Warning: smut here ^q^...

-Basketball idiots-


Chap 7 : Finally...Kagami-kun


.

.

.

Berbeda dengan Aomine , Kagami tidak langsung menyerang Kuroko. Malah dengan sangat gentle ia menggendong Kuroko masuk dari depan apartementnya sampai masuk kedalam kamar tidurnya . Oh dan jangan lupa Kuroko yang berusaha memakai missdirectionnya sampai max karena malu dilihat tetangga, karena Kagami membawanya dengan bridal style masuk ke dalam apartement.

Setelah sampai di dalam kamarnya, Kagami segera merebahkan Kuroko di tempat tidur. Lalu Kagami segera naik ke atas kasur dengan posisi di atas Kuroko. Meraka saling menatap dalam diam, mempersiapkan diri masing-masing untuk hal yang akan mereka lakukan selanjutnya.

"U-um Kagami-kun."

"Hn?"

"T-tolong lakukan dengan lembut. Ini pertama kalinya a-aku melakukan 'i-itu'..." kata Kuroko dengan muka merah.

' I-imut banget! Kalau begini aku...'
BUAK!

"K-Kagami-kun? Daijoubu desuka?!" kata Kuroko dengan nada khawatir. Bagaimana tidak khawatir? Kagami baru saja menghajar mukanya sendiri di hadapan Kuroko.

"Hn, daijoubu." kata Kagami sambil mengelus pipi Kuroko , membuat Kuroko menampilkan semburat merah diwajahnya.

' Hhh.. Hampir saja aku kehilangan kendali diri.' kata Kagami dalam hati yang merutuki napsunya yang begitu besar. Melihat raut muka Kagami yang penuh rasa kekhawatiran Kuroko berinisiatif untuk memulai duluan.

CUP!

Mata Kagami membulat. Kaget . Kuroko sekarang sedang menciumnya. Karena Kagami masih belum sadar dari keterkagetannya, Kuroko memegang kedua pipi Kagami. Berusaha membuat ciuman mereka lebih panas. Kagami yang sudah sadar, segera mendominasi ciuman itu.

"Hnmmm...hnnggh..mnnnh.." desahan-desahan Kuroko teredam oleh ciuman panas mereka. Setelah beberapa menit, dengan enggan mereka memisahkan diri masing-masing untuk menghirup oksigen.

"Ne, Kagami-kun." kata Kuroko yang sekarang napasnya sudah mulai stabil.

"Kenapa Kuroko?"

"..Tolong lebih percaya pada dirimu sendiri, Kagami-kun." kata Kuroko sambil tersenyum. Melihat ini , suhu badan Kagami langsung naik 10 derajat.

"K-kau serius?"

"Tentu saja, aku percaya pada Kagami-kun. Masa Kagami-kun tidak percaya pada diri sendiri?" kata Kuroko sambil tersenyum lembut. Melihat ini membuat Kagami berblushing-blushing ria. Bagaimana tidak, muka Kuroko sudah seperti malakat turun dari surga.

"K-kalau begitu, itadakimasu.." Kagami yang kemudian menciumi tulang perpotongan dada Kuroko. Kuroko mendesah pelan merasakan sensasi yang diberikan oleh Kagami. Setelah puas memberikan kissmark di dada Kuroko, Kagami menyibukan mulut mereka dengan ciuman panas. Sementara ciuman itu berlangsung, tangan-tangan mereka mulai bekerja untuk membuka baju masing-masing.
Selesainya ciuman mereka diiringi dengan selesainya mereka membuka baju masing-masing. Tangan Kagami mulai turun ke bawah, tangan kanannya memainkan nipple Kuroko dan tangannya yang satu lagi mulai memainkan kejantanan Kuroko.

"Hng..Ahh..Kagami-kun..mnnn..."

Kagami mulai mempercepat gerakan tangannya ketika mendengar desah-desahan Kuroko yang semakin keras. Setelah beberapa lama akhirnya Kuroko mengeluarkan seluruh hasratnya. Kagami membiarkan Kuroko merasakan masa-masa klimaksnya, lalu ia menjilat sisa-sisa precum Kuroko ditangannya.

"Hmm..Manis."

"K-Kagami-kum *Hah* ja-jangan di*hah*jilat dong *hah*hah*. Kotor." kata Kuroko yang napasnya masih belum teratur.

"Hn? Tapi manis kok seperti kamu." kata Kagami sambil menyeringai nakal. Melihat ini Kuroko memukul pelan perut Kagami, merasa malu melihat kelakuan Kagami.

