Fated to Me
• YUNJAE •
Main Cast :
√ Jung Yunho
√ Kim Jaejoong
√ Kim Soo Hyun
Cast :
√ Park Yoochun
√ Kim Junsu
√ Shim Changmin
Disclaimer :They are belongs to them selves, family, Elite Minority Cassiopeia, and shipper.
Author : Alyse Shanidas
Genre : AU, OOC, BL, Urban-life, Love-Hate, Love Triangle, Crack Pairing, Mpreg.
Rating : M
Warning : DON'T LIKE DON'T READ. Author Newbie, Typos, Slash
•
•
•
√ Previous Chapter
•
•
•
'Sesungguhnya jarak dan waktu itu jugalah yang akan mengikis kebiasaan dan kebersamaan kita Soo Hyunnie, kau akan mulai terbiasa tanpaku begitupun sebaliknya. Kita akan semakin jauh bukan hanya karena jarak dan waktu.'
Jaejoong semakin menangis tersedu. Kata hatinya hanya membuatnya kian tertusuk tajamnya makna perpisahan. Sekian lama mereka bersama, dan ujian perpisahan ini entah kenapa membuat perasaan gelisah yang tak bisa dijabarkan terasa menyesakkan hingga membuatnya sulit bernafas.
"Kita terikat Soo Hyunnie, dan ikatan inilah yang akan mempersatukan kita kembali."
•
•
•
√ Chapter 7 √
•
•
•
Jaejoong baru saja meletakkan ponselnya diatas meja makan saat suara bel pintu apartemennya berbunyi. Diliriknya jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 9 malam lewat. Astaga. Tamu kurang ajar darimana yang berani bertamu selarut ini? Jaejoong mendengus kesal, kakinya menghentak malas sebelum akhirnya membukakan pintu untuk tamu tak di undang itu.
"SURPRISE."
Teriakan nyaring itu berhasil membuat Jaejoong terhuyung ke belakang karena kaget. Jantungnya bahkan sampai berdegub cepat dan sedikit menyesakkan. Matanya membulat mendapati dua wajah makhluk yang masuk dalam daftar orang yang -sangat- ingin dihindarinya.
"Apa kau belum pernah melihat aura ketampanan ku sebelumnya hyung? Aishh, tidak perlu terpesona seperti itu." Ucap salah seorang diantara dua tamu itu. Dia mengibaskan tangan kanannya di depan wajah Jaejoong dan tersenyum geli. Pemuda berwajah tampan dengan perawakannya yang tinggi menjulang. Shim Changmin.
Mendengar itu, Jaejoong segera melayangkan jitakan kesal sepenuh hati di kepala Changmin. Bagaimana mungkin ia sempat terpesona saat jantungnya bahkan sudah hampir lepas dari tempatnya.? Astaga.
"Menurutmu reaksi apa itu tadi, saat menerima kelakuan mu yang seperti itu huh?" Jaejoong melotot marah. "Kalau itu reaksi terpesona, sekarang coba kau lakukan hal yang sama pada halmeoni tua renta. Dan kau akan tahu jawabannya Shim Changmin". Jaejoong mendesis marah. Rasanya ia sudah ingin memakan habis pemuda jangkung ini. Meremasnya di kedua tangannya lalu menggigitnya sekuat mungkin.
"Terkejut hingga tak sadarkan diri dan kemudian membujur kaku. Mati karena serangan jantung." Jawab lelaki satunya yang cenderung berwajah manis. Cho Kyuhyun.
"Yahh! Jaga ucapanmu. Apa kau sedang mendoakan wajahku menjadi dewa kematian bagi para halmeoni huh?" Changmin memekik kesal. Bibirnya bersungut-sungut tidak terima dengan jawaban asal dari sahabatnya itu.
"Jangan bertengkar didepan pintu! Cepat masuk atau ku tutup lagi pintunya!." Jaejoong berteriak kesal sambil berlalu menuju meja makan. Menghampiri omurice yang tadi belum sempat dicicipinya. Aromanya yang lezat serasa memanggil-manggil perutnya yang mulai keroncongan. Haahh, energinya seperti baru saja dihisab habis oleh pemuda jangkung itu.
