkuk lalu pergi untuk mengatakan sesuai dengan perintah dari rajanya.
Ternyata Kyuubi tidak sepenuhnya pergi ke dapur untuk membantu pelayan yang lain untuk memasak, begitu juga Menma dia tidak ingin melakukan hal itu karena dia adalah pangeran dan dia bebas melakukan apa pun yang dia mau.
"Ehhh... Mau kemana?" Tanya Menma pada Kyuubi yang terlihat ingin keluar dari persembunyian mereka, bersembunyi disebuah pilar dekat ruangan dapur, beranjak pergi seperti ingin mengikuti pangeran tadi.
"Kyuubi, jangan lupa pakai eyepact ya, hati-hati Yang Mulia Raja Itachi bisa menangkapmu kapan saja?" Kata Menma mencoba memperingati Kyuubi yang hanya mengangguk lalu pergi setelah memakai eyepact yang berada disaku celananya.
Menma tidak akan ikut campur jika Kyuubi ditangkap sang raja, urusannya disini lebih penting daripada mengurusi Kyuubi yang masih penasaran akan orang yang tidur dalam peti itu, dan juga penangkalnya. Untuk kali ini Menma akan bekerja sendiri dengan menggunakan kekuatannya untuk menbunuh wanita yang sudah menjadi incara Menma disini. Dendam, Menma selalu ingin tertawa jika mengingat kata itu, apakah patut jika wanita itu terbunuh dengan tangannya sendiri, ibunya pasti akan sedih jika mengetahuinya membunuh lagi.
"Aku tidak perduli!" Menma beranjak pergi ke ruangan dapur untuk mengambil makanan, ini adalah keberuntungan yang tidak boleh dia buang, karena kapan lagi dia akan makan-makanan dari istana pada masa lampau.
.
.
.
Kyuubi berlari pelan mengikuti sang raja yang berjalan pelan menuju sebuah ruangan tapi dia langsung berbelok menghilang dari tempatnya, entah pergi kemana membuat Kyuubi kebingungan dengan apa yang dia lihat bagaimana bisa raja itu pergi dengan mudah, tapi dia dapat percaya dengan hal itu karena sang raja adalah seorang Reinkarnasi, jadi wajar bisa melakukan hal yang diluar logika.
"Ah... Sudahlah!" Kyuubi beranjak pergi meninggalakan tempatnya, mungkin ini bukan keberuntungannya hingga sang raja hilang dari jejaknya, tapi lain kali Kyuubi tidak akan meninggalkan incarannya itu.
Tidak lama Itachi keluar dari persembunyiannya dibalik tirai merah yang menutupi sebuah dinding, melihat kearah Kyuubi yang pergi dengan perasaan kecewa. Itachi baru kali ini mendapati seorang pelayannya yang penasaran akan dirinya, terlebih lagi pelayan itu masih orang baru, patutkah Itachi mencari identitas pelayan baru itu. Tapi dia rasa lebih baik dia mengurusi renacananya yang ini daripada yang lain.
Itachi beranjak pergi meninggalkan tempatnya, melihat kearah belakang lagi memastikan bahwa dia tidak diikuti lagi oleh pelayan barunya tadi.
"Apa perlu aku urusi pelayan baru itu?" Tanya Itachi memikirkan hal yang terlihat sepele, tapi hal ini bukanlah hal yang tidak biasa dia diikuti ini seperti ada yang melakukan sebuah rencana.
"Sudahlah, buat apa kau memikirkan para pelayan, mungkin mereka hanya kagum, lebih baik kakak lakukan persiapan ritualnya!" Kata Sasuke yang baru datang dari ruangan perpustakaan.
"Baiklah, lalu siapa yang akan kita korbankan untuk kali ini?" Tanya Itachi berjalan tepat didepan Sasuke, yang terlihat menjentikkan bahunya tidak tau.
"Sepertinya tidak ada yang dikorban untuk ritual kali ini, andaikan ayahanda masih hidup mungkin aku tidak perlu melakukan ritual ini tiap bulan!" Kata Itachi menghela nafas lelah, sangat terpukul akan kematian ayahnya serta ibu mereka yang pergi untuk menikah lagi.
Sangat menyakitkan memang kehidupan mereka, ibu mereka meninggalkan Itachi saat berumur sepuluh tahun dan Sasuke yang masih terlalu kecil untuk mengetahui apa itu ditinggalkan seorang ibu, Itachi hanya dapat menatap datar saat ibunya pergi disaat berada di pemakaman ayahnya yang tidak lama meninggal, andaikan saja Itachi saat itu sudah memiliki kekuatan itu mungkin Itachi sudah membunuh ibunya dan selingkuhannya sekarang itu juga.
"Kakak, aku dengar ibu akan menghadiri acara pertunangan itu, bagaimana kita menjadikannya sebagai korban berikutnya?" Tanya Sasuke membuat Itachi berhenti dari jalannya, mendelik sang adik dengan tajam saat kata itu terlontar dari mulut adiknya.
"Jangan pernah anggap dia ibu, Sasuke. Meskipun dia lupa akan rupa kita yang telah berhasil mengubah istana dan menutup rapat akan kematian ayah yang masih menjadi misteri, apakah semua itu masih belum menjadi hal yang sulit dia cari untuk menemukan anaknya?" Kata Itachi berjalan lagi melanjutkannya yang sempat tertunda tadi.
"Biarkan ritual kali ini, aku yang melakukan?!" Kata Sasuke meminta sebuah izin agar permintaannya dapat dikabulkan sang kakak.
"Tidak, jika kau melakukannya kau bisa dijemput sang raja kegelapan untuk menggantikan posisinya disana!" Kata Itachi melarang keras, apa yang diinginkan adiknya. Itachi tidak dapat mengabulkan permintaan adiknya dengan mudah.
"Baiklah!" Sasuke hanya dapat diam, mungkin apa yang dikatakan kakaknya benar, jika dia diketahui oleh raja kegelapan sudah membunuh seseorang maka dia tidak dapat lagi melakukan hal yang suci lagi.
"Tunggu sampai kau benar-benar telah lepas dari janji itu, Sasuke. Aku masih belum mampu melakukan persetujuan dengan raja kegelapan, mereka bisa memaksaku untuk menyerahkanmu jika aku melawan mereka!" Kata Itachi berhenti dari jalannya, berbalik melihat mimik raut wajah adiknya yang terlihat datar tapi terlihat dari matanya sangat jelas bahwa dia sedang sedih.
"Semua ini karena ulah ibu, Sasuke. Dia melakukan perjanjian yang membuat dirimu dalam masalah besar!" Kata Itachi mengelus pelan sirai rambut raven adiknya.
"Iya, aku mencoba sebisa mungkin agar tidak melakukan diluar batas!" Kata Sasuke menundukkan kepalanya, sangat mengerti bahwa kakaknya begitu khawatir akan dirinya.
"Bisakah kau keluar sekarang, bukannya kau sudah mendengarkan setengah pembicaraan kami?!" Kata Itachi menatap kearah sebuah pilar yang tertutupi tirai merah.
"Maaf, Yang Mulia Raja Itachi dan Pangeran Sasuke saya sudah lancang mendengarkan pembicaraan anda dan pangeran!" Katanya menundukkan kepalanya dengan rasa bersalah.
"Apa tujuanmu kesini?" Tanya Itachi yang ternyata sedang berbicara dengan Kyuubi salah satu pelayan barunya.
"Penasihat Sasori memerintahkan saya untuk memanggil anda!" Untung Kyuubi dapat mencari alasan, jika tidak entah bagaimana nasibnya telah memergokki kedua kakak-adik ini sedang melakukan sebuah rencana.
"Hn. Aku pergi dulu!" Kata Itachi beranjak pergi meninggalkan Sasuke dan Kyuubi yang masih bergeming ditempat.
"Maaf, pengeran saya permisi dulu!" Kata Kyuubi membungkukkan badannya beranjak ingin pergi.
"Tunggu, satu hal jangan pernah membocorkan rahasia!" Kata Sasuke beranjak pergi dari tempatnya meninggalkan Kyuubi yang diam menundukkan kepalanya.
