do you love me?

Chanyeol x Baekhyun

Jongin

Seulgi

Seoul

Musim hujan masih berlangsung hingga saat ini, jam di dinding menunjukkan pukul sepuluh pagi tapi hujan masih setia mengguyur kota seoul membuat seorang pria bertubuh tinggi bagaikan tiang listrik yang sedang mengarungi mimpinya itu semakin memperdalam naungan mimpinya sebelum panggilan telepon menganggu tidur panjangnya.

Tring..Tring..

" Yak! Park Chanyeol dimana kau?."

"Hngg?."

"Aishh.. Yak! apa kau masih tidur?."

"Ini siapa?."

"Astaga, anak ini benar benar."

"Ini aku manusia paling tampan di dunia ini yang sialnya menjadi manajer artis seperti mu."

" Cih, ada apa?kenapa hyung menghubungi ku tengah malam seperti ini?."

"tengah malam kau bilang? ini sudah jam sepuluh pagi park chanyeol."

"Apa!?."

" Sudahlah, cepat bersiap lalu segera kemari, aku akan mengatakan pada staff di sini kalau kau sedikit telambat."

" Thanks hyung ."

Chanyeol yang nyawanya belum terkumpul seluruhnya menyeret kaki nya pergi ke dapur lalu bersiap untuk pergi ke lokasi syuting drama terbarunya.

" Ini aneh, kenapa aku merasa apartemen ini sunyi dan hampa semenjak si pendek itu pergi padahal sebelumnya juga aku tinggal sendiri di sini tapi aku tak pernah merasa seperti ini ." Gumam Chanyeol yang baru akan melangkahkan kakinya keluar dari apartemenya dan merasa ada yang aneh semenjak suaminya pergi.

" Aishh, kenapa aku memikirkannya, seharusnya aku senang dia pergi, aku bebas mengajak seulgi tidur di apartemen ku hahahaha ." Chanyeol dan segala rencananya mengabaikan sedikit.rasa rindu untuk suami pendeknya itu.

Skip

Jeju.

Ini sudah hari ke enam baekhyun berada di jeju dan nanti sore dia akan kembali ke seoul, kali ini baekhyun menggunakan bus untuk pulang karena dia ingin menikmati pemandangan jeju menuju seoul. Sebelum kembali ke seoul baekhyun akan pergi mengunjungi pemakaman bibi byun kembali untuk berpamitan.

Baekhyun memakirkan Mobil hitamnya di tempat parkiran yang tersedia di daerah pemakaman. Baekhyun melangkahkan kaki nya menuju makam bibi byun.

" Ini aneh, perasaan ku sedikit tidak enak seperti ada sesuatu yang akan terjadi ." Gumam baekhyun yang merasa sedikit aneh dengan jantungnya yang berdetak seperti ada sesuatu yang akan terjadi.

" Sudahlah mungkin ini hanya perasaan ku saja karena akan pergi berpamitan dengan bibi." Monolog baekhyun mencoba menenangkan dirinya.

Seolah sudah di rencanakan Seperti yang baekhyun duga sesuatu akan terjadi, dan ini lah yang terjadi. Baekhyun melihat seorang pria tinggi di makam bibinya berdiri membelakanginya dan melihat pria itu mengusap figura bibinya dengan lembut seakan menyiratkan kerinduan yang mendalam tapi, siapa pria itu?.

" Maaf, kalau boleh tau anda siapa?". Baekhyun tidak sabar ingin mengetahui siapa pria ini, karena ini pertama kali baekhyun melihat orang lain mengunjugi makam bibinya.

Dan saat pria itu berbalik badan, baekhyun sangat terkejut melihat sosok pria yang di hadapannya itu.

" Dokter Kim?, kenapa anda bisa disini ". Baekhyun tidak pernah menduga jika orang yang mengunjugi makam bibinya adalah orang yang selalu membuat emosinya memuncak saat di rumah sakit.

" Bukankah seharusnya aku yang bertanya kenapa kau ada di pemakaman ibu ku dokter byun ". Sedikit banyaknya jongin juga tidak menyangka akan bertemu dengan baekhyun di pemakaman ibunya, apa hubungan baekhyun dan ibunya?.

" Ibu? apa maksud mu?".