Changmin yang memang cukup sensitif terhadap aroma makanan segera berlari mendahului Jaejoong. Meninggalkan Kyuhyun dengan dua koper dan dua travel bag yang ia tinggalkan di depan pintu.
Melihat Changmin yang sudah berlari ke dalam dengan cukup beringas mau tidak mau akhirnya Kyuhyun lah yang membereskan barang-barang mereka. Dengusan kesal tak luput dari bibirnya saat mengingat kebiasaan Changmin yang menyebalkan seperti itu. Kalau ada maunya saja Changmin akan menjadi pribadi yang baik dan mau melakukan apapun yang disuruhnya, tetapi ketika makanan sudah ada didekatnya dia akan berubah menjadi pribadi yang sangat menyebalkan.
Setelah meletakkan koper dan travel bag mereka ke kamar tamu, Kyuhyun segera melangkah menghampiri Jaejoong dan Changmin yang kembali terlibat dalam perebutan makanan. Meski yang terjadi sebenarnya adalah Changmin yang memakan omurice milik Jaejoong sambil berlarian memutari meja makan. Jaga-jaga kalau Jaejoong ingin merebut kembali makanan lezat ditangannya itu. Sedangkan Jaejoong hanya diam memperhatikan sambil mendengus sebal.
"Sudahlah hyung buatkan saja dua omurice lagi, yang satu nanti untukku, jja!." Kyuhyun segera menarik lengan Jaejoong yang sudah hampir beranjak menghampiri Changmin.
Mendengar perkataan Kyuhyun yang bisa dibilang perintah secara tak langsung itu membuat Jaejoong melotot kesal. Tak urung kakinya segera beranjak menuju counter dapur dan mulai berkutat membuatkan makan malam untuk tamu yang kehadirannya sangat tidak diharapkan itu. Sial! Disaat ia mulai kelaparan kenapa dua orang itu harus datang untuk merecoki dan mengganggu hidupnya yang sudah damai ini?!. Astaga.
Tadinya Jaejoong memang tidak nafsu makan karena Soo Hyun tak kunjung menghubunginya hingga jam makan malam lewat. Tetapi setelah Soo Hyun menelfon dan menyuruhnya untuk segera makan atau lelaki itu juga tidak akan makan, akhirnya ia memutuskan untuk membuat omurice. Naas, belum sempat Jaejoong mencicipi makanan yang sudah dibuatnya itu, mereka malah datang tanpa di undang.
"Hyung, kenapa sepi sekali? Bukankah biasanya Soo Hyun hyung kesini?." Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru apartemen Jaejoong. Mencari keberadaan seseorang yang sudah cukup lama tidak ditemuinya.
Jaejoong tertegun. Seolah ia di ingatkan kembali dengan kebiasaan Soo Hyun yang selalu ada disekitarnya. Tapi sejak seminggu yang lalu lelaki itu sudah tidak ada disampingnya. Bahkan aroma khas parfume Soo Hyun yang sudah seperti aromatherapi untuknya kini sudah tak pernah ia rasakan lagi. Soo Hyun jadi terasa sangat jauh dari jangkauannya.
"Seminggu yang lalu dia memutuskan untuk pergi ke Jeju."
Kyuhyun terpaku, ditatapnya punggung kecil Jaejoong yang semakin menunduk dalam. Dari suara Jaejoong tadi terdengar jelas bahwa lelaki cantik itu sedang menyembunyikan kesedihannya. Dan hal ini membuat Kyuhyun bingung, karena tidak biasanya Hyung sepupunya itu pergi Jauh dan tega meninggalkan Jaejoong sendirian. Setahunya, Soo Hyun amatlah sangat mementingkan Jaejoong dan lebih memilih melepaskan tawaran besar yang ada diluar kota bahkan negeri sekalipun. Tapi ini? Kenapa bisa begini?.
Kyuhyun segera mengalihkan tatapannya kearah Changmin yang tampaknya tidak terpengaruh dengan percakapan mereka.
"Yahh! Kau tidak dengar yang barusan dikatakan Jaejoong hyung?...Hyung mu itu sedang sedih pabbo." Kyuhyun mendesis sebal ke telinga Changmin. Ia jadi tak habis pikir dengan Changmin, bisa-bisanya lelaki jangkung itu lebih mengutamakan perutnya daripada hati nuraninya.
