title : I want a happy family

genre : brothership, family, friendship

cast : Kyuhyun, Kibum, Heechul, Changmin, Jungsoo dan akan bertambah seiring bertambahnya chapter

disclaimer : FF INI MURNI DARI OTAK SAYA. jadi jangan mencoba plagiat atau menuduh saya plagiat. kalau ada kesamaan, mungkin itu hanya kesalahan. member super junior adalah milik mereka sendiri saya hanya meminjam nama dan wajah :D

Warning : Typos, NO YAOI, OOC don't like? Don't read :)

NOTE : Untuk Heechul, disini dia yeoja. dan Jungsoo dia tetap namja.


"Kyu.. Kyu.."Heechul menepuk-nepuk pipi Kyuhyun.

"cap-tain..Cho?"ucap Kyuhyun terbata.

Jungsoo terdiam. Captain Cho adalah sebutan kesayangannya untuk Kyuhyun kecilnya. Apa benar Kyuhyun adalah….

-anaknya?

.

.

.

Chapter 6

Heechul dan Jungsoo masih terdiam mendengar perkataan Kyuhyun. Heechul Khawatir Jungsoo akan mengetahui yang sebenarnya. Dengan segera ia memapah Kyuhyun. berniat keluar dari café itu. tiba-tiba tangan Jungsoo memegang erat tangan Heechul.

"Berikan Kyuhyun padaku."katanya dengan nada tegas. Heechul menatap Jungsoo dengan pandangan takut.

"tidak. Aku akan membawa Kyuhyun pulang."tolak Heechul tak kalah tegas. Kyuhyun yang kini sedang dipapah Heechul sebenarnya tidak pingsan. Hanya tubuhnya lemas dan kepalanya sangat sakit. saat inipun banyak kenangan-kenangan yang berputar dikepalanya.

"Seonsangnim.."Panggil Kyuhyun akhirnya. Heechul dan Jungsoo otomatis menoleh. Kyuhyun melepaskan diri dari Heechul lalu berjalan kearah Jungsoo. Heechul menatap Kyuhyun tak percaya. Dengan sigap Jungsoo memegang lengan Kyuhyun yang hampir terjatuh.

"Kyu?"Heechul tak percaya Kyuhyun lebih memilih Jungsoo daripada dirinya. Kyuhyun memejamkan matanya.

"Dia ingin bersamaku Heechul. Biarkan hari ini dia pulang ke apartemenku."kata Jungsoo sambil menggendong Kyuhyun berjalan keluar dari café itu. tapi tak lama kemudian ia membalikkan tubuhnya.

"Aku akan menyelidiki hal ini Heechul. Aku tahu kematian Sungmin dan hilangnya Kyuhyun ada sangkut-pautnya denganmu."katanya dingin. Heechul membeku ditempat. Tangannya meremas ujung mantelnya kuat-kuat. Takut. Itulah yang menggambarkan keadaan Heechul saat ini.

'Hangeng-ah..'batin Heechul memanggil nama suaminya.

.

.

.

Jungsoo menurunkan Kyuhyun dari punggungnya. Membaringkan anak muridnya perlahan diatas kasurnya. Ia merenggangkan otot-ototnya sejenak.

"pegal juga."ia bermonolog. Saat diperjalanan ke apartemen, Kyuhyun sudah tertidur. Dan sepertinya kepalanya tidak terlalu sakit.

Ia duduk disisi tempat tidurnya. Memandangi wajah Kyuhyun dari dekat.

"Kau.. benar-benar mirip Sungmin."Katanya.

"apa benar kau Cho Kyuhyun anakku?"tanyanya pada Kyuhyun yang saat ini tak mungkin menjawab. Ia sedang tertidur pulas bukan?

"Eungh…"Kyuhyun sedikit menggeliat. Tak lama kemudian ia membuka matanya.

