FF KyuMin/ Responsibility / yaoi / Mpreg / Part 7
Author :Sii Hyun KyuMin Shipper
Pairing : KyuMin
genre :
ratting : T
Disclaimer : FF ini murni punya author yg berdasarkan kisah nyata teman author, cuman beberapa author karang.
Warning : yaoi, gaje,abal, typo, OOC
summary : Pertanggung jawabkanlah apa yg telah kau perbuat!
^^KyuMin Is Real^^
Kyuhyun poV
Aku sama sekali tak bisa focus mengerjakan soal ujian, pikiranku terus teringat pada perkataan Sungmin hyung yg sungguh membuatku shock! Ia memutuskanku sepihak tanpa aku tahu alasannya memutuskanku.
"Hei Kyu, kemana? Buru – buru sekali?" Tanya Changmin padaku, aku diam karna malas meladeninya.
"Lihatlah Mading sekolah sebentar, kau pasti akan menyukainya." Ucap Kangin sambil tersenyum penuh arti padaku.
Aku tak mengerti maksudnya mengatakan hal itu padaku apa? Tapi aku cukup penasaran juga. Aku pun segera keluar kelas dan melihat Mading, sekalian aku ingin bertemu dengan Sungmin hyung. Karna kelasnya terletak tak jauh dari Mading sekolah.
DEG
Aku terkejut melihat apa yg tertempel di Mading, itu fotoku yg waktu itu sedang berada di pesta di rumah Changmin bersama yeoja yg dengan kurang ajarnya menarikku hingga aku terjatuh menimpanya dan ia langsung mencium bibirku.
"Argghhhhh!" Aku merobek foto itu dan membuangnya ke tempat sampah!
Sekarang aku mengerti kenapa Sungmin hyung memutuskanku, ini semua pasti gara – gara foto yg di ambil entah oleh orang sialan mana?!
Aku harus segera menjelaskan ini pada Sungmin hyung, aku tak mungkin membiarkannya sendiri di tengah kondisinya yang tengah mengandung anakku.
Aku segera berlari menuju kelasnya, untung kelasnya belum bubar. Aku lihat Sungmin hyung tengah membereskan barang – barangnya dan bersiap pulang. Dari wajahnya terlihat kalau ia sangat sedih, senyuman yg biasa mengembang di wajah manisnya hilang sudah.
"Sungmin hyung." Pangilku pelan, ia menoleh sesaat lalu membuang mukanya tak sudi menatapku.
"Ya! Mau apa lagi kau kemari hah!" Donghae hyung muncul dan langsung membentakku.
"Aku ingin menjemput Sungmin hyung, kami ada janji hari ini." Jawabku mencoba bersabar dan tnang menghadapi Donghae hyung.
"Lupakan, aku tidak akan pulang bersamamu lagi." Ucap Sungmin hyung dingin dan melewatiku begitu saja.
"H-hyung." Pangilku lirih.
Sosoknya semakin jauh dari pandangan mataku, ia terus berjalan tanpa menoleh sedikitpun. Apa rasa cintanya kni telah benar – benar hilang untukku? Aku mengaku salah, tapi bisakah aku mendapat kesempatan untuk menebusnya?
Kyuhyun poV end
Sungmin poV
Aku berjalan melewatinya, aku tak mau lagi menatap wajahnya. Itu hanya membuatku semakin sedih dan terluka mengingat pengkhianatannya.
TES TES
Air mataku jatuh seiring dengan rasa sakit hati yang kembali mencengkramku, aku bgitu menaruh harapan banyak padanya. Tapi apa? Ia malah membalasku dengan ini semua, tak cukupkah segala apa yg telah kuberikan padanya?
"Sungmin hyung, mau ku antar pulang?" Donghae menawarkan tumpangannya pdaku.
"Kalau tidak merepotkan." Balasku sambil sedikit tersenyum.
"Tentu tidak, kajja hyung naiklah."
Aku pun menerima tawaran Donghae yang mengajakku pulang, untuk saat ini aku hanya bisa mempercayai Tuhan,Keluarga dan Teman – temanku. Selain mereka aku sudah tidak bisa mempercayainya lagi.
"Sudah sampai hyung, sampai kapan hyung mau berdiam diri di atas motorku?" Suara Donghae menyadarkanku.
"Ahh mianhae, gomawo hae untuk tumpangannya." Aku pun segera turun dan mengucapkan terima kasih padanya.
"Cheonma hyung." Balasnya.
"Ya sudah sampai besok." Ucapku dan berbalik dan masuk ke dalam rumahku.