"Orang yang ada di photo ini ada lah ibuku, jadi kenapa kau bisa ada disini?."

" Ini tidak mungkin, bibi bilang dia dan anaknya berpisah sudah sangat lama jadi tidak mungkin kau anaknya, dan jika kau adalah anaknya kenapa aku baru melihatmu?."

"Bisakah kita bicara di tempat lain, banyak yang ingin ku tanyakan padamu dan mungkin kau orang yang dimaksud paman jung ?".

" Paman jung?maksudmu direktur jung?apa yang dikatakannya?."

" Tahan semua pertanyaan mu, kita akan bicara diluar ".

"Baiklah, bisakah kau meninggalkan ku aku ingin bicara dengan bibi ku".

"Baiklah aku tunggu diluar".

"Terimakasih".

Setelah memastikan jongin keluar baekhyun mulai berbicara dengan figura bibi byun.

" Bibi, apa kabar bibi?aku hari ini akan kembali ke seoul sebenarnya aku masih merindukan jeju tapi kerjaan menanti ku bi. Apa bibi sedang bersama ayah dan ibu jika iya sampaikan salam ku pada mereka ya bi, aku berencana akan ke tokyo bulan depan mengunjungi pemakaman mereka aku merindukan kalian bibi hiks.. hiks..". Baekhyun tidak kuasa menahan tangisnya.

" Bibi, apa benar pria tadi adalah putra bibi yang pernah bibi ceritakan kepadaku?, jika iya kenapa bisa dia ada disini? bukankah bibi bilang dia membenci bibi karena bibi yang tidak mencoba menahannya saat paman kim membawanya ke amerika?, apa dia sudah memaafkan bibi? aku harap dia sudah memaafkan bibi. Aku janji jika dia memang adalah putra bibi dan dia sudah memaafkan bibi aku janji akan menjaganya seperti saudaraku sendiri, bibi tenang lah disana jangan khawatir.

"Baiklah bibi, aku pamit dulu sampai jumpa lagi bibi, dan sepertinya pria itu sudah lama menunggu ku diluar, aku pergi dulu bibi.."

Baekhyun melangkahkan kakinya keluar untuk bertemu dengan jongin yang sedang duduk di bangku sekitar parkiran mobil.

" Kau sudah selesai?." Tanya jongin yang melihat baekhyun duduk disampingnya.

" Sudah, jadi apa kau benar anaknya bibi byun?."

" Iya, aku berpisah dengan ibu ketika aku berusia 6 tahun."

"Ya, bibi sudah menceritakan semuanya pada ku, tapi kenapa kau baru sekarang mengunjungi makam bibi byun?."

" Aku menyiapkan diriku sebelumnya, kau tau saat mengetahui ibu ku meninggal aku dipenuhi rasa penyesalan yang sangat mendalam, akh menyesal yang telah membencinya, aku menyesal yang tidak mencari keberadaan ibuku, dan masih banyak lagi penyesalan dalam diriku".

" Aku mengerti apa yang kau rasakan, dan bukan hanya kau yang dipenuhi penyesalan tapi bibi byun juga, bahkan saat di ujung hidupnya dia meminta ku untuk mencarimu dan menyampaikan permintaan maafnya untuk mu, tapi aku tidak menyangka jika kau adalah anak dari bibi byun, padahal kita sudah lama saling kenal ."

"Kau tau selama ini aku mencari mu, paman jung bilang jika selama ini ibu tinggal dengan seorang yang sudah ibuku anggap seperti anaknya sendiri, dan ternyata itu orang itu adalah dirimu, lalu bagaimana kau bisa tinggal bersama ibu ku?."

"Bibi byun adalah adik kandung ayahku, sebelumnya aku tinggal di tokyo bersama kedua orang tua ku, namun saat kedua orang tua meninggal karena kecelakaan, bibi byun membawa ku tinggal bersamanya di jeju setelah tiga bulan kematian orang tua ku, jadi sejak itu aku tinggal dengan bibi byun bahkan setelah bibi meninggal aku juga masih tetap tinggal di rumahnya hingga aku diterima menjadi dokter di rumah sakit elisabet barulah aku pergi meninggalkan jeju."

"Jadi kau keponakan ibu ku, itu artinya kita sepupuan?".

"Yah kita adalah sepupu, oh ya sudah berapa lama kau di jeju?."