"Kau sudah bangun, Kyu? Apa kepalamu masih sakit?"tanya Jungsoo. Kyuhyun menggeleng.

"tidak terlalu seonsangnim.. maaf merepotkanmu.."kata Kyuhyun lemah. Jungsoo tersenyum.

"tidak apa, Kyu. Aku senang kau mau kesini."katanya. baru saja ia ingin menanyai Kyuhyun dengan berbagai pertanyaan yang sedaritadi mengganjal dibenaknya. Tiba-tiba Kyuhyun menunjuk sebuah foto.

"Seonsangnim.. apa kau kenal anak itu? dan.. ahjumma itu?"tanya Kyuhyun. Jungsoo menoleh. Itu foto keluarganya. Ia mengambil foto itu dari meja lalu menempatkan dirinya duduk diatas tempat tidur disebelah Kyuhyun.

"tentu saja aku mengenal mereka. mereka adalah orang yang sangat berarti bagiku."katanya.

"Mereka.. sering muncul dipikiranku saat kepalaku sakit. Anak ini, namanya 'Kyu' kan? Sama sepertiku. Aku sering memimpikannya. Dan saat di Kona Beans tadi, ahjumma ini, Kyu, lalu… ada seonsangnim juga muncul dipikiranku."Jelasnya. Jungsoo terdiam. Kemungkinan kalau Kyuhyun adalah anaknya sangat besar bukan?

"Kyu kecil ini.. namanya Cho Kyuhyun. ia anak yang lucu dan baik. Aku selalu memanggilnya Captain Cho. Dan.. wanita ini namanya Sungmin. Dia istriku.."katanya sambil menunjuk foto itu.

"Lalu.. Kyuhyun dan Sungmin ahjumma ada dimana?"tanya Kyuhyun lagi. Jungsoo menghela napas.

"Sungmin.. dia sudah meninggal 10 tahun yang lalu. Dan Kyuhyun.. ia diculik. Dan sampai sekarang aku belum menemukannya.."kata Jungsoo. 'mungkin sudah'batinnya.

"Maaf seonsangnim.. Aku tidak bermaksud.."kata Kyuhyun dengan wajah bersalah. Jungsoo mengelus kepala Kyuhyun.

"tak apa Kyu."jawabnya. Kyuhyun memejamkan matanya kembali. Entah kenapa ia selalu menyukai tangan Jungsoo. Tangannya lembut, kekar, dan menghangatkan. Jungsoo menarik tangannya dari kepala Kyuhyun. Ia merasa sedikit kecewa. Kenapa? Iapun tak tahu hal itu.

"Ah! Seonsangnim! Mungkin ingatanku bisa membantumu menemukan Kyuhyun.."ujarnya dengan wajah berseri, Jungsoo mengernyitkan dahinya. Membantu?

"Em.. sebenarnya ini pertama kali aku menceritakan mimpiku pada seseorang."Kata Kyuhyun sambil menunduk.

"benarkah? Apa kau mau menceritakannya padaku?"tanya Jungsoo sambil membelai rambut Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk.

"Entah kenapa aku merasa nyaman bersama seonsangnim. Mungkin karena selama ini aku tak pernah merasakan kasih sayang dari appa.."katanya. Jungsoo tersenyum lembut.

"Ceritakanlah mimpimu kalau kau memang tidak keberatan."kata Jungsoo.

"Mimpi ini.. selalu datang padaku setiap malam. Sejak kecil. Dimimpiku, ada sebuah pembantaian keluarga. Yang aku lihat disana semuanya samar-samar. Seorang anak kecil menangis. Meminta tolong kepada kedua orang tuanya. Anak itu dipanggil Kyunnie.. Seorang ahjumma menyuruh ahjumma lainnya untuk melepaskannya. Kemudian yang paling menyeramkan.. ahjumma jahat itu memukul kepala Kyunnie hingga berdarah. Kemudian aku bangun.."jelas Kyuhyun.

