[Chaptered]
Title : You Can't Hear
Chapter : 07/?
By : Gatsuaki Yuuji
Main Cast : Uzumaki Naruto, Uchiha Sasuke, Hyuuga Neji.
Disclaimer : All Chara punya Papi Kishi. FYI, Papi Kishi itu Papiku.
Genre : Shounen Ai
BGM : Fish Leong - Can't Hear
Wah, pada nanya ini NaruSasu atau NejiSasu?
Bingung juga mau jawabnya.
Awalnya kan NaruSasu, terus jadi NejiSasu, terus ntar bakal ada NaruGaara, terakhir endingnya bakal NejiGaara! YeeeYY! #apaan sih!
Intinya ini NaruSasu kok, meskipun ada bumbu penyedap rasa NejiSasu dan NaruGaara.
Walopun Sasuke cinta berat sama Neji, tapi Naru adalah lelaki yang pantang menyerah memikat Sasuke~ #naluri lelaki
Gomen, kalau ceritanya penuh tanda tanya, rumit dan laaaaaambat, soalnya ini dari sudut pandang Naruto saja. Jadi apapun yang terjadi sama Sasuke dan lainnya, selama tidak ada Naruto ikut terlibat, itu tidak dibahas.
Yang baca saja tidak tahu, apa lagi Naruto. wkwwkw... #plak!
Happy reading!
Pagi hari di kamar asrama.
Ada sesuatu yang dingin, becek dan lengket menempel di pipiku sewaktu aku tertidur.
Aku mulai membuka kedua mataku, perlahan kulihat sosok berwajah hijau.
"Kyaaaa!", teriakku terkejut.
"Ini aku, Dobe!", tegas sosok itu yang sedang memegang kuas dengan cairan berwarna hijau di ujungnya.
"Sasuke?", tanyaku kurang yakin.
"Memangnya siapa lagi?", tanya sosok itu datar.
"Sedang apa kau?", tanyaku.
"Maskeran", jawabnya sambil menunjuk semangkuk cairan kental berwarna hijau.
"Karena aku salah takaran dan berlebih. Jadi aku mengoleskannya ke wajahmu. Wajahmu kusam, jadi kau perlu maskeran juga", jelas Sasuke datar agar maskerannya tidak retak.
"Jyah! Kau mengagetkanku saja!", cibirku.
Aku kembali berbaring.
"Oleskan lagi!", perintahku.
Sasuke dengan patuhnya kembali mengoles masker ke wajahku.
"Kau perlu perawatan diri, Dobe", kata Sasuke.
"Aku tidak hoby perawatan", kataku cuek.
"Hn!",
"Pagi-pagi begini kau malah maskeran",
"Aku mau kencan dengan Neji!", jawab Sasuke antusias, aku melihat maskernya sedikit retak.
"Kencan?", tanyaku.
"Hn! Perayaan 1 bulan masa pacaran!",
"Kencan dimana?", tanyaku.
"Konoha Land. Kau mau ikut?", tanya Sasuke.
"Mau! Sangat mau!", jawabku antusias.
"Ah, jangan banyak bergerak! Maskernya bisa retak!", ketus Sasuke.
"Aku ikut, Sasuke~ Aku mau ikut~", pintaku memelas.
"Hn!", angguk Sasuke.
"Yeey! Sasuke baik!", sorakku.
"Jangan banyak bergerak!", protes Sasuke.
"Maskermu juga sudah mulai retak", kataku sambil menunjuk masker Sasuke.
"Hn! Sudah waktunya aku untuk mencuci wajahku. Punyamu tunggu 5 menit lagi!", pesan Sasuke.
Satu jam kemudian, Neji datang menjemput kami.
"Neji~", Sasuke berlari dan memeluk Neji.
Neji membalas pelukan Sasuke sambil menepuk pelan rambut pantat ayam Sasuke yang ditutupi topi merah.
"Yo, Naru!", sapa Neji setelah berpeluk ria.
"Yo, Neji!", balasku ramah.
"Dobe mau ikut juga", kata Sasuke.
"Aku boleh ikut kan?", tanyaku.
"Silakan!", jawab Neji.
"Yeeey!", sorakku kegirangan.
Tanpa komando, aku langsung masuk ke mobil silver milik Neji, dan duduk di belakang kursi supir, karena kutahu Sasuke akan duduk di sebelah Neji yang sebagai supir.
