IF IT'S WRONG
Tittle: If it's Wrong
Cast: Baekhyun (girl)
Kris
Hyukjae (girl)
Sungmin (5yo)
Chanyeol
Luhan (girl)
and other.
Chapter: 7/?
Disclaimer: Cerita ini asli punyaku!
Warn: CRACK PAIR, CERITA ANEH, GENDERSWITCH, ooc
.
.
.
"Jangan bicara sembarangan Byun Baekhyun?" Ucap Kris, tak sadar telah membentak Baekhyun.
Baekhyun tersentak, dia tak menyangka kalimat yang dia ucapkan dengan asal akan membuat Kris membentaknya seperti ini. Tangannya berhenti mengaduk soup-nya.
"Ya, kau benar. Aku memang Byun Baekhyun." Ucap Baekhyun pelan, lebih seperti berucap pada dirinya sendiri, menyadarkan dirinya bahwa dia memang Byun Baekhyun.
Kris terdiam, tak mengerti ucapan Baekhyun.
"Aku tadi hanya bercanda, ya bercanda." Lanjutnya lagi.
Baekhyun kembali melanjutkan kegiatan memasaknya –mengaduk soup– tapi kata-kata Kris terus terngiang di kepalanya. Kyungsoo dan Kris yang sudah menjadi sepasang kekasih. Kris yang memanggilnya BYUN BAEKHYUN.
Kris dan Baekhyun terlalu sibuk dengan pikirannya masing-masing. Baekhyun tak sadar bahwa air matanya telah jatuh, dia juga tak sadar telah mengaduk soup-nya dengan gerakan cepat hingga soup panas itu terciprat mengenai tangannya. Baekhyun terpekik, soup yang mengenai tangannya lumayan banyak.
Suara pekikan Baekhyun mengagetkan Kris, ia lalu berbalik menatap Baekhyun. Baekhyun sudah terduduk di lantai memegangi tangannya, Kris bisa melihat tangan Baekhyun memerah. Dia segera berlari ke arah Baekhyun.
"Apa yang kau lakukan Baekhyun, kenapa kau sangat ceroboh hah?" Omel Kris.
Baekhyun mendongak dengan wajah yang telah dibanjiri air mata, menatap Kris yang sudah meniup-niup tangannya yang terkena soup panas. Baekhyun langsung menangis sejadi-jadinya.
"Patah hati ditambah kecipratan soup panas. Apa yang lebih menyedihkan dari pada ini." Batin Baekhyun merana.
"Kenapa kau menangis, apa ini sangat sakit?"
"Sakit sekali, Kris" Jawabnya sambik terisak. "Hatiku" Lanjutnya dalam hati.
"Kalau begitu kita harus segera mengobatinya." Kris gelagapan melihat Baekhyun yang tiba-tiba menangis seperti anak kecil.
Kris langsung mematikan kompor yang masih menyala lalu menarik Baekhyun untuk duduk di kursi, sedangkan dia mengambil salep untuk Baekhyun.
Saat Kris kembali, Baekhyun masih saja menangis. Kris mendudukkan dirinya disamping Baekhyun, mengambil(?) tangan Baekhyun yang terluka untuk dia oleskan salep.
"Kenapa kau bisa seceroboh itu, Baekkie?" Tanya Kris lembut sambil terus mengobati luka Baekhyun.
"Maaf~ hiks." Ucap Baekhyun mendukkan kepalanya.
"Sudahlah. Kau istirahat saja, biar aku membereskan ini. Aku akan memanggilmu setelah ini selesai." Sahut Kris setelah selesai mengobati luka Baekhyun.
Kris mengambil alih soup yang dibuat Baekhyun. Tak sulit, karena hanya tinggal menunggu sampai soup itu mendidih, lalu di hidangkan di meja.
•••
Kris dan Baekhyun kini duduk santai di depan televisi –setelah menyantap sarapan mereka dalam diam–.
"Jadi kau dan Kyungsoo sekarang err ah emm pacaran?" Sahut Baekhyun, sedikit sulit menyebut kata pacaran.