"Ini hari ke enam aku disini, dan besok pagi aku akan kembali ke seoul."

" Benarkah? ini juga hari ke enam ku di jeju, nanti sore aku akan kembali ke seoul menggunakan bus."

" Bisakah kau pulang bersama ku besok pagi? sebenarnya aku ingin melihat rumah ibuku dan mungkin menginap disana satu malam apa kau keberatan?".

" Ah begitukah? baiklah tidak masalah aku akan menghubungi rumah sakit jika kepulangan ku ditunda".

"Terimakasih baekhyun".

" Sama sama ini sudah kewajiban ku, kalau begitu apa kita pergi sekarang?."

"Ya, aku akan mengikuti mobil mu dari belakang."

"oke".

Seoul

"Chanyeol oppa malam aku menginap di apartemen mu kan?" Seorang wanita berpakaian minim itu menghampiri chanyeol yang sedang berada di studio musik agensinya itu.

"Tentu, kita akan menghabiskan malam panjang nanti apa kau mau sayang?".

"Tentu oppa, bukankah kita suda lama tidak melakukannya?".

" Ya, kau benar dan aku merindukan suaramu yang lembut itu hahaha".

" Berhenti menggoda ku oppa"

Adegan mesra chanyeol dan kekasihnya seulgi masih berlanjut jika tidak di hentikan oleh,

"Ya ya, apa kalian berdua tidak tau tempat apa kalian tidak ingat ada aku disini ha?". Marah Kasper yang sedikit kesal melihat chanyeol dan seulgi yang bermesraan tidak tau tempat itu.

"Kau menganggu kami hyung".

"Seharusnya aku yang mengatakan itu, sudahlah sampai disini aja latihannya kalian bisa menyambung kegiatan kalian tadi".

" Sampai jumpa hyung hahaha ". Chanyeol yang melihat manajernya itu menahan kesal justru semakin menggodanya.

"Sialan kau!, aku pergi".

"Ha ha ha, kasper hyung benar benar lucu".

"Kau jahat oppa, kasper hyung pasti marah dengan ku" Seulgi yang merasa telah merusak suasana antara chanyeol dan kasper merasa tidak enak.

" Sudahlah tidak usah di pikirkan kasper hyung memang seperti itu, sebaiknya kita segera ke apartemen aku sudah tidak sabar menghabikan malam dengan mu".

"Aku juga oppa, mari kita pulang ".

Chanyeol dan seulgi meninggalkan agensi mereka menuju apartemen chanyeol dan mungkin akan menghabiskan malam panjang yang hanya mereka yang tahu apa yang akan mereka lakukan.

Jeju

"Apa tidak ada barang mu yang tertinggal, kalau tidak kita berangkat sekarang".

"Tidak, barang barang ku sudah lengkap jadi kita bisa berangkat".

"Baiklah, Lets go".

"Ha ha ha ".

"Kenapa kau tertawa ha?".

"Entahlah aku merasa kau yang sekarang dengan yang kemarin berbeda".

"Maksud mu?".

"Kau yang kemarin seperti orang yang tidak mempunyai harapan untuk hidup lagi, tapi liatlah sekarang kau sama seperti awal kita bertemu sangat berisik".

"Ha ha ha, aku tidak tau kalau kau sangat memperhatikan ku secara diam diam, apa sebenarnya kau menyukai ku baekki? ha ha ". Sepertinya jongin sangat senang menggoda baekhyun.

" Ha ha ha, astaga kau sudah kembali seluruhnya seperti awal kita bertemu ya dokter kim".

" Ha ha, jujur aku sebenarnya tidak bisa terlalu akrab dengan orang baru, tapi saat pertama kali bertemu aku merasakan yang beda dari mu, aku seperti menemukan sebagian dari hidupku ha ha ." Jongin sepertinya memang ahli dalam menggoda baekhyun

"Ya ya, apa kau sedang menggoda ku?"

" Apa kau tergoda ."

" Ha ha ha / Ha ha ha ". Tawa baekhyun dan jongin bersama.

Perjalanan jongin dan baekhyun menuju seoul di iringi canda tawa dari keduanya membuat perjalanan panjang itu tidak terasa.

