Sonic The Hedgehog punya SEGA. Michi cuman punya cerita ini.


Film horror yang mereka tonton sekarang tentang boneka-bonekaan. Dimana ada anak kecil yang dulu suka main boneka, terus lama kemudian si anak kecil itu mulai bosan sama boneka itu. Tanpa sepengetahuan si anak kecil, boneka itu ternyata hidup! Setiap malem, boneka itu suka membunuh orang, soalnya pernah suatu hari si anak kecil itu bawa boneka ini ke temen-temennya. Tapi mereka malah ngejek-ngejek bonekanya si anak kecil.

Sudah banyak temennya si anak kecil yang dibunuh secara misterius menurutnya. Siapa yang membunuh? Mereka dosa apa? Suatu malam, si anak kecil mendengar ada footsteps, pintu kamarnya terbuka sedikit. Karena si anak kecil itu penasaran, dia ikutin sumbernya darimana. Ternyata, yang dia lihat, boneka si anak kecil, berjalan ke arah kamar orang tuanya, ada pisau kecil tajam ditangannya. Si anak kecil ketakutan bukan main, dia enggak percaya kalo selama ini boneka yang sekarang membosankan buatnya bisa hidup. Karena takut, si anak kecil diam-diam balik ke kamarnya secara pelan-pelan, seakan-akan tidak ada yang terjadi malam itu.

"..ini gua yang salah..ato nih ruangan makin dingin yak?" tanya Sonic disela-sela film.

"Sonic jangan nakut-nakutin dong.." kata Tails.

"eh iyayak. Perasaan makin dingin aja nih ruangan.." ujar Silver. "makin serem lama kelamaan,"

Tiba-tiba..mati lampu! Ngenes sudah yang didalem rumah.

"agh ini lagi, pake mati lampu. Lagi asik-asik nonton juga!" geram Scourge, acara nonton horrornya dipotong.

"belum bayar listrik kali nih.." tukas Jet ngasal.

Tiba-tiba Cream bilang gini, "b-bonekaku..enggak ada.."

"HAH?" yang lain panik dengan serentak.

"boneka yang mana lagi ini..astaga.." Sonic udah capek mikirin boneka-bonekaan.

"yang..yang tadi kubawa kemari itu lho..emm..dimana ya.." Cream sibuk nyari bonekanya gelap-gelapan di sofa. "tadi aku taro di sofa sekarang malah enggak ada,"

"Cream, m-masa sih ilang, Cream?" tanya Tails yang mulai khawatir. "sini deh aku ikut nyari!"

"kalo tiba-tiba mati lampu, bonekanya ilang, terus ni ruangan makin dingin, jadi.." Shadow menyimpulkan, tapi terpotong sama Sonic.

"ANJING, SHAD! LU JANGAN MIKIR YANG ENGGAK-ENGGAK LAH! LU MASIH NORMAL KAN!"

"..kan bisa jadi. Lu takut duluan sih,"

Sonic ketawa awkward. "gue? Takut? Enggak kok,"

"oke. Kalo enggak takut, gimana kalo kita semua nyari bonekanya Cream? Kita cek semua ruangan."

"tantangannya apa bener dah," komentar Knuckles.

"mau enggak? Biar masalah cepet selesai.."

"OKE, gua siap!" kemudian Knuckles pergi sambil menggandeng Rouge.

Sonic sama Amy kebagian menjelajah gudang, sekaligus garasi di lantai bawah. Disitu ada Scourge, sama Fiona juga. Suasananya masih gelap. Untung ada senter dirumah. Masih modalan dikit.

"Sonic.."

"k-kenapa Amy..?"

"kamu enggak takut kan?"

Karena ada evil twin-nya, Sonic dengan gagah bilang, "enggak lah. Kan ada senter!"

Tapi ternyata, tiba-tiba ada yang ketawa-ketiwi. Udah kayak kunti. Tapi wujudnya belum kelihatan.

"s-siapa tuh?" tanya Fiona, sambil megangin tangannya Scourge.

"..masa' sih yang tadi ketawa..bonekanya Cream?" yang tangannya dipegang balik nanya.

"lama-lama gua senterin nih satu ruangan.." sanggah Sonic, megang senternya udah kayak megang lightsaber. Siap-siap duel.

"bonekanya Cream..b-bisa ngomong?" pekik Amy. "berarti tuh film asli dong!"