"T-tunggu hyung." Suara Donghae kembali menghentikan langkahku.
"Waeyo hae?" Tanyaku menatap heran Donghae.
"A-anio, hanya ingin mengucapkan hati – hati dan jaga aegymu dengan baik."
DEG
Aegy? Aku lupa jika sekarang di dalam perutku sedang tumbuh seorang bayi. Apa aku terlalu gegabah dengan memutuskan Kyuhyun? Biar bagaimana pun Kyuhyun adalah Appa dari bayi yang ku kandung ini.
"A-arraseo, gomawo sudah mengingatkan." Setelah mengucapkan itu aku pun segera masuk ke dalam rumah.
CEKLEK
"Aku pulang." Ucapku saat memasuki rumah.
"Lee Sungmin, kemari." Aku terkjut melihat anggota keluargaku tengah berkumpul dan appa tiba – tiba memangilku.
"Ne appa, ada apa?" Tanyaku sambil menghampiri appa.
PLAKK!
Sebuah tamparan mendarat di pipi kananku, aku sangat terkejut dengan perlakuan appa. Kenapa appa tiba – tiba memukulku?
"Hiks..yeobo! hentikan! Kau menyakiti Sungmin!" Umma langsung berlari memelukku.
"Lepaskan dia! Anak memalukan ini harus di hajar! Kemari kau anak sialan!" Appa membentakku dan umma, ia menarik tanganku kasar namun di cegah umma. Aku masih belum mengerti apa yg sebenarnya terjadi.
"Appa lepaskan hyung! Jangan pukuli hyung lagi!" Sungjin segera memegangi appa.
"Sebenarnya apa yg terjadi?! Kenapa appa tiba – tiba marah dan memukulku?!" tanyaku emosi.
"Kau mau mengelak eoh?! Kau tahu Sungmin, kau adalah anak yg telah mempermalukan keluarga kita! Kau hamil eoh?! Apa maksudnya ini semua?!"
BRAKK
DEG DEG
Aku terkjut mendengar ucapan appa'j-jadi appa dan umma sudah tahu kalau aku hamil?'appa melemparkan sebuah map cokelat ke atas meja dengan kasar.
Aku meraih amplop itu dan membukanya, dalam amplop itu terdapat beberapa fotoku dan Kyuhyun dari mulai mndatangi rumah sakit hingga saat aku bermain dengannya di taman hiburan.
Di dalam amplop itu juga terdapat surat pemberitahuan yg mengatakan kalau aku hamil, dan surat itu asli! Surat itu berasal dari rumah sakit tempat sepupu Kyuhyun yang memeriksaku bekerja. Siapa orang yg telah mengirimkan semua ini?
"Sekarang katakan! Katakan kalau surat itu hanya lelucon dan kau tak benar – benar hamil!" Umma menggengam tanganku sambil menatapku dengan matanya yg sudah memerah karna menangis.
"U-umma." Aku hanya mampu bercicit lirih, tak sanggup mengatakan yg sebenarnya.
"Katakan Lee Sungmin!" bentak appa.
"A-aku,, surat ini benar umma, a-aku hamil."
Umma yg shock langsung melepaskan genggaman tangannya dan menatapku tak percaya, appa semakin terlihat murka sementara Sungjin menatapku sedih.
"Mi-mianhae." Satu kata maaf, itulah yg bisa ku katakana pada mereka untuk saat ini.
BRAKK
"Uhukk a-appa uhukk l-lepas akh."
Appa bangkit dari duduknya dan menyerangku tiba-tiba, menghempaskan tubuhku ke tembok lalu mencekik leherku.
"Kau! Anak bodoh! Memalukan!" Appa terus mencaciku dengan kata – kata kasarnya.
"Uhuk mi-m-mianhae akh a-ppa uhuk." Dan aku pun berusaha melepaskan cekikannya di leherku.
"Yeobo cukup! Kau akan membunuh anak kita!" umma mencoba melepaskan cekikan appa.
"Anak ini pantas mati! Ia memalukan keluarga kita!" App malah semakin keras mencekikku.
"A-a-appa uhuk.." Aku berusaha sekuat tenaga mendorong appa agar cekikannya lepas, dan berhasil.
"Sipa ayah dari bayi itu!?" Tanya Appa
"C-ch-cho uhukk K-kyu-kyuhyun." Jawabku terbata, oksigen di dalam paru – paruku hampir habis.
Aku terbatuk setelah cekikan appa terlepas, umma dan Sungjin memgangi appa agar tak menyerangku lagi. Aku menangis sedih karena keluargaku tak menerima keadaanku, lalu bagaimana nasibku selanjutnya?
