Kyaaa.... Updetnya Cepet Khan! Karena Hamba sedang lenggang dan tiba-tiba terpikir untuk mengetik di warnet yang penuh dengan manusia yang FB-an dan saya mengetik dengan menggila.... dan jadilah Chappie 7!
Cerita Kali Ini kan sedikit serius, entah mengapa sang author yang menganggap dirinya jenius ini *tendanged* ingin merasakan suasana Family/Romance/Hurt/Comfort/Humor *katanya kagak ada humor, gimana sih* hehehe...
Terima kasih kepada Ish-chan, Yuu-chan, Momo-chan, dan Merita ^^ makasih telah membaca Fic Hamba yang tidak senonoh ini ^^... (makasih buat Ish yang sudah memberikan pencerahan tentang U** dan Se**) hehehe...
Daripada makin melantur ^^ silakan membaca, dan jangan lupa ngeripyuuu
RNR~~
Ouran High School Host Club © Bisco Hatori
Cinderella In Ouran belongs to Me~~ (narsis *dilempar**sumpal sandal*)
Tirai terbuka perlahan. Terlihatlah latar kebun bunga yang sangat indah dengan beberapa kupu-kupu ilusi dari proyektor 3D yang di pancarkan dari belakang panggung (namanya juga klub drama orang kaya), dengan sebuah rumah kecil yang sangat indah di belakang yang membuat suasana menjadi lebih damai. Kemudian lampu sorot menyoroti pintu, lalu keluarlah seorang gadis berpakaian sederhana dengan wajah anggun. Rambut blondenya yang panjang sebahu, berkibar ditiup angin, yang datang dari kipas angin raksasa yang digunakan pada pemotretan.
"Cinderella hidup dalam kemalangan, setelah ibunya meninggal ayahnya yang seorang yanke menikah dengan seorang gadis yang sangat cantik yang telah mempunyai dua anak kembar lelaki yang sangat penurut"
Prolog yang dibacakan oleh narator, bergema di ruangan itu.
"Wah… indah sekali pagi ini… begitu banyak bunga yang mekar, ayah akan pergi hari ini… ah" Cinderella memandang sepucuk bunga yang sangat indah.
"Cindy, ayah akan pergi sebentar lagi, hati-hati dirumah, jagalah ibu dan kedua kakak kembarmu yah" sang ayah yang berambut merah dan bertampang yanke, mencium keningnya dengan lembut.
"Hati-hati di jalan ayah" Hitachiin brothers yang berperan sebagai kakak kembar menghampiri cassanova sang ayah mereka.
"Hati-hati di jalan sayang, dan jangan lupa jaga kesehatanmu" Haruhi keluar dengan memakai pakaian wanita yang sangat cocok dipakai olehnya. Terkesan sederhana dengan motif renda-renda yang imut.
"Kyaa Haruhi imut banget!" beberapa pengikut (?) host club berkata sambil membeberkan spanduk-sapanduk yang bertuliskan.
"Go Go Host club"
"Tamaki! KING GO GO!"
"Hitachiin!!!"
"Moriho! Mori Honney!"
"MARRY ME!" *ya oloh… tulung*
"A-I-iya kau ju-juga sayang… hati-hati dirumah" Kasanoda sontak berwajah merah melihat haruhi yang begitu manis (dia tahu kalau Haruhi itu cewek tulen).
"Kau tidak melupakan sesuatu sayang?" tanya Haruhi.
"Melupakan apa?" tanya Kasanoda bingung.
"Kau belum mencium istrimu ini" kata Haruhi yang berwajah malu-malu tapi mau (boong ding) dengan wajah malu ajah.
Kasanoda berkeringat dingin, debaran jantungnya bertalu-talu dengan keras. kemudian bibirnya menghampiri bibir Haruhi, namun dia merasa ada aura jahat berasal dari balik panggung. Tamaki sedang menatap Kasanoda dengan death glare yang sangat mematikan, bagian yang dipegang tamaki sampai remuk hingga membuat Kasanoda merinding. Lalu dengan cepat diciumnya kening Haruhi.
"KYAAA!!! KASANODA-KUN KAU TEMAN KAMI!!!" beberapa cewek Fujo yang lagi nari-nari geje gara-gara liat adegan yang menurut mereka SA nyerempet soft Y, kalau saja Haruhi memakai seragam cowoknya.
