Happy reading...
.
" kenapa kau tak bisa membujuknya? "
" ... bahkan menaklukan puluhan wanita saja kau bisa, kenapa dia kau tidak bisa! "
Seorang pria tampan namun masih terlihat muda dengan setelan jas rapi duduk di sofa ruang keluarga rumahnya, tanganya memijit keningnya yang sakit karna ocehan wanita paru baya di depan yang tidak berhenti membicarakan " dia ". padahal ia sudah menjelaskan dan menyerah tidak akan mengejarnya, tapi ibunya, wanita paru baya itu terus mengoceh agar ia mau membujuk dan kembali lagi ke sini.
" aku sudah menjelaskanya mom! " bentakan sedikit halus(?) sukses membungkam ocehan wanita paruh baya itu. Ibunya melirik sinis lalu duduk kembali di sofa-nya dengan tenang namun dengan hati mendumel kesal.
" dia sendiri yang memutuskan tidak ingin berhubungan denganku lagi, bahkan dia rela melupakan kevin. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan jika dia hanya menginginkan kevin tapi dia tidak mengingkanku? Apa aku harus menyerahkan kevin, membiarkan dia pergi bersamanya, mengangap mereka tak ada? " ocehnya melebihi ibunya. Kris pria muda itu memukul kepalanya sendiri dengan kepalan tanganya, kepalanya terasa akan pecah bila mengingat namja yang merupakan ibu kandung dari putra kembarnya. Sudah 2 bulan bayangan namja itu menghantui pikiranya bahkan mengacaukan hari-harinya, sang putra yang di tinggalkan juga tak kalah mengenaskan dengan keadaan ayahnya.
Kris menyebut Suho adalah ibu terkejam di dunia.
" dia tidak mungkin setega itu. " ibunya buka suara lagi, merasa tak sepemikiran dengan anaknya. " Suho bukan orang seperti itu... dari riwayat kehidupanya yang aku dapat dari orang kepercayaanku, dia adalah orang yang sangat lembut dan tidak pendendam... namun jika sudah membenci, dia akan melupakan dan mengangap orang itu tidak ada " mrs. Wu masih menatap sinis putranya.
" ck! " Kris berdecak, ia tahu tatapan sinis ibunya. " jadi maksud mom, semua itu salahku? aku lepas kendali dan itu tidak sengaja, aku juga sudah minta maaf padanya, itu t-"
" kesalahanmu di masa lalu! " potong ibunya cepat. " kau pasti melakukan kesalan besar padanya, karena itulah dia membencimu "
" tapi aku ti-"
" RENUNGKAN! " bentak mrs. Wu keras. Kris menunduk takut. " kau pasti melakukan kesalahan besar padanya yang kau sendiri tadak sadar "
" itu t- "
" DIAM! tidur dengannya saja kau lupa! bagaimana kau ingat kesalahnmu? " ucap mrs. Wu sarkatis lalu bangkit dari duduknya dan berjalan pergi, dia lelah menasehati putranya, sejak suaminya masih ada, Kris tak pernah sekalipun mendengarkan ucapanya.
Mrs. Wu sangat berterimakasih dengan kehadiran Kevin, dia adalah anugrah dalam hidupnya yang sukses mengubah hidup putra tunggalnya. Awalnya mrs. Wu berfikir tak peduli siapa ibu Kevin tapi setelah melihat Suho yang tertekan (trauma) akan sesuatu, ia merasa bersalah telah mengangap Suho ibu Kevin tidak ada, dia ingin 'menyembuhkan' Suho yang berkaitan besar dengan Kris.