DEG

Jantung Jungsoo berdebar keras. Kejadiannya sama seperti pembantaian keluarganya waktu itu. Apa Kyunnienya baik-baik saja?

"Lalu…?"tanya Jungsoo hati-hati.

"Belakangan ini aku mendapat memori-memori aneh lainnya. Wajah ahjumma itu semakin jelas. Disana aku bertemu dengan Sungmin ahjumma, Kyuhyun kecil itu.. dan.. sebenarnya…"Kyuhyun terlihat ragu saat ingin melanjutkan ucapannya.

"Kenapa Kyu?"tanya Jungsoo penasaran namun tetap hati-hati.

"sebenarnya aku juga melihat Jungsoo seonsangnim disana.. kau memanggil Kyu dengan sebutan 'Captain Cho'."kata Kyuhyun. Mata Jungsoo melebar. Tidak salah lagi. semua yang dijelaskan Kyuhyun adalah pembantaian keluarganya. Bagaimana mungkin Kyuhyun tahu itu semua?

"Kyu.. apa kau melihat ahjumma jahat yang memukul Kyunnie anakku?"tanya Jungsoo. Kyuhyun menggeleng.

"Sampai saat ini aku belum melihat wajah ahjumma itu dengan jelas."jawab Kyuhyun. Jungsoo tersenyum.

"Terima kasih Kyu. Kau sangat membantu.. sekarang tidurlah. Besokkan hari sabtu, kau tidak usah pusing memikirkan sekolah besok. Dan Aku akan membawamu pulang disini"kata Jungsoo. Kyuhyun mengangguk. Jungsoo menyelimuti tubuh Kyuhyun setinggi dada.

"tidur nyenyak Kyu. Selamat malam.."ujar Jungsoo.

"Seonsangnim tidur dimana?"tanya Kyuhyun.

"Aku bisa tidur disofa. Kau tidurlah.."jawab Jungsoo. Kyuhyun menahan tangan Jungsoo.

"apa seonsangnim tidak keberatan tidur disampingku?"tanya Kyuhyun takut-takut. Jungsoo terdiam sejenak. Kemudian mengambil tempat disebelah Kyuhyun.

"Kau tahu seonsangnim? Entah kenapa saat bersamamu aku merasa nyaman.. dan merasa seperti sangat sangat mengenalmu. Haha. Sepertinya aku terlalu banyak bicara.. selamat malam seonsangnim.."kata Kyuhyun lalu memejamkan matanya. Tak lama kemudian ia terlelap. Terdengar dari suara dengkuran halusnya.

Jungsoo membalikkan tubuhnya kearah Kyuhyun. mengelus rambut ikal Kyuhyun. tak lama kemudian mencabut beberapa helai rambut Kyuhyun dan memasukkannya ke kantung plastik.

"Kalau Kyunnie masih hidup, dia sudah seumurmu. Apakah salah kalau aku berharap kau adalah putra kecilku?"Jungsoo bermonolog. Wajahnya memandang Kyuhyun dengan sendu. Tak lama kemudian ia menyusul Kyuhyun kealam mimpi.

.

.

.

BRAK!

Pintu terbanting cukup keras hingga membuat Kibum mengelus dadanya. Heechul berjalan kearah kulkas, mengambil air minum. Ia meminumnya kemudian mendudukan dirinya dikursi. Tangannya meremas rambutnya.

"u-umma kenapa? Dan.. Kyuhyun mana?"tanya Kibum.

"Kyuhyun ada di apartemen Jungsoo.."kata Heechul. Mata Kibum melebar.

"mwo? Kenapa bisa begitu umma? Bagaimana kalau Jungsoo seonsangnim tahu kalau Kyuhyun adalah anaknya?"tanya Kibum bertubi-tubi.

"Tinggalkan umma sendiri Bummie. Kau pergilah ke kamar."kata Heechul tanpa menoleh sedikitpun kearah Heechul. Kibum menggigit bibir bawahnya. Tetapi akhirnya ia mengikuti kemauan ummanya. Ia segera masuk kekamarnya.