"Ya, begitulah. Kau tau orangnya?"
"Aku pernah melihatnya. Kyungsoo yang berambut sebahu bermata bulat itu kah?"
"Iya. Dia yeoja yang manis, lucu dan baik. Aku juga suka kepribadiannya dia–..."
Baekhyun tak lagi menyimak ucapan Kris yang sedang memuji Kyungsoo, dia pikir dia tak kalah dari Kyungsoo, dia juga manis, lucu, baik, cantik, ah kecuali mata. Mata Baekhyun tak bulat, sedangkan Kyungsoo punya mata bulat yang lucu. Mungkin itu yang membuat Kris menyukai Kyungsoo, pikirnya. Dia langsung merutuki matanya yang segaris itu.
"Kau tau, dia me..."
"Aku mau ke tempat Luhan, aku bawa mobil sendiri dan aku mungkin akan menginap disana jadi tak usah menghubungiku." Ucap Baekhyun cepat –sangat cepat– memotong perkataan Kris. Baekhyun langsung beranjak tak menghiraukan Kris yang kini melongo menatap kepergiannya.
"Apa ini hanya perasaanku saja, ataukah memang hari ini Baekhyun sangat aneh." Kris Berucap entah pada siapa.
'Baekhyun pergi. Ah, aku bisa mengajak Kyungsoo berkunjung kesini. Okay, ide yang bagus Kris.'
Kris langsung mengambil Handphone-nya di meja dan segera menghubungi kekasihnya, Kyungsoo.
"Halo, Kris." Sapa Kyungsoo
"Halo, Kyung. Kau dimana? Apa kau sibuk sekarang?"
"Aku di rumah. Kenapa?"
"Bagaimana kalau kau berkunjung ke rumahku? Kau tak pernah ke rumahku kan?"
"Iya, tapi ah bagaimana jika kau saja yang kerumaku? Aku menunggumu, Okay."
"Mmm ya, baiklah. Tunggu aku, Chagi."
"Okay, Kris" Balas Kyungsoo.
Sambungan tertutup. Kyungsoo yang menutupnya. Kris melongo, heran melihat reaksi Kyungsoo yang biasa-biasa saja saat dia memanggilnya 'chagi'. Kris mengira Kyungsoo akan malu-malu dan salah tingkah. Aah dia lupa, Kyungsoo bukan type perempuan centil seperti itu. Dia hanya tak mampu melihat wajah bersemu Kyungsoo sekarang.
Kris tersadar dari acara melongonya, dia berjalan ke kamar hendak melihat Baekhyun yang sekarang mungkin sedang bersiap-siap untuk pergi.
Dia mengintip lewat celah pintu, Baekhyun sedang memilih baju dan hanya mengenakan bra hitamnya. Sesaat dia menikmati pemandangan indah di depannya, tapi sedetik kemudian dia tersadar, lalu berjalan dengan cepat ke depan.
"Baekkie, aku juga akan keluar. Kunci pintu jika kau sudah pergi. Bye." Teriaknya sebelum melangkahkan kakinya keluar.
•••
Ting Tong Tong Tong
Pintu lalu terbuka dan menampilkan sosok mungil Kyungsoo.
"Masuklah, Kris." Sambut Kyungsoo.
Kris tersenyum dan melangkah masuk, mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu sedangkan Kyungsoo berlalu ke dapur untuk mengambil minuman dan camilan.
"Kau sendiri Kyungsoo? Kemana orang tuamu?" Tanya Kris pada Kyungsoo yang telah duduk di sampingnya setelah meletekkan minuman dan camilan di meja.
"Orang tuaku sedang ke luar kota beberapa hari." Jawabnya.
"Kau tak takut? Tak mau kutemani?" Tawar Kris.
Kyungsoo tersenyum manis. "Tak perlu, Kris."
Kris tak menjawab lagi. Suasananya hening untuk beberapa saat sebelum Kyungsoo memecah keheningan.