Kris mencambak rambutnya frustasi, mencerna kata-kata ibunya, dia tidak yakin melakukan kesalahan lain (selain menghamili) pada Suho. kepalanya makin sakit saat berusaha mengingat dosa-dosa masa lalunya yang melibatkan Suho, namun tidak ada, tidak ketemu. Kris yakin ia tidak pernah bertemu Suho sebelumnya, mereka bertemu secara kebetulan di klub malam dan melakukan itu juga dalam keadaan mabuk. Itu murni tanpa di sengaja, kalau dia meminta pertangung jawabkan, Kris siap tangung jawab tapi orang itu tidak meminta pertangung jawabnya, yang dia inginkan adalah anaknya kembali lalu melupakanya. Kris manusia yang memiliki hati, dia bukan pria yang berjasa pendonor sperma yang harus melupakan ibu dan anak kandungnya sendiri, lucu sekali.
.
" ecieeeee~ thehuna sudah sekolah~ cieeeee sepatunya baru~ pake dasi kupu-kupu " ledek seorang ahjushi gemuk pada anak kecil berseragam tk yang merengut kesal padanya. " ecieee~ "
" Hyung, berhentilah mengodanya! " teriak namja kurus(?) di belakang mereka. Namja itu berjalan tergesa-gesa menghampiri mereka. " jangan membuatnya menangis. aku repot mengurusnya " sungutnya.
" biasanya juga kau yang membuatnya menangis "
" sekarang beda hyung... aku yang harus mengurus semuanya sementara ibunya harus bekerja " keluh namja kurus itu.
" kau tidak iklas mengurus Sehun? " Shindong memincingkan matanya menatap Khyuhyun namja kurus(?) tadi.
" te-tentu saja iklas " jawab Kyuhyun gagap. Enak saja Shindong meragukanya. batinya.
" jangan seperti itu... Suho sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi selain kita "
" iya aku tahu! " sungutnya galak lalu mengandeng Sehun menaiki motornya yang sudah di stater depan restauran. Sekarang kyuhyun memiliki sampingan lain yaitu menjadi supir pribadi Sehun. Ini murni Kyuhyun menawarkan diri, ia rela membantu Suho agar ibu muda itu tidak keteter antara sekolah Sehun dan pekerjaanya. Suho masih perlu bekerja untuk biaya sekolah Sehun dan tentunya ia perlu makankan?.
" jangan nakal di sekolah " pesan Kyuhyun, Sehun menganguk mengerti lalu mereka berdua berangkat menuju sekolah Sehun dengan motor yang biasa Kyuhyun pakai untuk mengantar ayam.
.
" ny. Wu anda sudah terlambat dalam pertemuan " suara sekretris Song menyadarkan bosnya yang terus menatap cucunya yang berjalan murung menuju kelasnya sampai-sampai ia menghiraukan salam dari guru dan temanya. Ny. Wu menghela nafas.
Ia menaikan kaca mobilnya yang sengaja di turunkan guna mengawasi cucunya agar makin jelas. " kita masih ada waktu 5 menit sekretris Song " ucapnya setelah melihat jam tanganya. Sekretaris Song menganguk lalu melajukan kuda besi meninggalkan area sekolah.
" tuan muda memang seperti itu nyonya " ucap sekretaris Song, ia merasa aneh dengan bosnya yang tiba-tiba murung karena cucunya yang berubah menjadi pendiam.
" ck! " ny. Wu berdecak. " itu tidak akan bagus untuk perkembanganya, dia akan tumbuh menjadi anak yang pendiam dan depresi "
" apa ini ... karna ibunya? "
" tidak! ini jelas-jelas kesalahan ayahnya " balas ny. Wu cepat. dia jengkel kenapa Suho yang di salahkan karena jelas-jelas Kris yang salah.
Sekretaris Song tidak berani bicara lagi karena bosnya sudah mulai emosional. Presdir Wu sebenarnya jarang marah kecuali penyangkut pekerjaan. masalah keluarga yang biasanya keluarga Wu menutupnya rapat, namun sekarang sepertinya nyonya presdir sedang stres dengan keluarganya.
