Minna... gimana kabarnya ? Maaf ya Megami lama update-nya soalnya kemaren" keyboard Megami rusak mau ngetik di warnet tapi gk punya uang T.T

Gomen bgt ya Megami author yg gk brguna nh, jangan khawatir skarang Megami udah update lagi nih CYSS-nya ^_^

SELAMAT MEMBACA...

Warning : OOC, OC, miss typo, dll

Disclaimer : Masashi Kishimoto (papa Author) *di kroyokin fans Kishimoto-san*

Pairing : NaruSaku

CYSS

by Uchiha Megami Phantomhive

(Kalo gak mau baca jawaban review di lewat aja, maaf kalo ganggu reader's yang lain)

"Apa-apan ini?" tanya Sakura pada dirinya sendiri, tatapan matanya kosong dan bulir-bulir air matanya mengalir deras melewati pipi putihnya yang mulus. "Sasori-nii, Naruto-kun, dan aku ternyata saudara satu ayah." Sakura menangis terisak dalam kesendiriannya.

KREEEK... Pintu perpustakaan itu terbuka oleh seseorang.

"Sakura-chan, aku sudah menidurkan Yacchan di kamarmu." ucap Naruto, dan dengan segera Sakura menyeka air matanya.

"Ya terima kasih Naruto-kun." Sakura bangkit sambil membawa album foto yang dia temukan.

"Ng... Sakura-chan bolehkah aku menciummu? Di sini kan tidak ada siapa-siapa." Naruto bertanya dengan malu-malu kepada Sakura.

"Maaf Naruto-kun aku lelah sekali, aku tidur dulu sampai jumpa." Sakura pergi dengan memalingkan wajahnya. Tiba-tiba tangan Naruto mnenarik tangan Sakura, mencengkram pundaknya dan mendorongnya ke tembok.

"Ada apa Sakura-chan ? Mengapa kau menghindariku?" tanya Naruto bertubi-tubi karena merasa Sakura menghindarinya. Naruto terus menatap mata hijau emerald di depanya. Tak ada jawaban dari Sakura hanya air matanya yang mengalir deras dalam kebisuan itu.

"Ma-maafkan aku Sakura-chan, aku memang laki-laki yang kasar." Naruto memeluk Sakura erat namun gadis yang dipeluknya masih terisak di dada bidangnya.

"Sakura-chan ayolah jangan menangis, aku sangat merasa bersalah." Naruto mempererat pelukannya. Sakura melepas pelukan naruto dan menyeka air matanya, lalu tiba-tiba tertawa sehingga mengagetkan Naruto.

"Hahahaha, aku bukan menangis karenamu. Aku hanya kelelahan saja, sampai nanti Naruto-kun." Sakura berusaha tersenyum riang dengan mata merahnya dan pergi meninggalkan naruto.

...

Tok...Tok...Tok...

Sakkura mengetuk kamar Sasori.

"Ya masuk Sakura-chan." jawab Sasori dari dalam kamar.

"Mengapa Sasori-nii tahu itu aku?" tanya Sakura saat memasuki kamar Sasori. "Jangan-jangan kau ini paranormal?"

"Enak saja, aku itu sudah hapal kebiasaan orang rumah ini. Kalau Naruto dan iu pasti akan langsung masuk tanpa mengetuk pintu, kalau ayah akan mengetuk pintu tapi langsung masuk tanpa menunggu jawaban, sedangkan kau akan mengetuk pintu dan menunggu sampai aku memberi jawaban. Kau memang adikku yang paling manis." Saori tersenyum manis dan kembali serius dengan play station-nya.

"Kemarin aku bertemu dengan ayah" ucap Sakura menjatuhkan dirinya ke kasur dan berbaring di samping Sasori lalu mulai menjamah camilan Sasori.

"Jangan makan camilanku, untuk apa kau berbicara begitu padaku? Bukankah setiap hari kita juga bertemu dengan ayah?" tanya Sasori tanpa memalingkan perhatiannya pada play station.

"Maksudku bukan ayah Minato, tapi akuk bertemu dengan ayah Asuma." gumam Sakura sambil terus memasukan camilan ke mulutnya. Dengan tiba-tiba Sasori menekan tombol pause di joy stick yang dipegangnya.

"Aku tidak butuh candaanmu adik manis." Sasori mencubit lembut pipi Sakura.

"Aku tidak bercanda, lihat aku membawa kartu namanya." Sakura menyodorkan sebuah kartu nama yang diberikan oleh Asuma, dengan cepat Sasori mengambil kartu nama yang dipegang Sakura.

"Apa yang ayah katakan saat bertemu denganmu?" tanya Sasori serius.

"Kau ingin tahu?" Sakura menggoda Sasori.