"Eh ternyata yanke satu ini doyan cowok"
"Iya ya nggak nyangka"
Kasanoda yang pergi dengan wajah memerah, pergi ke balik panggung. Kemudian kembali ke Cinderella. Tidak lama setelah sang ayah pergi, lalu ada seekor kucing robot yang lewat, lalu kejadian itu berlangsung begitu cepat… dengan suara berdebum keras kucing itu menghantam lantai. Kaki Cinderella terangkat bagai Pitcher yang hendak melempar bola. Cinderella mendendang telak kucing tersebut tepat di perut.
Hening… para penonton melongo melihat adegan yang dilakukan oleh sangan pemeran utama, Cinderella yang benar-benar…
"Eh kalian lihat yang barusan…"
"Sepertinya tadi kucing itu terbang"
"…"
Kemudian suara narator berkumandang bagai suara peringatan.
"Kehidupan Cinderella bagai kamuflase yang sangat rapi, dengan berwajah manis di saat ayahnya ada di rumah dan di lain pihak, dia berperingai sangat tidak masuk akal untuk gadis yang... er... cantik ini saat ayahnya keluar untuk mencari uang, dengan tatapan licik, kami mempersembahkan Drama berjudul "BLACK CINDERELLA!"
"Black..."
"Hitam... satu ini amat dalam..."
Banyak komentar yang berseliweran di udara. Kemudian Cinderella sang penendang kucing, mulai menampakkan wajah aslinya.
"Kakak sudah kubilang jangan bawa kucing itu kemari! Aku sangat tidak suka dengan kucing! Karena aku alergi!" Cinderella teriak-teriak kepada kedua kakaknya, dari balik roknya yang indah itu ditariknya entah darimana sebuah pecut kuda yang terlihat mengerikan.
"Maaf Cind… kami tidak bermaksud untuk membuat kau marah, sungguh" Kao bicara dengan wajah penuh rasa bersalah, disudut matanya yang imut, setetes air bening mulai membuncah.
"Jangan salahkan Kaoru, Cindy, ini adalah salahku yang telah membuka pagar itu sehingga kucing itu bisa masuk" Hikaru yang merasa bersalah kini menghalangi Cinderella memecut Kaoru.
"Kakak... jangan biarkan aku menanggung semua akibat perbuatan burukku..." Kaoru memegang tangan kakaknya dengan erat, seakan tidak ingin melepaskannya.
Para penonton, terutama fans girlnya twins ini memandang adegan itu dengan pandangan sedih.
"YAK! Penonton terharu" Bisik Hikaru
"Tambah porsinya!" Bisik Kaoru.
Dengan sekejap Hikaru menarik Kaoru yang berwajah kaget. Airmatanya terjatuh di udara dengan indah dengan efek slowmotion dengan taburan bunga-bunga mawar berduri yang melambangkan 'cinta terlarang' jatuh dan langsung menghujam kepala Black Cinderella.
Dalam keterkesiapan para penonton, Kaoru telah bersarang dipelukkan sang kakak kembarnya, tangan kanan Hikaru di kepala Kaoru sedangkan tangan kirinya ada di punggung Kaoru, sementara Kaoru menatap langit dengan pandangan kaget, kemudian dengan berbisik Hikaru berkata.
"Kau adalah satu-satunya yang paling ku khawatirkan didunia ini setelah ibu kita Kaoru..." sujara Hikaru terdengar sedikit mendesah.
(A/N : Hamba lumayan menderita menulis deskiripsinya... entah kenapa *halah*)
"Hi-Hikaru..." Kaoru berkata terbata. Tangannya yang tadi terkulai lemas memeluk punggung kakaknya dengan kuat.
"KYAAAAA!!!" Cewek-cewek Ouran pada teriak-teriak geje. Banyak Flash dari kamera para penonton untuk mengabadikan momen paling bahagia (bagi mereka sang fujo bahagia). Beberapa Siswi Lobelia yang rada melencong itu juga mulai merasa sesuatu sensasi, yang tak dapat disembunyikan.
"Good job Hika-Kao" Tamaki yang menonton dibalik layar mengacungi mereka jempol dengan pose narsis.
"Cindy... jangan salahkan mereka, mereka kakak-kakakmu yang sedikit malang, cobalah mengerti mereka" Haruhi sang ibu tiri berkata dengan manis di samping anakanya yang sedang berpelukkan dengan sangat sedih. Dirinya yang dikira cowok kini memerankan perempuan anggun dengan baik (toh dia cewek dari sononya).
"Ga-gawat... kok aku begini melihatnya" beberapa siswa putra Ouran terpana, beberapa kabur gara-gara takut wajah memerah mereka terlihat, (tenanglah, kalian masih Stright!).
