Title: FOUR BROTHERS Chapter 7
Author : Han Eun Kyo a.k.a Kyo051096
Cast :
Kim Youngwoon
Kim Siwon
Kim Donghae
Kim Kyuhyun
Other Cast:
Kim Jaejoong
Jung Yonghwa
Kim Heechul
Zhoumi
Lee Sungmin
Genre : Brothership & Angts
Rated : T+ to M
Disclaimer : Semua cast milik diri mereka sendiri, Tuhan, orangtua mereka dan SM dan cerita milik author. Jika ada kesamaan plot cerita, maka hal itu bukan karena unsur kesengajaan.
Warning : JANGAN MEMPLAGIAT CERITA TANPA IZIN! OOC, Pendeskripsian tokoh kurang, typo(s), aneh, DON'T LIKE DON'T READ! Please don't bash the cast!
Note : Fanfict ini terinspirasi dari film 'Four Brothers'. Alur cerita sedikit sama, tapi ada perubahan dengan watak tokoh dan plot asli. Maaf kalo beberapa tokoh dinistakan di FF ini. Tapi ini semata untuk kelangsungan cerita.
Summary : Just a family story of Kim Brothers: Kangin, Siwon, Donghae and Kyuhyun. Menyelidiki peristiwa kematian sang Eomma, harus membunuh banyak orang yang terikat dengan kematian sang Eomma, sampai kehilangan salah satu anggota keluarga mereka. Fanfict ini terinspirasi dari film 'Four Brothers'.
Penasaran?
Check it out!
Four Brothers
Chapter 7
Han Eunkyo
Present
HAPPY READING
Shindong menegang saat Sungmin mengambil pistol dari dalam saku celananya. Namun dengan sigap ia memukul Sungmin sampai namja itu mati –menurutnya-.
Entah kenapa ia tidak tega membunuh –mantan- rekannya itu dengan pistol. Tanpa ia tahu jika pukulan kerasnya hanya membuat Sungmin babak belur dan pingsan, bukan mati.
Dengan cepat ia keluar dari kafe milik temannya itu, setelah sebelumnya ia menendang kepala Sungmin dengan kakinya.
Shindong terdiam saat sampai di mobilnya. Ia terlihat gemetar, karena telah membunuh teman yang sudah ia percayai. Ia membuka pintu mobilnya, namun dengan cepat-
Dor
Dor
Dor
Peluru-peluru itu dengan cepat menembus tepat di organ-organ petingnya. Membuatnya kehilangan nyawanya seketika.
Sungmin menyeringai melihat tubuh tak bernyawa Shindong yang terkapar.
'Bodoh!'
.
.
.
Brak
"Ada apa, hyung?" tanya Kyuhyun kaget setelah Kangin menggebrak meja makan mereka dengan keras.
Namun Kangin tidak menjawab, ia masih sibuk dengan seseorang di ponselnya.
"Baik. Terimakasih atas informasinya, Pak"
"Ada apa?" tanya Siwon ketika Kangin menyimpan ponselnya.
"Shindong terbunuh" jawab Kangin, mengacak rambutnya kasar.
"MWO?" teriak Siwon, Donghae dan Kyuhyun tidak percaya.
"Siapa yang membunuhnya, hyung?" tanya Siwon.
"Belum diketahui siapa pembunuhnya. Pembunuhan itu tidak meninggalkan jejak sama sekali. Bahkan dua kamera CCTV yang mungkin merekam kejadian itu rusak"
"Lalu bagaimana rencana kita untuk membunuh Jung Yonghwa itu?" lirih Kyuhyun.
"Masih ada Lee Sungmin, bukan?"
.
.
.
Kini Kangin, Siwon dan Kyuhyun tengah bersiap-siap untuk mencari target mereka berikutnya. Namun Kyuhyun menatap Donghae yang hanya duduk disampingnya heran.
"Kau tidak ikut, hyung?"
Donghae tersadar dari lamunannya. "Ah! Ti...tidak"
"Wae?" tanya Kangin.
Donghae menatap Kangin.
"Sebaiknya kita berhenti mencari pembunuh Eomma dan Appa, hyung"
"Kenapa kau tiba-tiba bicara seperti itu? Kita kan sudah berjanji akan mencari pembunuh Eomma dan Appa sampai dapat" tanya Siwon tidak terima.
"Ini sama saja dengan balas dendam" ucapnya dingin. Ketiga saudaranya diam mendengarkan.