Kyuubi melihat sosok itu pergi meninggalkannya, wajah yang sangat mirip dengan kekasih adiknya. Entah bagaimana keadaan adiknya disana Kyuubi harap baik-baik saja dan tidak mendapati peneroran dari Sasuke mau pun dari Itachi.
"Kau payah, membiarkannya pergi padahal kau bisa memanfaatkan sang pangeran, kau tau pikirannya terlihat lemah dan kita bisa mengendalikannya sedikit. Tapi ya sudahlah mungkin lain kali aku yang akan melakukannya sendiri!" Kata Menma yang entah dari mana menatap Kyuubi dengan kecewa dan helaan nafas pendek.
"Tidak, Menma. Jika kau berniat melakukannya maka kau akan membuat sang pangeran menjadi raja kegelapan, kita harus tau kenapa hal ini dapat terjadi dan bagaimana caranya agar semuanya terkendali tanpa harus kita yang ikut campur!" Kata Kyuubi berbalik menhadap kearah Menma.
"Baiklah, karena kau sudah tau apa yang telah dibicarakan sang pangeran sepertinya aku tidak perlu mengetahuinya, ayo lebih baik kita mencari tau kelemahan Itachi di perputakaan Istana!" Kata Menma beranjak pergi menuju sebuah ruangan perpustakaan yang terlihat dari pintunya sudah besar, entah bagaimana dalamnya.
"Heh... Memangnya kau akan mendapatkan apa dalam perputakaan itu, aku yakin seratus persen pasti semuanya hanya buku sejarah kerajaan dan keturunan para leluhur. Lebih baik kita pergi ke dapur saja untuk mencari makan!" Kata Kyuubi merasa malas mengikuti Menma yang sudah memasukki ruangan perpustakaan.
"Terserah padamu aku tidak ikut campur" kata Menma yang sudah berada didalam perpustakaan, meninggalkan Kyuubi yang hanya diam ditepat.
Karena kesal Kyuubi mulai memasukki ruangan perpustakaan lalu menutupnya kembali hingga terdengar suara decitan yang nyaring.
"Wahh... Tinggi, dimana aku dapat menemukan buku itu?" Kata Menma kebingungan saat melihat isi ruangan perpustakaan yang luas dan tinggi, bagaikan berada didalam sebuah istana buku yang banyak dan tinggi dengan rak buku yang tinggi dan banyak tersusun dengan rapi.
"Jadi, kau kebingungan baiklah karena aku sedang baik hati hari ini jadi aku akan mencari buku itu untukmu, bocah!" Kata Kyuubi berjalan melihat lihat-lihat label buku yang terpasang disamping sampul buku, melihatnya dengan seksama.
"Padahal, aku juga tidak berniat meminta tolong padamu, aku juga bisa mencarinya sendiri!" Kata Menma berjalan menuju sebuah meja besar yang panjang, mendudukan dirinya dikursi yang telah tersedia melihat sebuah buku yang mungkin baru saja dijamah.
Menma melihat kearah Kyuubi yang terlihat masih terperangah terhadap sekitar, kemudian Menma tersenyum jahat berpikir untuk mengerjai Kyuubi. Perlahan bola mata onyx itu berubah menjadi ruby merah menyala. Menggunakan sedikit kekuatan kegelapannya, tangan Menma tergerak menggunakan jarinya mengarahkan pada sebuah buku yang menjadi tujuannya membaca mencari sebuah kebenaran.
Duk.
"Aduh... Kenapa buku ini jatuh tepat dikepalaku, kuso?" Tanya Kyuubi mengaduh saat kepalanya tertimpa buku yang tebal, memaki buku yang tidak bersalah.
Kyuubi kembali mengambil buku yang terjatuh tadi melihat samping sampulnya yang berwarna coklat tidak memiliki label nama.
Menma menatap Kyuubi yang hanya diam, malas untuk bergerak memerintah Kyuubi membawa buku bersampul coklat itu.
"Apakah ini?" Tanya Kyuubi pada Menma yang pura-pura sedang membaca sebuah buku diatas meja tadi.
"Mungkin, coba bawa kesini, bisa saja kita menemukan sesuatu yang sedang kita cari!" Kata Menma melihat kearah buku yang dipegang Kyuubi.
"Menma bukannya matamu tadi ruby kenapa jadi onyx?" Tanya Kyuubi melihat bola mata Menma yang cerah seperti langit biru.
"Benarkah, mungkin kau yang salah lihat!" Kata Menma mengambil buku yang ada ditangan Kyuubi, mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Ya sudahlah, coba kau cari kelemahan dari Kaum Reinkarnasi dan kenapa mereka memiliki sebutan itu?" Kata Kyuubi mendudukan dirinya dikursi samping Menma.
"Tunggu biar aku bacakan sedikit..." Menma mengatur nafasnya mencoba menetralkan pikiran bebannya.
Dulu manusia dan dewa mempunyai hubungan erat, memikili sebuah hubungan yang melebihi seorang teman mungkin sudah dianggap keluarga.
Persahabatan yang sangat terikat mengatakan bahwa mereka sangat beruntung akan anugrah yang mereka miliki, ketika manusia dan dewa mempunyai seorang anak dan ingin membuat mereka saling jatuh cinta, tapi hal itu ditolak keras oleh sang raja dewa.
Karena raja dewa tau akan ketamakan manusia yang sangat serakah, suatu hari dia sempat mendengar bahwa ada seorang pemuda manusia ingin menikahi salah satu putrinya hanya untuk mendapatkan kelebihan dari Para Dewa yaitu sebuah kehidupan abadi yang jika dibunuh akan hidup kembali yang disebut sebagai Reinkarnasi.
Tidak terpedaya akan perkataan sang ayah, sang tuan putri anak bungsu dari raja dewa, membantah akan perkataan ayahnya dan lebih memilih hidup bersama manusia. Ini adalah pertentangan dan langgaran bagi manusia dan dewa. Dan baru kali ini peraturan itu telah dilanggar oleh para dewa yang merupakan anak dari raja dewa.
Murka akan kelakuan anaknya yang telah menikah dengan manusia akhirnya raja dewa mengutuk keluarga anak bungsunya menjadi seorang Reinakarnasi, yang diincar semua orang untuk kepentingan pribadi tidak ada yang tau apa alasan mereka diincar lalu dibunuh secara berulang kali.
"Jadi, ini kutukan dari raja dewa untuk putri bungsunya dan keluarga Uchiha merupakan keturunan?" Kata Kyuubi melihat kearah Menma yang mengangguk pelan.
"Lalu apakah hal ini akan terus begitu hingga keturunannya sampai ke cucu dan cicitnya!" Menma memegang kepalanya tidak dapat percaya akan hal yang dia baca barusan, kenyataan yang pahit.
"Tentu saja, keluarga dari putri bungsu raja dewa telah dikutuk untuk menjadi seorang Reinkarnasi abadi, karena apa? Karena sang raja dewa ingin para manusia dapat merasakan yang namanya mati berulang kali!" Kata Kyuubi membaca kembali buku yang ada dihadapannya.
"Tapi setauku kaum Reinkarnasi tidak memiliki kelemahan dalam hal apa pun, jangankan dibunuh dibakar saja terlalu sulit!" Kata Menma menatap Kyuubi yang terlihat berpikir.
"Hmm... Yang aku tau dari adikku seorang Reinkarnasi memiliki jati diri lain, aku tidak mengerti akan hal itu?" Kata Kyuubi berjalan menuju rak buku lainnya untuk menaruh buku yang dia ambil.
"Jati diri yang lain? Apa maksudnya?" Kata Menma tidak mengerti akan hal seperti pertanyaan yang membuatnya berpikir lagi.
"Iya, katanya seperti itu. Menma lebih baik kita keluar berada dalam perputakaan ini membuatku merinding!" Kata Kyuubi berjalan menuju pintu keluar ruangan perpustakaan yang diikuti Menma dari belakang.
