Chapter 7

"kakak… aku nggak suka sama mereka." Rengek Kyuubi saat mereka berdua ada di kamar mandi, Naruto sedang menggosok punggung adik tercintanya ini.

"hm? Memangnya kenapa dengan mereka? Kan mereka baik."

"tapi aku nggak suka. Ada yang nggak beres dengan tingkah mereka, terutama si Uchiha itu." Lanjut Kyuubi, ia mempoutkan pipinya.

"jadi? Kamu mau pindah asrama, begitu?" tanya Naruto, mencubit pipi adiknya dengan gemas.

"aww… maunya sih gitu kak." Jawab Kyuubi, mengusap kedua pipinya. Meski Naruto mencubit kedua pipinya, dan terasa sedikit sakit, tapi dia tak pernah protes, karena Naruto yang melakukannya.

"ta-"

"iya. Aku tau kita nggak bisa pindah seenaknya sendiri. Aku kan cuman mengutarakan pendapatku saja kakak." Potong Kyuubi, sebelum Naruto memberitahukan alasannya. Yah pindah asrama memang nggak semudah pengucapannya. Memang benar kalau ada gedung dan kamar asrama yang masih kosong, tapi untuk pindah juga membutuhkan proses. Apalagi mereka berdua hanyalah murid beasiswa., jadi nggak bisa seenaknya protes kan?

"cobalah beradaptasi dengan sekitarmu. Jangan jadi cowok yang lemah Kyuu." Nasehat Naruto hanya di tanggapai dengan anggukan kepala oleh Kyuubi, dia nggak mau mendepat kakaknya ini.

"ya sudah, sana kamu bilas. Aku juga mau mandi." Perintah Naruto yang sudah selesai menyabuni tubuh Kyuubi, hingga tertutup busa seluruhnya, kecuali wajah tentu saja.

"kakak nggak mau kusabuni?" tawar Kyuubi yang udah siap dengan botol sabun dan penggosok tubuh di kedua tangannya.

"memangnya kamu tahan lama-lama di kamar mandi, huh? Kaupikir kakak nggak tau apa? Kamu ini kan nggak bisa lama-lama di air. Nanti kambuh lagi loh." Kata Naruto, membuat senyum di wajah Kyuubi lenyap, berganti wajah cemberut yang manis. Yah tubuh Kyuubi memang nggak sekuat tubuh Naruto, dia mudah sakit kalau terlalu lama berada di dalam air.

"dasar kakak menyebalkan! Huh!" meskipun selalu menggerutu, tapi tetap saja Kyuubi menuruti perintah Naruto. Dia segera membilas tubuhnya dan keluar menuju ke ruang ganti. Meninggalkan Naruto sendirian di kamar mandi.

"anak itu, selalu saja memaksakan diri." Gumam Naruto, dengan senyum dewasa yang mengembang di wajahnya yang manis.

Greek…

Pintu kamar mandi terbuka, membuat Naruto mengernyitkan dahi dan menoleh ke belakang, meskipun hal itu sama sekali nggak membantu karena uap air dan juga tirai yang tertutup.

"ada apa lagi Kyuu? Cepat ganti baju sana." Kata Naruto, mengira kalau orang yang masuk tadi adalah sang adik, Kyuubi.

"hm? Kupikir kamu bersama adikmu menuju ke ruang ganti." Suara ini, bukanlah suara Kyuubi, suaranya lebih berat dari milik Kyuubi dan terdengar lebih dewasa. Naruto kenal suara ini.

"Uchiha Sasuke?"

"hn." Dan Sasuke membuka tirai yang menghalangi pandangan matanya, melihat tubuh Naruto yang penuh dengan busa. Membuatnya mengutuk busa busa sabun yang menutup tubuh Naruto.

"mau mandi juga ya, sebentar ya, aku udah selesai kok." Naruto langsung menggosok kulit kepalanya dengan pelan dan lembut, nggak mau kalau sampai rambutnya rontok ataupun melukai kulit kepalanya.

"santai aja." Sasuke duduk di samping Naruto, mulai menyiramkan air ke seluruh tubuhnya. Kalau boleh jujur, ini adalah pertama kaliannya dia mandi dengan cara seperti ini. Biasanya dia mandi di dalam bathtub yang berisi air sabun tanpa perlu repot repot menyiram tubuhnya.

"kamu nggak mandi bersama kembaranmu?" tanya Naruto membuka percakapan.

"dia udah selesai mandi, sekarang lagi di ruang ganti." Jawab Sasuke tanpa menoleh kearah Naruto.

"hm? Di ruang ganti ya… akh… gawat." Pekik Naruto kencang, membuat Sasuke langsung menoleh kearah Naruto dengan tatapan heran. Tentu saja heran karena sekarang Naruto buru buru menuju ke tempat shower, saking terburu-burunya, dia sampai terpleset air sabun yang menggenang.

"gyaa…!"

Bruuuk!

"loh? Nggak sakit?"

"berat, dobe…" lirih Sasuke, yang ternyata tertindih tubuh Naruto, mereka saling berhadapan, dengan Naruto yang ada di atas tubuhnya. Tadi sewaktu melihat Naruto terpleset, dengan reflek Sasuke segera menarik tangan Naruto dan mereka akhirnya jatuh bersama ke dalam bathtub besar yang cukup dangkal.

"aaaa…. Maaf! Maafkan aku Sasuke!" serunya, Naruto segera berdiri dan duduk di dasar tube, menundukkan kepalanya.

"hn. Makanya hati-hati. Kenapa pula kau buru-buru."

"ehmm.. itu, begini… anoo.."

"ngomong yang jelas dobe." Sergah Sasuke kesal.

