WARNING

Typo dimana-mana, cerita yang pasaran, NO edit, YAOI, boy x boy, romance gagal, bahasa tidak sesuai.

Happy Reading

.

.

=Cek it dot=

"eomma, hati-hati ne" luhan mewanti sang eomma dengan senyum tersungging diwajahnya.

"ne, luhanie" heechul meraih sang anak kepelukannya, mendaratkan kecupan lembut dikening luhan. "tolong jaga luhan sehunie" sehun yang mendengar namanya disebut memberikan anggukan "ne, chullie eomma, jangan khawatir"

Disisi lain bandara, yixing juga mengantar sang eomma dan appa nya. "xingie berhentilah cemberut, kau terlihat jelek" kibum tersenyum menggoda sang anak.

Yixing yang mendengar itu langsung menoleh dan memajukan bibir mungilnya "eommaaaa, berhentilah menggodaku, aku masih marah pada eomma. Kenapa aku tidak bisa ikut bersamamu"

"xingie, mengertilah. Kami ke London bukan untuk jalan-jalan. Ini urusan bisnis. Lagi pula kalau kau ikut siapa yang akan menjagamu" siwon mencoba memberikan pengertian pada putranya yang keras kepala.

Donhae yang berdiri dibelakang yixing langsung memeluk lehernya. "benar sekali adik ku sayang. Kalau kau ikut nanti aku akan kesepian~" donghae juga mencoba membujuk yixing.

" ne arasseo hyung. Tapi berhentilah menggesekan pipimu, pipiku sakit hyung!" yixing mencoba melepaskan diri dari pelukan donghae.

Donghae hanya terkekeh kecil melihat adik manisnya mengelus pipinya sendiri yang sedikit memerah. "adikku sangat maniiss~" mengeratkan pelukannya sebentar dan melepaskan yixing.

Si adik yang disebutnya manis itu memberikan tatapan membunuh pada donghae setelah dia lepas dari cengkraman sang kakak.

"YA! Hyung, kau lihat pipiku jadi merah"

"donghae, berhentilah menggoda adikmu"

"hehe aku tidak tahan appa, dia seru sekali untuk digoda"

"seru untuk hyung, menderita untukku" yixing bersungut kesal, memanyunkan bibirnya.

Siwon tersenyum melihat kelakuan kedua putranya. Matanya mengalihkan pandangan menatap yifan yang sedari tadi diam memandang donghae dan yixing.

Cho yifan, anak sahabatnya itu menyukai putranya yixing. Menggelikan mengingat bagaimana hubungan mereka yang bagai kucing dan anjing. Dia pikir dulu yifan menjahili yixing hanya karena iseng, ternyata anak itu malah menyukai yixing. Dia teringat dulu yixing kecil pulang kerumah dengan wajah setengah menangis, setelah ditanya ternyata yifan mengatakan kalau dia pendek dan mukanya seperti perempuan. Siwon yang saat itu baru pulang kerja mengerutkan keningnya melihat putra bungsunya menahan tangis sambil bercerita dihadapan eommanya.

Karena siwon penasaran, dia bertanya pada yifan; kenapa yifan mengatakan hal seperti itu pada yixing. Kalian tau apa jawabannya? Itu karena yixing terlihat imut dan cantik (pendek=imut, perempuan=cantik). Itu yang dikatakan yifan kecil padanya. Hal itu sontak membuatnya menahan tawa, yifan berkata dia tidak tahu kalau hal itu malah akan membuat yixing menangis. Hahaha mereka berdua benar-benar menggemaskan.

Kaki siwon melangkah mendekati yifan."apa yixing sebegitu mempesonanya sampai kau tidak bisa mengalihkan pandanganmu"

"ah! Siwon appa" yifan yang terkejut menghentikan lamunannya.

"sebegitunya kau menyukai anakku, sampai-sampai hanya dia yang kau lihat" ujar siwon sambil terkekeh geli.

Yifan yang kepergok tidak tahu harus berkata apa. "ah..um ne siwon appa" didalam hati dia berteriak bagaimana bisa dia melamun ditengah bandara seperti ini, sampai ditegur siwon appa lagi. Benar-benar, ini bukan gayanya.

"yifan-ah, aku tahu kau sangat menyukai yixing. Karena itulah, gunakan kesempatan yang kami berikan untuk mendekatinya. Aku tahu kau akan menjaga yixing dengan baik" bisik siwon sambil memegang bahu yifan kemudian berlalu dari hadapannya.