Perputakaan yang tadi telah ada orangnya kini menjadi sunyi, senyap tidak ada seorang pun masuk sekedar membaca buku. Perlahan pintu besar perpustakaan yang awalnya tertutup kembali terbuka, dengan suara decitan yang nyaring membuat siapa pun yang mendengarnya akan bergidik ngeri. Terlihat sang pangeran, Sasuke berjalan dengan kening berkerut.
"Hmm... Seperti ada yang baru saja memasukki ruangan ini?" Kata Sasuke mengedarkan penglihatannya keseluruh ruangan dengan ekor matanya.
"Ada seseorang yang menggunakan kekuatan kegelapan disini tapi siapa?" Kata Sasuke berjalan menuju meja besar dimana ada sebuah kursi yang dia tinggalkan beberapa waktu lalu.
Sasuke menyentuh buku yang tergeletak tidak tersentuh lagi, lalu menyentuh lagi kursi yang seperti baru saja ditinggalkan.
"Kekuatan kegelapan seperti yang dimiliki raja kegelapan, tapi ini lebih kuat dan sangat berbekas?" Kata Sasuke dapat merasakan kelebihan dari kekuatan yang baru dia dapatkan itu.
.
.
.
Kyuubi dan Menma melihat semua pelayan istana terlihat sibuk akan persiapan yang akan dilaksanakan dua hari lagi, acara pertunangan yang akan diadakan secara mewah dan megah. Baru acara pertunangannya apa lagi acara pernikahannya entah apa saja yang akan dipersiapkan para pelayan nantinya. Meskipun Kyuubi dan Menma adalah pelayan baru di istana ini, tapi mereka tidak berniat membantu membuat dekorasi istana, mereka berdua memilih pergi ke dapur membantu para pelayan membuat kue dan dapat memakan hasil yang akan mereka peroleh nantinya.
Ting. Ting.
Suara bel yang berdenting diadukan dari gelas dan sendok, membuat semua pelayan istana berhenti sejenak dari kagiatan mereka melihat kearah sumber suara yang membuat semua waktu terasa berhenti, begitu juga Kyuubi dan Menma, mereka melihat kearah tengah ruangan dimana disana ada seorang penasihat istana tengah berdiri.
"Semuanya dengar, saat perayaan acara pertunangan Raja Itachi dan Pangeran Sasuke, maka akan diadakan ritual persembahan setelah acara pertunangannya selesai, sesuai yang dikatakan Yang Mulia Raja Itachi tidak akan ada yang namanya istirahat sebelum tugas kalian selesai!" Kata Sasori melihat semua pelayan yang terlihat diam bergeming ditempat.
"Tidak ada pertanyaan baiklah, silahkan kembali berkerja!" Kata Sasori beranjak pergi dari tempatnya meninggalkan ruangan yang hampir semuanya didekorasi oleh pelayan istana.
Kyuubi tidak mengerti dengan maksud rirual persembahan memangnya ada acara seperti itu disini.
"Permisi, boleh aku bertanya? Sebenarnya ada ritual persembahan apa?" Tanya Kyuubi mencoba mencari sebuah jawaban yang masih melanda pikiran.
"Ehh... Kau pelayan baru ya, pantas saja tidak tau akan hal penting ini!" Kata seorang pelayan wanita berbalik saat Kyuubi menepuk bahunya pelan.
"Iya, aku baru bekerja hari ini. Lalu bisakah kau jawab pertanyaanku tadi?" Kata Kyuubi.
"Ritual persembahan yang dilakukan sebulan sekali, yang akan dilakukan langsung oleh Yang Mulai Raja Itachi!" Kata wanita itu mengambil tirai merah besar dan dia berikan kepada pelayan lelaki yang sedang memasang tirai.
"Untuk apa Yang Mulia Itachi melakukannya, sebulan sekali apakah itu tidak melanggar peraturan ditiap kerajaan?" Kata Kyuubi melihat kesana kemari mencari sosok bocah yang bersamanya tadi.
"Tidak, ini ketetapan peraturan dari Yang Mulia Raja terdahulu, sebagai pengabdian bahwa Yang Mulia Raja sedang melakukan penyucian diri dan mencoba agar tidak ada lagi yang dapat mengancam kerajaan ini!" Kata wanita itu menatap Kyuubi yang mengangguk penuh arti.
"Lalu, ini hanya sebagai bentuk bahwa setiap yang menjadi Raja akan melakukan penyucian diri, kenapa begitu? Bukannya setiap raja seharusnya tidak melakukan hal itu?" Kata Kyuubi tidak mengerti akan arah pembicaraan yang semakin membuatnya berpikir keras.
"Karena Yang Mulia Raja setiap diancam akan melakukan perlawanan tanpa persiapan!" Kata wanita itu kemudian beranjak pergi.
"Menakutkan, jadi ini hanya sebagai bentuk pembunuhan untuk menyucikan diri!" Kata Kyuubi menggeleng kepalanya tidak mengerti.
"Ehh... Ternyata masih disini, aku kira kau sudah di dapur!" Kata Menma yang baru saja datang dengan membawakan segelas jus jeruk ditangannya.
"Memangnya ada apa? Bukannya orang-orang masih sibuk menyiapkan acara pertunangan Yang Mulia Itachi. Ck kuso, aku jadi kesal sendiri!" Kata Kyuubi merasa kesal orang yang teramat dia cintai akan bertunangan dengan orang lain dan bukan dirinya, rasanya sakit tapi Kyuubi tau bahwa ini bukan dimasa dia dilahirkan.
"Sudahlah, cepat atau lambat kau juga akan dimiliki Itachi, ayo pergi aku dapat sebuah informasi penting dari seorang pelayan tadi!" Kata Menma menarik paksa tangan Kyuubi.
Baru saja Kyuubi dan Menma ingin pergi ke dapur tapi telinga mereka mendengar sebuah percakapan yang membuat mereka penasaran, dan mereka berdua pun mengurungkan niat untuk pergi berpura-pura sedang berbicara ringan mengenai acara pertunangan sang raja.
"Kau dengar katanya pangeran sulung dari Kerajaan Senju akan datang malam ini, bersama adik bungsunya yang cantik itu!" Kata seorang pelayan mulai mengagumi pangeran dan putri dari kerajaan seberang.
"Benar, sangat cocok sekali saat Yang Mulia Itachi bersanding nantinya dengan pangeran senju!" Seorang pelayan wanita tersenyum senang saat membayangkan sebuah altar pernikahan.
"Apa lagi Pangeran Sasuke sangat cocok dengan sang putri yang cantik bersifat anggun dan lemah lembut!" Kata mereka mulai membayangkan animasi mereka dengan sesuka hati.
Kyuubi merasa tertohok saat ada orang yang mengatakan hal yang membuat hatinya sakit. "Seharusnya aku yang bersama Itachi, bukan pengeran itu. Bukannya Itachi mencintaiku!"
"Sudahlah, mereka hanya memanas-manasimu saja, ayo pergi ke depan gerbang sebentar lagi pengeran dan putri kerajaan seberang akan datang!" Kata Menma menyeringai setan membuat Kyuubi bergidik melihatnya.
"Ehh... Memangnya tidak apa? Bukannya kita tidak diperbolehkan?" Kata Kyuubi bingung.
"Sudah, ayo kau mau melihat atau tidak?" Kata Menma memaksa Kyuubi menuju depan gerbang utama.
"Baiklah!" Kata Kyuubi dengan amat sangat terpaksa mengikuti permintaan dari bocah yang entah belum dia ketahui ini. 'Bocah ini mengingatkanku pada adikku, manjanya keterlaluan!'
.
.
.
Malam yang dingin tidak membuat semua penjaga istana ini mundur sekedar duduk didepan api unggu, mereka semua berbaris dengan rapi berdiri disamping karpet merah menunggu tamu istimewa datang untuk memeriahkan istana besar ini.
Tak. Tak.
Terdengar suara kaki kuda yang bergetak bersentuhan dengan tanah yang berhenti tepat pada tempat tujuan, membuat kusir yang duduk menunggangi kuda turun untuk membuka pintu dari kereta kuda yang mewah dengan polesan emas.