Sesampainya di Konoha Land.
Tanpa berlama-lama lagi, Sasuke mengajak kami mencoba berbagai wahana. Sasuke sangat excited dan senang. Aku bahagia melihat Sasuke sesenang ini, sangat bahagia, meskipun bukan aku yang membuatnya bahagia.
"Kita istirahat dulu!", ajak Neji.
"Hn!", anggukku.
Kami duduk di bangku panjang dan berlindung di bawah pohon. Sasuke tampak kelelahan.
"Kau pasti haus, tunggu sebentar ya, aku beli minum dulu. Aha! Jus tomat!", seru Neji pada Sasuke.
Sasuke hanya mengangguk pelan.
"Naru, tirip Sasuke-ku ya", pesan Neji.
Sebelum pergi, Neji tersenyum sambil menepuk pelan kepala Sasuke.
"Kau baik-baik saja?", tanyaku sambil mengipasi Sasuke.
Sasuke melepas topi yang dikenakannya. Rambutnya basah karena keringat.
"Aku sakit, Dobe~", lirih Sasuke pelan.
Sasuke memang tidak kuat berlama-lama di bawah terik matahari.
"Aku akan mentransferkan kekuatanku padamu!", seruku.
Aku berdiri menghadap Sasuke. Sasuke hanya menatapku keheranan.
"Papyuparapapa! Parapampam! Mentransfer energi kepada Sasuke si teme pantat ayam! Wuluwuluwulu~", aku menari-nari tidak jelas, sehingga Sasuke tertawa, aku senang melihatnya tertawa dan aku bangga bisa membuatnya tertawa.
"Searching!", seruku sambil menjulurkan jari telunjuk kananku kepada Sasuke.
"Pairing!", seru Sasuke sambil menempelkan jari telunjuk kanannya.
"Sending! Durututu durututu...", kicauku.
"Dasar, Dobe~", Sasuke tersenyum.
Oh, Kami-sama! Ini adalah hari yang membahagiakan bagiku!
Hari sudah semakin sore, kami mencoba menaiki kereta gantung sebagai wahana terakhir sebelum pulang.
Menikmati pemandangan langit senja sangat menyenangkan, apa lagi bersama Sasuke, tapi tidak menyenangkan karena ada Neji.
"Dobe, tolong foto kami!", pinta Sasuke sambil menyodorkan ponselnya padaku.
"Baiklah!",
Sasuke merapatkan diri ke Neji. Neji merangkul Sasuke. Ah! Benar-benar bikin iri!
"A, B...", aba-abaku.
"C!", seru Sasuke dan Neji bersamaan sambil tersenyum.
"Sekali lagi, sekali lagi!", pinta Sasuke.
"Hn!", anggukku.
"A, B...", aba-abaku.
Chuuuu~
Sasuke mencium pipi kanan Neji.
Demi Jashin! Aku kaget setengah hidup!
"Sankyuu, Dobe!", kata Sasuke sambil mengambil ponselnya kembali.
Sasuke tersenyum puas melihat hasil jepretanku. Sedangkan Neji hanya tersenyum menikmatinya.
"Gantian! Aku juga mau difoto!", cibirku sambil menyerahkan ponselku pada Neji.
"Berdua dengan Sasuke!", tegasku.
"Tidak mau!", tolak Sasuke.
"Ayolah, temeeee~", rengekku.
"Naru merengek minta difoto, apa kau tidak kasihan?", bujuk Neji.
"Baiklah!", ngalah Sasuke.
Sasuke berpindah tempat dan duduk di sebelah kiriku. Aku merangkul Sasuke supaya lebih dekat. Aku juga mendekatkan wajahku ke wajah porselein Sasuke.
"Kau terlalu dekat, Dobe!", ketus Sasuke.
"Apa kau ingin wajahmu tidak masuk lensa?", alasanku.
"Cih!", cibir Sasuke.
"A, B...", aba-aba Neji.
Chuuuu~
Aku mengecup bibir Sasuke.
Neji terkejut dan hampir menjatuhkan ponselku. Dengan cepat aku mengambil ponselku sebelum Sasuke minta untuk menghapus foto tersebut.
"Aku tidak suka itu, Dobe! Aku ingin kau menghapusnya!", marah Sasuke sambil menarik-narik kaos orangeku.