Mendengar kata "asli" , Sonic, ngelempar sepatunya ke Scourge. "ELU SIH PAKE MINTA MAU NONTON HORROR! MAKAN TUH HORROR MAKAN!"

Scourge menghindar dengan mudahnya, "ya elah, ini masih boneka..coba lu bandingin sama genderuwo yang segede apaan tau."

Nasib sepatunya Sonic terlempar entah kemana diruangan yang gelap. Terpaksa dia nyeker sebelah. Yang kanan pake sepatu, yang kiri tinggal kaos kaki.

"asu..asu asu asu asu..." Sonic komat-kamit.

Karena suasananya sepi, enggak ada yang ketawa-ketiwi lagi, Amy bertanya. "eh..yang tadi ketawa-ketiwi udah ilang ya?"

Yang lain pada noleh ke Amy. "seriusan lu?" Fiona bales nanya.

"tuh, buktinya udah enggak ketawa-ketiwi lagi. Cuman bentar."

"whew...sujud sukur udah enggak ada.." Sonic lega sekarang.

Tapi evil-twin-nya enggak tinggal diam. "kalo bonekanya Cream cuman satu...yang tadi ketawa-ketiwi udah enggak ada..berarti kemana dong?"

"ah! Bener juga!" seru Fiona. "kemungkinan sih...dia perginya ke lantai atas!"

"Lantai atas?!" Sonic dan Amy bareng-bareng kaget. Sehati emang.

Enggak banyak basa-basi, Sonic secepat-cepatnya ngetik SMS ke salah satu temennya yang diatas. Karena pada takut semua, alias enggak bakal fokus jadinya. Terpaksa juga Sonic megangin senternya pake gigi.

"guys...brace yourself.."

Scourge nyamperin Sonic, "udah dikirim?"

Sebelum Sonic menjawab, handphone-nya berbunyi. Tanda ada SMS masuk.

"maksud lo apaan deh?" ternyata balesan dari Silver.

"HANTUNYA SIL! HANTUNYA! POKOKNYA SIAPIN DIRI LO DEH!"

Amy ternyata daritadi ngumpet dibelakangnya Sonic, takut tau-tau ada yang muncul lagi.

Fiona juga daritadi megangin tangannya Scourge. Takut tau-tau muncul lagi, kayak Amy.

Sonic ngetik SMS cepet-cepet. Kasian temennya yang diatas masa' dikasih 'surprise'?

Scourge, ngelirik ke layar handphone-nya Sonic. "buset. Capslock semua.."

Meanwhile...

"..ini maksud Sonic apaan sih? Dia ketemu hantu terus dia bilang nanti hantunya kemari gitu?" Silver yang kebingungan nyamperin Shadow, Cream, Tails sama Blaze.

"hah? Hantu? Mabok kali Sonic..yang kita cari kan boneka. Kenapa malah jadi hantu coba?" ujar Shadow sambil melihat SMS dari Sonic di handphone-nya Silver.

"tau dah kenapa.."

"b-bonekaku..h-hantu..?" isak Cream. "b-bonekaku..eng..enggak bisa hidup..Kak Silver, Kak Shadow.. tolong..jangan sakiti bonekaku.."

"e-eh, Cream..m-mereka enggak bakal sakitin boneka kesayanganmu kok!" Tails mencoba menghibur pacarnya. "i-iya kan?"

Shadow diem aja, sedangkan Silver..kicep didepan adek kelas. "err..gimana ya.."

Silver kemudian dengan sengaja menyenggol siku Shadow. Tapi dibales sama death glare.

"a..aku usahain deh. Tapi, buat kalian..aku enggak sejahat itu kan?"

Cream tersenyum. "benarkah? Kakak janji enggak bakal sakitin bonekaku?"

"j-janji deh.." Silver. Terkalahkan. Sama adek kelas.

Kali ini, Blaze, cewek yang penuh perhatian menghibur adek kelas kesayangannya. "Cream, jangan takut ya..semua bakal baik-baik aja kok kalo kita sama mereka berdua."

"k-kakak..aku kangen sama bonekaku kak..aku juga kangen sama Cheese.."

"Cheese? Ya kakak harap sih..Cheese baik-baik aja diluar sana.."

Tails mengangguk-anggukan kepalanya. "iya, Cream. Masa lalu yang buruk jangan diingat lagi."