Itachi melihat diujung karpet yang tengah dia berdiri ini, menatap penuh kebosanan dan kebencian tentu saja. Itachi berdiri tepat ditengah pintu istana yang terbuka lebar mempersilahkan tamu istimewa untuk masuk dengan kesopanan dan keangguna sebagai seorang pangeran dan tuan putri.
"Ehh... Itukan, Kurama?!" Kata Kyuubi menatap tidak percaya apa yang dia lihat, diujung karpet itu ada orang yang dia kenal sedang berjalan dengan angkuhnya menuju sang raja yang tengah menunggu.
"Dan Naruko!" Kata Menma menatap tajam gadis yang berjalan dibelakang sang pangeran, yang wajah tertutupi oleh cadar berwarna hitam seperti pakaian bangsawannya. Menutupi wajah cantiknya yang hanya diketahui sedikit orang.
"Ke-kenapa?" Tanya Kyuubi tidak mengerti kenapa yang seharusnya tidak lihat telah terjadi didepan.
"Aku akan memberikan obat itu untuknya nanti!" Kata Menma beranjak pergi dengan perasaan kesal, mencoba tidak membuat pergerakan yang mencurigakan saat akan pergi.
Semua pengawal tetap berdiam diri menundukkan kepala mereka sebagai tanda hormat mereka, mencoba tidak mengambil pandangan yang membuat nama baik kerajaan mereka rusak.
Kurama Senju merupakan pangeran dari Kerajaan Senju namun belum menaikkan posisinya sebagai raja sebelum ayahnya tidak mampu lagi memerintah kerajaan Senju, dan Naruko Senju merupakan adik dari Kurama Senju yang sangat anggun bagi yang tidak tau sifat aslinya hanya dapat tutup mulut.
"Yang Mulia Itachi!" Kurama menyambut tangan Itachi yang sudah siap menggenggam tangannya dengan mesra.
"Kurama, selamat datang di istana besarku!" Itachi menyambut hangat calon tunangannya mencoba untuk tidak melakukan rencana jahatnya.
"Dan selamat datang juga untukmu Tuan Putri Naruko!" Sambut Itachi saat sudah merangkul tangan Kurama.
"Ahh... Terima kasih atas sambutan megahmu Yang Mulia Raja Itachi!" Kata Naruko tersenyum senang dibalik cadar transparannya itu.
"Silahkan masuk di istanaku!" Kata Itachi berjalan memasuki istana besarnya dengan merangkul tangan Kurama dengan mesra meninggalkan halaman istana yang masih bergeming.
Kyuubi terdiam melihat yang sangat menyayatkan hatinya, menggeleng akan hal yang membuatnya kebingungan, tidak merelakan dia dirampas orang lain. "Tidak, Itachi hanya milikku!"
Hanya gumaman, apa lagi yang dapat Kyuubi lakukan selain bergumam, takutnya jika dia berteriak maka semua orang istana akan curiga padanya yang menangis tanpa eyepact yang menutup matanya sebagai penyamaran.
.
.
.
Pada akhirnya semua kegiatan dan tugas para pelayan istana telah selesai sebelum tamu istimewa mereka datang, berdiri dengan rapi disisi karpet merah yang panjang menuju sebuah singgasana ruangan tengah.
"Kurama, kau bisa istirahat sekarang!" Kata Itachi kemudian menjentikkan jarinya dan datanglah empat pelayan yang siap melayani Kurama dan Naruko.
"Baiklah, ingat besok malam ya, Itachi!" Kurama beranjak pergi meninggalkan Itachi yang mengangguk pelan.
Naruko yang hanya diam bungkam apa yang dia lihat, berjalan mengikuti kakaknya menuju lantai dua bersama empat pelayan wanita tadi yang berada dibelakang mereka.
"Pelayan, panggilkan panasihat Sasori dan pangeran Sasuke kemari!" Perintah Itachi tanpa harus memanggil pelayan yang lainnya.
Naruko yang sudah berada dilantai dua melihat kearah bawah lantai satu, saat matanya melihat ada seorang pelayan beranjak pergi kelain tempat.
"Tuan Putri Naruko, apakah anda tidak istirahat?" Tanya salah satu pelayan wanita yang mengikuti Naruko tadi kebingungan saat Naruko berhenti berjalan.
"Kalian pergilah ke kamarku terlebih dahulu dan siapkan air hangat untukku mandi serta pakaian malamku, jika sudah selesai kalian datang lagi kesini!" Kata Naruko tanpa melihat dua pelayannya yang hanya mengangguk paham.
"Baik, tuan putri" kata dua pelayan itu pergi meninggalkan Naruko seorang diri yang asik melihat kebawah lantai satu.
Tidak lama Sasuke datang bersama Sasori yang berjalan dibelakang dengan angkuhnya, berjalan melewati tiap pelayan yang masih menundukkan kepalanya dengan hormat.
"Ada apa kakak?" Tanya Sasuke tanpa basa-basi lagi, dia terlalu malas melakukan rencana dengan kakaknya.
"Mereka telah datang Sasuke, katakan apa yang akan kau lakukan sekarang?" Tanya Itachi menopang dagunya dengan tangan kanannya.
Sasori yang mendengar pembicaraan dua kakak-adik ini hanya diam berjalan menuju Itachi dan berdiri tepat disamping kiri, mengibaskan tangannya untuk memberi isyarat agar semua pelayan pergi mengosongkan ruangan tengah.
"Kau ingin aku melakukan apa, memberikannya benihku atau membunuhnya sekarang juga, ahh... Mungkin, meracuni dengan ramuan yang aku temukan kemarin?" Kata Sasuke melipat kedua tangannya didadanya.
"Mungkin, salah satu dari yang kedua atau yang ketiga, kecuali yang pertama. Karena aku belum memperbolehkannya!" Itachi menatap tajam adiknya yang mengalihkan wajahnya kesal.
"Terserah, aku juga tidak berniat melakukan hal itu pada wanita murahan sepertinya!" Kata Sasuke melihat keatas dengan ekor matanya, mendapati gadis yang dia maksud tengah berdiri menatap penuh penasaran.
"Baguslah, kau berniat membunuhnya kapan? Aku akan mencoba menghilangkan jejak darah dan aura pembunuhmu agar raja kegelapan tidak mengajakmu ke tempatnya!" Kata Itachi menatap adiknya penuh rasa kemenangan.
"Nanti setelah kematian ibu!" Sasuke beranjak pergi meninggalkan kakaknya yang hanya menghela nafas pelan.
"Sasori kau lihatkan apa yang telah terjadi, ternyata tidak sia-sia kita memasang kekuatan ini, lihatlah diatas ada seseorang yang mendengarkan segalanya!" Kata Itachi tersenyum kecut.
"Itu Tuan Putri Naruko, yang mulia apakah perlu saya tegur agar langsung pergi ke kamarnya?" Tanya Sasori pada Itachi yang hanya mengibaskan tangannya dengan malas.
Tanpa menunggu lagi Sasori segera pergi beranjak dari tempatnya, menuju lantai dua yang disana ada Naruko yang masih tidak mendengar apa pun dari pembicaraan raja dan pangeran tadi.
"Kurama, mungkin dia dapat melakukan ritual ini!" Kata Itachi tersenyum senang penuh kemenangan.
.
.
.
Naruko bersandar pada bak mandi membiarkan tubuhnya dilumuri lulur putih yang dipijat lembut oleh dua pelayan wanita yang sedang duduk melayaninya, menikmati tiap kesempatan yang saat ini dia nikmati tapi tidak senikmat pijatan para pelayan Kerajaan Uchiha.
"Apakah Pangeran Sasuke setampan itu?" Tanya Naruko memejamkan matanya saat kepalanya dipijat oleh palayan tadi.
"Benar sekali, Pangeran Sasuke sangat dipuja, ketampanannya sangat mirip akan kakaknya. Tapi sampai sekarang tidak ada pun seorang gadis yang dapat meluluhkan hati bekunya, Pangeran Sasuke sangat sulit didekati dia tidak segan jika ada yang berniat jahat padanya dan kakaknya!" Kata pelayan wanita itu menggeleng kepalanya
"Benarkah, aku akan menaklukan dirinya dan mencairkan hati bekunya!" Kata Naruko pelan tersenyum jahat akan renacana yang dia lancarkan nanti.