"Gugurkan bayi itu!"
DEG
Appa menyuruhku menggugurkan bayi ini?! Andwaeee aku takkan biarkan appa melakukan hal itu, aku sangat menyangi bayi ini.
"Andawee appa, aku mohon jangan suruh aku untuk mengugurkan kandunganku!" tolakku keras.
"Gugurkan! Atau kau pergi dari rumah ini!" Appa mengancamku, dan aku masih bersikukuh dengan keputusanku untuk mempertahankan kandunganku.
"Tidak appa! Bayiku tidak berdosa! Kau tega membunuh cucumu sendiri?!" Tanyaku dengan berani.
"Aku tidak sudi mengakuinya sebagai cucukku!" Jawab Appa.
"Hiks..hikss..Sungmin, turuti kata appamu nak..gugurkan bayi itu." Umma ikut memintaku mengugurkan kandunganku sambil menangis. Sebenarnya aku pun tak tega melihat umma seperti itu, tpi aku sudah bertekad untuk mempertahankan kandunganku.
"Mi-mianhae umma, a-aku tidak bisa." Jawabku sambil menatap umma yg terlihat sangat kcewa.
SRETT
"Yeobo!" Appa melepaskan diri dari cengkraman umma dan Sungjin lalu langsung menarikku keluar.
"Appa!" Sungjin berusaha menghalangi appa yg hendak membawaku entah kemana.
"Appa lepas! Aku tak mau mengugurkan kandunganku!" aku pun berusaha melepaskan cengkraman tangan appa.
"Diam! Kau ikut aku temui namja brengsek itu!"
Aku terdiam setelah mendengar ucapan appa, appa akan membawaku menemui Kyuhyun? Lalu apa yg akan di lakukan appa pada Kyuhyun? Menyuruhnya bertanggung jawab atau malah menghajarnya?
Sungmin poV end
Author poV
Kyuhyun tengah mengurung dirinya di kamar, sejak pulang sekolah tadi hingga menjelang sore ia tak keluar kamar. Ia sibuk menyesali segala perbuatannya yg membuatnya kehilangan kekasih tercintanya. Kyuhyun kni benar – benar telah sadar, bahwa Sungmin sangt lah berharga untuknya dan ia tak mampu hidup tanpa Sungmin di sisinya.
"Mana anak sialan itu!"
Kyuhyun berjengit kaget saat mendengar suara ribut – ribut di bawah, ia segera keluar kamar dan turun ke lantai bawah untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Betapa terkejutnya Kyuhyun melihar seorang namja paruh baya tengah mengamuk di rumahnya, tapi pandangan matanya langsung beralih menatap Sungmin yg berdiri di dekat pintu.
"Sungmin!"
Teriak Kyuhyun langsung menghentikan keributan antara namja paruh baya itu dan beberapa security penjaga rumahnya. Ia berlari turun dan langsung menghampiri Sungmin.
GREP
"Hyung aku mencemaskanmu, aku tidak mau kehilangan dirimu. Aku bisa jelaskan semuanya mengenai foto sialan itu." Kyuhyun langsung memeluk Sungmin dengan erat dan berbicara padanya.
"Oh jadi kau namja brengsek yg telah menghamili putraku?!" Suara itu sukses mengganggu ketenangan Kyuhyun yg tengah memeluk Sungminya.
"Ada apa ini ribut – ribut?" Tanya Mrs. Cho yg merasa terganggu dengan keributan di rumah mereka.
"Anda orang tua namja ini?" bertanya pada Mrs. Cho.
"Iya, memangnya kenapa? Anda siapa?" Tanya .
"Asal kau tahu ya tuan, anakmu ini telah menghamili putraku! Dan ini buktinya!"
melemparkan map cokelat berisi foto KyuMin dan selembar surat pemberitahuan dari rumah sakit. membacanya dengan teliti, dan setelah ia selesai membacanya wajahnya mendadak tegang. Urat kemarahan tergambar jelas di wajahnya.
"CHO KYUHYUN!" Bentak marah.
"Appa sudah mengetahui semua bukan? Maka dari itu aku minta izin untuk menikah dengan Sungmin hyung." Ucap Kyuhyun dengan santainya.
"Apa menikah?! Aku akan mengirimmu ke amerika untuk belajar! Dan kau tuan, berapa yg kau minta untuk mengugurkan bayi dalam kandungan putramu sekaligus menutup mulutmu?" Tanya yang amat sangat membuat marah dan merasa terhina.