"Biarkan saja. Mereka itu sudah besar, tentu mereka tahu mana yang baik untuk keduanya." Ujar Changmin cuek sambil tetap memakan omurice miliknya dengan sedikit tergesa. Takut-takut jika Kyuhyun akan memintanya dan merebut makanan berharga ini.
"Ahh yaa, kenapa kalian kemari?." Jaejoong segera membalikkan tubuhnya menghadap kearah Changmin dan Kyuhyun. Mencoba mengalihkan pembicaraan akan sesuatu yang hanya akan membuatnya terlarut dalam kesedihan lagi. Ia bersedekap sambil menaikkan sebelah alisnya mendapati mereka yang terdiam mematung selama beberapa detik.
Kyuhyun menelan paksa salivanya. Bingung mengatakan apa yang mau di ucapkannya ketika sedang di landa kegugupan seperti ini. Di liriknya Changmin yang juga terdiam membisu. 'Ini harus segera berakhir, atau Jaejoong hyung akan mencurigai kita.' Batin Kyuhyun mendesis resah sebelum kemudian menendang tulang kering Changmin cukup keras.
"Kami liburan hyung. Owhh Appo...Hmngghh." Changmin berucap cepat sebelum kemudian menyandarkan kepalanya diatas meja makan sambil meringis menahan geraman sakit. Kedua tangannya mencengkeram tepian meja untuk melampiaskan denyutan sakit di kakinya.
"Kau kenapa Changmin-ah?" Jaejoong menatap panik kearah Changmin. Ia sudah hampir berlari kearah Changmin sebelum terhenti karena perkataan Kyuhyun yang membuatnya mengernyit heran.
"Ahh tidak perlu khawatir hyung, Changmin hanya sakit perut karena kekenyangan. Benar bukan Changmin-ah?" Kyuhyun tersenyum aneh sambil mengusap punggung lebar Changmin.
"Sejak kapan Changmin bisa memiliki sifat kenyang?"
"Sejak aku menjadi rivalnya dalam setiap prestasi hyung." Ucap Kyuhyun bangga sembari menepuk dadanya.
"Pabbo! Aku bahkan masih tetap menjadi yang pertama. Khhh, ajari saja kaki brengsekmu itu agar lebih sopan. Kau selalu saja menendangku." Umpat Changmin sambil mendesis pelan kearah Kyuhyun. Tidak ingin jika Jaejoong sampai mendengar perkataannya barusan.
Kyuhyun yang mendengar umpatan tertahan Changmin hanya menanggapinya dengan senyum mengejek.
Mendengar perkataan Kyuhyun tadi tak urung membuat Jaejoong jadi tertawa keras. Batinnya menyangkal jika sifat 'kenyang' itu bisa dimiliki oleh Changmin. Mengingat selama ini makanan berbentuk apapun tak membuat Changmin kekenyangan hingga sakit perut seperti itu.
Jaejoong menggeleng pelan sambil memegangi perutnya yang terasa kaku. Setidaknya kehadiran mereka berdua cukup membuatnya terhibur dari kerinduan dan kekosongan hidupnya akan bayang-bayang Soo Hyun.
Shim Changmin, pemuda Jangkung dengan wajah tampan yang sedikit kekanakan itu adalah sepupunya. Changmin sangat dekat dengannya sejak mereka masih kecil. Berhubung ia adalah anak bungsu dari keluarga Kim maka Changmin lah yang berperan sebagai adik kecilnya.
Sedangkan pemuda manis berambut ikal itu adalah Cho Kyuhyun. Teman dekat Changmin di Senior High School yang ada di Jepang. Jaejoong tidak cukup tahu tentang kehidupan Kyuhyun. Ia mulai akrab dengan pemuda manis itu saat Bis sekolah yang ditumpangi Changmin dan Kyuhyun mengalami kecelakaan. Kyuhyun yang saat itu mengalami pendarahan hebat di kepalanya harus segera mendapatkan donor darah. Jaejoong pun mendonorkan darahnya karena kebetulan darah mereka sama, dengan begitu Kyuhyun bisa tertolong dan melewati masa kritisnya. Sejak saat itulah Kyuhyun mulai menganggapnya seperti Hyungnya sendiri.