.

.

.

"Aku tidak boleh membiarkan mereka bersatu kembali. Semua usahaku selama ini akan sia-sia. Kalau aku tidak bisa bahagia bersama Kyuhyun.. Maka kau juga tidak bisa. Lebih baik kita hancurkan benda yang diperebutkan itu.. lebih adil bukan? Hahaha…"Heechul tertawa sendiri.

.

.

.

Keesokan harinya..

"Kau sudah siap, Kyu?"tanya Jungsoo. Kyuhyun mengangguk.

"Ayo, Aku antar kau pulang."ujar Jungsoo sambil menggandeng tangan Kyuhyun..

.

.

.

Sepanjang perjalanan pulang mobil Jungsoo dipenuhi dengan canda tawa. Ia dan Kyuhyun tak pernah berhenti tertawa. Kyuhyun menceritakan kisah lucu, Jungsoopun tertawa lepas. Dan sebaliknya.

Tak terasa, akhirnya mereka sampai didepan rumah Kyuhyun.

"Terima kasih sudah mengantarku seonsangnim. Semoga dijalan tidak ada kucing terbang dan hinggap dikaca mobilmu. Hahaha!"Goda Kyuhyun. Jungsoo tertawa keras.

"Ya! Jangan menyumpahiku seperti itu Kyu. Sudahlah. Aku pergi dulu. Kau masuklah kedalam. Cuaca sedang dingin. Jangan sampai sakit eoh?"nasehat Jungsoo.

"Ne seonsangnim.. kau sudah seperti appaku saja. Hahaha.."Kyuhyun tertawa sedangkan Jungsoo terdiam. Tapi akhirnya ia tersenyum kecil.

"Aku harus segera pergi. Sampaikan salamku pada ummamu dan Kibum. Arasseo?"jar Jungsoo.

"Arasseo! Hati-hati seonsangnim.."Kyuhyun melambaikan tangannya seiring dengan mobil Jungsoo yang berlalu pergi.

.

.

.

"yoboseyo, Dokter Jung. Sesuai janji aku akan segera kesana. Ah.. Ne. Gamsahamnida."kata Jungsoo lalu menekan tombol merah di handphonenya.

Jungsoo mengambil plastik bening berisi helaian rambut Kyuhyun dari saku jaketnya. Ia memandanginya lalu menghela napas.

"Dengan ini semuanya akan jelas.."Kata Jungsoo. Ia menyimpan kembali plastik itu di sakunya lalu melanjutkan perjalanannya ke Rumah Sakit Seoul.

.

.

.

Setelah mobil Jungsoo menghilang dari pandangan matanya, Kyuhyun mengeratkan jaketnya lalu membalikkan tubuhnya. Berniat masuk kedalam rumah. Ia terkejut bukan main saat melihat ummanya sudah berdiri tepat didepannya.

"u-umma.. kenapa disini? Aku kaget tahu.."kata Kyuhyun sambil mengelus dadanya. Heechul hanya memandanganya dengan tatapan datar.

"umma? Ada apa?"tanya Kyuhyun khawatir. Melihat pandangan mata ummanya yang menusuk Kyuhyun menjadi takut. Pandangan matanya sama seperti dulu. Saat ummanya selalu menyiksanya. Tapi ia percaya kalau ummanya tak akan menyiksanya lagi.

"Bagaimana rasanya menginap di rumah seonsangnimnya? Menyenangkan ya?"tanya Heechul dengan senyum lebar yang kelihatan sekali kalau itu dipaksakan. Ia mengelus rambut Kyuhyun. Tubuh Kyuhyun gemetaran. Belaian tangan Heechul tak seperti Jungsoo. Yang hangat dan nyaman. Belaian tangan Heechul seperti menyalurkan suatu kemarahan. Perlahan Kyuhyun mundur. Selangkah demi selangkah.