"Aku tak butuh uangmu Cho! Aku ingin anakmu mempertanggung jawabkan perbuatannya terhadap puteraku!" Bentak yg marah.
"Appa! Perkataanmu sungguh sangat tidak pantas! Tenang saja tuan Lee, aku akan bertangung jawab menikahi puteramu. Aku sangat mencintainya." Ujar Kyuhyun menimpali.
"Ah yeobo, kepalaku pusing." sedikit limbung karna pusing mendengar bentakan – bentakan antara Suaminya dengan juga anaknya.
"Sebaiknya kau kemar yeobo, disni biar aku yang urus." mengangguk menuruti perintah suaminya.
Kini tersisalah 4 namja yang masih berseitegang, Sungmin masih setia berada dalam pelukan Kyuhyun. Sementara dan Cho masih saling menatap dengan tatapan tajam masing – masing.
"Kalau uang tidak bisa membayarnya, maka akan kuberikan setengah perusahaanku! Yg penting jangan paksa anakku untuk menikahi puteramu!" masih berusaha menyuap .
"Appa! Walaupun kau melarang aku akan tetap menikahi Sungmin hyung! Jadi berhenti mengatakan hal yg seolah merendahkan Sungmin dan ayahnya!" Kyuhyun yg marah mendengar ucapan appanya, membentak .
"Mereka memang rendah! Mana ada namja hamil, mereka pasti mengada-ada hanya untuk mendapatkan harta kita!" Ucap .
"Tutup mulutmu Cho! Jangan sembarangan bicara!" sudah benar – benar marah, membentak sambil menunjuk – nunjuknya.
"Ngghh.." Sungmin melenguh merasa pusing menghantamnya, ia pingsan dalam dekapan Kyuhyun.
"Sungmin hyung! Hyung bangun!." Kyuhyun mengguncang tubuh Sungmin.
"Sungmin! Sungmin!" pun panik dan menghampiri KyuMin.
"Kalau appa tidak percaya kalau Sungmin hyung benar – benar hamil, kita buktikan sekarang! Ikut aku ke rumah benar terbukti Sungmin hyung hamil, appa harus merestui pernikahan kami." Tantang Kyuhyun pada appanya.
"Baik!." menerima tantangan Kyuhyun. :" tapi jika tidak terbukti maka kau harus pergi ke Amerika!." Lanjutnya lagi. Kyuhyun menyeringai dan menerima tawaran appanya.
Mereka segera membawa Sungmin ke rumah sakit, atas permintaan Sungmin akan di periksa di rumah sakit yg berbeda dari saat Kyuhyun mengajak Sungmin chek-up.
Saat ini KyuMin bserta dan Cho tengah berada di salah satu rumah sakit internasional di seoul, Sungmin tengah di tangani oleh dokter sementara yang lain menunggu di luar.
Ketiga namja itu sedari tadi hanya terdiam menunggu dokter selesai memeriksa Sungmin.
CEKLEK
Pintu ruang pemeriksaan Sungmin terbuka, munculah seorang dokter yg sudah cukup berumur dari dalam ruang pemeriksaan itu. Kyuhyun beserta dan Cho pun berdiri menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana keadaannya dok? Dia dan bayinya baik – baik saja kan?" Kyuhyun adalah orang prtma yg mencerca dokter itu dengan pertanyaan.
"Jadi anda ayah dari bayi yg di kandung tuan Lee Sungmin?" Tanya dokter itu menatap Kyuhyun dengan tatapan menyelidik.
"Namja itu benar – benar hamil?" Tanya tiba – tiba.
"Bagaimana keadaan putra saya dok?" Kali ini yg bertanya.
"Sabar tuan – tuan, mari ikut saya ke ruangan saya. Kita bicarakan semua di sana."
Dokter itu meminta agar Kyuhyun beserta dan Cho untuk mengikutinya ke ruangan milik dokter itu. Di dalam ruangan itulah sang dokter menceritakan semuanya pada Kyuhyun juga dan Cho.
"Jadi bagaimana dok?" Tanya Kyuhyun yg sudah tidak sabar ingin mengetahui keadaan Sungmin.
"Begini, tuan Lee Sungmin memang benar – benar hamil. Usia kandungannya sudah menginjak usia 2 bulan. Kandungannya tergolong lemah, sejauh ini Sungmin masih bisa mempertahankan bayinya karna ia berusaha dengan kuat menjaga bayi itu." Ujar dokter itu.
"Aku masih belum mengerti, bagaimana namja itu bisa hamil?" Tanya .