•
•
•
•
Jaejoong memicingkan matanya menatap setiap ruangan VIP sebuah Club malam yang berada di dalam Hotel Crown hanya untuk menemukan keberadaan Yunho. 15 menit yang lalu lelaki itu menghubunginya dengan suara parau. Terdengar dari racauan tidak jelas dan suara berisik musik yang berdentum memekakkan telinga, Jaejoong yakin kalau Yunho sedang mabuk.
Ia mencoba menghindar dari desakan dan tatapan nyalang para pengunjung Club yang kerap kali menatap kearahnya bagaikan mangsa baru. Ia benci suasana Club malam yang penuh hingar bingar seperti ini. Seumur hidupnya belum pernah Jaejoong menginjakkan kakinya di dalam Club Malam. Selain karena larangan Soo Hyun, ia juga benci dengan suasananya.
Jaejoong menghela nafas panjang sebelum kemudian membuka salah satu pintu ruangan VIP dimana Yunho berada. Setelah sebelumnya ia sempat menanyakan keberadaan Yunho pada seorang waiters wanita yang kebetulan sedang menawarinya minum.
"Jung Yunho?... Kau kah itu?" Suara Jaejoong terdengar mencicit takut. Suasana ruangan yang cukup temaram membuat Jaejoong tidak bisa melihat dengan jelas wajah lelaki berpakain jas hitam formal yang sedang menundukkan kepalanya. Dan hal itu hanya membuat Jaejoong semakin gusar. Takut-takut jika orang didepannya bukanlah Yunho.
Lelaki itu masih tidak bergeming sedikitpun. Kepalanya menunduk dengan kedua lengan yang menumpu pada masing-masing lututnya. Suara helaan nafas berat terdengar jelas dari bibir lelaki itu. Hingga beberapa menit berlalu lelaki itupun tak kunjung menegakkan tubuhnya.
Jaejoong mendesah pelan, sepertinya ia sudah salah memasuki ruangan. Haishh, membuang-buang waktu saja. Jaejoong sudah hampir membuka handle pintu saat suara berat yang cukup familiar menyapa pendengarannya. Dengan reflek tubuhnya segera berbalik untuk menatap lelaki itu.
"Kim Jaejoong...? Kau benar-benar kesini?... Kkhhh, ku pikir kau tidak akan peduli dengan orang sepertiku." Ucap Yunho sarkatis. Tawa mengejek mengalun perlahan dari bibirnya yang menyunggingkan seringaian.
Dengan ragu, Jaejoong berjalan mendekat kearah Yunho. Memperhatikan wajah itu dari jarak yang lebih dekat. Tubuh Jaejoong bergidik. Tatapan Yunho yang mengintimidasi bagaikan kilatan petir yang membuatnya meringkuk takut. Ia mengatur nafasnya agar tidak gugup, mencoba mengumpulkan kekuatan untuk beradu pandang dengan Yunho.
"Kenapa kau mabuk-mabukkan seperti ini?... Dan dimana para pengawalmu?"
"Aku melarikan diri dari mereka." Jawab Yunho singkat. Tangan kanannya meraih segelas wine dan meminumnya dalam sekali teguk. Ia bahkan tidak mengalihkan tatapannya dari Jaejoong barang sedetik pun.
Jawaban asal dari Yunho tadi cukup membuat Jaejoong terhenyak. Apa lelaki itu sudah gila? Melarikan diri dari orang kepercayaannya sendiri. Khh, pikiran bodoh macam apa itu? Diluaran sana bahkan tidak sedikit yang tentunya menaruh dendam pada Yunho. Dan tidak menutup kemungkinan mereka akan mencelakai Yunho saat sasaran empuk mereka sedang lengah seperti ini.
"Pabbo! Apa kau tahu dengan begini sama saja kau membuka peluang para musuhmu untuk mencelakaimu?!." Jaejoong memekik kesal. Perasaan cemas dan khawatir mulai menyelinap ke dalam hatinya. Yunho sudah membahayakan dirinya sendiri dengan pergi tanpa pegawalan.
"Kau mencemaskanku?..." Yunho sedikit terhuyung ketika berdiri. Matanya menatap lekat Jaejoong yang memalingkan wajahnya. Menghindari kontak mata dengannya.
"Katakan kalau kau mencemaskanku Kim Jaejoong!" Yunho berteriak keras.