"Kenapa menghindar Kyu?"tanya Heechul. Kyuhyun menggeleng. Lalu tiba-tiba Heechul mengarik rambut Kyuhyun kasar. Kyuhyun jatuh.

"u-umma! Sakitt!"Heechul tidak menghiraukan teriakan Kyuhyun. Ia menyeret Kyuhyun masuk kedalam rumah.

"u-umma kumohon lepaskan!"Kyuhyun berteriak kesakitan. sesampainya di ruang tamu, Heechul membanting tubuh Kyuhyun kelantai. Punggung dan kepalanya terbentur lantai.

"ukh.."Kyuhyun memejamkan matanya.

"umma.. kenapa..?"Kyuhyun kebingungan. Heechul berjongkok. Mensejajarkan dirinya dengan Kyuhyun yang sedang terduduk.

"Kau penasaran? Aku hanya merasa kecewa.. Kau.. lebih memilik Jungsoo daripada aku. Apa kebaikanku selama ini kurang?"tanya Heechul dengan suara pelan. Kyuhyun tidak bisa menjawab. Seluruh tubuhnya gemetaran.

"kenapa tidak bisa menjawab? JAWAB AKU! ANAK TIDAK TAHU DIUNTUNG!"Bentak Heechul keras. Ia kembali menjambak rambut Kyuhyun. menariknya kesudut ruangan.

"Pertanyaan yang lebih penting. Apa yang kau bicarakan dengannya disana?"tanya Heechul penuh selidik. Kyuhyun ingin menjawab. tapi ia terlalu takut hingga tak bisa mengatakan sepatah katapun.

DUAK!

Heechul membenturkan kepala Kyuhyun kedinding. Terlihat kalau keningnya kini membiru.

"Sakit umma.. hiks.."Akhirnya Kyuhyun menangis. Keringatnya sudah bercucuran diseluruh tubuhnya.

"Kalau kau tidak mau keningmu mencium dinding ini lagi, lebih baik kau katakan."Ujar Heechul dengan nada dingin.

Kibum yang mendengar keributan di ruang tamu segera bergegas keluar. Dan jantungnya seperti mau meloncat dari tempatnya.

"umma!"Kibum berteriak dan menghampiri Kyuhyun. Ia menatap dahi dongsaengnya yang memar.

"umma! Apa-apaan ini?!"Kibum membentak ummanya sendiri.

"Ini urusan umma dan anak ini Kibum! Pergi!"Bentak Heechul lalu mendorong Kibum menjauh dari Kyuhyun.

"Ki-Kibum hyung.. hiks.."Kyuhyun menangis meminta tolong pada Kibum. Heechul kembali menjambak rambut Kyuhyun.

"apa yang kau bicarakan dengan Jungsoo kemarin? JAWAB AKU!"Seru Heechul lagi.

"ke-kemarin aku dan Ju-Jungsoo seonsangnim mem-bicarakan keluarganya.. da-dan mimpiku.. hiks.."jelas Kyuhyun sambil terisak.

"Sekarang jawab aku. Apa mimpimu?"Jantung Heechul mulai berdebar. Jungsoo menceritakan tentang keluarganya. Kyuhyun kesulitan membuka mulutnya karena kehabisan napas karena menangis.

"JAWAB AKU!"Bentak Heechul tak sabar. Kyuhyun hanya terus menangis terisak-isak.

DUAK DUAK DUAK!

Heechul membenturkan kepala Kyuhyun kedinding berkali-kali. Kini bukan memar lagi yang Kyuhyun dapatkan. Tetapi darah sudah mengalir dari keningnya. Heechul membanting kepala Kyuhyun kelantai. Ia berjongkok lalu menelungkupkan wajahnya disana.

"hiks.. mianhae Kyuhyunnie.. umma tidak bermaksud.."tangis Heechul. Kibum berlari menghampiri Kyuhyun. Mata Kyuhyun sudah setengah tertutup.