" antarkan aku ke Busan "
" ya? "
" putar arah, antarkan aku kesana! "
" tapi bagaimana dengan- "
" antarkan aku kesana! soal meeting biarkan Yifan yang mengantikanku "
" ba...baik " tidak mau berdebat akhirnya sekretaris song menuruti perintah bosnya memutar arah ke Busan , ia tidak tahu apa yang akan bosnya lakukan, seingat di sana tak ada kolega atau tempat bisnisnya.
.
.
" Suho-shi ada tamu untukmu " Donghae rekan kerja bosnya melongokkan(?) Kepalanya di ruangan Suho memberitahunya untuk menemui tamunya, Suho sendiri bingung siapa tamu yang ingin bertemu dengannya (mengingat tempatnya adalah usaha kecil, jika ada tamu pasti mereka langsung menemui Yesung bos di sini atau Donghae ). Shindongkah yang datang untuk melapor kenakalan Sehun? Atau Kyuhyun meminta ganti rugi karena Sehun jajan berlebihan, namun sepertinya itu tidak mungkin karena jam segini mereka belum pulang.
" sana! " Donghae tersenyum misterius membuat Suho makin penasaran. Suho tersenyum kikuk membalas senyuman mencurigakan Donghae.
Bangkit dari duduknya, Suho lalu berjalan menghampiri tamunya.
Ia melangkah gugup menghampiri tamunya yang duduk membelakanginya, orang itu menunduk memegangi kepalanya entah apa yang dia lakukan.
" permisi~ maaf, ak- " seketika Suho membeku begitu orang itu menegakan kepalanya. Raut wajah Suho tiba-tiba sinis.
" apa yang kau lakukan di sini? " tanyanya dengan nada datar, orang itu berdecak namun terlihat gelisah.
" aku hanya... " orang itu menutup kembali mulutnya, bingung akan bicara apa. " apa kesalahanku di masa lalu? " ucapnya akhirnya namun bukan itu yang ingin ia katakan.
Suho menatapnya sinis. " anda tidak melakukan kesalahan apa-apa " jawab Suho. " sekarang anda pergi " ucap Suho hendak berbalik pergi. Kris segera menahan tanganya, tidak puas dengan jawaban Suho dan lagi bukan itu yang dia maksud.
" bisakah... aku meminta waktumu? " ucapnya memohon, Suho berdecak kesal.
" maaf aku sibuk! Waktuku sangat berharga " jawabnya sinis.
" aku akan membeli waktumu " Suho memutar bola matanya.
" oke~ aku akan meminta waktumu saat istirahat " putusnya menyerah karena tatapan tidak menyenangkan lawan bicaranya.
Kris pria itu menatap Suho penuh harap, berharap ia menyetujuinya bicara saat istirahat nanti.
" baiklah... " jawab Suho terpaksa karena tak ada pilihan. " di restoran kecil sebrang kantor ini "
" oke " jawab Kris cepat ( terlalu bersemangat) ia mengaruk kepalanya malu, rupanya Suho memperhatikanya lalu ia menganguk sedikit. Suho langsung berjalan pergi tak mempedulikan Kris. Ia tidak tahu kenapa jadi gugup begini padahal kemarin dia sangat emosional karena namja yang barusan di temuinya ini tapi kenapa ia malah menjadi gugup? Entahlah~ ia tidak tahu.
Suho duduk kembali ke kursinya setelah menangani tamunya. Memijit keningnya yang tiba-tiba sakit, ia menghela nafas. Suho tak menyangka Kris datang kesini dan ia juga mengetahui tempat ini, oke~ Suho tak perlu heran, tn Wu punya ribuan mata-mata untuk mengintainya.
" Sst! " Suho mendongak, rekan kerjanya Tiffany yang duduk di sebelahnya mengerling mengoda Suho, Suho memutar bola matanya jengah.
" siapa pria itu? " tanya Tiffany penasaran. " jarang-jarang orang berpakaian rapi menghampiri kantor kami. Bos kita saja mirip pemulung- "
" heiiii " protes Yesung tak terima sebutan yang di ucapkan Tiffany. Tiffany nyengir, baru ingat ruangan mereka hanya di sekat oleh papan tipis sebatas dada dengan ruangan direktur, jadi wajar Yesung mendengarnya.