"Kagami-kun , ini mau dilanjutkan tidak sih?" kata Kuroko dengan muka sedikit cemberut, merasa sedikit kesal dipermainkan Kagami terus.

"Ha'i, ha'i, kuro-hime..." kata Kagami sambil memasukan satu jarinya yang sudah dilumuri sisa-sisa precum Kuroko kedalam lubang Kuroko. Kuroko mengerang tertahan, merasakan sensasi aneh ditubuhnya. Tangan Kagami mulai menari didalam tubuh Kuroko ,mencari-cari titik yang akan membuat Kuroko berteriak. Setelah dirasanya cukup, Kagami mulai menambah jarinya yang kedua. Kedua jari Kagami terus melebarkan dinding Kuroko, mempersiapkan sesuatu yang lebih besar untuk masuk.

"Hah..nmm..nghh..haah..Ah!"

'Found it!' pikir Kagami sambil menyeringai saat ia menemukan titik yang membuat Kuroko berteriak tadi. Ia terus menerus menekan titik tersebut. Setelah beberapa lama akhirnya Kagami mengeluarkan kedua jarinya dan memosisikan kejantannya di depan lubang Kuroko. Kagami mulai memasukan kejantannya perlahan-lahan, tidak mau menyakiti Kuroko.

Badan Kuroko mulai menggeliat, merasa asing dengan benda yang memasuki dirinya. Kuroko mulai menitikan air mata, tidak tahan dengan rasa sakit pada tubuh bagian bawahnya. Ini membuat gerakan Kagami tiba-tiba berhenti, tidak tega melihat kekasihnya merasa kesakitan. Menyadari ini Kuroko segera menatap Kagami, lalu memberi isyarat sebuah anggukan tanda ia sudah siap. Walau ragu-ragu, Kagami mulai bergerak. Perlahan-lahan ia memaju mundurkan pinggulnya, membiarkan Kuroko beradaptasi dengan dirinya. Perlahan tapi pasti , rasa sakit yang Kuroko rasakan mulai berganti dengan rasa nikmat.

"Hahh...hm..ng! Hnnn..hng! Hnmm.."

Tangan Kuroko segera menutupi mulutnya, mencegah keluarnya suara-suara memalukan dari mulutnya. Melihat ini, Kagami menarik kedua tangan Kuroko ke atas kepala Kuroko. Karena kaget, Kuroko otomatis membuka mulutnya. Sebenarnya ia ingin protes, tapi suaranya tidak bisa keluar melainkan desah-desahan yang meluncur dari mulutnya. Setelah mengumpulkan seluruh tenaganya, akhirnya ia mulai bisa berkata-kata.

"Hngg..Ka-ah-gami..kun..haah...k-kenap-"

"Karena aku ingin mendengar suaramu." potong Kagami

"T-tapi-"

"Aku ingin mendengar suaramu, Tetsuya." kata Kagami lagi sambil mengulaskan senyum diwajahnya. Hal ini membuat wajah Kuroko ia dipanggil dengan nama kecilnya , wajah menawan Kagami juga membuatnya terpukau.

"Tapi..hmn..tidak perlu..ngh..tanganku..hahh..di angkat ju-juga kan?"

"Ah, maaf tadi itu refleks." kata Kagami seraya menaruh tangan Kuroko di pundaknya.

"Kalau begini tidak apa-apakan?"

"U-un.."

"..Hei."

"Hn?"

"..Panggil namaku, Tetsuya."

"..Eh? U-um, Ta-Taiga-kun..."

"Bagus, karena kau sudah jadi anak baik aku akan memberimu hadiah, Tetsuya..." kata Kagami seraya memajukan pinggulnya dengan cepat yang membuat Kuroko mendesah keras.

"Hyaah! Ahh! Hnmm! Ah! Nmm..nyaaah! T-Taiga-kun! Aah!" desah-desahan yang tak terkontrol itu keluar dari mulut Kuroko saat Kagami yang tadi langsung mengenai postratnya. Tangan Kuroko tidak sengaja mulai mencakar punggung Kagami, mencari sesuatu baginya untuk berpegangan. Walau merasaka rasa sakit di punggungnya, Kagami menghiraukan rasa sakit itu. Merasa klimaksnya sudah dekat, Kuroko mulai ikut memaju mundurkan pinggulnya.

"Hnnm! T-Taiga..aah..kun..Ah! A-aku..nghnn...ahh! A-aku a-akan..Hyaaah!

"Hngg..Tetsuya..aku..juga.." kata Kagami yang sudak merasakan dirinya mendekati klimaks.