"Cheese?" tau-tau Shadow nge-jb. "emangnya Cheese kemana? Iyasih, gua jarang banget liat dia sekarang."

"ah elu sih ketinggalan bener, Shad. Itu kan udah lama.." sanggah Silver.

"..b-bener kata kak Silver..Cheese udah lama menghilang.." Cream mulai bercerita.

"menghilang..sejak kapan?" tanya Shadow.

"hmm..sekitar 2 bulanan kak."

"..terus, terakhir ketemu dimana?"

"d-ditaman deket bunderan kak."

"ooh..yang butek itu.."

"BUTEK?! TAMAN PENUH BUNGA NAN INDAH LU BILANG BUTEK?!" Silver tau-tau ngajak ribut.

"..apa lagi nih. Iyedah, apa kata lu.."

Jeng jeng, si 'hantu' diam-diam datang dari lantai bawah. Siap-siap menyerang, udah bawa pisau segala.

Brukk!

"hng?"

"a-apaan noh Shad?"

"coba gua cek,"

"hati-hati yek.."

"he eh." Shadow pergi ngecek darimana suara tadi berasal. Kedengerannya kayak ada yang jatoh dari atas gitu. Ternyata bener, pas dicek ada beberapa barang kecil yang jatoh dari lemari deket dapur. Begitu Shadow mau balikin barang yang jatoh dari asalnya, ada yang tertawa kayak kuntilanak. Tapi bukan kuntilanak.

Karena Shad enggak bawa senter, dia pake Chaos buat ada sinar sedikit. Ya, yang penting masih ada sinar. "siapa disana?" tanyanya tegas. Enggak suka di 'jailin' begini pikirnya. Hening..enggak ada jawaban. Untung Shad enggak gampang takutan gitu.

Tiba-tiba, sang 'hantu' menampakan dirinya. Bawa-bawa pisau, belum ada darahnya, berarti belum korban bunuh dirumah ini.

"mungkin ini maksudnya SMS yang tadi dari Faker.."

Si 'hantu', ternyata nyamperin Shad pelan-pelan, pisau yang dipegang udah siap-siap mau ditusukan ke kaki Shad biar enggak bisa kabur dari serangannya. Shad, yang jago berantem ini pasti dengan mudahnya menghindar. Ya, walaupun sempet enggak percaya juga kalo tuh boneka bisa jalan, hidup lagi. Tapi enggak masuk akal juga, masa' sih tadi tuh boneka yang daritadi selama nonton film horror diem doang disofa, sekarang malah hidup? Pasti ada orang dibelakang ini.

"Shadow kemana sih? Lama bener, ngapain coba dia..?" tanya Silver.

"jangan-jangan.." kata Tails, udah takut duluan.

"Sil, kamu cek dulu deh, Shadow ngapain..aku yang ngejagain mereka berdua. Oke?" pinta Blaze.

"..oke deh. Hati-hati ya, kasian masih kecil juga."

Tails kayaknya kepengen protes gara-gara dibilang 'masih kecil'..

"iya, kamu juga ya hati-hati, Silv."

"yak, demi Blaze, gua harus hati-hati..oh iya Shadow gimana?" gumam Silver sambil berjalan ke arah tadi Shadow pergi.

Begitu Silver sampe ke tempat Shadow berada, Silver kaget juga. Yang dilawan Shadow itu..boneka? lebih tepatnya lagi, Bonekanya Cream. "buset dah, ada boneka hidup!"

"Chaos..bla-" Shadow udah siap-siap pake serangan mautnya...banyak sih serangan mautnya. Bukan ini doang.

"SHAD! STOP! NANTI SATU RUANGAN ANCUR SEMUA!" sahut Silver, sambil menggunakan telekinesisnya ke Shad biar enggak bisa gerak.

Apa boleh buat? Terpaksa serangannya diberhentikan. Sang boneka tau-tau malah ngasih serangan blak-blakkan. Nyari kesempatan, begitu tadi serangannya Shad dibatalin.

"EH MONYET-" seru Silver, dia bikin shield dari kekuatannya. Lumayan, bisa ngelindungin diri sama Shad juga.

"..good timing, Sil. Untung ada elu dah.."

"hah..iye, iye..ternyata ini toh maksudnya Sonic! gua kagak nyangka tuh boneka bisa hidup!"

