Hope you like this fiction :)


Melihat ke arah jendela sepertinya sudah malam. Sehun merenggangkan badannya. Sudah berapa lama dia tertidur?

Sehun jadi berpikir, kenapa dia selelah itu ya tadi? Apa Jongin sudah pulang? Terlalu sering memikirkan Jongin memang tidak baik untuk hati dan badannya. Bagaimana dia bisa cemburu pada wanita yang memanggil Jongin oppa? Sehun kan laki-laki, jadi tidak mungkin memanggil Jongin oppa. Lagipula untuk apa memanggil Jongin oppa? Terus apa tadi? Cemburu?

Sehun menghela nafasnya, dia tiba-tiba saja haus memikirkan itu. Jadi dia menggerakkan badannya dan berjalan ke dapur, tapi langkahnya terhenti ketika melihat Jongin sedang menonton tv di ruang tengah apartmentnya, "Kau sudah bangun?" Jongin bertanya.

"Kau belum pulang?" Pertanyaan Jongin tidak perlu dijawab.

"Baekhyun menghubungiku tadi, katanya dia tidak pulang kesini malam ini. Jadi aku diminta Baekhyun untuk menemanimu." Jongin menjelaskan.

"Kenapa dia tidak bisa pulang?" Sehun mulai berpikir kalau Baekhyun ditahan oleh Chanyeol agar tidak pulang, pasti untuk kepentingan kontennya Chanyeol.

"Kau menyuruhnya untuk membuat surat perjanjian antara kau dan Chanyeol kan? Nah dia sedang membuat itu sekarang." Lagi-lagi Jongin menjelaskan.

Sehun membawa segelas air dan mendudukan dirinya di sebelah Jongin, "Kenapa membuat perjanjian saja harus disana? Memangnya tidak bisa disini? Sebenarnya dia manajerku atau manajernya Chanyeol?"

"Minum dulu airnya agar kau tenang." Jongin memperhatikan Sehun meminum air yang tadi dibawanya.

Sehun menghela nafas, "Aku benar-benar tidak suka dengan Chanyeol, Jong."

"Kenapa?" Jongin berusaha untuk mengerti kenapa Sehun benar-benar tidak suka pada Chanyeol.

"Dia hanya memanfaatkan Baekhyun saja untuk kontennya. Dengan begitu dia akan lebih laku dan mendapatkan banyak uang." Sehun berusah mengatur nafasnya yang memburu ketika mengeluarkan keluh kesahnya.

Jongin terdiam sebentar dan mematikan tv yang tidak mendapat perhatian sama sekali itu. "Apa bedanya dengan kau dan aku kalau begitu?"

"Aku membayarmu?" Sehun menjawab ragu.

"Oh Sehun, aku tidak butuh uangmu." Jongin berusaha lagi.

"Tidak." Sehun berbisik. "Jangan berkata apa pun. Kita masih punya kontrak."

"Baiklah." Jongin menyerah, "Tapi kau juga merasakannya kan?"

"Aku tidak mengerti maksudmu." Sehun masih keras kepala.

"Mengaku sajalah Oh Sehun, aku akan professional kalau kau tidak mau melanggar kontrak." Jongin juga tidak mau kalah.

Sehun menghela nafasnya, "Tapi aku baru sadar tadi saat wanita-wanita itu memanggilmu oppa."

Jongin tertawa mendengarnya, "Jadi karena itu kau tiba-tiba diam tadi?" Jongin berbicara di sela tawanya.

"Apanya yang lucu?" Sehun membentak Jongin kesal.

Jongin berusaha meredakan tawanya walaupun sulit. "Baiklah." Ujar Jongin, Jongin mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi instagramnya, "Kau itu sungguh menggemaskan Oh Sehun. Aku hampir kelepasan tadi, tapi aku mengingat untuk tetap professional." Jongin memperlihatkan foto yang diambilnya tadi pada Sehun.

"Kau menciumku saat tidur?" Sehun terkejut.

"Sudah kubilang, kau menggemaskan. Aku tidak tahan, tapi aku ingat masih punya kontrak denganmu Oh Sehun." Jongin memperhatikan ekspresi Sehun yang tiba-tiba berubah.