"Kris, kita sudah jadi sepasang kekasih kan?" Tanya Kyungsoo.
"Iya, kenapa kau bertanya begitu?"
"Hmm yah, kenapa kita tak mencoba untuk melakukan kencan dan sejenisnya seperti yang pasangan lain lakukan?" Tanya Kyungsoo lagi dengan sedikit kikuk.
"Ide yang bagus, kalau begitu bersiap-siaplah chagi. Kita akan pergi sekarang." Jawab Kris ceria.
Mata Kyungsoo langsung berbinar ceria, bibirnya menyunggingkan senyum manisnya dan menatap Kris yang juga sedang menatapnya.
"Baiklah, aku segera kembali." Gumamnya dan segera beranjak ke kamarnya.
Kris menatap Kyungsoo yang berjalan dengan tenang. Kyungsoo sangat berbeda dengan Baekhyun, Kyungsoo sangat tenang sedangkan Baekhyun tak bisa tenang. Kyungsoo saat mendapatkan apa yang dia inginkan hanya menampilkan ekspresi wajahnya yang berbinar, sedangkan Baekhyun saat mendapat apa yang dia inginkan wajahnya juga akan berbinar senang tapi tubuhnya juga tak akan berhenti bergerak, dia akan melompat-lompat kecil bahkan berlari keliling ruangan jika dia merasa senang berlebihan. Kyungsoo sangat dewasa berbeda dengan Baekhyun yang menurutnya kekanak-kanakan.
"Kris?"
Panggilan Kyungsoo menyadarkan Kris dari acara membandingkan Kyungsoo dan Baekhyun.
"Sudah siap?"Tanya Kris.
Kyungsoo mengangguk. "Tapi habiskan minumanmu dulu Kris, aku sudah susah payah membuatkannya untukmu."
•
•
•
Baekhyun mengetuk pintu apartemt Luhan dengan beringas, dia telah menekan bell berkali-kali tapi pintu tetap tak terbuka jadi dia memilih mengetuk lebih tepatnya menggedor pintu itu. Padahal Baekhyun sebelumnya telah menghubungi Luhan.
Beberapa detik kemudian pintu terbuka dan Baekhyun langsung menerobos masuk.
"Kau kemana saja Lu?" Tanyanya setelah mendudukkan dirinya di sofa.
Luhan medekat ke arahnya, "Aku tak kemana-mana Baekkie. Oh iya, kenapa kau tiba-tiba ingin menginap di sini?"
Baekhyun menoleh, "Aku malas berada di rumah." Jawabnya dengan wajah masam.
"Rumah?"
"Rumahku dan Kris. Aku sedang tak ingin melihat wajahnya."
"Kau ada masalah dengannya? Masalah apa?"
"Lulu chagi, kau meninggalkanku." Ucap seseorang dengan suara menggelegar yang langsung memeluk pinggang Luhan dari samping.
Luhan bergerak risih, berusaha menjauhkan tubuh besar kekasihnya dari tubuhnya.
"Ada apa denganmu, hm?" Tanya kekasih Luhan, Chanyeol yang tampak belum menyadari keberadaan seseorang yang berada di samping kanan Luhan. Dia sedang asik memberikan kecupan kecil di leher Luhan.
Baekhyun memandangi mereka berdua aneh, mata sipitnya makin menyipit.
"Kalian?" Baekhyun membuka suara.
Kedua orang itu menoleh ke kanan, mata Chanyeol membulat sedangkan Luhan langsung medorong wajah Chanyeol menjauh.
Chanyeol tertawa hambar menatap Baekhyun yang juga sedang menatapnya.
"Kalian pacaran? sejak kapan?" Desis Baekhyun.
Luhan mengangguk kecil. "Kemarin." Gumamnya.
"HUAAAAAA KENAPA SEMUA HARUS BERBAHAGIA DIATAS PENDERITAANKUU." Teriak Baekhyun keras. Nafasnya terengah setelah berteriak.
Luhan dan Chanyeol hanya menatap Baekhyun bingung.