Dua pelayan yang tadi hanya berpandangan dengan kebingungan, merasa akan ada bahaya yang menimpa tuan putri ini. Jika Naruko berniat melakukan niatnya itu maka hal yang tidak terduga akan menimpa Naruko, sang pangeran tidak akan segan melakukan hal itu saat acara persembahan nanti.
'Bahaya!'
.
.
.
Kyuubi berjalan membawakan nampan ditangannya berjalan menuju sebuah kamar dilantai dua, tepatnya kamar yang mulia raja. Berbagai perasaan berkecambuk dihati Kyuubi dia takut akan penyamarannya diketahui karena wajahnya dan Kurama sangat mirip, meskipun saat pergi tadi dia sudah menggunakan lensa untuk membuat iris bola mata kirinya menjadi onyx dan mencoba untuk tidak membuat warna rambutnya hilang tapi tetap saja ini menakutkan, bagaikan seorang pelayan yang akan dipecat jika melakukan suatu kesalahan.
Kyuubi tidak pernah segugup ini kecuali berdekatan dengan Itachi dulu dan hal ini akan terulang kembali, lama Kyuubi berdiri didepan dua pintu besar itu menunggu detak jantungnya berhenti melaju, mencoba agar tidak membuatnya salah tingkah didepan Itachi.
Tok. Tok.
Setelah mengetuk pintu besar itu beberapa kali akhirnya Kyuubi berjalan memasukki kamar besar bernuansa eropa yang mewah dan megah, luas bagaikan ruangan tengah. Berjalan dengan ketenangan hati mencoba tidak menimbulkan pergerakan yang salah.
"Yang Mulia Itachi makan malam sudah saya siapkan?" Kata Kyuubi berhenti tepat didepan sebuah meja yang disana ada sebuah kursi membelakanginya.
"Taruhlah!" Kata Itachi berbalik memutar kursinya mendapati Kyuubi yang menaruh makanannya malam ini, membuka tudung saji yang mencoba tetap menghangatkan makanannya.
"Saya permisi yang mulia!" Kata Kyuubi membungkuk tetap menundukkan kepalanya dengan takut jika tiba-tiba Itachi memenggal kepalanya.
"Tunggu, bisa kau kesini!" Perintah Itachi menompangkan dagunya dengan satu tangan kanannya, menatap Kyuubi intens tanpa berkedip.
"Ba-baik!" Kyuubi berjalan pelan mendekati Itachi berdiri tepat saat sudah disampingnya, membuat Itachi memutar kursinya untuk melihat Kyuubi lebih dekat.
"Bisa kau lepaskan eyepact itu, kau tau itu sangat menggangguku?" Kata Itachi.
"Ba-baik yang mulia!" Kyuubi menyentuh eyepact yang menutup mata kanannya membuka secara perlahan.
"Ruby warna yang indah, tapi kenapa kau menutupnya padahal itu sangat indah?" Kata Itachi berdiri dari duduknya menatap lebih dalam iris ruby itu.
"A-aku tidak ingin orang lain tau akan hal ini!" Kyuubi tidak mungkin mengatakan bahwa dia sedang menyamar, dan menutup sebelah mata kirinya dengan eyepact dan memakai lensa onyx dimata kanannya.
"Jangan memakai eyepact lagi saat sudah di istanaku, ini perintah!" Kata Itachi menyentuh lembut wajah Kyuubi yang membuang muka karena malu.
"Baik Yang Mulai akan saya lakukan!" Kyuubi tidak dapat menolak tiap larangan dari raja didepannya ini, semua rencananya hampir saja kacau karena hal kecil ini.
Cup.
Kyuubi terbelalak saat bibirnya dikecup pelan, walau hanya sebentar tapi ada perasaan yang tersampaikan dari kecupan singkat itu, Kyuubi tidak mengerti kenapa sang raja mengecupnya padahal besok malam akan diadakan acara pertunangannya.
"Yang mulia apa yang anda lakukan?" Tanya Kyuubi menutup mulutnya dengan rona merah dipipi putihnya.
"Itu sebagai tanda bahwa kau spesial untukku!" Kata Itachi kembali duduk dikursinya, tersenyum puas akan hal itu.
"S-saya permisi!" Kyuubi langsung beranjak pergi dari tempatnya dengan perasaan malu karena hal tadi.
"Hn. Agresif!" Kata Itachi mulai memakan makanannya yang hampir dingin karena terlalu lama terkena angin malam dari jendela yang dia buka.
.
.
.
Kyuubi berdiri tepat didinding memikirkan hal yang membuatnya berpikir akan hal tadi, menyandarkan dirinya dengan perasaan campur aduk, Kyuubi menyentuh kembali bibirnya sebuah kecupan yang singkat tapi terasa. Memejamkan matanya perlahan mencoba mengingat sebuah kenangan dulu saat bibirnya dikecup oleh orang yang sama dengan dimensi yang berbeda.
"Itachi kenapa kau menciumku?"
"Karena kau spesial!"
"Aku tidak pernah melupakan saat kau menciumku, Itachi!" Kata Kyuubi memeluk nampan yang ada ditangannya, sebuah kenangan yang dia coba lupakan tapi tidak bisa, ingatannya akan masa lalu sedikit demi sedikit mulai terkuak dan terbaca.
"Jadi, kau sudah ingat akan sisa kenanganmu itu?" Tanya Menma yang baru saja datang dengan memakan buah apel dan melepmarkan satu buah apel pada Kyuubi.
"Tidak, itu bukan kenangan yang aku lupakan. Itu kejadian indah yang pernah aku alami, hingga sekarang aku tidak pernah melupakannya meskipun aku sudah mencoba untuk melupakannya!" Kata Kyuubi menundukkan kepalanya menatap buah apel yang ada ditangannya.
"Hmm... Sudahlah cepat atau lambat kau akan tau kenapa Itachi bisa melakukan peneroran seperti itu dan juga kau akan tau seperti apa masa lalumu bersama Itachi!" Kata Menma sangat mengerti akan perasaan Kyuubi yang masih menggali masa lalu yang hampir terkubur.
"Mungkin aku akan tau nanti, dan mencoba memperbaikinya meskipun itu harus ditaruhkan dengan nyawaku!" Kata Kyuubi mencoba tidak gusar akan hal yang semakin membuatnya terpuruk.
"Ah... Aku sudah mengetahui bagaimana caranya agar Itachi dikalahkan, sesuai dari buku yang diketahui katanya ada tiga hal yang dapat dilakukan yaitu Membunuh Itachi atau membakarnya" Menma menundukkan kepalanya dengan perasaan sedih.
"Tidak mungkin, apakah tidak ada cara lain selain itu?!" Kata Kyuubi menggeleng kepalanya tidak percaya apa yang dia dengar, Kyuubi tidak mungkin sanggup melakukan hal itu. Dulu saat festival itu saja Kyuubi sudah gemetar saat Itachi mencoba mengarahkan pisau lipat pada dirinya sendiri, Kyuubi tidak mungkin sanggup melakukan hal itu lagi.
"Ada, tapi aku tidak yakin kau mau melakukannya!" Kata Menma begitu berat ingin mengatakan hal terakhir yang sangat sulit Kyuubi lakukan nantinya.
"Katakan saja, apa pun resikonya akan kulakukan?" Kata Kyuubi sangat begitu penasaran dengan apa yang harus dia lakukan selain membunuh atau membakar Itachi. Kyuubi sangat mencintai Itachi.
"Cara yang ketiga adalah hal sangat sulit kau lakukan yaitu dengan cara...?"
.
.
.
Keesokkan paginya semua pelayan kembali disibukkan dengan berbagai tugas dari penasihat Sasori yang memerintahkan mereka untuk membuat kue-kue yang akan dihidangkan nanti malam, dan minuman seperti bir yang akan disiapkan nanti malam dengan cara membuat dengan tangan mereka sendiri.