"Kenapa kau manis sekali sih Kim Jongin?" Lalu Sehun memeluk Jongin.

Jongin tersenyum dan membalas pelukan Sehun, "Jadi apa yang akan kita lakukan malam ini?" Jongin melepaskan sedikit pelukan mereka, "Kau pasti tidak mengantuk kan? Kita mau buat vlog mungkin atau update untuk instagrammu?"

Sehun terlihat berpikir dan demi laut dan semua isinya Jongin gemas. Bibir merah itu..

"Mau tidak Jong?" Sehun bingung kenapa Jongin diam saja.

"Hmm? Bagaimana maksudnya?" Jongin pura-pura tidak mengerti daripada terlihat tidak mendengarkan.

Sehun menghela nafasnya, "Kan kita mau buat video QnA dengan Chanyeol, sekarang kita update dulu di feed instagram ku agar followersku bisa bertanya disana." Sehun sengaja berhenti dulu untuk melihat apakah Jongin mengerti.

"Update di feedku juga tidak? Siapa tau ada followersku juga yang ingin bertanya kan?" Jongin mengusulkan.

"Boleh saja. Siapa tau temanmu dari Jepang jadi mengenalku kan?" Sehun tersenyum. "Aku harus ganti baju dulu Jongin. Kita harus ambil foto yang bagus pokoknya. Sehabis itu kita akan latihan menjawab pertanyaannya ya." Sehun melepaskan pelukannya dan Jongin lalu berlalu ke kamarnya sementara Jongin hanya bisa menahan gemas melihat Sehun.


"Hai guys, jadi hari ini aku akan collab dengan Oh Sehun lagi." Chanyeol memulai video collaboration mereka yang kedua untuk channel Youtube Sehun. "Jadi tugasku disini sebagai MC, as you guys know, seminggu yang lalu Jongin dan Sehun sudah mengupload foto di instagram mereka masing-masing agar kalian yang penasaran tentang mereka bisa meninggalkan pertanyaan di kolom komentar." Chanyeol menarik nafas, Sehun dan Jongin yang sudah siap dari tadi pun terdiam menunggu kelanjutan yang akan Chanyeol katakan, "Mulai pertanyaan pertama ya?" Sehun dan Jongin mengangguk, "Kita mulai dari yang paling basic ya. Oh!" Chanyeol seperti teringat sesuatu lalu berkata, "Jadi untuk menjaga privacy penanya, namanya tidak ku sebutkan disini, Sehun dan Jongin juga setuju akan hal itu." Chanyeol memulai, "Nah pertanyaan pertama, tolong ceritakan awal mula pertemuan kalian lalu bagaimana cara Jongin menyatakan cintanya pada Sehun sehingga sekarang kalian jadi sepasang kekasih?"

Sehun dan Jongin saling berpandangan, "Siapa yang mau jawab?" Sehun bertanya pada Jongin.

"Kau dulu saja." Jongin membalas.

"Baiklah." Sehun menghadap ke kamera, "Pertama kenal Jongin itu musim dingin tahun lalu waktu Jongin pulang ke Korea untuk liburan Natal."

"Buat kalian yang belum tahu, Jongin itu kuliah di Jepang ya." Chanyeol menyela sebentar.

"Jongin itu tidak tahu sama sekali aku siapa, jadi Baekhyun mengenalkan aku pada Jongin. Waktu itu aku sedang apa ya sayang ke rumahmu?" Chanyeol menggigit lengan bajunya mendengar Sehun memanggil Jongin sayang.

"Mengantar Baekhyun karena dia mau mengambil oleh-oleh ke rumahku." Jawab Jongin.

"Oh iya benar. Waktu itu aku melihat Jongin biasa saja."

"Bohong." Jongin tertawa, "Kata Baekhyun kau langsung meminta nomor ponselku setelah pulang dari rumahku."

Sehun terdiam, lalu melihat ke arah Baekhyun yang berdiri di belakang kamera, "Baek!"

Chanyeol tertawa, "Jadi kau sudah menyukai Jongin di awal pertemuan kalian?"

Sehun menghela nafas, "Bukan suka yang seperti sekarang, saat itu lebih seperti karena baru kenal Jongin lalu aku berpikir keren juga ya, kuliah di Jepang. Lalu kalau dilihat-lihat," Sehun mengarahkan tangannya menjepit kedua pipi Jongin, "wajah Jongin itu tidak seperti orang Korea pada umumnya."