"Kyu! Kyu! Jangan pingsan!"Kibum menggoncangkan tubuh Kyuhyun. tiba-tiba sesuatu seperti menghentak Heechul. Ia kembali mendorong Kibum.

"Pergi kau Kibum. Sebelum aku memecahkan kepalamu seperti anak ini."Kata Heechul dingin. Ia sudah berhenti menangis. Jejak airmatanya masih terlihat jelas diwajahnya. Kibum gemetar ketakutan. Ada apa dengan ummanya? Tadi menangis.. sekarang kembali menjadi kejam.

Heechul menggendong tubuh Kyuhyun. membawanya masuk kedalam mobil.

"umma mau membawa Kyuhyun kemana? Kyuhyun harus segera dibawa kerumah sakit!"kata Kibum sambil menahan tangan Heechul. Tanpa menjawab omongan Kibum, Heechul melepas tangan Kibum dari tangannya dengan kasar. Ia memasuki mobilnya lalu mengunci mobilnya. Ia tak mempedulikan Kibum yang menggedor-gedor kaca mobilnya. Ia menginjak gas dan pergi dari rumahnya. Kibum menjatuhkan dirinya diaspal.

"Aku harus melakukan sesuatu. Tapi apa?!"Kibum membentak dirinya sendiri.

"Jungsoo seonsangnim.."ujarnya lalu berlari masuk kedalam rumah dan menelpon.

.

.

.

Rumah Sakit Seoul..

Jungsoo menunggu di ruang tunggu dengan cemas.

"Tuan Cho Jungsoo."Namanya dipanggil. Dengan segera ia memasuki ruangan dokter kenalannya.

.

.

.

"Bagaimana hasilnya Yunho-ah?"tanya Jungsoo. Yunho memberikan sebuah amplop cokelat besar kepada Jungsoo.

"Buka saja. Kau akan tahu."katanya. Jungsoo membuka amplop itu perlahan. Tangannya sedikit gemetar saat ia hendak menarik sebuah kertas yang menjadi penentu kehidupannya sekarang. Jungsoo membacanya dan matanya melebar.

"99% cocok Jungsoo. Kim Kyuhyun benar-benar anakmu."Kata Yunho. Jungsoo masih terdiam tak percaya.

"Ja-jadi.. selama ini.. Kyuhyunku berada didekatku?"ujar Jungsoo pelan. Yunho mengangguk. Yunho adalah sahabat baik Jungsoo. Ia tahu segala rahasia Jungsoo. Dan selama ini Jungsoo juga sering meminta bantuannya untuk menemukan Kyuhyunnya.

"Lalu bagaimana? Kau mau mengambilnya kembali?"tanya Yunho.

"Pasti Yunho-ah.. tapi aku harus mencari waktu yang tepat. Heechul tidak mungkin mengijinkannya."Kata Jungsoo.

"sampai sekarang aku masih bingung. Kenapa Kyuhyun bisa bersama Heechul? Bahkan memanggilnya umma.."kata Yunho. Jungsoo menggelengkan kepalanya.

"Aku juga masih bingung Yunho-ah.."ujar Jungsoo.

DRRT DRRT

Handphone Jungsoo bergetar. Nomor tak dikenal?

"Yoboseyo? Kibum? Ada apa menelponku?"Jungsoo kebingungan saat Kibum menelponnya.

"Jungsoo seonsangnim.. aku mohon tolong Kyuhyun.."Kata Kibum dengan suara panik. Mendengar nama Kyuhyun disebut Jantung Jungsoo berdebar keras.

"Kyuhyun? Ada apa dengannya?"tanya Jungsoo berusaha tenang.

"Umma membawa Kyuhyun.. entah kemana. Tadi sebelumnya tiba-tiba umma membenturkan kepala Kyuhyun ke dinding. Kepalanya berdarah.. a-aku takut terjadi sesuatu pada Kyuhyun.."Suara Kibum terdengar sekali kalau dia sedang menahan tangis.