Apartemen Chanyeol

Pip..Pip..Pip

Ckleck

"Aku pulang, astaga!!! ada apa dengan apartemen ini kenapa bisa seperti kapal pecah begini, bekas botol wine berserakan dan tunggu bau apa ini?." Baekhyun yang baru saja sampai di apartemennya dan chanyeol itu kaget melihat kondisi yang bukan hanya satu ruangan saja yang berantakan tapi seluruh ruangan sepertinya baekhyun harus bekerja keras untuk membersihkan apartemen ini.

" Apa yang sebenarnya di lakukan pria jelmaan tiang listrik itu selama aku pergi ha?!!" . Emosi baekhyun sedikit memuncak sepertinya.

" Aku harus pergi melihat pria itu kekamarnya dan meminta dia membersihkan apartemen ini ." Baekhyun melangkahkan kaki nya ke kamar tidur chanyeol.

Tap..Tap..

Ckleck

" Chanyeol sebenar-"

"Kau siapa?". Ucapan baekhyun terhenti ketika saat membuka pintu dia melihat seorang wanita yang hanya memakai pakaian dalam saja.

" Bukannya seharusnya aku yang bertanya kau siapa? kenapa kau ada di apartemen kekasih ku? astaga apa kau sesaeng? atau pencuri? " Seulgi yang melihat orang asing di apartemen chanyeol langsung saja menuduh baekhyun yang tidak tidak.

" Apa kau bilang? pencuri? apa tampang ku seperti pencuri? kau bilang kekasih mu? Apa kau seulgi? ".

"Ya aku seulgi, lalu kau siapa?"

"Kau kekasih nya? Aku suami chanyeol" batin baekhyun.

" Ada apa ini? kenapa sangat berisik sekali, Baekhyun kau sudah pulang?". Chanyeol yang baru bangun karena keributan yang terjadi berjalan menghampiri seulgi dan ketika menyadari adanya baekhyun ada rasa sedikit senang melihat baekhyun yang sudah pulang tapi chanyeol mengabaikannya.

"Ya, dan bisa aku tau kenapa apartemen ini bisa seperti kapal pecah begini ha?".

"Apa masalahnya dengan mu? ini apartemen kekasihku, chanyeol oppa sebenarnya siapa pria ini?". Seulgi benar benar penasaran siapa pria yang ada di hadapan nya ini.

" Aku-" . Ucapan baekhyun lagi lagi terhenti kali ini chanyeol yang membuatnya.

"Dia pembantu ku, ya dia pembantuku sayang, dia orang yang di minta nenek untuk mengurusi apartemen ku."

"Apa kau bilang? Pembantu? wah benar benar, ya aku seorang pembantu apa kalian puas!!?. Baekhyun tidak menduga jika chanyeol akan memperkenalkanya sebagai seorang pembantu kepada seulgi, itu sangat menyakiti hatinya.

"Ck, kau hanya seorang pembantu kenapa kau bergaya seperti pemilik apartemen ini". Seulgi

"Sudah sudah, baekhyun sebaiknya kau siapkan sarapan aku dan kekasihku mau sarapan ". Pinta Chanyeol.

"Baik tuan muda " Ucap baekhyun penuh penekanan.

Selesai membuat sarapan untuk chanyeol dan seulgi, baekhyun melanjutkan pekerjaannya membersihkan apartemen chanyeol walaupun sebenarnya baekhyun masih merasa kecewa karena chanyeol mengatakan jika dirinya adalah seorang pembantu yang di kirim oleh nenek park, tapi baekhyun tidak tahan melihat apartemen ini berantakan jadi dengan terpaksa dia membersihkannya.

"Maaf, karena aku mengatakan jika kau seorang pembantu di depan seulgi, tidak mungkin aku mengatakan jika kita menikah aku tidak mau hubungan ku berakhir hanya karena mu ".Chanyeol yang baru saja selesai mengantarkan seulgi ke parkiran apartemen itu mengatakan permintaan maafnya pada baekhyun yang sedang mencuci piring itu.

" Tidak perlu meminta maaf, lagian kau ada benarnya aku memang seperti pembantu, pekerjaan ku disini hanya memasak dan membersihkan apartemen ini, jadi tidak perlu meminta maaf". Ucap baekhyun sambil melanjutkan pekerjaannya mencuci piring tanpa memandang chanyeol.