"Intinya Sehun sebenarnya memang lebih dulu suka padaku." Jongin membalas saat sudah menyingkirkan tangan Sehun dari wajahnya dan menggenggamnya.

"Katakan apapun asal kau bisa tidur tenang nanti malam." Sehun mendengus sebal.

"Kalau Jongin bagaimana waktu dulu menyatakan cinta pada Sehun sehingga sekarang kalian menjadi sepasang kekasih?" Chanyeol melerai mereka dengan pertanyaan yang belum sempat terjawab.

"Aku teruskan dulu cerita Sehun. Jadi setelah berkenalan itu aku dan Sehun bertemu lagi di pesta tahun baru temanku dan temannya Baekhyun, Suho." Jongin memulai, "Dari situ banyak yang bilang padaku kalau Sehun itu terkenal sekali disini, di Korea maksudnya. Lalu Suho bilang, pokoknya kau harus kenal Sehun, karena Sehun itu orangnya lucu." Jongin terlihat berpikir, "Dari situ aku mulai berpikir untuk mendekati Sehun."

"Nah kan, Jongin duluan yang suka padaku." Sehun memotong lagi.

"Jadi aku mendekati Sehun di pesta tahun baru itu." Jongin melanjutkan seolah tidak mendengar perkataan Sehun tadi. "Setelah mengobrol ternyata benar kata Suho, Sehun itu lucu orangnya." Lalu Jongin merangkul Sehun mendekat padanya, lagi-lagi kita bisa melihat Chanyeol menggigit lengan bajunya melihat kedekatan mereka yang menggemaskan, "Tapi dua hari setelah itu aku harus balik lagi ke Jepang karena mulai masuk kuliah lagi."

"Aku teruskan ya," Sehun memotong, "Karena Jongin di Jepang, paling komunikasi hanya lewat video call, itu pun jarang sekali. Sering kali Jongin sudah pulang kuliah, aku masih ada photo shoot, kalau aku senggang, Jongin sedang ada jam kuliah. Jadi menemukan waktu untuk bisa video call itu susah sekali, sudah begitu Jongin tipe orang yang malas mengetik chat panjang-panjang. Bayangkan saja aku pernah chat Jongin menanyakan keadaannya dan menceritakan hariku lalu Jongin hanya menjawab, ya hariku juga menyenangkan." Jongin dan Chanyeol tertawa mendengarnya, "Sekarang aku tanya Chan, kalau Baekhyun hanya menjawab begitu kau akan percaya tidak kalau harinya menyenangkan?"

Chanyeol menghentikan tawanya, "Kau tahu Baekhyun itu kalau sudah mengetik chat pasti panjang sekali kan?"

"Tapi aku memang sibuk sekali kalau sudah disana, kadang-kadang tidak membawa ponsel pun tidak terasa." Jongin membela diri.

"Nah itu juga kebiasaan buruk Jongin, dia tidak merasa ponsel ketinggalan itu masalah." Sehun mengeluh. "Aku teruskan menjawab pertanyaannya. Jadi Jongin tidak pernah secara official memintaku jadi kekasihnya. Semua berjalan begitu saja, waktu itu Jongin pernah tahu aku jalan dengan salah satu temannya Baekhyun juga, lalu Jongin bilang kalau kau masih mau jalan bebas begitu dengan lelaki lain lebih baik kita sudahi saja hubungan ini. Waktu itu aku bingung, karena aku memang dekat dengan Jongin tapi tidak merasa kalau kami itu sepasang kekasih. Jadi aku bertanya pada Jongin, kau tipe kekasih yang posesif ya? Lalu Jongin menjawab, aku mengerti kalau kau memang terkenal tapi aku tidak suka berbagi punyaku, terserah kalau kau menyebutnya posesif. Entah kenapa saat itu aku merasa perkataan Jongin itu manis sekali jadi yah sampai sekarang kita begini saja."

Chanyeol menghadap kamera dan berkata, "Buat kalian yang berharap akan mendapat cerita romantis, sayang sekali itu tidak terjadi."