"makanya itu gua juga bingung, Sil..kan aneh, masa' tau-tau asal hidup aja?"

"bener tuh..kagak masuk akal.."

(A/N : ya salahin authornya dong..)

"..Sil,"

"a-apa?"

"minggir deh. Gua mau abisin nih 'hantu'.."

"heh lu mau ngabisin..boneka?"

"daripada nanti yang dilantai atas ketakutan?"

"maksud lo...Knuckles, Rouge, Jet sama Wave?"

"he-eh.." Shadow udah hilang kesabaran sama Silver yang lugu. Kemudian Shad menggeser Silver dari hadapannya, dan...

"Chaos...!" Shadow udah siap-siap ngelempar Chaos berbentuk spear ditangannya.

"Shad-"

Tapi terlambat, si hantu ternyata hilang dihadapannya. Sayang banget. Padahal udah mau diserang pake Chaos Spear.

"wedus! Si gembel kemane, Silv?!" melihat targetnya hilang, Shad marah-marah.

Silver, juga baru nyadar kalo si 'hantu' ilang. Daritadi cuman dipake shieldnya doang, kagak diperhatiin juga musuhnya kemana perginya.

"AAH! T-tadi kan ada didepan gua!"

"ya sekarang kagak ada! Lu gimana sih, kagak merhatiin musuhnya dimana. Pake shield yang bener juga dong!"

"yee..salah sendiri lu ngajak ngobrol ama gua! Makan tuh ngobrol.."

"dammit!"

Tau-tau, yang lebih awkward lagi, Blaze, Cream dan Tails akhirnya datang menghampiri.

"eh, daritadi kenapa deh? Ribut banget..sampe kedengeran dari situ tau.." kata Blaze, sambil menggandeng Cream.

Merasa diperhatiin sama Blaze, Silver nge-blush sendiri. "eh? Oh, err..Blaze! hai! Sejak kapan disini?..tiba-tiba aja nih dateng.."

Blaze menghela napas. "habis kalian ribut gitu. Kukira ada apaan.."

"a-ada apaan kok!" karena Silver nge-blush sendiri begitu nyadar ada Blaze, dia enggak bisa ngomong dengan jelas. Seketika, dibales dengan tatapan yang penuh pertanyaan.

"maksudmu 'ada apaan' apa Sil?" tanya Tails.

"uh..t-tidak. Abaikan. Ehehe.." jawabnya sambil tertawa awkward. Yang lain sweatdrop.

Ngeliat temennya asik nge-blush sendiri, Shadow menjelaskan. " maksudnya Silver, asal suara tadi itu dari si 'hantu' yang dipanggil 'boneka' itu, Tails. Menurut gua sih...kagak masuk akal aja. Masa' sih tuh 'hantu' tau-tau hidup sendiri?" daritadi, Shad, nanyain pertanyaan yang sama.

"maksudnya Shadow bisa hidup..?!"

"ya..gitu deh. Bisa hidup, bisa jalan, bahkan bawa-bawa pisau coba. Gile."

"uwaaah..parah tuh! Kita harus kasih tau yang dilantai atas!"

"jangan! J-jangan sakiti dia lagi..kakak...jangan kak..." Cream, dibikin nangis jadinya.

Blaze mencoba menenang Cream lagi, tapi sayangnya enggak sukses. Cream tangisannya malah makin menjadi-jadi. Tails, meluk Cream sambil bilang. "Cream jangan nangis..nanti aku ikut nangis lho.."

"aaw..so sweet." Gumam Blaze dalem hati. "mereka lucu banget ya,"

"eh Shad, kasian tuh anak kecil lu tangisin.." bisik Silver.

"halah, belagu aja lu." Bales Shadow.

Sementara itu yang dilantai atas...

"eh mana nih? Daritadi kagak ada yang muncul dah!" gerutu Jet. Daritadi sebenernya udah males sama urusan beginian. Lagian, siapa sih yang enggak takut buat mereka?

"eh ijo, lu mau apa tau-tau nanti keluar aja 'hantu'nya?" Knuckles jadi dibikin emosi gara-gara Jet yang daritadi ngedumel melulu.