" Baiklah terserah mu, dan mungkin mulai seulgi akan sering tinggal di sini jadi aku minta pada mu jangan memberi tahu nenek tentang ini dan jangan coba untuk mengatakan tentang pernikahan kita".

"Aku lupa mengatakan pada mu, mulai besok aku akan kembali tinggal di flat ku, jadi kau tidak usah khawatir tentang apapun".

"Apa? kenapa kau kembali tinggal di flat mu? ". Tanya chanyeol yang jujur kurang menerima jika baekhyun tinggal di flatnya kembali.

"Memang kenapa? apa ada masalah".

"Tidak, tapi nenek akan menuduhku.mengusirmu jika tau kalau kau tidak tinggal di sini lagi, jangan membuat nenek membenci ku".Sepertinya chanyeol sedang mencari alasan agar baekhyun membatalkan rencananya itu.

"Kau tidak perlu khawatir, aku sudah mengatakan pada nenek dan nenek memberikan izin aku tinggal di flatnya lagi jadi kau tidak usah khawatir tentang itu."

"Tapi-"

"Sudahlah, pekerjaan ku masih banyak dan aku juga harus mengemasi barang barang ku yang ada disini".

"Berapa lama kau akan tinggal di flatmu?".

"Apa?"

"Berapa lama kau akan tinggal di flatmu?".

"Aku tidak tahu, selamanya mungkin, memang ada apa?".

" Selamanya? jangan bercanda".

"Memang kenapa? bukan seharusnya kau senang aku tidak tinggal bersama mu jadi kau bebas melakukan apa pun bersama kekasih mu itu di sini iyakan?".

"Terserahmu, kau pergi selamanya pun.aku tidak peduli!" Ucap chanyeol sambil berlalu meninggalkan baekhyun yang heran melihat sikap chanyeol.

"Yak!! Kau yang menahanku pergi tapi lihatlah sekarang kau yang mengusirku, baiklah aku akan pergi dari apartemenmu ini untuk selamanya!!!!" Teriak baekhyun yang kembali emosi melihat chanyeol.

Baekhyun yang berencana untuk tinggal kembali ke flatnya itu bukan hanya karena hubungan pernikahannya dengan chanyeol yang semakin hari semakin memburuk tapi alasan utamanya adalah.karena permintaan jongin, sepupunya itu meminta untuk tinggal bersama di seoul karena jongin bilang di dunia ini dia tidak mempunyai siapa siapa lagi kecuali paman jung dan baekhyun, jongin juga mengatakan jika melihat baekhyun dia seperti melihat ibuny, jadi pria bermarga kim itu meminta untuk tinggal bersama. Awalnya jongin mengajak baekhyun di untuk tinggal di mansion paman jung yang sekarang telah di berikan kepada jongin itu untuk tempat tinggalnya tapi, baekhyun menolak karena tidak enak dengan direktur jung, dan akhirnya baekhyun menawarkan jongin untun tinggal di flat bersamanya saja, dan untungnya jongin menerima tawaran baekhyun itu.

Esok Hari

Jam dinding menunjukkan pukul sembilan pagi, sedikit telambat untuk menyiapkan sarapan pagi, tapi sepertinya pria mungil yang sedang sibuk di dapur itu tetap tenang menyiapkan sarapan untuk dirinya dan suaminya yang bisa di bilang ini terakhirnya dia membuat sarapan di sini, dan sepertinya sebentar lagi suaminya itu akan bangun.

Tap..Tap

"Kau sudah bangun?".Tanya baekhyun.

"Tunggulah sebentar lagi sarapannya akan selesai".

"Apa kau tetap akan tinggal di flatmu mulai hari ini?".

"Astaga, kenapa kau membahas ini lagi?,bukannya kau mengatakan kau tidak peduli kalau aku pergi selamanya dari apartemenmu ini, tapi ada apa lagi denganmu Pagi ini?"

"Tidak ada, sudahlah aku mau pergi ke agensiku jika kau mau pergi pergilah". Ucap chanyeol sambil berlalu keluar dari apartemen.

"Baiklah, terimkasih telah menampung ku selama ini ".

Blamm (suara pintu tertutup)

"Sebenarnya ada apa dengan mu park chanyeol?". Gumam baekhyun.