"Untuk ukuran Jongin begitu sudah romantis." Teriak Baekhyun.

"Iya benar," Sehun membenarkan. "Begitu saja sudah sangat romantis makanya aku mau jadi kekasihnya."

"Tidak begitu." Jongin membela diri, "Waktu itu aku pernah membelikanmu bunga dan cokelat Oh Sehun, aku pernah menyuapimu, aku pernah memboncengmu keliling Jeju." Sehun tertawa mendengarnya.

"Nah itu, Jongin memang romantis." Sehun masih saja tertawa. Pertama, dia merasa Jongin sangat lucu karena tidak terima dibilang tidak romantis, kedua dia tertawa karena Jongin menggelitikinya di pinggang.

"Oh Sehun." Baekhyun memanggil Sehun agar berhenti tertawa dan melanjutkan shooting mereka.

Chanyeol mengerti sekali kalau Baekhyun sudah sebal, selama ini saja baru terjawab satu pertanyaan, "Baiklah, pertanyaan kedua." Chanyeol kembali melihat ke ponselnya. "Hal apa yang buat Sehun oppa menyukai Jongin oppa dan hal apa yang buat Jongin oppa menyukai Sehun oppa?" Chanyeol melihat ke arah keduanya, "Siapa duluan yang menjawab?"

Lagi-lagi Sehun dan Jongin saling melihat satu sama lain, "Aku menyukai Sehun karena dia walaupun dari luar kelihatannya tidak peduli, tapi di dalamnya dia sangat peduli." Jongin tidak melepaskan matanya dari Sehun ketika berkata begitu, lalu dia menghadap kamera, "Aku tadinya bukan orang yang keberatan memperlihatkan kemesraan kami di depan orang lain, karena memang aku orang yang spontan, kadang kalau Sehun sangat menggemaskan aku bisa menciumnya saat itu juga tanpa peduli siapa yang melihat. Tapi setelah itu pasti Sehun akan marah padaku. Menurutnya setiap perlakuan kami bisa ditiru oleh banyak orang, tidak apa kalau mungkin mereka sudah cukup umur, tapi kalau yang meniru anak kecil kan tidak baik." Jongin mendengar Sehun mendengus, "Kalau aku, merasa sudah sangat membatasi kemesraan kami di depan umum tapi ternyata masih banyak yang menganggap kami mengumbar terlalu banyak kemesraan, itu kadang sangat dipikirkan oleh Sehun, padahal lebih banyak yang setuju dibanding yang tidak setuju. Sifat Sehun yang peduli pada hal-hal seperti itu melengkapi sifatku yang memang tidak memusingkan hal-hal seperti itu."

"Kau berlebihan." Sehun berkata.

"Kalau Sehun, apa yang sangat kau sukai dari Jongin?" Chanyeol mencegah Sehun dan Jongin yang sepertinya akan lupa kalau ada kamera yang merekam mereka.

"Banyak." Jawab Sehun, "Jongin itu pintar, dia baik, aku merasa kalau dekat dengan Jongin semua masalah jadi ada solusinya."

"Kau berbicara seolah Jongin itu pegadaian." Chanyeol berusaha melawak. Tapi Sehun dan Jongin hanya diam, "Tidak lucu ya?" Chanyeol kembali melihat ke ponselnya, "Pertanyaan ketiga. Apa yang kalian lakukan kalau pasangan kalian sedang marah?"

"Aku akan memeluk Sehun kalau dia marah lalu meminta maaf." Jawab Jongin cepat.

Lalu Sehun menjawab, "Waktu itu Jongin pernah marah padaku, saat dia sedang di Jepang dan aku disini. Dia tidak mengangkat telponku sama sekali selama dua hari penuh, hari pertama aku berpikir mungkin Jongin lupa bawa ponsel lagi, tapi ketika sampai hari kedua dia tidak membalas chat dan tidak menelponku balik, aku mulai panik. Masalahnya aku tidak tahu aku salah apa."

Chanyeol tertawa mendengarnya karena ekspresi Sehun sangat lucu ketika mengatakan dia tidak tahu salah apa, "Lalu akhirnya bagaimana?"

"Akhirnya malam di hari kedua itu dia mengangkat telponku, langsung saja aku minta maaf."