"'ijo'? ooh, jadi lu ngejek gua ijo? Berarti temen lo yang ijo dibawah lo sebut juga dong,"

Karena enggak suka ngeliatin pacarnya dibikin emosi, Rouge meleraikan mereka berdua. "eh udah, udah. Nanti aja deh rusuhnya! Yang penting sekarang kita selesaiin nih masalah 'boneka' dulu."

"Rouge..bukannya lu jago nemuin barang ya? Knuckles juga kan.." tanggap Wave.

"tapi kan enggak segampang yang lu pikirin, Wave.." jawab Rouge sambil menguap. "haah..suasana gelap begini enakkan tidur perasaan dah."

Rouge malah nyender di Knuckles. Eh Knuckles-nya kesenengan sendiri. Emang couple ya, begitu deh. Tak lama, handphone-nya Jet berbunyi. Ada SMS masuk dari Silver.

"woi, hat-hati yak. Awas aja kalo ketemu si 'hantu' asdfghjkl itu! Bawa-bawa pisau soalnya."

Jet ngebacain SMS yang barusan masuk. Yang lain bingung. "... jadi dia bilang mau ada 'hantu' dateng kemari?"

"ya gitu deh, Wave. Gua juga bingung..ya kalo beneran ada 'hantu' sih-"

"udeh ah, gausah mikirin yang enggak-enggak! Nanti beneran disamperin aja!"

Begitu Rouge denger kata 'hantu' udah enggak ngantuk lagi. "'hantu'? ada gitu dirumah ini?"

"tau tuh si Jet ngomong apaan barusan."

"lah orang gua bacain SMS masuk dari Silver!"

"Jet, Jet.."

"hah?"

"kenapa enggak lu berdua jadian aja? Kan lucu...sering gua ngeliatin lu berdua begini terus." Rouge cekikikan.

Mereka berdua yang barusan disebutin sama Rouge langsung kicep.

"ah enggak ah,"

"Wave, kalo misalkan dia tau-tau nembak gimana?"

"ENGGAK MUNGKIN AH MASA' TAU-TAU GUA NEMBAK DIA COBA?!"

"bisa jadi kan?"

"huh, Rouge sudahlah. Gua enggak bakal mau sama si..dia ini."

"tuh! Lu denger Wave kan? Oke sip. Pembicaraan, se-le-sai!"

Rouge cekikikan lagi, "dasar..lovebirds."

Tiba-tiba, perkara dateng lagi ke lantai paling atas sini. Si 'hantu' akhirnya sampe di lantai paling atas, setelah tadi nyaris dibunuh pake chaos spear...tapi dia berhasil kabur. Si 'hantu' diam-diam nyamperin mereka yang lagi adu-mulut.

Merasa rambutnya ketarik, Wave menjerit. "heh siapa sih yang narik rambut gue?!"

"..bukan gua." Kata Jet.

"ngaku deh lu.."

"tangan gua kagak kemana-mana!"

Untungnya Rouge nyadar duluan ada si 'hantu', tepat dibelakangnya Wave. "buset, Wave! Belakang lo!"

"h-hah..? a-apaan?"

"si ''hantu'.."

"anjriiiiiiit..!"

Wave langsung lari, ngumpet dibelakangnya Jet. "Jet, tolong gua Jet..haaaah..nakutin amat sih, siapa yang narikin rambut gua coba?"

Jet masih sempet-sempetnya membual. "lagian rambut lu panjang sih, hehe.."

"bacot."

Langsung saja, si 'hantu' menampakkan dirinya didepan mereka berempat. Ditangannya masih megang pisau yang belum ada darahnya..tapi tajamnya minta ampun.

"buset dah. Bonekanya anak kecil, mainannya pisau!" kata Knuckles, tersentak kaget

"ugh, enggak yakin nih gua sama 'hantu' itu. Masa' hidup sendiri?" tanya Rouge.

"p-pokoknya..k-kita hati-hati aja deh ni..huaa..serem banget, gila.." Wave sampe terbata-bata gitu saking takutnya sama 'hantu', sampe-sampe dia megangin pundaknya Jet, kekerasan..

"aaack! Sakit, Wave! Pelan-pelan dong.." rintih Jet kesakitan, sambil menoleh ke Wave.

"m-maap..enggak sengaja."

Tau-tau, listriknya nyala lagi! Terus yang tadi dibawah temen-temennya pada naik ke lantai paling atas. Udah mau siap-siap berantem sama si 'hantu'...