Chanyeol side

Chanyeol memasuki mobilnya yang terparkir di basement apartemennya itu dengan membanting kuat pintu mobilnya.

" Ck, Apa dia marah hanya karena aku mengatakan pada seulgi jika dia hanya seorang pembantu? memang apa salahnya? tidak mungkin aku mengatakan di depan seulgi jika baekhyun adalah suami ku apa yang akan terjadi selanjutnya? berita tentang seorang artis terkenal park chanyeol adalah gay akan tersebar luas dan reputasi ku akan hancur, dan apa2an itu kembali tinggal di flatnya? dasar kekanakan, tapi kenapa nenek memberikannya izin tinggal di flatnya kembali bukankah nenek orang nomor satu untun menahan agar kami tetap tinggal bersama? aku harus menghubungi nenek sekarang". Chanyeol yang sedari tadi menahan emosi nya kini meluapkannya di mobil dengan sesekali memukul setir mobilnya itu.

Tut..Tut..

"Halo"

"Nenek, kenapa nenek mengizinkan baekhyun tinggal di flatnya kembali?" Serang chanyeol ketika nenek park mengangkat telponnya .

" Apa kau tidak bisa pura pura menanyakan kabar nenek mu ini dulu cucuku tersayang?".

"Tidak perlu, jika nenek masih mengesalkan seperti ini itu artinya nenek baik, jadi cepat jawab pertayaanku kenapa nenek membiarkan baekhyun tinggal kembali ka flatnya"?

"Memang kenapa? apa hak mu melarangnya?"

" Aku suaminya, tentu aku punya hak akan dirinya".

"Apa kau baru menyadari jika kau adalah seorang suami dari baekhyun sekarang ha?"

"Aku Tidak mengatakan seperti itu" Chanyeol yang menyadari keceplosanya mencoba mengelak.

"Kau mau mengatakan aku tuli ha?".

"Sudahlah berbicara dengan nenek membuat emosiku naik, sudah aku tutup".

"Baiklah, oh iya kemarin baekhyun mengatakan jika dia tidak tinggal sendiri di flatnya tapi dia mengajak seorang pria lain yang katanya adalah putra bibi byun yang sempat terpisah dulu.

"Terserah, aku tidak peduli, aku tutup telponya".

"Tunggu, baekhyun juga bilang ternyata pria ini anak angkat dari direkturnya di rumah sakit tempat dia bekerja, dan kau mau tau sesuatu hal penting?"

"Apa?".

"kau yakin?"

"Aku tutup"

"ck, kau sangat emosian, baekhyun bilang putra dari mendiang bibi byun itu adalah seorang gay, dan baekhyun bilang jika putra bibi byun itu menyukai baekhyun".

"Apa?".

"Apa sekarang kau yang tuli?".

"Nek, dimana alamat flat baekhyun?".

"Untuk apa mu".

"Hanya tinggal berikan alamatnya saja nek tidak usah banyak tanya".

" Bukankah kau suaminya?seharusnya kau lebih tahu tentang baekhyun, sudahlah aku tutup , sampai jumpa cucu ku tersayang."

tut

" Halo, nenek, halo!".

" Argghh!!! Kenapa aku mempunyai nenek sepertinya?? dan apa tadi nenek bilang jika baekhyun tinggal dengan seorang pria dan pria itu seorang gay?? siapa sebenarnya pria itu?".

tring.. tring..

"Apa?!"

" Oppa kenapa teriak padaku?"

"Ah, maaf oppa sedang emosi, ada apa?".

"Oppa dimana? oppa jadikan menemani ku belanja hari ini? aku sudah tidak mempunyai barang barang baru-"

"Tunggulah disitu, tidak usa berisik!".

"Oppa ada-"

Pip

Chanyeol yang emosinya masih tertinggal di kepalanya itu semakin emosi mendengar suara seulgi.

"Siapa sebenarnya pria itu? apa benar dia anak dari bibi byun?, aku harus mencari tau nya". Batin Chanyeol

Tbc

Aku update chapter tujuh, kali ini aku coba buat panjang walaupun word cuman 3k tapi jari tangan ku mau patah karena aku ngetiknya di hp bukan di laptop.

Tolong saran, kritik dan komennya aku sangat membutuhkan itu..

Terimakasih..

Sekian!!