'aku tahu kau akan menjaga yixing dengan baik' kalimat itu lebih terdengar seperti perintah pikir yifan sambil memandang punggung siwon yang menjauh.

'tapi aku akan mengangapnya sebuah janji, siwon appa. Aku berjanji akan menjaga yixing' ucapnya dalam hati sambil berjalan menghampiri keluarganya.

"hyung, apa yang kau bicarakan dengan siwon appa?"minseok bertanya penasaran begitu yifan ada dihadapannya.

Yifan memandang adiknya tajam.

"m..mwo?" minseok yang ditatap hyungnya seperti itu malah jadi gugup.

Tak

"AH! APPO!" tangan minseok otomatis melayang kearah dahi yang baru saja disentil kakak tercintanya.

"bukan urusanmu" yifan berkata dengan senyum jahilnya sambil menghindari tangan minseok yang mencoba memukulnya.

Para kakak yang senang menggoda adik-adiknya.

"kalau begitu tidak usah menyentilku segala. Ini sakit hyung!"tangannya masih mengusap-usap dahinya.

"apa, cuma segitu. Masa sakit" yifan terus mengoda adiknya.

Minseok makin kesal. "apanya yang segitu. Hyung tidak lihat ini" minseok menunjukkan dahinya.

"hmmm.." yifan meneliti dahi minseok, jarinya mengelus sedikit dahi minseok. Tingkahnya sudah seperti dokter yang sedang memeriksa pasien. "tidak parah. Tenang saja, kau akan tetap hidup" begitu vonisnya.

PLAK

"AWW..eomma"

Pukulan sayang sungmin sukses mendarat di lengan yifan.

"kalian ini, senang sekali bertengkar. Kau juga yifan, senang sekali menggoda adikmu" sungmin yang sedari tadi melihat kelakuan putra sulungnya akhirnya turun tangan.

"itulah tugas seorang kakak eomma. Lagipula soekie itu menyenangkan untuk digoda" yifan cengengesan. Yifan dan donghae, satu spesies.

Kyuhyun yang berdiri disamping sungmin hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"WA! Kenapa dahimu seokie. Merah begitu" chanyeol yang baru muncul heboh sendiri. Cola yang tadi dibelinya langsung diberikan pada yifan dengan panik.

"tidak apa-apa, Cuma yifan hyung sedang jahil" minseok berkata sambil masih mengusap dahinya.

Chanyeol yang mendengar itu langsung menatap tajam yifan, yang ditatap hanya menaikkan bahu acuh.

"sini kulihat" chanyeol memegang lembut kepala minseok. Minseok menurunkan tangannya agar chanyeol bisa melihat dahinya lebih jelas.

Chanyeol mengerutkan keningnya tidak suka. "ini merah sekali soekie. Kau tidak apa-apa? Kelihatannya sakit sekali"

"ne, gwenchana" minseok sedikit tersipu dengan perhatian yang diberikan chanyeol. Tangan chanyeol terasa hangat dipipinya.

Fuuuhh

Chanyeol meniup dahi minseok, mencoba mengurangi rasa sakitnya. "kalau pulang nanti segera diberi salep" kata chanyeol sambil terus meniup dahi minseok, sesekali tangannya juga mengelus lembut.

"ne, arraseo"

"lain kali kalau yifan menjahilimu lagi bilang padaku, akan kupastikan dia menerima balasan yang setimpal" chanyeol menatap yifan yang kini sedang meminum cola yang tadi dibeli chanyeol.

Minseok tersenyum geli. "baiklah, kalau hyung menjahiliku lagi aku akan memberitahumu"

Chanyeol juga tersenyum lembut seraya melepaskan pegangannya di kepala minseok.

Pesawat dengan nomor penerbangan D115 tujuan London akan segera berangkat, para penumpang….

"sudah waktunya. Ayo minnie"

"ne kyuhyunie. Kalian berdua ingat, jangan berkelahi. Dan kau yifan, jangan mengusili adikmu terus" sungmin memberikan nasehat kepada kedua anaknya.

"ne, kami mengerti eomma" yifan berkata sambil tersenyum pada eommnya.

"baiklah, kami pergi" pamit sungmin setelah memberikan kecupan dipipi kedua anaknya.