"Kalau minta maaf begitu ada tidak kata-kata pamungkas yang kalau kau mengatakan itu pasti Jongin akan memaafkanmu?" Chanyeol bertanya.

"Ada!" Jawab Sehun antusias, "Biasanya aku akan berkata, maaf ya Jongin, aku pasti sangat menyebalkan tadi. Lalu Jongin akan bilang, aku maafkan, tapi kedepannya jangan diulangi lagi ya. Lalu dia akan memelukku dan kami berbaikan." Jongin mengangguk setuju.

"Ini ada pertanyaan yang berhubungan dengan peluk-memeluk," Chanyeol menyambung kan topik dari omongan Sehun, "Aku sering memperhatikan kalau kalian itu sering sekali berpelukan apa itu salah satu rahasia kalian tetap langgeng walaupun menjalani hubungan jarak jauh? Karena ada penelitian yang mengatakan kalau berpelukan itu bisa membuat hubungan langgeng."

"Benarkah? Coba ku cek dulu." Sehun mengeluarkan ponselnya dan mencari penelitian tentang pelukan, "Waah benar, katanya berpelukan bisa menghilangkan stress, memperpanjang umur dan mengeluarkan hormon yang membuat kita bahagia."

"Tapi kami tidak tahu awalnya kalau ternyata pelukan itu mempunyai manfaat seperti itu. Seperti yang ku bilang tadi, aku itu orangnya spontan jadi karena Sehun melarangku menciumnya aku jadi memeluknya. Mungkin karena itu orang lain sering melihat kami berpelukan." Jongin menjelaskan.

"Kau sering gemas pada Sehun ya Jongin?" Chanyeol bertanya.

"Siapa yang tidak kalau kau punya kekasih seperti Sehun kan?" Jongin terlihat bangga.

"Jongin itu suka tiba-tiba memujiku, misalnya aku sudah rapih mau berangkat entah kemana dan Jongin menjemputku, dia akan berkata sambil menjepit pipiku dengan kedua tangannya seperti ini," Lalu Sehun mempraktikannya pada Jongin, "lalu berkata, you're so beautiful my princess." Sehun menirukan suara Jongin, lalu melepaskan tangannya dari wajah Jongin dan meneruskan ceritanya, "But he's ruin my makeup by doing that."

"Kalau ada orang lain yang melihatmu sebegitu cantiknya lalu berusaha merebutmu kan aku yang repot." Jongin melakukan pembelaan.

"Itu juga," Sehun seperti teringat sesuatu, "kalau Jongin sedang di Jepang lalu kami berdua melakukan video call, misalnya aku video call dengan Jongin setelah aku pulang dari suatu acara dan belum sempat membersihkan diri, jadi benar-benar masih dengan full make up, biasanya Jongin akan berkata tadi bertemu siapa saja memangnya sampai harus berdandan segitu cantiknya? Dia menyebalkan sekali kalau sudah begitu."

"Walaupun itu untuk photo shoot?" Chanyeol bertanya.

"Iya, walaupun dia tahu aku habis photo shoot." Sehun menjawab sebal.

"Aku merasa dandananmu suka berlebihan saja cantiknya Oh Sehun." Jongin tidak mau disalahkan sepenuhnya.

"Kalau kita masuk ke pertanyaan terakhir bagaimana?" Chanyeol melanjutkan. Karena Jongin dan Sehun hanya mengangguk, Chanyeol melanjutkan, "Bisakah kalian membagi tips agar pasangan yang melakukan hubungan jarak jauh seperti kalian bisa langgeng dan tetap mesra seperti kalian? Dimulai dari Jongin boleh."

"Komunikasi. Kadang aku suka menyesal marah pada Sehun karena mendengar kabar dari orang lain, padahal setelah dijelaskan Sehun ternyata memang tidak terjadi apa-apa." Jongin berkata.

"Quality time. Jadi saat memang bisa bertemu itu harus dimanfaatkan dengan baik. Walaupun pasti waktunya tidak akan 100% hanya berdua tapi kalau kita bisa memanfaatkannya dengan baik kurasa itu bisa membuat hubungan kita tetap langgeng walaupun dipisahkan oleh jarak."