"Kita tidak ada bedanya dengan para pembunuh itu. Eomma dan Appa tidak akan bahagia disana jika kita seperti ini"
"Lalu maumu apa? Kau ingin mengatakan agar kita melupakan pembunuhan itu dan diam seperti orang bodoh sepanjang hidup?"
Donghae menghela nafas kasar, menatap Siwon yang membantah perkataannya.
"Bukan seperti itu, Won"
"Lalu bagaimana?"
"Sudahlah. Hae, kalau kau tidak ingin mengotori tanganmu dengan darah, baiklah. Tapi jangan suruh kami berhenti. Karena aku tidak akan bisa tenang sebelum pembunuh itu mati" ucap Kangin menengahi.
"Tapi hyung-"
"Ayo kita pergi!"
.
.
.
"SHIT!" umpat Heechul.
Sampai saat ini namja itu kehilangan jejak pengikut setia sekaligus orang yang sangat dipercayainya, Lee Sungmin.
"Aku rasa kau benar, Zhou" gumam Heechul setelah tertunduk sebentar.
Zhoumi menoleh ke arah Heechul yang terlihat frustasi.
"Mungkin benar jika Sungmin pengkhianat"
Zhoumi menatap Heechul tak tega.
'Kasihan sekali kau, bos. Orang yang kau anggap pengikut setiamu berkhianat. Semoga aku tidak pernah mengalami hal seperti ini' batinnya.
"Saat itu aku hanya asal bicara bos" ucap Zhoumi pelan.
Heechul menggelengkan kepalanya.
"Ani, ani. Aku rasa itu benar" ucap Heechul yakin.
"Lalu apa yang harus kita lakukan, bos?"
"Kita-"
Omongan Heechul terpaksa terputus karena ponselnya berdering.
"Ne?"
"Ada empat orang asing ingin masuk secara paksa ke kantorku. Mereka bahkan membawa pistol. Apa yang harus aku lakukan?"
"Tenanglah, pengecut. Aku akan datang sebentar lagi. Aku juga ada keperluan dengan salah satu diantara mereka"
"Kau mengenal mereka?"
Heechul memutuskan sambungan tanpa memperdulikan pertanyaan orang itu.
Ia menyeringai. "Kita punya mangsa baru, Zhou"
.
.
.
Sementara itu di sebuah kantor megah namun terpencil itu terjadi perkelahian sengit.
Kangin, Siwon dan Sungmin masih semangat bertarung dengan para penjaga kantor tanpa senjata.
Sementara Kyuhyun sibuk menembaki sisanya dengan pistolnya.
Pertarungan itu akhirnya selesai dengan kemenangan di pihak luar. Keempat namja tampan itu mengusap peluh mereka dan tersenyum bangga.
"Ayo masuk!" perintah Kangin.
Keempat namja tampan itu berlari memasuki gedung perkantoran itu.
.
.
.
Setelah melawan para pekerja kantor, Kim brothers beserta Sungmin berhasil menemukan target mereka, Jung Yonghwa.
Namja tua itu bergetar ketakutan di dekat jendela ruangannya.
"A...apa yang kalian inginkan?" tanyanya mencoba berani.
"Cih. Lelaki tua seperti ini yang membunuh Appa dan Eomma?" remeh Kangin sambil berjalan ke arah Jung Yonghwa yang masih menatap mereka takut.
"Hei, Pak tua! Duduklah disini! Jangan takut pada kami" lanjutnya, menarik Yonghwa lalu menghempaskannya ke kursi pak tua itu.
"J...jangan...jangan bunuh aku"
Kim brothers tertawa.
"Kau pikir kau siapa, bisa menyuruh kami, hah?"
"A...aku mohon"
Kangin menjambak rambut Yonghwa, mengadahkan kepalanya.
"Hei, pak tua. Apa benar kau yang membunuh Kim Yunho dan Park Leeteuk?"
Yonghwa hanya bungkam.
"JAWAB!"
"A...aku... memang membunuh mereka, tapi... aku bukan dalangnya"
"Lalu siapa?"
"..."
"SIAPA?"
"Hyung"
Semua namja yang berada di ruangan itu menoleh ke arah orang yang seenaknya mengganggu 'diskusi' mereka.
"Hae hyung?" Kyuhyun membulatkan matanya.
'Sial! Kenapa dia tidak memberitahu jika Hae hyung menyusul kami?' rutuknya dalam hati.
"Berhentilah, hyung. Jangan kotori tanganmu dengan membunuhnya" ucap Donghae, berjalan mendekati Kangin dan Yonghwa. Lalu ia menghempaskan tangan Kangin yang menjambak rambut Yonghwa.