Teriakan keras itu membuat Jaejoong tersentak kaget. Tubuhnya mundur perlahan sambil menggeleng ke arah Yunho yang melangkah lebih dekat kearahnya. Tatapan nyalang dan seringaian itu membuatnya takut. Ia bagaikan tikus kecil yang menunggu detik-detik dimana predator akan memangsanya.
Yunho segera mencengkeram pinggang Jaejoong saat lelaki cantik itu sudah ingin berlari menjauh darinya. Menyudutkan tubuh mungil Jaejoong pada dinding dan menghimpitnya. Yunho menatap kedua mata bulat Jaejoong yang memancarkan ketakutan. Shit!, Yunho benci dengan tatapan seperti itu. Ia bukanlah orang jahat yang harus ditakuti, ia ingin mata itu menatapnya penuh kelembutan dan kehangatan. Bukan seperti ini yang di inginkannya.
Yunho mencengkeram dagu Jaejoong cukup kuat hingga menimbulkan rasa sakit yang membuat lelaki di depannya meringis kesakitan. Memaksa lelaki cantik itu untuk tetap menatapnya. Pandangan Yunho sedikit buram karena pening yang menderanya. Ia tahu mabuk mulai menguasainya, tapi di tengah kesadarannya ia menginginkan Jaejoong.
Kepala Yunho mulai menunduk, mencoba menjangkau bibir plum basah yang sangat menggodanya. Pertama kalinya mencecap bibir manis itu membuat Yunho tak kunjung merasa puas. Dorongan untuk merasakannya lagi dan lagi bagai sebuah ekstasi baginya. Dan benda kenyal ini mulai sekarang sudah ia klaim sebagai candunya.
Dengan cepat Yunho segera memagut kasar bibir itu. Membawanya dalam ciuman liar yang begitu menggebu. Mengabaikan rontaan dan tendangan kecil yang dilayangkan Jaejoong padanya. Teriakan Jaejoong yang teredam oleh bibirnya hanya menghantarkan getaran yang membuatnya semakin dikelilingi kabut gairah. Yunho semakin menggenggam erat pergelangan tangan Jaejoong yang meronta melepaskan diri. Dibawanya kedua tangan itu melingkar keatas kepala Jaejoong, membuat tubuhnya semakin bergerak bebas untuk menempel lebih rapat ke tubuh Jaejoong.
Jaejoong tahu ini salah, tapi entah kenapa tubuhnya tidak sejalan dengan pikirannya. Ia bergetar kecil ketika Yunho menghisap dan memagut bibirnya dengan cukup kasar. Jaejoong merasa ia mulai terangsang dengan ciuman sensual itu. Belum pernah ia mendapatkan ciuman sekasar dan senikmat ini yang mampu membuatnya melayang. Ciuman kasar dan menuntut ini membuatnya merasa begitu di inginkan dan mendamba. Jaejoong mengaku kalah ketika ia mulai terbawa suasana gairah dan mulai memejamkan mata membalas ciuman panas itu.
Namun hanya berlangsung sebentar sebelum Jaejoong terbelalak ketika bayangan Soo Hyun yang menatapnya penuh luka mulai memenuhi benaknya. Dan ketika cengkeraman Yunho di pergelangan tangannya mengendur, Jaejoong segera mendorong tubuh itu menjauh darinya. Nafas Jaejoong masih menderu keras ketika melihat Yunho yang pingsan terjerembab ke lantai. Kepalanya menghantam lantai cukup keras, membuat Jaejoong dengan panik segera menghampirinya dan memastikan lelaki itu baik-baik saja.
•
•
•
•
Bukan tanpa alasan Jaejoong memilih membawa Yunho pulang ke apartemennya. Melihat betapa ganasnya para wartawan yang berlomba-lomba menerbitkan skandal hubungan diantara ia dan Yunho akhir-akhir ini membuat Jaejoong menjadi sangat waspada. Meski waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam tapi siapa yang bisa menduga kalau ada wartawan gila yang mungkin menguntit Mansion Yunho seharian penuh.
Jaejoong cukup kesulitan ketika menekan password apartemen sambil menopang tubuh Yunho agar tetap seimbang dan tidak terjatuh. Mendengus kesal Jaejoong akhirnya menyerah dan memilih menekan bel saja, toh di dalam sana ada Changmin dan Kyuhyun yang akan membukakan pintu.