"Mwo?! Baiklah. Aku akan mencari Kyuhyun. Kau tenanglah Kibum."Jungsoo memutus sambungannya dengan Kibum.

"Yun, Heechul membawa Kyuhyun pergi. Aku harus mencarinya."Dengan segera Jungsoo beranjak dari kursinya.

"Mwo? Membawa Kyuhyun kemana?"Yunho ikut panic. Jungsoo menggeleng. Ia segera kelur dari ruangan Yunho,

"Kau akan butuh bantuan. Aku akan menelpon polisi."kata Yunho. Jungsoo hanya mengangguk saja.

.

.

.

"Umma.. Kau mau membawaku kemana?"tanya Kyuhyun lemah.

"Ke suatu tempat. Tempat yang sangat menyenangkan bagimu untuk mati."kata Heechul. Mata Kyuhyun melebar. Ia melihat sekeliling. Berusaha untuk mencari jalan keluar. Ummanya sudah gila..

"akh!"tiba-tiba Kyuhyun merasakan sakit kepala hebat dikepalanya. Lebih sakit dari biasanya.

"Kenapa kau tak bilang padaku?! Setidaknya telepon kan bisa!"seru Seorang pria tinggi kepada seseorang yang sangat dikenalnya. Jungsoo seonsangnimnya..

Jungsoo tersenyum senang. "ini kan sebuah kabar gembira.. kenapa kau tidak mengabarkan kami? Aigoo.. anak ini lucu sekali! Siapa namanya?"tanya seseorang yang dikenalinya sebagai ummanya. Heechul mencubit pipi namja kecil yang Ia tahu bernama Kyuhyun.

"Annyeonghaseyo.. Kyuhyun imnida.."Kyuhyun kecil memperkenalkan diri.

"kau imut sekali Kyu. Mirip ummamu."ujar Heechul.

"appa.."suara pemuda kecil membuat semua orang diruangan itu menoleh. "ah Kibummie! Ini ada dongsaeng kecilmu. Namanya Kyuhyun."

"annyeong Kyuhyun-ah.. panggil aku Kibum hyung ne?"

.

.

.

'Kibum hyung?'batinnya. Tiba-tiba memori lain menghampirinya.

Kali ini Kyuhyun melihat sebuah rumah. Disana ada Jungsoo, Sungmin, dan Kyuhyun kecil. Mereka terlihat sangat bahagia. Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumah itu. Sungmin membuka pintu. Tiba-tiba..

"KYAAA!"

"Sungmin-ah!"rombongan orang berbaju hitam memasuki rumah itu. Sungmin sudah tergeletak tak berdaya dengan perut yang berlumuran darah.

"Siapa kalian?!"tanya Jungsoo. Kyuhyun kecil memeluk erat pinggang Jungsoo. Orang-orang berbaju hitam itu tidak menjawab. ia langsung menerjang Jungsoo. Memukulinya hingga babak belur. Tiba-tiba seseorang menarik Kyuhyun. wanita itu memakai pakaian serba hitam, kacamata hitam, dan juga topi. Sehingga wajahnya tidak terlihat.

"Jangan sentuh Kyuhyun!"teriak Sungmin dengan segenap tenaga yang ada. Tiba-tiba seorang pria berbaju hitam menusuk punggung Sungmin dengan pisau. Saat itu juga tubuh Sungmin tidak bergerak sama sekali.

"Jangan bunuh Jungsoo. Arasseo?"perintahnya. pria berbaju hitam lainnya mengangguk mengerti.

"umma! Appa! Tolong Kyunnie!"Teriak Kyuhyun sambil menangis histeris. Orang itu menarik Kyuhyun keluar. Kyuhyun terus meronta, mencoba melepaskan diri.