"Mhomaa zangan bela mereka! Mereka tuch Zama Zekali tak pathut dhibhelaaaa!" Cinderella bicara dengan suara keras dengan logat Fitri Tropikanaslim (?) dengan kipas yang didapatnya entah darimana, berkata centil dengan aksen yang dibuat-buat.
"Tapi, ibu sangat berharap kalau kau bisa berbagi dengan kakak-kakak mu... bukankah akan sangat indah menjadi keluarga seperti itu" Haruhi menatap Renge dengan tatapan mautnya, efek glow pink andalan Haruhi menusuk jiwa Renge yang membuatnya sedikit kehilangan pertahanan.
"He-hebat kau Haruhi, aku hampir terkena seranganmu" Batin Renge.
Namun, Renge masih bisa mengendalikan perannya dengan sangat baik. "Huh! Kali ini aku maafkan! Lain kali jangan sampai terulang lagi" Cinderela pergi masuk kedalam rumah. Kemudian tirai tertutup.
Narator kembali beraksi,"Kehidupan merana sang ibu tiri dan kedua putranya terus berlanjut, hari-hari penuh darah dan air mata sanga ibu anak ini tak habis-habisnya. Mereka seakan diperbudak setelah sang ayah pergi menabung (?), mereka diperlakuan sebagai pelayan oleh sang Black Cinderella. Kemudian suatu hari ada pengumuman dari kerajaan, karena akan diadakan pesta dansa"
Tirai terbuka, tampak back ground masih seperti tadi, sebuah halaman yang penuh bunga dan sayuran.
Sang ibu sedang menyirami bunga-bunga kertas yang kemudian luntur. Kupu-kupu proyeksi 3D melayang perlahan mendekati sang Ibu tiri. Wajahnya begitu bahagia dengan semburat merah di wajahnya.
CKREK!
Beberapa siswi Ouran mengambil foto dengan penuh gairah, jarang-jarang Haruhi berpakaian cewek dan berwajah manis.
Kemudian didengarnya suara langkah kaki kuda. Dan dari belakang panggung datanglah sebuah kereta kuda buatan yang membawa seorang pengawal kerajaan yang diperankan oleh Kak Mori, namun dari yang terlihat Kak Mori sedikit mengantuk.
"Wah ternyata disini masih ada rumah penduduk" Mori berkata dengan senyum yang menyegarkan, ditegaskan sekali lagi KAK MORI TERSENYUM DENGAN SANGAT MENYEGARKAN.
"A-ada apa yah?" tanya Haruhi yang rada ngeri melihat Kak Mori yang bisa tersenyum dengan mudah seperti itu.
Ckrek!
Lagi-lagi bunyi kamera yang mengabadikan foto langka Kak Mori yang sedang tersenyum.
"Apakah anda pemilik rumah ini nona yang cantik" dengan suara yang halus Kak Mori mendekat ke Haruhi.
"Kak Mori benar-benar mengantuk! Gawat omongannya jadi terlalu manis! Tidak cocok!" batin Haruhi sedikit merinding..
"I-iya... ada apa yah?" tanya Haruhi yang makin gugup, penyiram air yang dipegangnya sedikit bergetar.
"Saya ingin menyampaikan berita, kalau akan ada pesta dansa di istana besok malam, jadi anak gadis yang tinggal di sini dipersilakan ikut serta," Kak Mori kini menatap Haruhi dengan tajam, kemudian tanganya terayun kedepan tepat di dagu Haruhi, kemudian ditariknya mendekati wajahnya.
Penonton terdiam, wajah mereka merona merah.
Haruhi yang gugup mundur perlahan-lahan sampai membentur tembok rumah, wajahnya memerah saking takutnya. Penyiram bunga terjatuh sampai menghabiskan airanya.
"Tapi, untuk nona secantik ini... sayang sekali kalau tidak ikut hm?" Tangan Kiri Kak Mori menahan tembok sementara jari jepol dan telunjuk kanananya bersarang di dagu Haruhi. "Sedikit bersenang-senang".
"KYAAAA!!!" Siswi ouran tak kuat melihat adegan mesra itu.
"Auouououououo" Sesosok manusia, yang ternyata Kak Honney bergelayut dengan tali penarik tirai, kemudian menerjang Kak Mori sampai ke bagian kanan pangganung. Haruhi selamat dari bahanya Kak Mori yang mengantuk.
Kemudian pintu terbuka, Black Cinderella yang kini memakai gaun berwarna hitam kelam dengan renda-renda yang menawan, eye shadow yang begitu hitam membuatnya terkesan seperti ratu iblis.