"Lu, aku ingin jalan-jalan sebentar. Aku akan kembali nanti malam. Ingat, aku akan menginap disini." Ucapnya kemudian berjalan keluar dengan kaki diseret.
"Ini semua gara-gara kau Chanyeollie bodoh." Luhan memukuli Chanyeol dengan ganas.
"Baekhyun sedang ada masalah kita seharusnya membantunya tapi kau malah membuatnya semakin lesu begitu." Lanjutnya, tangannya masih memukuli tubuh Chanyeol.
Chanyeol hanya bisa berteriak kesakitan.
"Sakit Lulu chagi~." Rintih Chanyeol.
Luhan tak bergeming, terus memukuli Chanyeol.
"Berhenti sayang, sakit." Rintihnya lagi, berharap Luhan menghentikan pukulannya tapi tak membuahkan hasil.
"Lulu, dadamu kelihatan." Ucapnya, dan berhasil. Luhan berhenti.
Chanyeol tersenyum senang, kembali merengkuh tubuh Luhan yang masih shock dengan tangan menyilang di dadanya. Sedetik kemudian dia tersadar, ia langsung memukul kepala Chanyeol keras.
•••
Baekhyun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang tak tau harus kemana, dia hanya berkeliling. Dia memang tak suka membawa mobil, tapi bukan berarti dia tidak bisa membawa mobil.
Dia merasa sangat kesepian, Kris berpacaran dengan Kyungsoo dan membuatnya err patah hati mungkin. Luhan dan Chanyeol yang juga telah resmi berpacaran juga membuatnya merasa makin kesepian.
Dia tak mau ke rumah Hyukjae, karena pasti eonninya itu dapat menebak bahwa dia sedang ada masalah dan dia tak mau membuatnya khawatir. Sedangkan eomma appanya sedang ke China bersama eomma dan appa Kris selama sekitar satu bulan. Dan dia bingung harus ke mana sekarang.
Matanya tak sengaja melihat sebuah Bar. Ah tempat yang tepat, menurutnya. Dia membanting stir, mengubah haluan menuju ke Bar tersebut. Memarkir mobilnya di parkiran yang sepi itu. Tentu saja, bar di siang hari tak akan terlalu ramai.
Baekhyun masuk kedalam ruangan tersebut. Memesan minuman yang dapat membuatnya melupakan kejadian tadi pagi.
Baekhyun terus menenggak minuman itu, hingga dia benar-benar mabuk.
"Tapi nona, anda sudah sangat mabuk." Ucap seorang pelayan saat Baekhyun memesan minuman lagi.
"Tapi aku mau itu. Kris Chanyeol dan Luhan tak peduli lagi padaku hiks." Ucap Baekhyun, yang ternyata sudah mulai menangis.
"Aku mau itu, berikan aku itu." Pinta Baekhyun pada pelayan tersebut dengan mata berkaca-kaca.
"Maaf nona. Saya tak bisa." Tolak pelayan itu lagi.
Bibir Baekhyun sudah melengkung kebawah, "Kenapa kau juga jahat padaku? Kris juga jahat padaku, kenapa kau juga ikut-ikutan jahat? hueee.." Tangis Baekhyun pecah. Dia menelungkupkan wajahnya di meja.
Pelayan itu panik, dan berusaha membujuk Baekhyun.
"Kau jahat seperti Kris. Pergi~" Usir Baekhyun sambil menangis.
"Kau apakan nona itu Sungjae?" Tanya seseorang yang muncul di belakang pelayan yang melayani Baekhyun tersebut–Sungjae.
"Aku tak melakukan apa-apa. Nona ini mabuk dan terus mengataiku jahat seperti Kris." Sangga Sungjae.
"Kris? Kris sahabat Baekhyun itu kah?" Ucap orang itu, dan mendekat untuk melihat nona mabuk tersebut.
"Astaga, Baekhyun kau kenapa?" Tanya orang itu pada Baekhyun.
"Kau mengenalnya, Kai?" Tanya Sungjae.