"eomma menyayangi kalian"

Minseok tersenyum "kami juga eomma"

"baiklah, ayo pulang" seru donghae kepada kray, chanmin dan hunhan.

Pesawat yang ditumpangi keluarga mereka sudah berangkat beberapa menit yang lalu.

Donghae berjalan mendahului. "aku lapar sekali. Sepertinya sudah masuk waktu makan siang" donghae berkata setelah memeriksa jam dipergelangan tangannya.

"kita ke restoran saja hyung" kata chanyeol memberikan ide, minseok yang berada disampingnya mengaggukkan kepala tanda setuju.

"baiklah, bagaimana dengan sehun dan luhan" tanya donghae pada dua orang disamping kirinya.

"terserah yang lain. Aku setuju-setuju saja" sehun memberikan jawaban.

"aku juga setuju" kata luhan dengan semangat. Anak ini sudah kelaparan rupanya.

Donghae mengaggukkan kepalanya. "kalau yixing dan yifan?" kali ini dia menoleh kebelakang.

"loh, mana mereka berdua?" tanya donghae bingung melihat yixing dan yifan tidak ada bersama dengan mereka.

"sepertinya mereka masih ditempat tadi. Yixing kelihatannya masih belum ikhlas ditinggal" chanyeol menawarkan penjelasan.

Mendengar hal itu, donghae hanya menghembuskan nafas. Adiknya benar-benar.

"sudahlah, biar yifan yang membujuknya. Nanti ku sms saja di restoran mana kita makan" kata donghae akhirnya.

.

.

Eomma dan appanya sudah berangkat dari 20 menit tadi tapi yixing masih betah duduk dikursi tunggu bandara. Dia masih tidak rela rupanya ditinggal, dia ingin sekali ke London. Dia belum pernah kesana, dia ingin melihat Big Ben dan Istana kerajaan Inggris. Dia juga ingin mencicpi makanan khas Inggris. Tapi eomma dan appanya tidak memperbolehkannya ikut. Menyebalkan.

Suasana bandara Inceon sedang ramai dengan calon penumpang yang lalu-lalang. Apalagi keberangkatan luar negeri. Tiap kali mereka lewat dihadapan yixing, mereka akan memalingkan wajah sejenak. Yixing dengan wajah memelas sedang menangis rupanya bisa menarik perhatian. Mereka pikir orang tua mana yang sedang kehilangan anak. Di pikir yixing anak hilang.

"oi pendek"

"huh?" yixing mendongkakkan kepalanya setelah mendengar sapaan menyebalkan itu. Dia pikir orang brengsek mana yang berani menyebutnya pendek.

"kau sadar kau jelek sekali menangis seperti itu." Tentu saja itu datang dari si naga yifan.

"kau jadi tontonan orang, pendek. Kalau mau terkenal tidak usah seektrem ini" lanjut mulut pedas yifan.

Mendengar itu tangis yixing langsung berhenti, dengan wajah masih berbekas air mata dia balas berteriak. "siapa kau bilang pendek! dasar naga, kau yang JELEK!" sahut yixing membara.

"aku itu tampan pendek" yifan berkata penuh percaya diri. "dan tentu saja, aku tinggi" lanjutnya lagi langsung di depan muka yixing yang sedang duduk.

Yixing langsung berdiri. "YAH! Jangan pikir karena kau tinggi kau bisa mengejekku"

"kau MENYEBALKAN! Kenapa kau masih berada disini, pergi sana!" omel yixing.

Suara nyaring yixing membuat banyak orang di bandara itu menatap yifan dan yixing yang sedang adu mulut.

"pendek, kau membuatku malu. Berhentilah berteriak. Kau lihat mereka sedang melihat kita" tunjuk yifan dengan dagunya.

Mendengar itu yixing sontak menoleh kearah yang ditunjuk yifan. Benar saja, beberapa orang melihatnya dengan wajah penuh rasa ingin tahu.

"lihat? Kau mau jadi artis?" tambah yifan lagi.

"diam kau. Kubilang pergi" yixing bertambah kesal mendengar kalimat yang diucapkan yifan.

"kau yakin menyuruhku pergi?" Tanya yifan sambil menaik turunkan sebelah alisnya.

"Eo! Pergi sana dan jangan kembali!"

"Oke, jangan menyesal kalau ku tinggal" ucap yifan, kemudian berbalik berjalan menjauh dari yixing.

Yixing sedikit terkejut, naga jelek itu meninggalkannya sendiri?