Tapi, tidak untuk Kyuubi dia masih berdiam diri di kamarnya menunggu sampai pikirannya kembali tenang, mengingatkan hal mengejutkan kemarin malam seperti ciuman dari Itachi dan perkataan Menma membuatnya sulit melakukan hal yang sangat mustahil dia lakukan pada orang dia cintai, bagaimana mungkin.
Kriet.
Kyuubi gelabakan saat pintunya dibuka karena tidak biasanya pintunya terbuka, tapi Kyuubi yakin yang datang adalah Menma untuk membawakan sebuah berita nantinya.
Dengan berpakaian kemeja putih panjang hingga setengah pahanya dan berlengan panjang, berjalan menuju lemarinya untuk mengambil pakaian pelayannya, walaupun Kyuubi masih malas bekerja hari ini tapi sekarang bukanlah saatnya dia bermalas-malasan atau berbaring santai.
"Hahh... Hari ini kau datang cepat, apa yang kau bawakan untukku?" Kata Kyuubi mengambil pakaian pelayan dari lemarinya, meletakkannya diatas kasur besarnya tanpa berbalik melihat siapa orang yang datang tanpa sepengetahuannya.
"Aku disini hanya membawa diriku untukmu!" Suara yang familiar ditelinga Kyuubi.
Segera mungkin Kyuubi berbalik mendapati Itachi berdiri dengan pakaian bangsawannya yang sangat mengerikan berwarna hitam peka, berjalan mendekati Kyuubi yang terbelalak ditempat.
"Ahh... Maaf Yang Mulai Itachi, saya tidak tau bahwa anda memasukki kamar saya?" Kata Kyuubi menundukkan kepalanya dengan takut. 'Kuso. Aku lupa memakai pakaian pelayan lagi!'
"Aku mengira kau sudah mempersiapkan diri untuk bekerja, tapi ternyata kau mempersiapkan diri untuk aku sentuh" kata Itachi berjalan mendekati Kyuubi yang hanya diam tidak dapat menjawab perkataan Itachi.
"Tidak apa, kau bisa aku sentuh saat acara pertunangan ini selesai, saat upacara persembahan nanti aku ingin kau berdiri tepat didepan untuk melihatku!" Kata Itachi tersenyum tepat didepan Kyuubi yang mengangguk penuh ketakutan.
"Baik yang mulia nanti malam saya akan berusaha untuk mengikuti perkataan anda!" Kata Kyuubi memeluk dirinya dengan takut.
"Baguslah, jika kau sudah bersiap-siap turunlah kebawah diruangan meja makan untuk menyiapkan sarapan untukku!" Kata Itachi beranjak pergi meninggalkan Kyuubi yang mengangguk.
Kyuubi benar-benar ketakutan kakinya terasa sangat dingin dan juga tangannya yang basah akibat keringat dingin karena gugup, padahal Kyuubi tadi mengira Menma yang datang dengan membawakan berita heboh dari para pelayan yang menggosip.
"Ehh... Tadi aku melihat Yang Mulia Itachi datang, untuk apa dia memasukki kamar seorang Kyuubi Namikaze!" Kata Menma yang datang dengan membawakan nampan berisikan makanan untuknya sendiri.
"Tidak ada, yang mulia hanya memberi perintah untuk menyiapkannya makan!" Kata Kyuubi memakai pakaian pelayannya merapikan tiap sisi pakaian yang dia kenakan.
"Aku mengira yang mulia berniat menanamimu benih!" Kata Menma mendudukan dirinya dikasur menikmati sarapan paginya yang sederhana.
"Ck. Sudahlah, aku turun dulu!" Kata Kyuubi beranjak pergi meninggalkan kamarnya dan Menma yang masih setia menikmati makanannya.
Menma menatap aneh Kyuubi yang terlihat antara senang dan terkejut namun tidak sebanding dengan wajah ketakutannya, tapi ini bukan urusannya nanti malam akan ada hal yang harus dia lakukan sebelum acara persembehan selesai.
"Harus!"
.
.
.
Ruang meja makan yang besar mewah bagaikan restaurant bintang lima dengan meja panjang yang sudah ditata rapi dengan piring, garfu dan sendok serta gelas kaca yang bersih. Tapi sang raja masih duduk menikmati kesendiriannya menunggu seseorang yang belum kunjung datang.
"Maaf, Yang Mulia Itachi saya terlambat?!" Kata Kurama yang datang dengan Naruko yang hanya diam mengikuti sang kakak.
"Tidak apa, duduklah!" Kata Itachi mempersilahkan sang pangeran dan tuan putri itu duduk memilih kursi mereka.
"Penasihat, dimana pangeran?" Tanya Itachi melihat kearah Sasori yang berdiri tepat diambang pintu utama ruang meja makan.
"Pangeran sudah terlebih dahulu sarapan yang mulia, pagi-pagi sekali pangeran pergi ke hutan untuk mengambil persembahan!" Kata Sasori menggeleng kepalanya pelan tidak mengerti akan sifat arogan keluarga Uchiha.
"Baiklah, siapkan makanannya dan panggilkan pelayan baru itu!" Kata Itachi membuat Sasori kebingungan dengan perkaatan terakhir sang raja.
"Siapa? Apakah Kai?" Tanya Sasori pada dirinya sendiri, beranjak dari tempat untuk melaksankan perintah dari sang raja.
"Ara. Siapakah pelayan baru itu, sepertinya calon kakak iparku lebih tertarik dengan pelayan barunya daripada kakakku?" Kata Naruko tersenyum sinis.
"Jika kau ingin tau, kau akan lihat seperti apa dia nantinya?" Kata Itachi menyeringai puas saat Naruko berdecak kesal karena rencananya untuk membuatnya marah gagal.
Kyuubi pun akhirnya datang dengan beberapa pelayan lainnya berjalan dibelakangnya dengan membawakan troli untuk membawakan hidangan makan pagi ini.
"Kau, kemarilah!" Kata Itachi mengisyaratkan Kyuubi agar berdiri tepat disampingnya sebagai pelayan yang akan melayaninya.
Kyuubi berjalan memasukki ruang meja makan yang luas dan terang dengan sinar lampu diatas langit-langit, Kyuubi merasakan sebuah firasat yang teramat buruk akan hal itu apa lagi saat Itachi memanggilnya ini sangat menakutkan.
Sesampainya ditempat tujuan Kyuubi hanya diam memulai kegiatannya dengan menuangkan segelas bir kedalam gelas kaca didepannya.
"Pangeran, kau tidak cemburu dengan pelayan inikan?" Tanya Itachi menyeringai menompang dagunya dengan tangan kirinya, menatap Kurama yang diam tidak menjawab pertanyaan Itachi.
"Kakakku tidak pernah cemburu dengan pelayan rendahan sepertinya. Che!" Kata Naruko mengibaskan rambutnya kebelakang dengan sombong.
Kyuubi yang mendengarnya menatap Naruko dengan ekor matanya, pantas saja gadis ini sangat dibenci oleh Menma, lihatlah sikapnya saja tidak menunjukkan seorang tuan putri.
Krak.
Gelas kaca yang ada ditangan Kyuubi langsung pecah karena menggenggam terlalu erat, padahal Kyuubi berniat menaruh gelas tadi diatas meja Itachi.
"Tenangkan dirimu!" Kata Itachi melihat tangan Kyuubi yang mulai mengeluarkan cairan kental yang mulai menetes.
"Che." Kyuubi menatap kearah lain dengan kesal, jika dia tau ini yang akan dia alami saat melayani Itachi, mungkin Kyuubi tidak akan berniat melayani meskipun dipaksa.
"Naruko, diamlah jaga ucapanmu!" Kata Kurama menatap adiknya dengan marah merasa tidak suka dengan sikap adiknya yang kelawatan batas.
"Hahh..." Itachi menghela nafas lalu menjentikkan jarinya yang tidak lama datang seorang pelayan yang membawakan kotak obat.