Kai berbalik menghadap Sungjae "Dia temanku, Sungjae."
"Baekkie, aku akan mengantarmu pulang." Ucapnya pada Baekhyun yang masih terisak.
Baekhyun mendongak menatap Kai. "Kai? Kai~ dia jahat seperti Kris cubit dia Kai, ayo cubit dia." Adu Baekhyun.
"Iya, Baekkie. Sekarang ayo kita pulang." Kai membantu Baekhyun menopang tubuhnya.
"Cubit dia dulu Kai~" Tolak Baekhyun, dia menunjuk Sungjae yang berdiri bodoh di belakangnya.
"Baiklah." Jawab Kai. Dia berbalik dan mencubit lengan Sungjae keras. Sungjae mengaduh sakit.
"Sudah kan? Sekarang kita pulang, okay." Bujuk Kai lagi.
"KAI SIALAN." Teriak Sungjae pada Kai yang sudah berada di luar.
"Aku tak mau pulang, Kai. Hiks Kris jahat padaku, Luhan jahat padaku, Chanyeol juga jahat padaku Hiks Hiks" Tolak Baekhyun.
•••
"Aku tak mau pulang, Kai. Kris jahat." Tolak Baekhyun mentah-mentah.
Mereka telah sampai di halaman rumah Kris dan Baekhyun, tapi Baekhyun tak mau beranjak dari dalam mobil Kai. Kai juga tak sampai hati memaksa Baekhyun terlalu keras. Apalagi melihat Baekhyun sepanjang jalan tadi terus menangis sambil berkata Kris jahat.
'Baekhyun dan Kris mungkin ada masalah. Kalau begini aku harus membawanya kemana? Setengah jam lagi aku ada kelas. Kutinggal di apartment-ku sebentar tak apa kan.' Pikir Kai.
Dia pun langsung melajukan mobilnya ke apartmentnya. Sesampainya di sana, Kai langsung menggendong tubuh Baekhyun yang kini tertidur.
Setelah menempuh perjalan dengan susah payah karena beban yang dibawanya, akhirnya mereka sampai di apartment Kai. Kai membaringkan tubuh Baekhyun di kasurnya, melepas sepatu Baekhyun.
Kai menuliskan pesan untuk Baekhyun di sebuah kertas yang di simpannya di meja dekat kasur dan segera berangkat ke kampusnya.
•••
Jam 8 malam. Kris dan Kyungsoo sedang dalam perjalanan pulang. Seharian mereka menghabiskan waktu berdua.
"Terima kasih, Kris." Gumam Kyungsoo.
Kris yang sedang menyetir melirik ke arah Kyungsoo yang sedang menatap lurus ke depan.
"Untuk?"
Kyungsoo menghela nafas pelan. "Karena telah berusaha menjadi kekasih yang baik."
Kyungsoo menoleh ke arah Kris dan tersenyum, tapi tak seceria biasanya.
"Aku memang kekasihmu kan? Kenapa kau berkata seperti itu, hm? Apa yang mengganggu pikiranmu?" Kris balas bertanya. Satu tangannya bergerak mengelus kepala Kyungsoo, yang satunya lagi masih sibuk menyetir.
"Kita hampir sampai, Kris."
Kris memarkir mobilnya di halaman rumah Kyungsoo, mengantar kekasihnya sampai di depan pintu.
"Terimakasih, Kris."
Kris menggenggam tangan Kyungsoo. "Kau sudah mengucapkannya saat di mobil, chagi. Dan lagi, kenapa kau berkata seperti itu tadi hm?" Tanya Kris sambil tersenyum Berusaha membuat Kyungsoo nyaman agar mau bercerita padanya.
"Tak apa Kris." Kyungsoo tersenyum. "Aku mencintaimu." Lanjutnya.
"Mungkin aku juga telah mencintaimu." Kris mencium punggung tangan Kyungsoo.
Kyungsoo tersenyum miris. "Kau tak yakin?" Gumam Kyungsoo pelan.