'apa dia benar-benar pergi' batin yixing.

Keadaan bandara yang ramai sedikit membuat yixing panik. Yixing lupa dia tidak suka keramaian gara-gara naga jelek tadi. Dia sedikit was-was dengan orang yang tidak dikenal nya.

Tanpa disadarinya yifan sudah menghilang dari pandangan. Sedikit takut, yixing bergegas berjalan menuju pintu keluar bandara. Karena dia panik, dia tidak memperhatikan jalan di depannya hingga menabrak seseorang. Membuatnya mundur beberapa langkah.

Yifan yang sedari tadi memperhatikan yixing bergegas menghampirinya. Rupanya di belum meninggalkan bandara, dari tadi pandangannya tidak lepas dari sosok yixing. Dia menunggu di balik salah satu pilar bandara .

"Yixing!" yifan berteriak sambil berjalan menghampiri yixing.

"gwenchana?" diulurkannya tangan untuk membantu yixing yang sedang berjongkok. Dilihatnya wajah yixing sedikit pucat.

"ada yang sakit?"tanya yifan, dari nadanya dia jelas khawatir pada yixing. Yixing hanya diam membuat yifan semakin was-was.

Dilihatnya tubuh yixing sedikit bergetar. Tidak tahan melihat orang yang disayanginya ketakutan, yifan segera meraih tubuh mungil yixing ke pelukannya. Menyandarkan kepala yixing didada bidangnya. Yixing tanpa sadar meraih pinggang yifan, mengeratkan jari-jarinya di jaket yifan.

Yifan yang merasa tangan yixing dipinggangnya mengeratkan pelukannya. Dirasakannya tubuh yixing bergetar, dia juga merasakan baju nya sedikit basah. Sudah dipastikan orang yang ada dipelukannya ini sedang menangis. Menyadari itu membuat hati nya sedikit berdenyut nyeri.

Yixing sadar dia terlihat seperti wanita, menangis di pelukan lelaki. Tapi dia tidak bisa menahannya, di bandara ini tidak ada seorangpun yang dikenalnya selain yifan. Orang yang tidak dikenalnya membuat dia takut dan dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak merasa takut. Memori pembullyan yang pernah dialaminya waktu smp dulu selalu membayanginya.

"maaf, apa dia tidak apa-apa?" orang yang tadi ditabrak yixing, seorang ahjumma bertanya pada yifan.

"wajahnya sedikit pucat" sambung ahjumma itu lagi.

Yifan mengalihkan perhatiannya dari yixing setelah mendengar ahjumma itu bertanya. "ah ne gwenchana" yifan berkata sopan. "dia hanya sedikit kelelahan" lanjutnya lagi.

"begitukah. Kalau begitu aku permisi, sekali lagi maaf"

"ne, ini bukan salah ahjumma" jawab yifan lagi.

"Xingie, kau sudah tidak apa-apa" yifan kembali mengalihkan perhatiannya pada yixing setelah ahjumma tadi menghilang dari pandangannya.

"umm" yifan merasa yixing menggangguk di pelukannya.

"kalau begitu ayo kita pulang" yifan kembali berkata sambil memapah yixing menuju pintu bandara.

.

.

Disebuah restoran sederhana yang bernuansa Jepang. Donghae nampak sedikit gelisah karena yifan dan yixing tak kunjung datang, padahal dia sudah mengirim pesan kepadaa yifan agar menyusulnya ke lestoran yang terletak tidak jauh dari bandara.

"hyung, kau tak makan?" Tanya sehun sambil terus memakan sushi yang dipesannya tadi.

"kau makanlah dulu, hyung masih menunggu yifan dan yixing" jawab donghae yang kini mulai mencoba menghubungi yifan lagi.

"aissshhh…. Kemana anak ini, kenapa telponku dari tadi tidak diangkat-angkat juga" gumam donghae.

"seharusnya tadi kita tidak meninggalkan yixing dan yifan hyung, kita semuakan tahu kalau mereka tidak berhubungan baik selama ini" ucap Luhan yang sudah memakan setengan makanannya.

"ne, aku jadi mengkhawatirkan mereka" sambung minseok dan diangguki oleh luhan.

"kalian tidak usah khawatir, yixing pasti aman bersama yifan" sahut donghae.

Drreetttt… drrreetttt..