"Pujian yang menyakitkan tuan putri, andai kau tau jika sebuah perkataan akan berbalik padamu!" Kata Itachi tersenyum lembut.
"Hm... Iblis!" Gumam Naruko mengalihkan pandangannya lalu kembali menikmati sarapan paginya.
Kyuubi yang tadi diam kembali melayani Itachi sebisa kemampuannya, melayani setelah tangannya selesai diperban dan diobat merah.
Tidak lama datanglah Sasori dengan membawakan gulungan surat ditangannya, berjalan cepat untuk menyampaikan sebuah berita yang teramat besar dan penting mungkin bagi dirinya entah bagaimana dengan rajanya.
"Ada apa Sasori?" Tanya Itachi yang menikmati makanan mewahnya.
Sasori berjalan mendekati Itachi, membungkuk sekedar untuk memberitahu dengan secara penting dan pribadi. Suara yang dikatakan oleh Sasori terlalu pelan seperti bisikan yang sangat privasi dan hanya mereka berdua saja yang tau. Setelah selesai dari acara berbisikannya Sasori kembali berdiri tegak, menunggu perintah yang akan keluar dari mulut Itachi.
"Sambut dia, layani semewah mungkin pastikan hal terakhir tidak terlupakan. Kau bisa pergi Sasori!" Kata Itachi mengambil gelas kaca yang baru Kyuubi taruh.
Kyuubi menatap Sasori yang beranjak pergi, sepertinya ingin melaksanakan perintah dari Itachi, seharusnya tadi Kyuubi ikut juga tapi sepertinya mustahil.
"Hmm... Aku selesai, Kurama pastikan malam ini kau berpenampilan indah untukku!" Kata Itachi beranjak pergi meninggalkan Kurama dan Naruko.
.
.
.
Menma melihat Kyuubi dengan kebingungan, mengapa karena sekarang Kyuubi sedang berada dibelakang halaman istana melamun sedang memikirkan nasibnya yang tidak seberuntung bunga sakura yang tertiup angin lembut, terbang bebas tanpa ada peneroran dan ancaman dari Itachi.
"Aku hanya tidak mengerti, kenapa Kurama terlahir dalam diriku?" Kata Kyuubi menyentuh batang pohon sakura, mengelusnya pelan untuk merasakan kekasaran kulit batang pohon itu.
"Karena kau merupakan Reinkarnasi darinya, meskipun kau bukan seorang Reinkarnasi seperti Itachi!" Kata Menma berjalan mendudukan dirinya didekat kursi taman.
"Tapi, aku dan Kurama sangatlah berbeda? Jika Itachi memang mencintaiku dia tidak mungkin melakukan acara pertunangan ini saat dimasa lampaunya?!" Kyuubi tidak mengerti apa-apa selain Itachi yang mencintainya, rela melakukan apa pun demi melindunginya.
"Sudahlah, malam ini akan ada perayaan acara pertunangannya! Sesuai dengan buku itu malam ini akan terjadi pembantaian di Kerajaan Senju!" Kata Menma menatap Kyuubi yang terlihat terdiam menatap bingung.
"Baiklah, katakan apa rencanamu malam ini?" Kata Kyuubi berbalik menatap Menma yang tersenyum senang.
"Aku berniat membuatmu menjadi tamu spesial diacara malam ini?!" Kata Menma berdiri dari duduknya.
Kyuubi hanya diam menatap kebingungan, penasaran dengan rencana Menma yang membuat firasatnya menjadi buruk akan hal malam ini.
"Kai, Mika!" Panggil seseorang membuat mereka berdua berbalik menatap penuh rasa penasaran akan orang yang memanggil.
"Penasihat Sasori!" Kyuubi dan Menma menundukkan kepala mereka dengan sopan, sebagai pernyataan mereka menunduk dengan hormat.
"Malam ini aku ingin kalian memastikan Pangeran Kurama dan Tuan Putri Naruko tertidur di kamar!" Kata Sasori menatap dua pelayan istana yang sangat terlihat aneh, seperti memiliki kejanggalan.
"Baik, penasihat!" Kata Kyuubi dan Menma mengangguk lalu beranjak pergi.
Sasori melihat kedua pelayan istana itu pergi dengan tergesa seperti menyimpan sesuatu yang sedang disembunyikan.
.
.
.
Kurama melihat pakaian yang akan dia kenakan malan ini untuk acara pertunangannya nanti, menatap dengan kebingungan dari salah satu pakaian yang akan dia pilih. Dua pakaian dengan warna dan postur yang berbeda, yang disebelah kanan merah darah dan hitam lalu yang disebelah kiri merah marun dan putih.
"Katakan, yang mana cocok denganku?" Tanya Kurama pada dua pelayan yang senantiasa terus melayaninya selama ada di Istana Uchiha.
"Mungkin, anda dapat menggunakan keduanya pengeran tapi dalam waktu yang berbeda!" Kata pelayan wanita itu berdiri tepat didepan Kurama yang menatap kembali dua pakaian didepannya.
"Seperti apa?" Kata Kurama tidak mengerti dengan perkataan pelayan itu yang terlalu sulit dia artikan.
"Seperti halnya pangeran dapat menggunakan pakaian yang sebelah kiri sebagai acara pembuka dari acara pertunangan anda dan sang raja, lalu pakaian yang disebelah kanan anda pakai saat acara pertunangan akan dimulai!" Kata pelayan itu menatap Kurama yang terlihat berpikir sejenak.
"Kau benar, baiklah saran yang bagus aku kagum denganmu, mungkin inilah sebabnya kau yang dipilih untuk menjadi pelayanku disini!" Kata Kurama memberika dua pakaian tadi kepada pelayan tadi untuk disimpan sebelum malam acara pertunangan.
"Ck. Menyebalkan padahal jika aku memaksanya mungkin aku sudah mendapatkan benih sang pangeran!" Kata seseorang dengan decak kesalnya berjalan cepat menuju kamar Kurama.
"Apa maksudmu dengan benih? Kau berniat ingin disentuh oleh sang pangeran?" Tanya Kurama pada adiknya yang diam ditempat, melipat kedua tangannya didadanya dengan kesal.
"Tentu saja, siapa yang tidak ingin? Padahal tadi aku sudah mencoba untuk menggodainya dengan liar tapi dia segera mungkin menghindar dariku!" Kata Naruko kesal mengalihkan pandangannya kearah lain.
Dua pelayan wanita yang melayani Kurama tadi hanya diam menatap satu sama lain, memberikan sinyal sebagai keputusan untuk memberikan sebuah berita kepada sang raja.
"Pengeran, saya permisi dulu!" Kata pelayan wanita yang satunya beranjak pergi setelah mendapat anggukan dari Kurama.
"Sudahlah, jangan pernah berpikir untuk melakukan hal itu, jika kau saja belum bisa memilikinya. Sudah lebih baik kau siap-siap untuk malam ini!" Kata Kurama menatap adiknya yang berdecak lalu beranjak pergi dengan perasaan kesal.
"Hahh... Bisa kau siapkan keperluaku malam ini? Masih banyak yang harus dibicarakan pada adikku?" Kata Kurama beranjak pergi meninggalkan kamarnya dan pelayan tadi seorang diri.
"Haduhh... Kenapa tuan putri itu bertindak gegabah? Dia tidak tau jika pengeran orang yang sangat ditakuti? Semoga saja keberuntungan selalu membimbingnya?" Kata pelayan itu menggeleng kepalanya pelan.
.
.
.
Siang yang panas tidak membuat semua penduduk gusar akan pekerjaan mereka yang tiap hari dilaksanakan dengan suka hati, menjajakan dagangan mereka yang terlihat sederhana dengan kedai kecil menarik mata untuk sekedar berkunjung.
Kyuubi berjalan dengan jubah hitamnya menutup kepalanya dengan tudung jubahnya, melihat kesegala arah untuk memastikan apakah ada penjaga istana yang sedang jalan-jalan, takutnya dia sedang dicari sang raja karena menghilang tanpa sepengetahuan orang istana.