"Ah! Hnn! Anh! Aahh! Ta-Taiga-kun..Hyaan!"

"Let's come together..Tetsuya.."

"Taiga-kun!"

"Tetsuya!" setelah beberapa sodokan akhirnya mereka mengeluarkan klimaks mereka bersamaan. Napas mereka terengah-engah setelah mengeluarkan seluruh hasrat yang tadi ada di atas Kuroko sekarang merebahkan dirinya kesamping Kuroko untuk mengistirahatkan dirinya. Setelah napas mereka mulai teratur Kuroko tiba-tiba duduk, yang membuat Kagami terlonjak kaget.

"K-Kuroko apa ya-"

"Kagami-kun, kurasa belum cukup."

"Eh?"

"Kagami-kun baru mengeluarkan semennya sekali, tidak adil bila hanya aku saja yang merasa nikmat." kata Kuroko seraya beranjak duduk diatas perut Kagami.

"Eh? Tapi-"

"Sekarang aku yang akan menunggangimu..Taiga-kun. Diam dan lihat." kata Kuroko sambil menjatuhkan dirinya dengan cepat ke kejantanan Kagami. Hal ini membuat Kagami mendesah.

"Kh! Hah..K-kalau begini..tidak akan ada yang namanya satu ronde hn? Tetsuya?" kata Kagami sambil menyeringai.

"Hnmm...ah...Coba saja..ngh...Taiga-kun." balas Kuroko. Lalu mereka memulai kembali permainan panas mereka. Sepertinya malam ini akanmenjadi malam yang panjang bagi pasangan cahaya dan bayangan ini...

.

.

.

Tbc

Jeng, jeng, jeng (musik alay keluar)

N+P: Hai minna! Ketemu lagi dengan Neko31 dan Panda26!

Ao: Tumben keluarnya cepet.

N: Hehehe soalnya Selasa depan udah mau Ul Mid, jadi buru-buru bikin biar ngga ganggu belajar..

Ki: Ah iya sebentar lagi sekolahku juga ngadain ujian.

Ao: Cih, kenapa harus ada ujian coba? Membosankan.

P: Iya sih, tapi kalau ga di uji kan kita ga tau hasil belajar kita.

Ki: Betul! Aominecchi harus belajar ya!

Ao: Iya deh, asalkan..

Ki: Asalkan?

Ao: Asalkan kau mau mengajariku dengan menggunakan kostum guru seksi..*grins*

Ki: E-erominecchi!*Blush*

P: Eh Neko, sebelum lupa kita bales riview dulu yuk.

N: Oh iya*tepok jidat* oke yang pertama dari chi-lin, Wuaah makasih favnya! Hohoho, tenang aja authornya lebih mesum kok dari chi-lin -san. Umm side chapnya kepanjangan ya? Padahal wordnya lebih bnyak ceritanya. Okeh nanti Neko pendekin di chap selanjutnya. Dan ini udah kluar Kagakuro ver! Sudah cepat seperti yang anda minta!

P: Kedua dari Guest, ini udah di keluarin kok. Dan memang beda chapter.

Ao: Oh ya, kenapa gua baru muncul sekarang?

N: Karena gua benci sama lo.

Ao: Hah?! Kenapa?!

N: Karena lo sudah menyakiti hati Kise-kun dan Kuro-kun!

Ao: Emm, itu...*garuk-garuk kepala*

Ki: Sudah ga apa-apa kok Nekocchi. Yang sudah berlalu berlalulah, Aominecchi sekarang sudah berubah kok!

Ao: Ki-Kise..*Terharu*

N: Huh! Tetep aja puremine the best!

Ki: Ah iya aku juga setuju! Coba ada mesin waktu, pasti aku sudah menculik pureminecchi!

Ao: Oi! Memang kalian benci aku yang sekarang?!

N+Ki: ...Gimana ya?

Ao: Oi!

N: Ah! Kise-kun aku punya barang bagus!*Nyodorin hp*

Ki: Apa tuh?

Ao: Hoi kalian!

N: Ini.* buka suatu file**evil smile*

Ki: I-ini!

N: Yup, vidio kalian melakukan 'itu' kemarin. Yang ini khusus bagian ukemine.

Ki: Kirimin dong!

N: Oke!

Ao: Oi! Eh Panda bilangin mereka do-

P: Yap minna! Sekian dari kami, jangan lupa tunggu omakenya ya! Please read and riview! Enjoy!

Ao: WOI JANGAN CUEKIN GUEEE!