Terdengar getaran panjang di hp donghae yang bertanda bahwa ada panggilan masuk, sesegera mungkin donghae merogoh saku celananya guna mengambil hp miliknya.

"yeobboseo, yifan" ucap donghae

'hyung, bisakah kalian segera pulang! Yixing sakit' ucap yifan panic.

"MWO! Baiklah kami akan segera pulang dan segera telpon dokter untuk memeriksa keadaan yixing" titah donghae pada yifan, donghaepun tak kalah paniknya dengan yifan.

Bagaimana mungkin yixing yang sedari tadi pagi sehat-sehat saja kini mendadak sakit. Donghae terus menyalahkan dirinya sendiri karena tidak becus menjaga adiknya, bahkan orang tua mereka tak lama baru meningglkan mereka.

"ada apa dengan yixing, hyung?" Tanya minseok yang mulai ikut panik.

"dia sakit, kita harus segera pulang" jelas donghae.

.

.

.

.

.

Yixing terbaring lemah diatas kasurnya. Yifan terus menggenggam tangan mungil yixing, menatap sendu sang pujaan hati yang kini tengah tertidur usai meminum obat yang sudah diberikan oleh dokter Lee tadi.

"Mianhae.." ucap yifan yang kini mulai membelai pipi yixing dengan lembut, takut-takut kalau yixing terganggu.

"jeongmal mianhae, xingie" ucapnya lagi.

"seharusnya aku tadi tidak meninggalkanmu, gara-gara aku.. kau jadi begini, mianhae" monolog yifan sendiri tanpa berharap yixing mendengarnya.

ceklekk

Yifan yang sedang asik menikmati kegiatannya sedari tadi kini terpaksa menyudahinya karena suara pintu kamar yixing yang terbuka dan nampaklah 5 orang namja dengan berbagai macam ekspresi tapi dapat yifan simpulkan kalau semuanya khawatir dengan keadaan yixing sekarang, terlebih lagi donghae kakak dari yixing.

"bagaimana keadaannya, fan?" Tanya donghae yang kini sudah duduk di tepi ranjang yixing sambil membelai lembut pucuk kepala yixng.

"dia hanya sedikit shock, tadi dokter sudah memeriksanya dan dia juga sudah meminum obatnya, hanya cukup istirahat sebentar dia akan membaik" jelas yifan.

"kenapa yixing sampai bisa begini, hyung?" Tanya chanyeol.

Yifanpun menceritakan kejadian yang dialami yixing ketika dibandara tadi, mulai dari yifan yang berniat mengerjainya dengan cara pura-pura pergi meninggalkan yixing seorang diri di bandara sampai yixing yang tidak sengaja menabrak seorang ahjumma, yang untungnya ahjumma itu adalah orang yang baik.

Chanyeol dan yang lainpun hanya mengangguk-anggukan kepala mereka tanda mereka mengerti maksud awal yifan yang hanya ingin menggoda yixing saja. Sehun yang sebenarnya penasaran kenapa yixing jadi seperti itupun memberanikan diri untuk bertanya.

"kenapa yixing jadi phobia terhadap keramaian, hyung?" Tanya sehun.

"karena dulu waktu kami masih SMP dia sering jadi bahan pembullyan sunbae-sunbae disekolah" jawab Luhan mendahului yifan.

"hah? Bukannya ada yifan hyung yang selalu menjaga kalian"

"mereka membullynya ketika aku sudah lulus, waktu aku masih ada tak ada satu orangpun yang berani menggangunya, kecuali aku" sahut yifan cepat takut keduluan luhan lagi, dan yifan sukses mendapat tatapan membunuh dari luhan, ditanggapi dengan kekehan oleh yifan.

"sudahlah, yang penting sekarang yixing sudah tidak apa-apa, lebih baik kita keluar saja biarkan dia istirahat, jika kalian terus berada disini yixing bisa terganggu dengan suara-suara bising kalian itu" ucap donghae yang mulai berjalan kearah pintu dan diikuti oleh hunhan, chanmin dan yifan. Sebenarnya yifan masih ingin menemani yixing tapi apa yang dikatakan donghae tadi ada benarnya juga, biarbagaimana pun yixing harus banyak istirahat hari ini.

TBC

Terimkasih buat yang udah setia sama cerita ini #DEEPbow

Mianhae gak bisa balas review kalian satu-satu

Mianhae kalau ceritanya membosankan :D

Review again neee…. Annyeonnnggggg :D #melambai2