" maaf bos! " seru Tifanny melambaikan tanganya ke arah Yesung. Yesung melengos tidak peduli, Donghae tertawa terpingkal-pingkal, Suho juga ikut tertawa suasana menjadi bising karena Donghae tertawa cukup keras, Yesung hanya bisa mendumel. Di perusahaan kecil ini mereka tak mempedulikan atasan bawahan, semuanya di perlakukan sama seperti teman dan keluarga.
" heii! kau belum memberikan jawaban " seketika Suho menghentikan tawanya, rupanya Tiffany masih menuntut jawaban.
" aku tidak mengenalnya " jawabnya.
" bohong! kau nampak akrab dan... kau begitu gugup " kata Tiffany berbisik sambil mengerling nakal, Suho salah tingkah dan agak sedikit kesal namun Tiffany malah makin mengodanya membuat Suho benar-benar kesal tapi ia diam saja. Sepertinya tingkahnya membuat semua orang salah paham.
.
Waktu istirahat...
Suho merapikan pakaian lalu berjalan menyebrang jalan menghampiri restoran kecil pinggir jalan, di sana orang tadi pagi yang menemuinya sedang menunggunya.
" maaf sudah membuat anda menunggu lama " ucap Suho formal lalu duduk di depan orang itu dan seketika suasana menjadi hening.
"... apa anda tidak sibuk? " tanya Suho heran, kenapa tuan muda Wu tidak bekerja.
" ah... aku membolos saat presdir pergi mengantar cucunya kesekolah " jawab Kris. Suho memejamkan matanya, hatinya tiba-tiba berdenyut sakit dengan ucapan Kris barusan. " aku datang ke sini untuk menyelesaikan masalah kita- "
" masalah kita sudah selesai " sela Suho cepat.
Kris mengernyit. " apa maksudmu sudah selesai? Kau meninggalkan seorang anak, anak adalah tangung jawab besar untuk orang tua, bagaimana kau mengangap masalah ini sudah selesai?! " ucap Kris meninggi, dia benar-benar kesal sekarang.
" maaf tuan Wu... sebenarnya sejak awal aku tidak ingin berhubungan dengan anda " Kris mengeratkan kepalan tanganya. " saat itu... aku hanya memperkenalkan Sehun dengan ayah kandungnya. " Kris mengatupkan giginya. " aku tidak akan membiarkan Sehun berada di tanganmu lebih lama, karena... apa yang kau ambil... Pasti tidak akan kau kembalikan. " Kris membeku. " Kevin milikmu dan Sehun milikku "
" What?! Apa yang kau- "
" maaf tuan Wu... aku sibuk " Suho beranjak dari duduknya. " permisi "
" tu-tunggu! " Kris segera bangkit dari duduknya dan mengejar Suho. " apa maksudmu? Kau sama sekali tak menjelaskan apa-apa! "
" maaf tuan Wu. Anda sama sekali tak pernah mengerti "
" KAPAN? KAU SAMA SEKALI TAK MENJELASKAN APA-APA " tanpa sdar Kris berteriak tak mempeduikan mereka berada di tempat umum, ia membutuhkan penjeasan Suho sekarang. Apa maksudnya dia mengatakan " apapun yang jadi milinya tidak bisa di kebalikan ". Kris benar-benar tidak mengerti.
" PERCUMA! ANDA TETAP TIDAK AKAN MENGERTI WU YIFAN! " Suho balas teriak, lalu berlari pergi meninggalkan Kris yang mematung.
" ba-bagaimana dia tahu nama asliku? "
.
.
TBC
Udah hampir setahun nih ff hiatus. Hadewww... nulisnya juga gak liat chap sebelumnya jadi (mungkin) agak melenceng ^^. Udahlah itu aja.. mudah-mudahan ada semangat lagi buat lanjutin ff yang sudah setahun hiatus juga ^^..