Kangin menatap Donghae bingung.
"Apa maksudmu?"
"Ah! Aku belum ketinggalan apapun, kan?" Heechul tiba-tiba masuk ruangan itu, diikuti dengan Zhoumi dibelakangnya.
Sungmin terbelalak.
'Gawat!'
"Ah, annyeong Ming. Lama tidak bertemu"
Sungmin bergidik ngeri mendengar Heechul yang memanggilnya dengan nama masa kecilnya.
Kangin menatap Heechul dan Donghae bingung. "Sebenarnya ada apa ini?"
Siwon dan Kyuhyun menatap mereka penuh arti. Yah, mereka memang tidak tahu Donghae akan datang, namun mereka tau pasti Heechul akan menampakkan dirinya disini.
"Kim Heechul?" tanya Kangin. Ia baru ingat jika orang ini teman Donghae.
"Apa yang terjadi, Hae?" Kangin masih bertanya.
Heechul berjalan santai, lalu merangkul Yonghwa dan Donghae.
"Aku hanya bertemu teman lamaku, Kangin-shi"
Kangin terbelalak.
"Teman lama?" Kangin menatap Heechul bingung.
"Aish! Namja ini lamban sekali" rutuk Heechul, menggelengkan kepalanya sok prihatin. Sedangkan Donghae hanya menundukkan kepalanya.
Heechul melirik Zhoumi, seakan berbicara lewat telepati, Zhoumi melangkah mendekati Heechul.
Kangin mengarahkan pistolnya ke arah Heechul.
"Hei,hei! Tenang saja, kawan" ucap Heechul santai sambil menurunkan pistol Kangin.
Sedangkan Siwon dan Kyuhyun terlihat sedang merencanakan sesuatu lewat tatapan mata mereka? entahlah.
"Bagaimana kalau kita melakukan penawaran?" tanya Heechul memulai.
"Lupakan masalah orangtua kalian, maka aku akan membiarkan kalian pulang dalam keadaan hidup, bagaimana?" lanjutnya.
'Jujur aku lelah selalu bermain petak-umpet seperti ini, bodoh! Kalian semakin kuat, aku tidak mau mati di tangan namja-namja menyedihkan seperti kalian' batinnya, namun masih memasang ekspresi meremehkan pada Kim brothers.
"Jadi kau juga pembunuh orangtuaku?" tanya Kangin emosi.
Heechul menggeleng. "Na-ah!"
Heechul mendekati Kangin, berbicara tepat di telinga kanan namja tertua Kim itu. "Aku dalangnya"
Kangin terbelalak. Refleks Kangin mencengkram kerah kemeja Heechul.
Heechul hanya tertawa meremehkan.
"Jangan selalu bermain otot, kawan" ia menghempaskan tangan Kangin kasar.
Heechul menyeringai, menatap Donghae yang masih menunduk.
"Ada apa, Hae? Kau terlihat murung, haha"
Kangin menatap Donghae kecewa. "Kau..."
Donghae menggeleng pelan.
"Hah sudah cukup dramanya! Kau tidak lihat mereka sudah menghancurkan kantorku? Cepat bunuh mereka!" perintah Yonghwa tiba-tiba.
Heechul mendengus pelan.
Dor
Dengan cepat ia menembak tepat di jantung Yonghwa, tanpa melihat sekalipun.
"Jangan pernah memerintah seorang Kim Heechul, bodoh!" desisnya.
Kangin, Siwon, Kyuhyun dan Donghae -yang memang baru pertama kali melihat Heechul bertindak- terlihat kaget.
'Bagaimana bisa? Bahkan dia tidak melihat si tua itu ketika ia menembaknya?'
Heechul mengibaskan tangannya, "Ah, jangan memujiku terlalu banyak. Itu hal biasa" ujarnya seakan bisa membaca pikiran empat namja lainnya.
'Seperti itu hal biasa baginya?'
"Jadi bagaimana? Kalian menerima tawaranku tadi, bukan?" tanya Heechul kembali.
Kangin terlihat berpikir. 'Aku tidak yakin kami bisa keluar dengan selamat, tapi demi Eomma dan Appa aku rela mati'
"Kami-"
Dor
Dor
Belum sempat Kangin menyelesaikan ucapannya, terdengar bunyi tembakan yang memekakkan telinga.