Jaejoong terlonjak kaget ketika pintu mulai terbuka dan tiba-tiba Changmin menyembulkan kepalanya saja. Bibir dan keningnya mengerut sambil mengerjab sayu menahan kantuk. Astaga. Jantung Jaejoong hampir terlepas dari tempatnya saat melihat wajah aneh itu.
"Siapa?..."
"Tsk. Jangan bercanda Changmin-ah, cepat buka pintunya dan bantu aku membawanya kedalam." Jaejoong memutar bola matanya sebal.
Changmin meringis kecil. Tidak menyangka kalau hyungnya itu masih bisa menebak kalau yang barusan ia lakukan hanyalah akting belaka. Nyatanya ia begadang bersama Kyuhyun untuk beradu dalam beberapa games yang mereka mainkan.
"Aigoo Hyung, kau membawa selingkuhanmu saat Soo Hyun hyung tidak disini? Woahh, dimana kau mempelajari hal seperti itu?" Changmin membulat takjub sambil menatap lelaki asing dan Jaejoong secara bergantian. Kepalanya menggeleng dramatis memuji keberanian Hyung cantiknya itu.
Mendengar itu Jaejoong segera melayangkan jitakan keras di kepala Changmin. Pikiran konyol macam apa itu? Dasar sepupu gila. Rutuk Jaejoong dalam hati. "Dia itu atasanku. Asal kau tahu itu."
"Lalu kenapa membawanya kesini?" Seolah tidak puas dengan jawaban Jaejoong, Changmin kembali melayangkan pertanyaan curiga.
"Umm...itu, aku tidak tahu dimana rumahnya. Ahh dimana Kyuhyun?" Jaejoong segera mengalihkan pembicaraan ketika ia dan Changmin sudah berhasil memindahkan tubuh Yunho di atas tempat tidur kamar tamu. Jaejoong tahu ia akan sangat gugup kalau sedang berbohong. Jadi alangkah baiknya ia mencari jalan aman dengan mengalihkan pembicaraan mereka.
"Astaga. Aku akan mengeceknya di kamar mandi. Jangan-jangan dia tertidur disana." Ucap Changmin cepat sambil berlalu meninggalkan Jaejoong. Berlari kecil menuju pintu dan menutupnya kembali.
Melihat itu Jaejoong hanya menaikkan sebelah alisnya sambil memandang kepergian Changmin dengan gelengan pelan. "Kenapa dengan bocah itu? Aneh sekali tingkahnya."
Changmin terlonjak kaget saat ada yang menepuk punggungnya cukup keras ketika ia sedang mencoba peruntungan untuk mengintip Jaejoong dan lelaki yang cukup misterius baginya itu dicelah pintu yang tidak tertutup rapat.
"Apa yang kau-hmmphhttt..."
Changmin segera membekap bibir Kyuhyun ketika lelaki manis itu akan menyuarakan pertanyaan. "Sshhhtt... Pelankan suara mu itu." ia mendesis pelan.
Kyuhyun hanya mengangguk menurut ketika temannya itu mulai menunjuk ke dalam ruangan dimana ada Jaejoong dan seseorang yang tidak dapat terlihat jelas karena tubuh Jaejoong menghalangi pandangan mereka.
"Siapa dia?" Kyuhyun berbisik pelan.
"Mungkin selingkuhan Jaejoong hyung." Jawab Changmin sekenanya.
Mendengar jawaban sembarangan yang terlontar dari bibir Changmin, membuat Kyuhyun mengeram kesal. Dengan marah ia menyeret lengan Changmin menuju ruang tamu dan menghempaskannya cukup kasar ke atas sofa. "Apa maksudmu? Kau berharap jika sepupu ku di khianati huh?" Sentak Kyuhyun kesal.
Changmin menepuk pelan keningnya ketika mendapati kenyataan jika Kyuhyun adalah saudara sepupu dari Kim Soo Hyun. Astaga, bagaimana ia bisa lupa dengan kenyataan penting itu? Haishh, salahkan saja bibirnya yang selalu asal bicara. "Oke baiklah, bagaimana kalau kita lihat sekali lagi? Dan kau bisa menyimpulkan sendiri seperti apa hubungan mereka."