"maaf, sebenarnya tadi Kyuu bilang, kalau dia nggak begitu suka dengan kalian, terkhusus kau dan kakakmu itu. Dan… Kyuu selalu cari masalah dengan orang yang nggak dia sukai. Makanya aku harus segera kesana."

"tenang saja, aniki nggak akan kalah dengan rubah itu."

"um.. a-apa?! Siapa yang kau panggil rubah, teme?!" kesal Naruto, bagaimanapun Kyuubi itu adalah adik satu-satunya dan yang paling ia sayangi.

"eh, maksudku, Kyuu." Ralat Sasuke dengan segera dan nada gugup, dia nggak mau kalau mendapat kesan jelek di mata Naruto, dasar Uchiha, maunya perfectionis mulu.

"sudahlah, lupakan." Naruto segera beranjak, tapi tangannya di tarik Sasuke.

"apa lagi?"

"tunggu aku." Akhirnya itulah kalimat yang keluar dari mulut Sasuke, yah dia bingung juga mau ngomong apa setelah menahan Naruto pergi. Naruto mengangguk dan berdiri membelakangi Sasuke. Hal itu membuat Sasuke bisa memandangi tubuh polos Naruto tanpa perlu mendapat tatapan risih Naruto.

'cantiknya…' batin Sasuke, sinting. Mendengar suara air yang meluap, tanda bahwa Sasuke beranjank dari bathtub, Naruto segera berjalan dan mengambil kimono mandi yang tadi dibawanya, dan segera memakainya, begitu juga Sasuke. Lalu mereka berdua bersama-sama menuju ke ruang ganti.

Diruang ganti.

Saat Naruto menggeser pintu ruangan tersebut, hampir saja kepala pirangnya terkena lemparan botol lotion. Kalau aja Naruto tak memiliki reflek yang bagus, sudah dipastikan kalau botol yang isinya masih penuh itu mendarat di dahinya.

"keriput sialan! Keluar kau!?" teriak Kyuubi, dia tampak murka sekali. Sebenarnya apa yang terjadi? Mari kita lihat beberapa saat yang lalu.

-flashback-

Kyuubi memasuki ruang ganti, dia berniat menunggu kakak tercintanya di ruangan tersebut, tentu saja dengan handuk yang masih melilit di pinggangnya. Dia duduk bersila di lantai sambil memaikan rubik bercorak yang dihadiahkan oleh Naruto, saat ulang tahunnya beberapa waktu lalu.

Greek…

Pintu ruang gantipun terbuka, Kyuubi yang awalnya mengira bahwa itu adalah Naruto, segera berdiri dan berlari kearah pintu. Maksud hati mau mengejutkan sang kakak dan memeluknya, tapi ternyata kami-sama tak merestui niat Kyuubi tersebut, jadi dia tersandung kakinya sendiri dan jatuh, tepat di pelukkan seseorang yang tadi membuka pintu itu.

"gyaaa…!" teriak Kyuubi, orang yang masuk baru saja, yang ternyata adalah Itachi, secara reflek menagkap tubuh Kyuubi. Ah rejeki nomplok deh buat si Uchiha sulung ini. Di tambah lagi, handuk yang melilit di pinggang Kyuubi kini melayang di depannya.

"lho?"

"aduh.. hey! Kau bukan Naru-nii! Lepaskan aku dasar keriput!" sentak Kyuubi, karena hal pertama yang dia lihat adalah ciri khas yang dimiliki Itachi, tentu saja Kyuubi langsung mengenali siapa sosok di depannya ini.

"lain kali hati-hati dong." Nasihat Itachi, dia melepaskan dekapannya, dan membantu Kyuubi berdiri tegak, baru beberapa detik, wajah Itachi langsung merah merona. Karena dia tak sengaja melihat bagian bawah Kyuubi yang sama sekali tak tertutupi sehelai benangpun.

"apa?! Dasar keriput mesum. Kau kesini pasti mau ngintip kan?!" tanya Kyuubi, nyalak masih nggak sadar dengan kondisi tubuh bagian bawahnya.

"a..anoo.. Kyuu… handukmu…" kata Itachi, tergagap. Bagaimana nggak? Didepanmu berdiri orang yang kau taksir, dengan kondisi telanjang bulat pula. Tanpa terasa ada darah yang mengalir dari hidung Itachi. Ia mimisan!

"ihh… keriput mesum! Kau mimisan tuh! Lagian ada apa dengan han…" Kyuubi melihat ke bagian bawahnya, seketika itu wajahnya langsung merah merona karena malu.

"-duku…" lanjutnya, lalu tanpa aba-aba, Kyuubi segera melepari Itachi dengan semua barang yang terjangkau oleh tangannya.

"keriput sialan! Keluar kau!?"

-end of flashback-

Dan begitulah kejadian yang terjadi sebelum Naruto dan Sasuke tiba di ruang ganti ini.

"Kyuubi. Stop amukanmu itu." Titah Naruto, dia segera mengambil handuk dan menutupi bagian bawah tubuh sang adik.

" Naru-nii… huweee…" rengek Kyuubi. Walah walah… kemana amukannya tadi? Kok sekarang dia malah merengek dan memeluk Naruto gitu. Dasar bocah labil!

"sudah-sudah, jangan menangis lagi.." Naruto menepuk-nepuk punggung adiknya, lalu menuntun adiknya itu menuju ke kamar sang adik. Meninggalkan chiha bersaudara diruang ganti.

end!

hahahahah...

nggak kok, becanda. bukan ending, tp discontinued aja... hehe

jujur kuu nggak ada ide ama feel buat lanjut ni cerita, kuu juga males...

padahal menurut kuu ini cerita cukup gokil kalo mau dilanjut. saa minna, pilih mana discontinued atau hiatus?

review? nggak?