"Sakura-chan, aku tidak ingin bercanda jadi cepat katakan. Walau sikapku seperti ini tapi sejujurnya aku sangat rindu kepada ayah." Sasori menatap Sakura dengan sendu.

"Yaaah, baiklah. Mungkin ini sedikit mengejutkan, tadi ayah bilang bahwa ayah menikah dengan ibu karena dijodohkan bukan karena cinta karena itu ayah pergi karena sudah mempunyai orang yang dia cintai. Dan yang paling mengejutkan bahwa kita bukan anak ayah Asuma melainkan anak ibu dan mantan pacarnya di Universitas." Sakura menceritakan kembali apa yang Asuma ceritakan.

"Siapa mantan pacar ibu?" tanya Ssori penasaran sampai menahan nafasnya untuk menunggu jawaban Sakura. Namun tidak ada jawaban dari adik pink-nya itu, Sakura hanya menyodorkan album foto yang dibawanya dan memperlihatkan satu foto yang membuatnya menangis di perpustakaan tadi.

"A-apa semua ini nyata?" tanya Sasori dengan mata terbelalak. "Coba cubit aku!"

"Sesuai perintahmu." Sakura mencubit Sasori sekeras mungkin.

"Sudah cukup aku hanya tidak percaya saja apa yang terjadi pada kita." Sasori hanya bisa mematung.

"Begitulah, tepat seperti yang kau lihat Sasori nii-chan." ucap Sakura menunduk lesu. "Tapi tolong rahasiakan kalau kita sudah mengetahui hal ini dari ayah dan ibu."

"Kenapa?" Sasori sangat terheran-heran.

"Aku tak ingin membuat ibu sedih karena kira membicarakan ayah Asuma." ucap Sakura berbohong, sebenarnya Sakura tidak mau hal ini diketahui Naruto.

"Terserah kau sajalah, pantas ayah Minato sangat menyayangi kita, ternyata kita anak kandungnya." Sasori kembali menekuni play station-nya.

"Besok aku akan menginap di rumah ayah Asuma, tapi tolong bilang kalau aku menginap di rumah Ino." Sakura beranjak pergi meninggalkan kamar Sasori.

"Ya baiklah adikku yang manis." Sasori bergumam.

...

"Untung sekarang ayah dan ibu pergi untuk pertemuan 5 Kage, Naruto-kun dan Yacchan pergi belanja, Sasori-nii pergi dengan Deidara-san mereka sudah seperti orang pacaran saja selalu berdua setiap saat *author dirajam Deidei Rinnepero13*." Sakura kemudian menarik kopernya yang telah rapi. Sakura keluar dari kamarnya dan berhenti di depan kamar Naruto.

"Kamar ini tidak berubah sejak terakhir aku kesini." Sakura kembali mengenang kenangan manisnya bersama Naruto.

"Semoga kau bisa segera menemukan cinta baru, sampai jumpa Naruto-kun." Sakura meletakan sepucuk surat di meja belajar Naruto dan kembaliu pergi sambil menarik kopernya.

...

"Jalan Sharingan XI no:22. Nah ini dia!" Sakura mencocokan alamat yang dilihatnya di kartu nama dengan rumah yang dilihatnya.

TING...TONG... bel rumah itu pun ditekan oleh Sakura. Tidak lama setelahnya pintu tampak diuka oleh perempuan berambur hitam panjang berombak dan bermata merah.

"Mencari siapa?" tanya wanita itu ramah.

"Ng... anu... Perkenalkan nama saya Sakura, apa betul ini rumah Sarutobi Asuma?" tanya Sakura malu-malu.

"Ya betul ini rumah Sarutobi Asuma, apa kau Sakura-chan anak Asuma?" tanya wanita itu lagi.

"Benar aku adalah anak ayah Asuma." Sakura tersenyum manis. Tiba-tiba wanita itu memeluk Sakura.

"Sakura-chan silahkan masuk, Asuma sering sekali menceritakanmu dan Sasori. Kau persis seperti yang Asuma ceritakan dan yang aku bayangkan, gadis berkulit porselen, berambut pink lembut, dan bermata hijau emerald. Sungguh seperti putri di dunia dongeng." wanita itu terus bercerita dengan riangnya dan sesekali memeluk Sakura.

"Te-terima kasih." ucap Sakura blushing karena terlalu banyak dipuji. "Maaf anda belum memperkenalkan diri anda."

"Apa iya? Oh, maaf aku lupa. Perkenalkan namaku Sarutobi Kurenai, karena aku istri ayahmu tolong panggil aku mama. Apakah kau tak keberatan ayahmu menikah denganku?" tanya wanita bernama Kurenai itu harap-harap cemas.

"Tentu saja tidak, aku senang kalau ayah bisa bahagia di sini. Tujuanku ke sini, aku ingin tinggal disini untuk beberapa saat. Apakah aku tidak merepotkan?" tanya Sakura ragu.