Sekarang giliran Changmin yang menyeret paksa tubuh Kyuhyun untuk mendekati celah pintu kamar tamu. Mengintip kembali apa yang terjadi di dalam ruangan itu.
"Apa yang kalian lakukan?"
Tubuh Changmin dan Kyuhyun yang sedikit membungkuk terdiam kaku ketika mendengar suara itu. Aishh, mereka tertangkap basah.
"Kalian mengintip?" Jaejoong memicing tajam menatap keduanya secara bergantian.
"Kami hanya penasaran Hyung, sebenarnya siapa orang itu?" Jawab Kyuhyun cepat. Tubuhnya sedikit berjinjit agar bisa menengok wajah seseorang di dalam kamar tamu yang diyakini Kyuhyun adalah seorang lelaki.
"Dia atasanku Kyuhyun-ah... Kau tidak perlu khawatir seperti itu." Jaejoong tertawa geli sambil membuka lebar pintunya. Memberikan Kyuhyun dan Changmin akses agar lebih leluasa memperhatikan Yunho yang sudah tertidur pulas.
Mendengar jawaban itu Changmin dan Kyuhyun hanya ber'ohh' ria sambil berdecak pelan. Tubuh Yunho yang tidur dengan posisi membelakangi mereka membuat keduanya tidak bisa melihat wajah lelaki itu.
•
•
•
•
Yunho terbangun dengan kepala yang berdenyut pusing. Perutnya terasa seperti di aduk-aduk hingga membuatnya mual. Sial. Ia benci dengan keadaan dimana setelah mabuk harus mengalami hangover seperti ini. Menyusahkan.
"Ini...dimana?" Yunho mengernyit bingung bercampur pening. Ia merasa asing dengan tempat ini. Bahkan kamar mandi miliknya jauh lebih luas dari ruangan sempit ini. Jadi kemungkinan saat ini ia tidaklah berada di Mansionnya.
Yunho mencoba mengingat kembali kejadian semalam. Tapi rasa sakit semakin menyerang kepalanya bertubi-tubi hingga menimbulkan denyutan nyeri yang tak berperi. Tapi saat beberapa kilasan tentang Jaejoong yang datang padanya lalu... ciuman itu?. Ia menggeleng pelan, mengusir bayangan yang mungkin saja hanyalah fantasi liarnya karena hangover yang melandanya saat ini. Tapi hatinya membantah jika itu hanyalah imajinasi, nyatanya ia masih setengah sadar saat memaksakan ciuman itu.
Ia juga masih mengingat dengan jelas apa yang membuatnya mabuk tidak terkontrol seperti semalam. Saat itu ia dengan iseng membuka semua folder yang ada di dalam ponsel Jaejoong. Hal pertama yang membuatnya penasaran adalah folder foto yang terdapat nama-nama unik disetiap filenya. Awalnya yang ia temukan hanyalah foto konyol Jaejoong dengan berbagai pose yang sangat aneh dan berhasil membuatnya tergelak. Tapi setelahnya yang ia temukan adalah foto kemesraan Jaejoong dan lelaki yang bahkan ia sendiri sudah sangat muak untuk menyebutnya. Mereka tampak sangat bahagia dan saling mencintai, terlihat dari foto mereka mulai dari berpandangan mesra, berpelukan dan bahkan sampai berciuman.
Sejak itulah emosinya jadi tidak terkontrol. Ponsel Jaejoong bahkan ikut terkena imbasnya karena dengan kasar Yunho melemparnya dari jendela mobil dan sukses menghantam aspal jalan hingga menimbulkan suara benda pecah belah yang cukup keras. Tidak cukup sampai disitu saja ia dengan kasar juga telah membentak para pengawalnya untuk pergi dan mulai melajukan mobilnya secara ugal-ugalan tanpa arah. Dan yang ada di dalam benaknya saat itu hanyalah mabuk dan melupakan semua hal yang membuat hatinya bagai ditikam pisau.
Suara berisik dari arah lain membuat Yunho tersadar dari lamunannya. Ia segera menegakkan tubuhnya dan melangkah perlahan dengan berpegangan pada dinding untuk menjaga tubuhnya agar tetap seimbang. Rasa penasaran akan suara berisik itu membawanya menuju ruangan lain yang Yunho yakini adalah dapur. Dapur yang menjadi satu dengan ruang makan, di desain secara simple tetapi cukup elegan dan cantik.