Kris tak bisa mendengar dengan jelas ucapan Kyungsoo. "Apa?" Tanyanya.
"Ah, tidak. Kau tak mau mampir?"
"Tak usah, tapi apa kau tak ingin ku temani? Apa tak apa kau tinggal sendiri?"
Kyungsoo senang, meski Kris belum ataukah tidak mencintainya tapi Kris mengkhawatirkannya.
"Aku tak apa, Kris. Pulanglah."
"Tapi..." Kris menggantung ucapannya. Sebelah tangannya menangkup pipi Kyungsoo, sedangkan yang lain menarik tubuh Kyungsoo mendekat ke arahnya.
Kris memisahkan jarak antara mereka, senyum tipis tersungging di bibirnya saat melihat mata bulat kekasihnya melebar dengan bias pink pada pipi gembilnya.
Kyungsoo merasakan bagaimana detakan jantungnya saat tiba-tiba Kris menarik tubuhnya hingga tak berjarak. Dia mencengram erat bagian depan kemeja Kris saat bibir Kris bersentuhan dengan bibirnya.
Bibir Kris terasa lembut dan basah. Dia melihat mata Kris terpejam saat mulai melumat pelan bibirnya. Matanya sendiri masih terbuka lebar, dia terdiam. Bibirnya telah dilumat dengan sangat lembut oleh Kris dan hal itu sungguh tak pernah ia duga sebelumnya.
Mata Kyungsoo masih saja membulat bahkan saat Kris telah melepas ciumannyam Wajah tersenyum Kris masih berada tepat di depan wajahnya. Kris membungkukkan badannya. Tentu saja karena dia sangat tinggi. Sedetik kemudian Kyungsoo tersadar, matanya kembali normal, ia menatap Kris yang kini sedang menatapnya juga.
"K-kau menciumku?"
Kris tersenyum, dan kembali mendekatkan bibirnya ke bibir Kyungsoo dan langsung melumatnya. Ia senang saat merasakan Kyungsoo membalas ciumannya.
Mereka terlarut dalam ciuman yang manis, hingga saat Kyungsoo melepaskan bibirnya dari bibir Kris secara sepihak.
"Aku menciummu, Chagi. Kau suka?" Kris menjawab pertanyaan Kyungsoo sebelumnya.
Kyungsoo mendongak, tapi tak menjawab pertanyaan Kris.
"Kenapa kau sangat lucu, Kyungsoo chagi?" Kris kembali menggoda yeoja yang ada di pelukannya itu.
Kyungsoo memerah. Merah yang benar-benar parah, dan itu terlihat jelas di mata Kris. Kyungsoo memerah seperti ini adalah hal langka, dan dia bangga pada dirinya sendiri.
Kyungsoo mencubit lengan Kris yang masih memeluk pinggangnya.
"Hentikan, Kris. Kau membuatku malu." Akunya.
Sungguh Kyungsoo benar-benar sangat lucu di mata Kris. Bahkan dengan polosnya dia mengakui bahwa dirinya sedang malu. Jika Baekhyun pasti dia akan marah-marah untuk menutupi rasa mal– Kris menggelengkan kepalanya. Dia kembali membandingkan Kyungsoo dan Baekhyun secara tidak sadar.
"Masuklah, jangan lupa kunci pintu dan hubungi aku jika terjadi sesuatu." Tutur Kris.
"Yes, sir. Tapi tanganmu masih menahanku." Ucap Kyungsoo kalem.
Kris mencium pipi Kyungsoo kilat, lalu melepas pelukannya.
"Masuklah, chagi."
Kyungsoo pun masuk dan kembali mengunci pintu. Tubuhnya bersandar pada pintu yang tertutup itu. Dia tersenyum dan menutup wajahnya dengan telapak tangan mengingat tindakan Kris padanya.
Tak lama senyum itu kembali hilang, digantikan dengan ekspresi yang entah bagiamana menjelaskannya.