Ternyata Siwon yang mengambil kesempatan tadinya ingin menembak tepat di kepala Heechul, namun dengan cepat Zhoumi menembak lengan kiri Siwon. Hingga nyawa Heechul selamat karena peluru Siwon meleset.
"Hell!" rutuk Siwon, mengibas-kibaskan lengannya, yang untungnya tidak bersarang peluru disana, karena peluru Zhoumi hanya melewati lengannya saja. Namun tetap saja darah segar dengan deras mengucur dari lengan kiri Siwon.
"Hyung!" pekik Kyuhyun kaget.
Kyuhyun dengan sigap berlari mendekati Siwon. Zhoumi yang melihat hal itu mengarahkan pistolnya ke arah Kyuhyun, ia hampir saja menarik pelatuk pistolnya sebelum...
Brak
Dor
Sebelum beberapa polisi mendobrak ruangan dan menembak lengan kanan Zhoumi yang memegang pistol.
"Akh!"
Dengan cepat beberapa polisi itu mengepung Heechul dan Zhoumi.
"Jatuhkan senjata kalian!" perintah mutlak terdengar dari salah satu polisi itu, mungkin saja namja itu kepala polisi.
Heechul yang merasa tidak bisa berbuat apapun karena terkepung berdecih pelan.
"Kalian membawa pasukan, eoh? Pengecut sekali" sindirnya pada Kangin yang kini mendekati Siwon dan Kyuhyun.
Siwon menatap Kyuhyun, entah ingin mengatakan apa.
Kyuhyun mengangguk. Namja paling muda diantara ketiga Kim yang lain ini menunjuk sang kepala polisi dengan dagunya.
Dengan mudah para polisi itu memborgol Heechul dan Zhoumi.
Namun sebelum mereka membawa pergi Heechul dan Zhoumi, Heechul memberontak, lalu berlari ke arah Sungmin.
"Kau... sebentar lagi aku akan membunuhmu lebih kejam dari Kim Yunho. Dengan tanganku sendiri"
Sungmin terpaku melihat Heechul yang menatap tajam matanya, seakan akan membunuhnya saat itu juga.
.
.
.
"Aw! Pelan-pelan Kyunnie! Sakit" ringis Siwon perih saat Kyuhyun mengobati lengannya yang terluka.
"Ish! Kalau tidak mau sakit tidak usah iseng seperti tadi!" marah Kyuhyun sambil –tidak sengaja- memukul lengan Siwon yang terluka.
"AKH! YAK!"
Kyuhyun terkekeh. "Mianhae hyungie" ucapnya, lalu kembali mengobati lengan hyungnya.
Siwon menatap Kangin yang sedari tadi terdiam.
"Hyung, tidakkah kau kasihan padaku? Kau juga tega membiarkan Kyuhyun sendirian mengobatiku, eoh? Hyung macam apa kau ini" ucap Siwon asal.
Sebenarnya niatnya hanya bercanda, bahkan Kyuhyun saja sudah terkekeh pelan –ingin merubah suasana-. Namun saat melihat hyung tertua mereka yang tidak merubah ekspresi sekalipun, mereka bungkam.
Kyuhyun kembali serius mengobati lengan Siwon.
"Masih sakit kah?"
"Tidak juga"
"Donghae pergi kemana?" tanya Kangin tiba-tiba.
"Ehm..."
Siwon dan Kyuhyun terlihat bingung menjawab pertanyaan Kangin, karena jujur mereka berdua juga tidak tahu kemana Donghae pergi.
.
.
.
Beberapa bulan terlewati dengan –cukup- damai.
Tidak ada hal-hal berbau darah beberapa bulan ini.
Yah, menurut Kangin tidak ada gunanya lagi mereka mencari pelaku pembunuhan orangtua mereka. Karena dalang dari pembunuhan itu sudah membekap di penjara.
Namun beberapa bulan ini rumah Kim brothers tidak terlalu harmonis. Yah, Siwon dan Kyuhyun masih bertingkah sama seperti biasanya. Namun Kangin, entah kenapa namja itu terlihat lebih pendiam. Bahkan ia tidak peduli ketika Siwon dan Kyuhyun bertengkar.
Kyuhyun menghembuskan nafasnya frustasi.
"Aku tidak tahu lagi bagaimana, hyung. Tapi aku benar-benar merindukan keluarga kita yang dulu" aku Kyuhyun.
Siwon mengangguk. "Aku juga"
Saat ini Siwon, Kyuhyun dan Kangin tengah bersantai di ruang keluarga dengan menonton TV.