"Benarkah? Aku sangat senang sekali, mari kutunjukan kamarmu." Kurenai sangat berseri-seri karena senangnya dan menarik tangan Sakura lalu berjalan ke lantai 2, membuka pintu sebuah kamar.

"Sejak dulu aku ingin sekali mempunyai anak perempuan, saat Asuma bercerita tentangmu aku senang sekali dan langsung menghias kamar kosong ini untukmu jika suatu saat kau ke sini." kata Kurenai berbinar.

"Terima kasih, maaf merepotkan. Mama baik sekali aku sangat senang." Sakura membungkuk dalam.

"Tidak usah sungkan padaku, ayo duduk di sini." Kurenai menepuk-nepuk kasur yang sedang di dudukinya.

"Kamar ini nyaman sekali, sangat indah dan sesuai dengan seleraku." Sakura memandang berkeliling. "Aku sangat suka dengan kamar nuansa pink ini."

"Bahagianya aku ternyata kau menyukainya. Lihat aku membelinya untukmu, sebenarnya sudah lama aku membeli ini karena aku iri dengan teman-temanku yang membelikan ini untuk anak gadis mereka." Kurenai mengambil sebuah kotak yang berada di kursi samping tempat tidur.

"Indah sekali sepatu ini terima kasih Mama." Sakura terpesona setelah membuka kotak itu.

"Bahagianya dipanggil mama oleh anak gadis, sekarang aku mempunyai anak perempuan. Istirahatlah, mama akan memasak karena sebentar lagi adikmu yang bernama Konohamaru dan ayah akan segera pulang pasti kau juga sudah lapar." Kurenai tersenyum.

"Aku akan membantu mama memasak." ucap Sakura.

"Tidak apa-apa, kau pasti lelah." ucap Kurenai cemas.

"Rumahku ke sini lumayan dekat jadi aku tidak lelah, izinkan aku membantu mama." pinta Sakura dengan puppy eyes.

"Waah, kau manis sekali membuatkuk tidak tahan. Baiklah kalau itu maumu." Kurenai menggandeng tangan Sakura dan berjalan riang.

DAPUR...

"Aduh, sepertinya garam dan bumbu kari sudah habis. Gawat mama lupa membelinya." Kurenai tampak panik.

"Biar aku saja yang membelinya, ma." Sakura menawarkan diri.

"Terima kasih sekali senangnya ada yang membantuku. Minimart-nya lumayan dekat ada di jalan pertigaan jalan Rinnegan 3." Kurenai memberikan beberapa lembar uang.

"Siiip ma, aku berangkaaaat." salam Sakura riang.

...

"Yacchan selalu saja tidur bila kelelahan, persis seperti Sakura-chan." Naruto tersenyum sendiri saat menidurkan Yacchan di kasurnya karena teringat Sakura.

"Lho, surat dari siapa ini?" Naruto mengambil surat yang dia temukan di atas mejanya dan langsung membuka surat tersebut.

Naruto-kun maafkan aku, aku ingin hubungan kita cukup sampai disini. Aku mengakhiri hubungan ini bukan karena aku membencimu namun karena aku sangat mencintaimu, jangan pernah kau menanyakan lagi alasannya karena itu akan sangat menyakiti hatiku. Aku pergi dari rumah untuk beberapa waktu agar aku bisa menenangkan diri, aku harap kau pun dapat menerima kenyataan ini. Sekian dariku.

SAKURA

"A-apa ini?" Naruto tergagap dan tak percaya dengan apa yang sudah dibacanya.

"kau hanya bercanda kan Sakura-chan?" suara Naruto terdengar sangat sedih dan lirih.

"Kau pasti sedang sakit, tenang Sakura-chan aku akan mendapatkanmu kembali dengan cara apa pun aku akan mencarimu sampai kau kembali padaku." gumam Naruto.

SEMENTARA ITU

"Mama ternyata sangat baik sekali pantas saja ayah Asuma sanngat menyukainya, nah di sini belok..." ucap gadis pink itu,

BBRUUUKKK...

Belum sempat Sakura meneruskan kata-katanya Sakura bertabrakan dengan seseorang hingga yang ditabraknya terjatuh.

"Maafkan aku, aku sangat menyesal. Apa kau baik-baik saja?" tanya Sakura khawatir.

"Tidak apa-apa aku hanya sedikit anemia." ucap anak laki-laki yang sebaya dengan Sakura itu mengangkat wajahnya.

"Waaaah rambutnya bagus sekali berwarna merah menyala, tunggu matanya hijau emerald-nya indah sekali sangat mirip dengan mataku." Sakura berjingkrak ria dalam hatinya karena terpesona kepada laki-laki yang ditabraknya.