"Satu lagi," Kata Jongin, "jadilah diri sendiri. Saat kalian bisa menjadi diri kalian sendiri di depan pasangan kalian, berarti tidak ada kebohongan, berbohong kecil saja tidak, apa lagi berbohong yang besar. Jadi walaupun jauh kita tidak perlu khawatir pasangan kita berselingkuh."

"Walaupun kau suka cemburu." Chanyeol menambahkan, "Nah sekian video QnA ini." Chanyeol meneruskan padahal Jongin sudah ingin protes. "Kalau kalian merasa masih ada pertanyaan yang belum terjawab tolong tinggalkan komentar kalian di kolom comment siapa tahu nanti Sehun akan mempertimbangkan untuk melakukan QnA yang kedua. Jangan lupa juga tonton videoku bermain games bersama Sehun dan Jongin di channel youtubeku. See you guys."

"Cut!" Baekhyun berkata.

"Terima kasih sudah mau berkolaborasi denganku." Chanyeol berdiri dan membungkukan badannya sedikit pada Sehun dan Jongin. Jongin dengan cepat berdiri dan juga melakukan hal yang sama.

"Kami juga berterima kasih karena kau sudah mau bekerja sama dengan kami." Jongin berkata.

"Aku yang dari dulu ingin bekerja sama dengan Sehun. Ngomong-ngomong kalian mau langsung pulang atau bagaimana?" Tanya Chanyeol. "Sebenarnya aku ingin mengundang kalian makan malam di cafeku kalau kalian tidak keberatan."

"Aku dan Jongin sudah ada rencana untuk malam ini. Karena kebetulan besok Jongin akan kembali ke Jepang jadi kami ingin menghabiskan waktu berdua saja." Sehun menjawab cepat.

"Baiklah kalau begitu. Sekali lagi terima kasih." Chanyeol berkata dan beranjak menjauh dari mereka berdua untuk menghampiri Baekhyun.

"Bagaimana?" Tanya Jongin.

"Tidak buruk." Sehun berkata, "Hampir semua sesuai dengan latihan yang kita lakukan." Jongin mengangguk setuju. "Ayo pulang. Kita harus menyusun strategi selama kau di Jepang." Sehun mendekat pada Jongin dan Jongin dengan senang hati memeluk Sehun keluar dari tempat shooting mereka tadi. Tidak merasa perlu berpamitan dengan Baekhyun karena sepertinya dia sedang sibuk dengan Chanyeol.


Sehun mengarahkan kamera padanya dan Jongin yang sedang berjalan bersisian sambil berpegangan tangan, dia mengambil video mereka yang sedang berjalan lalu mengeditnya dengan tulisan, LDR lagi dan ditambahkan gif orang yang menangis.

"Nah kau hanya bisa mengantarku sampai sini." Jongin menghentikan langkah mereka.

"Tidak bisa lebih jauh lagi?" Sehun bertanya sebal.

Jongin tertawa melihat muka Sehun yang sebal, "Aku pergi ya. Kau baik-baik disini."

"Kau tahu aku pasti akan baik-baik saja disini, kau yang seharusnya baik-baik disana. Kau berada di negara orang." Sehun membalikkan kata-kata Jongin.

Lagi-lagi Jongin tertawa karena perkataan Sehun, "Baiklah aku akan baik-baik saja di negara orang." Terdengar panggilan untuk penumpang pesawat yang akan dinaikki Jongin karena memang lima menit lagi pesawat akan segera berangkat, "Aku benar-benar harus pergi princess, jaga dirimu baik-baik ya." Lalu Jongin mengecup bibir Sehun cepat, "Aku pergi ya." Jongin dengan cepat berbalik dan menghilang di balik keramaian.

Sementara Sehun mematung di tempatnya. Memang hanya sebentar. Tapi tetap saja Jongin menciumnya kan?

Sehun dengan perlahan berjalan kembali ke mobilnya. Masih memikirkan ciuman yang diberikan Jongin tadi, lalu teringat sesuatu, Jongin menciumnya off camera. Sehun yang panik pun langsung menelepon Baekhyun.


Look into my eyes and tell me
So that I'm the only one that can hear it
Say that you love only me
Say that I'm the only one
So that you won't falter anymore
So that no one can take you away
So that no one will be able to touch you
I will protect you from beside you