Seharusnya Yunho merasa cemburu ketika ada orang lain yang menempel dan secara terang-terangan menggoda Jaejoong. Tapi entah kenapa ketika ia melihat interaksi dua orang yang ada di depannya saat ini hanya ada rasa lucu dan tawa geli yang ditahannya sekuat tenaga.
"Apa aku mengganggu kalian?" Yunho sudah tidak tahan untuk menginterupsi dunia keseruan yang mereka ciptakan.
Changmin dan Jaejoong serempak menoleh ke arah belakang dimana suara itu berasal. Dan keduanya menyambut lelaki tampan itu dengan ekspresi wajah yang berbeda.
•
•
•
•
TBC.
Yosh ... Saya tahu ini pendek... Tapi emang harus dipotong jadi dua bagian biar gak puanjaaaangg... Kasian ntar readers jadi bosen bacanya... *plakk* -alasan-
Nahhh... Adakah yang salah menebak kalo bang Chamii ntu adeknya yunpa?... Atau malah dikiranya anaknya yunjae?... Hayoo tunjuk hidung... Kekeke.
Yang minta Yunjae kissuan ahh udah saya kasih sebagai kado ultah jaema... Meski updatenya telat *nangis kejer* ... Saya juga janji gak akan bikin bang Soo mati di FTM, *kabur*...
Ahh ... Untuk reviewers baru selamat datang *bow* ... Sebelumnya terimakasih untuk readers yang berkenan membaca, para reviewers yang berkenan meninggalkan jejak, dan semua yang sudah memfollow dan memfavoritkannya, jeongmal gamsahamnida *bow*.
*Ketjup banjir* untuk reviewers tercintahh.. Gamsahamnida dear untuk semangat dan reviewnya.
Spesial thanks for :
√ irna lee 96 √ Lia √ akiramia44 √ Vivi √ zuzydelya √ dienha √ Yanie √ JonginDO √ kimmy ranaomi √ Minozme √ GreanTea √ 5351 √ Cherry YunJae √ alby chun √ kim anna shinotsuke √ MinnaYeong √ Selena Jung √ DahsyatNyaff √ dheaniyuu √ rinayunjaerina √ jaena √ tinaYJS √ ShinJiWoo920202 √ Yunholic √ YoonJae100604 √ yuu √ echacheon √ NanaShe √ cha yeoja hongki √ Ai Rin Lee √ aismamangkona √ jingle bubble √ yoon HyunWoon √ msLeeana √ Jiyeon park √ Saki √ Dream Girls √ yunjae q √ Najiha Hizaki Anzu √ nabratz √ Shim Chwang √ Dewi15 √ Delulu √ nimahnurun √ Elis √ kim wiwin 9 √ BaBYunJae √ Jung Jaehyun √ YunjaeDDiction √ fanny kimiel √ MyBabyWonKyu √ Florent √ meirah 1111 √ quinniee √ azahra88 √ ClouDyRyeoRez √ herojaejae √ Jerin √ rizkyhandayani89 √ boobearchangkyu √ juan kwon 9 √ NaeAizawa √ My beauty jeje √ bambielulu √ septiJOY √ vianashim √ puji √ Mickeyrang √ misschokyulate2 √ whirlwind27 √ minminkyu √ rsza √ aiska jung √ yunjaeboo √ tobie15 √ Himura Hana √ Safitri676 √ jj √ littlecupcake noona √ diahmiftachulningtyas √ Minkyu √ Park July √ shipper89 √ Yikyung √ yunjaeboo √ ifa p arunda √ Dhea Kim √ Lilin Sarang Kyumin √ vermilion √ simba yeu203 √ ms R √ shim jaecho √ yola yaoi √ cminsa √ anakyunjae √ Yunjae Shipper √ dokbealamo √ choikim1310 √ hyejinpark √ Youleebitha √ cuwon √ silviaafufu √ akira lia √ JJorien √ beserta para guest.
Adakah yang belum kesebut? Atau malah penname nya kesebut double? Tell me..
Cukup sekian.. terimakasih sebelumnya untuk antusiasme para readers *bow*
Keep RnR ... And last... Wanna tell me what do you feel about this chapter?...