"Htam... terlalu hitam..." penonton bergumam perlahan dalam sweatdrop massal.
"Ada apa ibu?" tanya Cinderella.
"Ini undangan untukmu" kata Haruhi.
"Ouh Mai GOT! Gimana nich! Aduh aku belum ke salon, belum medi pedi, belum sauna, belum mungutin sampah di kali ciliwung (?) belum menjebol Bank (ngaco') dan belum mencekek monyet (hobi gila)" Cinderella bicara dengan centil yang berlebihan membuat penonton bolak-balik kamar mandi buat muntah.
"BU! JAGA RUMAH AKU PULANG BESOK!" Cinderella kabur ke kiri panggung.
Tirai tertutup. Tidak ada suara narator, selidik dapat selidik ternyata naratornya ketiduran gara-gara-gara nyium eter yang dibawa Naer yang lagi mau praktikum membius Drosophila melanogaster (jangan dihiraukan, author lagi frustasi gara-gara lalat buah pengamatannya mati semua).
Tirai terbuka dan mereka berada di dalam sebuah ruangan seperti dapur, Haruhi, Hikaru, dan Kaoru tidur disana. Para penonton yang tak kuat kini meneteskan air mata yang sangat pedih melihat nasib ibu anak yang begitu menyedihkan.
Haruhi terbangun karena cayaha mengusik bagian matanya yang masuk lewat jendela dapur.
"Ah... sudah pagi" Haruhi menguap pelan. Kemudian menatap kedua anak kembarnya.
"Kalian berdua benar-benar hebat... bisa bertahan seperti ini dalam kesedihan tiada akhir, kalian tahu..." Haruhi mengsap-usap kepala kedua anaknya, "Ibu sangat menyesal tidak dapat menghidupi kalian sendiri dengan usaha" Haruhi terus mengusap-usap rambut kedua anak kembarnya.
Kemudian dia berbalik. Menatap langit-langit dengan tatapan sedih. Tak terasa airmatanya menetes perlahan. Kemudian, tak disadarinya ada empat lengan yang merangkulnya dari belakang.
"Kami tahu ibu selalu menangis setiap pagi sebelum kami bangun" Hikarau bicara sambil menempatkan dagunya di bahu Haruhi.
"Kami juga tahu kalau ibu selalu menahan untuk tidak menangis didepan kami" Kaoru merangkul Haruhi dengan erat.
"Dan kami tahu kalau ibu sangat sedih" Hikaru bicara dengan nada dalam.
"Kami pun ingin melihat ibu tersenyum gembira" Kaoru menitikkan air mata pada sudut matanya.
"Dengan begitu, kami pun akan merasa gembira"
"Oleh karena itu, tetaplah berjuang ibu"
"Maka kami pun akan ikut berjuang dengan sekuat tenaga"
"Agar..." Hikaru mengangkat wajahnya.
"Agar..." Kaoru mengangkat wajahnya
"Kita mendapat kebahagiaan" Kata mereka bertiga bersamaan, dengan Hikaru dan Kaoru mencium pipi ibu nya. Haruhi tak kuat menahan air matanya yang kemudian berlinang.
Suara musik sorrow menyayat perasaan penonton dengan sukses, siswi Lobelia tak kuasa menahan gejolak kesedihan jiwa mereka. Beberapa menangis perlahan, dan ada beberapa yang menahan untuk tidak menangis. Benio yang melihat dari kursi VIP merasa cemas melihat sekitarnya begitu antusias.
Kemudian sang Narator yang telah terbangun dari biusan nyasar eter Naer tadi kini berkata.
"Apakah yang akan terjadi berikutnya? Akankan mereka mendapatkan kebahagiaan yang mereka cari? Dan bagaimana dengan Black Cinderella balacava binti Muria yang sedang medi-pedi di sauna termahal?"
Suara Sinetrion geje mulai terdengar. Tirai tertutup dengan perlahan diiringi lagu sinetron Indonesia. Kemudian suara Narator berlanjut.
"NANTIKAN EPISODE 8 CINDERELLA IN OURAN! JANGAN SAMPAI KETINGGALAN"
"EHHHHH!!!!" Penonton menjerit bersamaan.
-----------------------------------TBC--------------------------------
Kyaaaa!!!!!!!!!
Gomennnnnaaaaassssaaaaiiiii!!!!
Hamba tak kuat menyelesaikan chapter 7 ini, terlalu panjang jadinya dipotong jadi dua hehehe....
Dimaafkan??? *tampoled*
Maafkan yah hehehe....