Kyungsoo sadar Kris tak mencintainya. Kata suka yang kemarin Kris ucapkan itu memang benar-benar rasa suka, tapi dia tau bahwa rasa suka yang dirasakan Kris bukan rasa suka yang bisa berubah menjadi cinta. Dia sadar akan hal itu karena memang dia terlalu peka, tapi dia tetap ingin mencoba membuat Kris mencintainya. Mencoba menggapai sesuatu yang kau inginkan tak ada salahnya bukan? Dia sempat berpikir untuk menyerah sebelum dia menyatakan cinta pada Kris, tapi dia tak ingin menyerah sebelu menciba jadi dia menyatakan perasaannya pada Kris dan tak diduga Kris menerimanya. Jadi bisa dibilang dia memasuki tahap baru dalam perjuangan cintanya. Ia telah mencintai Kris sejak dulu, dia akan tetap berusaha dan baru akan menyerah bila menurutnya ia memang harus menyerah.
•••
Baekhyun membuka matanya, kepalanya terasa sangat berat. Melirik kiri kanan mencari jam, oh jam 9. Dia melirik ke arah jendela. Gelap, berarti sudah malam. Dia kembali memejamkan matanya. Hanya sesaat,
"Aku dimana?" Paniknya saat tersadar bahwa dia berada di tempat asing.
Dia terduduk di pinggir kasur, ekor matanya mendapati sebuah kertas di meja kecil.
'Hubungi aku jika kau sudah sadar. Kai.'
Baekhyun pun segera mengambil handphonye di dalam tas yang berada di atas meja kecil itu juga, dengan cepat men-scroll mencari nama Kai dan menghubunginya.
Dia menunggu hubungan udara itu tersambung dengan gelisah.
"Kai, ini dimana? Aku dimana? Kau dimana? Dimana mobilku?..." Dan masih banyak 'dimana' lainnya yang akan keluar jika Kai tak memotongnya.
"STOP IT, Baek. Kau di apartmentku, aku menemukanmu sedang mabuk di bar milik Pamanku. Kau tak mau pulang jadi aku membawamu ke tempatku. Aku dalam perjalanan ke situ sekarang." Ucap Kai penuh penekanan, takutnya Baekhyun tak mengerti ucapannya yang mungkin masih dalam kondisi mabuk.
"Baik, cepatlah dan antarkan aku ke bar itu lagi, mobilku masih disana. Ah dan bawa makanan, aku lapar."
Pip. Sambungan terputus sepihak oleh Baekhyun.
Baekhyun kembali merebahkan badannya, kepalanya terasa berat dan berdenyut sakit.
Ini semua gara-gara Kris, pikirnya.
"Kenapa aku mengingatmu lagi, aaaarrggghh."
.
.
.
TBC
–
Maaf updatenya lama, saya sibuk ziarah door to door.
Huwee Baek galau noh, maafkan daku.
Buat yang tidak suka ChanLu maafkan daku.
Chap ini gak ada moment ChanLu-nya soalnya bingung mau disempilin di mana.
–
Terimakasih buat yang udah review:
BLUEFIRE0805, byunbaekhoney, AnitaLee, ohristi95, TrinCloudSparkyu, Blacknancho, majey jannah, pinzame, babyryou, askasufa, indi1004, Kim Eun Seob, babyyming, EXOSTics, I was a Dreamer, loliloli, Guest, Kiela Yue, mii-ah, Ryeolu.
–
Tidak ada yang ketinggalan kan? Maaf, tidak sempat balas review satu-satu. Saya lagi mengharu biru abis baca kisahnya Qhais dan Laila /telat banget ya/ Huwee aku nangis ampe mata sembab bacanya.
Chapter depan janji akan saya balas satu-satu lagi.
Ah, semoga chapter ini tidak mengecewakan.
Terimakasih buat yang udah baca, buat yang udah review follow favorit juga.
WELCOME BUAT READERS BARU.
Terimakasih buat silent reader juga, kalian memberiku motifasi untuk membuat ff yang lebih baik. Hiks terimakasih semua. Aku cinta kalian *Chuu~