"WAHAI, SO-CALLED-HANTU! MAKAN NIH! SEPATU SEBELAH GUA!" seru Sonic, tampangnya udah butek. Kecapekan berurusan sama 'hantu'.

ngueng... sepatunya Sonic yang sebelah kali ini berhasil kena si 'hantu'. Ajaib. Berkat ada lampu yang nyala, jadi kena deh sasarannya.

Jedug..!

Si 'hantu' kehilangan keseimbangan dan jatuh kelantai. Dengan aba-aba dari Sonic, yang lain langsung ngiket tuh 'hantu' pake tali di kursi. Berani amat ngelawan 'hantu'..bales dendam nih?

"whoo..gua tinggal pake kaos kaki deh ni dua-duanya." Kata Sonic. Udah mencapai kemenangan ngelawan 'hantu'. Lebih sukurnya lagi, teman-temannya yang dilantai paling atas selamet.

"akhirnya yak, nih 'hantu' terkalahkan juga, bero! Tos dong.." Scourge ngajak tos ke Sonic. dia tos balik.

"daaaan..menurut Shad, si 'hantu' ini enggak mungkin hidup tiba-tiba!" seru Silver.

"..ya begitulah." Reaksi Shadow begitu denger namanya disebut Silver.

Si 'hantu' berusaha ngelepasin dirinya dari ikatan tali, tapi gagal. Pisaunya diambil sama Fiona, "no-can-do, 'hantu' boneka.." sambil cekikikan.

"h-huaa...jangan kasar ya sama b-bonekaku.." isak Cream, dalam pelukkannya Blaze. Matanya sedikit merah soalnya nangis daritadi.

"C-Cream, eh...jangan nangis lagi, ya.." Tails yang dengan susah payah nenangin pacarnya.

Scourge menghela napas. "ya-ya, basa-basinya cukup sampaaaaaaai...sekarang!"

Sempet hening sebentar,

"..oke. langsung to the point, aja. SIAPAKAH ORANG DIBALIK KOSTUM BONEKA INI?" Scourge langsung memecahkan hening. Sonic protes.

"buset. Nyante mas.."

"bacot."

"..tai luh, Scourge."

Rouge tiba-tiba mengajukan pertanyaan. "tunggu-tunggu. Maksud lo 'dibalik kostum'?"

"serius. Setelah di observasi lebih dekat..ada resletingnya di boneka itu. Masuk akal kan, teorinya Shadow sekarang, babe?"

Rouge ngangguk-ngangguk. Tapi satu ruangan kembali dengerin ledakkan..kali ini dari Fiona.

"babe? BABE? SCOURGE KENAPA SIH?!"

"e-enggak sengaja Fi..yah, Fi marah deh.." bales Scourge sambil masang muka melas. Tapi enggak selucu cowok-cowok innocent (?).

"habis kamunya begitu."

"m-maap deh...aku janji enggak gitu lagi.."

Fiona akhirnya menyerah. Suasanya damai lagi.

Tanpa banyak basa-basi kayak tadi lagi, resletingnya dibuka sama Scourge..pelan-pelan. Takut nanti tau-tau isinya beneran setan.

Sreeeet..

"dan isinya adalah..."

Yang lain pada narik napas. Breath taking moment padaan.

"the f-"

"isinya apaan?"

"..wedus. isinya Chao, Shad."

"Chao?"

Cream mendengar ini langsung berbahagia. "Cheese?! I-itukah kamu?!"

Cheese keluar dari kostumnya. "Chao Chao!"

Pemiliknya tersenyum lebar. "Cheese!"

Mereka kemudian berpelukan.

"wuih, macem teletubbies, ya.." Silver berbisik ke Shadow. Yang dibisikin ngangguk-ngangguk aja. Sama sekali enggak tertarik.

"yak, yang penting happy ending deh buat semuanya. Walaupun sadis juga sih, masa' bawa-bawa pisau segala?" kata Sonic.

"sepatu lu dua-duanya lu lempar, lu bilang happy ending?" tanya Shad.

"yang penting ikhlas deh..biar masuk surgaaaaaaaah.."

"b-bodoh.."

Keesokan harinya...

Silver, bangun dari kursinya. Baru saja dia mainin game yang mengejutkan di laptopnya Shad. Namanya Scary Maze. Karena dia excited banget sama game ini, dia kepengen nunjukkin game ini ke temen-temennya.

