•••

•••

•••

Bermain games, berguling tak jelas dan membalas pesan juga komentar yang membanjiri akun sosial medianya itulah yang dilakukan Baekhyun sedari tadi. Ini sudah sore dan Baekhyun masih betah berdiam di kamarnya sejak insiden memegang ABS Chanyeol tadi pagi. Dia tidak mau keluar dan bertemu dengan Chanyeol yang ujung-ujungnya wajahnya akan semerah kepiting rebus. Yap. Chanyeol masih disini. Bersama Sehun dan Kai juga. Mereka ada project kelompok yang harus dikumpul besok. Setidaknya itu yang dikatakan Kris ketika masuk ke kamarnya tadi.

Tapi Baekhyun memiliki perut yang tak bisa diajak bekerja sama. Sedari pagi dia hanya meminum susu saja. Dan itu tak cukup untuk mengganjal perutnya. Baekhyun berpikir sejenak. Dia harus keluar atau tidak. Nanti kalau keluar dan bertemu Chanyeol bagaimana? Diakan malu. Baekhyun mempoutkan bibirnya antara kesal dan menyesal. Yah menyesal dengan memiliki kebiasaan berjalan sambil terpejam ketika bangun tidur.

"Baeki lapar~ " rajuknya. Setelah berpikir kalau perutnya yang lapar lebih penting, Baekhyun menyambar ponselnya dan berjalan ke arah pintu kemudian membukanya dengan begitu pelan. Dia melongok keluar dan penampakan ruang tamu yang kosong menyambutnya. Mungkin mereka di kamar Kris pikir Baekhyun. Jadi dia berjalan dengan sangat pelan menuju pantry dan membuka kulkas. Kosong. Tidak ada sesuatu yang bisa dimakannya. Bahan mentah juga tak ada. Sekalipun ada, diakan tidak bisa memasak.

Yo~ Nice skirt

Baekhyun menatap layar ponselnya dan menemukan nama Kyungie disana.

"Yeoboseo nyonya Kim~~" sapa Baekhyun dengan cekikikannya. Kyungsoo yang mendengar panggilan aneh itu dari seberang telepon langsung memekik kesal.

'Yak! Panggilan menggelikan macam apa itu?! '

"Tapikan kau memang nyonya Kim. Terima saja" ucap Baekhyun. Sekedar informasi Kai dan Kyungsoo baru jadian kemaren.

'Ku do'akan kau jadi nyonya Park' balas Kyungsoo diiringi tawa setannya. Baekhyun langsung memerah.

"Apa-apaan do'amu! Kenapa menelponku?" tanya Baekhyun mengalihkan.

'Apa Kai ada disana? Ponselnya tidak bisa kuhubungi'

"Wahhh Baekhyunee akhirnya keluar kamar juga! Sehari tak bertemu keimutanmu semakin bertambah saja!"

Seruan itu mengagetkan Baekhyun. Hampir saja dia menjatuhkan ponselnya. Dia menoleh dan mendapati Kai dan juga Park Chanyeol yang menenteng masing-masing kantong plastik cukup besar di tangannya. Baekhyun memerah. Wajah dan telinganya terasa panas. Seruan Kyungsoo di ujung telepon diabaikannya.

"Jadi selingkuhanku ya! " ucap Kai penuh semangat.

"Kyungie~ Dengar sendirikan dia baru saja mengajakku selingkuh. Aku tentu saja tidak mau dengan manusia hitam seperti dia. Jadi jangan memusuhiku ya~ " ucap Baekhyun menatap Kai jahil. Setelahnya Baekhyun memamerkan layar ponselnya yang menampilkan nama Kyungi di hadapan Kai. Dia meloudspeaker.

"Baby Soo~ Aku tidak bermaksud seperti itu... " ucap Kai memelas dengan wajah pucatnya.

'Mati saja kau Kim' ucap Kyungsoo dan memutus sambungannya. Baekhyun sudah tertawa terbahak-bahak memegangi perutnya. Kai sudah terduduk lesu di lantai. Semua tau, Kai itu terobsesi dengan Baekhyun. Dia ingin sekali mencubit kedua pipi mochi itu. Tapi sampai sekarang tak pernah terwujud karena Baekhyun selalu ngeri berdekatan dengannya. Baekhyun bahkan pernah mengatakan Kai seperti om-om pedhofil yang ingin menculiknya. Sementara sosok yang tak pernah lepas menatap Baekhyun sedari tadi tanpa sadar tersenyum tipis merekam semua ekspresi Baekhyun.

"Kenapa kalian berisik sekali? " tanya Kris yang baru keluar dari kamar.

"Kris hyung~ Aku lapar... Kenapa tidak ada apapun di kulkas? " tanya Baekhyun dengan rengekannya dan bergelayut di lengan Kris.

"Salah sendiri mengurung diri terus di kamar" ucap Kris yang langsung membuat wajah Baekhyun memerah. Dia ingat lagi ABS Chanyeol.