"Mari kubantu kau berdiri." Sakura tersenyum sambil mengulurkan tangannya.

"Terima kasih." anak laki-laki berambut merah itu balas tersenyum dan menyambut uluran tangan Sakura.

"Kyaaaa... kulitnya halus sekali bagai kulit bayi." Sakura makin terpesona saja.

"Tunggu, apa kau Sakura-chan atau Uzumaki Sakura?" tanya anak laki-laki memandangi Sakura.

TBC

REVIEW TO REVIEW

arashielf

Wah ane ketinggalan beberapa chapter -_-"
Ternyata baca borongan itu susah ya wkwkwk /disumpel
But, point plus dari FF ini adalah 'ramai' :D
Enaklah bacanya, terlepas dari OoC-nya :DD
Yosh, update!

Answer : Iya emang susah Megami juga pernah baca borongan susahnya minta amoun sampe begadang segala XD

Makasih atas pujiannya dan makasih juga mau repot" RnR

.

.

.

Little White Gardenia

Manis, seperti biasa... tapi masih ada typo tuh, hehe ^^
Wah, permasalahannya jadi makin complicated ya... hahaha
Update kilat yook...!

Answer : Maaf ya Megami emang paling susah ngilangin typo coz bawaan dari lahir gak bisa teliti *plak*

.

.

.

Ridho Uciha

Ceritanya makin seru aja.

Eh, jadi Minato sama Kushina emang udah bersama, ya?

Jadi penasaran aja. Lanjut. (^_^)

Answer : Iya ceritanya MinaXKushi mang udah pacaran sejak di Universitas ^_^

.

.

.

Yogensha-SHINee

perkenalkan saya author baru.. *diih? Siapa yg ngajak kenalan #d lempar

kisahnya mengarukan, cinta harus bersemiii...

Penasaran niih, lanjutin yaa

Answer : Salam kenal juga Megami mau kq knalan sma Yogensha ^_^

Ok dh ini udah lanjut (walau agak lama)

.

.

.

Deidei Rinnepero13

kyaaa! Deidaraa! #plak aaa, gomen ._.v salahin kompi saya, ya, yang nampangin Deidara ._.

Eh? Terharu? Aaa! Hontou ni arigatou gozaimasu taa..! XD

owoo, anak satu ayaahh xD

unyu unyu, sama. Saya juga sibuk ngurus sma. Kita seumuran dong ya! XD

osh, gmana itu NaruSaku..? Pokoke apudeto kilatoo!

Regards,

Rinne

Answer :Wah senangnya seumuran sama Deidei XD

NaruSaku ? Pkoknya baca aja deh kisah mreka makin mnedihkan ja (?)

Tpi tnang Megami gk ska sad ending kq

.

.

.

Rey619

Gomeeeeen bru rview skrg *plak*

Jd Narusakusaso sdr kndung ya? Aduh, mkin ribet ya? Ah tp gpp biar Megami ja yg mkr *buagh*

Kompi rusak? Kn bs bkin fic pke hp mlalui email? Dng bgtu g prlu memakan wktu lama di warnet. Cz Rey dah menerapkn sistem sperti itu (?)

Yosh, apdet~

{+_+}

Answer : Ia nh critanya makin ribet Megami yang authornya aja udah pusing juga XD.

Udah nyobain pake system Rey cman msih gk ngerti XP *payah abis*

.

.

.

Mugiwara 'Yukii' UzumakiSakura

Hah?

Mreka saudara kandung?

Masa sh?

Aaa trus gmn dong?

Semoga Saku bkn ank kandung MinaSaku dh.

Dia jd ank pungut aja! #plak

aaa pokoknya jgn jd sad ending yaa.. *puppyeyes*

update! ^^

Answer : Hmmm gmna y ? Klo Megami bcorin critanya nnti gak asik lagi dnk

Pkoknya tnang ja Megami gk suka sad ending.

.

.

.

Wi3nter

Ealah, beneran nih Naru ma Saku sodara seayah? Trus gimana carax mreka bisa b'satu? Tar jd incest doong...

Yo weislah, saia tnggu lnjutanx lg aja.

Dengan SEMANGAT ke-NARUSAKU-an, UPDATE!

Answer : Pkoknya ikutin jadi ja lnjutan critanya Megami gk mw bocorin crita buat chapter depan *Author pelit dirajam readers DX*

Cman bocorannya fic ini gk bkal jdi incest dan bkal happy ending ^_^

.

.

.

Rienhozycuteflame

yah... kok sodara sich? -_- huhuhuhuhu...

emang bener sodara ya?

Answer : Ia kan mreka sodara karna MinaKushi nikah *author oon bukan tu mksudnya*

Nggg… gmna y? pkoknya ikutin ja crita chapter dpannya ^_^

Punten, Megami minta Review buat chapter 7 ^_^