Namun sepertinya hanya Siwon dan Kyuhyun yang menonton, karena Kangin hanya menatap layar TV dengan kosong.
Tok
Tok
Tok
Cklek
Kyuhyun berdiri, berniat ingin membuka pintu namun sang tamu terlebih dahulu masuk tanpa izin ke rumah Kim brothers.
Kangin, Siwon dan Kyuhyun terperangah melihat sang tamu yang dengan mudahnya masuk. Seingat mereka, tadi Kyuhyun sudah mengunci pintu.
Sang tamu menyerngit melihat ketiga namja tampan di depannya masih membatu.
"Kalian tidak mengenalku, eoh? Aish! Jahat sekali"
Kyuhyun mendengus.
"Kalau bisa masuk sendiri, kenapa mengetuk pintu, babbo? Kau menyimpan duplikat kunci rumah kami, kan?" rutuknya.
Sang tamu tertawa pelan. Kemudian melangkah ke arah ketiga Kim untuk memeluk mereka.
"Aku merindukan kalian" ucapnya.
"Aku juga, Jae hyung" balas Siwon.
"Aku juga, ahjumma" balas Kyuhyun usil.
"Yak! Sudah aku bilang jangan panggil aku ahjumma!"
"Salahkan wajahmu yang cantik itu ahjusshi"
"Aish!"
Kim Jaejoong sebenarnya memang adik satu-satunya dari ayah mereka, Kim Yunho. Namun karena perbedaan umur sang ahjusshi dengan anak tertua Kim –Kangin- tidak terlalu jauh, maka Jaejoong menyuruh keponakan-keponakannya untuk memanggilnya hyung saja.
"Hyung, darimana kau tahu kami ada disana?" tanya Kangin to the point saat mereka kembali duduk di sofa.
Yah, para polisi yang saat itu menolong Kim brothers adalah anak buah Kim Jaejoong. Kepala polisi yang saat itu ditunjuk Kyuhyun adalah sang paman, Kim jaejoong.
Jaejoong menoleh. "Ah! Itu-"
"Iya, hyung! Darimana kau bisa tahu kami ada disana?" tanya Kyuhyun menyela, sambil menatap Jaejoong dengan tatapan yang sulit diartikan.
Jaejoong menatap Kyuhyun. Lalu beralih pada Kangin.
"Eum... Hanya feeling?" ucapnya ragu.
Kangin menatap Jaejoong, meminta penjelasan.
"Hei, aku ini paman kalian. Tetap saja aku punya ikatan batin dengan kalian. Iyakan?"
Jaejoong menatap Siwon dan Kyuhyun bergantian, meminta persetujuan.
"Ne!"
"Geurom!"
"Oh" Kangin hanya mengangguk mengerti.
"Oh iya! Aku punya kejutan untuk kalian. Tapi berjanjilah untuk tidak memarahi hadiahku ini!"
Kangin, Siwon dan Kyuhyun menatap Jaejoong bingung.
"Sebentar" Jaejoong berjalan cepat keluar rumah Kim brothers, lalu masuk kembali membawa seseorang.
"Kau?!" Hampir saja Kangin memukul orang yang dibawa oleh sang paman, namun dengan cepat Jaejoong mencegahnya.
"Untuk apa kau membawanya, hyung?" tanya Siwon marah.
"Jangan seperti itu, Donghae masih saudara kalian" nasehat Jaejoong, membawa Donghae untuk duduk di sofa.
"Saudara? Cih, yang benar saja" desis Siwon.
"Aku keluar dulu. Aku rasa dia ingin menjelaskan sesuatu"
Jaejoong melangkah dengan santai ke kamar Kyuhyun.
Kangin, Siwon dan Kyuhyun menatap Donghae yang masih menunduk.
"Apa yang ingin hyung bicarakan?"
.
.
.
.
.
TBC
Done~
Ya ampun, ini FF udah ga di update berapa lama ToT maafin eunkyo ya huweee~
Makasih banyak buat chingudeul yang udah baca, review, favorite, follow & nunggu FF ini ya~
Maaf kalau tidak sesuai keinginan chingudeul ya~
Mohon Review nya...
Kritik dan saran sangat diperlukan. Tapi mohon dengan kata-kata yang tidak kasar dan menyinggung.
Wanna review?
Wanna like and comment?
Terimakasih sudah membaca~ \^O^/
GAMSAHAE (_ _)* bow 90 ͦ *
Salam hangat yeosaeng nya Kyuhyun dan Taehyung noona nya Jungkook.
Han EunKyo