"Dan kenapa wajahmu memerah? Kau sakit? " tanya Kris. Baekhyun gelagapan. Matanya tak fokus dan dia menangkap pemandangan Chanyeol yang tengah memasukkan bahan makanan ke dalam kulkas. Dalam hatinya dia kembali menyalahkan Chanyeol tentu saja.

"Hyung... Aku lapar~" Baekhyun kembali merengek mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Kalau kau lapar, temani Chanyeol memasak sana. Dia akan memasak untuk kita semua"

"Apa? Kenapa tidak hyung saja? " tanya Baekhyun menatap bergantian antara Kris dan Chanyeol.

"Aku harus melanjutkan tugas project kami. Sudah sana" ucap Kris mendorong Baekhyun menuju pantry. Baekhyun hanya mencebik seakan ingin menangis.

"Yak! Kamjong bodoh! Makanya berhenti menggombali adikku. Cepat berdiri dan ke kamarku! " Kris menarik tangan Kai dan menyeretnya menuju kamar.

Baekhyun berdiri di belakang Chanyeol dan terus memilin ujung kaos kebesarannya. Dia menatap Chanyeol yang tengah memilih bahan masakan yang akan dibuatnya. Menggigit bibirnya yang gatal ingin bertanya sesuatu.

"Kau suka apa? " pertanyaan itu mengagetkan Baekhyun.

"Ha? "

"Kau menyukai masakan seperti apa? " tanya Chanyeol lagi. Kali ini menatap Baekhyun.

"A- aku suka semuanya" jawab Baekhyun sambil terus memainkan jemarinya.

"Pantas saja kau berisi" kekeh Chanyeol yang langsung memunculkan perempatan siku di pelipis Baekhyun.

"Kau mengataiku gendut?! " teriak Baekhyun memberengut tak terima.

"Aku tidak mengataimu gendut. Aku bilangkan hanya barisi. Terlebih di bagian bokong" ucap Chanyeol tanpa dosa. Wajah Baekhyun merah padam.

"Yak! Kau manusia mesum! " teriak Baekhyun menarik kencang rambut Chanyeol.

"Yak yak yak Byun Baekhyun ! Lepaskan! " Chanyeol meringis menahan perih di kulit kepalanya. Tangannya berusaha melepaskan cengkaraman Baekhyun yang terasa semakin kuat saja.

"Rasakan! Rasakan rasakan rasakan! " Teriakan Baekhyun yang diiringi tawa bahagia karena berhasil menyiksa Chanyeol menggema di pantry. Sementara Chanyeol dengan satu tangannya yang lain berhasil bergerak cepat menangkap pinggang Baekhyun dan merangkulnya. Otomatis hal itu membuat tarikan pada rambut Chanyeol melemah.

"Berhenti menarik rambutku. Itu sakit sekali" suara rendah Chanyeol membuat Baekhyun melepaskan rambutnya dan menggantinya dengan usapan kecil peredam rasa sakit.

"Maaf. Salahmu sendiri mesum" cicit Baekhyun dengan wajah merona karena posisi mereka saat ini. Tangan Chanyeol masih memeluknya itu harus berakhir karena perut Baekhyun yang berbunyi.

Mereka berakhir dengan canggung. Sebenarnya hanya Baekhyun. Matanya terus mengikuti pergerakan Chanyeol menyiapkan masakannya. Hanya beberapa masakan sederhana dan itu terlihat menakjubkan bagi Baekhyun karena Chanyeol yang memasaknya. Chanyeol itukan orang paling menyebalkan. Jadi kalau dia bisa memasak itu sungguh keajaiban dunia bagi Baekhyun.

"Aku mau mencicipi juga" ucap Baekhyun melihat Chanyeol mencicipi masakannya. Chanyeol langsung mengambil sedikit kuah masakannya dan meniupnya sebelum menyuapkannya kepada Baekhyun.

"Enak? " tanya Chanyeol.

"Hm'm " Baekhyun mengangguk dan tiba-tiba wajahnya memerah.

"Apa pedas? Wajahmu memerah"

"Ti-tidak sama sekali. Aku ke kamar dulu. Aku akan keluar kalau semuanya sudah siap" ucap Baekyun terburu dan berbalik menuju kamarnya.

Baekhyun menutup pintunya dan menjatuhkan tubuhnya di ranjang. Menyentuh wajahnya yang terasa panas.

"Baekhyun bodoh! Baekhyun bodoh! " umpatnya meraih guling untuk menutupi wajahnya.

"Itukan ciuman tak langsung~" rengeknya teredam guling. Ha ha jadi Byun Baekhyun kau merona karena ciuman tak langsungmu bersama Chanyeol? Dan karena itu Baekhyun bertambah tak yakin dapat melupakan kejadian di hari ini.

•••

•••

•••

•••

•••

-kkeut-

Chapter ini gaje gak sih? Kalo iya, maaf ya... Ini agak panjang (dikiiiit) dari chap-chap sebelumnya.