"diam Cho Kyuhyun! Penderitaanmu akan dimulai sekarang."ujarnya dengan tawa kecil yang terdengar sangat mengerikan. Karena kesal, Heechul mengambil kayu yang tergeletak dijalanan lalu memukul kepala Kyuhyun. Kening Kyuhyun sedikit mengeluarkan darah.

Kyuhyun meronta lebih kuat dan akhirnya terlepas. Ia berlari sekuat tenaga dengan langkah kecilnya. Tanpa sadar ia menyebrang jalan raya. Kyuhyun reflek menghindar. Dan tepat disebelahnya ada jurang kecil. Kyuhyun terguling kedalam sana dan kepalanya terantuk sebuah batu besar.

"ARGH, Sakit! kepalaku.."ia memegangi kepalanya yang berdarah. Hari sudah gelap.

"umma.. appa.. disini… gelap. aku takut.. hiks."Kyuhyun menangis. Tiba-tiba ia merasakan ada seseorang yang mengangkat tubuhnya.

"Akhirnya aku menemukanmu anak manis.."katanya. ia membawa Kyuhyun pergi. Setelah itu ia tidak mengingat apapun lagi.

.

.

Tiba-tiba latarnya berubah lagi. Kyuhyun kecil berada dirumah sakit. dan siapa orang yang dilihatnya? Ummanya.. Kim Heechul. Masih dengan memakai pakaian hitam yang sama. Hanya saja topi dan kacamatanya dilepas.

"Kau ingat siapa namamu?"tanya Heechul. Kyuhyun menggeleng. Heechul diam-diam tersenyum.

"Namamu Kim Kyuhyun. Kau anakku. Anak Kim Heechul.."Bisiknya.

.

.

.

Kyuhyun membuka matanya. Ia sudah mengingat semuanya. Pandangan matanya kosong.

"Kau.. bukan ummaku?"tanyanya pada Heechul.

"Ya. Aku bukan ummamu. Ummamu sudah meninggal! Hahaha!"Heechul tertawa. Air mata mengalir dari matanya.

"Keluarkan aku!"Serunya.

"Tidak akan!"Seru Heechul tak kalah kencang. Kyuhyun berusaha bangun. Ia membuka pintu mobil lalu meloncat.

"Kyuhyun! Anak bodoh! Sial!"Heechul menghentikan mobilnya sembarangan. Ia langsung mengejar Kyuhyun yang sudah berlari lebih dulu.

Kyuhyun berlari sekencang yang ia bisa. Ia tak melihat kalau disebelahnya ada sebuah jurang kecil. Iapun terperosok kesana.

"AHHH!"

BRAK!

Tubuh Kyuhyun terbentur tanah keras. Dan kepala bagian belakangnya terbentur batu. Kejadiannya terulangkah?

Mata Kyuhyun sudah setengah menutup.

'Jungsoo seonsang.. ani.. appa.. Kumohon selamatkan aku..'batinnya sebelum akhirnya menutup mata.

.

.

.

"Kyu.. tunggu appa. Appa akan menyelamatkanmu.. bertahanlah.."ujarnya ketika ia merasakan sesuatu yang buruk terjadi pada Kyuhyun.

TBC

Hello.. akhirnya saya update nih xD

jangan bosen sama FF ini yaa.. Jangan bosen review juga xD

Thanks to :

yolyol / aninkyuelf / iyagi7154 / ririedhana / Blackyuline / NaeKyu / phiexphiexnophiex / KyuChul / Sachiko Yamaguchi / Kim Yura / Park Nara Quinnevil / gaemwon407 / Gyurievil / lee gyuraaaa / K my name / send'clouds / ShillaSarangkyu / aprilliya hernaa / apel / mhyewon / indahpus96 / hyunnieya / Thasinta / Path Of Light / Bella / Chonurullau / SparKyu / heeehyun / Taeminsomnia / EvMar / Nurfadillah / Guest