"Sungmin adalah namja yang memiliki keistimewaan, ia terlahir dengan memiliki rahim di tubuhnya dan biasanya itu terjadi pada kelahiran 1 berbanding 1000 namja di dunia." Jawab dokter itu.
"Lalu keadaan Sungmin sendiri bagaimana dok? Anakku itu memiliki penyakit anemia." Kali ini yang bertanya.
"Keadaan Sungmin dan bayinya sehat – sehat saja, nampaknya Sungmin menjaga kesehatan dan pola makannya dengan baik sehingga tidak menyebabkan gangguan apapun pada dirinya maupun bayi yg di kandungnya." Jawab dokter itu lagi.
Setelah puas mendengar penjelesan dokter itu, Kyuhyun berpamitan untuk menjenguk Sungmin. Meninggalkan dan Cho yg masih ingin bertanya pada dokter mengenai keadaan dan keistimewaan yg Sungmin miliki.
Author poV end
Kyuhyun poV
Aku keluar dari ruangan dokter dan kembali menuju ruangan tempat tadi Sungmin di periksa, aku sangat bersyukur jika Sungmin dan aegy kami baik – baik saja. Aku sangat khawatir saat Sungmin tiba – tiba pingsan.
CEKLEK
"Minnie chagi?" Pangilku sambil memasuki ruang rawat Sungmin.
"Kyu." sahutnya pelan.
"Bagaimna perasaanmu? Sudah baikkan?" Tanyaku sambil mengusap rambutnya.
"Hmm..ne." jawabnya sambil tersenyum.
"Minnie ku mohon dengarkan penjelasanku ne? Aku tak ingin kau salah paham lagi padaku." Ujarku meraih tangannya dan menggengamnya.
"Ne." Jawabnya, aku pun tersenyum sejenak ke arahnya.
"Aku minta maaf atas foto itu, waktu itu aku sedang berada di rumah Changmin untuk menghadiri pesta yang Changmin dan teman – temanku buat untukku. Sebenarnya aku malas datang ke tempat itu, hanya saja aku masih menghargai mereka sebagai temanku makanya aku datang. Tak di sangka, di sana mereka malah menjebakku dengan menyewa seorang yeoja yg entah siapa untuk menemaniku, tentu aku menolaknya! Tapi.."
Aku mulai menceritakan kejadian awal yg menyebabkan beredarnya foto diriku yg seolah tengah mencium yeoja di Mading sekolah.
"Tapi apa?lanjutkan Kyunnie." Tanya Sungmin yg sepertinya penasaran dengan kebenaran kisahku.
"Saat aku hendak pergi meninggalkan tempat terkutuk itu, yeoja itu menarik tanganku hingga aku limbung dan jatuh menimpa tubuhnya, dan kesempatan itu di gunakan yeoja itu untuk menciumku. Mungkin pada saat itu ada yg memfotoku tanpa aku sadar karna aku sudah langsung emosi." Lanjutku lagi menyelesaikan ceritaku.
"Jadi begitu, menurutmu siapa yg memfotomu? Pasti salah satu dari 4 temanmu itu kan?" Tanya Sungmin.
"Kemungkin besar Zhoumi, dan orang yg mengirimkan amplop itu juga Zhoumi." Jawabku.
"Aku juga merasa kalau itu Zhoumi, aku takut Kyu. apa yg akan di lakukannya pada kita setelah ini?" Sungmin tiba – tiba memelukku, aku pun balas memeluknya dan mengusap punggungnya.
"Tenanglah, aku akan melindungimu dan aegy kita." Ucapku menenangkan Sungmin.
Tak lama kemudian, appa dan datang ke ruangan Sungmin, dokter mengizinkan Sungmin hari itu juga. Maka Sungmin pulang bersama dengan .
"Kyu, appa ingin bicara padamu." Appa menahan tanganku yang saat itu hendak naik ke atas menuju kamarku, yah aku dan appa sudah pulang ke rumah setelah sebelumnya mengantar Sungmin dan pulang terlebih dahulu.
"Apa ini soal Sungmin hyung? Apa sudah dengar sendiri bukan, Sungmin hyung itu benar – benar hamil. Appa harus merestui pernikahan kami."
"Ne, appa tahu. Appa sudah berjanji dan akan appa tepati."
"Gomawo appa, mianhae sudah membuat kekacauan ini."
Aku pun segera menuju kamarku setelah berbincang sebentar dengan appaku, aku tak sabar menunggu hari esok untuk dapat menghajar Zhoumi!
TBC
1 part lagi FF ini END horeeee XD
next part KyuMin wedding, so don't miss it.. *sok inggris*