Shadow yang lagi tiduran dikasurnya bingung. "Sil, mau kemana? Ngapain lu bawa-bawa laptop gua segala?"

"mau gua tunjukin ke anak-anak!" jawabnya sambil ngakak. "penasaran gua, mereka bakal kayak gimana, Shad. Pasti kocak!"

Shadow menghela napas. "terserah, deh.."

. . .

"hei, Scourge!" sapa Silver. Terlihat Scourge lagi makan roti.

"kenapa? Tumben banget, nge-greet." Balesnya.

"panggil yang lain, deh! Kita bakal main game seru."

"game seru?! Game apaan?!"

"udah, pokoknya lu panggil yang lain dulu lah."

. . .

Tak lama kemudian, yang lain udah ngumpul. Scourge udah manggil Sonic, Knuckles, sama Jet. Shadow juga malah dateng sendiri dari kamarnya. Ikut penasaran sama Silver.

"nih udah pada ngumpul nih," kata Scourge, sambil makan cookies. Cookies-nya renyah, manis, komplit deh pokoknya. Asli bikinan pacarnya. Roti yang tadi dimakan udah abis sama dia.

"..ini mau ngapain sih ngumpul-ngumpul begini?" tanya Jet yang masih ngantuk.

" 'au nih..gaje banget dah si Silver!" sahut Sonic.

"berisik nih berdua.." gerutu Knuckles. "masih pagi udah berisik aja."

Silver udah selesai nyiapin laptopnya Shadow didepannya Scourge. "nih, mainin game-nya."

"..serius luh?" tanya Scourge.

"he eh. Semoga beruntung!"

Silver, duduk samping Shad. Mereka berdua nungguin hasilnya gimana.

JENG JEEEEENG!

Seketika, hantunya muncul tepat dilayarnya. Ngagetin Scourge, Jet, Sonic sama Knuckles yang lagi main. "AAAAAAAAAAAAHH!" dan mereka buat Silver sama Shad ngakak banget. Enggak nyangka, mereka ber-4 sampe segitunya teriak.

Scourge yang lagi main sambil makan, teriak begitu hantunya muncul tepat dilayar. Dia keselek gara-gara cookie-nya "AAAAAH..! AACK..AAHAK..UHUK..OHOKK-"

Jet terjatuh kelantai, mukanya mendarat duluan. "AAAAAH!...DUH!"

Sonic begitu ngeliat hantunya muncul di layar, kepengen lari sekenceng-kencengnya, sejauh-jauhnya dari laptop jahanam.

Knuckles nyaris mau nendang laptop dari hadapannya.

"anjiiiiir..ngakak gua..!" Silver ngakak sampe ada airnya dimata.

Shadow juga ngakak. "Scourge..lu minum gih. Kagak enak kan barusan keselek?"

Mereka ber-4 masih kaget. Baru nyadar kalo sebenernya dijailin sama Silver & Shadow.

"haah, sompret lu berdua..gua nyaris mati keselek!" keluh Scourge, berjalan ke dapur mau ngambil air minum.

"hah..hah...sialan.." kata Sonic.

"RT nih, pengen gua ancurin tuh laptop, sumpeh!" ujar Knuckles.

"buset dah..sesat noh game-nya..udeh ah gua kagak mau main game dilaptopnya Shad lagi dah.." keluh Jet, sambil berdiri dari jatohnya.

"err..kan gua cuman ngasih pengalaman baru aja buat elu-elu pada," Silver menjelaskan. "awalnya gua juga jantungan kok."

"terus kenapa elu malah main, Silv?"

"kepo. Abis Shad pas itu mainin, terus gua minta giliran, nah habis itu-"

"ya-ya, terserah, Silv! Gua. Sebagai hedgehog tercepat didunia mengaku, kalah sama game ini."

"..oke. sip."

"..yang penting satu rumah ngerasain deh gimana mainin tuh game.."

Seketika, yang lain pada ngeliatin Shad.

"ini kok pada ngeliatin gua..?"


AKHIRNYA CHAPTER INI SELESAIIII.. setelah sekian lama ditulis, akhirnya jadi juga. Oh, dan, ya Michi tau kok kalo chapter yang ini horrornya gaje banget. OOC, blablabla, dll. Maklum deh ya, maklum..

Review? No flames.