"Kalian masih ingat wajah pelayan baru itukan, salah satunya yang memiliki rambut dengan dua warna?" Tanya seseorang membuat Kyuubi terkejut sedikit mendengarkan pembicaraan orang-orang istana, mendengarkan pembicaraan seseorang yang familiar ditelinganya.
"Tentu saja penasihat, jika kami sudah menemukannya nanti akan kami bawa dia kehadapan anda!" Kata beberapa pengawal istana yang bersiap diri beranjak pergi.
'Sasori?' Batin Kyuubi tidak tau bahwa Sasori, penasihat kerajaan berjalan-jalan keluar istana untuk mencarinya, tapi dalam hal apa, apakah orang-orang istana sudah tau bahwa dia hilang dari istana.
"Bibi sebenarnya kenapa penasihat istana ada disini?" Tanya Kyuubi menerima bungkusan roti gandum yang dia beli tadi menaruhnya kedalam keranjang yang dia bawa dari istana, entah milik siapa.
"Aku dengar pelayan istana tidak ada ditempat, katanya pelayan itu adalah salah satu pelayan pilihan sang raja. Hmm... Beruntung sekali orang itu" kata wanita didepannya menggeleng pelan akan kelebihan dari pelayan istana yang tidak dia ketahui seperti apa bakat mereka.
"Beruntung? Apa maksudmu?" Kata Kyuubi tidak mengerti memegang keranjangnya tadi dengan kedua tangannya, menunda kepergiannya dari depan kedai untuk mendengarkan sebuah informasi yang tidak dia ketahui.
"Apakah, kau orang dari kerajaan seberang?" Tanya wanita itu membuat Kyuubi hanya mengangguk pelan.
"Pantas saja. Sebenarnya jika pelayan itu sudah dipilih atau dianggap spesial bagi sang raja, dipastikan pelayan itu akan dilamar langsung oleh sang raja!" Kata wanita itu membuat Kyuubi terbelalak terkejut, seperti tidak percaya dengan apa yang dikatakan wanita didepannya itu.
"A-apa kenapa bisa? Bukannya sang raja malam ini akan mengadakan acara pertunangannya?" Tanya Kyuubi tersentak, bagaimana bisa itu terjadi sedangkan malam ini akan ada acara pertunangan sang raja dengan pangeran seberang.
"Tunangannya tidak akan bertahan lama, hubungan itu bertahan hanya satu tahun!" Kata wanita itu menatap Kyuubi yang terlihat berpikir.
"Sesingkat itukah, hubungan mereka. Baiklah, terima kasih atas layanannya, bibi!" Kata Kyuubi beranjak pergi, berjalan menuju sebuah kuil yang berada jauh dari istana.
Kyuubi terus berjalan, menghindari tiap penjaga istana yang masih sibuk mencari keberadaannya yang tiba-tiba hilang dari istana, entah bagaimana reaksi sang raja saat tidak menemukan dirinya.
"Sudahlah, lebih baik aku ke kuil daripada memikirkan hal lain!" Kata Kyuubi berjalan cepat agar nanti sore dia tidak terkunci diluar istana.
Sesampainya Kyuubi melihat kuil yang terlihat sangat sepi hanya ada beberapa orang saja yang berdoa ditempat itu.
Kyuubi melihat kedepan menaruh keranjang yang dia bawa tadi keatas meja, melepaskan tudung jubah yang menutup kepalanya lalu menangkup kedua tangannya berharap dengan sepenuh hati agar keinginannya terhadap seseorang dapat terkabul.
"Kami-sama, jika memang benar ini adalah cara yang harus dilakukan aku bersedia untuk melakukannya, aku tidak sanggup melukainya!" Kata Kyuubi dengan mata tertutup, berharap dengan keteguhan hatinya.
Setelah selesai Kyuubi membuka matanya, menutup kembali kepalanya dengan tudung jubahnya, mengambil kembali keranjangnya untuk pergi ke istana, karena dia sudah terlalu lama berada diluar istana, takutnya dia akan menjadi buronan yang dicari-cari orang gelap lalu menjual dirinya ke pasar gelap. Tidak, Kyuubi tidak ingin hal itu terjadi apa lagi terhadap dirinya.
"Tapi, hari ini aku tidak menemukan Menma? Kemana dia sekarang? Apakah sedang membuat obat itu? Entahlah!" Kata Kyuubi lebih baik pulang ke istana sekarang, daripada berdiam diri memikirkan bocah yang tidak dia ketahui identitasnya itu.
.
.
.
Kyuubi tidak mengira jika waktu ditempat ini begitu cepat, benar-benar tidak mengira akan hal ini apakah orang-orang sanggup melakukan kegiatan mereka diwaktu singkat ini, mustahil munkin Kyuubi yang terlalu asik bermain di hutan dengan hewan-hewan yang dia temui tadi.
Dengan tergesa Kyuubi berlari menuju gerbang istana yang masih terbuka lebar, sesekali Kyuubi melihat kebelakang untuk memastikan apakah terbitnya mentari senja telah berada diupuk barat, Kyuubi harus cepat seharusnya tadi dia langsung pulang ke Istana bukannya jalan-jalan mencari selai apel dan buah apel yang sudah dipastikan sudah tersedia di Istana, tapi Kyuubi merasa tidak ada sensasi jika memakan buah dari istana.
"Hahh... Hahh...!" Kyuubi terengah menatap kearah gerbang yang tertutup pelan, membuat sinar jingga tertutup karena gerbang besar itu. Seharusnya sang raja tetap membuka gerbangnya karena malam ini adalah malam acara pertunangannya.
"Kai!" Seorang pelayan wanita melihat Kyuubi yang sudah melepaskan tudung jubah hitamnya, memperlihatkan warna rambutnya yang hitam dan oranye dibagian ujung.
"Ada apa?" Tanya Kyuubi tidak biasanya wanita didepannya ini menghampirinya lalu membantunya melepaskan jubah dan mengambil keranjang belanjaannya.
"Sang raja mencarimu, katanya kau menghilang? Kau tau orang-orang istana sibuk mencarimu?" Kata wanita itu menatap Kyuubi yang mengambil kembali keranjangnya.
"Sudahlah, aku ingin istirahat sebentar!" Kata Kyuubi beranjak pergi meninggalkan wanita tadi menuju dapur.
"Ada apa?" Tanya seseorang membuat wanita itu berbalik lalu menundukkan kepalanya dengan sopan.
"Penasihat, pelayan bernama Kai telah kembali. Saya tidak mengetahui pasti kemana dia pergi tapi saya lihat dia membawa keranjang berisi roti gandum, selai apel, dan buah apel?!" Kata wanita itu menundukkan kepalanya dalam, menjelaskan apa yang baru saja dia lihat dalam keranjang Kyuubi bawa, lalu beranjak pergi setelah dapat kibasan tangan dari Sasori.
"Bagaimana? Apakah dia telah ditemukan?" Tanya seseorang membuat Sasori berbalik, menatap dengan anggukan bahwa orang yang dicari telah ditemukan.
"Baguslah, Sasori pergilah katakan pada Sasuke bahwa acara pertunangannya akan dimulai dan berikan pakaian itu pada pelayan itu?!" Kata Itachi.
"Baik, Yang Mulia!" Kata Sasori beranjak pergi melaksanakan perintah dari sang raja.
Itachi beranjak pergi meninggalkan tempatnya menuju lantai dua, bersiap-siap untuk acara malam ini yang akan ada pertunangannya dan adiknya, sebenarnya Itachi sangat tidak ingin melakukan acara pertunangan ini tapi yang namanya peraturan jadi Itachi hanya dapat diam menunggu sampai dia dapat melamar pelayan istimewanya itu.
"Jadi, Itachi ingin melamar Kyuubi. Ck gawat ini sudah diluar sejarah?!" Kata Menma menatap kebingungan.
.
.
.
To Be Continue
.
.
.
Thanks for:
Lusy Jaeger Ackerman
Habibah794
Park RinHyun-Uchiha
Makasih yang sudah setia nunggu dan review fanfic aku, jangan jera ya dan selalu follow fanfic aku moga bermanfaat bagi yang baca. Salam perdamaian visss.
RnR