"Ini foto terbagus yang pernah kumiliki!", tegasku enggan untuk menghapusnya.
"Naru!", sela Neji mengintrupsi kami.
Neji menarik kerah kaosku.
"Kau mau apa?", tanyaku.
Neji tersenyum, kemudian dia mengecup bibirku.
Sekali lagi! Demi Jashin! Aku kaget setengah hidup dan setengah mati! Neji menciumku!
"Aku hanya ingin mengambil ciuman dari Sasuke-ku", jelas Neji melepaskan cengkramannya dari kaosku.
"Ah, Neji~", Sasuke terpesona dengan sikap Neji barusan.
Sasuke berpindah tempat dan memeluk Neji dengan erat.
Damn! Aku ingin keluar dari sini!
Sepulang dari Konoha Land.
"Terima kasih untuk hari ini, Neji!", Sasuke mengecup pelan pipi Neji sebelum berpisah.
"Sampai jumpa besok di kampus!", pamit Neji.
BLaaaaM
Aku menutup pintu kamar dengan kuat. Aku membanting tubuhku di atas ranjangku.
"Hari yang menyenangkan! Bukan begitu, Dobe?", tanya Sasuke sambil berbaring di ranjangnya.
"Awalnya iya, tapi terakhirnya tidak!", cibirku, aku masih tidak terima melihat kemesrahan mereka.
"Waaah! Aku punya kenangan di Konoha Land!", seru Sasuke sambil melihat ponselnya.
Setelah bosan melihat foto di ponselnya, Sasuke berjalan mendekatiku, kemudian diam memelukku dari atas.
"Arigatou, Dobe~ Aku senang hari ini~",
Aku agak terkejut ketika Sasuke mengucapkan terima kasih padaku. Biasanya dia tidak pernah ikhlas berkata begitu, tapi kali ini berbeda, dia mengucapkannya dengan sepenuh hati, ya dengan hati yang senang.
"Arigatou, Sasuke~", balasku memeluknya.
Tak lama kemudian, Sasuke menjauhkan diri dariku. Dia kembali melihat ponselnya.
"Aku akan mencetak semua foto tadi dan menjadikannya sebuah album!", Sasuke senyam-senyum tidak jelas.
"Ah~ aku lelah~", keluhku.
"Kau lelah?", tanya Sasuke mengalihkan pandangannya ke arahku.
"Hn!", anggukku.
"Yoosh! Aku akan mentransfer energiku padamu!", Sasuke melompat turun dari ranjaang.
"Pamyuparapapa! Parapampam! Mentransfer energi kepada Narudobe! Wuluwuluwulu~", Sasuke meniru gerakan anehku tadi.
Padahal aku hanya mempraktekkannya sekali, tapi dia bisa mengingatnya.
"Waiting for connection!", Sasuke menjulurkan jari telunjuk tangan kanannya.
"Bukan begitu caranya!", tolakku.
"Apa aku salah baca mantra?", tanya Sasuke polos.
"Caranya seperti ini!", aku bangkit dari ranjang.
Tanpa berlama-lama lagi, aku langsung menyerang bibir manis Sasuke. Sasuke menepuk-nepuk pelan punggungku.
"Dob...", teriak Sasuke tertahan oleh pangutan bibirku.
Aku memeluk pinggang ramping Sasuke supaya dia tidak menjauh dariku. Aku memperdalam ciumanku, sesekali aku menggigit bibirnyanya, supaya bisa mengakses lebih dalam.
"Sasuke, ayo respon aku!", doaku dalam hati.
Aku menyusupkan tangan kananku ke dalam kaosnya, membelai punggunya yang mulus dan terus melumat bibirnya, tapi Sasuke sama sekali tidak mau meresponku. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang asin, seperti rasa besi di lidahku. Akupun menyudahi ciumanku.
Sasuke mendorongku menjauh darinya, dia menutupi hidungnya yang berdarah.
"Sasuke, kau mimisan lagi!", kataku.
Sasuke menatapku sekilas sebelum kedua bola matanya memutih dan tubuhnya jatuh lemas menimpaku.
"Sasuke!", teriakku sambil menepuk-nepuk pipinya.
Tapi Sasuke tidak merespon. Darah yang keluar dari hidungnya lumayan banyak dari yang biasanya. Ini membuatku takut setengah mati!
Terputus
Review, please ^^v
